[ ONESHOOT ] FEELING GUILTY – ANOTHER STORY IN THE BACKSTAGE

feeling guiltyr

Tittle : Feeling Guilty – Another Story in the Backstage
Author : gazasinta
Main Cast : Kim Myungsoo, Park Jiyeon
Additional Cast : T-ara’s member, Infinite’s member, Bae Suzy
Genre : Idol Life
Rating : PG-15
Length : Oneshoot

Mian jika banyak typo, ini murni hasil pemikiranku, kalo cast pasti punya agensi masing-masing, thanks buat seseorang yang selalu mencekoki author dengan cerita, video serta pic2 MyungYeon, this is special for u.

Dan Thanks untuk readers yang ga bisa author sebutin namanya satu-satu, banyak banget yang setia soalnya.

Ok, let’s cekidot

————–

Bukkk…

Klontang….klontang….klontang
Ku tumpahkan rasa kesalku dengan menendang apapun yang aku temui dijalan, aku memilih melarikan diri dari kamar hotel, meninggalkan member Infinite lainnya yang sedang memaksaku untuk terjerumus dalam tantangan konyol yang tidak aku mengerti apa maksudnya.

“ Tch….sial aku harus kemana eoh ? “ Rutukku kesal, semua orang yang berada disekitarku menatap heran, beruntung sebelum pergi, aku tidak lupa menggunakan atribut untuk menutupi identitasku sebagai seorang idol.

Saat ini Infinite dan banyak boyband dan girlband populer Korea Selatan lainnya sedang berada disatu hotel dalam rangka menyiapkan program SBS konser musik menyambut tahun baru 2015, yang tinggal 1 bulan lagi. Awalnya aku begitu antusias ikut berpartisipasi dalam acara ini, banyaknya para idol yang kelak ikut berpartisipasi membuka peluang untukku bertemu dan berada dalam satu panggung dengan yeoja idamanku, salah satu member sekaligus visual yang namanya sedang bersinar di tahun ini, namun kini angan-anganku terancam sirna karena ulah konyol hyungku di Infinite, mereka memang seringkali melakukan hal-hal ajaib, mereka bilang kami terlalu serius dengan kegiatan kami sebagai seorang idol, jadi dibutuhkan kegilaan agar tidak terbunuh dengan rasa bosan.

Kalian tahu ide apa yang kali ini terlintas dikepala ajaib mereka ? Tantangan menaklukkan idol yeoja ? Tapi sialnya kali ini aku yang terpilih untuk menaklukkannya. Sebenarnya tantangan ini tidak akan membuatku kesal jika bukan yeoja itu yang terpilih. Ah entahlah, aku menganggap dia terlalu jutek dan sombong, dia memang cantik, sangat cantik bahkan, hanya saja sejak awal kemunculannya aku tidak terlalu tertarik, terlebih dengan scandal yang menimpa mereka, meski tidak tahu kebenarannya, tapi scandal itu terlanjur melekat pada dirinya.

“ Arrgghhkkkk haruskah aku kembali dan menerima tantangan bodoh itu ? “ Teriakku antara bimbang dan kesal, tubuhku sudah sangat lelah, dan kaki ini ingin segera di istirahatkan tapi mengingat wajah menyebalkan mereka yang siap menyambutku dengan tantangan konyol membuatku berpikir lagi untuk kembali ke hotel, tapi aku sadar sekarang ataupun nanti, ini harus dihadapi.

Aku baru saja membuka pintu kamar, dan hal yang pertama aku lihat adalah 5 wajah dengan senyum misterius yang memaksaku untuk segera mengambil keputusan, serta 1 wajah dengan tampang menyedihkan seakan tidak rela aku menerima tantangannya.

“ Baiklah, aku menerima tantangan kalian, tapi jika aku bisa menaklukkanya apa keuntungan yang aku dapatkan ? “ Tanyaku percaya diri balik menantang hyungdeul.

Sunggyu, Hoya, Seungyeol, Dongwoo serta Woohyun hyung menghentikan aktifitas mereka dan serempak menghampiriku dengan tatapan tidak percaya sekaligus senang rayuannya berhasil, hanya Sungjong yang menunjukkan wajah tidak rela, tentu saja ia cukup dekat dengan member grup itu, terutama visual sekaligus maknaenya, ia tidak mungkin rela jika yeoja jutek yang sudah ia anggap sebagai nunanya sendiri dijadikan bahan taruhan oleh kami.

“ Woahhh, kau sudah memikirkannya benar-benar ? eoh maksud kami…. kau sudah menemukan strategi yang jitu untuk menaklukkannya ? Daebak!!! “ Ucap Sunggyu hyung menjentikan jarinya antusias.

Tch strategi jitu ? memangnya sesulit itu menghadapinya ? aku tersenyum sinis dan melihat wajah mereka satu persatu “ Hyung merendahkanku ? memangnya apa istimewanya dia ? sudah pasti aku akan dengan mudah menaklukkanya “ Kembali aku menunjukkan rasa percaya diriku yang tinggi, meskipun itu bertolak belakang dengan keyakinanku.

“ Eoh L-yah, dia itu berbeda dengan idol yeoja lainnya, kau harus mempunyai cara jitu untuk mendekatinya, terbukti kita pernah bersama di acara amal dan idol athletik tapi aku sama sekali tidak pernah melihat kalian saling berinteraksi “ Kali ini Dongwoo hyung mengingatkanku, aku menghentikan gerak tangannya yang ingin ia kalungkan ke leherku.

“ Itu karena aku yang tidak tertarik padanya, cepat katakan apa yang aku dapatkan jika berhasil menaklukkannya “

Seperti biasa setiap tantangan yang kami jalani harus memiliki reward yang menggiurkan, terlebih tantangan kali ini lebih berat dari tantangan sebelumnya, tch mereka ingin berbuat curang padaku, giliran aku mereka memilih tantangan yang menyusahkan seperti ini.

“ Bae Suzy….setelah konser ini berakhir kita memiliki project khusus dengan Suzy, kami akan membantumu untuk dekat dengannya, otthokae ? menarik bukan ? tentu saja….kami juga tidak kejam tantangan seberat itu tetapi hadiahnya hanya terbebas dari piket harian dan traktir makan “ Ucap Sunggyu berhasil membuatku terhenyak.

Bae Suzy ? Ya Tuhan itu memang keinginanku, meski aku yakin Suzy sangat mudah untuk menerima siapapun yang ingin dekat dengannya, namun jika tidak karena bantuan member Infinite aku tidak mungkin bisa terlihat nyaman ketika bersama Suzy di Invisible Youth beberapa tahun lalu, aku ini sangat pemalu terlebih jika dihadapan yeoja yang aku sukai, tapi mengapa hyung yang lainnya hanya diam saling melempar tatapan ? apa jangan-jangan ini hanya akal-akalan Sunggyu hyung agar aku segera menyetujuinya .

Menyadari keadaan yang hening “ Ehem, yya !!! benarkan ? kita akan membantu L untuk mendapatkan yeoja pujaannya “ Sunggyu hyung terlihat mengintimidasi yang lainnya, membuat akhirnya mereka hanya mengangguk menyetujui rencana Sunggyu hyung.

“ Apaaaa…..ada batasan waktu ? “Tanyaku akhirnya pertanda menyetujui tantangan konyol mereka, ahhh biarlah ini tidak seberapa dibandingkan aku akan mendapatkan Suzy.

Mereka saling melirik, sebelum akhirnya Sunggyu hyung menepuk bahuku “ Kita berlatih bersama mereka selama 2 minggu disini, itulah waktumu untuk meluluhkannya “ Ucap Sunggyu hyung.

“ Yya aku tidak rela nunaku akan dijadikan taruhan terlebih jika kau hanya ingin mendapatkan Suzy, kalian jahat “ Rengek Sungjong seperti anak kecil, namun serangan hyungdeul yang membekap mulutnya membuat akhirnya maknae itu pasrah.

“ Cukup hanya menyaksikan, ini hanya permainan biasa sesama laki-laki, kau masih kecil dan tidak tahu apa-apa “ Ucap Dongwoo yang dengan kejam menjitak kepala Sungjong.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku melihat tingkah mereka, dan memutuskan masuk ke dalam kamar untuk segera beristirahat. Mulai besok aku harus menyiapkan energi dan memikirkan cara untuk membuang waktuku mendekati yeoja jutek itu.

Pagi ini kami sudah berkumpul di aula besar yang disiapkan oleh pihak SBS, menunggu mereka membagikan konsep acara. Miss A……mereka berada tepat didepan kami, membuat semangatku untuk acara ini kembali hidup. Mataku fokus pada sosok tinggi dengan rambut panjang hitamnya yang berkilau, ia memilih duduk di bagian paling pinggir , tentu saja aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.
Ku ambil posisi tepat dibelakangnya, berharap ia menyadari keberadaanku dan kami bisa saling mengobrol. Hampir semua tempat yang ada didekat kami sudah terisi, kecuali satu tempat tepat disampingku. Aku mendengar hyungdeul berbisik-bisik, tapi aku tidak peduli, tiba-tiba Hoya hyung yang berada disamping kiriku berbisik pelan ditelingaku.

“ Ingat !!! P-A-R-K J-I-Y-E-O-N “ Ucapnya mengeja jelas nama itu.

Isshh!! mengapa ia harus mengingatkan ku tentang tantangan itu disaat seperti ini, merusak moodku saja. Tiba-tiba semua mata menoleh ke arah pintu aula yang kembali terbuka, 6 orang yeoja muncul dari balik sana dan kini berjalan tergesa-gesa.

“ Annyeonghaseyo, jwesonghamnida kami sedikit terlambat “ ucap mereka serempak seraya membungkukkan tubuh. Huh mereka itu profesional tidak sih ? hari pertama sudah datang terlambat, mengecewakan.

Pihak SBS kemudian mempersilahkan mereka untuk menempati posisi yang telah ditentukan, dan ternyata disampingku ini adalah posisi mereka, semua member menunjukkan senyumnya, kecuali yeoja jutek itu, dan mwo ? dia memilih duduk tepat disampingku, membuatku lagi-lagi harus berkata “ keberuntungan yang sangat singkat “, bagaimana tidak baru saja aku senang karena berada didekat yeoja idamanku, sekarang konsentrasiku harus terbagi dengannya.

“ Itu Park Jiyeon “ Bisik Hoya hyung menyenggol bahuku dengan bahunya, aku tahu!! memangnya berapa kali ia harus menyebut nama itu ? membuat telingaku semakin gatal saja seharian ini.

“ Annyeonghaseyo “ Tidak kusangka member T-ara menyapa kami.

“ Nde Annyeonghaseyo “ Ucap kami serempak membalas sapaan mereka.

“ Nuna!!! “ Sungjong si maknae pabbo yang berada paling ujung sedikit berteriak memanggil nunanya membuat semua mata kini menuju kearah kami, setelahnya ia hanya menyengir bodoh.

“ Eoh Jiyeon-ah “

“ Kim Myungsoo “

Deg

Aku tersenyum kaku pada yeoja yang menyebut namaku, Bae Suzy…..ia menyadari jika aku berada tepat dibelakangnya setelah ia menyapa Park Jiyeon, menutupi rasa gugupku aku berpura-pura menoleh kearah lain, tidak sadar justru kini aku menatap Park Jiyeon, kulihat ia hanya membalas sapaan ramah Suzy dengan senyuman minimalis. Benar-benar sombong, bukankah mereka berteman baik ? mengapa hanya seperti itu balasannya.

Pihak SBS mulai menjelaskan konsep yang akan ditampilkan dalam acara konser musik itu, semangatku sedikit diperbaiki dengan mereka mengatakan bahwa konser nanti akan ditutup dengan konsep kolaborasi, girlband dan boyband yang ditunjuk akan berkolaborasi untuk menyanyikan lagu yang dimiliki grup kolaborasinya. Terdengar unik, apalagi dance girlband yang harus dilakukan oleh boyband. Jantungku kembali berdetak, aku benar-benar berharap bisa bersama dengan Miss A, tidak peduli bagaimana nanti caraku menaklukkan si yeoja jutek dalam 2 minggu kebersamaan kami, jika doaku terkabul bukankah taruhan konyol itu tidak lagi berguna ? untuk apa aku harus menaklukkan Park Jiyeon, jika aku sudah berhasil mendekati Bae Suzy.

“ T-ara kalian akan berkolaborasi dengan Infinite “

Sial, baru saja aku berkhayal, suara panitia itu sudah membenamkan harapanku, mau tidak mau aku ikut berdiri membungkuk hormat dan tersenyum kearah T-ara, tepat ketika aku menyunggingkan senyum pura-puraku, Park Jiyeon yang ada disampingku menatapku dan tersenyum. Huh baru kali ini aku melihatnya tersenyum, tapi tetap saja itu terasa dibuat-buat agar terlihat baik ditangkap oleh kamera, benar-benar berbeda dengan Suzy.

Satu-persatu dari para idol grup sudah mendapatkan pasangannya, dan kini saatnya pembagian ruangan untuk kami berlatih, sejenak aku kembali mengarahkan mataku untuk melihat dimana Miss A berada. Lucky SHINee !!! Tuhan mengabulkan doaku untuk mereka, Miss A dan SHINee mereka terpilih untuk berkolaborasi.

Ruang Latihan T-Infinite

“ Kim Myungsoo-ssi, silahkan kau bersama dengan Park Jiyeon “ ucap Instruktur mengingatkanku untuk segera menuju kearah yeoja itu, semua member Infinite sudah berdiri disamping pasangan masing-masing, sementara Sungjong, instruktur kami memutuskan bahwa posisi Sungjong tidak memerlukan pasangan, otomatis Park Jiyeon yang masih berdiri tanpa pasangan akan bersama denganku.

Dengan langkah berat aku menuju kearahnya yang menatapku seperti terkejut, tepat ketika aku sudah berada disampingnya, ia menggeser sedikit posisinya memperlebar jarak diantara kami, aku menatap aneh pada dirinya yang seolah alergi berada didekatku. Aku mulai percaya dengan kata-kata hyungdeul, bahwa dibutuhkan strategi khusus untuk menaklukkannya.

Sepanjang latihan, aku melihat semuanya tertawa begitu senang dengan masing-masing pasangannya, bahkan Sungjong yang tidak mendapat pasanganpun begitu bersemangat, eonnideul T-ara begitu sabar mengajarkan dance menari bopeep-bopeep yang akan Infinite bawakan nanti. Tidak denganku, Park Jiyeon terlalu serius ketika mengajariku, bahkan ia tidak peduli aku belum lulus untuk satu gerakan, ia sudah berpindah mengajarkan gerakan lainnya, awas saja eoh? aku akan melakukan hal yang sama ketika kau melakukan gerakan dance Back kami.

Selesai, terimakasih Tuhan, aku bisa terlepas dari situasi tidak nyaman sepanjang hari ini bersama yeoja itu. Aku segera mengikat kencang tali sepatuku, membereskan peralatan latihanku dan bergegas pergi meninggalkan ruang latihan, aku tidak ikut-ikutan hyungdeul dan Sungjong yang masih betah berada disana dan mengobrol bersama T-ara.

Terhitung sudah 3 hari kami berlatih bersama, mereka kecuali aku dan yeoja jutek itu semakin terlihat akrab dan menyatu, seperti kali ini mereka mengisi waktu istirahat dengan duduk saling bersandar pada masing-masing pasangan dan mengaitkan 1 headset di telinga mereka.
Aku berdesis kesal, bukan aku merasa iri, tapi ini terlalu berlebihan, mereka seperti sepasang kekasih dengan 1 lalat yang mengganggunya, dan 2 buah gantungan kunci yang ada didekat mereka ( Red : Sungjong, Aku dan yeoja jutek itu ).

“ Ini untukmu “ Aku menoleh kearah tangan yang memberikan minuman untukku, untuk beberapa detik aku hanya terdiam menatapnya, namun tiba-tiba senyumnya membuatku tersadar dan akhirnya tanganku menyambut kaleng minuman yang ia sodorkan.

“ Go-ma-wo “ Ucapku kikuk, ia mengangguk dan kemudian melangkah menjauh dari tempat ku berada.

Pada kaca besar aula yeoja itu menyandarkan tubuhnya, menggelung rambut panjang hitamnya kemudian menikmati segarnya minuman yang membasahi kerongkongannya, aku masih belum mengalihkan mataku dari sosoknya. Entah karena terkejut dengan sikap friendly nya yang tiba-tiba, a tau mulai mengagumi kecantikkannya, tapi tunggu !!! bukan berarti aku sudah mulai terpikat padanya, ini hanya efek kejut dari sikapnya padaku barusan. Aku yang harus menaklukkannya, bukan dia yang akan menaklukkanku.

“ Eoh, eonni duluan saja, aku masih ingin disini “

Aku mendengar yeoja itu menolak ajakan eonnideulnya untuk meninggalkan tempat ini, padahal hari sudah sangat sore dan kami semua merasa begitu lelah, tapi entah apa yang akan ia lakukan, ia ingin bertahan ditempat ini.

“ Eoh nuna, apa kau ingin aku menemanimu ? “ Ucap Sungjong menawarkan, tapi kulihat yeoja itu menggeleng.
“ Ahni, aku hanya sebentar, dan akan segera menyusul “ Ucapnya kini sibuk membenarkan kaos kaki serta sepatu yang ia pakai.

“ Eoh L-yah !!! kau akan disini juga menemani Park Jiyeon “ Seungyeol hyung pabbo itu berteriak menanyakan hal yang tidak mungkin aku lakukan, namun kalimatnya berhasil membuat member Infinite serta T-ara lainnya kini menatapku, termasuk yeoja itu.

Sial, mulutku tidak bisa membalas ejekannya, aku hanya membiarkan kini mereka semua puas menertawaiku. Dengan kesal, aku segera meraih tasku dan meninggalkan tempat itu, namun ku dengar tawa mereka semua semakin menjadi-jadi. Ah terserah kalian sajalah!!!

Aku sibuk membuka tas dan mengeluarkan apapun dari dalamnya mencari smartphoneku yang entah dimana kini keberadaannya, tidak kutemukan, bahkan ketika aku meminta bantuan hyungdeul untuk menghubunginya, suaranya tidak terdengar.

“ Sebenarnya kau menaruh itu dimana eoh membuat repot saja ? “ Sungut Woohyun hyung kesal, karena belum juga menemukannya.

Aku terus fokus mencari, mengabaikan sungutan dari hyungdeul dan Sungjong yang juga sibuk membantuku mencari, bagaimana jika ditemukan oleh orang lain ? bisa-bisa akan menjadi sangat heboh karena aku memasang wajah Suzy untuk layar depan ponselku itu.

“ Eoh, ruang latihan, nde coba kau cari kesana !!! “ Dongwoo hyung berteriak lantang.

“ Eoh benar “ ucap kami serempak

“ Hyung aku pinjam, disana pasti gelap “ Aku merampas cepat ponsel Woohyun hyung dari tangannya dan berlari menuju ruang latihan.

Benar saja sepanjang lorong ruangan begitu gelap, aku menyalakan senter dari ponsel yang ada ditanganku dan berjalan semakin kedalam, dari jauh sayup-sayup aku mendengar suara musik, aku mengernyit heran, ini sudah sangat malam siapa yang menyalakan suara musik sekencang ini ? dan mwo ? lagu Back milik kami ? aku semakin cepat berjalan dan ku lihat ruang latihan masih menyala, “ Apa mungkin ada orang disana ? “ Ttanyaku yang tiba-tiba menjadi sedikit takut.

Dorawajwo I want you back back back back back
Back, back, back, back, back
Neowa nae gieok nareul sigane, Matgyeo duji ma
Dorawajwo I want you back back back back back
Gidarilke na yeogi namgyeojin chae dorason chae
I say save me

Kulihat yeoja itu menari begitu luwes dan lincah, wajahnya pun masih terlihat bersemangat, ia melakukan gerakan dance kami begitu sempurna, tidak salah ia mendapatkan posisi main dancer di groupnya, tariannya memang sangat memukau. Aku merapatkan tubuhku ke dinding, menyaksikan dirinya dari kejauhan, karena terlalu serius ia tidak menyadari jika aku menatapnya dari sini.

Musik berhenti, dan gerakannyapun ia tutup dengan apik, kulihat ia tersenyum dan menghela nafasnya yang terlihat memburu. Aku masih menatapnya, harus aku akui dancenya begitu mengagumkan.

“ Eoh kau ? “

Aku terkesiap saat ia menyadari keberadaanku yang sedang melihatnya, ku garuk kepalaku yang tidak gatal dan tersenyum canggung.

“ Ak-ak akuuu …..” Bodoh mengapa jadi panas dingin seperti ini ? aku tidak sedang mengintip orang yang sedang mandi, tapi suara yeoja itu terdengar seperti menangkap seorang namja pervert.

Yeoja itu mengambil sesuatu dari dalam tasnya, dan berjalan ke arahku, aku benar-benar seperti orang bodoh hanya memasang senyum kaku kearahnya.

“ Ini milikmu bukan ? “ Tanyanya.

“ Eoh, aku mencarinya “ Ucapku menjadi tidak enak.

“ Gomawo “ Sudah dua kali hari ini aku mengucapkan kata itu untuknya.

Ia tersenyum dan mengangguk, kemudian berbalik meninggalkanku. Aku masih ditempatku, tidak berniat melangkah padahal smartphone milikku sudah aku temukan. Aku teringat dengan taruhan itu, bukankah ini kesempatan emas ? ini timing yang tepat untuk menebar pesona kepadanya.

Aku berjalan kearahnya, dan dengan percaya diri kini aku duduk dihadapannya, ia memandangku aneh, namun tidak ada kalimat pertanyaan dari bibirnya. Aku pun belum tahu akan membicarakan apa, aku berharap ia yang akan memulainya, tapi hampir 10 menit tidak ada satupun dari kami yang berbicara, merasa situasi begitu awkward ku alihkan pandanganku melihat sekeliling ruang latihan, tidak ada siapa-siapa kecuali dirinya.

Baru saja aku akan membuka mulutku untuk bertanya, yeoja itu sudah berdiri dan menenteng tas latihannya “ Aku duluan “ Ucap yeoja itu enteng dan meninggalkan ku begitu saja.

Aku hanya terbengong dengan sikapnya, benar-benar yeoja yang tidak biasa, ia bersikap manis ketika banyak orang, dan kemudian begitu dingin disaat kami hanya berdua.

Malam-malam berikutnya,

Aku menutup telingaku rapat-rapat dengan bantal ketika hyungdeul menanyakan sudah sejauh mana usahaku untuk meluluhkan Park Jiyeon, aku malas menjawabnya, karena memang tidak ada perkembangan berarti setelah hampir 1 minggu kebersamaan kami, aku sudah mencoba mendekat, namun yeoja itu lagi-lagi mengacuhkanku.

“ Jadi kau menyerah eoh ? kau akan merelakan Suzy ? baiklah, kau memang idol yang payah “ Ucap Sunggyu hyung memanas-manasi, sontak aku terbangun, aku tidak terima jika dikatakan namja payah hanya karena seorang Park Jiyeon.

Aku menatap tajam padanya “ Siapa yang kau katakan payah ? masih ada waktu 1 minggu dari perjanjian, jangan menyimpulkan apapun sebelum waktu itu berakhir “ Ucapku marah dan langsung bangkit keluar dari kamar yang terasa sesak.

“ Jika begitu buktikan saja!!! “ Teriak mereka serempak.
Tch….menyebalkan!!! huft aku akan mencobanya kembali.

Ruang latihan T-Infinite

“ Kau tidak lelah ? kurasa dancemu sudah cukup bagus “ Ucapku berbicara namun tidak menatap matanya.

Yeoja itu terlihat tidak nyaman dengan keberadaanku disisinya, dia menghentikan gerakannya ketika lagi-lagi aku muncul dihadapannya. Dia terlihat ingin meninggalkan tempat ini, padahal aku tahu dia baru saja berlatih, malam-malam sebelumnya ia berlatih hingga tengah malam dan ini baru pukul 9, masih jauh dari yang biasa ia lakukan.

“ Apa kau keberatan jika aku memintamu untuk mengajariku gerakan kucingmu itu “ Ucapku ragu.

Nothing to lose, aku tidak berharap sama sekali dia akan menuruti keinginanku, karena ini bukan kali pertama aku memintanya, kemarin akupun melakukannya, namun seolah tidak peduli ia meninggalkanku.

“ Kajja berdiri di belakangku “ Ucapnya yang membuat aku memasang tampang bodohku, karena tidak menyangka kali ini ia menerimanya.

Tidak mau ia berubah pikiran, akupun segera bangkit dan mengikuti perintahnya, ia berdiri didepanku, mencontohkan dance kucing lucu lagu miliknya itu, aku pun mengikuti gerakannya, sebenarnya ini hanya trik ku saja agar lebih dekat dengannya, gerakan seperti itu, anak kecil bahkan orangtua pun mudah menghapalnya.

Ternyata ia bisa juga sabar mengajarkanku, dan tidak marah ketika aku asal-asalan melakukan gerakannya, ia hanya tersenyum dan mengatakan jika aku orang yang konyol. Tidak sadar aku selalu dibuatnya tersenyum dengan mimik wajahnya yang merengut, menyembunyikan kekesalannya, dan tertawa ketika gerakan kucing itu aku yang melakukannya.

“ Gomawo untuk malam ini, meski belum terlihat lancar tapi ini jauh lebih baik bukan ? “ Tanyaku padanya yang berjalan disampingku.

Ia hanya tersenyum, jika dipikir-pikir yeoja ini sangat jarang mengeluarkan suaranya, ia hanya menanggapi lawan bicaranya dengan tersenyum, aku memutar otakku mencari pembicaraan apa yang bisa membuatnya berbicara panjang lebar, namun tidak juga menemukannya hingga ia berbelok ke arah kamar T-ara, meninggalkanku begitu saja.

“ Sampai jumpa besok yah, sekali lagi gomawo untuk malam ini “ Aku sedikit berteriak kearahnya yang sudah cukup jauh.

“ Tch benar-benar aneh, tidak mengucapkan salam perpisahan dan pergi meninggalkanku begitu saja “ Gerutuku, namun entah mengapa ada perasaan senang yang aku rasakan malam ini, apa mungkin karenanya ? isshhh tentu bukan, aku senang karena sudah ada titik terang dari kemenanganku.

Hari ini kami diberikan waktu untuk berjalan-jalan mengunjungi taman hiburan bersama dengan masing-masing kolaborasinya. Hal ini aku gunakan untuk mendekati yeoja itu lagi, aku selalu berada tidak jauh dari dirinya dan memperlakukannya seolah-olah aku begitu perhatian padanya.

“ Ini minumlah “ Aku menyodorkan minuman milikku kepadanya yang hampir tersedak karena kicauan Hyomin nuna yang menggodanya denganku, pipinya terlihat memerah ketika akhirnya semua member T-Infinite menggodanya denganku, aku mencoba stay cool, karena memang aku tidak terganggu dengan apa yang mereka lakukan, sudah ku bilang aku tidak tertarik padanya, oleh sebab itu aku tidak merasa GR.

Apa berarti yeoja ini menyukaiku ? Cha!!! Lihatlah dia tidak sesulit yang para hyung katakan bukan ? pada dasarnya semua yeoja sama hanya terlihat jual mahal diawal namun pada akhirnya ia tidak bisa mengabaikan pesonaku, jika seorang Bae Suzy yang idola banyak idol namja saja bisa dengan mudah aku taklukkan, ehm maksudku mendekatinya, apalagi seorang Park Jiyeon, kurasa sekarang ini hanya akulah yang berani melakukannya, lihat saja Woohyun meskipun ia fanboy Park Jiyeon, namun ia menolak ketika diberikan tantangan ini sebelum akhirnya pilihan jatuh ke arahku.

Ruang latihan T-Infinite

Dua minggu hampir berlalu dan Park Jiyeon semakin dekat denganku, ia selalu memberikan perhatiannya padaku, baik ketika berlatih dengan member lainnya, ataupun ketika bertemu secara pribadi di malam hari.

Aku tersenyum senang, wajah Bae Suzy semakin jelas terlihat dihadapanku, aku ingin cepat-cepat menyelesaikan tantangan ini, apa aku harus mengucapkan kalimat itu sekarang ya ? Aku berkutat dengan pikiranku sendiri, hingga aku merasakan tangannya menyentuh lembut bahuku.

“ Apa yang kau pikirkan ? “ Tanyanya penasaran ketika aku hanya melamun dihadapannya.

Aku menatap matanya begitu dalam, hingga merubah senyum manisnya menjadi terasa kikuk, dan terus menatapnya hingga akhirnya ia menjauhkan wajahnya dari diriku. Aku tersenyum sinis, ternyata benar ia sepertinya jatuh cinta padaku. Lihatlah hyungdeul , aku bukan namja yang payang seperti yang kalian katakan.

“ Ehem aku ke toilet sebentar “ Aku segera berdiri dan beranjak meninggalkan yeoja itu yang wajahnya terlihat bersemu.

Didalam toilet, aku keluarkan smartphone ku dan mulai memasang rekaman untuk dijadikan bukti pada hyungdeul nanti, mereka itu licik, jika tidak ada bukti pasti mereka akan menyuruhku melakukan ulang, dan aku tidak akan mau melakukannya lagi, ini hanya karena terpaksa harus mengikuti skenario mereka makanya kini aku dengan berat hati melakukannya.

“ Sudah malam, kita harus segera kembali “ Ajaknya padaku.

Namun belum sempat ia berlalu, aku sudah menahan tangannya membuat ia kini menatap ku, aku menangkap perasaan gugup didirinya, terbukti ia hanya menunduk tidak berani melihat wajahku.

“ Aku menyukaimu “

Bukan mendongakkan wajahnya, justru ia semakin menunduk dalam, aku tidak tahu apa yang ia pikir dan akan lakukan setelah aku mengucapkan kalimat itu, cukup lama aku menunggunya, hingga akhirnya tanganku tidak sabar dan meraih dagunya, menuntut wajahnya untuk menatapku.

Lagi-lagi aku melihat wajahnya memerah, ia benar-benar terlihat gugup dengan pengakuanku. Aku mendekatkan diriku padanya, tidak ingin berlama-lama dalam situasi yang sebenarnya aku lakukan dengan terpaksa, namun ia masih bungkam hingga akhirnya aku tidak sadar justru membuat jarak kami hampir tidak ada.

“ Apa kau mau menjadi yeojachinguku ? “ Ucapku percis didepan wajahnya, aku measakan nafasnya yang memburu menyapu wajahku, kena kau Park Jiyeon!!! Kau tidak akan mungkin menolaknya.

“ Aku….Ak-akkuuu “ Ia benar-benar terlihat gugup hingga tidak bisa mengeluarkan suaranya.

“ Cukup kau diam berati kau menerimanya “ Ucapku tidak mau ini terlalu berlarut-larut, dan benar saja ia hanya terdiam.

Aku tersenyum penuh kemenangan, kurang dari 2 minggu, aku sudah mendapatkannya, jelas pesonaku begitu kuat dan hyungdeul salah menilaiku.

Hyungdeul hanya terdiam ketika rekaman itu aku perdengarkan di telinga mereka, kali inipun aku memasang rekaman pembicaraan kami, agar mereka tidak mengelak ketika janjinya aku tagih. Ku melipat tanganku dan menyombongkan diriku dihadapannya, namun tiba-tiba sorot mata mereka berubah tidak bersahabat padaku, apa ada yang salah ? apa kali ini mereka akan mengelak untuk mempercayainya, jelas-jelas aku sudah berhasil menaklukkanya.

“ Michiesseo, kami tidak meminta sampai sejauh ini, cukup kau terlihat akrab dengannya maka kami akan sudah menganggapmu berhasil, apa kau tidak memikirkan perasaannya ? “ Sunggyu hyung berkata tajam dan menatapku kecewa.

Aku menatap heran ke 5 hyungku dan Sungjong si maknae yang seolah ingin menangis, aku benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya membuat mereka marah ? bukankan ini semakin terlihat menarik jika Park Jiyeon mengakui jika ia jatuh cinta padaku eoh ?

“ Jika kejadiannya seperti ini maka kami tidak akan membantumu untuk mendapatkan Bae Suzy, kami tidak mungkin membuatmu dekat, disaat kau sudah menyatakan perasaanmu pada Park Jiyeon “ Mereka meninggalkanku begitu saja dengan wajah kecewa.

“ Hyung, kalian bersikap tidak adil denganku, yang aku inginkan Bae Suzy bukan Park Jiyeon eoh, kalian tidak boleh mengingkarinya eoh!!! “

Aarrgkk sial, mereka mengerjaiku, jelas aku telah dicurangi, aku tidak terima, jika begitu cukup sampai hari ini aku mendekatinya, aku tidak mau lagi melakukan untuk mereka yang berbohong padaku.

Hari ini adalah hari terakhir kami berlatih, namun suasana ruang latihan nampak mencekam, T-Infinite nampak serius berlatih tanpa ada canda tawa seperti biasanya, aku pun merasa tidak nyaman karena member Infinite seolah menjauhiku, sementara beberapa member T-ara menatapku seolah meminta jawaban dari situasi aneh ini, tapi aku hanya cuek dan mengabaikannya, jika jadinya seperti ini dari awal saja aku tidak menerima tantangan bodoh ini, karena tangtangan itu membuat kami semua terpecah.

“ Eoh Myungsoo-ah ini milikmu tertinggal “

Aku terus berjalan meninggalkan yeoja itu yang seperti mengatakan sesuatu, tapi karena pikiranku tidak sedang tertuju padanya, maka aku tidak menangkap jelas apa yang ia katakan.

Didalam kamarpun kami hanya fokus membereskan peralatan kami untuk kemudian kembali ke dorm Infinite, tidak ada percakapan yang tercipta, hingga aku benar-benar merasa kesal.

“ Yyaaa, mengapa seolah disini hanya aku yang salah ? bukankah ini ide gila kalian yang menginginkan yeoja itu dekat denganku, lalu sekarang mengapa kalian menjauhiku untuk janji yang aku tagih ? “ Aku berteriak kesal, namun mereka benar-benar tidak mempedulikanku.

“ Kim Myungsoo kajja, kita harus segera menghadiri perpisahan, mengenai hal itu kami harap Jiyeon tidak pernah menganggapnya serius pernyataan cintamu, minta maaf padanya dan katakan kau hanya bergurau, meski terdengar konyol tapi bagaimana lagi ? kau tidak menyukainya “ Ucap Sungyeol hyung dan satu persatu dari mereka pergi meninggalkanku.

“ Jiyeon-ah, sampai jumpa lagi yah, aku tidak sabar melihat penampilanmu dengan lagu Infinite “ Aku melihat Suzy dan Jiyeon saling berpelukan erat, Suzy nampak begitu cantik malam ini dengan segala keanggunannya.

Aku tersenyum menatapnya, namun senyumku sekejap berubah menjadi kebingungan saat kulihat yeoja itu, Park Jiyeon yang biasanya terlihat memasang wajah jutek justru meneteskan airmata dipelukkan Suzy, tangisannya begitu memilukan setiap orang yang melihatnya, eonnideulnya di T-ara dan idol lainnya saling berusaha menenangkannya.

“ Kau selalu seperti ini jika berpisah dengan teman-temanmu “ Ku dengar Luna juga menghibur yeoja itu.

Entah mengapa melihat tangisannya aku merasa bersalah, aku baru menyadari kekhawatiran hyungdeul, jika untuk hal seperti ini saja yeoja itu menangis, bagaimana jika ia tahu aku mempermainkannya, apa yang akan terjadi padanya ? tiba-tiba aku merasa khawatir, akupun kembali menatap ke arahnya, namun dia tidak ada lagi disana.

Dengan cepat aku menerobos kerumunan orang-orang yang masih sibuk mengucapkan perpisahan, aku mencarinya disetiap sudut ruangan yang penuh dengan idol-idol terkenal, hingga tidak sadar kini kaki ku sudah sampai hingga keluar ruangan, namun yeoja itu tidak ada, aku tidak melihatnya dimanapun.

“ Eoh, Minho-ah apa kau melihat Park Jiyeon ? “ Aku bertanya pada Minho yang aku temui, berharap ia dapat memberikan keterangan. Aku tidak peduli ia memandangku heran.

“ Kau sudah akrab dengannya yah ? eoh aku lupa kalian berkolaborasi bersama, tadi dia berbincang denganku, tapi setelah itu aku tidak tahu lagi kemana, muungkin ke atas sana “ Ucap Minho memberikan sedikit petunjuk.

Akupun terus melangkah mencari keberadaannya, hingga tidak sadar kaki ini sudah mengantarkan ku hingga kebalkon atas gedung hotel. Aku bernafas lega, menemukan dia sedang berdiri memandang langit. Kulangkahkan kakiku mendekat kearahnya.

“ Kau disini ? “ Tanyaku padanya.
Namun ia hanya terdiam, seolah tidak menganggapku ada. Aku tetap meunggunya hingga ia menoleh kearahku. Tidak berapa lama iapun membuka matanya yang terpejam dan berbalik ke arahku.

“ Ini milikmu, aku menemukannya siang tadi “ Ucapnya terdengar parau.

Aku menatap kearah tangan yang menyodorkan sesuatu ke arahku, aku terkesiap, aku tidak sadar jika aku kembali meninggalkan smartphone itu, dan kali ini aku begitu khawatir, selain layar depan yang masih memajang sosok Bae Suzy, rekaman kemarin malam juga ada disana, aku menahan nafasku khawatir, berharap Jiyeon tidak mengetahuinya.

“ Kamsahamnida, sudah memberikan 2 minggu yang menyenangkan untuk diriku dan eonnideul, awalnya aku merasa sangat sulit untuk bekerjasama dengan kalian, tapi ternyata semua itu tidak terjadi, aku benar-benar senang pernah memiliki hari yang indah dengan kalian, terutama denganmu “ Ucapnya dengan senyum yang sial aku melihat kali ini ia begitu cantik, tapi perasaanku berubah menjadi was-was melihat wajah sedihnya itu.

“ Kau memang sangat ceroboh, sudah meninggalkannya dua kali, untung saja aku yang menemukannya, jika tidak mungkin sekarang kau akan menangis kencang karena hal-hal pribadimu yang hilang, dan terlebih kau tidak bisa memandang wajah Suzy dari ponselmu itu “ Ucapnya dengan senyum yang entah mengapa terasa sakit ia sunggingkan.

Aku masih hanya terdiam menatapnya dan tidak melakukan apa-apa hingga kemudian ia pergi setelah sebelumnya mengusap lembut bahuku. Ada perasaan tidak rela ia meninggalkanku, bagaimanapun aku pernah menyatakan jika aku menyukainya dan itu membuatku kini merasa bersalah.

Jeon Boram ! Lee Q-Ri ! Park Soyeon ! Ham Eun Jung ! Park Hyomin ! Park Jiyeon ! T-ara ! Number 9 ! Hamkke Kaja ! T-ara ! Gayogye ye ! Kameleon ! Number 9 T-ara ! T-ara Go !!!!

Aku menatap lemah ke-6 yeoja yang sedang tampil di acara MBC dari televisi di dorm Infinite, mereka terlihat begitu memukau dengan kekompakannya, suara fanchant yang begitu riuh membuat wajah mereka tersenyum begitu bangga, tapi tidak dengan wajah yeoja yang akhir-akhir ini memenuhi kepalaku, meski tersenyum namun aku sadar jika ia sedang bersedih.

Entah sejak kapan aku mulai menyukai lagu-lagu mereka, penampilan mereka, dan begitu bangga mendengar para fans menyebut masing-masing nama mereka, T-ara memang hebat, dan tidak bisa dibayangkan kehebatan mereka jika scandal itu tidak pernah terjadi, menurutku T-ara adalah salah satu girlband kebanggaan Korea Selatan terlepas dari apapun anggapan miring banyak orang.

Dua minggu sudah aku tidak pernah lagi bertemu dengannya dan jujur aku merindukannya, aku pikir harapanku hanya ada di tahun baru nanti, tapi tidak… hari ini di Music Core aku melihat namanya berada di daftar idol yang juga akan tampil, ia sendiri membawakan lagu Never Ever miliknya.

Aku menatap tanpa berkedip penampilan sexynya, ini tidak membuatku nyaman, seperti ada perasaan tidak rela ia melakukannya dan ditonton jutaan pasang mata dengan dance sexynya itu, tapi siapa aku ?aku bukan orang yang berhak untuk melarangnya, bahkan aku pernah menyakiti hatinya.

Sunggyu hyung dan member lainnya seperti sadar jika ada yang berbeda dari tatapanku pada Park Jiyeon, sejak kejadian itu mereka tidak pernah lagi menyinggung namanya ataupun membuat tantangan disaat kami sedang bosan, cukup kejadianku membuat kami sadar bahwa yeoja tidak untuk dipermainkan.

Acara usai namun aku belum sama sekali bertemu langsung dengannya, mataku sibuk mencari-cari dimana keberadaannya, dan senyumku pun terulas ketika aku melihatnya sedang bersama Eunji A-pink, dia disana berada diujung yang berlawanan denganku. Musik penutup telah terdengar dan member Infinite lainnya sibuk untuk saling menyapa idol lain, tidak denganku, aku berjalan terburu-buru untuk menghampirinya, tidak ingin banyak orang menyadari apa yang aku lakukan, aku sengaja memilih jalan padat, kulihat ia masih asik berbicara dengan Eunji, kulangkahkan lebih cepat kakiku, dan kini…..aku berada tepat dibelakangnya, aku menghela nafasku perlahan dan saat tubuhnya berbalik dia tepat memandang ke arahku, ia tersenyum namun tidak lama ia pun menuju backstage meninggalkanku yang bahkan belum sempat mengucapkan apa-apa.

“ Kau harus menjelaskan ini Kim Myungsoo!!! “

Manajer kami memperlihatkan tab-nya kepadaku, disana ada beberapa potongan gambar ketika kemarin aku berada di Music Core, aku tidak mengerti untuk apa ia marah hanya dengan gambar itu, namun aku tau manajerku bukan orang yang mudah marah karena hal kecil, jariku semakin dalam menjelajahi berita itu, hingga aku meliat potongan gambar yang memperlihatkan jika aku sedang mendekati Park Jiyeon,  banyak komentar positif tentang hal itu, namun komentar negatif jauh lebih banyak, bahkan kata-katanya tidak pantas untuk mereka tuangkan disana, dan aku semakin khawatir karena bukan akulah tujuan para antis itu melainkan Park Jiyeon yang habis-habisan mereka sudutkan.

“ Kau tahu, reputasimu bisa hancur jika itu memang benar ? mereka saat ini adalah girlband yang sangat dibenci di Korea Selatan, bagaimana aku harus menjelaskannya eoh ? apa kau benar-benar mendekatinya pada waktu itu ? “ Ucap manajerku benar-benar kecewa terhadapku.
Aku memandangnya tajam, aku ini memang idol, tapi apa semua yang ingin aku harus selalu dikaitkan dengan reputasiku ?

“ Iya, itu benar “ Ucapku tidak peduli dengan apa yang akan manajerku lakukan.

Kulihat ia mendesah berat, memijit kening dan wajahnya nampak memerah menahan emosi yang mungkin akan meluap jika tidak dengan segera bisa ia kendalikan.

“ Ini terakhir kali Kim Myungsoo, jangan pernah mendekatinya apapun maksudmu, dan aku akan membicarakan acara tahun baru itu, aku akan mengkajinya kembali apa kalian akan tetap tampil atau tidak “

“ Ya hyung, kau tidak bisa seenaknya saja membatalkan perjanjian yang telah disepakati “

“ Aku bisa melakukannya jika itu justru membuat nama kalian tenggelam, jangan keras kepala Kim Myungsoo “

Ia keluar membanting pintu begitu kencang, sama halnya denganku yang begitu kesal karena rencananya yang akan membatalkan schedule kami untuk tampil dalam acara tahun baru itu.

Kpop benar-benar dihebohkan dengan berita mengenai scandalku dengan Park Jiyeon, potongan gambar itu kini sedang banyak dibicarakan didunia hiburan Korea, banyak Inspirit yang menanyakankan pada kami di hampir semua media sosial.

Dan komentar negatif tentang Park Jiyeon membuat aku tidak bisa hanya berpangku tangan, aku segera menghubungi eonniedeul di T-ara dan menanyakan keadaannya, hatiku sedikit tenang ketika mengetahui jika ia baik-baik saja, aku tahu mereka bohong, Jiyeon tidak mungkin baik-baik saja dengan pemberitaan yang menyudutkannya.

“ L-yah, kau jangan memperkeruh keadaan, lihatlah bukan kau yang diserang habis-habisan tapi Jiyeon, cukup kau diam dan biarkan semua ini hilang dengan sendirinya “ Ucap Sunggyu hyung dan diangguki member lainnya menahanku untuk menemui Park Jiyeon.

“ Aku hanya akan meminta maaf padanya karena dia harus menanggung akibat dari apa yang aku perbuat “ Ucapku tidak tenang.

“ Bahkan hanya jika kau meminta maaf, dia akan tetap terluka, jadi turuti apa yang aku katakan “

Benar, meskipun aku meminta maaf padanya, dirinya lah yang akan terluka bukan aku, aku paham statusnya di negeri ini, dia adalah yeoja nomor satu yang dibenci di Korea saat ini, dan aku menambah penderitaannya.

Aku berdiri menatap MBK Entertainment tempat agensi T-ara bernaung, kukeratkan masker dan membetulkan letak kacamata serta topi agar penyamaranku tidak diketahui media, aku memutuskan untuk memui Park Jiyeon saat ini, aku benar-benar ingin sekali mengetahui bagaimana keadaannya.

Mataku tidak lepas dari sebuah van yang baru saja memasuki gedung MBK, seseorang keluar dari sana, dia Park Jiyeon , tapi mengapa dia hanya sendiri disana ?

Langkahku terhenti sejenak, seorang yeoja mengenakan seragam sekolah dan menenteng sebuah ember kecil memanggil Park Jiyeon.

“ Park Jiyeon “ Ucap yeoja berseragam itu lantang.

Aku melihat Jiyeon menghentikan langkahnya dan menoleh kearah yeoja itu lalu membungkuk tersenyum “ Nde park Jiyeon imnida “ Ucapnya berusaha melayani yeoja itu, namun perasaanku tidak enak ketika yeoja itu semakin dekat dan memandang kesal ke arah Jiyeon.

Byurrr

“ Kau sama sekali tidak pantas untuk bersanding dengan Kim Myungsoo, kau yeoja yang menakutkan “

Aku terkesiap tidak percaya dengan apa yang kulihat didepan mataku, yeoja itu..ia menyiramkan sesuatu yang ia bawa dengan ember dan menumpahkannya di kepala Jiyeon, namun Jiyeon tetap berdiri tanpa melakukan apa-apa dan bahkan dia tidak membalas perkataan kasar yeoja itu.

Semua mata menatap kearah Park Jiyeon , dan berbisik-bisik entah apa yang mereka bicarakan, aku berlari kencang dan menerobos orang-orang yang kini sudah mengerumuninya, ku buka jaket yang kupakai untuk menutupi dirinya yang kini terlihat kacau, aku membawanya masuk kedalam mobilku.

Penampilannya begitu kacau dengan bau busuk dari tubuhnya, aku membuka penyamaranku dan membersihkan tomat-tomat busuk itu dari kepalanya, Ia hanya terdiam dengan pandangan kosong, sungguh aku benar-benar merasa sedih melihatnya seperti ini “ Menangislah, aku akan mendengarnya “ Ucapku terasa begitu sesak.

Ia tidak melakukannya, ia tidak menangis seperti yang aku kira, mungkin airmatanya telah habis dengan banyaknya pengalaman pahit yang ia rasakan. Aku mengendari mobilku ke tempat yang jauh dari keramaian, aku berharap berita ini tidak terekspos dan membuat ia semakin terlihat rapuh, tapi itu mustahil berita sekecil apapun pasti akan tersebar terlebih itu mengenai T-ara, aku menggenggam tangannya erat, mencoba membuat yeoja ini tidak bersedih dengan apa yang baru saja ia alami. Aku tahu akulah penyebabnya, namun aku berharap apa yang kulakukan akan mengobati lukanya.

Aku membawanya ke tempat yang jauh dari keramaian, membelikan pakaian untuk mengganti pakaian nya yang kotor, kini ia jauh lebih tenang.

“ Aku memang bukan seorang idol yang mereka kehendaki untuk bersanding denganmu, oleh sebab itu aku bersyukur ketika malam itu aku mengetahui jika bukan aku lah yeoja yang kau sukai, aku mengetahuinya, mengetahui semua apa yang sebenarnya terjadi, tentang taruhanmu dengan member Infinite lainnya, hingga mengenai jebakanmu yang mengatakan menyukaiku, saat itu sebenarnya aku ingin marah padamu karena begitu kejam menghancurkan harapanku untuk kembali merasakan hangatnya kehadiran seseorang yang memperhatikanku, sejak scandal itu aku menjadi lebih tertutup dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi banyak orang, aku begitu sulit untuk membuka pergaulan , bahkan hanya menerima pertemanan dari sesama idol yeoja aku tidak bisa melakukannya, aku selalu berusaha sekuat yang aku bisa untuk mengembalikan lagi diriku seperti yang dulu, hingga akhirnya kau hadir dan mau menerimaku, aku berpikir jika ternyata scandal itu tidak berpengaruh sama sekali dengan pandangan orang lain terhadapku, tapi ternyata semua itu hanya sandiwara dirimu, meski begitu gomawo aku tetap akan selalu menganggapmu sebagai sahabatku, terimakasih Kim Myungsoo…..mengenai masalah ini, kau tidak perlu khawatir aku sudah cukup kuat untuk menghadapinya, aku tidak sendiri, eonnideul dan Queen’s ada dibelakangku, aku percaya mereka masih sangat mencintaiku “

Ia tersenyum dengan senyuman tulusnya yang justru membuatku merasa bersalah, aku semakin mengaguminya, sisi lain dari seorang Park Jiyeon yang tidak aku temui pada idol lainnya, termasuk Suzy yang dulu begitu aku gilai, dulu ? ya Bae Suzy adalah cerita lalu dan kini Park Jiyeon telah berhasil menggeser posisinya dari hatiku.

Perasaan murni ini akan aku simpan rapat-rapat hingga aku menemukan waktu yang tepat untuk mengatakannya, biarlah saat ini aku mencintainya dengan cara yang berbeda, aku tidak ingin ia bersedih lagi karena bertambah banyaknya orang-orang yang membencinya.

Dia memang tidak mampu menjadi bintang dihati banyak orang saat ini, tapi Park Jiyeon dia adalah bintang dihatiku.

Aku menghela nafasku lega menatap member Infinite lainnya yang sedang berlatih diatas panggung, kami sudah kembali ke kehidupan awal kami yang baik-baik saja, bekerja keras, berlatih dan tampil dari satu panggung ke panggung lain, dan dari negara satu kenegara lainnya untuk menghibur para Inspirit.

Scandal aku dan Park Jiyeon berakhir setelah aku dan manajemen memberikan klarifikasi bahwa tidak ada hubungan apa-apa diantara kami, Infinite dan T-ara sepakat untuk menerima keputusan pihak SBS untuk mengundurkan diri dari konser musik dalam rangka menyambut tahun baru yang akan berlangsung 3 hari lagi, pihak SBS tidak ingin mengambil resiko jika T-Infinite tampil, akan ada banyak antis yang menyerbu dan membuat rating mereka melorot.

Keputusan ini pun menyelamatkan hyungdeul pabbo dari hukuman manajemen karena dengan sengaja tapi tidak sadar menciptakan scandal Myungyeon. Aku menatap layar smartphoneku, membaca satu-persatu komentar dari MyungYeon shipper yang sedang bersedih mengetahui apa yang mereka harapkan tidak jadi kenyataan, aku tahu mereka begitu berharap bendera Myungyeon benar – benar berkibar, mengalahkan shipper-shipper lainnya yang juga mengidolakanku.

Tenanglah, jangan bersedih….suatu saat kalian akan benar –benar merasakan jika MyungYeon benar-benar nyata, jadi doakan hari itu datang dan senyum lebar bisa kalian tunjukkan pada dunia, MyungYeon Jjanggggg!!!!

END.

131 responses to “[ ONESHOOT ] FEELING GUILTY – ANOTHER STORY IN THE BACKSTAGE

  1. awalnya kesel bgt sama myung.dia cums mau permainin perasaan jiyeon.
    akhirnya myung suka n cinta juga sama jiyeon.paling suka kata myung yg ini “dia memang tidak mampu menjadi bintang dihati banyak orang saat ini,tapi park jiyeondia adalah bintang dihatiku”.
    amin semoga myung nanti bener” nyata bukan di shipperin lagi tapi myungyeon is real.amin

  2. sukaaaa ff ini seriusan😀
    feel’a dapet bgt sampe ikutan sedih ngeliat jiyi digituin😦 myung jahat😦 tp akhirnya dia sadar kalo dia salah dan dia juga sadar kalo jiyi juga udh naklukin hatinya😀
    dan paling suka end’a pas baca ini diawal sampe tengah aku udah berharap mereka ga bersatu bukannya apa tp utk kasus ff kaya gini *ceilehbhsgua aku lebih suka mereka ga brsatu aku juga yakin author nekenin ego’a supaya myungyeon ga brsatu *sotauluder😀
    makna dr cerita ini nyampe bgt (y)🙂
    aku juga suka katakatanya ga trll dipaksa apalg pas ntah siapa yg blg lupa😀 “bahkan hanya utk meminta maaf saja kau akan menyakitinya” kalo gasalah dia blg ky gth kalo salah maap disitu feel’a dpt bgt😀

  3. aku sangat menikmati baca ff ini🙂
    ff dg tema idol life emang gga pernah ngebosenin .. kadang jd suka mikir, ‘ahh, kehidupan asli mereka kaya gini juga gga yaa?’
    bener2 salut sama mereka yg menjalani kehidupannya sbg seorang idol, karna jelas gga mudah hidup seperti itu.

    dari ff ini kita jadi belajar untuk menghargai perasaan oranglain dan menekan ego kita untuk kebaikan semua orang termasuk diri kita sendiri..
    taruhan yg mereka buat jelas tidak baik, apalagi sampai melibatkan seorang perempuan.
    dan ambisinya myung untuk suzy juga gga baik, karna sebenernya dia bisa untuk ngedeketin suzy tanpa harus menerima tantangan bodoh itu sampai menyakiti jiyeon.
    untuk jiyeon sendiri .. kita bisa contoh sikapnya dia. sangat bijak ketika dia tau ternyata myung cuma mempermainkannya, dan sangat sabar ketika banyak orang yg menghujatnya.

    haahh, sebenernya nyesek bacanya😦 tapi untungnya myung segera sadar dan yg bikin aku merinding adalah saat myung bilang dia akan tetap mencintai jiyeon dg cara yg berbeda, dan pada saatnya nanti perasaan dia yg sebenarnya akan tersampaikan.
    harusnya ada epilog thor, atau mungkin sequel? ^^

    sangat ditunggu karya2 selanjutnya😉

  4. Baca ff ini sampe berulang² bukan karna ga ngerti tapi karna suka bangetttt sama ff ini feelnya dapet banget smpe mau nangis bacanya jadi inget skandal yg ga bener itu T.T
    Member infinite ex sungjoong tega banget buat taruhan kaya gitu.
    Myungsoo juga nyebelin bangettttt, pabooo. ga tau apa pasti jiyi pasti sakitt banget cuma dijadiin taruhan buat dpetin cwek yg myung suka dan cwek itu suzy temen deketnya jiyeon T.T heters nyebelin bangett itukan myung yg nyamperin jiyi bukan jiyi yg nyamperin myung kok sampe segitunya kasian jiyinya. syukurin skrng myung yang jadi suka sama jiyi makanya myung harusnya sadar dari dulu. Jiyeon itu jauhhh lebih baik daripada suzy. Makanya jangan nilai orng dari luarnya aja. Belum tentu orng yang keliatannya baik itu bener² orng baik dan orng yg keliatannya jahat itu orng jahat bisa aja kebalikannya. Bnyk yg blng jiyi itu cantik tapi keliatan judes, cuek, jrng senyum dll tapikan kita ga tau aslinya kaya mana. Pdhl dulu jiyi ga kaya gitu kok jiyi dulu sering senyum dan aegyo tapi semenjak skandal itu jiyi cuma senyum seadanya aja.
    Walaupun suzy itu national first love tapi entah kenapa dari awal liat, lebih suka ngeliat jiyeon dari pada suzy. Jiyeon itu semakin diliat semakin bikin penasaran kalo suzy cuma sekali liat ‘oh cantik’ terus udah itu bosen liatnya.*nahloh jadi curhat, maaf khilaf hahaha :D* Padahal banyak banget yg couplein jiyi sama namja yg ini itu, myungsoo juga. Tapi gara aku liat jiyi ketawin myung pas myung jatuh gara² main ayam²an itu jadi suka banget sama myungyeon. Mereka cocok banget barang”nya aja banyak yg couple😀 semoga myungyeon bener² pacaran dan tahun 2015 jadi tahunnya myungyeon aminn😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s