(CHAPTERE 1) LOVE STORY

collage_20141207202253463

Title : Love Story

Author: Lee Sora

Rating: PG-17/T

Genre: Romance, comedy, drama, family, married life, hurt

Main Cast: Bae Suzy, Choi Minho, Kim Myungsoo, Park jiyeon, Kang Minhyuk, dan Kristal Jung

Other Cast: All people

PART 1

Malam itu di sebuah restoran jepang di area gangnam terdapat pertemuan dua buah keluarga berbeda marga yang satu merupakan sepasang suami istri dari keluarga bermarga Choi sedangkan yang duduk dihadapan mereka sepasang suami istri dan seorang putri yang cantik rupawan yang merupakan keluarga Bae. Dua keluarga tersebut sedang bercanda gurau bercerita tentang persahabatan yang dilakukan oleh para suami mereka dengan sesekali mengingat kejadian lucu di masa lalu. Sebaliknya gadis cantik yang duduk disebelah Ny. Bae menekuk wajahnya dengan memainkan jari tanganya yang lebih menarik dari pada cerita dari para orang tua disekelilingnya. Tiba-tiba pintu terbuka menampakan seorang laki-laki tampan, berpawakan tinggi dengan tubuh tegap datang dengan menyunggikan senyum meminta ma’af seraya menunduk.

“Ma’af aku terlambat” ujar namja itu bersalah

Ny Choi langsung mengajak anak kesayangannya itu untuk duduk di depan anak gadis dari Ny Bae yang tidak menyadari kedatangan dari namja tampan di depannya. Ny Bae sedikit menyenggol lengan putrinya menyadarkannya dari keasyikan melihat kuku yang berwarna pink itu, gadis tersebut sontak terkejut menoleh ibunya dan betapa terkejutnya dia menghadap seorang pria tampan yang juga sedang memandangnya dengan tatapan datar. Menyadari keheningan yang terjadi Tuan Choi memulai aksinya untuk menjodohkan anaknya dengan gadis cantik itu.

“Suzy-ah kenalkan ini Choi minho anak Ajushi, dan Minho-ah kenalkan gadis cantik itu namanya Bae suzy”. seru dari Tn Choi kepada anaknya dan gadis cantik bernama suzy. Minho yang menyadari tatapan ayahnya langsung memperkenalkan dirinya kepada suzy, yang diiringi sedikit senyuman yang menambah kesan tampan. Sebaliknya dengan gugup suzy memperkenalkan dirinya kepada Minho. Suasana kembali riuh dengan para omma mereka membicarakan ha-hal yang berhubungan dengan pekerjaan anak mereka masing-masing.

“Suzy-ah jika kau menikah dengan Minho nanti jangan terlalu banyak bekerja ne.” kata Ny Choi tiba-tiba yang membuat Minho serta Suzy terkejut dan mengalihkan pandangan mereka ke arah Ny Choi karena ada kata “menikah” dalam kalimat yang mereka dengar. Melihat reaksi kedua anak mereka membuat empat orang tersebut tertawa bersama. Sedangkan Suzy dan Minho hanya menatap kedua orang tuanya tidak percaya. Akhirnya Tn Bae ikut andil dalam sesi perjodohan tersebut

“Begini Suzy-ah, Appa dan Ayah minho sepakat menikahkan kalian berdua”. Jelas ayah Suzy yang membuat putri kesayanganya itu melotot tak percaya kepada apa yang dia dengar oleh Ayahnya. “WHAT MENIKAH” batin suzy. Disisi lain Minho juga tidak kalah kaget dengan apa yang dia dengar dari Ayah suzy.
“Mwo!”. Jawab Suzy meminta penjelasan dari appanya. Ny Bea menenangkan suzy dengan menepuk punggung tangannya agar tidak tersulut amarahnya. Sedangkan minho langsung menatap tajam kepada ayahnya yang hanya dijawab dengan senyuman dari Tn Choi.

“Minho-ah, Suzy-ah kita berkumpul disini untuk mempertemukan kalian berdua dan membahas rencana pernikahan kalian berdua yang akan di lakukan bulan depan, jadi Appa harap kalian dapat menerima keputusan ini tanpa penolakan mengerti”. Jelas ayah Minho yang membuat dua orang itu syok bukan main dengan apa yang mereka dengar.

“apa satu bulan lagi? Menikah? Oh tidak mungkin”. Batin suzy seraya menggeleng ingin beranjak akan tetapi tangan Ny bae mahan Suzy. Sedangkan Minho mengepalkan tanganya, rahangnya mengeras menahan amarah dan matanya memandang tajam appa nya yang tidak habis pikir dengan rencana gilanya yang menikahkan dia bulan depan dengan wanita yang belum dia kenal apa yang sedang appanya pikirkan sekarang, pikir Minho.

Suasana menjadi canggung setelah mendengar penjelasan ayah Minho. Dan hal tersebut membuat suzy mengajukan pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiranya.

“Appa kenapa Appa menikahkan kami secepat itu? aku baru kenal dengan Minho-shi sekarang dan kenapa Appa harus menjodohkanku tanpa memberitahu ku terlebih dahulu”. Jelas Suzy menatap memohon kepada appanya. Tuan Bae hanya menghela nafas mendengar pertanyaan putri kesayanganya itu tiba-tiba Tn Choi menjawab pertanyaan Suzy dengan bijaksana.

“Suzy-ah mianhe Ahjushi memaksa kalian berdua untuk menikah hal ini karena perjanjian kita dulu yang jika memiliki anak laki-laki dan perempuan akan kami jodohkan. Dan karena perusahaan appamu membutuhkan penyangga dalam melebarkan perusahaanya dan perusahaan Ajushi yang akan menyongkong perusahaan appamu itu jadi menurut ajushi lebih baik sekalian saja menikahkan kalian berdua”. Jelas appa Minho sedangkan Appa suzy hanya mengangguk membenarkan penjelasan Tn Choi. Suzy dan Minho hanya menghela nafas panjang mendengar penjelasan tersebut.

“Kalian memiliki waktu dua minggu untuk saling mengenal jadi menurut omma kalian akan lebih dekat satu sama lain dengan sendirinya”. Nasehat Omma Suzy meyakinkan putrinya.

“Dan untuk urusan pernikahan serahkan kepada kami orang tua kami aka mengurus semuanya dengan baik, yang terpenting kalian menyiapkan mental kalian saja”. Seru Omma minho menimpali.

POV END

Dikediaman Keluarga Bae

Suzy langsung masuk ke dalam rumah mewah tersebut tanpa memperdulikan panggilan Tn Bae. Suzy kecewa dengan apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Satu minggu lagi dia menikah gila itu benar-benar gila pikir suzy. Bagaimana dia yang masih berusia 25 tahun harus menikah di umur yang masih muda dengan karir cemerlang sebagai konsultan disainer terbaik di Kota seol harus rela melepaskan karirnya dan menjadi ibu rumah tangga. Suzy langsung menghempaskan badanya di kasur empuk dengan menelungkupkan kepalanya menahan tangisnya yang sudah pecah. Dia menangis sejadi-jadinya bahwa hidupnya sudah hancur hari itu juga.

Disisi lain minho hanya diam tak bersuara hingga di dalam mobil pikiranya berkecamuk apa yang harus dia lakukan dia tidak ingin menikah sekarang yah walaupun usianya sudah 28 th tapi dia ingin bebas tanpa ada status yang mengikatnya. Setelah sampai dirumah minho langsung menghampiri appanya meminta penjelasan tentang apa yang direncakan oleh appanya.

“kenapa Appa merencanakan hal yang tidak masuk akal seperti ini?” Tanya minho dengan tatapan tajam.

“Tadi appa sudah bilangkan jika appa memiliki perjanjian dengan appa suzy, dan perusaah BJ Crop membutuhkan bantuan dari perusahaan kita jadi apa salahnya kalau appa juga menikahkan kalian”. Jawab appa minho enteng.

“jika aku menolak pernikahan tersbut bagaimana?” tantang minho yang membuat Tn Choi tersenyum mengejek “Minho-ah kamu tahu kana ap yang akan appa lakukan jika kamu menolak dan kamu tahu kan jika Appa tidak suka dengan sebuah penolakan”. Tantang Tn Choi seraya menepuk pundak minho memberi peringatan. “ingat hidupmu dari dulu tidak pernah merasakan sakit ataupun menderita jadi lakukan saja apa yang Appa minta”. Jelas Tn Choi saraya berlalu dar hadapan minho.

“Sial”. Runtuk minho.

**

Cahaya pagi membangunkan gadis cantik yang masih terlelap tidur dan bergelut manja dengan selimut untuk menutupi tubuhnya yang merasakan dingin udara pagi. Gadis itu menggeliat pelan ketika matanya menangkap sinar yang menelusup retina matanya yang masih enggan untuk terbuka, dengan terpaksa gadis tersebut membuka matanya untuk melihat jam yang menunjukan pukul 7 pagi. Dengan berat hati Suzy terbangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi, gadis tersebut berkumur dan melihat wajahnya dicermin

“OMMAA” jeritnya melihat bayangan dirinya dicermin betapa menyedihkan keadaan wajahnya sekarang setelah menangis semalaman dapat dilihat mata sembab rambut berantakan dan oh dia lupa bahwa hari ini dia harus bertemu dengan klien.

“Ottokhe apa yang harus aku lakukan dengan wajahku, oh mataku bagaimana ini”. rajuknnya dengan menekan kantung mata yang berwarna hitam, sekarang dia mondar mandir meruntuki dirinya sendiri karena menagis semalaman. Dari luar kamar mandi Omma Suzy mencoba menanyakan apa yang terjadi di dalam.

“Suzy-ah Gwencaha?” Tanya omma suzy yang khawatir mendengar teriakan suzy tadi.

“Ne Omma Gwenchana, Omma bisa ambilkan es dan sendok makan?” pinta suzy dari kamar mandi dan omma suzy mengernyit dan memanggil pelayan dan langsung menyuruh pelayan mengambilkan apa yang diminta oleh suzy. setangah jam kemudian suzy keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sedikit segar walaupun kantong matanya tetap saja terlihat. Omma suzy yang khawatir melihat putrinya seperti itu mendekati dengan mebawa es serta sendok yang diminta suzy.

“ apa yang kamu lakukan dengan es dan sendok ini suzy-ah?” Tanya Omma suzy

“ini buat mengompres mataku omma, lihat seperti mata panda omma ottokhe”. Rengek suzy kepada ommanya, ommanya hanya tersenyum geli melihat putri kecilnya yang sedang merajuk. Tiba-tiba ponsel suzy berbunyi menandakan panggilan masuk dari butik rupanya pikir suzy.
“Ada apa sekertaris lee?” Tanya suzy.

“Miss Nona Im yoona membatalkan perjanjian hari ini karena dia harus ke busan katanya ada urusan penting, jadi dia akan membuat janji dilain waktu.”kata sekertaris lee.

“Oh begitu baiklah untuk hari ini saya tidak memiliki jadwal lainya kan sekertaris lee?”. Tanya suzy

“tidak ada miss”. Jawab disebrang telfon.

“Baiklah kalau begitu aku rasa hari ini aku minta izin karena sedang tidak enak badan jadi tolong urus semua yang ada di kantor ya sekertaris lee. Jika ada yang tidak kamu mengerti bisa hubungi ku saja”.jelas suzy

“ne saya mengerti miss”. Jawab sekertaris lee langsung menutup telfonya.

Suzy kembali mencari kontak sahabatnya jiyeon.

“Yoboseo” Sapa suara seorang gadis disebrang sana

“Jiyeon-ah hari ini kau di café?” Tanya suzy to the point.

“Ne, Weyo? Apa kau akan kesini? Tanya jiyeon

“ne satu jam lagi aku akan kesana, bye”. Jawab suzy sembari menutup telfonya.

POV END

Siang itu di sebuah café daerah gangnam seorang wanita yang memiliki paras cantik dengan rambut panjang dan memiliki tubuh yah dapat dibilang sexy dengan kulit seputih susu sebut saja Bae suzy sedang menangis putus asa kepada sahabatnya yang tak kalah cantik bernama Park Jiyeon.

“huuuaaa Jiyeon-ah ottokhe…” tangis suzy sambil menelungkupkan kepalanya di bantal sofa yang ia duduki. Untung saja jiyeon membawa suzy keruangan kerjanya yah maklum jiyeon merupakan pemilik café yang terkenal di daerah gangnam tersebut.

“ Aigoo uljima suzy-ah, kau tahu sendirikan bagaimana posisi kita”. Kata jiyeon menenangkan sahabatnya sambil mengelus rambut panjang suzy pelan.

Suzy bangun dari posisi terlungkupnya dan duduk menghadap jiyeon dengan mata sembab yang terdapat bekas mascara disekililing matanya yang membuat jiyeon tertawa melihat kondisi berantakan sahabat baiknya itu.

“Hahahaha lihat wajahmu suzy-ah, baru pertama aku melihat wajahmu hancur seperti itu. Akan jadi berita besar jika seorang Bae suzy disainer muda yang terkenal dengan gayanya yang elegan dan tak terlepas dari make up sekarang harus bermuka kusut seperti baju yang belum pernah disetrika”. Tawa jiyeon meledak seketika memenuhi ruangan kerjanya. Hal tersebut membuat suzy melotot dan menatap tajam kearah jiyeon yang masih saja tertawa dengan memegangi perutnya.

“Yaa kau mau mati muda Park Jiyeon”. Seru Suzy melotot

“Mianhe. Kamu tahu kan kalau aku tak dapat menahan tawa ku ketika melihatmu seperti itu”. Kekeh Jiyeon menahan tawanya melihat keadaan Suzy sekarang.

“Aiis jinja bicara dengan mu itu sama saja, tidak dapat solusi malah dapat ejekan”. Suzy beranjak dari posisi duduknya dengan sedikit sebal karena jiyeon membuat kepalanya semakin pusing dan dicegah langsung oleh tangan Jiyeon dengan membalikan tubuh suzy menghadap kearahnya.

“ Suzy-ah aku tahu kau marah dengan perjodohan ini tapi bagaimana lagi inilah kehidupan kita, kita terlahir di keluarga kaya dengan segala kemewahanya tapi perlu diingat bahwa untuk menebusnya kita harus menuruti segala keinginan orang tua kita untuk dinikahkan dengan pria pilihan mereka”. tutur jiyeon kepada suzy saraya memeluk tubuh sahabatnya itu.

“Tapi Jiyeon-ah kamu tahu aku ingin menikah dengan pria yang aku suka dan bukan diumurku yang sekarang, umurku masih 25 tahun karirku masih panjang Ji dan paling parahnya lagi mereka akan menikahkanku dua minggu lagi.” Suzy kembali menangis dipundak Jiyeon, yang membuat Jiyeon iba karena semanjak mengenal Suzy sejak 10 tahun yang lalu dia jarang melihat Suzy menangis kecuali ketika anjing kesayangannya meninggal dan peristiwa empat tahun lalu. Jiyeon melonggarkan pelukan suzy dan menatap manik mata Suzy.

“ Suzy-ah ini mungkin bukan impianmu tapi ini sudah jalan hidupmu, kamu harus menjaninya walaupun kamu tidak mau. Ingat orang tuamu sangat menyayangimu sehingga mereka melakukan semua ini untuk masa depanmu”. Ucap jiyeon seraya menghapus air mata suzy.

“ Apa menyayangi katamu dengan menikahkan anaknya dengan manusia yang baru aku kenal tadi malam. Itu sama saja mereka tidak menyayangiku Ji aku tidak mau”. Emosi Suzy yang tadinya redam kembali tersulut kembali. Jiyeon merasa kata-katanya ada yang salah.

“Apakah kamu kenal dengan pria yang akan di jodohkan denganmu?” Tanya jiyeon

Suzy kembali menatap jiyeon dan mengangguk pelan

“ Kau tahu Choi Minho Direktur dari C&M Crop dialah pria itu”. Jawab suzy menggantung yang membuat jiyeon terperangah dan terkejut atas pernyataan Suzy.

“ Mwo Choi Minho pria tampan, tinggi dan salah satu pewaris utama C&M Crop itu?” jawab Jiyeon tak percaya yang mendapat anggukan dari Suzy. Jiyeon sedikit tahu tentang perusahaan itu dari mantan suaminya oh bukan tepatnya masih berstatus suami tapi tidak tinggal bersama.

Bahwa C&M Crop merupakan perusahaan bergerak di bidang arsitektur dan contruksi termuka di Korea dan merupakan salah satu perusahaan arsitektur terbaik di dunia dengan hasil karyanya yaitu Beijing National Stadium yang merupakan stadium yang digunakan dalam olimpiade di China. Tak ayal jika perusahaan tersebut diperhitungkan di kancah dunia dengan hasil karyanya yang luar biasa.

“Begitulah Ji aku harus bagaimana aku belum siap dengan status baru itu kamu tahu aku takut hal yang kamu alami terjadi juga dengan ku”. Jawab Suzy dengan wajah tertunduk, berbanding terbalik dengan jiyeon yang raut mukanya sedikit berubah muram karena perkataan Suzy yang menguak kembali masa lalunya dengan suami yang akan jadi mantan suami yaitu Kim Myungsoo. Menyadari raut wajah sahabatnya berubah Suzy tersadar bahwa perkataanya sudah menyinggung perasaan sahabatnya itu, dengan cepat Suzy meraih jiyeon dan memeluk tubuh sahabatnya itu.

“Mianhe Jiyeon-ah aku tidak bermaksut menyinggungnya jeongmal mianhe”. Sesal Suzy karena sudah salah bicara dan menyinggu hati jiyeon.

“ Gwenchana Suzy-ah aku sudah terbiasa dan menurutku semua perkataanmu benar bahwa kita harus menikah dengan orang yang kita suka sehingga kita tidak perlu mengalami peristiwa yang telah aku alami”. Jawab jiyeon mengutarakan isi hatinya.

Yah benar bahwa Park Jiyeon sudah menikah dengan seorang pengusaha kaya yang bernama Kim Myungsoo, pernikahan yang dilakukan karena perjodohan itu hanya bertahan selama satu tahun, tapi apakah mereka bercerai tidak mereka tidak bercerai tapi mereka hanya hidup terpisah dan jika ada keperluan mendesak yang membutuhkan mereka hadir bersama maka mereka akan melakukanya dan hal tersebut mereka jalani sudah hampir lima bulan lamanya dan tanpa ada yang mengetahui kecuali Suzy dan Jie un. Dan sekarang mereka sudah tidak berhubungan sama sekali selama tiga bulan yang lalu.

“Keunde Suzy-ah mungkin apa yang aku alami belum tentu kau alami juga jadi berusahalah aku akan selalu mendukungmu Fighting!”. Seru jiyeon menyemangati Suzy.

Tiba-tiba #Drrt drrtt ponsel Suzy bergetar, dan mengambilnya di dalam tas dan melihat layar yang menunjukan nomor yang tidak dia kenal, gadis itu mengernyit dan mengangkat telfon tersebut.

“ Yoboseo”. Jawab Suzy sambil memandang Jiyeon dengan mengedikan bahu menjawab pertanyaan Suzy dari siapa.

“Suzy-shi ini aku Choi Minho apakah kamu mempunyai waktu luang sekarang?”

Tanya sang penelfon, Suzy terlonjak kaget bahwa yang menelfonya adalah Choi Minho calon suaminya, darimana dia tahu nomorku dan apa dia mengajak dia bertemu? Suzy tidak siap jika harus bertemu sekarang benar-benar tidak siap. Jiyeon yang menyadari tingkah aneh sahabatnya itu langsung mendekat dan menempelkan telinganya di handphone yang sedang dipegang oleh Suzy, Suzy reflek dan menjauhkan tangannya dari Jiyeon lalu menuju kearah jendela dekat meja jiyeon. Karena tidak mendapat jawaban dari Suzy Minho kembali memanggil Suzy.

“Yoboseo Suzy-shi kamu masih disana, yoboseo?” .suzy yang menyadari panggilan minho langsung tersadar dan menjawab

“oh ne aku masih disini”. Jawab Suzy gugup

“ Okey aku jemput kau sekarang, Katakan kau sekarang dimana biar aku jemput?”.

Tanya minho yang membuat Suzy terkejut kenapa sekarang ketika dia lagi kacau seperti ini. Suzy ingin menjawab ketika disebrang sana orang tersebut menyela terlebih dahulu

“ Suzy-shi mianhe aku ada tamu sekarang jadi kirim alamat dimana kau sekarang satu jam lagi aku jemput.bib”.

Putus telfon dari minho begitu saja sebelum Suzy menyetujui usulan untuk bertemu dengannya yang membuat suzy melongo tak percaya adalah dia mau menjemputnya. Suzy panik dan menoleh pada jiyeon yang sedari tadi mengamatinya ketika menerima telfon, dengan dahi mengerut minta jawaban dari suzy yang mendapat jawaban

“Ottokhe Jiyeon-ah dia akan kemari pria itu akan kemari”. Panik Suzy berjalan kesana kemari yang membuat jiyeon bingung dengan jawaban Suzy, Pria? Siapa?

“Choi minho maksutmu?” celutuk Jiyeon yang dijawab anggukan cepat oleh Suzy sedangkan jiyeon melotot terkejut dan kembali meledak dalam tawa melihat raut muka suzy sekarang bagaimana sahabatnya ini yang biasanya cuek dan memilki jiwa seperti preman ketika marah ternyata harus sepanik ini ketika akan bertemu Choi minho sungguh tidak dapat di percaya.

“ Yaa Park Jiyeon kau mau mati sekarang juga hah kenapa malah tertawa cepat pikirkan solusi agar dia tidak menemuiku, dan kenapa tiba-tiba dia ingin bertemu denganku”. Gerutu suzy yang sudah putus asa memikirkan cara untuk menghindari pertemuan dengan pria itu.

Tiba-tiba ponsel suzy bergetar menandakan pesan masuk yang ternyata dari minho yang menyuruhnya untuk cepat mengirimkan alamatnnya. Dengan berat hati akhirnya dia mengirimkan alamat café jiyeon tempat dia sekarang berada. Setelah mengirimkannya dia terduduk lemas di sofa dengan pandangan kosong kedepan. Jiyeon yang melihat suzy seperti itu mendekat dan duduk di samping Suzy.

“Suzy-ah Gwencana?” Tanya jiyeon pelan yang dijawab gelengan kepala dari Suzy.

“Yaaa jangan seperti itu kau tau tampangmu itu seperti diminta nikah saja”. Celutuk jiyeon sekenanya yang mendapat tatapan tajam dari suzy dan Jiyeon meruntuki dirinya sendiri karena sudah membangunkan singa yang sedang tidur. Karena situasi yang mulai panas jiyeon mengalihkan pembicaraan.

“ Yaa bukankah habis ini minho menjemputmu? Lihat wajahmu itu Aigoo matamu kenapa bisa sembab seperti itu”. Suzy yang menyadari langsung mencari cermin dan syok melihat bagaimana wajahnya dan rambutnya sekarang, suzy langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan muka dan menata kembali pakaiannya sedangkan jiyeon hanya geleng-geleng kepalanya.

15 menit kemudian

Suzy keluar dari kamar mandi dengan wajah agak segar dan menghampiri jiyeon yang membawakan cokelat hangat kesukaan suzy.

“Apakah dia akan mengajakmu jalan-jalan Suzy-ah?” Tanya jiyeon sambil menyesap minuman miliknya.

“molla, mungkin dia akan membatalkan pernikahan konyol ini” jawab enteng suzy. tiba-tiba handphone suzy bergetar menandakan ada panggilan masuk dan itu dari Choi minho dengan enggan Suzy menjawabnya

“ Yobboseo?” jawab Suzy.

“Aku sudah di depan Café, kau dimana? Apakah aku perlu masuk?” Tanya minho disebrang

“Oh ne. Anniyo kamu tidak usah masuk aku akan keluar sebentar lagi”. Jawab suzy

“Oh ne baiklah aku tunggu di luar”. Jawab minho sembari memutuskan sambungan telfon.

Jiyeon melihat suzy memutuskan sambuan telfon dengan menghela nafas panjang.

“Apakah kamu pergi sekarang suzy-ah?” Tanya jiyeon dan dijawab dengan anggukan lemas dari suzy.

“biar aku antar kau sampai diluar”. Seru jiyeon

“baiklah” jawab suzy sambil menggandeng jiyeon. Sebelum mencapai pintu keluar restoran jiyeon mebalikan tubuh suzy dan menatap sahabatnya itu dengan menarik sedikit bibir dari sahabat baiknya itu membuat sedikit senyuman dari Suzy.

“nah begini lebih baik”. Senyum jiyeon kepada suzy.

Di luar café terlihat minho bersandar di depan mobil mewahnya BMW black yang sibuk mengutak atik handphone tanpa menyadari suzy dan jiyeon menuju kearahnya.

”Choi Minho-shi” sapa suzy sedikit gugup.

Setelah menyadari bahwa seseorang memanggilnya minho segera menoleh ke sumber suara dan terlihat sedikit kaget menyadari ada dua wanita cantik dihadapanya.

“Oh Annyonghaseo ”. Sapa minho sambil menundukan sedikit badanya

“Annyonghaseo”. Sapa kedua sahabat tersebut. sadar keberadaan jiyeon suzy memperkenalkan Jiyeon kepada minho

“Jiyeon-ah kenalkan ini Choi minho, dan Minho-shi ini Park Jiyeon sahabatku.” Kata Suzy.

“Annyonghaseo Jiyeon-shi, lama tak berjumpa, bagaimana kabarmu?.” Jawab minho sopan dengan seulas senyum yang suzy kira adalah senyum palsu

“Annyonghaseo Minho-shi, aku ya seperti yang kau lihat” jawab jiyeon seraya tersenyum akrab sedangkan Suzy penasaran karena Jiyeon dan Minho sudah tahu satu sama lain

“Kau mengenalnya Ji?” tanya Suzy penasaran dan dijawab anggukan dari Jiyeon

“Ne di sahabat Myungsoo bagaimana aku tidak mengenalnya” Jawab Jiyeon sambil menatap Minho dan membuat namja di depannya tersenyum.

“MWO dia sahabat dari laki breng auu..” kata-kata Suzy terhenti ketika Jiyeon dengan cepat menginjak kakinya.

“sebaiknya kau cepat membawa Suzy pergi dari sini Minho-shi” Kata Jiyeon sambil mendorong tubuh Suzy kea rah mobil Minho sedangkan Suzy hanya terkejut mendapatkan perlakuan sahabatnya itu.

“Baiklah aku pamit dulu Jiyeon-shi, anyeong” kata Minho sopan sambil membukakan pintu untuk Suzy.

Siang itu di sebuah perusahaan LK Crop terlihat pria tampan sedang sibuk membaca dan menandatangani berkas-berkas dengan serius. Dia adalah Kim Myungso CEO dari perusahaan yang bergerak di bidang elektronik pengusaha sukses dan tampan yang dimiliki oleh korea selatan. Tiba-tiba ponselnya berdering dan membuat laki-laki tampan tersebut terganggu dan langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelphone.

“Yobos”. Suara myungsoo tertelan kembali ketika seseorang menyela suaranya.

“Myung Aajushhii”. Sapa suara anak kecil di sebrang sana yang membuat myungsoo mengernyit heran lalu melihat siapa yang menelfon, sontak membuat myungsoo terkejut ternyata yang menelfon adalah kakak perempuannya taeyeon . Dan yang sedang berusaha berbicara sekarang adalah keponakakan laki-lakinya anak dari taeyeon dan byun beakhyun.

“Oh Kyumin-ah bagaimana kabaramu?” Tanya myungsoo antusias dia sangat menyayangi ponakan satunya itu.

“Baik ajushi, Myung Ajhusi aku sekarang di Korea jemput kyumin dan omma di bandara ne”. seru kyumin disebrang sana.

“Mwo kyumin di Korea sekarang?” jawab myungsoo terkejut sambil berdiri

“Ne, jadi Ajushi harus jemput kyumin dan omma sekarang juga, bye”. Jawab kyumin polos dan memutuskan sambungan telfon secara sepihak.

Dan hal tersebut membuat myungso kalang kabut.

“Bagaimana ini, kenapa noona tidak memberi tahuku ketika kembali ke korea”. Gerutu myungsoo kesal dengan melonggarkan dasi yang membuatnya sesak. Dia lalu berlari menuju parkiran mobil sambil menelfon wanita yang tiga bulan ini tanpa kabar. Panggilan handphone dari myungsoo tidak terjawab membuat pria tersebut menahan amarahnya.

“Aiiss kenapa dia tidak menjawab telfonku”. Kesal myungsoo seraya membuang hpnya ke kursi sampingnnya. Myungsoo melajukan BMW silver itu menuju daerah gangnam dengan kecepatan tinggi.

Sesampai di depan café tersebut myungsoo langsung berlari kedalam dan menuju ruangan pemilik café, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, myungsoo segera masuk kedalam dan mencari wanita yang masih memilki status sebagai istrinya.

Jiyeon terlonjak kaget ketika pintu tiba-tiba terbuka dan menampakan sesosok orang yang sangat dia hindari beberapa bulan ini. Kim myungsoo adalah pria yang terus jiyeon hindari akhirnya mendekati dia tanpa berkata apapun langsung menarik jiyeon keluar dari ruangannya. Jiyeon yang terkejut langsung menghempaskan tangannya dari genggaman Kim Myungsoo dan menatap tajam kepada pria yang ada dihadapanya sekarang.

“Apa yang kau lakukan dikantorku”. Sentak jiyeon dengan amarah yang tertahan. Myungsoo tidak menjawab dan mencoba untuk menarik jiyeon kembali. Tapi jiyeon dengan segera menghempaskan genggaman myungsoo kembali dan membuat myungsoo menatap geram kearah jiyeon.

“Karena kau masih menjadi istriku jadi ikuti saja apa yang aku lakukan”. Jawab Myungsoo dengan menatap tajam manik mata jiyeon yang penuh kemaran. Jiyeon yang merasa pergelangan tangannya sakit sedikit menariknya dari cengkraman myunsoo tapi nihil karena cengkraman myungsoo sangat erat dan membawa jiyeon keluar dari ruangannya, dan hal terebut membuat semua karyawanya memandang aneh melihat jiyeon ditarik paksa oleh suaminya sendriri. Setelah di didepan mobil myungsoo langsung membuka pintu dan menghempaskan jiyeon ke kursi depan yang bersebelahan dengan myungsoo.

“Apa yang sebenarnya kamu ingingkan, kenapa menarikku keluar seperti tadi Kim Myungsoo?” sentak jiyeon mengeluarkan amarahnya. Myungsoo yang menyadari amarah jiyeon masih diam dan membisu dan menatap lurus jalanan didepannya. Tidak ada jawaban dari myungsoo jiyeon mendengus sebal dan akhirnya mengalah dan ikut memperhatikan jalanan di depannya.

“kenapa panggilanku tadi tidak dijawab?” Tanya myungsoo memecah keheningan

“Aku sibuk”. Jawab jiyeon singkat yang membuat myungsoo menghela nafas panjang.

“mianhe mengganggumu tapi ini sangat mendesak”. Jelas myungsoo yang mendapat tatapan tajam dari jiyeon.

“Mwo mendesak? dengan menarikku seperti itu?”. Sebal jiyeon menatap myungsoo tak percaya

“Ne mendesak, kamu tahu taeyeon noona sekarang ada di Korean dan sekarang kita sedang menjemputnya di bandara”. Ujar myungsoo datar tanpa ekspresi yang mendapat tatapan tak percaya oleh jiyeon.

“terus apa hubunganya dengan ku itu kan noonamu!” seru jiyeon

“Pabbo kamu ini masih menjadi istriku, jadi jika kamu tiba-tiba menghilang noona akan curiga”. Ujar myungsoo santai. Yang hanya di jawab helaan nafas dari jiyeon, tidak ada pilihan lain dengan terpaksa dia akan menuruti permintaan myungsoo dan berakting lagi menjadi istri dari namja es situ.

Setelah menempuh waktu 20 menit mereka berdua langsung menuju ke terminal kedatangan International. Mereka berdua berjalan beriringan dan tiba-tiba myungsoo menggegam tangan halus jiyeon, yang sontak membuat jiyeon terkejut atas tingkah myungsoo tersebut. dan kemudian jiyeon merasakan myungsoo sedang berbisik kearahnya.

“ingat pasang senyumanmu dan bersikap baiklah kepada mereka”. Yang dijawab anggukan gugup oleh jiyeon karena hembusan nafas myungsoo yang menerpa kulit leher jenjangnya. Tiba-tiba seorang anak laki-laki berumur lima tahun berlari kearah myungsoo.
“Myung Ajushiiii”.

Teriak kyumin memanggil myungsoo. sontak namja itu melepaskan gengamanya dari jiyeon dan berjalan pelan dengan merentangkan tanganya siap dipeluk oleh ponakan tercintanya itu dan kyumin meloncat seraya memeluk myunsoo begitu erat. Hal tersebut membuat taeyeon serta jiyeon yang ada disamping mereka tersenyum senang melihat temu kangen yang diperlihatkan bocah kecil tersebut kepada pamanya.

“ekhmm, ternyata anak omma lebih memilih Ajushi dari pada omma”. Suara taeyeon membuyarkan kegiatan berpelukan antara paman dan ponakan tersebut seraya menoleh ke taeyeon dan terkekeh kecil melihat tingkah wanita yang ada di depannya.

“ Jiyeon Noona”. Teriak kyumin menyadari jiyeon yang berdiri disamping myungsoo dan anak tersebut langsung beralih gendongan dari myungsoo kepada jiyeon yang membuat jiyeon terkejut mendapat pelukan tidak terduga dari kyumin.

“Bogosippo Ji noona”. Ujar polos kyumin sambil mencium sekilas pipi mulus jiyeon yang membuat jiyeon tertawa senang.

“Nado bogosippo Kyumin-ah”. Balas jiyeon seraya mencium lembut pipi kyumin yang membuat semua tertawa tak terkecuali myungsoo.

Dalam perjalanan pulang suasana mobil sangat ramai karena kehadiran kyumin dia berceloteh ria tentang bagaimana sekolahnya ketika dijepang dan bercerita tentang halmonie dan haraboji yang tinggal di jepang dan sebagainya. Membuat suasana dingin diantara myungsoo dan jiyeon hilang seketika.

Myungsoo membawa mereka ke sebuah restoran mewah untuk mengajak mereka makan siang yah kalu bisa dibilang makan sore karena sekarang waktu sudah menunjukan jam 3 sore. Mereka berempat makan sambil bercenda gurau dan tiba-tiba taeyeon bertanya kepada jiyeon

“Jiyeon-ah apakah belum ada tanda-tanda?”. Ujarnya sambil menatap jiyeon. Jiyeon yang tidak mengerti maksut taeyeon hanya mengernyit tidak tahu. taeyeon mengehala nafas karena jiyeon tidak peka terhadap apa yang dia maksut.

“Apakah belum ada tanda-tanda Kyumin mendapatkan seorang ponakan yang manis dari kalian berdua”. Ujar taeyeon santai yang membuat dua orang yang menjadi tersangka tersedak bersamaan, dan merasa salah tingkah ketika mengambil minuman yang tak sengaja tangan mereka bersentuhan. Hal tersebut membuat taeyeon tersenyum melihat tingkah konyol dua adiknya tersebut,

“Aiigoo kenapa kalian salah tingkah begitu, kasian tahu omma menunggu cucu dari kalian kenapa lama sekali sudah hampir dua tahun kalian menikah kenapa belum ada tanda-tanda juga”. Ujar taeyeon yang mendapat tatapan tajam dari myungsoo. Bagaimana mendapatkan anak menyentuhnya saja hanya sekali dan itupun ketika kita mabuk berat batin myungsoo.

“Onnie mungkin belum waktunya aku jadi ibu”. Ujar jiyeon sedih dan membuat myungsoo merasa bersalah kepada jiyeon. Kenapa dia merasa bersalah pada jiyeon bukankah ini semua sudah ada dalam perjanjian. Taeyeon yang merasa suasana menjadi canggung langsung mengalihkan pembicaraan dan bertanya kepada myusoo.

“myung-ah aku tinggal dirumahmu oh”, Tanya taeyeon yang membuat myungsoo tersedak untuk kedua kalinya.

“We weyo?” Tanya myungsoo gugup bisa gawat kalau noonanya tinggal dengan dia bearti jiyeon harus kembali kerumahnya dan tinggal bersama kembali batin myungsoo.

“Aku hanya beberapa hari disini myung jadi aku malas jika harus kerumah omma yang tidak ada orang lebih baik aku tinggal dirumah kalian berdua”. Ujar taeyeon yang kali ini membuat jiyeon tersedak dan reflek myungsoo memberikan airnya kepada jiyeon. Merasa ada yang aneh taeyeon memincingkan matanya mengintrupsi mereka berdua.

“kenapa kalian tersedak terus ketika aku ingin tinggal dirumah kalian, dan aku merasa kalian tidak mau aku tinggal bersama kalian berdua atau jangan-jangan kalian sedang marahan ya”. Tebak taeyeon yang membuat mereka berdua tertangkap basah seperti pencuri yang ketahuan. Sedangakan myungsoo dan jiyeon hanya memandang tak percaya kepada taeyeon.

“Annio kita baik-baik saja kog noona iyakan jiyeon”. Yang mendapat anggukan dari jiyeon.

“okey noona bisa tinggal dirumahku tapi ingat hanya dua hari tidak lebih, Arraseo!” ujar myungsoo yang mendapat tatapan tidak percaya dari jiyeon.

“Okey kyumin-ah kita akan tinggal dirumah myung Ajushi dan Ji noona”. Cerita taeyeon kepada kyumin seraya bertos ria sedangkan jiyeon dan myungsoo menunduk pasra.

**

Siang itu di sebuah perusahaan LK Crop terlihat pria tampan sedang sibuk membaca dan menandatangani berkas-berkas dengan serius. Dia adalah Kim Myungso pengacara handal dan tampan yang dimiliki oleh korea selatan. Tiba-tiba ponselnya berdering dan membuat laki-laki tampan tersebut terganggu dan langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelphone.

“Yobos”. Suara myungsoo tertelan kembali ketika seseorang menyela suaranya.

“Myung Aajushhii”. Sapa suara anak kecil di sebrang sana yang membuat myungsoo mengernyit heran lalu melihat siapa yang menelfon, sontak membuat namja itu terkejut ternyata yang menelfon adalah kakak perempuannya Kim Yoona . Dan yang sedang berusaha berbicara sekarang adalah keponakakan laki-lakinya anak dari Kim Yoona dan Park Seungjoo

“Oh Kyumin-ah bagaimana kabaramu?” Tanya myungsoo antusias dia sangat menyayangi ponakan satunya itu.

“Baik ajushi, Myung Ajhusi aku sekarang di Korea jemput kyumin dan omma di bandara ne”. seru kyumin disebrang sana.

“Mwo kyumin di Korea sekarang?” jawab myungsoo terkejut sambil berdiri

“Ne, jadi Ajushi harus jemput kyumin dan omma sekarang juga, bye”. Jawab kyumin polos dan memutuskan sambungan telfon secara sepihak.

Dan hal tersebut membuat Myungso kalang kabut.

“Bagaimana ini, kenapa noona tidak memberi tahuku ketika kembali ke korea”. Gerutu myungsoo kesal dengan melonggarkan dasi yang membuatnya sesak. Tanpa pikir panjang ia lalu berlari menuju parkiran mobil sambil menelfon wanita yang tiga bulan ini tanpa kabar. Panggilan handphone darinya tidak terjawab membuat pria tersebut menahan amarahnya.

“Aiiss kenapa dia tidak menjawab telfonku”. Kesal myungsoo seraya membuang hpnya ke kursi samping. Dan ia melajukan BMW silver itu menuju daerah gangnam dengan kecepatan tinggi.

Sesampai di depan café tersebut myungsoo langsung berlari kedalam dan menuju ruangan pemilik café, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, myungsoo segera masuk kedalam dan mencari wanita yang masih memilki status sebagai istrinya.

Jiyeon terlonjak kaget ketika pintu tiba-tiba terbuka dan menampakan sesosok orang yang sangat dia hindari beberapa bulan ini. Kim myungsoo adalah pria yang terus jiyeon hindari akhirnya mendekati dia tanpa berkata apapun langsung menarik jiyeon keluar dari ruangannya. Jiyeon yang terkejut langsung menghempaskan tangannya dari genggaman Kim Myungsoo dan menatap tajam kepada pria yang ada dihadapanya sekarang.

“Apa yang kau lakukan dikantorku”. Sentak jiyeon dengan amarah yang tertahan. Myungsoo tidak menjawab dan mencoba untuk menarik jiyeon kembali. Tapi jiyeon dengan segera menghempaskan genggaman myungsoo kembali dan membuat myungsoo menatap geram kearah jiyeon.

“Karena kau masih menjadi istriku jadi ikuti saja apa yang aku lakukan”. Jawab Myungsoo dengan menatap tajam manik mata jiyeon yang penuh kemaran. Jiyeon yang merasa pergelangan tangannya sakit sedikit menariknya dari cengkraman myunsoo tapi nihil karena cengkraman myungsoo sangat erat dan membawa jiyeon keluar dari ruangannya, dan hal terebut membuat semua karyawanya memandang aneh melihat jiyeon ditarik paksa oleh suaminya sendiri. Setelah di didepan mobil myungsoo langsung membuka pintu dan menghempaskan jiyeon ke kursi depan yang bersebelahan dengan myungsoo.

“Apa yang sebenarnya kamu ingingkan, kenapa menarikku keluar seperti tadi Kim Myungsoo?” sentak jiyeon mengeluarkan amarahnya. Myungsoo yang menyadari amarah jiyeon masih diam dan membisu dan menatap lurus jalanan didepannya. Tidak ada jawaban dari myungsoo membuat jiyeon mendengus sebal dan akhirnya mengalah dan ikut memperhatikan jalanan di depannya.

“kenapa panggilanku tadi tidak dijawab?” Tanya myungsoo memecah keheningan

“Aku sibuk”. Jawab jiyeon singkat yang membuat myungsoo menghela nafas panjang.

“mianhe mengganggumu tapi ini sangat mendesak”. Jelas myungsoo yang mendapat tatapan tajam dari jiyeon.

“Mwo mendesak? dengan menarikku seperti itu?”. Sebal jiyeon menatap myungsoo tak percaya

“Ne mendesak, kamu tahu taeyeon noona sekarang ada di Korean dan sekarang kita sedang menjemputnya di bandara”. Ujar myungsoo datar tanpa ekspresi yang mendapat tatapan tak percaya oleh jiyeon.

“terus apa hubunganya dengan ku itu kan noonamu!” seru jiyeon

“Pabbo kamu ini masih menjadi istriku, jadi jika kamu tiba-tiba menghilang noona akan curiga”. Ujar myungsoo santai. Yang hanya di jawab helaan nafas dari jiyeon, tidak ada pilihan lain dengan terpaksa dia akan menuruti permintaan myungsoo dan berakting lagi menjadi istri dari namja es situ.

Setelah menempuh waktu 15 menit mereka berdua langsung menuju ke terminal kedatangan International. Mereka berdua berjalan beriringan dan tiba-tiba myungsoo menggegam tangan halus jiyeon, yang sontak membuat istrinya itu terkejut atas tingkah myungsoo tersebut. dan merasakan namja itu sedang berbisik kearahnya.

“ingat pasang senyumanmu dan bersikap baiklah kepada mereka”. Yang dijawab anggukan gugup oleh jiyeon karena hembusan nafas myungsoo yang menerpa kulit leher jenjangnya. Tiba-tiba seorang anak laki-laki berumur lima tahun berlari kearah myungsoo.
“Myung Ajushiiii”.

Teriak kyumin memanggil myungsoo. sontak namja itu melepaskan gengamanya dari jiyeon dan berjalan pelan dengan merentangkan tanganya siap dipeluk oleh ponakan tercintanya itu dan kyumin meloncat seraya memeluk myunsoo begitu erat. Hal tersebut membuat taeyeon serta jiyeon yang ada disamping mereka tersenyum senang melihat temu kangen yang diperlihatkan bocah kecil tersebut kepada pamanya.

“ekhmm, ternyata anak omma lebih memilih Ajushi dari pada omma”. Suara Kim Yoona membuyarkan kegiatan berpelukan antara paman dan ponakan tersebut seraya menoleh ke taeyeon dan terkekeh kecil melihat tingkah wanita yang ada di depannya.

“ Jiyeon Noona”. Teriak kyumin menyadari jiyeon yang berdiri disamping myungsoo dan anak tersebut langsung beralih gendongan dari myungsoo kepada jiyeon yang membuat jiyeon terkejut mendapat pelukan tidak terduga dari kyumin.

“Bogosippo Ji noona”. Ujar polos kyumin sambil mencium sekilas pipi mulus jiyeon yang membuat jiyeon tertawa senang.

“Nado bogosippo Kyumin-ah”. Balas jiyeon seraya mencium lembut pipi kyumin yang membuat semua tertawa tak terkecuali myungsoo.

Dalam perjalanan pulang suasana mobil sangat ramai karena kehadiran kyumin dia berceloteh ria tentang bagaimana sekolahnya ketika dijepang dan bercerita tentang halmonie dan haraboji yang tinggal di jepang dan sebagainya. Membuat suasana dingin diantara myungsoo dan jiyeon hilang seketika.

Myungsoo membawa mereka ke sebuah restoran mewah untuk mengajak mereka makan siang yah kalu bisa dibilang makan sore karena sekarang waktu sudah menunjukan jam 3 sore. Mereka berempat makan sambil bercenda gurau dan tiba-tiba taeyeon bertanya kepada jiyeon

“Jiyeon-ah apakah belum ada tanda-tanda?”. Ujarnya sambil menatap jiyeon. Jiyeon yang tidak mengerti maksut taeyeon hanya mengernyit tidak tahu. taeyeon mengehala nafas karena jiyeon tidak peka terhadap apa yang dia maksut.

“Apakah belum ada tanda-tanda Kyumin mendapatkan seorang ponakan yang manis dari kalian berdua”. Ujar taeyeon santai yang membuat dua orang yang menjadi tersangka tersedak bersamaan, dan merasa salah tingkah ketika mengambil minuman yang tak sengaja tangan mereka bersentuhan. Hal tersebut membuat taeyeon tersenyum melihat tingkah konyol dua adiknya tersebut,

“Aiigoo kenapa kalian salah tingkah begitu, kasian tahu omma menunggu cucu dari kalian kenapa lama sekali sudah hampir dua tahun kalian menikah kenapa belum ada tanda-tanda juga”. Ujar taeyeon yang mendapat tatapan tajam dari myungsoo. Bagaimana mendapatkan anak menyentuhnya saja hanya sekali dan itupun ketika kita mabuk berat batin myungsoo.

“Onnie mungkin belum waktunya aku jadi ibu”. Ujar jiyeon sedih dan membuat myungsoo merasa bersalah kepada jiyeon. Kenapa dia merasa bersalah pada jiyeon bukankah ini semua sudah ada dalam perjanjian. Taeyeon yang merasa suasana menjadi canggung langsung mengalihkan pembicaraan dan bertanya kepada myusoo.

“myung-ah aku tinggal dirumahmu oh”, Tanya taeyeon yang membuat myungsoo tersedak untuk kedua kalinya.

“We weyo?” Tanya myungsoo gugup bisa gawat kalau noonanya tinggal dengan dia bearti jiyeon harus kembali kerumahnya dan tinggal bersama kembali batin myungsoo.

“Aku hanya beberapa hari disini myung jadi aku malas jika harus kerumah omma yang tidak ada orang lebih baik aku tinggal dirumah kalian berdua”. Ujar taeyeon yang kali ini membuat jiyeon tersedak dan reflek myungsoo memberikan airnya kepada jiyeon. Merasa ada yang aneh taeyeon memincingkan matanya mengintrupsi mereka berdua.

“kenapa kalian tersedak terus ketika aku ingin tinggal dirumah kalian, dan aku merasa kalian tidak mau aku tinggal bersama kalian berdua atau jangan-jangan kalian sedang marahan ya”. Tebak taeyeon yang membuat mereka berdua tertangkap basah seperti pencuri yang ketahuan. Sedangakan myungsoo dan jiyeon hanya memandang tak percaya kepada taeyeon.

“Annio kita baik-baik saja kog noona iyakan jiyeon”. Yang mendapat anggukan dari jiyeon.

“okey noona bisa tinggal dirumahku tapi ingat hanya dua hari tidak lebih, Arraseo!” ujar myungsoo yang mendapat tatapan tidak percaya dari jiyeon.

“Okey kyumin-ah kita akan tinggal dirumah myung Ajushi dan Ji noona”. Cerita taeyeon kepada kyumin seraya bertos ria sedangkan jiyeon dan myungsoo menunduk pasra.

**

Ditempat berbeda dengan orang yang berbeda

Perkenalkan namanya Kristal Jung berumur 24 tahun dan merupakan seorang model terbaik korea, aku tinggal di paris tiga tahun yang lalu untuk bekerja disana dan sekarang aku kembali ke Korea karena ada proyek baru dengan sahabatku Bae Suzy seorang desainer terbaik di Korea. Dan sekarang aku sudah di depan apartement mewah milik sahabatku ketika kita menjadi model di paris yakni Kang Jiyoung.

“Jadi ini apartementnya” kataku sambil mengamati nomor di pintu dan mulai memencet kode sandi pintu dan #klek terbuka batinku senang.

Dengan menyeret koper aku masuk dan mengamati ruang tamu yang bergaya minimalis dan tertata rapi “bagus juga ternyata, tidak salah aku menerima tawaran Jiyoung” .

“Dimana kamarku apakah ini” kataku sambil berjalan menuju sebuah kamar yang menurutku adalah kamar yang akan ia tempati.

#KLEK

POV end

Ditempat yang sama di ruangan berbeda namja tampan bermata sipit perkenalkan dia adalah Kang Minhyuk berumur 28 tahun memiliki predikat dokter jenius di sebuah rumah sakit ternama di Seoul dan merupakan pewaris dari perusahaan K Crop yang bergerak dibidang perdagangan. Namja itu bersenandung dan sesekali bersiul di depan cermin melihat kondisi badannya sehabis mandi.

Cant stop me now cant stop me now cant stop baby….

Tiba-tiba gerakan tangannya yang sedang membasahi rambutnya terhenti tatkala suara pintu kamarnya tebuka dan

Namja itu menoleh kaearah pintu dan mendapati orang asing yang dengan santainya membuka pintu kamarnya.

“KYAAAaaa” teriak dua orang berbeda jenis itu.

“KYaaa siapa kau!” teriak Kristal sambil menutupi matanya karena pemandangan tubuh seorang namja yang selesai mandi ada dihadaapn wajahnya.

Minhyuk yang masih terkejut dengan yeoja asing di depannya hanya memandang bingung harusnya dia yang bertanya.

“MWO! Ya kau siapa? cepat keluar dari kamarku!” bentak pria itu sambil berjalan menuju pintu. Langkahnya terhenti ketika ia menyadari jika sekarang ia hanya menutupi tubuhnya dengan handuk yang melingkar di pinggangnya. Dengan gerakan cepat namja itu menutup pintu kamar itu kembali. #BLAM

“KYAAA!!!” teriak Kristal kesal sambil berlalu menuju ruang tamu sambil merogoh tasnya mencari posnel untuk menghubungi seseorang. “Awas kau Jiyoung-ah, kenapa ada orang asing di apartementmu” omel Kristal sambil menghubungi nomor ponsel sahabatnya itu.

“Aish kenapa tidak tersambung” gerutunya.

Tidak beberapa lama namja itu yang tidak lain adalah Minhyuk keluar dari kamarnya yang sudah berpakaian rapi berjalan mendekat kearah Kristal yang masih berdiri dan sibuk dengan ponsel ditelinganya.

“Siapa kau masuk ke apartementku tanpa ijin” Tanya Minhyuk dingin dibelakang Kristal dan membuat yeoja itu terkejut dibuatnya.

“Astaga kau mengejutkanku. Mianhe Tuan tetapi bukankah ini apartement milik teman saya Kang Jiyoung?” Tanya Kristal sambil menteralkan keterkejutannya.

“MWO Jiyoung?” kaget Minhyuk ketika nama adiknya disebut-sebut oleh yeoja di depannya itu.

“Ne Jiyoung, aku sudah membayar untuk tinggal selama sebulan di apartement ini! Jadi saya sarankan untuk anda keluar dari tempat ini!” Jawab Kristal sambil menatap Minhyuk sebal.

“Kau kenal Jiyoung? Dimana dia sekarang?” Tanya Minhyuk tanpa mengindahkan perkataan Kristal tadi.

“aku tidak tahu dia dimana, tetapi aku sudah menyawa tempat ini jadi cepat keluar dari sini” kesal Kristal.

“Mianhe nona tetapi ini bukan apartement Jiyoung, dan yang seharusnya keluar dari sini bukan saya tapi kau” Kata Minhyuk sambil menunjuk kearah Kristal dengan tatapan tajam sedangkan Kristal terkejut bukan main.

“tapi Jiyoung mengatakan padaku jika ini apartementnya dan juga kode sandinya bukankah tadi aku bisa masuk dengan kode sandi itu bearti ini apartement Jiyoung!” tegas Kristal tidak mau kalah.

“Jiyoung memang dulu pernah tinggal disini dengaku tidak salah jika dia tahu kode sandinya, tapi nona ini apartement punyaku bukan punya adikku. Dan juga apakah kau punya bukti jika Jiyoung menyuruhmu tinggal disini?”. Tanya Minhyuk memandang remeh kearah Kristal

“MWO adik? Jadi…” “Ne dan kau sudah ditipu oleh adikku yang bernama Kang Jiyoung itu” sela Minhyuk cepat. Kristal yang terkejut dan tidak percaya jika dia sedang ditipu dengan sahabatnya sendiri hanya bisa lemas dan tidak tahu harus bagaimana.

“Jadi nona saya harap anda segera pergi dari rumah saya ini” usir Minhyuk secara halus sambil berlalu dari hadapan Kristal.

Hiks hiks Langkah Minhyuk terhenti ketika mendengar suara tangis yang ternyata yeoja itu menangis dan hal tersebut membuat namja itu bingung dibuatnya.

“Hei nona kenapa kau menangis” kata Minhyuk bingung ketika melihat Kristal semakin keras menangis. Tidak mendapat jawaban dari Kristal semakin membuat namja itu bingung harus melakukan apa.

#Drrt drrt

Ponsel di dalam saku Minhyuk bergetar menandakan panggilan masuk dan segera diangkat.

“Yobosseo?” Tanya Minhyuk dengan orang di sebrang. “Oh baiklah lima belas menit lagi aku sampai”. Katanya lagi sambil memutuskan sambungan telfonnya.

Setelah memutuskan sambungan telfonnya Minhyuk melihat wajah Kristal yang sudah semerah tomat akibat menangis dan lihat ia harus beberapa kali membersihkan ingusnya. Karena tidak tega dan ia harus segera pergi kerumah sakit akhirnya.

“Nona aku ada urusan yang sangat mendesak dan juga aku minta maaf atas perkataanku tadi, jadi jika kau sudah selesai membersihkan air matamu itu aku harap kau segera keluar dari apartementku” ujar Minhyuk sambil memberikan tissue kembali. “Oh dan juga jika kau bertemu dengan Jiyoung tolong sampaikan bahwa aku mencarinya”. Sambungnya dan berlalu begitu saja dari hadapan Kristal.

#BLAM suara pintu terdengar tertutup dan membuat Kristal yang tadi hanya berpura-pura menangis langsung menghapus air matanya.

“ckckck pabbo namja dia pikir aku akan keluar begitu saja? Jangan harap sebelum adikmu membayar ganti uangku. Aiiss Kang Jiyoung awas kau!” geram Kristal.

Kristal berdiri dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil air minum karena ia kehausan kberkat acting menangisnya tadi. “Jam berapa sekarang” katanya pada dirinya sendiri sambil melihat di jam tangan kirinya.

“Astaga sudah jam Sembilan aku harus segera bergegas” ujarnya kembali sambil mengambil koper dan menariknya kedalam kamar mandi.

Masih di tempat yang sama seorang wanita paruh baya dengan tampilan yang cukup dibilang orang kaya dan seorang wanita yang berumur jauh lebih tua yang berjalan dibelakangnya memasuki lift untuk mengantarnya ke lantai tempat anaknya tinggal.

“Bibi Han apakah kau sudah memberi tahu Minhyuk jika kita datang hari ini?” kata wanita paruh baya yang tidak lain adalah Omma Minhyuk pada Bibi Han pelayan yang biasanya membersihkan apartement Minhyuk.

“Ne Nyonya” jawabnya mengikuti langkah Nyonyanya yang keluar dari lift.

Setelah sampai di depan apartement anaknya bibi Han langsung memencet beberapa digit nomor dan mempersilahkan Omma Minhyuk masuk terlebih dahulu. Langkah dua wanita paruh baya itu berhenti ketika melihat sepasang sepatu yeoja berada di depan pintu dan hal tersebut membuat Omma Minhyuk segera masuk dan melihat sepatu siapa itu.

Back to Kristal

Kristal yang sehabis mandi membalut dirinya dengan handuk kimono dan membukus rambutnya dengan handuk yang lain. Yeoja itu keluar dari kamar mandi dan menuju kearah dapur untuk mencari sesuatu yang bisa ia makan sebelum berangkat bekerja.

“Wah namja itu benar-benar hidup sehat lihat saja makanan-makanan ini” Katanya senang sambil mengambil beberapa roti dan susu. Gerakannya terhenti ketika mendengar seseroang membuka pintu. “Oh my God jangan bilang itu namja…” belum sempat ia menutup kulkas wanita paruh baya itu menyapanya terlebih dahulu.

“Nugusseyo?” sapanya, dan hal tersebut membuat Kristal diam mematung tanpa mau membalikkan badannya untuk menghadap orang yang menyapanya barusan. “Nugusseyo?” tanyanya lagi. Dengan gerakan pelan dan takut Kristal menoleh untuk mengahadap orang yang menyapanya itu.

“Anyonghasseyo” sapanya dengan tersenyum kikuk sambil membenarkan handuk yang ada dikepalanya. Omma Minhyuk dan Bibi Han terkejut ketika melihat seorang yeoja ada dihapannya dengan rambut basah, dan “astaga dia menggunakan handuk kimono” batin Omma Minhyuk tidak percaya. Kristal yang sadar tatapan dua orang paruh baya itu mengarah pada apa yang ia pakai tersadar dan bingung harus menjelaskannya.

“Oh ini mianhe saya habis mandi dan..” “cepat ganti bajumu lalu kita bicara” sela Omma Minhyuk cepat dan berlalu begitu saja dari hadapan Kristal yang masih bingung dengan keadannya sekarang. “Apalagi ini.. Aiishh” gerutunya sebal.

Tidak beberapa lama Kristal sudah berpakaian rapi berjalan mendekat kearah Omma Minhyuk dengan rasa bersalah entahlah akan tetapi perasaannya tidak enak ketika ia harus berhadapan dengan wanita paruh baya itu.

“Ahjummah” sapanya dan dengan sopan duduk di hadapan Omma Minhyuk yang sedang menikmati teh yang dibuatkan oleh Bibi Han.

“Sejak kapan kau berpacaran dan tinggal bersama Minhyuk?” Selidik Omma Minhyuk dan membuat yeoja didepannya menunduk takut. “Astaga ternyata dia Omma Jiyoung” batin Kristal.

Karena pertanyaannya tidak kunjung dijawab akhirnya wanita paruh baya itu bertanya kembali “Nona jangan takut, aku hanya tanya sejak kapan kau berpacaran dan tinggal bersama anakku” tanyanya kembali dan menyadarkan Kristal dari lamunannya.

“Bigini ahjummah sebenarnya saya bukan pacar Minhyuk-shi” jawab Kristal sedangkan Omma Minhyuk menatapnya tidak percaya.

“Bukan pacar Minhyuk tapi kalian tinggal bersama?” tuduhnya dan hal tersebut membuat Kristal semakin bingung harus menjawab apa.

“Begini Ahjummah kita tidak..” ah sudahlah ini semua kesalahanku mengijinkan Minhyuk tinggal di apartement Jiyoung dan sekarang lihatlah dia membawa pacarnya untuk tinggal bersama. Bibi Han cepat suruh Minhyuk datang kemari sekarang juga!” perintahnya dan membuat perempuan cantik itu terkejut karena tiba-tiba menyuruh Minhyuk untuk datang.

“Ahjummah sepertinya Minhyuk-shi sangat sibuk hari ini jadi ia tidak bisa datang” bohong Kristal karena tidak mungkin dia tertangkap basah masih tinggal di aprtement milik namja itu. Sedangkan Omma Minhyuk memandang Kristal dengan tatapan yang tidak bisa ditebak.

“Oh begitu? Jadi sekarang Minhyuk sedang sibuk?” tanya Omma Minhyuk kembali dan dijawab anggukan cepat dari Kristal.

“Ne dan sebaiknya kita tidak mengganggunya terlebih dahulu” jawab Kristal menyakinkan

Nyonya Kang yang percaya saja dengan Kristal hanya bisa menghela nafas pasrah dan tiba-tiba raut wajahnya berganti dengan sebuah senyum misterius. “Baiklah nona siapa namamu?” tanyanya

“Oh saya Kristal Jung-immda” jawab Kristal terbata dan ia mulai berfikir jika sesuatu yang buruk akan terjadi jika ia membiarkan Omma Minhyuk bertanya kembali.

“Di mana rumahmu? Dan juga apa pekerjaanmu? Tanyanya kembali. Skak mact apa yang Kristal pikirkan ternyata benar.

“Saya baru kembali dari paris jadi…” “kau tinggal bersama anakku selama ini, begitu” sela Omma Minhyuk cepat dan membuat Kristal menghela nafas panjang.

“Begini Ahjummah..” “Apa pekerjaanmu?” penjelasan Kristal tertelan kembali ketika wanita paruh baya itu menyelanya kembali dan membuatnya mendengus panjang.

“Saya seorang model” jawab Kristal mulai sebal karena penjelasannya tadi disela.

“Model?” tanya Omma Minhyuk kembali dan dijawab anggukan lemah oleh gadis itu.

“Wah ternyata kau persis seperti Jiyoung ku, dia juga seorang model” ceritanya riang yang membuat Kristal teringat karena semua ini berawal dari penawaran anak gadisnya itu.

“Oh begitu” jawabnya tidak bersamangat. Tanpa ada aba-aba Omma Minhyuk berdiri

“Ayo ikut denganku!” Kata wanita paruh baya itu dan memberikan sinyal kepada bibi Han yang Kristal tidak ketahui maksutnya.

“Ap aa?” tanya Kristal bingung “Temani aku berbelanja” katanya lagi sambil berjalan terlebih dahulu meninggalkan Kristal yang masih terkejut dengan apa yang barusan.

“Tapi Ahjummah saya..” pernyataan Kristal tertelan kembali ketika wanita paruh baya itu berbalik dan tersenyum lembut kepadanya.

“Apakah kau tidak mau menemaniku?” tanyanya dan membuat gadis itu tidak enak jika menolak ajakannya. Dan dengan terpaksa ia mengikuti ajakan Omma Minhyuk dengan muka cemberut yang ia miliki. “Apa yang sedang aku lakukan sekarang” batinnya menangis.

 TBC

Annyyeong yorobeun maaf baru nongol dengan cerita baru lagi semoga kalian suka dengan tiga cast couple yang berbeda latar belakang dan juga jika banyak typo n kesalahan dalam bahasa maaf banget. Oh ya jangan lupa kritik dan sarannya ya…😀 tunggu part selanjutnya

27 responses to “(CHAPTERE 1) LOVE STORY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s