[Chapter-Part 1] Shadow Sun 2 – Minho Meet Jiyeon And Suji

request-pc82

Nealra Present Shadow Sun 2 – Minho meet Jiyeon and Suji

with Kim Myungsoo||Park Jiyeon/Zizi Park||Choi Minho||Bae Suzy

and Lee Jonghyun

in Time Machine||Joseon Era||Romance||PG-13||Chaptered

The casts belong to their self and GOD. Storyline belong to Nealra

And Poster by arin yessy @ Poster Channel

The FF with the same project called Future Power is Miracle Power and The Lost Moon

Previous Chapter S1 Prolog|1|2|3|4|5|6/END|Epilog

HAPPY READING!!!

Joseon Era

            Angin berdesir lembut mengiringi langkah ringan Minho memasuki sebuah pekarangan rumah yang tidak terlalu besar tapi tampak sangat terawat. Minho sampai di depan pintu rumah itu, ia mengetuk pintu tersebut.

Terdengar langkah kecil dari dalam rumah tersebut. Seorang yeoja berparas sempurna dengan hanbok yang terbalut indah di tubuhnya menampakkan diri dari balik pintu “Detektif Choi!” gumam yeoja itu.

Minho tersenyum “Sudah kubilang, Park Jiyeon, jangan memanggilku Detektif Choi, cukup panggil aku Minho atau kakak ipar mungkin?”

Yeoja itu, Jiyeon ikut tersenyum “Hubunganku dan Myungsoo belum sampai tahap itu untuk aku bisa memanggilmu kakak ipar”

“Jadi, kau sedang menunggu Myungsoo untuk membuat hubungan kalian sampai ke tahap itu? Padahal Myungsoo baru lulus SMA tahun ini” Minho terkikik mengakhiri ucapannya.

“Ya itulah. Usianya bahkan masih 19 tahun. Sudahlah, kita tidak usah membahasnya” Jiyeon tampak sedikit cemberut, walau ia segera mencoba mencari topik lain “Duduklah! Akan kubuatkan minuman”

Minho duduk di beranda sambil menatap pemandangan indah di sisi kanannya. Pohon yang rindang serta bunga-bunga yang secara khusus Jiyeon tanam untuk menghabiskan waktunya. Langit cerah dan angin lembut menambah ketenangan di tempat itu.

Tampak namja bernama Kim Myungsoo memasuki pekarangan. Ia tersenyum melihat kedatangan Minho, begitupun sebaliknya. Myungsoo meletakkan cangkulnya sebelum menemui Minho.

“Kau menjadi semakin pekerja keras, Myungsooya” Sahut Minho. Myungsoo tersenyum “Aku memang harus bekerja keras untuk melindungi Jiyeon”

Bersamaan dengan itu, Jiyeon dengan nampan berisi minuman di tangannya menghampiri Minho lalu menyajikan minuman itu. Ia kemudian beralih pada Myungsoo “Berganti bajulah dulu. Kau terlihat sangat capek”

Myungsoo mengangguk tapi sebelumnya, ia menyerahkan sebuah kotak yang ada di tangannya “Pak kepala desa memberikan ubi ini untuk kita”

Pasangan itu pun memasuki rumah dengan tujuan yang berbeda. Sementara Minho terus saja tersenyum melihat pemandangan yang baru saja terjadi di depan matanya “Myungsoo masih sangat muda tapi sejak bersama Jiyeon, dia menjadi sangat dewasa. Aku harap mereka akan saling pengertian seperti itu untuk seterusnya”

Tidak berselang lama, Jiyeon keluar dengan membawa piring kecil berisi ubi yang Myungsoo bawa tadi “Makanlah. Hanya itu yang dapat kami suguhkan” Jiyeon mempersilahkan, Minho mengangguk. Myungsoo juga telah selesai membersihkan dirinya.

“Hyung, apa tidak apa-apa kau selalu kemari? Bagaimana jika ada yang mengetahuinya?”Khawatir Myungsoo.

“Yang memberikan izin adalah Jonghyun sunbae, sementara kita tahu kalau Jonghyun sunbae selalu melakukan sesuatu dengan perhitungan yang matang. Jadi kau tidak perlu khawatir. Menggunakan kartunya tidak akan membuatku dicurigai” Jelas Minho, mencoba menghilangkan kekhawatiran Myungsoo.

“Sebenarnya memang cukup berbahaya kalau kau sampai ketahuan, karena ujung-ujungnya, persembunyian ini akan terbongkar” Seru Jiyeon, setuju dengan Myungsoo.

“Aku percaya pada Jonghyun sunbae. Oh ya, aku mengalami kejadian yang tidak terduga” Minho teringat sesuatu yang menjadi tujuannya untuk datang menemui Myungsoo dan Jiyeon.

“Kejadian tidak terduga apa, hyung?” Tanya Myungsoo, penasaran.

“Aku bertemu dengan Jiyeon dan Suzy dari abad 21” jawab Minho, membuat kedua orang yang ada di depannya ini terkejut bukan main.

“Bertemu denganku dari abad 21? Bagaimana bisa? Apa yang terjadi?” Jiyeon benar-benar penasaran.

FLASHBACK

Abad 21

Semua mata tertuju pada Minho dan tersangka yang tengah berada di dalam ruang interogasi. Minho tampak naik pitam menghadapi tersangka yang tidak mengaku dan malah mengembalikan kata-kata Minho.

Brakk. Minho menggebrak meja di depannya lalu berjalan keluar dari ruang interogasi. Ia memasuki ruang kontrol yang berada tepat di samping ruang interogasi.

“Kau akan mendapat masalah kalau tersangka tetap tidak mengaku. Lakukan pekerjaanmu dengan baik” Kepala Detektif menyambut Minho dengan kata-kata pedasnya. Minho hanya mengangguk sambil membungkuk kecil.

Tidak ingin lebih dipojokkan, Minho memilih meninggalkan kantor. Ia berjalan santai menuju ke rumahnya yang tidak terlalu jauh dari kantor polisi.

Bruk. Seorang gadis berseragam menabrak Minho “Maaf. Maaf”ucap gadis itu lalu melanjutkan jalannya. Minho tertegun sejenak “Bukannya itu Jiyeon?” Matanya membulat seketika “Jiyeon abad 21?”

Minho buru-buru berbalik lalu mengejar gadis itu “Tunggu! Tunggu!”. Gadis itu berbalik lalu menatap bingung ke arah Minho “Ada apa? Saya sedang buru-buru”

Minho membaca sekilas papan nama gadis itu, ‘Park Jiyeon’ itulah yang tertulis. “Dia benar-benar Jiyeon abad 21”

“Ada apa?” Jiyeon kembali mengulangi pertanyaannya. Minho tersadar “I-itu. Saya merasa sakit di bagian perut saya setelah anda menabrak saya. Saya ingin meminta kompensasi” ungkap Minho, berbohong.

Dan tampaknya Jiyeon percaya, ia menunduk beberapa kali “Maaf. Tapi saya tidak punya waktu sekarang. Saya harus mencari seseorang”

“Seseorang? Siapa?”

“Sepupu saya, Suji. Dia menghilang sejak wisuda berakhir” Tampak sekali kecemasan di wajah Jiyeon.

“Begini saja. Saya akan membantumu mencarinya. Setelah sepupumu ketemu, baru kompensasinya dilanjutkan” Saran Minho. Jiyeon tampak bingung “Tapi anda tidak apa-apa?”. Minho gelagapan “Pokoknya kita cari dulu sepupumu itu”

Minho segera berjalan lebih dulu untuk menghindari pertanyaan Jiyeon. Jiyeon sedikit bingung tapi ia memilih menerima bantuan Minho.

Mereka mulai mencari Suji “Dimana dia sering menghabiskan waktunya?” tanya Minho. Jiyeon berpikir sebentar “Ada taman kecil di dekat rumah kami. Kami sering menghabiskan waktu disana”

Mereka pun menuju ke taman itu, tapi tak ada seorang pun disana. Jiyeon tampak benar-benar khawatir. Minho menatap lekat orang di sampingnya “Apa aku benar-benar bertemu dengan Jiyeon abad 21? Apa memang beginikah pertemuan kami?”

“Kita harus mencarinya lagi!” Sahutan Jiyeon menyadarkan Minho. Minho mengangguk. Mereka kembali mencari di daerah rumah Jiyeon. Tapi hasilnya masih nihil. Minho merasa pasrah tapi Jiyeon tetap tidak menyerah.

“Kenapa sepupumu itu bisa menghilang?” Inilah pertanyaan yang sedari tadi ingin Minho ajukan. Tatapan Jiyeon berubah menjadi sedih “Aku tidak tahu kenapa dia tiba-tiba menghilang. Saat itu, kami akan berfoto keluarga. Ibu dan Ibu Suji berfoto denganku. Setelahnya mereka ingin berfoto dengan Suji, tapi Suji menghilang”

Minho tampak merenung “Jika memang benar, kemungkinan Suji merasa semua orang Cuma peduli pada Jiyeon, makanya dia kabur. Sepertinya takdir mereka tidak berubah”

Minho menatap Jiyeon sekilas “Kenapa kau tidak lapor polisi?” . Jiyeon menghembuskan nafasnya “Ibu bilang jangan dulu. Mungkin saja Suji tidak pergi jauh. Karena kalau kita melaporkannya pada polisi, maka ayah pasti akan tahu, dan malah akan jadi semakin ribet”

“Ayahmu polisi?”

Jiyeon mengangguk “Nama ayahku Park Haesoo”. Minho mencerna dengan baik kata-kata Jiyeon “Park Haesoo? Kepala Polisi Park?” terka Minho, ragu. Tapi, Jiyeon mengangguk dengan mantapnya “Iya. Kata ibu, ayah akan sangat berlebihan jika dia mengetahui masalah ini”

“Sulit dipercaya. Aku bertemu dengan Jiyeon abad 21 yang sekaligus adalah anak Kepala Polisi” Minho menggeleng-gelengkan kepalanya.

Tiba-tiba Jiyeon mengingat sesuatu “Ada satu tempat yang belum kita datangi. Tempat dimana aku dan Suji menghabiskan waktu bersama” Wajah Jiyeon yang tadinya tampak lusuh kini menjadi bersemangat “Aku tahu tempatnya”

Jiyeon berlari tanpa memberi Minho aba-aba. Minho mencoba menyusul Jiyeon. Tepat saat itu, sepeda motor melaju dengan cepat dari arah samping. Minho menarik Jiyeon ke dalam dekapannya tepat saat motor itu berada di depan Jiyeon. Karena tekanan yang cukup kuat, mereka berdua terjatuh dan berguling-guling di aspal yang kasar.

Minho merenggangkan dekapannya setelah dirasa keadaan telah aman. Jiyeon menggerakkan badannya. Lutut dan sikunya lecet tapi ia merasa baik-baik saja. Sementara Minho mencoba untuk duduk. Jiyeon melihat keadaan Minho “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya khawatir. Pipi Minho berdarah akibat berguling-guling tadi. Jiyeon mencoba mengusap pipi Minho “Maaf. Kau terluka karena menolongku”

            Deg. Entah apa yang terjadi, tapi Minho seakan merasakan perasaan yang berbeda. Entah apa yang terjadi pada jantungnya yang berdegup sangat kencang merasakan sentuhan tangan Jiyeon di pipinya. Dan entah apa yang terjadi pada matanya yang seakan melekat menatap mata Jiyeon.

“Kita harus membawa mu ke rumah sakit” Sahut Jiyeon menyadarkan Minho dari dunianya. Minho mencoba berdiri dibantu Jiyeon “Aku baik-baik saja. Kita harus mencari sepupumu terlebih dahulu”. Jelas saja Jiyeon menggeleng “Bagaimana bisa aku membiarkanmu terluka seperti ini?”

“Aku baik-baik saja. Lebih cepat menemukan Suji berarti lebih cepat aku bisa membersihkan luka-luka ini” Minho menarik Jiyeon untuk melanjutkan jalan mereka “Kita akan kemana?”

“Tepi Sungai Han” Jawab Jiyeon, pendek, membiarkan Minho menarik tangannya. Jiyeon menatap lekat ke arah Minho. Ia mengeluarkan sapu tangan di sakunya “Pakai ini untuk menutup lukamu. Bahaya kalau infeksi” Minho mengambilnya sambil tersenyum.

“Kalau boleh tahu, siapa namamu?” tanya Jiyeon. “Choi Minho. Detektif Choi. Aku juga polisi, jadi tidak perlu khawatir”

Akhirnya mereka sampai di tepi sungai Han. Matahari mulai condong dan perlahan-lahan langit menjadi kemerahan. Tatapan Minho dan Jiyeon terhenti pada seorang gadis berseragam yang tengah duduk di tepi sungai sambil melempar batu ke dalamnya.

Jiyeon disusul Minho segera menghampiri gadis yang tidak lain adalah Suji itu “Sujia!” Panggil Jiyeon. Suji tampak terkejut melihat kedatangan Jiyeon “Jiyi~”

“Kenapa kau menghilang begitu saja? Ibu dan ibumu sangat khawatir. Bagaimana bisa kau membuat kami khawatir seperti ini?” Jiyeon menarik Suji ke dalam pelukannya. Suji membalas pelukan Jiyeon “Maaf. Aku tiba-tiba banyak pikiran tadi. Aku tidak akan menghilang seperti itu lagi” Air mata Suji menetes, begitupun dengan Jiyeon.

Diam-diam, Minho tersenyum menatap kedua gadis itu “Seandainya Zizi dan Suzy juga bisa seperti ini, pasti semua akan menjadi lebih baik. Sayang, Suzy hanya mengetahui kalau Zizi telah meninggal”

Suji dan Jiyeon melepaskan pelukan mereka. Jiyeon mengedarkan pandangannya untuk mencari Minho, tapi Minho telah menghilang “Kemana dia?” gumamnya.

Minho kembali menatap kedua gadis itu dari kejauhan “Aku harap kisah kalian tidak akan setragis kisah Suzy dan Zizi”

END FLASHBACK

Jiyeon dan Myungsoo manggut-manggut mendengar cerita Minho, walau sebenarnya ada beberapa yang tak ia ceritakan, salah satunya perasaan aneh yang ia rasakan ketika melihat Jiyeon saat itu.

“Apa ayahmu adalah Kepala Polisi sama seperti Jiyeon di abad 21?” tanya Minho. Jiyeon mengangguk “Iya. Walau dia sebenarnya sangat menentangku dan Suzy untuk menjadi polisi”

“Aku mengerti perasaan ayahmu. Menjadi polisi adalah pekerjaan yang sangat berisiko. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya dalam bahaya. Apalagi anaknya adalah perempuan” ucap Minho.

“Tunggu. Jika di abad 21 yang hyung temui adalah Jiyeon yang baru saja lulus. Itu artinya, aku dan Jiyeon sebenarnya seumur. Hanya saja, perbedaan waktu kita yang membuatmu terlihat lebih tua dariku” Myungsoo tampak benar-benar senang dengan analisisnya.

“Itu memang benar. Baguslah. Setidaknya, pasanganku bukan orang yang jauh lebih mudah dariku” Jiyeon ikut tersenyum. Tiba-tiba ia teringat sesuatu “Kalau begitu, harusnya aku pernah menemui Choi Minho abad 29 saat wisuda SMAku”

“Memang seharusnya begitu. Apa kau mengingat sesuatu?” tanya Minho. Jiyeon mengangguk “Sepertinya aku pernah mengalaminya. Tapi keadaannya cukup berbeda. Saat mencari Suji, aku menabrak seorang laki-laki yang tampak berantakan dan isi tasnya berhamburan setelah aku menabraknya. Saat aku membantunya, dia bertanya kenapa aku terburu-buru, aku bilang kalau aku mencari seseorang. Dia pun mengajukan diri untuk membantuku, karena dia baru saja dipindahkan makanya dia tidak ada kerjaan lagi di Seoul”

“Apa kau tahu namanya?” Minho kembali mengajukan pertanyaan. Jiyeon berpikir sebentar “Kalau tidak salah Mavin Choi”

Minho mengangguk-ngangguk.

~*~

Joseon Era

Myungsoo dan Jiyeon akan keluar bersama. Jiyeon mengenakan hanbok yang begitu indah. Walau bukan hanbok bangsawan tapi Jiyeon tetap terlihat cantik mengenakan apapun. Myungsoo sendiri mengenakan baju berwarna biru gelap, menyesuaikan dengan hanbok yang dikenakan Jiyeon.

“Kita akan kemana?” tanya Jiyeon yang sedari tadi penasaran. Myungsoo tersenyum “Bukankah sudah kukatan ini rahasia. Park Ahjussi mengizinkanku untuk tidak ke ladang hari ini, jadi aku akan memanfaatkannya sebaik mungkin. Kau ikut saja aku”

Mereka berjalan bersama di tengah pasar. Jiyeon mencolek Myungsoo “Apa kita boleh berjalan-jalan seperti ini? Bagaimana jika ada orang yang mengenal kita?” Jiyeon tampak cemas. Myungsoo menggenggam tangan Jiyeon “Kau tenang saja. Kalau ada yang mengenali kita, kita tinggal lari saja” ucapnya diakhiri dengan tawa, Jiyeon ikut tertawa.

Myungsoo dan Jiyeon mencoba kue-kue pasar. Mereka juga melihat-lihat aksesoris dan benda-benda lain. Baru kali ini mereka bisa berbaur dengan bebas di tempat umum. Selalu saja ada perasaan takut jika mereka berada di tempat umum.

“Jiyeona, coba kue ini” Myungsoo menyuapi Jiyeon. Jiyeon melakukan hal yang sama. Mereka tertawa dan bersenang-senang hari itu.

Perjalanan belum berakhir. Myungsoo mengajak Jiyeon melewati pepohonan lebat dengan rumput-rumput yang tinggi. Mereka sampai di ujung jurang dengan pemandangan yang sangat mengagumkan.

Jiyeon tak bisa melepaskan pandangannya dari keindahan pemandangan yang ada di depan matanya “Bagaimana bisa kau menemukan tempat seperti ini, Myungsooya?”

“Sudah enam bulan aku disini. Enam bulan itu kucoba manfaatkan sebaik mungkin” Jawab Myungsoo.

“Jiyeona~” Panggil Myungsoo. Jiyeon berbalik “Ehm?”

Myungsoo menggenggam tangan Jiyeon “Enam bulan kita bersama dengan banyak hal yang telah kita lalui. Sejak awal kaulah yang selalu membantuku. Kau bahkan pernah terluka parah karenaku. Aku tidak tahu bagaimana cara membalasnya. Tapi satu hal, mungkin aku bisa mengabdikan hidupku untukmu. Maukah kau menikah denganku?”

Jiyeon benar-benar terkejut mendengar ucapan Myungsoo, walau begitu ia amat bahagia di dalam hatinya “Apa kau serius? Usia kita terpaut enam tahun. Terlebih lagi, kita tidak berada di tempat dimana kita seharusnya berada”

“Apa itu penting? Jika aku meragukannya, maka aku tidak akan melakukan hal ini. Aku sudah cukup lama memikirkannya. Lagi pula, usia kita sebenarnya sama kan” Myungsoo mengakhiri ucapannya dengan sedikit candaan. Jiyeon tersenyum “Jadi, kau siap menjadi seseorang yang kuinginkan?”

“Aku akan membuatmu menginginkanku tanpa merubah diriku” Myungsoo ikut tersenyum. Jiyeon mengangguk “Baiklah. Aku akan percaya padamu”

Myungsoo mengeluarkan cincin dari sakunya. Sebuah cincin perak bertahtakan intan “Aku mencintaimu, Zizi Park” Myungsoo memakaikan cincin itu pada jari manis Jiyeon.

“Aku juga mencintamu, Kim Myungsoo” Jiyeon memeluk Myungsoo. Myungsoo balas memeluk kekasihnya itu.

~*~

Abad 29

Jonghyun baru saja kembali dari cafetaria untuk makan siang. Langkahnya terhenti setelah sebuah suara tak asing memanggilnya “Aku kembali, Lee Jonghyun”

Jonghyun berbalik sambil tersenyum menatap laki-laki yang memanggilnya itu “Selamat datang, Mavin Choi”

TBC

Maaf yang sebesar-besarnya karena Season 2 ini harus molor dari yang udah ditentuin. Moga masih pada inget.

Kita juga kedatangan karakter baru, Mavin Choi alias Choi Minho abad 29. Entah dia akan menjadi sosok yang mudah ditebak atau tidak, kita lihat saja nanti.

Author usahakan untuk memperkuat romance di S2 ini. Moga bisa dan ga melenceng.

Thanks bagi yang udah baca and don’t forget your COMMENT!!!

20 responses to “[Chapter-Part 1] Shadow Sun 2 – Minho Meet Jiyeon And Suji

  1. Wahh akhirnya ktmuan. Brrti tinggal myungsoo abad 29 kan? Kira2 minho abad 29 itu detektive juga ya? Klo minho abad 21 ska sm jiyeon abad 21 moga aja minho abad 29 bkal ska sm suzy abad 29. Krna jiyeon abad 29 kan udh di jman joseon sm myungsoo abad 21. Pnsrn deh. Next^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s