[ CHAPTER – PART 3 ] COUPLE OR TROUBLE ?

COT3

Tittle : Couple or Trouble ?
Author : gazasinta
Main Cast : Kim Myungsoo, Park Jiyeon, Jung Soojung.
Additional Cast : Find by yourself
Genre : Romance and Little Commedy
Rating : PG-15
Length : Chapter

Author POV

Myungsoo menatap heran banyaknya karangan bunga yang terparkir dihalaman depan gedung kantornya, tentu saja ini bukan penyambutan karyawan untuknya setelah kepulangan ia dari perjalanan bisnis, mana mungkin karyawannya melakukan hal itu ? mungkin jika Myungsoo ikhlas untuk mendengarnya, karyawannya akan meminta Myungsoo untuk selamanya bertugas di Jepang.

“ SELAMAT ATAS PERNIKAHAN TN.KIM MYUNGSOO DENGAN NY.PARK JIYEON, SEMOGA KEBAHAGIAN SELALU MENYERTAI KEHIDUPAN KEDUA PASANGAN “

Sederet kalimat yang terukir diatas pita dengan huruf besarnya membuat mata Myungsoo terbelalak serta darahnya terasa mendidih, giginya pun bergemeletuk menahan kekesalan yang sudah memuncak hingga ubun-ubun kepala. Tidak perlu menebak-nebak siapa pelakunya, wajah pelaku sudah bersedia hadir di depan matanya.

….

“ MANA NAM BOMI ??? SURUH CEPAT SINGKIRKAN KARANGAN BUNGA ITU DARI SANA “

“ Kyyaaaaaa….!!!!! “

Suara kencang Myungsoo membuat Nam Bomi dan Lee Kwangsoo karyawan bertubuh jerapah terkejut hingga tidak sadar berteriak begitu kencang mengalahkan teriakan Myungsoo, Myungsoo berjengkit kaget tidak menyangka teriakannya mendapat balasan yang setimpal.

“ Cepat kau singkirkan benda itu sekarang, jika 5 menit aku kembali dan itu masih ada disana posisimu taruhannya “ Ancam Myungsoo kepada Bomi sekretarisnya seraya mengendurkan dasi yang terasa mencekik lehernya.

“ Bba-gai-maana jika10 menit ssajjangnim ? “ Tawar Bomi menunjukkan 10 jarinya yang gemetar.

“ Jika kau masih menawar, aku turunkan menjadi 3 menit, cepatttt!!! “ Myungsoo tidak lagi bisa menahan emosinya menghadapi sekretarisnya yang seringkali membuat ia ingin melempar kalkulator jika sudah berhadapan dengannya.

Bomi langsung bergerak cepat, sementara Kwangsoo masih berdiri disamping Myungsoo “ Yya!! untuk apa kau masih disini, cepat kembali bekerja!! kau ini seorang namja tetapi hal seperti itu saja berteriak begitu terkejut “ Ucap Myungsoo seolah lupa jika ia pun sempat berjengkit mendengar teriakan karyawannya tadi.

“ Jwe-song-ham-ni-da ssajjangnimm, iini..silahkan anda lihat “ Ucap Kwangsoo, jari panjangnya jelas terlihat gemetar menyerahkan sesuatu kepada Myungsoo.

Myungsoo menerima dan menatap tidak percaya benda yang kini ada ditangannya, jika tidak harus menjaga kewibawaannya, mungkin ia kini akan berlari mencari sudut ruangan dan menangis meraung-raung disana, menatapi nasibnya yang semakin buruk ia rasakan.

“ Wanita tua ini benar-benar ingin menguji kesabaranku “ Ucap Myungsoo menangis dalam hati.

Myungsoo POV

Awalnya aku sangat berharap pergi kekantor dan menyibukkan diri dengan pekerjaan, maka beban akan kebohongan itu berkurang, namun lagi-lagi aku harus rela menerima dengan ikhlas siksaan atas kesalahan yang aku perbuat, wanita tua itu seperti mengirimkanku petir yang ia bungkus indah dalam undangan. Resepsi pernikahan ? aku ? dengan allien itu ? Ya Tuhan aku sama sekali tidak pernah membayangkan akan serumit ini.

“ Halmeoni, sebenarnya apa yang kau lakukan ? aku sama sekali tidak ingin pernikahanku menjadi sesuatu yang besar yang harus dirayakan “ Aku memberanikan diri untuk menghubungi wanita tua ini, meski aku tahu setelah ia mengeluarkan lengkingannya nyaliku akan ciut, tapi aku harus mencobanya.

“ Yya Kim Myungsoo!!!! kau ini pimpinan perusahaan besar, mana mungkin pernikahanmu tidak dibuat besar-besaran ? lagipula kau ini seperti anak kucing saja, sejak kecil aku rawat, tiba-tiba hanya 1 minggu ku kirim kau ke Jepang, pulang sudah membawa seorang istri yang masih sangat mentah seperti itu, apa kau disana sudah menghamilinya atau jangan-jangan dia bukan istrimu eoh ? “

Aku menelan susah payah air liurku, sadar jika aku tidak mungkin melawan wanita tua ini sementara aku memang menutupi sesuatu yang salah, mau tidak mau aku harus menurutinya, mengikuti alur yang tercipta dari skenario kebohonganku.

“ Hal-me-o-ni…..mana boleh kau berbicara seperti itu ? aku hanya tidak ingin pernikahanku akan merepotkanmu, oleh sebab itu…”

“ Aku tidak mau tahu, apa kau tidak pernah berpikir bagaimana menghadapi rekan bisnis dan karyawanmu jika suatu hari mereka tahu jika kau telah menikah eoh? “

Pabbo Kim Myungsoo!!! Mengapa aku tidak sampai terpikir hal itu eoh ? mana mungkin eksekutif muda, mapan serta memiliki banyak relasi bisnis menyembunyikan pernikahannya, ternyata otak tua halmeoni masih lebih baik dibanding otakku.

“ Baiklah, aku hanya ikut saja apa yang halmeoni lakukan, aku tidak ingin orang lain berpikiran buruk terhadap pernikahanku, kapan resepsi akan diadakan ? “ Tanyaku lemas tidak lagi sanggup mengajak otakku untuk berpikir.

“ Apa kau belum menerima undangan yang aku kirim eoh ? “

Dengan terburu-buru aku membuka undangan yang kini ada ditanganku “ MWOOO ??? ss-seecepat iinii ? “ ucapku tidak menyangka dengan apa yang aku lihat.

Author POV

“ Sudah lama sekali aku tidak menginjakkan kaki ku ke tempat ini “
Wanita cantik itu tersenyum, wajahnya menyusuri setiap ruangan apartemen yang hampir 4 tahun tidak pernah ia tinggali, tubuh rampingnya pun berjalan melenggak lenggok memeriksa apa apartemennya benar-benar terlihat baik selama ia pergi.

“ Aku merawatnya dengan baik, demi dirimu aku rela setiap hari liburku menghabiskan waktu disini, eoh Soojung-ah…!!! “

“ Krystal !! aku tidak ingin mendengar nama itu lagi Luna-ah “ Ucap wanita cantik bertubuh tinggi ramping itu memperingatkan sepupunya.

“ Kau mengganti semua identitasmu ? untuk apa ? kau kan bukan buronan ? apa yang ingin kau sembunyikan ? “ Tanya sepupu yang bernama Luna dengan wajah tidak mengerti.

“ Aku hanya tidak ingin mengingat peristiwa itu lagi, susah payah aku menghilangkan trauma itu, aku harap kau mengerti “ Ucap Krystal dan kembali melihat-lihat keadaan apartemennya yang akan ia huni.

Luna pun hanya mengangguk mengerti, tidak lama ia membantu sepupunya itu untuk membereskan barang-barang yang dibawanya, beberapa kali ia menoleh ke arah sepupunya itu, harus diakui penampilan Krystal semakin cantik pasca operasi pemulihan wajahnya.

Flasback on

“ Ini hanya salah paham, dengarkan dulu penjelasan ku…..aku mohon “

Yeoja yang bernama Soojung memegang erat tangan kekasihnya dengan wajah memohon, menghalangi pria itu meninggalkannya, kekasihnya begitu marah setelah melihat ia dan sahabatnya yang juga merupakan sahabat kekasihnya itu sedang bersama di apartemen pribadinya, kekasihnya datang tepat ketika tubuh keduanya jatuh tertindih diatas ranjang.

“ Kalian bermain dibelakangku bagaimana mungkin aku membiarkannya hah????? “ Kekasih Soojung berteriak marah dengan apa yang ia lihat.

“ Itu tidak benar sama sekali, aku tidak mungkin melakukannya, kau tahu siapa aku, dan kau sangat paham bagaimana kekasihmu, kami tidak melakukan hal yang kau tuduhkan ? Soojung sangat mencintaimu “ Ucap sahabat yang dituduhnya mencoba menjelaskan, sementara Soojung terus menangis.

“ Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri !!! “ Ketus pria itu dan meninggalkan Soojung serta sahabatnya dengan perasaan kecewa karena dikhianati.

…..

“ Permisi, dimana ruangan Soojung dirawat ? “

“Maaf tuan saat ini pasien hanya boleh dikunjungi oleh keluarganya, apa anda ini salah satu keluarganya ? “

“ A-akku, aku sahabatnya, bolehkah aku bertemu ? “

“ Maaf tuan, saat ini keadaannya tidak memungkinkan untuk dikunjungi banyak orang, selain trauma akibat kecelakaan yang ia alami, keadaan fisiknya pun tidak bisa kami perlihatkan selain dengan keluarganya, ini untuk kebaikannya…..mohon anda mengerti “

Meski sangat ingin melihat keadaan Soojung, namun namja itu tidak mungkin melanggar peraturan rumah sakit yang merawat sahabatnya itu, ia tidak ingin sesuatu terjadi yang membuat sahabat sekaligus wanita yang sangat ia cintai dengan sembunyi-sembunyi itu semakin parah.

“ Jika terjadi apa-apa dengannya, aku tidak akan menganggapmu sebagai sahabatku lagi “ Ucap namja yang baru saja ditolak menemui Soojung dirumah sakit geram.

Namja yang diajaknya berbicara hanya mengerutkan dahinya heran “ Apa ini kesalahanku ? ia mengalami kecelakaan lalu lintas, lalu apa hubungannya denganku ? kau pikir aku juga akan tetap menganggapmu sahabatku eoh ? sejak kejadian aku mendapati kalian sedang bercumbu, aku sudah tidak lagi menganggapmu sebagai sahabatku “ Ucap kekasih Soojung tidak terima ia disalahkan, jujur ia pun sangat khawatir dengan keadaan kekasihnya yang sekarang ini sedang terbaring dirumah sakit, tidak perlu sahabatnya ini menghakiminya, ia pun menyimpan perasaan bersalah.

“ Aku tidak ingin membicarakan hal itu, berkali-kali pun aku dan Soojung menjelaskannya, kau tidak akan pernah percaya, karena kau pria yang egois “ Namja itupun meninggalkan kekasih Soojung dengan perasaan kecewa.

Hampir 6 bulan Soojung menjalani perawatan, keadaannya kini sudah semakin membaik, sahabatnya dengan sabar menemani Soojung dan mengikuti setiap perkembangannya, berbeda dengan kekasihnya yang hanya sekedar untuk menjenguk Soojung.

Hingga suatu hari sahabatnya memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan yang sudah lama ia pendam, meski ia tidak yakin Soojung akan menerimanya karena perasaan cinta terhadap kekasihnya yang ia tahu masih sangat besar. Sedikit muncul harapan ketika Soojung mengatakan padanya untuk memberinya waktu, sahabatnya pun tersenyum dan berjanji akan terus bersabar.

Hari demi hari sahabatnya setia menunggu jawaban itu datang, namun ia begitu kecewa ketika suatu hari ia mendapati rumah itu telah ditinggal penghuninya, Soojung beserta keluarganya seperti hilang ditelan bumi, tanpa sedikitpun memberi alasan kepergiannya.

Suatu hari sahabat itupun bertemu dengan kekasih Soojung, kekasih Soojung mengatakan jika tidak ada kata putus dari keduanya sampai dengan Soojung pergi, mendengar hal itu membuat sahabat sadar jika tidak hanya dirinya yang terluka, namun kekasih Soojung jauh lebih terluka dengan kepergian Soojung.

Flasback off

Jiyeon POV

 

“ Namaku Kim Myungsoo, tanggal 31 Desember nanti usiaku masuk 30 tahun, tidak perlu aku beri tahu tahun kelahiranku, kau hitung saja sendiri. Hobiku adalah menonton film action dan berenang, jika aku sedang melakukan hobiku tidak ada seorangpun yang boleh mengganggu, aku tidak begitu menyukai makanan laut, tapi aku sangat menyukai udang dan sayur-sayuran, aku ini orang yang menyukai kebersihan, dan akan mudah sakit jika sekeilingku kotor ataupun tidak sehat…bla…bla…bla “

“ Kurasa itu saja, kau harus mengingatnya eoh! jika halmeoni bertanya kau tidak bisa menjawabnya aku akan memotong gajimu dan membatalkan rencanaku untuk mencari kekasihmu itu “

Aku menenggelamkan wajahku diatas bantal, ketika wajah ahjussi galak yang mengancamku itu berseliweran dikepalaku, bukan karena aku mulai jatuh cinta padanya, melainkan ancamannya yang membuat aku begitu kesal, dia mengancam akan memotong gaji yang ia janjikan padaku jika aku melakukan kesalahan, tapi sebaliknya dia tidak memperbolehkan aku memberinya hukuman jika dia yang melakukan kesalahan. Benar-benar orang yang egois.

“ Ommo!!! Peraturan itu !!! “

Aku sontak mengingat selembar kertas yang kemarin malam aku tanda tangani tanpa membacanya terlebih dahulu, aigo mengapa aku begitu saja percaya padanya? pasti isinya sangat merugikanku. Aku membuka laci disamping ranjangku dan mengeluarkan selembar kertas itu dari sana, dengan serius aku mulai membaca dan memahami isinya satu-persatu.

1. Yeoja allien hanya boleh memposisikan menjadi seorang istri Tuan Kim Myungsoo disaat-saat tertentu.
2. Yeoja allien dilarang memanfaatkan situasi ini untuk mengambil kesempatan.
3. Karena Tuan Kim Myungsoo adalah pria dewasa yang sibuk, yeoja allien yang menjadi istri pura-pura tetap harus melakukan tugas keseharian seorang istri.
4. Yeoja Allien tidak boleh memasuki dan menyentuh barang apapun yang ada dikamar Tuan Kim Myungsoo, meski dalam keadaan TERPAKSA.
5. Yeoja allien tidak boleh mencampuri urusan pribadi Tuan Kim Myungsoo, kecuali jika diizinkan.

“ Mwo ? apa ini ? mengapa semua aturannya seolah hanya berlaku untukku ? “ Ucapku dengan wajah tidak mengerti.

Namun ke-5 aturan itu masih bisa ku terima dengan akal pikiranku yang sehat, tapi tidak dengan peraturan ke-6 ini, seketika tubuhku langsung terduduk dengan mulut yang membulat serta mata yang terbelalak tak percaya ketika membacanya.

“ Aisshh jinjja ahjussiiiiii kau benar-benar !!! memangnya imanku begitu lemah hingga harus jatuh cinta pada pria tua sepertimu eoh ? “ ucapku geram seraya berbicara mengarah ke dinding kamar disebelahku yang merupakan kamarnya seolah-olah aku melihat wajah menyebalkannya disana.
Aku merengut kesal, menatap kembali kertas yang sudah lecak karena aku mengepalnya begitu kuat, membaca kembali dalam hati kalimat yang ada disana, peraturan no.6

6. PENTING!!! YEOJA ALLIEN TIDAK BOLEH SEDIKITPUN MEMILIKI PERASAAN TERHADAP TUAN KIM MYUNGSOO, KARENA ITU TIDAK AKAN PERNAH TERJADI.

Ahjussi tua itu menulis setiap hurufnya dengan huruf kapital seolah-olah itu peringatan yang bersifat siaga 1, aigo benar-benar seenaknya saja memperingatiku, lalu ia sendiri tidak mencantumkan peringatan untuk dirinya ? bisa saja seiring berjalannya waktu dan tiba-tiba ia menyadari jika dirinya sudah sangatlah tua untuk hidup sendiri dan justru jatuh cinta padaku. Oh tidak, aku bergidik sendiri membayangkannya.

Nasi benar-benar telah menjadi bubur, jika aku ingin itu tetap enak aku harus menambahkan suiran ayam diatasnya.

“ Taemin pabbo!!! seharusnya aku tidak mempercayaimu, kau memang sahabat yang menyebalkan “

Aku sontak menutup mulutku rapat-rapat, jika ahjussi itu mendengarnyanya mungkin ia akan menendangku keluar saat ini juga. Aku terpaksa mendramatisir keadaanku ketika itu, agar ahjussi itu merasa iba padaku. Sejak awal aku tidak berniat sama sekali untuk berbohong, namun sejak nasib berkata lain, aku terpaksa melakukannya untuk bertahan hidup, jika akhirnya ahjussi itu yang terpilih, mungkin kehadiranku bisa dijadikan ladang amal untuk kehidupannya dimasa datang.

Author POV

“ Hufft ini lebih baik, kurasa ini aman “ Ucap Myungsoo seraya mengelap keringat dikeningnya.

Myungsoo baru saja selesai memasang karpet sebagai alat kedap suara disetiap sisi dinding kamarnya untuk menghindari gangguan dari allien itu, cukup kemarin saja ia tidak bisa tertidur pulas karena dengkuran allien itu menembus dinding pemisah kamar mereka. Sebenarnya ia masih harus membicarakan mengenai pesta pernikahan yang halmeoninya sudah atur, namun hari ini ia benar-benar merasa malas untuk bertemu dengan allien itu. Baru saja ia akan membaringkan tubuhnya diatas ranjang, tiba-tiba suara gaduh terdengar didepan pintu.

“ Aisshh pasti si allien itu mau apa dia ? “ Sungutnya namun ia langkahkan juga kakinya, ia tahu yeoja itu tidak akan berhenti jika ia mengabaikannya. Baru saja Myungsoo membuka pintu, namun tubuhnya loncat dari tempatnya dan tangannya hampir saja membanting kembali pintu kamarnya.

“ Arrrgggkkkkkkk “

“ Arrrgggkkkkkkk “

Keduanya berteriak bersamaan, Myungsoo memalingkan wajah serta menutup mata dengan lengannya, sedangkan Jiyeon yang mengetuk pintu reflek memejamkan matanya terlalu kaget Myungsoo berteriak setelah melihatnya.

“ Yyaa!!!! “ Myungsoo memegang dadanya dan berteriak dengan lengkingan sempurna menyentuh 8 oktaf ketika menyadari siapa yeoja yang seluruh wajahnya berwarna putih dengan hanya menyisakan 2 bola mata, 2 lobang hidung, serta 1 mulutnya, Jiyeon si yeoja yang ia sudah sepakat memanggilnya allien itu muncul dihadapannya dengan masker diwajahnya.

“ Mianhae ahjussi, ak- “

“ Tch jika seperti ini bagaimana aku bisa marah-marah padanya ? dia menakutkan sekali “ Jiyeon berkata dalam hatinya mengurungkan niat untuk menuntut Myungsoo merubah peraturan yang lebih banyak merugikannya, nyalinya langsung ciut ketika Myungsoo berteriak yang hampir membuat telinganya rusak.

“ Kau ingin membunuhku dengan cara konyol seperti ini ? lagipula kau ini apa-apaan sih ? tidak bisakah kau memperlakukan wajahmu biasa-biasa saja ? pagi sampai sore penuh make-up, dan sekarang kau menyiksa wajahmu dengan topeng putih itu, apa wajah aslimu menakutkan ? hingga harus selalu ditutup-tutupi ? “ Maki Myungsoo dengan hampir air liurnya menyebar kemana-mana.

Tubuh Jiyeon semakin mengkerat karena Myungsoo begitu berapi-api meluapkan kekesalannya, namun sebenarnya ia juga tidak kalah kesal mengapa ahjussi ini selalu memarahinya seperti dirinya adalah anak kecil yang sangat nakal, padahal kedua orangtuanya saja tidak pernah sekalipun memarahinya.

“ Apa aku harus melakukan ide ini ? “ Tiba-tiba bibir Jiyeon mengulas senyum.

Myungsoo POV

“ Sepertinya ahjussi benar-benar tidak menyukaiku, jika begitu untuk apa ahjussi memintaku untuk tetap bertahan disini ? ini baru beberapa hari tapi aku sudah benar-benar takut padamu, rasanya aku tidak sanggup berada 1 bulan disini, jika kau ingin menendangku malam ini tidak apa-apa, sepertinya menjadi gembel dinegeri orang lebih baik daripada aku harus mati di cabik-cabik harimau “

Aku terdiam mendengar apa yang allien ini katakan, jika dipikir-pikir aku ini memang keterlaluan, selalu memarahinya untuk hal-hal yang sebenarnya bisa dimaklumi, tapi harimau ? aisshh jika wajahnya tidak sesedih itu pasti allien ini akan ku cabik-cabik, tapi apa benar yang ia katakan ? atau hanya sekedar ancaman ?

“ Ya su-dah ji-ka be-gi-tu per-gi sa-ja !!! “ Aku membuang wajahku seolah tantangannya aku layani, namun sebenarnya aku sangat takut, jika dia benar-benar pergi bagaimana nasibku selanjutnya ?

Aku meliriknya dari ekor mataku, yeoja itu berbalik dan benar-benar meninggalkanku, aku masih terdiam ingin tahu sampai mana yeoja ini berpura-pura mengancam.

Perasaanku resah, mondar mandir dengan mengigit kukuku menunggu allien itu kembali menemuiku, kepalaku langsung menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka, yeoja itu sudah berdiri dengan membawa koper miliknya serta dandanan khas yang 11 12 dengan tokoh Oshin dari jepang, namun harus aku katakan ia lebih menyeramkan karena pengaruh make-up dipipi serta bibirnya.

“ Aku pergi ahjussi, setidaknya malam ini perutku sudah terisi penuh, mungkin bisa bertahan selama 2 hari , sayonara “

Ia berbalik dan menyeret kopernya, aku masih bertahan dengan rasa gengsiku, aku tidak boleh kalah, sebelum ia keluar dari pintu rumah ini maka masih mungkin ini hanya sebuah gertakan, penasaran mataku terus mengikuti kemana langkahnya, hingga ia sudah turun melalui tangga utama akupun masih mengikutinya, aisshhh apa dia sungguh-sungguh eoh ?

“ Changkaman!!! “

Aku menahan langkahnya, seperti motor yang remnya baru saja diperbaiki seperti itulah allien itu berhenti. Sial! ia benar-benar menipuku, allien itu kini menoleh kearahku dengan wajah penuh kemenangan

“ Aku hanya ingin pastikan, kau tidak membawa apapun dari sini “ Ucapku akhirnya tidak terima dipermainkan olehnya, ku lihat wajahnya semakin kesal menatapku dan dengan cepat ia kembali melangkah keluar dari rumah ini, bersamaan dengan itu ponselku berbunyi, Ya Tuhan Halmeoni ? Aku sangat panik, tatapanku bergantian antara ponsel yang berbunyi dengan allien itu yang semakin menjauh.

“ Oeh ottokaeji ? “ Aku menjambak rambutku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

“ Nde Halmeoni !!!! baru saja aku ingin menghubungimu, halmeoni sudah menghubungiku saja, kita ini benar-benar nenek dan cucu yang sangat dekat “

“ Tch, ada apa denganmu ? banyak bicara sekali, eoh aku sudah menyiapkan gedung untuk kalian ? “

Gedung ? untuk apa dia menyipakan sebuah gedung, aishh pasti halmeoni akan melakukan hal-hal yang membuatku ingin benar-benar bunuh diri kali ini.

“ Gedung….??? maksud halmeoni ? gedung apa ? “ Tanyaku tidak mengerti, ku dengar ia melenguh diseberang sana, aku yang lelah mengapa ia yang melenguh.

“ Pabbo, tentu saja untuk menggelar resepsi pernikahanmu “

Sial !!! karena terlalu emosi aku melupakan hal itu, tapi baguslah jika memang halmeoni sudah menyiapkannya, aku tidak perlu susah payah untuk melakukannya, tapi seperti ada hal aneh yang aku rasakan, eumm apa yah ?

“ Kim Myungsoo, mana istrimu ? biarkan aku berbicara padanya sebentar ? “ Ucap halmeoni.

“ Bicarakan saja denganku halmeoni, dia sudah pergi “ Ucapku enteng tidak sadar dengan apa yang aku bicarakan.

Mwo ? Pergi ? tidak, tidak boleh, ia tidak boleh pergi, andweyoo!!!

“ Yya!!! Yya!!! Kim Myungsoo, mengapa kau menutup teleponya !!! maksudmu apa istrimu sudah pergi? Myungsoo-ah…Yya KIMMYUNGSOO !!! “

Aku tidak lagi peduli, kubuang begitu saja ponselku, aku masih bisa mendengar jelas halmeoni berteriak didalam –ponsel- sana, aku harus mengejar allien itu, ia tidak boleh pergi dan meninggalkan diriku yang sedang dalam perjalanan menuju kematian sendirian.

Author POV

Jiyeon menyilangkan kedua tangan diatas dadanya, ia merasa diatas angin kini, sementara Myungsoo, dengan wajah kesal terpaksa berlutut dihadapan Jiyeon memohon agar yeoja itu tidak pergi malam ini. Myungsoo berhasil mengejarnya yang masih belum terlalu jauh meninggalkan rumahnya.

“ Ahjussi harus bersikap manusiawi kali ini terhadapku, aku tidak mau selalu mendengar suara cemprengmu itu, bahkan suara ibuku masih lebih indah dari suaramu, dan terpenting kau tidak boleh membuatku menangis “

Tangan Myungsoo mengepal kencang dengan gigi yang bergemeletuk, dua buah tanduk dan asap yang mengepul sudah nampak diatas kepalanya, ia terpaksa harus mengalah kali ini.

“ Ingatkan aku jika aku mengulanginya “ Ucap Myungsoo terpaksa bersikap baik, namun tetap saja wajah jahatnya terpasang dengan sempurna.

“ Tenang saja, aku pasti akan mengingatkan ahjussi jika sampai membuatku menangis dan nyawaku terancam “ Ucap Jiyeon membuat sebelah alis Myungsoo naik ke atas dengan gerak bibir seolah menggerutu.

Tanpa menunggu Myungsoo, Jiyeon pun berjalan kembali menuju rumah besar itu meninggalkan kopernya begitu saja seolah meminta Myungsoo untuk membawanya.

“ Yya kau ingin membuang kopermu ini ? “ Teriak Myungsoo.

“ Ahjussi, kau pasti akan membawakannya untukku bukan ? “ Ucap Jiyeon tanpa menoleh dan terus meninggalkan Myungsoo.

Myungsoo bangkit dari berlututnya, tangannya terangkat seolah-olah akan menghantam Jiyeon dari arah belakang, dengan terpaksa Myungsoo pun meraih koper itu dan menyeretnya, namun…

“ Geunde, kenapa kopermu ini enteng sekali ? “ Tanya Myungsoo heran mendapati koper Jiyeon yang terasa kosong.
Jiyeon berbalik menatapnya dan menyengir bodoh, tentu saja itu sangat enteng, ia tidak mau lelah memasukkan pakaiannya ke dalam koper karena ia tidak benar-benar berniat untuk pergi, ia hanya mencoba menggertak Myungsoo dan berharap pria itu menghalanginya, dan jika akhirnya ia menang, itu suatu keberuntungan.

“ Aku tidak memasukkan apa-apa kedalamnya, bajuku masih ada didalam rumah ahjussi “ Ucap Jiyeon masih dengan cengiran tidak berdosa, sementara Myungsoo terbengong sempurna dengan kelakuan ajaib si allien pabbo, jika tidak karena janjinya, sudah pasti allien itu yang akan ia masukkan ke dalam koper dan menendangnya jauh-jauh.

Author POV

“ Berapa lama kita di sana ? “ Tanya Luna dengan terus memasukkan beberapa potong pakaian serta perlengkapan lainnya ke dalam ransel yang hendak mereka bawa selama berlibur.

Krystal menunjukkan 3 buah jarinya, yang kemudian diangguki paham Luna, tidak sengaja sesuatu yang muncul dari balik pakaian Krystal membuat Luna penasaran, ia pun mengambil benda yang ternyata adalah sebuah foto.

“ Kau berniat untuk bertemu dengan mereka ? “ Tanya Luna.

Krystal menoleh tidak mengerti apa yang sedang Luna bicarakan, namun ketika ia menoleh dan mendapati benda yang selalu ia bawa kemana-mana itu sudah ada ditangan Luna ia pun tersenyum.

“ Tentu saja, aku telah menghancurkan persahabatan mereka dan pergi begitu saja tanpa ada sediktitpun kabar, aku akan menebus kesalahanku, kajja kita berangkat !!! “ Krystal meraih ransel dan menyampirkan dipundaknya.

Myungsoo POV

“ Selamat Tuan Kim, akhirnya kau menikah juga “

Aku memberikan senyuman yang paling terpaksa yang aku punya dan tidak peduli ucapan selamat yang terkesan mengejekku itu, sama tidak pedulinya ketika mereka berbisik-bisik membicarakan perbedaan umurku dengan yeoja allien ini. Ku alihkan tatapanku ke arah allien disampingku, tch….mengapa wajahnya segembira itu ? menikmati sekali sandiwara ini, atau jangan-jangan dia benar-benar menginginkanku menjadi pasangan hidup abadinya, tidak tahu diri.

Tapi dia terlihat berbeda tanpa pakaian dan tatanan rambut ala Oshin-nya malam ini, gaun dengan bahu terbuka serta belahan dada yang cukup rendah menjadikan ia terlihat dewasa, dan terpenting make-upnya terlihat normal diwajahnya, tapi kurasa ia salah memilih belahan dada seperti itu, miliknya sama sekali tidak menarik, dia ini seorang yeoja atau namja sih ?

“ Ahjussi, apa yang kau lihat ? “

Aku terhenyak susah payah menelan air liur dalam kerongkonganku, rupanya allien ini sejak tadi menatapku, dan sialnya ia menangkap mataku sedang tertuju ke area sensitifnya itu, lebih menyebalkan lagi tanpa peduli pandangan orang terhadapku ia menutupi belahan dadanya, membuatku malu dan kesal setengah mati dengan tuduhannya. Aku menatapnya dengan pandangan membunuh, namun ia membalasnya dengan melotot ke arahku. Awas kau Allien !!!

Aku meninggalkan allien itu, aura menyebalkan yang selalu keluar dari tubuhnya membuat aku malas berlama-lama berada didekatnya. Diujung sana mataku menangkap sosok tua dengan tongkat serta kipas yang selalu ia bawa kemana-mana sedang berkeliling menyapa seluruh tamu undangan yang hadir, wajah gembiranya yang menyambut tamu membuat sesuatu mengusik ketenanganku, aku merasa sangat bersalah pada halmeoniku itu, aku tidak berani membayangkan jika suatu hari nanti sandiwara ini terbongkar ataupun berakhir, mungkin tidak perlu menunggu orang lain untuk menggali kuburanku, aku bersedia melakukannya untuk diriku sendiri, halmeoni, aku memang cucumu yang tidak berguna, maafkan aku.

Jiyeon POV

“ Hati-hati selama perjalanan, jangan lupa pesan halmeoni eoh, aku tidak butuh oleh-oleh dari kalian , yang aku harapkan adalah kabar gembira itu “ Ucap halmeoni hendak melepas kepergian kami.

“ Yye doakan kami saja halmeoni “ Ucapku malu-malu, kudengar ahjussi disampingku mendengus kesal, namja ini benar-benar sangat buruk dalam acting, memangnya dia mau jika halmeoni curiga dengan hubungan kami yang sebenarnya, benar-benar tidak bisa diandalkan.

“ Ayo cepat kita berangkat, aku sangat lelah “ Teriaknya tiba-tiba.

Mendengar kalimat cucunya membuat halmeoni kembali mendekat ke arahku, aku terkejut ketika akhirnya halmeoni memegang erat tanganku “ Dia memang terlalu angkuh untuk mengakui perasaannya, kau tenang saja jika malam nanti tiba, kau bisa membalasnya, jangan beri dia kesempatan untuk mencicipimu “ Urai halmeoni dengan kalimat yang tidak aku sangka akan keluar dari seorang wanita yang umurnya bahkan bisa membuat ia lupa untuk tertuju pada hal – hal seperti itu, aku menoleh ragu ke arah ahjussi dan kami saling bertatap dalam diam, tidak berapa lama tubuh kami bergidik bersamaan membayangkannya.

Perjalanan ke Pulau Jeju ini sangat menyenangkan seandainya tidak bersama dengannya, tapi tidak bisa aku pungkiri meski ini adalah bulan madu pura-pura aku sangat khawatir, bagaimanapun aku seorang wanita dan dia seorang pria, bisa saja ia kemudian dirasuki hantu jahat dan akan menerkamku, aishhh pabbo!! Pabo!! Mengapa aku memikirkan hal itu ? Jika ia tahu apa yang kupikirkan pasti ia akan menelanku hidup-hidup.

“ Waeyo ? mengapa kau memukul kepalamu seperti itu ? “ Tanyanya yang membuatku gugup.

“ Eoh..eumm…ahniyo, aku memang sering melakukan ini jika sedang bosan “ Jawaban bodoh, mana mungkin ia percaya.

“ Itulah sebabnya aku senang memanggilmu allien “ Belum sempat aku membalas ahjussi itu sudah memejamkan matanya.

“ Ini untukmu “

Ahjussi itu melemparkan bantal, guling serta selimutnya tepat diatas kepalaku, aku sudah tahu ia pasti akan menyuruhku untuk mengalah memberikan ranjang empuk didalam sana kepadanya, tuan manja yang tidak mungkin bisa tidur ditempat sembarang. Aku meraih koper yang ada disampingku mengeluarkan beberapa jaket untuk melindungi tubuhku dari ancaman yang bisa saja datang tiba-tiba.

Srettt…

Aku menarik resleting untuk jaket lapis pertama yang aku gunakan, dan dengan cepat aku memakai jaket lapis kedua, ketika tanganku hendak meraih jaket kedua…

“ Yya!!! Untuk apa kau memakai jaket sebanyak itu ? memangnya sedingin apa udaranya ? kau bisa mati sesak karena jaket-jaketmu itu “

Ucapnya menatap heran wajahku, karena tidak ada jawaban dari bibirku ahjussi itu pun melangkah meninggalkanku, namun baru beberapa langkah ia kini berbalik dan menatap curiga ke arahku.

“ Mwo ? Kk-kau ? Yya apa kau berpikiran yang aneh-aneh tentangku ? “ Ucapnya dengan suara yang sudah kembali tinggi seperti biasanya.

“ Ahjussi, peraturan nomor 5 berlaku juga untukmu, kau tidak boleh ikut campur urusanku, memangnya salah jika aku ingin melindungi diriku ? “ Tanpa peduli aku pun menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhku, ku dengar ia melenguh kesal, tidak berapa lama ia kembali dan melempar sesutu ke arahku.

“ Jika begitu pakai ini juga untuk menutup mulutmu “ Ucapnya dan setelahnya ia membanting pintu keras, aku menyingkap selimut dari tubuhku, melihat apa yang ahjussi itu lemparkan ke arahku, lakban ? apa ini yang dinamakan penutup mulut ? michiesseo.

Myungsoo POV

Tidak ada yang spesial dari bulan madu pura-pura ini, ia ku biarkan berkeliling Pulau Jeju sendirian, aku sengaja tidak menemaninya, jika aku memanjakannya bisa-bisa ia akan semakin kurang ajar terhadapku, tapi kemana dia ? hari sudah semakin sore dia belum juga pulang.

Dua jam telah berlalu dari yang yeoja itu janjikan sebelum ia pergi, tapi belum ada tanda-tanda ia tiba di resort, aku bangkit untuk mengambil ponselku, tapi mataku menangkap ponselnya tertinggal disofa.

“ Aishhh menyusahkan “ Geramku

Aku memutuskan untuk mencarinya, bukan karena aku mulai peduli padanya, jika dia hilang di pulau ini tentu aku juga yang akan celaka. Aku ingat ia bilang akan ke pusat perbelanjaan barang-barang tradisional Korea, meski sebenarnya ragu jika ia masih disana hingga sore seperti ini , tapi akhirnya aku melangkah juga menuju ke tempat itu.

“ Sebenarnya ia kemana sih ? jangan-jangan ia ingin mempermainkanku ? “ Ucapku kesal hingga matahari terbenam aku belum juga menemukannya.

Aku segera mengambil langkah seribu ketika pihak resort memberi kabar jika allien itu sudah kembali dengan diantar beberapa orang, diantar ? memangnya dia kenapa.
Tiba disana ku lihat seorang uisa baru saja memeriksanya, aku menatap wajah allien yang sedang terbaring, ia terlihat sangat pucat dan terlihat meringis memegang perutnya “ Ada apa dengannya uisa ? “ Tanyaku ingin tahu.

“ Apa dia yeodongsaengmu ? ia memiliki maag akut, dia tidak boleh terlambat makan, jika ia sedikit saja terlambat, ia bisa langsung tidak sadarkan diri, lagipula jika ini terus menerus terjadi ia bisa mengalami penyakit yang lebih berbahaya, jadi aku sarankan jangan sampai perutnya dalam keadaan kosong, ini obat yang harus ia minum dan jangan sampai terlewat “ Ucap uisa panjang lebar, aku sama sekali tidak menginterupsi meski ia menerka jika allien ini adalah dongsaengku.

Aku membiarkan yeoja itu kini tidur diranjang besar milikku, meski setiap hari aku berteriak padanya, tapi hatiku ini masih punya rasa kemanusiaan, aku menatap wajah pucatnya, entah darimana datangnya aku merasa kasihan juga padanya, allien ini begitu berani pergi jauh dari keluarganya, demi mencari kekasih yang tidak jelas dimana keberadaannya, dan sekarang aku melibatkannya dalam masalah hidupku. Baiklah, besok aku akan sedikit mmeberinya kebahagian, aku tidak akan memarahinya, dan menuruti apapun yang ia inginkan, meski satu hari ia layak mendapatkan perlakuan yang baik dari diriku.

Author POV

“ Yang benar ahjussi ??? aku boleh menikmati sarapan di tempat yang aku suka ? “ Jiyeon begitu gembira ketika Myungsoo akan mengajaknya sarapan diluar sebelum kepulangan mereka ke Seoul.

“ Hanya kali ini, cepat kau bereskan barang-barangmu, setelah itu kita akan langsung kembali ke kehidupan nyata “ Ucap Myungsoo seraya menutup koper berisi barang-barangnya.

Jiyeon menyunggingkan senyumnya, baru kali ini Myungsoo berbicara dengannya tanpa harus menarik urat, kesempatan ini tidak boleh ia sia-siakan.

“ Bagaimana ? apa enak ? kau pasti merindukan makanan itu bukan ? “ Tanya Luna ketika mereka baru saja keluar dari restaurant untuk menikmati sarapan pagi.

“ Nde, neomu bogoshipo…tidak menyangka aku akan menikmatinya lagi hari ini, eoh Luna-ah hari ini kita kemana lagi ? “ Tanya Krystal begitu antusias dengan perjalanannya.

“ Soojung !!! “

Krystal terkesiap ketika suara pria menyebut namanya, ia pun menoleh dengan ragu ke arah suara itu, ia terdiam dengan nafas yang sulit ia hirup ketika mendapati sahabat yang sangat ia rindukan hadir dihadapannya, pria itu terlihat semakin tampan dan dewasa.

“ Eoh Myungsoo-ah, ak-kku…” Krystal tidak tahu harus berkata apa.

Tatapan Myungsoo kepadanya begitu tajam hingga membuat perasaan bersalah itu datang kembali, Krystal benar-benar belum siap untuk memberi penjelasan , tetapi ia sadar jika ia tidak bisa terus seperti ini “ Boleh aku berbicara denganmu sebentar “ Krystalpun memegang tangan Myungsoo, ia tidak ingin membuat Myungsoo semakin membencinya.

Myungsoo perlahan melepaskan tangan Krystal, ia terlanjur kecewa dengan kepergian wanita ini yang tiba-tiba tanpa menjelaskan apapun “ Sepertinya aku tidak lagi membutuhkan penjelasanmu, jelaskan saja pada kekasihmu, aku sudah tidak mempermasalahkannya “ Ucap Myungsoo tajam.

“ Kim Myungsoo!!! Maafkan aku, tapi aku mohon dengarkan aku dulu “ Krystal mencoba kembali meraih tangan Myungsoo.

Cukup lama perdebatan itu terjadi hingga membuat Jiyeon yang ada disana nampak kesal dengan wanita dihadapannya yang seolah memaksa Myungsoo, padahal jelas-jelas Myungsoo tidak ingin berbicara dengan wanita ini, terlebih perutnya sudah sangat lapar “ Kau tidak bisa sembarangan meminta suamiku untuk ikut denganmu ahjumma !!! “ Jiyeon berkata tajam ke arah Krystal.

Tidak hanya Krystal, Myungsoo pun memandang tidak percaya ke arah Jiyeon kini.

“ Kau bilang apa ? suamimu ? kau tidak sedang bercanda kan ? “ Krystal menggeleng tidak percaya.

“ Chagi-ah!!! ayo kita segera pergi perutku sudah sangat lapar “ Jiyeon tidak peduli dengan ketidakpercayaan Krystal, ia menarik paksa tangan Myungsoo menjauhkannya dari Krystal, namun dengan cepat Krystal menarik tangan Myungsoo yang lainnya hingga terjadi peristiwa saling tarik menarik antara Jiyeon dan Krystal.

Sementara Myungsoo masih bergelut dengan pikirannya, Luna juga mencoba menarik tangan Kyrstal karena semakin banyak orang-orang yang menatap mereka.

“ Lepaskannnnn!!! “ Teriak Myungsoo yang membuat semua orang yang ada disana terkejut, dengan perasaan kesal ia pergi meninggalkan tempat itu.

“ Apa ku bilang eoh!! suamiku tidak akan mau berbicara denganmu “ Ucap Jiyeon sinis tepat di depan wajah Krystal, setelahnya ia pun berlari untuk menyusul Myungsoo meninggalkan Krystal yang kini sangat kesal dengannya.

“ Sudahlah, kau harus dalam keadaan tenang dulu, setelah siap kau baru boleh menemuinya “ Luna mencoba menenangkan Krystal yang masih memasang wajah kesal dan sedih bersamaan.

Jiyeon memasang wajah cemberut ketika Myungsoo memutuskan untuk langsung kembali ke Seoul, padahal ia sudah membayangkan akan memakan makanan yang enak-enak dengan suasana hati Myungsoo yang berbeda, kedatangan wanita yang tidak ia kenal merubah segalanya, dan Jiyeon benci hal itu.

Myungsoo masih terdiam, sama sekali tidak mengeluarkan suara “ Ahjus….”

“ Berhenti disini “ Myungsoo menghentikan taksi yang sedang berjalan, membuat Jiyeon menghentikan ucapannya dan bertanya-tanya apa yang akan Myungsoo lakukan.

“ Bawa tiketmu dan jangan tunggu aku datang, aku akan menyusulmu di pernerbangan selanjutnya “ Ucap Myungsoo dan segera membuka pintu taksi.

Jiyeon terkesiap, ia tidak percaya Myungsoo tega melakukan ini padanya, apa semudah itu Myungsoo melupakan janjinya, dengan menghela nafas kesal Jiyeonpun berusaha untuk menerima keputusan Myungsoo, namun entah mengapa tiba-tiba hatinya tidak rela Myungsoo melakukan hal ini padanya, ia pun menoleh kesal kebelakang, ia mendapati Myungsoo yang masih berdiri menunggu taksi.

“ Aiishhh “ Jiyeon membuka pintu taksi.

“ Ahjussiiiii, kau tidak boleh kembali pada wanita itu dan meninggalkanku seperti ini “ Teriak Jiyeon, namun Myungsoo seolah tidak peduli padanya.

Jiyeon berlari untuk mendekat ke arah Myungsoo “ Ahjussi, aku tidak bisa pulang tanpa dirimu “ Ucap Jiyeon kesal, Myungsoo menatapnya dengan pandangan tidak suka.

“ SUDAH KU BILANG KAU PULANG SAJA DAN TIDAK USAH MENUNGGUKU!!! JANGAN IKUT CAMPUR DENGAN URUSANKU!!! “ Hardik Myungsoo kembali dengan sikap awalnya yang emosi terhadap Jiyeon.

Jiyeon memegang jantungnya yang berdetak cepat karena terlalu kaget, kini ia pun tidak lagi mencoba menghentikan Myungsoo yang memberhentikan taksi dihadapannya.

Jiyeon berjalan lemah menuju kembali ke taksinya, tidak terasa tangannya reflek mengusap matanya yang hendak menjatuhkan airmata itu, tidak di pungkiri ia begitu sedih dengan teriakan Myungsoo yang lebih dahsyat dari biasanya “ Siallll, untuk apa dia menjanjikan hal yang menyenangkan padaku, tapi dengan mudah mengingkarinya “ Ucap Jiyeon kesal.

“ Nona!!! Kau jadi ke bandara tidak ? “ Tiba-tiba supir taksi berteriak.

Jiyeon pun mempercepat langkahnya dan kembali masuk ke dalam taksi, ia membanting pintunya begitu keras.

“ Nona hati-hati menutup pintu, kau akan mengeluarkan banyak uang untuk menggantinya “

Jiyeon menatap kesal ke arah supir taksi, airmatanya kembali jatuh dan semakin deras menetes, ia sangat sedih Myungsoo mengingkari janjinya, bahkan janji untuk tidak membuat ia menangis.

TBC

167 responses to “[ CHAPTER – PART 3 ] COUPLE OR TROUBLE ?

  1. jiyeon polos tpi licik hehe ada cra dia mmbuat myung gelabakan dan itu takkan brhasil tnpa adanya halmeoni.
    myung mesummm sdikit2 lirik dadanya jiyeon wakkkks

  2. Aaah awal-awalnya kocak. Apalagi adegan Jiyeon belagak mau pergi. Tapi kesel ih pas Jiyeon akhirnya ditinggal sendiri.
    Aku sempet bingung dan nebak-nebak Myungsoo itu siapanya Soojung. Kirain yang pacarnya Soojung dulu, eh gataunya sahabatnya ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s