[Chapter-4] Switch

SWITCH [POSTER]

Poster © harururu98 at Cafe Poster

Fanfiction © Vanilla Milk

Genre : Romance-Comedy-Fantasy

Cast : Park Jiyeon – Kim Myungsoo – Choi Seunghyun

Rating : General

[!!!] READ BEFORE

Buat kalian yang masih bingung antara penempatan tokoh Seunghyun dan Myungsoo aku kasih tau cara bedain nya (?) Kalo tulisan nya ‘Choi Seunghyun’ di italic (garis miring) itu menunjukan ke Choi Seunghyun asli. Kalau Choi Seunghyun / Seunghyun nya ga di italic itu menunjukan ke Myungsoo. Kenapa aku gak nulis ‘Myungsoo’ aja untuk part roh Myungsoo di badan Seunghyun? karena aku ingin kalian berimajinasi atau membayangkan badan Seunghyun yang pecicilan dan kekanak-kanakan. Menurut aku cara baca begitu lebih menarik (?) yg komen fanfic ini semakin turun, aku jadi males lanjutin😦

FLASHBACK CHAPTER 3

Tak ada yang membuka suara lagi kecuali suara hembusan angin malam. Seunghyun melirik Jiyeon dengan wajah bertanya-nya.

“Park Jiyeon, Songsaengnim ….” gumam Seunghyun. Jiyeon menoleh pada Seunghyun. Mereka saling menatap.

“Ne, Myungsoo-a?” tanya Jiyeon.

“Apa kau mencintai Choi Seunghyun?”

***

“Apa kau mencintai Choi Seunghyun?”

Jiyeon terdiam. Seunghyun merasa bersalah telah menanyakan hal seperti itu. “Kau tidak perlu menjawab nya,” sambung Seunghyun.

“Tentu saja aku mencintai nya!” bantah Jiyeon. “Anak-anak seperti mu tidak perlu tahu urusan orang dewasa” lanjut Jiyeon.

“Dua tahun lagi umurku 20 tahun. Kau tidak bisa memanggilku anak-anak!” Seunghyun membela diri. “Oh-ow, ahjumma ini menyebalkan sekali”

Mwo? ahjumma? umurku baru 26 tahun! yakk Kim Myungsoo!” tangan Jiyeon sudah terangkat untuk memukul Seunghyun. Tapi Seunghyun melarikan diri. Percakapan mereka diakhiri dengan kejar-kejaran.

“Tangkap aku kalau bisa, Park songsaengnim!”

***

Park Hyuntae terus saja melamun seperti sedang memikirkan sesuatu. Ia dari setadi memandang layar ponsel nya.

“Aku pulang” ucap Jiyeon. Ia melihat Hyuntae yang sedang melamun di ruang tamu. “Hyuntae-a!” panggil Jiyeon namun diabaikan Hyuntae. Jiyeon menggelengkan kepalanya dan lantas naik ke kamar nya.

Tiba-tiba ponsel Hyuntae berdering. Tidak ada nama tertera. Hyuntae dengan semangat lalu mengangkat nya.

Hello..” sapa si penelepon

“Apa kau …” tanya Hyuntae

“Kau yang memberikan nomor mu sendiri padaku. Sekarang cepat katakan dimana Kim Myungsoo tinggal. Kau teman sekelas bukan dengan nya?” ternyata Jung Soojung  —teman Myungsoo—  yang menelepon Hyuntae.

“Kau bertanya tentang Kim Myungsoo ?” tanya Hyuntae lagi.

Akhir nya Hyuntae mengajak Soojung ke rumah sakit dimana Myungsoo yang koma dirawat. Soojung terlihat sangat terpukul mengetahui keadaan Myungsoo. Saat sampai dimana kamar Myungsoo dirawat, Soojung menangis hebat.

“Jadi kau belum tahu Kim Myungsoo kecelakaan? Tapi kau siapa nya Myungsoo …” tanya Hyuntae bingung. Soojung menggeleng lemas sambil memegang tangan Myungsoo yang koma.

Ahjussi sialan itu ternyata tidak memberitahuku… saekki” gumam Soojung.

Ahjussi? Nugu?” Hyuntae tambah kebingungan. Ia menggaruk kepala nya yang tidak gatal.

Ahjussi yang bersama Park Teacher” wajah Soojung memerah.

“Yang bersama Park Jiyeon songsaengnim? Dia kakak iparku, dan Park Jiyeon noonaku.. Kau mengenal nya?” ucap Hyuntae saat tahu Seunghyun yang sedang dibicarakan Soojung. “Kebetulan dia menjadi dokter di rumah sakit ini”

Ahjussi brengsek”  kesal Soojung.

***

Pagi-pagi sekali saat Seunghyun sedang sarapan, Jiyeon mengunjungi rumah nya. Jiyeon masuk seenak nya sambil membawa buku-buku tebal ditangan nya.

“Kim Myungsoo!” panggil Jiyeon dan langsung menaruh semua buku-buku tebal di meja makan. Seunghyun kebingungan.

“Apa yang kau lakukan Park Songsaengnim ….”

Jiyeon menghela nafas. “Aku tidak bisa membiarkan Seunghyun ku tidak berkerja. Aku mau kau mempelajari buku-buku ini. Sekira nya kau cukup mengerti, kau bisa kembali berkerja menggantikan Seunghyun ku

Seunghyun mebelalakan matanya. Dihadapan nya kini, 5 buku tebal terpampang. Buku itu semua tentang kedokteran. Padahal Seunghyun  —Myungsoo—  tidak suka pelajaran Biologi dan fisika apalagi menjadi dokter.

Park Songsaengnim …. kau serius”

“Orang dewasa tidak pernah bercanda, Myungsoo-a” Seunghyun paling malas jika ia dianggap anak kecil.

Oh-ow, orang dewasa selalu merendahkan anak-anak”

Tiba-tiba ponsel Choi Seunghyun bergetar menandakan SMS masuk.

From : Jung Soojung

To : Choi Seunghyun

AHJUSSI SAEKKI KENAPA KAU TIDAK BILANG MYUNGSOO SEPERTI INI .. AKU TAHU NOMORMU DARI PARK HYUNTAE  -JUNG SOOJUNG-

Seunghyun syok. Jiyeon heran melihat wajah Seunghyun.

“Myungsoo-a, gwanchanayo…?”

“Park songsaengnim …….. dia tahu tubuhku sedang koma” kata Seunghyun menampilkan ekspresi khawatir nya.

“Nugu? Teman mu?” tanya Jiyeon.

***

Seunghyun lantas pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi Myungsoo. Sesampai di kamar Myungsoo, sudah ada Soojung disana. Soojung melihat Seunghyun secara detail.

“Kapan kau datang kemari?” tanya Seunghyun.

“Aku menginap untuk menjaga Myungsoo” Soojung memasang wajah jutek. “Ahjussi bohong. Kau bilang kau kenal Myungsoo, tapi kenapa kau tidak memberitahu ku jika Myungsoo seperti ini …” SOojung memasang wajah sedih. Ia melirik ke tubuh Myungsoo yang sedang koma dan membelai rambut nya.

“Yang penting ia sudah mendapat perawatan yang baik di rumah sakit ini. Ia akan baik-baik saja” kata Seunghyun. Seunghyung sekarang tidak memperdulikan tubuh nya yang koma. Ia pikir, yang penting roh nya baik-baik saja walaupun hidup di tubuh orang lain.

“Aku akan membawa Myungsoo ke Amerika bersamaku. Dia juga pasti ingin pergi bersamaku. Disini tidak ada orang yang disukai Myungsoo” ucap Soojung nekad.

“Jangan bicara omong kosong! Myungsoo tidak akan mau bersamamu. Siapa bilang tidak ada orang yang ia sukai ….” balas Seunghyun. Soojung nampak kaget.

MWO? berarti ada orang yang Myungsoo sukai disini? dia tidak suka gadis Korea. Siapa yang ia sukai?” kata Soojung syok.

Seunghyun tampak berpikir mencari alasan. “Myungsoo menyukai Park Songsaengnim. Ia menyukai guru nya” Seunghyun khawatir, bagaimana kalau Jiyeon tahu bahwa ia berkata seperti ini.

“Ahjussi bohong lagi!” bentak Soojung. “Pokoknya Ia tidak suka gadis Koreaaaa!!”

***

Dimalam hari Seunghyun memakan snack dan minuman bersoda. Padahal Jiyeon sudah melarang nya untuk memakan makanan seperti itu karena tidak baik untuk tubuh Choi Seunghyun. Tiba-tiba ada ide iseng di otak Seunghyun. “Kenapa aku tidak menelepon Park songsaengnim saja…”

Seunghyun benar-benar menelepon Jiyeon.

Yeoboseyo ..” ucap Jiyeon.

“Park Songsaengnim” balas Seunghyun.

“Bagaimana? Temanmu tahu bahwa roh mu bertukar, eoh?” tanya Jiyeon.

“Mana mungkin aku memberitahu nya. Ia punya niat untuk membawa tubuhku ke Amerika. Tapi aku mencegah nya. Aku bilang bahwa Myungsoo menyukai seseorang…”

“Kau bilang apa?” tanya Jiyeon lagi.

“Aku bilang bahwa Myungsoo menyukai mu, Park Songsaengnim

“Yakk Kim Myungsoo! Jangan main-main!” bentak Jiyeon.

“Aku sepertinya memang benar menyukai mu….”

TO BE CONTINUE

Mian kalo kependekann😦 tolong tinggalkan komentar!!🙂 ^^

42 responses to “[Chapter-4] Switch

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s