[CHAPTER 2] Miss Korea?

wpid-picsart_1409653874648.jpg

Miss Korea?

Jiyeon, Myungsoo | romance, mixedgenres (?)

Holaaa~ lama tak berjumpa! Disini, siapa aja nih, yang nunggu2in FF ini? Nah, semoga kali ini memuaskan ya^^ I worked hard, and please respect my hard work by like-ing and comment-ing this FF>< Gomawo

Yeobuseyo..”

“…”

Jinjjayo?! Omona!

-MISS KOREA? part 2 by RachelP start!^^-

Yeobuseyo..”

“Apa ini Park Jiyeon? Saya, dari pihak penyelenggara Miss Korea, mau memberitahukan bahwa Park Jiyeon dipilih menjadi calon Miss Korea,”

Jinjjayo?! Omona!

“Baiklah, besok, langsung bertemu di lobby asrama ‘The Residents’ pukul 12 siang, dengan barang-barang selama tinggal di asrama. Besok, kau akan segera meninggalkan rumah.”

“Secepat ini? Oh, baiklah. Ghamsahabnida, ghamsahabnida.”

Eomma, Appa! Kyyaaa~ Aku dipilih menjadi calon Miss Korea, eomma, appa! Tapi.. besok, aku sudah harus tinggal di asrama bersama calon Miss Korea lainnya. Mianae,” Jiyeon tertunduk sambil menyeka airmatanya. “Gwaenchana. Ini demi masa depanmu. Itu keinginanmu sejak awal, bukan? Kau harus bisa melewati semua rintangan, Jiyi-ah. Memang, itu terkesan sulit, tapi, bagaimanapun, kau harus berani mencobanya.” Ceramah Appanya.

Appa, gomawoyo.. Eomma, tak apa ‘kan, aku tinggalkan rumah dua bulan?” Tanya Jiyeon berhati-hati. “Tak apa. Eomma bisa tinggal sendiri. Lagipula, ada Appa. Kau tak perlu pikirkan Eomma. Kau harus berpikir tentang masa depanmu.” Ujar Eomma Jiyeon tersenyum. “Appa, Eomma. Saranghaeyo!~”

“Pakaian, sudah. Alat make-up, sudah. Kamus bahasa Inggris, sudah. Novel, sudah. Dompet, sudah. Selesaiii~” pekik Jiyeon girang, saat membereskan barang-barangnya. Ia turun dari lantai 2 rumahnya, ke ruang tamu, tempat Appa dan Eommanya berada. “Appa, Eomma. Aku pergi sekarang. Ingatlah, aku mencintai kalian,” Jiyeon memeluk kedua orangtuanya. Ia bersyukur, bahwa ia masih memiliki seorang ayah, dan seorang ibu. Kedua orang yang menyayanginya lebih dari yang ia kira.

“Jaga dirimu baik-baik, Yeon-a! Sampai bertemu dua bulan lagi,” Jiyeon segera menutup gerbang rumah kecilnya, dan memanggil taxi. Ia masuk ke taxi dengan hati berdebar-debar.

“Owaa~ Besar sekali,” gumam Jiyeon takjub. “Cih, kau sangat norak. Oh, aku tahu, kau dari kelas bawahan ‘kan? Lihat saja, bajumu kumuh begitu. Dan kau calon Miss Korea? Tak pantas, huh!” Ejek seorang yeoja, yang ia kenal sebagai aktris terkenal itu, Im Yoona. “Sunbae-nim.. Kau Yoona sunbae ‘kan?”

“Tak perlu kau sebut namaku. Sekarang aku tanya, kau calon Miss Korea?” Jiyeon tak berani menatap Yoona. Ia tahu, ia memang tak pantas menjadi calon Miss Korea. Ia hanya seorang penjaga cafe. Ia merutuki nasib dirinya yang malang. Matanya berkaca-kaca, tak kuasa menahan air mata. Ia sedih, kecewa, kesal, dan marah akan sunbae yang ia kenal dengan nama Yoona.

Jiyeon berlalu dari hadapan Yoona, berlari secepatnya. Sampai ia menabrak seorang namja. “Aa, mianae, agassi. Mianae,” Namja itu membungkuk sopan. “Ah, gwaenchana, tuan. Aku minta maaf,” Jiyeon berlari lagi menuju toilet. ‘Gadis yang berbeda dari gadis lain,’ batin namja itu.

….

“Sekarang, didepan saya, sudah ada 50 calon Miss Korea. Bisa diabsen terlebih dahulu?” Tanya -lebih cocok dibilang teriak- namja penyelenggara Miss Korea. Nama satu-persatu dipanggilkan. Termasuk nama Jiyeon dan Yoona.

“Baiklah. Sekarang, saya akan menerangkan penilaian ‘Miss Korea’. Sikap dan sifat saat di asrama dinilai 40%, penilaian juri saat dipanggung 30%, penilaian hasil voting khayalak ramai setempat 20%, hasil voting dari dunia maya 10%. Mengerti?” Tanya penyelenggara -yang setahu Jiyeon bernama Kim Woobin- yang dijawab dengan anggukan oleh peserta Miss Korea.

“Sekarang, mari kita bagi kunci kamar. Satu kamar berisi 2 orang. Diharapkan untuk saling berbagi kamar, dan diharapkan kerjasamanya.” Disebutkanlah nama-nama peserta secara berpasangan. “Park Jiyeon dan Son Naeun.” Teriak Woobin -yang mengisyaratkan mereka untuk mengambil kunci kamar-. Son Naeun? Sebentar, Jiyeon rasa, nama yang tak begitu asing baginya.

‘Apa?! Apa dia Son Naeun yang itu?’

“Naeun-ssi, apa kau mengenalku?” Tanya Jiyeon ragu. Gadis yang dipanggil Naeun itu hanya menatap manik mata Jiyeon sebentar, lalu mengacuhkannya. ‘Cih, apa mau-mu, Son Naeun? Kau diam saja, apa kau rasa itu akan menjadi masalah bagiku?’

“Sudahlah, aku lelah berbicara sendiri. Kau tak menyahut sedikit-pun. Lebih baik aku tidur saja,” omong Jiyeon pada Naeun -yang bisa juga dibilang, dia berbicara sendiri-.

….

Malam telah berganti pagi. Bulan sudah digantikan oleh matahari. Dan, kegiatan bermalas-malasan sudah harus diganti oleh bekerja keras. Ya, mulai sekarang, mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan title ‘Miss Korea 2014’.

Jiyeon berjalan menyusuri lorong kamar menuju meja makan asrama dengan gontai. Son Naeun itu memang tak bisa diajak berkompromi. Ia lebih memilih menyendiri dibanding berdiskusi dengan temannya. Sehingga, Jiyeon tak memiliki teman satupun. Ya, satupun.

Terdengar bunyi dentingan sendok-garpu dari ruang makan. Jiyeon sudah berada disana. Ruang makan terlihat luas, seperti tempat sarapan tamu-tamu hotel. Banyak makanan menggugah selera Jiyeon. Ia mengambil satu mangkuk Laksa (khas Indonesia), sepiring roti dengan butter,  dan semangkuk cornflake dan susu. Jiyeon memilih duduk sendiri, dipojok ruang makan.

Tiba-tiba..

Brak..

Kursi sebelah Jiyeon ditarik dengan kasar. Ya, siapa lagi kalau bukan Yoona. Ia merebut mangkuk Laksa yang sedang disantap Jiyeon dengan kasar. Ditumpahkannya-lah ke blazer hitam yang dikenakan Jiyeon.

“Apa yang kau lakukan?!” Teriak Jiyeon mendorong Yoona sampai jatuh. Pipinya terbentur meja tempat menaruh buah-buahan. Buah tersebut mengenai tubuh Yoona. Jiyeon sempat mengelap blazernya yang terkena kuah Laksa. “Kau.. beraninya kau!” Geram Yoona. Yoona menumpahkan jus jeruk dari gelas Jiyeon ke kepala Jiyeon. “Hahaha! Kau berani denganku, Park Jiyeon? Ingat, aku seniormu. Kau tak bisa apa-apa, dasar miskin!”

Semua orang yang sedang makan pagi merasa terganggu. Mereka menonton adegan pertengkaran Jiyeon dan Yoona. Sandara, yang panik melihat itu, langsung memanggil Woobin.

Woobin datang ke tempat terjadinya perkara dengan seorang laki-laki. “Apa yang terjadi?!” Teriak Woobin marah, pada Jiyeon dan Yoona. “Oppa, Jiyeon mendorongku. Ia juga menamparku sampai berdarah begini, Oppa. Dan ia melemparkan buah-buahan ke arahku.” Adu Yoona yang tidak terjadi. Ya, fitnah. “Mwo? Neo jinjja! Aku tidak menamparmu! Aku juga tidak melemparimu dengan buah-buahan. Dengar, Im Yoona sunbae, kau memang seniorku, tapi kau.. tak ada apa-apanya dimataku.”

“Sudah hentikan!” Teriak pria disamping Woobin sambil melepas kacamata hitamnya. “Chagi-yya..” ujar Yoona manja. “K-kim Myungsoo?” Teriak semua orang yang ada disana, kecuali Jiyeon. Jiyeon terbelalak kaget, melihat orang dibalik kacamata hitamnya tersebut. ‘Kim Myungsoo? Pencuri hatiku? Itukah kau?’

-TBC-

Di part sebelumnya, aku ngeliat banyak yang ga puas juga ya. Nah, aku mau jelasin, kenapa aku bisa ngga puasin para readers:

1. Untuk yang tidak puas karena terlalu pendek: Begini, waktu aku sekarang uda terbatas banget. Mau ngepost part ini aja, harus sempet-sempetin waktu. Sekolah, tugas dirumah, belum lagi nge-ON di fanbase.

2. Untuk yang tidak puas karena alurnya cepat: ‘Miss Korea?’ sengaja aku bikin cepet, karena aku ga mau bikin chapter panjang, aku juga masih ada project selanjutnya

3. Untuk yang tidak puas karena casts-nya: Aku saranin, lebih baik, cari FF yang lain aja🙂 Yang fans-nya Yoona & Naeun (termasuk aku), kalo ga suka idolanya dijadiin cast begini, silakan cari FF lain. Karena, disini aku hanya meminjam nama. Tidak ada maksud lain.

Sekian, maaf, bukan bermaksud  menyindir atau apapun itu, tapi, aku hanya pengen kalian tahu, betapa susahnya jadi author itu. Dan karena part 1 aku ga bales komen kalian, ini penjelasan lengkap.

Thankchu~♥

50 responses to “[CHAPTER 2] Miss Korea?

  1. Aigo yoona jahat banget padahal itu bukan salah jiyeon. Aduhh myungsoo please jangan salah paham ini bukan salah jiyi ini salah yoona

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s