[Chapter – 2] Switch

poster_vanillamilkPoster © Krys

Fanfiction © Vanilla Milk

Romance—Comedy—Fantasy(?)

Rating General

Previous : Teaser | Part 1 |

Untitled-1

[!!!] READ BEFORE 

Dalam chapter ini dan seterusnya, ‘Choi Seunghyun’ yang dimaksud disini adalah ‘Tubuh Choi Seunghyun yang berisi roh Kim Myungsoo’. Sementara tubuh Kim Myungsoo berisi roh Choi Seunghyun, karena roh/jiwa mereka tertukar. Intinya Myungsoo disini cuma roh nya yang ada di badan Seunghyun, Sementara roh Seunghyun ada di badan Myungsoo. Dan adik Park Jiyeon aku ganti jadi ‘Park Hyuntae’ bukan Park Sanghyun. Aku nulis gini biar kalian gak bingung nantinya (?) Gomawo selamat membaca ^^

***

Flashback Chapter 1

“Seunghyun-ssi kau baik-baik saja” ucap Jiyeon dengan tangisan dan langsung memeluk tubuh Seunghyun. “Aku sangat mengkhawatirkanmu Seunghyun-ssi“

Sementara itu Seunghyun hanya kebingungan. Ia melepaskan pelukan Jiyeon.

“Apa? kau panggil aku apa?” tanya Seunghyun kebingungan.

“Seunghyun-ssi, kau baik-baik saja?” Jiyeon juga ikut kebingungan dengan sikap Seunghyun

“Park Jiyeon songsaengnim” gumam Seunghyun

“Seunghyun-ssi ada apa denganmu?”

“Aku Kim Myungsoo” ucap Seunghyun.

***

“Seunghyun-ssi. Kau sedang tidak bercanda kan?” tanya Jiyeon memastikan. Seunghyun hanya terdiam kebingungan.

“Aku bukan calon suami mu. Aku Kim Myungsoo” ucap Seunghyun dengan ekspresi antara takut dan cemas. “Aku juga tidak tahu mengapa jadi seperti ini”

Sementara Jiyeon langsung lemas tak percaya. “Tidak mungkin. Tidak mungkin. Aku hanya sedang bermimpi”

“Park Jiyeon songsaengnim, gwanchanayo?” tanya Seunghyun. “Aku pikir roh ku dan roh calon suami mu bertukar”

Jiyeon hanya terdiam dan jatuh seakan mau pingsan.

Akhirnya Seunghyun dan Jiyeon pergi ke ruangan dimana tubuh Myungsoo yang terbaring koma. Dokter bilang, bahwa Myungsoo mungkin akan mengalami koma yang  cukup lama. Seunghyun hanya menatap tubuh nya  —tubuh Myungsoo—  yang berbaring koma dengan wajah sedih.

“Apa .. apa ini berisi roh Seunghyun ..” gumam Jiyeon sambil menyentuh pipi Myungsoo. Air mata nya mulai jatuh. “Seunghyun-ssi, sadarlah”

Sementara Seunghyun memilih meninggalkan tempat itu dan pulang. Ia sendiri tidak percaya mengapa semuanya jadi begini. Mulai sekarang semua orang melihat dia sebagai ‘Choi Seunghyun’, bukan ‘Kim Myungsoo’ lagi.

***

Di rumah nya  —rumah Myungsoo— , Seunghyun menghadap ke cermin seakan masih tak percaya. Ia memegang kepala dan wajah nya. “Aku benar-benar masuk kedalam tubuh pria ini”. Lalu ia kembali terdiam dan memikirkan bagaimana ia menjalankan hari sebagai Choi Seunghyun. Lalu bagaimana dengan masa depan nya? akankah ia tak pernah kembali ke tubuh nya? akankah ia selamanya berada di tubuh Choi Seunghyun dan menikah dengan guru nya  —Jiyeon—  sendiri?.

Tiba-tiba seseorang masuk kerumah nya. Ternyata itu Jiyeon. “Park songsaengnim? Darimana kau tahu rumahku?”. Jiyeon hanya menatap Seunghyun pasrah. “Masih tak percaya? sudah kubilang, aku bukan Seunghyun mu

“Myungsoo-ssi. Bagaimana hidupku nanti?”

“Pikirkan juga hidupku! Aku tidak mau selamanya terjebak di tubuh ini!” ucap Seunghyun.

“Kenapa semua jadi seperti ini? Tapi sekarang orang melihatmu sebagai Choi Seunghyun. Jadi jaga sikapmu dan jaga tubuh Seunghyun ku” Jiyeon tampak putus asa. Ia memegang kepalanya yang pusing.

“Tapi tubuh ini lumayan juga. Tapi intinya aku jadi tak perlu sekolah lagi” ucap Seunghyun. Ia lalu tertawa keras.

“Myungsoo-ssi. Jangan tunjukan kekanak-kanakan mu di tubuh Seunghyun. Cobalah bersikap dewasa”

“Huh” Seunghyun terlihat pasrah.

Tiba-tiba telepon Jiyeon berbunyi ternyata dari paman Myungsoo. Paman Myungsoo bilang bahwa Myungsoo di pidahkan ke rumah sakit Wusoo. Jiyeon baru sadar bahwa Rumah Sakit Wusoo adalah tempat Seunghyun berkerja.

***

Keesokan hari nya Seunghyun terbangun dari tidur nya. Ia memegang kepala nya yang terasa sakit. “Akhir nya aku tak perlu bangun pagi untuk sekolah”. Ia lalu tersenyum senang merasa bebas. Niat nya hari ini ia akan mengunjungi Myungsoo di rumah sakit. Seunghyun lalu pergi kerumah sakit dengan pakaian tidur.

Di rumah sakit, ayah Jiyeon bertanya kepada receptionist dimana ruangan kerja dr. Choi Seunghyun. Ternyata ayah Jiyeon juga datang ke rumah sakit untuk mengunjungi Seunghyun karena ada hal yang ingin ia bicarakan dengan Seunghyun. Di saat bersamaan, Seunghyun juga telah tiba di rumah sakit dan bertanya pada receptionist dimana ruang pasien Kim Myungsoo.

“Selamat pagi dr. Choi” sapa receptionist kepada Seunghyun. Si receptionist merasa bingung karena Seunghyun hanya mengenakan baju tidur ke rumah sakit. Seunghyun sendiri tidak tahu bahwa dirinya adalah dokter di rumah sakit ini jadi dia berlagak biasa saja.

Ayah Jiyeon menoleh ke Seunghyun. “Menantu Choi!”. Seunghyun mengabaikan ayah Jiyeon, ia juga tidak tahu bahwa ayah Jiyeon adalah mertuanya. Seunghyun malah lanjut berjalan. Sementara ayah Jiyeon terus memanggil nya.

“Menantu Choi! Menantu Choi! Seunghyun-ssi!” Seunghyun malah tetap berjalan dan mengabaikan teriakan ayah Jiyeon yang terus memanggil nya. Ayah Jiyeon heran sekaligus kecewa, ia menyangka bahwa Seunghyun mungkin sangat sibuk sehingga tidak mendengar nya.

Lalu Ayah Jiyeon menelepon Jiyeon. “Apa menantu Choi sedang sibuk sekali ya?”

“Ne?” Jiyeon yang heran malah bertanya balik.

“Tadi aku ke rumah sakit. Tapi Seunghyun seperti nya sedang tidak fokus sehingga aku memanggilnya berkali-kali tapi ia tidak mendengarnya” ucap ayah Jiyeon.

“MWO!!??” Jiyeon kaget dan menutup telepon nya. Ia bergegas lari pergi ke rumah sakit. Padahal Jiyeon sudah melarang Seunghyun untuk pergi kemana-mana.

Sementara itu Seunghyun sedang asik berjalan di koridor rumah sakit untuk menuju kamar Myungsoo dirawat. Sepanjang koridor, semua dokter dan suster yang lewat terus menyapa Seunghyun.

“Anyeong dr. Choi”

“Selamat pagi, dr. Choi”

“Kenapa mereka terus menyapa ku” gumam Seunghyun. Ia heran dan terus berpikir mengapa dokter-dokter dan suster-suster terus menyapa nya. Ia masih terus berpikir, tiba-tiba ia membelalakan mata nya. “OH TIDAK AKU BARU INGAT!!”

Seunghyun yang hanya mengenakan baju tidur berlari-lari di koridor rumah sakit menuju toilet. “Astaga, aku baru ingat Choi Seunghyun seorang dokter” ucap Seunghyun sambil memukul kepalanya. Seunghyun juga baru menyadari bahwa ia hanya mengenakan pakaian tidur. Habislah ia jika Jiyeon tau.

Seunghyun memilih mengendap-endap untuk keluar dari rumah sakit. Saat di depan pintu lift seseorang memanggilnya.

“Seunghyun-ssi!”

Seunghyun baru menoleh, ternyata seorang wanita yang ia tak kenal memanggilnya, jadi ia hanya memasang wajah aneh.

“Seunghyun-ssi, apa kau baik-baik saja? Kenapa kau tidak masuk kerja hari ini?” ucap si wanita berpakaian dokter sambil memegang dahi Seunghyun. Seunghyun berusaha menghindar.

Tiba-tiba pintu lift terbuka, ternyata Jiyeon datang.

“Anyeong dr. Shin. Seunghyun sedikit demam jadi ia tidak masuk kerja hari ini” ucap Jiyeon kikuk kepada Shin Gyuri, ia adalah rekan kerja Seunghyun. Jiyeon langsung menarik tangan Seunghyun untuk pergi dari rumah sakit. Gyuri merasa ada yang aneh dengan Seunghyun dan Jiyeon.

***

“Myungsoo-ya, sekali lagi kau keluar rumah tanpa seizin ku, aku akan tidak segan-segan memotong mu” omel Jiyeon pada Seunghyun.

“Aku akan gila kalau seperti ini ….” Seunghyun memasang wajah sedih kekanak-kanakan nya.

Ah, tadi appa menelepon ku. Kita harus datang ke sana”

“Mwo? bagaimana bisa …” Seunghyun lalu mendengus kesal.

“Selama bertemu dengan keluargaku, jangan memanggilku ‘Park songsaengnim‘, jangan bertingkah kekanak-kanakan, bersikap dewasa lah dan ….”

“Dan aku harus menjadi Choi Seunghyun palsu, begitu kan, Park songsaengnim?” potong Seunghyun. Jiyeon hanya menghela nafas panjang menghadapi anak delapan belas tahun yang ada di hadapan nya kini. Seunghyun hanya tersenyum nakal.

***

“Menantu Choi, lama tidak bertemu” ucap Park Hana  —ibu Jiyeon—. Seunghyun hanya tersenyum kaku dan menganggukan kepala. Ia harus berperan sebagai Choi Seunghyun saat ini.

“Aku akan menyebarkan undangan pernikahan kalian segera. Jiyeon-a , Seunghyun-ssi, pernikahan kalian sudah di depan mata” Sahut ayah Jiyeon. Seunghyun dan Jiyeon tak bisa berkata apa-apa.

“Nuna-ya, Hyung-ya, aku akan mengundang temanku di acara pernikahan kalian!” seruh Hyuntae  —adik Jiyeon—  dengan semangat.

Dan pertemuan keluarga Jiyeon dan Seunghyun berjalan lancar. Walau Seunghyun terlihat sangat kaku. Tapi Jiyeon bersyukur, bahwa keluarganya tidak mencurigai apapun. Karna saat ini hanya Jiyeon lah yang tau bahwa Seunghyun bukanlah Seunghyun, melainkan tubuh Seunghyun yang berisi roh bocah delapan belas tahun.

***

 Dirumahnya, Seunghyun terus saja melamun memikirkan sesuatu.

“Park Jiyeon, songsaengnim. Aku tidak akan pernah bisa menjadi Choi Seunghyun dan menikah dengan mu” gumam nya.

TO BE CONTINUE

Akhirnya chapt berikutnya keluar juga fyuhh. Pasti banyak yang bingung sama penemapatan Seunghyun dan Myungsoo ya ? HAHAHA. Aku juga bingung  Jadi Seunghyun disini roh nya adalah roh Kim Myungsoo. Sementara roh seunghyun sedang koma di badan Kim Myungsoo. Paham? Kalo masi bingung gini aja, Badan Choi Seunghyun Rohnya Kim Myungsoo, badan Kim Myungsoo roh nya Choi Seunghyun. HEHE, jangan lupa tinggalkan komentarrrrrr!! ^^

45 responses to “[Chapter – 2] Switch

  1. Pingback: [Chapter-7] Switch | High School Fanfiction·

  2. berarti film big hampir sama kayak 49days gitu ya?
    siapa tuh yg megang2 dahi seunghyun jangan2 dia cewe yg di sukain seunghyun lg makanya seunghyun cuek sama jiyi ckckckck
    baca next part ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s