[Chapter-5] Switch

SWITCH [POSTER]

Poster By : harururu98 @CafePosterArt

Tittle : Switch (Based on K-Drama BIG)

Author : Vanilla Milk

Cast : Park Jiyeon—Kim Myungsoo—Choi Seunghyun

Rating : Teen

Genre : Romance—Comedy—Little bit fantasy

Previous Chapter : 1 | 2 | 3 | 4

Note : Halloooo!! Chapter 5 nya sudah muncul (?) aku harap kalian suka dengan part ini. Tolong tinggalkan komentar!!!🙂

Jiyeon termenung. Ia menghembuskan nafas nya dengan kasar. “Aisshh… bocah sialan” gumam nya. Jiyeon lalu menyeruput susu hangat nya yang terpampang di meja. Siapa lagi yang Jiyeon pikirkan kalau bukan Kim Myungsoo yang terjebam di tubuh calon suami nya. “Myungsoo-a, kau menyebalkan”

××

Seunghyun memakan Pizza nya dengan lahap. Ia melanggar aturan Jiyeon lagi. Jiyeon melarang Seunghyun memakan makanan Junk Food demi menjaga kesehatan tubuh Choi Seunghyun. Ditambah Seunghyun meminum minuman bersoda, kalau Jiyeon tahu habislah ia. “Park teacher, aku tidak akan menjaga tubuh Choi Seunghyun kesayanganmu ini. Lagipula ini bukan tubuhku.”

Tiba-tiba, ide gila terlintas di otak Seunghyun. “Uppss… Kenapa aku tidak pergi ke rumah sakit. Dengan itu aku bisa merasa seperti dokter sungguhan” dengan evil smirk nya, Seunghyun bergegas ke rumah sakit Wusoo.

Sesampai nya di rumah sakit, Seunghyun bergegas pergi ke ruang kerja Choi Seunghyun. Ia lalu memakai jas dokter nya dan menata rambut ala Choi Seunghyun sungguhan. “Aku terlihat seperti dokter sungguhan”

Seunghyun lalu berjalan di koridor rumah sakit dengan santai. Setiap dokter dan suster yang lewat menyapa nya.

“Anyeong, dr. Choi”

“Selamat siang, dr. Choi”

Seunghyun hanya membalas sapaan dengan senyuman kaku. Ia lalu memilih untuk mengunjungi Kim Myungsoo. Di kamar Myungsoo di rawat sudah ada Soojung disana.

“Kau terus menginap disini, eoh?” tanya Seunghyun sambil menatap Soojung dengan malas.

“Itu bukan urusan mu, ahjussi!” balas Soojung. Soojung menaruh foto-foto selca nya di sebelah Myungsoo. Seunghyun tampak jijik.

“Apa ini? Kau tidak bisa menaruh ini semua di sebelah tubuh pasien!” bentak Seunghyun sambil menyingkirkan foto-foto Soojung yang ada di sebelah Myungsoo.

“Ahjussi! apa yang kau lakukan? kenapa kau menyingkirkannya?!” bentak Soojung balik. Seunghyun bisa frustasi lama-lama di dekat Soojung.

“Tidak boleh ada benda-benda seperti ini di dekat pasien. Aku ini dokter” ucap Seunghyun dengan bangga. “Kau harus menurut denganku”

Soojung tidak memperdulikan nya dan berdecak kesal. Ia lalu mendekati tubuh Myungsoo yang masih koma. “Myungsoo-a, dengarkan aku. Aku akan terus di sampingmu sampai  kau bangun” bisik Soojung. Seunghyun hanya menatap jijik, ia ingin sekali berkata ‘jangan dekat-dekat dengan tubuhku’.

×××

 Jiyeon ternyata pergi apaterment Choi Seunghyun. Ia baru pertama kali ke apaterment Seunghyun. Seunghyun  —Myungsoo—  lah yang memberikan kunci apaterment itu. “Masih sangat rapih. Seunghyunssi tampak nya jarang mengunjungi apaterment ia sendiri” gumam Jiyeon sambil tersenyum.

Jiyeon tak sengaja melihat sesuatu yang tergeletak di atas meja. Ternyata sebuah tiket pesawat. Tiket pesawat tujuan Los Angeles atas nama Choi Seunghyun dengan tanggal penerbangan sebelum pernikahan mereka. Choi Seunghyun ternyata berniat ingin pergi ke Amerika sebelum pernikahan nya dengan Jiyeon dilaksanakan.

Jiyeon terpukul, ia baru mengetahui calon suami nya telah merencanakan untuk pergi sendiri sebelum pernikahan mereka dilaksanakan. “Seunghyun-ssi kau benar-benar tidak mencintai ku” Jiyeon lalu menangis tersedu-sedu. Ia sangat terpukul dan kecewa.

××

Seunghyun berusaha menghubungi Jiyeon karena ada sesuatu yang ia ingin katakan. Tapi  ponsel Jiyeon tidak aktif. Ia berusaha mencari Jiyeon kemana-mana karena dirumah nya tidak ada. Orang tua Jiyeon bilang bahwa Jiyeon pergi keluar. Seunghyun khawatir dan mencari Jiyeon kemana-mana. “Kau dimana, Park songsaengnim

Seunghyun tetap mencari Jiyeon. Ia akhir nya menemukan Jiyeon minum soju sendirian di kedai pinggir jalan. Keadaan Jiyeon sudah mabuk berat sambil menangis. Seunghyun lantas mendekatinya. “Park songsaengnim kenapa kau mabuk seperti ini”

Jiyeon malah menangis lebih keras. Ia lalu bersandar di bahu Seunghyun sambil menangis. “Seunghyunssi… tidak mencintaiku” isak nya. Seunghyun lalu mengelus rambut Jiyeon. “Berhenti menangislah”

“Yang inginku katakan padamu adalah …… aku mengkhawatirkanmu, Park songsaengnim” gumam Seunghyun sambil tersenyum pahit. Jiyeon yang tidak sadar dengan perkataan Seunghyun terus menangis.

***

 Pagi nya Jiyeon mendapat pesan dari studio foto yang mengingatkan sesi pemotretan untuk pre-wedding nya dengan Seunghyun. Jiyeon duduk di taman sekolah, lalu menghela nafas sedih. Ia mengambil ponsel nya berniat untuk menelepon Seunghyun.

“Besok jangan datang terambat!” ucap Jiyeon di telepon.

“Apa maksudmu?” sahut Seunghyun.

“Besok adalah acara pemotretan untuk pre-wedding, kalau kau terlambat datang aku akan memakanmu, Myungsoo-a

“Bagaimana ini …”

“Aku tak peduli, kau harus datang!” dan akhirnya telepon tertutup. Jiyeon sekali lagi menghela nafas panjang.

**

Keesokan harinya adalah hari dimana Jiyeon dan Seunghyun melakukan pemotretan untuk Pre-Wedding mereka. Seunghyun memakai tuxedo nya sambil bertanya pada dirinya sendiri. “Apa aku harus selamanya menjadi Choi Seunghyun?”

Seunghyun dan Jiyeon melakukan pemotretan. Seunghyun tampak gugup dan malu-malu melakukannya, tapi Jiyeon mencoba tampil biasa-biasa saja. “Tersenyumlah, Myungsoo-a” bisik Jiyeon. Seunghyun malah tambah malu menghadap kamera.

Fotografer meminta mereka berpose lebih romantis lagi karena gaya mereka sangat kaku. Jiyeon dan Seunghyun mencoba berpose sebaik mungkin.

“Kau dengar? Fotografer menyuruh kita untuk berpose romantis” bisik Seunghyun.

“Apa maksudmu?” tanya Jiyeon. Seunghyun meraih tengkuk Jiyeon dan lalu menciumnya.

CKLEK

Foto mereka berciuman berhasil diambil. “Kenapa tidak dari setadi kalian berpose seperti itu” ucap si fotografer.

Jiyeon menatap Seunghyun tajam. “Mati kau, Kim Myungsoo” bisik Jiyeon. Seunghyun kelihatan santai saja.

Selesai pemotretan, Jiyeon menghampiri Seunghyun yang sedang berganti baju. “Yakk! Kim Myungsoo!”

“Wae? tadi itu ciuman pertamaku. Anggap saja Choi Seunghyun yang mencium mu tadi” Jiyeon terdiam. Ucapan Seunghyun benar juga. “Kapan tanggal pernikahan kita?” tanya Seunghyun santai.

“Seminggu kedepan. Aku tidak percaya kita sudah sejauh ini. Maafkan aku kau jadi harus berperan sebagai Seunghyun“ucap Jiyeon dengan lirih.

“Tidak apa. Aku baik-baik saja” balas Seunghyun tersenyum

××

Pernikahan Jiyeon dan Seunghyun istilah nya sudah di depan mata. Tentu saja mereka memikirkan kehidupan masa depan nanti. Jiyeon khwatir bila roh Seunghyun dan Myungsoo tidak kembali ke tubuh mereka masing-masing. Jika roh mereka tidak kembali, Jiyeon sudah siap menjalani masa depan nya.

“Aku pasti bisa” gumam Jiyeon.

“Aku pasti bisa” gumam Seunghyun.

TO BE CONTINUE

Mian kalo kependekan😦 ditunggu ya next chapt nya ^^ jangan lupa tinggalkan komentarr😀

40 responses to “[Chapter-5] Switch

  1. Myungsoo ini nakal juga. Haha. Ternyata seunghyun yg asli mmg tidak mencintai jiyeon. Ingin lari hari sblum pernikahan mereka. Kesian jiyeon. Harap Myungsoo dpt melakukn yg terbaik Dan klau benar Myungsoo suka sama jiyeon, jadi tunjukkn. Hehe.

  2. Pingback: [Chapter-7] Switch | High School Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s