[Chapter 1/?] Forbidden Love

forbiddenlove_heerinssi

Title                 : Forbidden Love

Author             : Heerinssi

Main Casts      : Park Jiyeon | Kim Myungsoo

Other Casts     : Park Chanyeol | Hwang Tiffany

Genre              : Romance, Hurts, Conflic, Angst

Rated              : G

Length             : Chaptered

Disclaimer       : Casts are belong to God, their parents, and their management. The story belongs to me.

A/N                 : Tokoh utama FF ini adalah Jiyeon dan Myungsoo, Cuma untuk cerita awal-awalnya, aku utamain dulu tokoh utama itu dengan tokoh pembantu. Jadi, cerita ini ngisahin tentang kehidupan dan cinta tokoh utama dengan tokoh pembantu.

Jiyeon’s Side

Park Jiyeon berdiri sambil mengecek handphonenya sesekali. Raut wajahnya kelihatan khawatir. Namun, ketika ada bunyi yang berasal dari handphonenya, ia tersenyum sesaat. Ternyata ada telepon masuk dari seseorang dan yang dimaksud seseorang itu adalah kekasihnya.

“Yeoboseyo?” Jiyeon menyahut.

“Eoh! Jiyeon-ah!” ucap seseorang dari sebrang sana.

“Ne, Chanyeol oppa? Ada apa?” Tanya Jiyeon.

“Aniya- Oppa hanya ingin mengecek keadaanmu. Kau sudah makan, jiyeonnie?” tanya Chanyeol.

“A- aniya oppa. Aku belum makan. Ada apa?” Jiyeon bertanya balik.

“Ah- tidak. Oppa hanya bertanya~” jawab Chanyeol dengan nada bercanda.

“Y- ya! Park Chanyeol!” teriak Jiyeon.

“M- mwo? Park Chanyeol? Wah~ Park Jiyeon sudah berani memanggil nama orang yang lebih tua dengan namanya langsung, eh? Ckckck.” Tanpa Jiyeon lihat pun, ia sudah tahu bahwa Chanyeol menggelengkan kepalanya, walaupun namja itu hanya bercanda.

“Ha- habisnya,” Jiyeon menggaruk kepalanya.

“Oppa hanya bercanda, jiyeonnie. Cepat mandi dan pakai baju yang bagus. Oppa akan menjemputmu pukul 7 untuk makan malam. Arasseo?” tanya Chanyeol.

“Arasseo. Geurae, aku mandi dulu. Annyeong!” sahut Jiyeon dengan semangat. Lalu ia segera mematikan sambungan teleponnya. Dengan segera, Jiyeon mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.

Selesai berpakaian dan memakai make up, ia melirik ke arah jam tangannya. Pukul 6.50. Itu berarti, sebentar lagi Chanyeol akan menjemputnya.

Jiyeon kembali mengecek penampilannya. Ia tersenyum tipis. Terdengar suara klakson mobil di depan rumahnya, dengan cepat ia berpamitan dan masuk ke dalam mobil Chanyeol.

Saat ia selesai menutup pintu, ia tersadar bahwa sejak tadi Chanyeol memperhatikannya.

“Kenapa lihat-lihat?” tanya Jiyeon sambil membesarkan matanya.

“Aish- Jiyeon-ah. Knp kau galak sekali sih?” Chanyeol mengacak-acak rambut jiyeon dengan gemas.

“Oppa! Rambutku jadi berantakkan!” Jiyeon segera membenarkan rambutnya.

Setelah percakapan sederhana tadi, keduanya langsung diam. Namun, setelah beberapa menit, Chanyeol langsung memanggil Jiyeon.

“Jiyeon-ah.” panggil Chanyeol.

“Ne?” tanya Jiyeon.

“Hari ini kau cantik sekali.” ucap Chanyeol, tetap fokus menyetir.

“Berarti biasanya aku tidak cantik? Begitu?” tanya Jiyeon bercanda.

“Aniya~ maksud oppa, hari ini kau sangat cantik. Tapi, biasanya juga kau cantik.” jelas Chanyeol.

“Gomawo, oppa.” sahut Jiyeon.

“Ah- kita sudah sampai.” Chanyeol mematikan mesin mobil dan dengan segera ia keluar dari mobil, lalu membukakan pintu Jiyeon.

Jiyeon mengucapkan terima kasih dan memegang erat tangan Chanyeol.

“Kau mau makan apa, Jiyeonnie?” tanya Chanyeol.

“Hm- terserah Oppa.” jawab Jiyeon.

“Kau serius?” tanya Chanyeol lagi.

“Ne.” Jiyeon menganggukkan kepalanya.

“Kalau begitu, saya pesan dua Steak dan satu botol Wine.” ucap Chanyeol kepada pelayan restaurant tersebut. Kemudian, pelayan itu langsung meninggalkan mereka berdua.

“Jiyeon-ah, ada yang ingin oppa bicarakan.”

“Tentang apa, oppa?” tanya Jiyeon serius.

“Begini, besok oppa harus pergi ke Amerika, karena ada suatu urusan disana. Oppa akan tinggal disana selama 2 minggu.”

“A-ah arasseo. Urusan apa, oppa? Bisnis?” tanya Jiyeon pelan.

“Ne. Kau tidak apa-apa kan?” Chanyeol memandang Jiyeon dengan raut wajah khawatir.

“Tidak apa-apa, oppa. Cepat pulang ya.” Jiyeon menahan tangisnya.

“Kau tidak usah khawatir. Oppa pasti kembali.” Chanyeol tahu bahwa kekasihnya menahan tangis, tapi ia memang harus pergi.

Saat suasana berubah, pesanan mereka sudah matang. Mereka makan dalam diam. Sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Hati-hati, oppa.” Jiyeon memeluk erat tubuh Chanyeol. Ia tidak ingin melepaskan Chanyeol, tapi ia harus.

“Kau juga, ya. Jangan macam-macam.” Chanyeol tertawa sambil mencubit pelan pipi Jiyeon. Kemudian Chanyeol menempelkan bibirnya pada bibir Jiyeon dengan perlahan.

Jiyeon menutup matanya saat ia berciuman dengan Chanyeol. Chanyeol melepaskan ciumannya dan langsung mengelus kepala Jiyeon.

“Masuklah. Oppa pulang dulu, ya. Good night.” Chanyeol segera masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangannya kepada Jiyeon sambil tersenyum yang dibalas oleh senyuman miris dari Jiyeon.

Jiyeon’s Side End

Myungsoo’s Side

Seorang pria tampan, yang bernama Kim Myungsoo berjalan menyusuri jalanan yang cukup ramai. Hari ini, Myungsoo sudah berjanji untuk pergi ke cafe favorite ia dan kekasihnya. Ia segera memasukki Cafe tersebut dan melihat kekasihnya sudah berada disana.

“Tiffany nuna!” panggil Myungsoo sambil melambaikan tangannya.

Gadis yang dipanggil Tiffany itu mengangkat kepalanya, lalu tersenyum saat melihat Myungsoo sudah berada di Cafe tersebut.

“Myungsoo-ah! Cepat sini!” Tiffany menggerakkan tangannya, menyuruh Myungsoo untuk menghampiri dirinya. Dengan cepat, Myungsoo menghampiri Tiffany dan duduk berhadapan dengan Tiffany.

“Mianhaeyo, Myungsoo-ah. Aku sudah menyusahkanmu.” Tiffany memandang wajah Myungsoo dengan tatapan bersalah.

“Aniyo, nuna. Nuna tidak menyusahkan aku. Lagian, aku juga sedang bosan,” Myungsoo tertawa pelan. Tiffany pun akhirnya ikut tertawa. “Oiya, ada apa nuna? Tumben sekali nuna mengajakku untuk bertemu duluan?” lanjut Myungsoo.

“Begini. Besok aku harus pergi ke Jepang untuk beberapa hari, karena ayahku sedang sakit aku harus menggantikannya bekerja. Tidak apa-apakan kalau aku pergi?” tanya Tiffany dengan raut wajah cemas.

“Oh- Tidak apa-apa, nuna-ya. Semangat bekerjanya! Sampaikan salamku juga untuk ayah nuna.” Myungsoo tersenyum sambil memegang tangan Tiffany.

“Te- terima kasih, Myungsoo-ah.” Tiffany tersenyum karena Myungsoo memakluminya.

“Hm- Bagaimana kalau hari ini kita menghabiskan waktu untuk pergi berdua?” usul Myungsoo.

“Jinjja? Baiklah. Kajja!” Tiffany langsung berdiri dengan semangat. Lalu, mereka berdua segera pergi.

“Myungsoo-ah! Ayo kita foto berdua!” Tiffany menarik tangan Myungsoo ke sebuah photo box. Tiffany membeli beberapa koin dan kembali menarik Myungsoo masuk ke phoyo box tersebut.

“Untuk apa kita berfoto disini, nuna?” tanya Myungsoo bingung.

“Agar kau tidak rindu padaku.” Jawab Tiffany sambil tertawa terbahak-bahak.

“Aigo~ Yeoja chingu-ku ternyata pede sekali, ya.” Myungsoo mencubit kedua pipi Tiffany dengan gemas.

“Nah, ayo Myungsoo-ah. Say cheese!” Tiffany dan Myungsoo langsung berpose.

Selesai berfoto, Tiffany dan Myungsoo mengambil hasil foto tadi dan langsung tertawa saat melihat hasil fotonya.

“Terima kasih untuk hari ini, Myungsoo-ah.” Tiffany mengecup pipi Myungsoo.

“Tidak masalah, nuna. Aku akan merindukanmu.” Myungsoo memeluk erat tubuh mungil Tiffany.

“Aku juga akan merindukanmu. Kau jangan macam-macam dengan yeoja lain, ya!” Tiffany mengacak-acak rambut Myungsoo sambil menunjukkan eye smile­ miliknya.

“Aku ini kan tipe namja yang setia, nuna-ya. Cepat kembali, ya. Hati-hati, nuna. Jangan tersesat disana.” Canda Myungsoo.

“Aigo~ kau masih sempat bercanda, ya. Ya sudah, aku masuk ke dalam, ne. Hati-hati, Myungsoo-ah. Saranghae.” Tiffany mengelus pipi Myungsoo.

Nado Saranghae, nuna. Masuklah. Sleep tight.” Myungsoo tersenyum lembut sambil menatap Tiffany yang sudah memasukki rumahnya.

Myungsoo’s Side End.

TBC

31 responses to “[Chapter 1/?] Forbidden Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s