[CHAPTER – PART 4] School In Luv

2b

Title : School In Luv

Author : @GunPark

Genre : Romance, Friendship, School Life

Rated : General

Main Cast :

  • Park Jiyeon (T-Ara)
  • Kim Myung Soo (Infinite)
  • Jeon Jungkook (BTS)
  • Son Naeun (Apink)

Support Cast :

  • Choi Minho (SHINee)
  • Krystal Jung (F(x))
  • Bae Suzy (Miss A)
  • Ahn Hani (EXID)
  • Na Haeryung (BESTie)
  • Yang Yoseob (Beast)
  • Alice Song (Hello Venus)

Poster : by Dhev At HSG

Warning : Di chapter ini ceritanya full flashback ya, jadi jangan bingung/?

~Chapter 4

– SPECIAL FULL FLASHBACK –

 

Jiyeon POV

“ Bukan kesalahanmu ?, jiyeon-ah buka matamu lebar-lebar. Kau tidak akan menemukan pria setulus myungsoo lagi di masa depan. Arra ? “,

Ahh, benar-benar menyebalkan, kenapa aku jadi memikirkan kata-kata suzy tadi, ayolah park jiyeon, sadarlah sadarlah..

Entah kenapa aku tak bisa tertidur karena sedikit gelisah, aku gelisah hanya karena kata-kata suzy tadi, dan kenapa juga aku harus memikirkan mengenai myungsoo ?, semua orang juga baik kok padaku, bukan hanya dia saja, tapi kenapa aku terus memikirkannya sekarang ?.. Sudahlah, lagi pula ini sudah jam setengah 6, lebih baik aku bangun saja dan langsung mandi, dan aku bisa tidur sepuasnya siang nanti.

Aku pun bangun dari tidurku, kulihat suzy sudah tidak ada disini, sepertinya dia sudah pergi mandi, ya biasanya beberapa murid sudah ada yang mandi pagi-pagi sekali begini agar tidak terlalu macet saat antrian nanti.

Aku dengan cepat mengganti bajuku dengan baju mandi, mengambil keperluan mandi lalu segera pergi ke pusat kamar mandi asrama/?. Disini terdapat 20 buah kamar mandi yang di campur, maksudnya baik murid laki-laki ataupun murid perempuan sama-sama mandi disini tapi beda bilik tentunya xD

Aku berjalan sedikit sempoyongan, maklum saja, aku sangat mengantuk saat ini. Aku bahkan sampai tidak terlalu mengenali orang-orang yang ku lewati atau yang berpapasan denganku.

Author POV

Jiyeon masih berjalan sambil mengucek-ngucek matanya, sampai akhirnya ia sampai di depan pintu kebesaran kamar mandi di asrama ini/?, ia sedikit mendengus kesal ketika melihat sudah ada sedikit banyak orang disana.

“ Sebenarnya mereka datang jam berapa sih ? “, cetusnya sambil mulai melangkahkan kaki manisnya masuk ke dalam kamar mandi itu, ia langsung saja mengarahkan kakinya ke kamar mandi bilik 9, tempat dia mandi biasanya, tapi langkah kakinya entah kenapa tiba-tiba berhenti dan sedetik kemudian ia langsung berbalik.

“ Myungsoo ?, kenapa dia sudah ada disini pagi-pagi begini ? “, batinnya sambil mulai berjalan keluar

“ Mana aku tidak sempat memakai eyeliner lagi, pasti gara-gara tadi aku sangat mengantuk, aissh “, ia pun langsung saja segera berlari ke kamarnya dan saat ia sampai ia langsung membanting pintu dan segera menuju meja riasnya, ia mengambil sebuah eyeliner di laci lalu memakai eyeliner itu dimatanya,

“ Hya park jiyeon ada apa denganmu ?, aku pikir siapa yang datang dengan membanting pintu “, bentak suzy sambil keluar dari ruang ganti (diasrama ini setiap kamarnya ada ruang ganti/?)

Kehadiran suzy yang tiba-tiba saja keluar dari ruang ganti itu ternyata berimbas pada jiyeon, ya jiyeon yang kaget langsung saja tanpa sengaja mencoret wajahnya sendiri dengan eyeliner itu.

“ HYA~ kenapa kau mengagetkan begitu ?, lihat eyeliner ini jadi belepotan, aissh “, bentak jiyeon sambil mulai mengambil tissue untuk me lap eyeliner itu

“ Hei, kau disini yang duluan mengagetkanku, kenapa kau yang jadi marah “, bentak suzy balik karena ia merasa ia yang lebih dulu dirugikan /?

“ Aiss, ngomong-ngomong kenapa kau sudah ada disini ?, kapan kau pulang dari kamar mandi ? “,

“ Tadi aku berpapasan denganmu kok, tapi kau tak menghiraukan teguranku “,

“ Ahh, itu karena aku sangat mengantuk tadi “, balas jiyeon masih sambil focus pada eyelinernya

“ Tapi, kau belum mandi kan ? “,

“ Ye tentu saja “,

“ Terus kenapa kau pakai eyeliner ? “,

Pertanyaan itu sontak membuat jiyeon sedikit terdiam, sekarang ia baru sadar, untuk apa dia harus capek-capek lari ke kamar lagi hanya untuk memakai eyeliner ?

“ Aa—bukankah aku memang selalu memakai eyeliner ? “,

“ Iya, tapi tidak kalau pagi-pagi begini, malah mau pergi mandi lagi. Percuma kan kalau pakai eyeliner ?, kau sendiri yang berkata begitu padaku dulu “,

“ Be-benarkah ?, a-aku .. aa-aku “,

Jiyeon tidak meneruskan kata-katanya dan malah menutup kembali eyelinernya dan meletakkannya di tempat semula,

“ A-aku pergi dulu “, ucapnya lalu dengan cepat berjalan keluar, sementara suzy hanya terheran-heran melihat tingkah jiyeon,

“ Ada apa dengannya ?, aneh skali “,

Jiyeon berjalan perlahan sambil masih berpikir dengan keras kenapa dia bisa bertingkah aneh seperti itu, ia baru sadar sekarang, ia memang tidak pernah ingin repot memakai eyeliner kalau hanya pergi mandi, dan untuk menutupi matanya ia biasanya hanya menggunakan handuk..

“ Kenapa setelah melihatnya tadi, aku jadi … ah tidak, tidak mungkin, aku bertingkah aneh bukan karena aku melihatnya, ya, pasti ini karena efek mengantuk, ya pasti hanya karena itu. Sadarlah park jiyeon, sadarlah “,

***

Kriing kriing kriing ..

Bel istirahat telah terdengar, seluruh murid pun sudah berlomba-lomba berjalan keluar kelas untuk pergi ke kantin, tapi tunggu, ada satu murid bodoh yang tetap tinggal di kelas sambil tiduran di mejanya, ya gadis itu adalah park jiyeon, ia merasa sangat mengantuk sehingga ia hanya ingin menghabiskan waktu istirahatnya untuk tidur sejenak, lagi pula ia sedang diet sekarang.

Tapi seperti tadi pagi ia tetap saja terlihat gelisah sehingga ia selalu gagal saat ia bersusah payah ingin menutup matanya

“ Aisss, apa aku perlu minum obat tidur ? “, cetusnya kesal sambil membangkitkan kepalanya,

“ Kepalaku kenapa terasa sangat berat “, ucapnya lagi sambil mulai menggerak-gerakkan kepalanya, sampai tiba-tiba ia melihat seseorang masuk ke kelas dan orang itu adalah myungsoo. Dan entah kenapa dengan bodohnya jiyeon langsung mengumpet di bawah mejanya/?

“ Hya, kenapa aku bersembunyi ?, kenapa aku takut melihatnya ? “, gumamnya yang bertanya sendiri pada dirinya kenapa ia melakukan hal bodoh lagi di hadapan myungsoo, dan myungsoo juga perlahan mulai berjalan mendekati tempat duduk jiyeon.

“ Apa yang kau lakukan ? “, Tanya myungsoo sambil melirik jiyeon dan sontak membuat jiyeon kaget, akhirnya kepala gadis bodoh itu terbentur oleh meja.

Paakkk..

“ Aaawwww! “,  jerit jiyeon reflex dan myungsoo seketika langsung sedikit tertawa melihatnya,

“ Hya, kenapa kau malah ketawa ? “, cetus jiyeon sambil mulai duduk kembali ke kursinya dan mengelus-elus bekas benturan itu,

“ Habisnya apa yang kau lakukan di bawah situ ?, wekawekaweka~/? “,

“ Aku mencari pulpen ku yang jatuh tau “,

“ Pulpen ?, bukannya itu ada jelas di atas meja mu ? “, tanya myungsoo yang dengan teramat sangat jelas melihat pulpen itu berada di atas meja jiyeon dari tadi, jiyeon pun hanya bisa diam dan tak menjawab apapun,

“ Baiklah, anggap saja kalau kau memang benar-benar mengambil pulpen itu tadi. Ngomong-ngomong, ini, aku tau kau mengantuk jadi kau bisa makan disini saja “, ucap myungsoo sambil meletakkan sebuah roti dan sekotak susu diatas meja jiyeon,

“ A-apa ?, tidak apa-apa kok, aku juga tidak lapar “,

“ Tapi makanlah, kau tidak tidur semalam dan tidak makan, kau kan bisa sakit “,

“ Meskipun aku lapar sekalipun, aku tetap tidak akan makan makananmu itu bodoh “,

“ Hmm, kenapa kau begitu keras kepala ?, mau kau makan atau tidak, yang penting aku sudah membelikannya untukmu, siaap tau saja tiba-tiba kau lapar ?, ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu “,

“ Cihh, ya sudah pergi sana. Mengganggu saja “, ucap jiyeon lantang dan myungsoo pun segera melangkah keluar, jiyeon menatap myungsoo, memastikan bahwa pria itu sudah benar-benar keluar atau belum, dan saat ia rasa myungsoo sudah benar-benar keluar, ia segera mengambil roti dan susu yang tadi dibawa myungsoo..

“ Eummm, roti ini enak juga “, ucapnya saat mulai mencicipi roti itu,

“ Susu ini juga enak, kenapa semuanya jadi terasa sangat enak ya ?, apa karena myungsoo yang membelikannya ?, ckck “, jiyeon memakannya dengan lahap dan seperti tak sadar dengan kata-kata yang baru saja ia katakana, sampai beberapa menit kemudian ia baru sadar dengan apa yang dikatakannya barusan..

“ Ii-ini tidak mungkin “, ia berhenti memakan roti itu dan malah terdiam,

“ Apa mungkin aku mulai menyukai nya ?, tidak mungkin, ini tidak mungkin “, jiyeon hanya terus diam sambil masih memikirkan hal itu, dia bertingkah aneh jika ada myungsoo, apa benar itu karena ia mulai menyukainya ?

Tanpa sadar, bel masuk sudah berbunyi, jiyeon pun kembali sadar dari lamunannya dan segera membuang bungkus roti dan susu itu di tempat sampah, biar bagaimana pun ia tidak mau kecolongan dan ketahuan myungsoo..

Murid-murid sudah mulai memasuki kelas mereka masing-masing begitu juga dengan teman-teman sekelas jiyeon..

“ Kau sudah bangun ?“, ucap suzy sambil duduk di samping jiyeon

“ Ne “, balas jiyeon malas sambil mulai mengeluarkan buku-bukunya dari tas

“ Selamat siang “, ucap seorang guru yang datang dengan berbagai pelajaran mengajarnya, semua murid di kelas itu pun berdiri dan membungkuk sambil membalas salam,

“ SELAMAT SIANG SEONSAENGNIM “ ucap semuanya serempak,

“ Baiklah, semuanya keluarkan tugas kalian, Im Yoon Ah tolong kumpulkan tugas teman-temanmu “

“ Ne seonsaengnim “,

“ Hahh ?, tugas ?, suzy-ah, apa kau menulis tugasku semalam ? “, Tanya jiyeon panik, ya semalam karena ia pergi menonton music bank ia jadi tidak bisa mengerjakan tugasnya,

“ Hahh ? menuliskan apa ?, siapa suruh kau pergi menonton mubank bleeee :p “, ledek suzy sambil menjulurkan lidahnya dan membuat jiyeon sedikit kesal,

“ Coba lihat, kau ini teman atau lawan sih ?, aissh “,

“ Bleee “, suzy malah makin meledeknya ketika melihatnya makin terpuruk,

“ Awas yak au nanti “,

“ Untuk yang tidak mengerjakan tugas, silahkan maju saja sebelum aku sendiri yang memanggil nama kalian “,

“ Aissh, suzy aku benar-benar dendam padamu, ingat itu baik-baik “, ucap jiyeon sampai akhirnya ia berdiri dan mulai berjalan kedepan,

Sementara,

“ Myungsoo-ya mana tugas mu ? “, Tanya teman sebangku myungsoo

“ Ini “, ucapnya sambil memberikan bukunya pada temannya itu,

“ Wahh, tumben si sombong itu melakukan kesalahan, baguslah, supaya dia bisa merasakan sedikit rasa malu “,

“ Hahh ? siapa ? “, tanya myungsoo sambil menatap kearah sesosok siswi yang berjalan ke depan karena tidak mengerjakan tugas,

“ Jiyeon ? itu dia kan ? “, Tanya myungsoo lagi pada temannya

“ Ya, siapa lagi gadis paling sombong di kelas ini ?.. ahh ini dia yoona, yoona yang cantik, ini tugas kami “, ucap teman myungsoo itu sambil memberikan buku tugas mereka pada yoona, tapi entah kenapa tiba-tiba saja myungsoo langsung mengambil kembali bukunya dari tangannya temannya

“ Ya kenapa ? “,

“ Lupakan, aku tidak mengerjakan tugas “,

“ Hahh ?, hya sudah jelas aku yang menuliskan tugasmu itu tadi malam, aku sudah menuliskannya selengkap-lengkapnya kok “,

“ Benarkah ? “, myungsoo membuka-buka lembaran bukunya dan saat ia telah menemukan lembaran yang terdapat tugas itu, ia segera merobeknya dengan sadis/?

“ Hah ?, hya kim myungsoo, aku sudah capek-capek tau menuliskannya untukmu “,

“ Sudahlah, hanya untuk kali ini, maafkan aku ya “, ucap myungsoo sambil mulai berdiri dan berjalan kedepan,

“ Dasar, memangnya apa yang ia sukai dari gadis itu sih ?, sombong, cuek, terlalu merasa cantik, dasar kim myungsoo “,

“ Park jiyeon ?, ini pertama kalinya kau tidak mengerjakan tugas “, ucap pak guru itu saat melihat jiyeon maju ke depan dan jiyeon hanya membalasnya dengan nyengir-nyengir kuda/?

“ Yeah, for the first time, our princess perfection make a mistake, lets give she some applause friends  “, ucap seorang teman dan semuanya pun langsung tertawa sambil bertepuk tangan, jangan sangka, mereka bukan untuk menyemangati jiyeon melainkan sedang mengejeknya

“ (Sial, jika aku tidak mengerjakan tugas bukan karena melihat BTS, sudah kucabik-cabik wajah mereka semua ) “, umpat jiyeon kesal dalam hatinya

“ Hya geumanhe~, apa yang kalian lakukan ?, ini tidak lucu sama sekali ! “, bentak myungsoo dan membuat semuanya langsung terdiam… tapi kemudian,

“ Raja kodok sedang membela seorang princess perfection yang tidak pernah menganggapnya “,

“ Sebenarnya apa genre drama mereka ?, tragedy ?, angst ? “

“ Aku harap ini akan berchapter “,

“ Hahaha ~~ “,

Sontak semua orang dikelas itu tertawa mendengar ledekan-ledekan yang diteriaki oleh beberapa murid itu, myungsoo dan jiyeon pun hanya bisa mendengus kesal dengan ledekan seluruh kelas itu,

“ HYA SEMUANYA DIAM.. KENAPA KALIAN JADI MENGEJEK MEREKA BEGINI ?, ingat kalau mereka baru mengharumkan nama sekolah kita dengan menjadi Mr. dan Mrs. Antar smp.. kalian ini benar-benar “ tegur guru mereka dengan sedikit berteriak, menyinggung mengenai lomba Mr. dan Mrs, jiyeon pun langsung mengangkat kepalanya setegak-tegaknya xD

“ Ekhemm ekhemm “, dia pun pura-pura sedikit batuk sambil mengibaskan rambutnya, semua murid sekelas pasti jadi kesal lagi melihat reaksi jiyeon yang mereka nilai agak sombong itu..

Ya lomba itu sebenarnya di ikuti myung dan jiyi sebulan lalu, jadi perwakilan tiap sekolah yang paling cantik dan tampan diikutkan dalam suatu pelatihan dan akhirnya mereka lomba kecantikan & ketampanan (seperti kontes miss miss itu/?), dan mereka berdua yang juara 1 .. Dan dari sinilah sebenarnya cinta myung ke jiyi berawal, kalau kata myungsoo sih, ada sesuatu dari sikap jiyeon yang tidak ia tunjukkan pada orang-orang, dia juga bilang kalau sebenarnya jiyeon itu tidak seperti yang orang-orang nilai selama ini.. maklum, mereka selalu bersama selama kegiatan itu yang lamanya sekitar seminggu..

“ Baiklah jiyeon dan myungsoo, kalian harus dihukum seperti biasanya, mengepel lapangan basket di ruang olahraga “,

“ Ne, seonsaengnim “, ucap myung dan jiyeon secara bersamaan lalu mereka pun bergegas ke tempat yang disebutkan tadi..

Di Lapangan Basket (Indoor)

“ Aku jadi ingat saat kita di karantina untuk lomba aneh itu “, ucap myungsoo membuka pembicaraan sambil mulai meracik air dan sabun yang akan digunakan untuk mengepel lantai, sementara jiyeon sedang menyiapkan alat pelnya ..

“ Eoh ? saat karantina ? “,

“ Ne, kalau tidak salah di hari ketiga, kita semua dibangunkan pagi-pagi sekali dan disuruh bersih-bersih, dan kita berdua dapat jatah membersihkan toilet “,

“ Ahh iya iya aku ingat, toilet yang bau itu kan ? “,

“ Ne, kau bahkan mengumpat lebih dari 10 kali waktu itu “,

“ Benarkah ?, haha, lagiankan waktu itu aku masih sangat mengantuk, malah disuruh membersihkan toilet bau lagi “,

“ Haha benar juga, aku juga masih ingat kalau gara-gara lomba itu aku jadi menyukaimu “, ucap myungsoo ceplas ceplos dan membuat jiyeon sedikit terdiam, kecanggungan sedikit terjadi saat itu ..

“ Myungsoo-ya ? “,

“ Ne ? “

“ Sebenarnya, kenapa kau bisa menyukai ku ? “, Tanya jiyeon agak canggung, myungsoo pun terlihat sedikit berpikir mengenai pertanyaan jiyeon itu

“ Ehh, maksudku —- “,

“ Apa cinta perlu alasan ?, aku tidak punya alasan untuk itu.. karena hatiku sendiri yang langsung memilih mu “, ucap myungsoo sambil sedikit tersenyum pada jiyeon, dan jiyeon pun, dia senang dan puas dengan jawaban myungsoo, dia bahkan sedikit memuji myungsoo dalam hatinya..

“ ( Jawabannya boleh juga, aku pikir dia akan mengatakan karena aku cantik, atau semacamnya, sepertinya benar kata suzy, dia menyukai ku dengan tulus, dan lagi, kalau di liat-liat dia imut juga, kkkk~ ) “, gumam jiyeon sambil senyum-senyum sendiri, myungsoo yang melihatnya pun sedikit mencipratkan air pel pada jiyeon.

“ Hya~ “, jiyeon pun sedikit memasang tampang kesal dan myungsoo hanya sedikit tertawa melihatnya, jiyeon pun kemudian ikut jongkok dan mencipratkan air pel itu juga pada myungsoo,

“ Aa “, ucap myung reflex ketika jiyeon mencipratkan air itu,

“ Haha “ tawa kemenangan jiyeon terdengar, myungsoo yang tidak mau kalah mencipratkan lagi air pel itu, dan ya kalian semua bisa menebak, apa yang terjadi selanjutnya.. mereka terus saja saling mencipratkan ..

“ ( Akhirnya, aku bisa melihat jiyeon yang seperti ini lagi ) “, gumam myungsoo pelan dalam hatinya

***

Jiyeon duduk dikasurnya sambil memeluk-meluk guling, ia juga senyum-senyum sendiri sambil hanya menatap kosong kesegala arah/?, ia terlihat seperti asik sendiri dengan lamunannya..

“ Hya kau kenapa ?, kok senyum-senyum sendiri begitu ? “, Tanya suzy yang heran melihat tingkah jiyeon..

Jiyeon tak menjawab suzy dan masih melamun, karena tak digubris, suzy pun bangkit dari tempatnya dan mendekati jiyeon,

“ YAA! “,

“ Aaaahhh, hya bae suzy, kenapa kau mengagetkanku sih ? “,

“ Yakk, siapa suruh kau tak mendengarku tadi ?, kau itu yang kenapa ?, kau sedang jatuh cinta ya ? “, goda suzy sambil mengambil tempat dipinggir jiyeon,

“ A-apa ?, jatuh cinta ?, tidak kok, kau ini ada-ada saja “, bantah jiyeon

“ Cih, katakan, siapa dia ?, kau mau main rahasia-rahasiaan dengan sahabatmu ini ?, aku tau kok kalau sedang jatuh cinta “,

“ Hya tidak kok, kau ini, sudahlah aku mau tidur dulu, blee “, ucap jiyeon sambil menjulurkan lidahnya dan langsung berbaring sambil mengurung di selimutnya

“ Kau ini, awas ya kalau kau menyembunyikan sesuatu dariku “, ucap suzy sambil menggelitik jiyeon dari luar selimut

“ Haha. Hya hentikan, hahaha, hya, haha~~ “,

***

Gyundo Junior School~

Jiyeon berjalan sedikit malas di koridor sekolah, seperti biasanya ia masih dapat melihat wajah-wajah beberapa murid yang meliriknya dengan tatapan benci dan sinis/? Itu sudah biasa bagi jiyeon, karena memang banyak orang yang tidak suka dengan sifat-sifat buruk jiyeon, tapi bagi jiyeon mereka itu Cuma iri dengan kesempurnaannya/?

Saat sampai di tempat locker, jiyeon singgah sebentar di locker miliknya untuk sekedar meletakkan tas dan mengambil beberapa buku novel, maklum saja, pelajaran pertama mereka hari ini adalah bahasa Indonesia. Saat sedang mengambilnya, perhatian jiyeon tiba-tiba saja langsung tertuju ke tempat lain, dia menyadari keberadaan myungsoo yang sedang berjalan sendirian, ia sempat meliriknya sebentar lalu kembali focus ke lokernya..

“ (Aku bahkan merasa sedikit bahagia ketika melihatnya, apa aku benar-benar menyukainya ?, ini pertama kalinya aku merasa seperti ini, dan aku tidak mau membohongi diriku sendiri lagi sekarang ) “, gumam jiyeon pelan dan mulai menutup lokernya, tapi belum sempat ia beranjak dari tempat itu, ia terlebih dulu mendengar suatu bisikan-bisikan iblis yang membuatnya memilih untuk tinggal sebentar di tempat itu/?

“ Hya kau tau, dulu aku pikir myungsoo itu benar-benar tampan dan cool, tapi aku langsung ilfeel saat dia menmbak jiyeon dengan memalukan seperti itu “

“ Benarkah ?, ya aku juga sih, dia juga selalu mengejar-ngejar jiyeon, dan jiyeon, aku seperti ingin skali meremas-remas wajahnya itu. Kau tau ?, katanya wajahnya itu adalah plastic “,

“ Haha, benarkah ? “,

“ Ya tentu saja, kau liat saja wajahnya tidak natural, wajahnya mirip dengan artis kim tae hee kan ? “,

“ Benar juga ya.. haha, percuma cantik kalau Cuma plastic “,

Begitulah bisikan-bisikan iblis yang didengar oleh jiyeon, meskipun samar, ia masih bisa sedikit mendengarnya

“ KASIHAN SEKALI.. Orang jelek memang selalu berkata bahwa yang cantik itu operasi plastic, itu karena mereka begitu malu untuk mengakui kejelekan mereka, dan baiklah coba katakan kalau aku memang benar-benar melakukan operasi plastic, tapi kenapa ?, kenapa kalian juga tidak melakukannya ?, kalian tidak punya uang ?, miskin ?, cihh sudah jelek, miskin lagi, tidak ada kah yang bisa kalian lakukan selain memfitnah orang lain ?, kalian bahkan mempunyai otak dibawah rata-rata “, ucap jiyeon lantang dan langsung membuat kedua siswi yang sedang bergosip itu naik darah/? Ya, tentu saja mereka sangat teramat tersinggung dengan perkataan jiyeon itu

“ HYA WAJAH PLASTIK KAU MAU MATI YAA ? “, teriak salah satu gadis sambil mendekati jiyeon dan melayangkan tamparannya pada jiyeon, tapi jiyeon dengan cekatan menangkis tangan itu dengan kakinya/?, sampai membuat gadis itu yang malah terjatuh,

“ Mau mati ?, cihh siapa sebenarnya yang mau mati disini ?, aku bahkan memenangkan juara 1 lomba taekwondo dan pencat silat se kota seoul, kalau ingin melawanku, panggil aku saat jam pulang saja, oke ? “, tantang jiyeon sambil kemudian mulai beranjak dari tempat itu,

Gadis itu pun hanya bisa mendengus kesal dipermalukan seperti itu ..

“ Kau sih, sudah tau dia hebat dalam bela diri “, ucap temannya yang satu sambil membantunya berdiri

“ Kau juga sih, aku pikir kau ingin menyerangnya juga “, bentak gadis itu pada temannya yang satu dan tentunya, murid-murid yang juga ada ditempat itu hanya bisa menahan tawan mereka..

***

Jiyeon berjalan dengan sedikit terburu-buru, sepertinya ia sedang mencari seseorang, cukup lama ia mencari sampai akhirnya ia menemukannya, sesosok pria yang sudah benar-benar resmi ia nyatakan sbg pria yang ia sukai. Tapi entah kenapa, bukannya pergi menyusul pria itu, ia malah berhenti dan menarik nafasnya dalam-dalam.

“ (Aku adalah park jiyeon, aku sudah sangat kebal dengan perkataan orang-orang yang negatif tentangku, jadi kalau melakukan hal ini saja, tidak akan berpengaruh apa-apa untukku) “, gumamnya singkat sambil sedikit tersenyum, kemudian ia mulai sedikit berlari mengejar pria itu,

“ Myungsoo  !!!“, myungsoo berjalan di koridor sendirian dengan hanya memegang sebuah buku di tangannya, tapi ia berhenti sejenak karena mendengar seseorang memanggilnya

“ Sepertinya ini suara jiyeon “, gumam myungsoo yang merasa tidak asing lagi dengan suara itu, ia pun lalu membalikkan badannya untuk memastikan siapa yang memangginya, dan

Chu~~

“ Eh ? “,

Sebuah ciuman manis mendarat di bibir myungsoo, dan ya tentu saja, itu adalah jiyeon, sontak semua orang baik di tempat itu mau pun yang berada di tingkat dua langsung saja heboh dan berkumpul untuk melihat pemandangan itu/?

Sementara myungsoo masih belum bisa mencerna dengan baik apa yang terjadi, dan jiyeon masih belum melepaskan ciumannya pada myungsoo,

“ Oh tidak, itu, itu pasti jiyeon, dia tidak mungkin … “, ungkap suzy reflex ketika melihat hal yang menurutnya sangat mustahil untuk dilakukan oleh seorang park jiyeon..

Kembali ke tempat myung dan jiyeon, sepertinya myungsoo sudah mengerti dengan apa yang di lakukan jiyeon, ia pun sedikit tersenyum puas, lalu membalas ciuman jiyeon ..

..

1

2

3

Mereka kemudian melepaskan ciuman itu, jiyeon pun langsung menggenggam tangan myungsoo dan bahkan menggandengnya dan seperti tidak peduli dengan orang-orang yang sedang bergerombol dan menonton mereka/?, mereka mulai berjalan bersama, apalagi myungsoo mulai menguatkan gandengan mereka,

“ Apa ini artinya aku harus mengulangi kata-kataku waktu itu ? “, ucap myungsoo penuh semangat/? Jiyeon pun membalasnya dengan gelengan kepala

“ Tidak perlu, aku akan langsung menjawabnya, Kim Myungsoo, aku ingin menjadi kekasihmu “, ucap jiyeon lantang

“ Hmm, benarkah ? “, tanya myungsoo sambil mengacak-ngacak rambut jiyeon, jiyeon pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya..

Dan orang-orang hanya bisa ternganga-nganga/? Melihat kedua pasangan itu, benar-benar diluar dugaan semua orang,

“ Apa sebentar lagi akan kiamat ?, eoh ? “,

“ Aku tidak percaya ini “,

“ Aku rasa aku akan pingsan “,

Apapun komentar teman-teman mereka, myungsoo dan jiyeon tidak peduli, dan tetap berjalan di jalur mereka..

” ( Dan beginilah caraku meminta maaf padanya, aku harap, aku tidak melakukan suatu kesalahan ) “,

” ( Apa mimpi ?, aku bahkan tidak percaya kalau ini adlaah kenyataan ) “,

TBC~

Chapter 4 end~, gimana ?, udah pada tau apa hubungan myung dan jiyeon di masa lalu ? xD oiya, maaf untuk keluar dari jadwal, soalnya ini kan libur jadi author post aja sekarang/? maaf kalau banyak kekurangan, author tau kok kalau author ini spesialisnya alur cepat –” jadi author bakal belajar lagi untuk membuat alurnya jadi kaga kecepetan.. mohon kritik dan sarannya yo.. and maaf kalau semua komen kaga bisa dibalas, yang jelas, thank u yang udah mau mampir .. btw, Merry Christmas ya😀

51 responses to “[CHAPTER – PART 4] School In Luv

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s