[ CHAPTER – PART 4 ] COUPLE OR TROUBLE ?

COT3

Tittle : Couple or Trouble ?
Author : gazasinta
Main Cast : Kim Myungsoo, Park Jiyeon, Jung Soojung, Lee Taemin, (?)
Genre : Romance and Little Commedy
Rating : PG-15
Length : Chapter

Maaf jika banyak sekali typo dan kalimat yang kurang jelas, untuk yang bertanya apa yang sebenarnya terjadi ? kenapa Jiyeon bisa nyasar ke Korea ? dan lain-lain…. sabar yoo, semoga setiap partnya akan menjawab pertanyaan kalian, author butuh saran/kritikan nih secara author emang ngerasa kurang ngefeel sama FF ini, tapi karena udah terlanjur buat jadi author harus bertanggungjawab supaya ga putus ditengah jalan, katakan sejujurnya yah :p

MASUKAN DAN KRITIKAN AKAN DITERIMA DENGAN LAPANG DADA 

Part 4

Author POV

Jiyeon menatap nanar pemandangan dari dalam pesawat, tubuhya tersandar kaku dengan nafas yang memburu tajam karena perasaan kesal yang belum hilang, ia masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa Myungsoo membuang dirinya seperti ia barang yang sudah tidak lagi berguna, terlebih pria itu berteriak begitu marah tepat diwajahnya demi wanita lain yang tiba-tiba muncul dan merusak rencananya. Jiyeon mengepal tangannya kuat, matanya melotot tajam, ditariknya nafas yang terasa menyesakkan dada secara perlahan dan…

“ SEHARUSNYA AKU TIDAK DIAM SAJA KETIKA AHJUSSI BRENGSEK ITU BERTERIAK KASAR PADAKU, MEMANGNYA DIA ITU SIAPA ? DIA TIDAK BERHAK SAMA SEKALI ATAS DIRIKU !!! AKU MEMANG BUKAN SEORANG YANG MUDAH MARAH, TAPI SEMUT PUN AKAN MELAWAN JIKA ADA YANG MENGGANGGUNYA, HUH…..“

Hening….

Tidak ada suara yang terdengar setelah Jiyeon berteriak menumpahkan kekesalan yang ia rasakan. Doraemon si kucing gendut asal Jepang seolah hadir mengeluarkan mesin penghenti waktu dari kantong ajaibnya, semua penumpang yang sebelumnya sibuk mencari kursi serta meletakkan barang-barang di bagasi kabin terhenti serempak, mata mereka menatap ke arah datangnya suara yang menggelegar. Jiyeon mengusap-usap dadanya dan tersenyum lega “ Seperti ini lebih baik “ Ucapnya tidak sadar jika ia kini menjadi pusat perhatian banyak penumpang disekitarnya, hingga tiba-tiba doraemon menonaktifkan mesin penghenti waktunya dan seorang pramugari pesawat dengan langkah tergesa-gesa berjalan menuju ke arah Jiyeon “ Jwesonghamnida agassi, kami mohon anda bersikap tenang dan tidak menggangu kenyamanan penumpang lainnya, jika ada hal-hal yang mengganggu anda sebaiknya beritahukan pada kami agar kami bisa membantu anda “ Ucap seorang pramugari memperingati, ia tidak ingin penumpang lainnya berpikir bahwa pesawat ini telah menerima penumpang yang memiliki penyakit kejiwaan.

Jiyeon menelan susah payah salivanya, pandangannya berkeliling menatap satu-persatu penumpang pesawat yang kini tertuju pada dirinya, dengan senyum yang lebih terkesan ringisan Jiyeonpun menundukkan kepala berkali-kali dan memohon maaf “ Akh, aku tidak akan mengulanginya maafkan aku, aku hanya sedang menghapal dialogku dan merasa sangat gugup karena aku belum juga bisa menghapalnya, aku ini seorang pemain teater….iya pemain teater, sekali lagi maafkan aku….jwesongamnida “ Sesal Jiyeon, berharap pramugari dan penumpang lainnya yang masih menatapnya aneh, percaya dengan apa yang ia ucapkan.

“ Baiklah, jika ada yang mengganggu pikiran agassi kami siap membantu, dan untuk membuat agassi lebih nyaman silahkan pakai toilet yang tersedia disana untuk membersihkan wajah agassi “ Ucap pramugari tersenyum lembut dan menunjukkan arah toilet dengan tangannya, tidak lama pramugari itu pun meninggalkan Jiyeon yang tidak begitu peduli dengan usulannya.

Sepasang suami istri yang hampir memasuki usia senja duduk tepat diseberang Jiyeon masih menatap lekat ke arahnya, kening jiyeon berkerut tidak mengerti arti tatapan seperti itu – aneh- . Mata keduanya itu kini semakin menjalari tubuhnya menatap dari atas hingga bagian bawah membuat Jiyeon merasa ia sedang ditelanjangi dengan tatapan seperti itu “ Apa ada yang aneh denganku ? “ Tanyanya seraya mengikuti arah pandang pasangan suami istri tersebut, namun tidak ada jawaban mata tua keduanya terus memandang Jiyeon dalam diam, merasa jengkel Jiyeon menggigit kasar bibirnya hingga terlihat memerah dan membuang pandangannya kembali ke kaca jendela, tidak peduli dengan sepasang suami istri itu yang masih memandangnya

Krystal semakin mempercepat langkahnya, meninggalkan Luna yang berteriak memanggil namanya, ia tidak berlari untuk menghindari Luna melainkan Myungsoo yang kembali datang dan memutuskan untuk mendengarkan penjelasannya. Ia memang merasa sangat bersalah selama 4 tahun belakangan ini, namun perasaannya berubah kesal karena pria ini telah membuatnya menangis dan merasa sangat malu di hadapan banyak orang tadi.

Secepat apapun Krystal berlari, langkah kaki Myungsoo yang panjang berhasil menghentikannya, Myungsoo memotong langkah Krystal dan kini berada tepat dihadapan wanita itu “ Aku ingin bicara denganmu “ Ucap Myungsoo dengan sorot mata mengilat tajam serta nada yang terdengar menuntut, ia kemudian menarik tangan Krystal, namun wanita itu berhasil menghempaskan tangannya, Myungsoo menatap Krystal tidak percaya, mengapa kini seolah ia yang memohon bukankah seharusnya tanpa ia melakukan tindakan kasar, yeoja ini seharusnya memberi ia penjelasan.

“ Jika kepergianku yang akan kau tanyakan, aku akan menjelaskannya disini saja “ Ucap Krystal menatap balik tepat pada manik mata Myungsoo.

Myungsoo tersenyum miris karena kenyataannya ia tidak melihat adanya rasa penyesalan didalam mata yeoja yang membuat ia seperti pria bodoh menunggu dengan setia selama 4 tahun tanpa ada kejelasan ujung penantiannya “ Aku hanya ingin kita berdua “ Myungsoo menegaskan keinginannya.

“ Tidak tanpa Luna, ia bukan orang lain “ Ucap Krystal tidak kalah ngotot dan langsung menoleh ke arah Luna, tidak membiarkan sepupunya itu meninggalkan dirinya berdua saja dengan Myungsoo.

Luna hanya menggelengkan kepalanya benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran dua orang dewasa yang ada dihadapannya untuk menyelesaikan masalah, kepala dinginnya harus tetap ia jaga agar tidak tertular dengan sikap emosi Myungsoo dan sepupunya itu “ Sebaiknya kalian selesaikan berdua, aku menunggu disana “ Luna menunjuk mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka kini berada dan meyakinkan Krystal dengan senyumnya bahwa tidak masalah jika ia harus menyingkir dari keduanya.

Myungsoo masih lekat menatap Krystal, kakinya melangkah semakin mendekatkan dirinya ke arah Krystal yang kini terlihat gugup “ Malhaebwa “ Ucap Myungsoo dengan kedua tangan yang ia masukkan kedalam saku celananya.

Krystal tiba-tiba terdiam, tidak seperti tadi ketika ia mencegah Myungsoo untuk pergi, ia terlihat siap untuk memberikan Myungsoo penjelasan, namun kini justru banyak pertimbangan yang bergulat di dalam kepalanya, perasaan takut mengusai dirinya, akankah Myungsoo percaya dengan penjelasannya nanti ? Akankah pria ini tetap berada disisinya tidak meninggalkannya seperti dulu ia meninggalkan Myungsoo dan kekasihnya.

Myungsoo masih menunggu Krystal yang sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda bahwa akan membuka mulutnya, hingga akhirnya lagi-lagi Myungsoo harus menunjukkan senyum sinisnya “ Kau tidak mau menjelaskannya ? jadi benar kau hanya pergi begitu saja setelah kau memberikan ku sebuah harapan untuk memilikimu ketika itu ? “ Tanya Myungsoo dengan nada datar.

“ Arrayo….aku mengerti, jika tidak ada penjelasan aku pergi “ Myungsoo menghela nafas kecewa, dalam hati ia masih sangat berharap Krystal akan menahan tubuhnya yang sudah berputar dan bersedia membuat pikiran buruk tentang wanita ini terpatahkan, tapi hingga beberapa langkah Krystal tidak juga menghentikannya, hingga…..

“ AKU HARUS PERGI UNTUK MENYEMBUHKAN LUKAKU PASCA KECELAKAAN ITU !!! “

Dengan nada tinggi Krystal akhirnya membuka mulut dan berhasil menghentikan langkah Myungsoo yang mungkin akan semakin jauh meninggalkannya, Myungsoo spontan menoleh dan memicingkan pandangannya menatap wanita yang ia tahu sedang berusaha menahan airmatanya yang kembali akan jatuh, 1 langkah…..dua langkah….tiga langkah hingga kini Myungsoo sudah berada tepat dihadapan Krystal yang menunduk dalam.

“ Aku memang terlihat baik-baik saja setelah keluar dari rumah sakit, namun dokter yang merawatku tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa aku harus melakukan perawatan lanjutan di Amerika, ada virus yang menyerang otakku dan suatu saat akan membuatku lumpuh bahkan bisa menyebabkan kematian, aku tidak memiliki banyak waktu untuk membuat keputusan apakah aku harus melakukannya atau tidak, tapi satu keinginanku aku tidak mau menutup mata dan meninggalkan dunia ini karena virus bodoh itu, penyembuhanku tidak berjalan singkat dan mudah, aku harus berkali-kali merasakan betapa menakutkannya terbaring diatas meja operasi, setiap kali aku disana aku selalu dihantui perasaan bersalah, selalu bertanya apakah aku masih memiliki kesempatan untuk menjelaskannya pada kalian atau tidak ? virus itupun berhasil membuat penampilanku begitu buruk dengan wajah yang terlihat sangat mengerikan serta tubuh yang semakin hari semakin terlihat sangat kurus layaknya orang yang sudah mati, tapi aku masih terus memikirkan kalian, memikirkan apa yang kalian pikirkan tentangku dan bagaimana reaksi kalian jika bertemu denganku, dan apa yang kau lakukan direstaurant tadi benar-benar membuatku sakit, perjuanganku seakan sia-sia saja jika reaksi seperti itu yang kau tunjukkan padaku, aku sangat ingin bertemu denganmu oleh sebab itu aku berjuang keras membuat diriku seperti dulu lagi, Soojung yang dalam keadaan baik, Soojung yang sehat dan bisa tersenyum tanpa menanggung beban penyakitnya…hu..hu..hu “ Krystal tidak lagi mampu menahan tangisannya, ia menutup wajah dengan kedua telapak tangannya menumpahkan segala perasaan sesaknya disana.

Myungsoo terdiam, ia tidak menyangka dengan apa yang Krystal katakan, jika benar seperti itu betapa merasa bersalahnya ia telah menyimpan kekecewaan terhadap sahabatnya itu selama 4 tahun kepergiannya tanpa mencari tahu alasan wanita ini meninggalkannya, dan membuat wanita itu menangis dihari pertama pertemuannya kembali. Tangan Myungsoo tergerak perlahan meraih pundak Krystal dan meletakkan kepala yeoja itu pada dada bidangnya, tak sadar kini ia membelai lembut rambut panjang pirang yeoja itu.

“ Maafkan aku, aku tidak tahu jika kau melewati perjuangan seperti itu, aku berjanji akan menjagamu dan tidak lagi membuatmu menangis, kembalilah seperti dulu menjadi Soojung yang bisa membuatku selalu tersenyum “ Ucap Myungsoo menyesal membuat Krystal semakin menumpahkan tangisannya, Myungsoo tidak lagi peduli jika pakaiannya terasa basah oleh airmata Krystal, tidak peduli ia benci dengan wanita yang membuat penampilannya kotor, dan tidak peduli jika ia benci melihat seorang wanita menangis, ia hanya ingin membiarkan Krystal percaya jika ia masih pria yang sama dengan 4 tahun lalu yang selalu ada disaat kuat bahkan lemahnya yeoja ini, Myungsoo masih sangat menyayangi Krystal terlepas dari apapun perasan Krystal untuknya.

Krystal merasakan tangisannya tidak sama, emosi serta perasaan sesaknya itu berganti dengan perasaan bahagia serta kelegaan karena Myungsoo bisa menerima penjelasannya. Ia kini bisa tersenyum, ia tahu jika ia tidak akan kehilangan orang-orang yang menyayanginya, karena ia pun memang tidak pernah pergi meninggalkan orang-orang yang disayanginya.

Jiyeon POV

“ Ambil saja kembaliannya untuk ahjussi “ Ucapku segera turun dari taksi.
Aku menyeret lemah koper dan menyampirkan tas punggungku.

“ Agassi !!! “

Aku menoleh kembali ketika supir taksi memanggilku, ada apa ? apa tips yang kuberikan kurang ? namun wajah supir taksi itu tidak terlihat seperti ia akan memprotes dengan apa yang aku berikan padanya, melainkan wajahnya terlihat iba menatapku.

“ Mungkin nampyeon agassi hanya ingin agassi lebih memperhatikan penampilan, berpakaian dan berdandanlah selayaknya wanita pada umumnya, saya yakin ia tidak akan berpaling dari anda “

Aku memiringkan kepalaku, tidak mengerti apa yang sedang supir taksi ini katakan, darimana ia tahu jika aku sedang memiliki masalah dengan nampyeonku ? eum maksudku nampyeon pura-pura itu, apa ketika tidur tadi aku mengucapkan hal yang tidak-tidak ? akhhh, tidak peduli. Aku sama sekali tidak ambil pusing tentang hal itu, bukan aku yang harus merubah penampilan luarku, tapi ahjussi itu yang harus merubah sikapnya padaku.

Aku berjalan terburu-buru masuk ke dalam rumah besar dengan cat putih yang tampak sunyi, supir taksi itu masih berdiri menatapku dengan senyum yang membuatku bergidik ngeri, memangnya ada apa dengan penampilanku ? aku memang bukan gadis dari abad modern yang selalu menggunakan pakaian bagus dan mahal serta barang-barag mewah yang menempel ditubuhku, aku hanya seorang gadis Korea biasa yang sejak kecil tumbuh dan besar di Jepang mengikuti appaku yang mendapat pekerjaan disana, daerah tempat tinggalku memang masih sangat jauh dari hiruk pikuk kehidupan modern, tapi bukan berarti penampilan ku seaneh yang supir taksi itu katakan, aku baik-baik saja dengan penampilanku selama ini.

Tepat ketika aku berada didepan pintu “ Ommo!!! kunci pintu !! arrgghkkk mengapa ahjussi itu tidak memberikannya padaku “ Ucapku dengan menghentakkan kaki merasa hari ini sangat sial aku rasakan, otakku dengan cepat memberi perintah untukku menghubungi ahjussi itu, tidak peduli jika aku mengganggu kesenangannya dengan ahjumma pemaksa tadi, aku tidak mau setelah ia menendangku, aku harus terdampar lagi didepan rumahnya.

Author POV

“ Krystal ? Waeyo, kau merubah namamu ? “ Myungsoo mengernyitkan dahi heran ketika Soojung meminta ia untuk memanggil dengan sebutan berbeda.

Krystal hanya tersenyum dan memegang lembut pundak Myungsoo “ Tidak masalah kan ? aku hanya ingin melupakan kejadian burukku ketika nama itu masih ku pakai, geureom….benar kau tidak mau masuk dulu ? “ Tawar Krystal langsung merubah arah pembicaraan, ia tidak melihat Myungsoo keberatan dengan keinginannya untuk memanggilnya sekarang dengan nama yang berbeda, namja ini…..Krystal masih sangat yakin akan selalu menuruti apapun kemauannya, meskipun tadi ia begitu syok mendengar seorang gadis muda yang mengaku anae Myungsoo.

“ Apa kau tidak lelah jika harus melayaniku jika aku masuk ? “ Myungsoo menggoda Krystal dengan kerlingan mata yang membuat Krystal tersenyum geli.

“ Hahaha…..kau ini, seperti buaya jantan yang selalu mengejar sang betina “

“ Jeongmal!!! Apa kau membenci pria seperti itu ? “

Kringgg….

Candaan keduanya terhenti ketika ponsel disaku celana Myungsoo berbunyi, Myungsoo meraihnya namun segera ia masukkan kembali ketika nama seseorang yang tidak ia harapkan tertera disana, ponsel itu terus berbunyi seakan si penelpon memaksa Myungsoo untuk menjawab pangggilannya.

“ Apa itu istrimu ? “ Pertanyaan Krystal membuat Myungsoo tergugup, ia tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan Krystal, sementara si penelpon tidak putus asa untuk memaksa Myungsoo segera mengangkatnya. Jika saja bukan Krystal yang ada dihadapannya sudah tentu ia akan mengangkatnya dan memaki-maki si penelepon tanpa memberikan sedikitpun waktu untuk orang itu berbicara.

“ Angkatlah, kurasa itu sangat penting “ Ucap Krystal lembut meski dalam hatinya ia merasa penelepon itu penggangu yang menyebalkan.

“ Tidak penting “ Ucap Myungsoo mematikan ponselnya kali ini tanpa beban, membuat Krystal tersenyum dalam hatinya.

“ Aku pulang, lain kali aku akan datang dan merepotkanmu “ Ucap Myungsoo dengan mimik wajah mengancam, Krystal pun mengangguk tersenyum dan menggunakan telapak tangan kanannya untuk mengusir Myungsoo.

Myungsoo berjalan dengan masih diiringi tatapan tidak nyaman Krystal, ada sesuatu yang mengganjal ketika pria itu berbalik, ia tidak tahu pasti apa itu, perasaannya sejauh ini memang masih menganggap Myungsoo sahabatnya, namun ia juga tidak ingin perhatian sahabatnya itu terbagi, terlebih dengan gadis tadi.

Seolah memiliki ikatan batin Myungsoo kembali menoleh ke arah Krystal dan tersenyum, ia menyadari jika yeoja itu langsung merubah rengutan diwajahnya dengan senyuman ketika ia berbalik, jika ini berhubungan dengan sosok yang meneleponnya barusan Myungsoo tidak ingin Krystal salah paham “ Aku terpaksa menikahinya “ Ucap Myungsoo tiba-tiba membuat Krystal terkejut dengan penjelasan yang sebenarnya ia tidak minta tapi ingin sekali ia ketahui.

“ Pernikahan kami sama sekali tidak dilandasi cinta, aku masih pria bebas yang berhak memilih kelak dengan siapa aku tua, terdengar konyol….namun itulah yang kami sepakati, aku masih sama seperti 4 tahun lalu dan akan tetap sama hingga yeoja yang aku cintai mau membuka hatinya untukku “ Myungsoo pun melangkah menjauh dari apartemen Krystal dengan perasaan lega, jika boleh ia percaya diri, ia menangkap aroma cemburu di wajah sahabatnya tadi dan itu membuatnya senang.

“ Nde eomma, Jiyi ? ah tentu saja ia sudah bekerja ditempat yang ku janjikan, besok jika aku bertemu dengannya aku akan langsung menyuruhnya untuk menghubungi orangtuanya, nde….dia baik-baik saja, nde baiklah…sampaikan salamku untuk appa dan orangtua Jiyi, nde annyeong eomma!! “

Namja itu meletakkan gagang telepon pada tempatnya mengakhiri pembicaraan dan mengurut nafas lega, namun wajahnya masih terlihat pucat dengan keringat yang mengalir dari pelipis kanan dan kirinya, hal yang ditakutkan terjadi, ia terpaksa berbohong karena hingga saat ini sahabat yang ia berjanji untuk memberikan pekerjaan belum juga ia temukan, dan semakin tidak tenang ketika ia tahu Jiyeon juga tidak berada di Jepang.

“ Aigo, otthokaeji ? mengapa ia juga tidak memberi kabar pada keluarganya ? “ Ucapnya menggusak rambutnya kasar seraya keluar dari dalam telepon umum tersebut.

Sudah hampir satu minggu pria kurus yang memiliki wajah layaknya seorang yeoja cantik bernama Lee Taemin mencari sahabatnya yang hilang. Ya Lee Taemin adalah sahabat sejak kecil Park Jiyeon, keduanya adalah keluarga asli Korea yang menetap di Jepang karena mengikuti orangtua yang bekerja di negeri sakura tersebut, satu tahun lalu Taemin memutuskan untuk hidup mandiri dan merantau ke negeri yang menjadi kebangsaannya sendiri. Tiba-tiba beberapa minggu lalu Jiyeon menghubunginya dan meminta Taemin untuk mencarikan pekerjaan untuknya, Jiyeon menceritakan jika keluarganya sedang mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya, Tuan Park appa Jiyeon baru saja mengalami pemutusan hubungan kerja, sebagai anak tertua Jiyeon merasa berkewajiban mengambil alih tanggungjawab appanya yang memang juga sudah cukup tua untuk bekerja.

Ini memang kesalahan Taemin, karena sifat gengsinya ia tidak jujur jika 1 minggu sebelum kedatangan Jiyeon, ia dipecat dari perusahaan lamanya, dan seperti terkena kutukan, kesialannya tidak berhenti sampai disitu, tepat dihari kedatangan Jiyeon barang-barang miliknya terpaksa disita oleh rentenir karena tidak sanggup membayar hutang yang membelitnya, termasuk handphone yang tidak sempat ia selamatkan, tentu saja itu membuat Jiyeonpun kehilangan jejaknya, setiap hari ketika ia berjuang untuk mendapatkan pekerjaan ia selalu menyempatkan diri untuk mencari Jiyeon, meskipun hal itu terdengar seperti mencari jarum di gurun pasir, tapi ia tetap melakukannya.

“ Yya!!! Seharusnya ia tidak terlalu bodoh untuk berjuang sendirian, mengapa ia tidak menghubungi orangtuanya atau orangtuaku….aiishhhh Jiyi paboyya!!! “ Taemin masih menyesalkan hal yang tidak sahabatnya itu lakukan. Kini ia hanya bisa berharap tidak mendengar berita buruk tentang sahabatnya yang menjadi gembel dan masuk koran nasional korea ketika program razia orang-orang jalanan diterbitkan.

Myungsoo POV

“ Aigo allien ini memang luar biasa, bahkan di depan pintupun ia bisa tertidur lelap seperti ini….tch “ Desisku tak percaya.

Aku menjongkokkan tubuhku hendak membangunkannya yang sedang tertidur meringkuk, ku lihat tangannya masih memegang bungkusan roti, Ya Tuhan aku lupa, ia tidak boleh terlambat makan dan meminum obat maag nya itu, apa dia sudah melakukannya ?

“ Errrgghhh “

Aku sontak berdiri ketika allien ini seperti akan tersadar, tapi beberapa detik aku menunggu ia tidak juga bangun dari tidurnya, justru kini mulutku membulat dengan kepala yang menggeleng tidak percaya ketika wajahnya kini terlihat jelas, menggelikan sekali hingga aku ingin menertawakannya, penampilannya terlihat seperti seseorang yang putus asa setelah kalah berjudi, eyeliner penghias matanya sudah menganak sungai menghubungkan mata serta mulutnya, allien ini benar-benar terlihat kacau sekali, apa ia seperti ini sejak berpisah denganku ? tiba-tiba senyum dibibirku memudar ketika mengingat apa yang kulakukan ? apa ia menangis ketika aku membentaknya pagi tadi ?

“ Yya..Yya…Yya!!! ireona..allien palli ireona “ Ku sentuh betisnya ragu dengan ujung sepatuku agar ia segera terbangun, seperti yang sudah-sudah gaya tidurnya lebih pantas disebut mati daripada tertidur, allien ini masih juga sulit untuk dibangunkan,tck..apa aku harus berteriak padanya agar ia terbangun. Ku bungkukkan kembali tubuhku, baru saja tanganku akan menyentuh pundaknya…

“ JANGAN SENTUH AKU!!!! AKU TIDAK MAU NAMJA YANG TIDAK SETIA MENYENTUH TUBUHKU, AKU BENCI NAMJA SEPERTI ITU “

Aku berjengkit kaget, tch…siapa yang ingin menyentuhnya dan apa maksud dari kalimatnya ? ia sadar atau tidak sih ? apa terlalu kesal dengan apa yang ku lakukan tadi hingga terbawa hingga alam bawah sadarnya. Aku melangkah dan memutuskan untuk membiarkan allien itu tetap seperti itu, tidur di teras hingga ia tersadar sendiri.

Dengan segera akupun membuka pintu rumah, namun baru saja aku akan melangkah masuk, aku merasakan ada seseorang dibelakang dan sedang mengawasiku, ku tolehkan kepalaku dan memandang sekeliling halaman rumah, tidak ada, hari memang masih sangat siang tapi kawasan rumahku memang sangat sepi, hanya beberapa rumah yang berjarak cukup jauh yang membuat daerah ini terselamatkan dari julukan kota mati, beruntung deburan ombak serta kicauan burung yang berputar-putar diatas pantai membuat suasana disini sangat nyaman dan menyenangkan, meski sebenarnya pengacau itu sendiri tinggal dirumahku.

Aku berpikir kembali menatap allien yang masih tertidur pulas, jika ku tinggalkan disini sepertinya berbahaya juga. Dengan ragu kakiku mendekat lagi ke arahnya, tidak!!! Aku tidak akan melakukannya, tapi? Aisshhh “ Yya…Yyaa ireona allien…allien palli ireona kau ini sangat sulit sekali untuk dibangunkan…tch” Nihil yeoja ini benar-benar seperti orang mati.

Jiyeon POV

Aku mendengar jelas suara pongah ahjussi tua ini, aku tidak benar-benar tertidur, bahkan sejak pintu pagar terbuka aku bisa merasakan kehadirannya, aku malas menatap wajahnya hingga aku lebih rela ia membangunkanku dengan memakai kakinya. Ia tidak mungkin membawaku dengan punggungnya untuk memindahkanku ke kamar, ahjussi kejam tidak punya perasaan seperti ini mana mungkin melakukan hal-hal yang hanya dilakukan manusia dengan hati bersih.

Tapi….apa ini ? ommo!!! Seperti ada dua buah telapak tangan yang menyusup kesela-sela tubuhku, dan kyyaaa….!!!! tubuhku terangkat, ahjussi ini menaruh tubuhku dipundaknya, aargghhkkk!!!! dasar mesum, dadaku menempel ketat dipundaknya, sial jika seperti ini aku percaya dia akan melakukannya, dia mau mengambil kesempatan dengan cara seperti ini.

Brughh!!!!

Awww!!!!

“ Aku tahu kau tidak benar-benar tidur, kau sengaja sulit untuk dibangunkan agar kau bisa merasakan bagaimana rasanya berada dalam dekapan tubuhku bukan ? jangan lagi mengulanginya, kelak aku tidak bisa menjamin jika aku bisa mengendalikan diriku “

Glekkk

Susah payah aku menelan saliva untuk membasahi tenggorokanku, aku tidak berani menatapnya, hanya pasrah meringkuk membelakanginya, posisi asli ketika ia melemparku keatas ranjang empuk didalam kamarku. Kalimat memalukan itu ia ucapkan tanpa ekspresi serta nada suara yang terdengar datar, ahjussi itu sepertinya benar-benar marah padaku, sial harusnya kan aku yang marah karena ia telah menelantarkanku, kenapa kini ia membalikkannya.

Ku dengar langkah kakinya semakin menjauh, kurasa ia sudah di ambang pintu kini, namun…

“ Aku ini pria yang sebentar lagi menginjak kepala 3, jikapun suatu saat nanti aku mulai menerima kehadiranmu, kau hanya aku anggap sebagai dongsaeng untukku tidak lebih, jadi mulai saat ini jangan biarkan sesuatu tumbuh dalam hatimu “

Blam…

Degh…

Tess..

Apa ini ? air mata ? tch….tidak mungkin butiran bening ini turun karena kalimat yang barusan terucap dari bibir ahjussi tua itu, tapi,,,tapi, aku mencengkeram erat dadaku, mengapa rasanya sangat sesak ? tidak Park Jiyeon kau tidak mungkin mulai menyukainya, ahjussi itu sama sekali tidak pantas untuk mendapatkan perasaan suka darimu, kalian baru 1 minggu tinggal bersama, tidak ada kebaikan yang kau rasakan sama sekali selama itu. Aku berusaha kuat meyakinkan diriku jika bukan rasa seperti…..hiks aku sangat takut menyebutnya, Park Jiyeon jika seperti ini cepat selesaikan tugasmu dan pergi sejauh mungkin dari hadapannya.

“ Aku bersumpah jikapun ahjussi itu satu-satunya namja di dunia ini, aku lebih memilih menjadi perawan tua seumur hidupku, aku tidak mungkin menghabiskan waktuku dengan namja tidak berperasaan dan selalu menganggap rendah orang lain seperti itu “

Author POV

“ Sarapan dirumahmu ? memangnya kau akan membuatkanku apa, jeongmal ? “ Myungsoo menjepitkan ponsel diantara telinga dan bahunya, sementara tangannya sibuk menggelung lengan kemeja, Wajahnya tampak sumringah berbicara dengan seseorang ditelepon sana.

Jiyeon ragu untuk segera turun ketika tatapannya kini bertemu dengan Myungsoo, untuk berbalik pun ia terlalu malas jika dikatakan mencoba menghindar, akhirnya ia tetap melangkahkan kakinya diiringi pandangan Myungsoo disetiap gerakannya, Myungsoo nampak seperti orang bodoh dengan suara yang terdengar terbata-bata berbicara ditelepon, apa karena penampilannya yang tidak biasa, atau…

“ B bbaik-lah, makan malam, aku akan menjemputmu, nde..an-nyeong!! “ Ucap Myungsoo menutup ponselnya dengan mata yang tidak lepas menatap sosok yang turun dari atas sana.

“ Kau mau kemana ? “ Ucapnya terdengar heran.

Jiyeon menghentikan langkahnya namun tidak menatap ke arah Myungsoo “ Untuk apa ahjussi ini bertanya, bukannya tidak boleh mencampuri urusan orang lain “ Ucap Jiyeon dalam hati.

“ Yya!!! Jawab aku, kau mau kemana ? “ Myungsoo menegaskan kembali pertanyaannya yang tidak dijawab Jiyeon.

Jiyeon akhirnya memutar tubuhnya dan memandang Myungsoo dengan malas “ Hanya ingin berjalan-jalan mencari udara segar, apa tidak boleh ? “ Ucap Jiyeon sedikit ketus membuat Myungsoo memiringkan kepalanya terlihat aneh dengan perubahan Jiyeon.

Tidak berapa lama Myungsoo pun mendekat, berkacak pinggang dan memandang Jiyeon dari ujung kepala hingga ujung kakinya dengan dahi berkerut, tidak terlalu istimewa untuk yeoja lainnya jika berpenampilan seperti ini, tapi sangat mengejutkan jika allien yang sejak pertama ia lihat selalu menggunakan kimono serta rambut sanggulnya itu yang memakainya, kaos oblong berwarna putih dipadu jeans berwarna pudar serta rambut panjang hitam yang ia kuncir satu dibelakang ditambah wajah polos tanpa make-up membuat allien ini terlihat normal untuk usia menginjak 20 tahun.

“ Sepagi ini dan dengan penampilan seperti ini ? “ Myungsoo mengarahan telunjuknya mendeskripsikan penampilan tidak biasa Jiyeon.

Jiyeon tergugup, sebenarnya ia juga tidak tahu mengapa tiba-tiba berpenampilan seperti ini, namun rencananya untuk mencari Lee Taemin seharian ini sangat repot jika ia menggunakan kimono busana favoritnya itu, tapi apa benar itu alasannya atau…..karena ia memikirkan ucapan supir taksi kemarin ?

“ Memangnya kenapa ? ada yang salah “ Jiyeon melipat tangan didepan dadanya.

“ Tch…kau ini sebenarnya kenapa ? apa ingin datang bulan jadi marah-marah seperti itu “ Mata Myungsoo melotot dengan tangan yang ingin sekali ia gunakan untuk menjitak kepala Jiyeon, ia tidak suka dengan perubahan tiba-tiba Jiyeon.

“ Apa setiap hari ahjussi juga datang bulan ? kau selalu marah padaku setiap harinya “ Jiyeon berkata santai dan tanpa peduli lagi ia membalikkan tubuhnya meninggalkan Myungsoo yang sudah mengigit bibir bawahnya kesal serta tangan yang terangkat hendak memukul Jiyeon.

“ Yya!!! Neo..jinjja!!! apa kau sudah melakukan peraturan ke-3 sebelum pergi ? aku tidak akan mengijinkan kau keluar jika kau belum melakukannya, Allien….yya Allien kembali “

“ Kau harus kembali sebelum aku pulang, jika aku duluan yang datang, aku akan membiarkanmu tidur diluar “
Myungsoo terus berteriak dan mengejar Jiyeon, namun yeoja itu dengan cepat berlari seperti seorang tahanan yang berusaha melarikan diri dari sergapan polisi “ Aiiishhhh…aigo, dia benar-benar membuatku kesal, awas kau eoh, lihat pembalasanku nanti “ Geram Myungsoo dan kembali masuk kedalam rumahnya.

“ Huh lelah sekali, sebenarnya Taemin pabbo itu kemana ? “ Jiyeon mengusap peluh di didahinya seraya matanya tidak lepas untuk menatap kembali lalu lalang orang dibandara Incheon, ia berharap segera menemukannya. Saat ini tidak ada petunjuk sama sekali yang Jiyeon punya untuk menemukan Taemin, kecuali tempat yang ia janjikan waktu itu akan menjemputnya dibandara. Ponsel yang tidak aktif serta lupa untuk bertanya tempat Taemin bekerja melengkapi kesulitannya.

“ Tch, sampai kapan aku harus menunggunya “ Ucap Jiyeon terdengar hampir putus asa.

1 jam, 2 jam, 3 jam hingga akhirnya mataharipun lelah untuk bersinar, Jiyeon sama sekali tidak menemukan Taemin disana. Dengan langkah lunglai ia pun berjalan meninggalkan bandara dan segera menyetop taksi, ia meminta supir taksi untuk berkeliling kembali, berharap usaha pertamanya ini langsung membuahkan hasil.

“ Agassi, sebenarnya kau mau kemana ? kita sudah 3 kali menyusuri jalan ini “ Ucap supir taksi mulai merasa jenuh.

Jiyeon menatap kesal supir taksi yang dianggapnya terlalu cerewet, untuk apa mempermasalahkan hal itu jika ini sama sekali tidak gratis. Namun tak sengaja metanya melihat tanda-tanda kebangkrutan akan ia alami, dengan panik Jiyeon pun segera menarik tas dan berteriak memberhentikan supir “ Ommo!!! Ya berhenti disini “ ucapnya mengagetkan supir taksi.

“ Apa agassi sudah berhasil mengingatnya ? “

Jiyeon tidak peduli dengan wajah gembira dan pertanyaan supir taksi, yang ia pikirkan segera keluar sebelum argonya kembali bergerak. Baru saja ia akan menutup pintu.

“ Yya jangan lari kau pencuri!!! “

“ Cepat kejar pencuri itu “

“ Yya berhenti..berhenti “

Jiyeon hanya terbengong ketika sekumpulan orang-orang berlari mendekat ke arahnya, hampir saja ia kembali masuk ke dalam taksi jika ia tidak segera sadar jika uangnya sudah tidak memungkin Jiyeon untuk berada kembali disana, hingga matanya melotot saking terkejutnya, seseorang disana, seseorang yang sedang dikejar-kejar bayak orang itu.

“ Yya Lee Taemin!!! “

Namja yang dipanggil yang hampir melewati Jiyeonpun menoleh, namun orang-orang yang mengejarnya semakin dekat “ Yya Jiyi-ah, neo!! Jeongmal!! Akhhh ayo cepat “

Taemin menarik Jiyeon yang masih syok dengan pertemuan mereka, tanpa perlu merayakan terlebih dahu karena situasi genting, ia pun membuka pintu taksi dan membawa Jiyeon duduk kembali disana kali ini bersama dengannya.

“ Cepat antar kami ahjussi “

“ Agassi ini bar …”

“ Cepat jalan, tidak ada waktu “

Brummm

Tanpa harus mendengar teriakan kesekian kali supir taksi pun meluncur deras dijalan raya, meninggalkan orang-orang yang mengejar Taemin. Taemin menghela nafasnya lega berhasil menyelamatkan diri dari kejaran orang-orang yang mungkin saja akan mencincang-cincang tubuh yang hanya berupa tulang miliknya.

“ Yya!! Sebenarnya apa yang terjadi, mengapa kau membohongiku !!! “ Jiyeon memukul kepala Taemin kesal.

“ Aww…au akan menjelaskan nanti padamu, sekarang biarkan aku bernafas “ Ucap Taemin memohon.

“ Tch.. “

Jiyeon berdecak kesal, namun sebenarnya ia merasa lega, usahanya benar-benar tidak sia-sia, ia bisa bertemu dengan Taemin meski tidak mengerti apa yang dilakukan sahabat bodohnya ini hingga dikejar-kejar seperti ia adalah pencuri.

Myungsoo POV

Langit yang cerah dengan taburan bintang dilangit, dan lampu-lampu cantik yang menerangi kota Seoul benar-benar membuat aku tersenyum sepanjang jalan menyusuri jalan bersama Krystal, tangan kami saling terkait tidak sama sekali ada yang berniat untuk melepaskannya, senyum cantiknya membuat hatiku serasa meleleh dan tidak sanggup untuk berpaling, ia adalah wanita paling cantik yang aku temui dalam hidupku, aku tidak tahu hubungan apa kali ini yang aku jalani, untuk menanyakannya pun aku terlalu takut.

Ia memang sangat baik, terkadang aku merasa jengkel dengan kebaikannya yang membuatku menyalah artikan sikapnya, aku dan Krystal memang bersahabat sejak lama sebelum pria itu datang. Mungkin karena terlalu lama pula hingga ia hanya memiliki perasaan sebagai sahabat terhadapku, tapi takdir tidak ada seorangpun yang mengetahuinya, dan selama itu aku akan berusaha keras mendapatkan kembali perhatiannya hanya terarah kepadaku, tidak dengan namja lain.

Kakiku berhenti di sebuah pet shop, menatap tanpa berkedip seekor kucing Persia yang sedang lincah melompat kesana dan kemari, aku masih berdiri memperhatikannya, tanpa sadar tanganku menempel dikaca ingin meraih kucing itu, namun mwo ? kenapa tiba-tiba wajah kucing itu berubah menjadi seperti si allien, apa ada kemiripan ?

“ Kau menyukainya ? “

Krystal menyadarkanku dari lamunan tentang si kucing Persia dan allien itu, mengapa aku jadi ingin membelinya untuk si allien itu ? hari ini allien itu sudah terlihat bosan berada dirumah, atau kubelikan saja sebagai teman untuknya ?

“ Kau menyukainya ? “ Tanya Krystal sekali lagi karena aku mengabaikan pertanyaannya tadi.

“ Eoh, sudah lama aku ingin memelihara seekor kucing, tapi aku takut tidak ada yang mengurusnya, apa kau juga ingin kita memiliki seekor kucing ? “ Tanyaku membuat wajah Krystal berubah, bodoh aku lupa membicarakan seekor kucing dengannya pasti membuat Krystal bersedih, kekasihnya dulu sangat menyukai kucing, mereka pernah bersama-sama merawatnya, dan setelah kejadian salah paham itu, tentu saja hak asuh ( ? ) kucing hanya dimiliki kekasihnya.

“ Mianhae, aku tidak bermaksud…”

“ Ahniyo, aku baik-baik saja “ Ucapnya tetap tersenyum.

Author POV

“ Jadi sekarang kau seorang pengangguran ? aiissh kenapa kau tidak jujur saja padaku, jika aku tahu keadaannya seperti itu aku tidak mungkin menyusulmu ke sini, kau ini !! gengsimu terlalu besar, hingga akhirnya bukan kau saja yang susah, aku juga sangat disusahkan olehmu “ Ucap Jiyeon berapi-api sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

“ Biarpun aku menganggur apa yang mereka tuduhkan padaku tidak benar sama sekali, aku hanya menemukan dompet ini dijalan tadi, kau lihat siapa yang tidak tergiur dengan dompet sebagus ini, ini pasti milik orang kaya “ Ucap Taemin dengan semangat, masih terkagum dengan penampakan dompet yang ia katakan tidak sengaja menemukannya.

“ Isshhh…tapi bagaimanapun aku bersyukur sudah menemukanmu “ Ucap Jiyeon seraya menepuk-nepuk bahu lengan Taemin senang.

“ Geundae, rumah yang ku sewa hanya memiliki satu kamar, aku tidak apa-apa jika kau yang menempati kamar itu “ Ucap Taemin kemudian.

Jiyeon menghentikan tangannya yang hendak meraih makanan, ia memandang Taemin resah, bagaimana ia harus menjelaskan perihal ini pada Taemin, tidak mungkin ia menceritakan tentang sandiwaranya, meski bersahabat, namja ini sangat memprihatikan jika harus dilimpahkan rahasia, bahkan setelah Jiyeon menutup mulutnya, mungkin saja orangtua yang berada di seberang lautan akan mengetahuinya dari mulut nyinyir sahabatnya ini.

“ Ak-aku…” Jiyeon menggaruk kepala yang tidak gatal.

“ Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku ? “ Selidik Taemin merasa ada yang aneh dari perubahan wajah Jiyeon.

“ Tidak, hanya saja…..”

“ Sial, apa yang harus aku katakan padanya, bisa-bisa ahjussi itu memenggalku malam ini juga jika saja ada 1 orang ang tahu tentang status kami “ Ucap Jiyeon dalam hati.

“ Sudah malam, aku harus cepat kembali, kau bayar makanan ini, lain kali aku pasti bercerita “ Jiyeon berdiri meninggalkan makanan yang sebenarnya masih banyak tersisa, Taemin mendongakkna kepalanya mencoba tetap menatap Jiyeon.

“ Baiklah, eoh apa kau ingin membungkusnya untuk kau bawa ? ini tidak akan terjadi dua kali kita memakan makanan enak dan mahal seperti ini “ Ucap Taemin santai dan segera mengeluarkan dompet yang baru saja ia temukan, namun seketika kemudian tenggorokannya tercekat mendapati dompet yang ada ditangannya yang baru saja ia temukan dan mengira jika banyak uang didalamnya ternyata berkebalikan dari khayalannya, tidak ada selembar won pun disana, si pemilik dompet sepertinya memang tidak lagi membutuhkan dompet ini oleh sebab itu dibuangnya begitu saja.

Jiyeon menatap heran wajah Taemin yang nampak panik, dilhat dari gelagatnya ia mencium aura kesialan yang akan segera terjadi “ Ada apa ? “ Tanyanya dengan ekspresi yang juga cemas.

Myungsoo POV

Aku mendapati rumah masih dalam keadaan gelap, rupanya allien itu belum juga pulang hingga selarut ini, tch…dia tidak mengindahkan ancamanku yang akan menghukumnya tidur diluar, aku tidak main-main dengan kata-kataku.

Kring…

“ Tch, sekarang kau baru meneleponku, terlambat !! kau sudah terkena hukuman “

“ Ahjussi, tolong jemput aku sekarang, ini sangat penting, aku akan mengirimkan alamatnya padamu setelah ini eoh, aku mohonnn “

“ Menjemputmu ? apa kau se…”

Klik….

Mwo ? memutus telepon begitu saja ? benar-benar tidak sopan, dia ingin mempermainkanku eoh ? menjemput ? dia pikir dia adalah seorang cinderella yang harus segera dijemput sebelum waktu menunjukkan pukul 12 malam, yang benar saja, biar saja dia berubah menjadi labu ataupun pit hitam, memangnya aku peduli. Aku membuang ponselku sembarang ke sofa dan berlalu dari sana, ada hal yang lebih penting yang harus aku lakukan setelah pulang bekerja, allien itu kusewa untuk menjadi pasangan sementara untukku, bukan akan menjadi biang masalah dalam hidupku. Huh!!!

Jiyeon POV

“ Apa tidak ada yang bisa kami lakukan untuk membayarnya, ini tidak adil hanya untuk makanan kami harus berhadapan dengan polisi “ Ucapku memohon dengan wajah memelas kepada pemilik restaurant tempat kami makan, sementara Taemin hanya menunduk dengan tangan yang terlihat gemetar karena banyaknya para bodyguard yang siap menyeret kami ke kantor polisi.

Pria ini benar-benar payah, selama aku bersamanya selalu saja menemukan jalan terjal, tapi aku juga tidak tahu kenapa aku masih saja sanggup untuk menemaninya bahkan dengan bodohnya menggantungkan hidupku dengannya. Taemin benar-benar pabbo!! Memangnya ia tidak tahu jika dompet yang ia temukan tidak ada uangnya ? untung saja aku tidak menuruti mulut asalnya untuk membawa pulang makanan itu, bisa-bisa sebelum diseret kekantor polisi, aku harus membersihkan semua piring yang ada disini.

“ Sampai kapan suamimu akan datang nona ? kau ini berbohong ya ? kau tidak terlihat seperti wanita yang sudah menikah “ Ucap salah satu bodyguard yang berkepala plontos dan berwajah paling seram seolah tidak percaya.

Aku menjerit dalam hati, akupun tidak yakin ahjussi itu akan datang menolongku, dari 100% keyakinan, aku hanya memiliki 2% pengharapan, habislah sudah riwayatku.

“ Berapa jumlah uang yang harus aku bayarkan ? “

Aku terkejut ketika mendengar seseorang dibelakangku mengatakan kalimat itu, tidak hanya aku bahkan kini semua mata tertuju padanya, aku bernafas lega dia bersedia datang untuk menolongku, tapiii…..mengapa suaranya seperti itu, suaranya terdengar berbeda, apa dia sedang sakit hingga tenggorakannya mengeluarkan suara lebih manly seperti itu? penasaran akupun menoleh mengikuti arah pandang yang lainnya, namun aku mengernyit heran ketika bukan ahjussi itu yang datang dan menyelematkan kami, seorang pria tampan berwajah tegas serta sorot mata yang tajam yang usianya mungkin sama dengan ahjussi tua itu yang mengucapkannya, siapa dia ? apa aku mengenalnya ? apa dia benar-benar ingin menyelamatkanku ?

TBC

102 responses to “[ CHAPTER – PART 4 ] COUPLE OR TROUBLE ?

  1. yang dtg itu pasti tmn myung alias pacar krystal huhu
    jiyeon udh mulai jatuh cinta sma myung cma dia aja yg trlalu polos hingga tdk sdar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s