[DRABBLE SERIES] OUR – Hypnosis

hsf-ournew

Hypnosis

[DRABBLE SERIES] OUR

written by Quinniechip

Friendship Romance School Life || Drabble

Drabble Series : Selfie . Still . Same . Idiot!

-oOo-

Sebelumnya Myungsoo sama sekali tak menyangka bahwa acara televisi yang ditayangkan setiap sabtu malam itu akan membuatnya menemukan apa cita-citanya yang sebenarnya. Setiap kali ditanya tentang cita-cita, Myungsoo tak pernah tahu apa yang harus ia jawab. Setiap yang bertanya pasti akan mendapat jawaban yang berbeda. Mulai dari seorang dokter, tentara, presiden, bahkan Myungsoo pernah mengatakan bahwa jika sudah besar nanti ia akan menjadi seorang pengedar narkoba.

Tetapi setelah iseng mengganti acara televisi pada sabtu malam kemarin, Myungsoo merasa telah menemukan tujuan hidupnya selama ini. Menjadi seorang hipnotis. Sebenarnya Myungsoo juga tidak tahu apa untungnya jika ia menjadi seorang hipnotis, Myungsoo hanya berpikir jika hipnosis itu menyenangkan dan mungkin akan menjadi kebanggaan tersendiri baginya.

Mungkin memang keberuntungannya, disaat ia membingungkan bagaimana caranya ia mempelajari cara hipnosis, Myungsoo menemukan bahwa ada tetangganya yang merupakan seorang hipnoterapi. Jujur saja Myungsoo tidak tahu apa maksud hipnoterapi, yang ia tahu hanya melakukan terapi pada seseorang dengan cara hipnosis untuk menyembuhkan penyakit atau semacamnya dan oh lagipula Myungsoo sama sekali tak pernah mau memikirkannya.

Dengan membuang sisa malunya Myungsoo menemui Jung Yunho –tetangga hipnoterapinya– dan minta untuk diajarkan bagaimana caranya menghipnosis seseorang. Awalnya Yunho menolak mentah-mentah permintaan Myungsoo, dengan alasan hipnosis bukanlah sekedar untuk main-main. Tetapi dengan tekad yang sudah bulat, Myungsoo tetap bersikeras untuk berguru pada Yunho. Hampir dua malam Myungsoo menginap ditempat Yunho dengan terus menerus memaksanya dan dengan keterpaksaan luar biasa Yunho setuju untuk berbagi ilmu dengan Myungsoo, walaupun Yunho hanya akan mengajarkan tentang dasarnya saja, Myungsoo sudah senang bukan main.

Setelah dua minggu Myungsoo menghabiskan banyak waktunya untuk mempelajari ilmu tentang hipnosis, ia sudah mulai yakin bahwa dirinya sudah menguasai dan siap untuk menghipnosis orang lain. Pagi ini Myungsoo datang dan memasuki ruang kelas dengan senyum sumringah dan langkah penuh percaya diri.

“Tidak biasanya kau datang sepagi ini dengan senyum selebar itu, ada apa?”

Tanya Minho sesaat setelah Myungsoo duduk dan meletakkan tasnya tepat di samping mejanya. Myungsoo hanya membalasnya dengan senyuman yang sama seperti sebelumya.

“Ya! Kemarilah..” Panggil Myungsoo. Dua orang yang dipanggil hanya menurut dan datang mendekati Myungsoo, “Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan pada kalian.”

Minho dan Jongin saling berpandangan bingung, “Apa?”

“Oh aku yakin kalian pasti akan terkejut.” Jawab Myungsoo menepukkan kedua tangannya bangga, “Aku.. bisa.. menghipnosis seseorang.”

Keduanya terdiam. Setelah beberapa saat keheningan pecah dengan tawa Jongin yang menggelegar, sedangkan Minho masih diam sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.

“Ya, Kim Myungsoo! Tidak usah bercanda disaat matahari baru saja menampakkan dirinya. Apa yang kau bicarakan benar-benar konyol!”

Myungsoo hanya memandang datar pada Jongin dan Minho, “Kalian tak percaya? Baiklah akan kutunjukkan pada kalian.”

“Jongin duduk disampingku.” Ucap Myungsoo sambil menempuk tempat kosong di sampingnya, “Kau akan menjadi orang pertama yang aku hipnosis.”

“Oh baiklah..” Jongin hanya membalas dengan senyum menantang dan langsung mendudukkan dirinya tepat disamping Myungsoo.

Myungsoo mulai menatap Jongin dengan pandangan serius dan memusatkan matanya tepat pada bola mata Jongin, “Tatap dalam mataku..”

Jongin mengikuti perintah Myungsoo. Ia memusatkan pandangannya tepat pada mata tengah Myungsoo.

“Konsentrasikan dirimu dan pandang lebih dalam lagi.”

Setelah beberapa lama mencoba menyalurkan energinya pada Jongin, Myungsoo menepuk bahu Jongin cukup keras. Saat itu juga tubuh Jongin berubah posisi menjadi duduk tegap dan tetap memandang lurus pada Myungsoo.

Myungsoo yang merasa ilmunya telah berhasil ia lakukan pada Jongin hanya tersenyum puas memandang kearah lingkaran teman kelasnya yang telah berdiri mengelilinginya sejak pertama kali Jongin menerima tantangan Myungsoo untuk dihipnosis.

Myungsoo mengembalikan pandangan pada Jongin, masih dengan tangan yang memegang bahu Jongin, “Baiklah untuk orang yang aku sentuh, dengarkan dan ikuti sugestiku. Saat ini kau hanya bisa mendengar suaraku, tidak ada suara yang lain hanya suaraku.”

“Sekali lagi, kau hanya mendengar dan mengikuti sugesti dariku, tidak ada suara yang lain, hanya suaraku.” Ulang Myungsoo sekali lagi, “Jika kau mengerti anggukkan kepala.”

Perlahan Jongin menganggukkan kepala lalu kembali diam seperti posisi semula.

“Saat kau mendengar jentikan jariku, kau akan lupa siapa namamu. Sekali lagi kau tidak akan mengingat siapa namamu.”

“Dan satu dua..” Pada hitungan ketiga Myungsoo menjentikkan jarinya. Jongin seketika tersadar dengan matanya yang berkedip beberapa kali.

Masih dengan senyum bangganya Myungsoo memeriksa apakah sugestinya benar-benar berhassil, “Siapa namamu?”

Jongin hanya memandang bingung pada Myungsoo, mencoba mengingat tapi sepertinya ia gagal. Jongin hanya mengedarkan pandangan ke arah sekitarnya, ia hanya mengerutkan dahi ketika seluruh teman sekelasnya kini memandanginya dengan tatapan penasaran luar biasa.

“Aku bertanya siapa namamu?” Sekali lagi Myungsoo bertanya dan hanya dibalas dengan gelengan kepala oleh Jongin.

Melihat tanggapan dari Jongin membuat teman satu kelasnya memandang kagum pada Myungsoo dan bertepuk tangan dengan serempak. Suara riuh satu kelas kini bersahutan memuji kemampuan Myungsoo yang tidak main-main. Myungsoo sudah menjadi seorang hipnotis sekarang.

“Tatap mataku.” Sekali lagi Myungsoo menepuk bahu Jongin dan membuat konsentrasi Jongin kembali padanya.

“Setelah kau mendengar jentikan jariku, kau akan kembali seperti semula dan melupakan semua sugesti yang aku berikan.” Myungsoo menjentikkan jarinya dan membuat Jongin tersadar dengan cepat.

Jongin hanya mengedipkan matanya sambil memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing. Ia menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan rasa pusingnya.

Tepuk tangan keras dari Minho hanya membuat Jongin menatap Myungsoo heran. Myungsoo hanya membalasnya dengan wajah bangga dan alis yang dinaikkan sebelah, “Aku berhasil.”

“Apa yang kau lakukan padaku?”

Myungsoo hanya tertawa kecil, “Kau bisa menanyakannya pada Minho atau teman kita yang lain.” Ucap Myungsoo mempersilahkan, “Ah ada yang harus aku tunjukkan padamu, Kim Jongin..”

Myungsoo berdiri dari duduknya, berjalan menghampiri tiga orang gadis yang baru saja memasuki kelas dan langsung duduk dibangku masing-masing tanpa mempedulikan teman sekelasnya yang sedang asyik mengelilingin sesuatu.

Setelah Myungsoo sedikit menjauh, Jongin langsung tersenyum penuh arti pada Minho. Minho hanya menatapnya bingung, “Kau tidak benar-benar lupa, kan, dengan namamu sendiri?”

Jongin hanya tersenyum meringis menunjukkan gigi depannya, “Aku membohonginya, bodoh!”

“Apa?” Tanya Minho menahan agar teriakan kagetnya tak terdengar begitu keras, “Jadi kau.. lalu rasa pusing itu?”

“Itu hanya sebagian dari akting, Choi Minho..”

Masih dengan langkah percaya diri Myungsoo berjalan mendekati dan berdiri tepat di depan gadis berambut panjang yang tengah asyik membaca bukunya. Dengan cepat Myungsoo menepukkan tangannya di atas bahu si gadis.

“Park Jiyeon, tatap mataku dalam..” Sugesti Myungsoo serius, “Untuk orang yang aku sentuh, aku memberimu sugesti untuk menciumku tepat di bibir.”

“Sekali lagi untuk orang yang-”

Plaaakk!

Ucapan Myungsoo tiba-tiba saja berhenti saat sebuah pukulan yang berasal dari buku mendarat tepat di dahinya. Myungsoo langsung mengusap dahinya sambil meringis kesakitan. Belum sempat Myungsoo protes, ucapannya sudah terpotong kembali.

“Kau gila?” Ucap Jiyeon heran setengah marah, “Byuntae!”

Tawa keras dari Jongin yang berjarak tiga meter darinya menyadarkan Myungsoo bahwa ia telah ditipu. Myungsoo mengucap sumpah serapah dalam hati untuk Jongin yang telah mempermalukannya dan mungkin Myungsoo harus berpikir ulang untuk menjadi seorang hipnotis.

~

Huuuaaaa~ Maaf ya kalo kembali bukan membawa 15:40:45 . Ini lagi liburan bukannnya makin sregep nulis eh kok ya malah makin banyak godaannya sih, udah ngelencer sana sini dan juga banyak drama korea yang mengantri untuk ditonton /oh oke ini alasan yang tidak bermutu please/

Tapi insyaallah nggak lama kok, disini nih /nunjuk kepala/ udah ada ceritanya udah on going

Comment please yes! Sarannya juga boleh kok~

68 responses to “[DRABBLE SERIES] OUR – Hypnosis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s