[CHAPTER – PART 3 FINAL] 3 Days With Idol

© High School Graphics by: elmoblue

Title : 3 Days With Idol | Author : dindareginaa | Main Cast : Bae Sooji, Kim Myungsoo | Other Cast : Find by yourself! | Length : Threeshots | Genre : Comedy – Romance | Rating : Teen

Already posted in here with different pairing.

Hari ini hari terakhir Sooji dan Myungsoo berkencan. Sedih memang. Ini berarti hari ini adalah hari terakhir Sooji bertemu Myungsoo. Gadis itu tak yakin apakah ia bisa bertemu lagi dengan Myungsoo setelah ini. Myungsoo adalah seorang idola. Akan sulit bagi Sooji untuk bertemu dengannya. Lagipula, siapa Sooji bagi Myungsoo? Sooji sendiri tak yakin apakah ia mempunyai arti bagi Myungsoo.

Berhubung ini adalah kencan terakhir, produser memutuskan untuk membuat makan malam romantis untuk mereka. Maka dari itu, Sooji sudah berdandan dari sejam yang lalu. Tentu saja yang meriasinya adalah penata rias terkenal. Gadis itu kini sudah bersiap dengan gaun putih serta rambut panjangnya yang dibiarkan terurai.

Sooji sedikit mengusap lengannya. Dihari dingin seperti ini, kenapa mereka malah menyuruhnya mengenakan long dress tanpa lengan? Ch!

“Kau cantik.”

Sooji tersentak kaget begitu menyadari Myungsoo kini berada dibelakangnya. Gadis itu tak membalas ucapan Myungsoo. Ia kini menatap lekat lelaki tersebut. Tampan sekali. Sungguh! Myungsoo terlihat tampan dengan setelan tuxedo hitamnya dan juga dasi kupu-kupu yang kini melekat dilehernya.

“Kim Myungsoo, Bae Sooji, sudah saatnya pengambilan gambar,” teriak salah satu juru kamera.

Mendengar hal itu, Myungsoo segera mengulurkan tangannya. “Maukah kau berkencan denganku, Tuan Putri?”

Sooji dapat merasakan wajahnya memanas akibat kata sederhana Myungsoo tersebut. Dengan wajah bersemu merah, Sooji menerima uluran tangan Myungsoo. “Tentu saja.”

Myungsoo dan Sooji kini sibuk melahap makan malam mereka. Ah, sebenarnya hanya Myungsoo. Karena sedari tadi Sooji belum berhasil memotong daging steak yang kini terhidang dihadapannya. Gadis itu heran, kenapa lelaki ini hanya memesan sepiring daging untuknya? Ini tak cukup. Apa Myungsoo tak tahu bagaimana porsi makan Sooji?

Sooji menghembuskan nafasnya kesal. Baiklah, ia menyerah. Lebih baik ia tak makan malam, sebelum daging ini melompat dari tempatnya.

Baru saja Sooji ingin meletakkan pisau dan garpu ketempatnya semula ketika Myungsoo mulai membuka suara.

“Biar kupotongkan untukmu.”

Sooji hanya bisa pasrah dan menahan malu ketika Myungsoo merebut steak miliknya. Dengan cepat Myungsoo memotong daging tersebut menjadi beberapa bagian.

“Ini. Makanlah,” Myungsoo menyerahkan piring Sooji kembali.

Sooji hanya bisa merutuki dirinya. Ah, kalian bisa membayangkan betapa malunya ia bukan?! Tapi, harus Sooji akui, Myungsoo benar-benar ahli dalam membuat hati gadis disekitarnya berdebar-debar. Seperti yang saat ini ia rasakan.

Selesai makan malam, para staff memutuskan untuk istirahat sejenak. Karena ini adalah hari terakhir, maka banyak yang perlu disiapkan. Untuk menghabiskan waktu, Sooji dan Myungsoo memutuskan untuk berjalan santai disekitar Sungai Han.

Sooji merentangkan kedua tangannya begitu angin malam menerpa wajahnya, membuat anak rambutnya ikut tertiup. “Sejuk sekali,” ujarnya seraya tersenyum.

“Kau benar,” Myungsoo menyahut. Ia kini ikut merentangkan tangannya. “Sudah lama aku tak seperti ini.” Myungsoo memejamkan matanya.

Sooji tertegun. Ia kini menatap lekat wajah Myungsoo.

“Jangan melihatku seperti itu,” ujar Myungsoo, membuat Sooji tersentak kaget.

“Aku tidak melihatmu,” bohongnya.

Myungsoo tak membalas perkataan Sooji. Ia kembali sibuk dengan dunianya. Cukup lama mereka terdiam hingga akhirnya Sooji memutuskan untuk kembali membuka suara.

“Ini adalah pertemuan kita yang terakhir. Walau kita hanya menghabiskan waktu selama tiga hari, tapi aku sangat menikmatinya. Sungguh! Awalnya, aku pikir kau lelaki yang sangat sombong. Tapi setelah aku berkencan denganmu, penilaianku tentangmu berubah,” ocehnya.

Myungsoo tersenyum simpul. Gadis itu tak berubah. Meskipun Sooji berkencan dengan idola yang terkenal, tapi ia selalu bersikap apa adanya. Itu yang membuat Myungsoo nyaman bersama Sooji. Dan mungkin… mulai menyukainya.

“Aku…”

Sooji tak sempat melanjutkan perkataannya begitu Myungsoo mencium bibirnya lembut. Sooji sontak membulatkan matanya. Namun, ia juga tak menghentikan perbuatan Myungsoo tersebut. Ia malah memejamkan matanya begitu Myungsoo melumat bibirnya.

Sedetik kemudian, Myungsoo melepaskan tautan bibirnya. Ia bisa melihat kini Sooji sibuk mengatur deru nafasnya. Belum sempat Myungsoo mengeluarkan suara, Sooji segera permisi ke kamar kecil. Ia harus bisa mengatur debaran jantungnya sekarang.

Sooji menatap tajam pantulan bayangannya di cermin. Ia menepuk-nepuk pelan pipinya. Ia pasti sudah gila sekarang! Kenapa debaran jantungnya tak kunjung berhenti? Gadis itu tak bisa mencuci mukanya sekarang. Bisa-bisa dandanannya malah luntur.

Setelah merasa sedikit lebih tenang, Sooji memutuskan untuk kembali ke tempat pengambilan gambar. Ia tak mau para staff malah khawatir padanya karena ia tak kunjung kembali. Namun, begitu Sooji melewati sebuah jalan yang sepi, ia mendengar seorang lelaki dan seorang gadis yang kini sibuk berargumen.

“Aku melihat semuanya, Oppa!” teriak si gadis.

“Melihat apa?” jawab si lelaki.

Sooji tak begitu mengenal suara si gadis, tapi ia yakin bahwa pemilik suara lainnya adalah Myungsoo. Karena rasa ingin tahunya yang besar, Sooji memutuskan untuk mengintip dari balik pohon yang besar. Ia mengangguk kecil begitu berhasil melihat wajah si gadis dengan lebih jelas. Bukankah itu Son Naeun, visual dari girl group A-Pink? Apa yang gadis itu lakukan disini? Sooji sempat memdengar bahwa Infinite dan A-Pink memang memiliki hubungan yang sangat dekat. Apa jangan-jangan mereka memiliki hubungan khusus?

Entah kenapa memikirkannya saja membuat Sooji tak suka. Tak ingin merasakan sakit yang lebih lagi, Sooji memutuskan untuk segera pergi. Tapi, merasa namanya disebut-sebut. Sooji memutuskan untuk tinggal.

“Kau menciumnya bukan? Gadis itu, Bae Sooji!”

Melihat sepertinya Myungsoo tak berniat membantah pernyataannya, Naeun mendesis. “Kau menyukainya?” tanyanya tak percaya.

Lagi. Myungsoo hanya diam.

Oppa! Jawab aku! Bukankah kemarin kau mengatakan bahwa kau tak mungkin menyukainya?”

Apa yang harus Myungsoo katakan? Ia memang akhirnya menyadari bahwa dirinya menyukai Sooji. Tapi… Myungsoo tak mungkin mengakui hal itu! Ia tak ingin Sooji mendapat masalah karena perasaan Myungsoo yang belum tentu berbalas ini. Kau tahu, bagaimana jadinya jika seorang idola berkencan secara go public? Kekasih sang idola pasti akan diserang oleh para saesang fans. Ia tak mau hal itu menimpa Sooji.

“Tidak. Aku tidak menyukainya.”

Sooji mengepalkan kedua tangannya mendengar pengakuan Myungsoo. Harusnya ia sudah bisa menduga bahwa seorang idola seperti Myungsoo tak akan mungkin menyukai gadis biasa sepertinya. Tapi… kenapa Myungsoo menciumnya?

“Tapi, kenapa kau menciumnya, Oppa?!” desak Naeun.

“Ayolah, Son Naeun! Itu hanya sebuah ciuman! Aku bahkan pernah melakukan yang lebih panas lagi dari gadis itu. Anggap saja itu hadiah perpisahan dariku.”

Anggap saja katanya? Bagaimana bisa Sooji melupakan ciuman itu? Itu ciuman pertamanya! Sooji mengusap pipinya kasar sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi.

“Benarkah? Kau tidak berbohong bukan?”

“Aku bersungguh-sungguh,” jawab Myungsoo malas. “Sudahlah. Lebih baik kau pergi. Aku harus mulai mengambil gambar lagi sekarang,” Myungsoo mendorong pelan tubuh Naeun agar segera pergi meninggalkannya.

Sepeninggal Naeun, Myungsoo menghembuskan nafasnya perlahan. Untung saja Naeun tak melanjutkan pertanyaannya. Kalau tidak, habislah ia! Lebih baik sekarang ia segera kembali. Ia tidak mau membuat para staff khawatir. Omong-omong dimana Sooji?

“Sooji-ssi, apa kau ada didalam?”

Sooji tersentak kaget begitu mendengar suara Seulgi – penata riasnya – dari luar toilet. Gadis cantik itu sontak mengusap pipinya yang basah karena sedari tadi menangis. “Aku akan segera keluar,” teriaknya. Sooji lalu mulai mencuci mukanya. Setelah selesai, barulah ia keluar dari toilet.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Seulgi khawatir.

Sooji memaksakan seulas senyumannya. “Aku tidak apa-apa. Hanya sedikit mengantuk. Makanya aku mencuci muka,” bohongnya.

“Benarkah? Kalau begitu, ayo ku rias wajahmu lagi.” Seulgi menarik lembut tangan Sooji agar segera mengikuti langkahnya.

“Maaf, aku terlambat.”

Myungsoo sontak menoleh kearah Sooji begitu ia mendengar suara gadis itu. Myungsoo tersenyum simpul. “Dari mana saja kau?” tanya Myungsoo. Namun, lelaki itu mengernyit heran begitu tak mendapat jawaban dari Sooji. Ada apa dengannya? Kenapa ia berubah dingin begini? Myungsoo tak sempat bertanya lebih lanjut lagi karena mereka sudah terlebih dahulu disuruh untuk segera kembali ke posisi mereka.

“Kamera siap?” sang sutradara mulai memberi aba-aba. “Rolling! Action!”

“Kini kita sudah berada di penghujung acara,” sang MC mulai membuka acara kembali. “Sekarang saya akan bertanya pada Kim Myungsoo terlebih dahulu,” lelaki yang sedikit kemayu itu menoleh pada Myungsoo. “Bagaimana perasaanmu setelah berkencan dengan Bae Sooji?”

Myungsoo tersenyum simpul. Ia menoleh sekilas pada Sooji lalu menjawab pasti,”Aku benar-benar menikmatinya.”

Bohong! Sooji tahu apa yang dikatakan Myungsoo itu adalah sebuah kebohongan. Ch! Dasar idola! Pandai sekali berakting!

Sang MC kemudian mengalaihkan pandangannya pada Sooji. “Lalu, bagaimana denganmu, Sooji-ssi?”

Sooi tersenyum lirih. “Aku benar-benar membencimu, Kim Myungsoo! Tiga hari bersamamu benar-benar seperti neraka untukku! Aku harap setelah ini kita tidak akan pernah bertemu lagi.”

Semua yang ada ditempat itu – termasuk Myungsoo – hanya bisa melongo mendengar apa yang Sooji katakan. Namun, gadis itu tak peduli. Ia lalu memilih untuk segera pergi. Tak ada gunanya ia berlama-lama disini.

Melihat kecanggungan yang ada diantara mereka, sang MC memutuskan untuk segera menutup acara. Sedang Myungsoo, ia memutuskan untuk mengejar langkah Sooji. Ia bahkan tak peduli dengan manager-nya yang kini sibuk meneriakkan namanya.

“Apa yang kau katakan tadi?” tanyanya ketika berhasil menahan lengan Sooji.

Sooji lagi-lagi tersenyum. “Kenapa? Kau terkejut dengan apa yang kukatakan?” tanyanya. Ia lalu mendesis. “Jangan kira aku tidak tahu siapa dirimu, Kim Myungsoo!”

“Apa maksudnya?” tanyanya tak mengerti. Sungguh! Kenapa gadis itu jadi berubah begini?

“Aku mendengar semua yang kau katakan pada gadis itu!”

“Maksudmu…”

“Ya! Aku bahkan mendengar bahwa kau mengatakan bahwa ciuman itu tak berarti!”

“Aku… aku bisa menjelaskan semuanya,” ujarnya tergagap.

“Tidak. Tidak perlu. Setidaknya sekarang aku tahu bahwa penilaianku dari awal tentangmu ternyata tak berubah. Kau hanya seorang idola yang sombong dan tak punya perasaan!”

Belum sempat Myungsoo mengucapkan beberapa patah kata lagi, gadis itu sudah terlebih dahulu pergi.

Sooji melangkah gontai disepanang lorong sekolahnya. Ia tahu saat ini ia tengah dibicarakan oleh satu sekolah. Ini semua pasti karena apa yang dikatakannya semalam. Teman-temannya sepertinya sudah menonton acara itu.

Ya! Bae Sooji! Apa yang terjadi sebenarnya?”

Sooji menatap malas kearah Pak Jiyeon dan Jung Soojung yang entah sejak kapan sudah berada dihadapannya. “Sebaiknya kita bicara ditempat lain saja,” Sooji menarik lengan Soojung dan Jiyeon agar segera berjalan mengikutinya.

“APA? KAU BERCIUMAN DENGAN…”

Belum sempat Jiyeon melanjutkan ucapannya, Sooji sudah terlebih dahulu membungkam mulut gadis ber-eyeliner tebal itu dengan tangannya. Sahabatnya yang satu ini memang tidak bisa mengendalikan volume suaranya!

“Menurutku, Sooji sudah bertindak benar. Bayangkan saja. lelaki itu dengan mudah merebut ciuman pertama Sooji dan dia mengatakan itu hanyalah sebuah hadiah perpisahan? Benar-benar keterlaluan!”

Sooji menundukkan kepalanya lalu mengangguk kecil.

“Tapi… aku tidak percaya kalau Myungsoo tega melakukan hal itu,” gumam Jiyeon.

“Tapi memang itu kenyataannya,” tegas Krystal. Perkataannya kali ini benar-benar final. Kenapa Park Jiyeon tidak mengerti bahwa mereka tidak seharusnya membela Myungsoo setelah apa yang dialami Sooji? “Sudahlah. Lupakan dia, Sooji-ah. Lebih baik setelah ini kita berbelanja. Kudengar album SHINee yang terbaru sudah dirilis.”

Sooji hanya tersenyum terpaksa lalu mengangguk. Mungkin ia bisa segera melupakan Myungsoo jika kepalanya disibukkan dengan Minho SHINee.

“Myungsoo ada apa denganmu?” tanya manager Myungsoo pada lelaki itu setelah ia baru saja menyelesaikan pengambilan gambar untuk iklan.

“Apa?” Bukannya menjawab, Myungsoo malah bertanya kembali.

“Kerjamu benar-benar buruk, Myungsoo! Ada apa sebenarnya?”

Oh. Sekarang Myungsoo mengerti apa yang dikatakan manager-nya ini. Ya. Myungsoo memang membuat banyak kesalahan selama mereka melakukan pengambilan gambar. Tak biasanya ia seperti ini. entahlah. Ia hanya kurang bersemangat saja belakangan ini. Mungkin ini ada hubungannya dengan Sooji.

Sudah seminggu ini ia mencoba untuk menghubungi ponsel gadis itu. Tapi, Sooji sepertinya memang tak berniat mengangkat panggilan Myungsoo sekalipun. Myungsoo mendengus kesal. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Myungsoo tersenyum simpul begitu menemukan ide yang menurutnya cukup brilliant.

“Hyeong, bolehkah aku meminta bantuanmu?”

“Ada apa ini? Kenapa semua orang pergi ke lapangan?” tanya Jiyeon.

Sooji dan Soojung sontak mengidikkan kedua bahu mereka. Mereka tidak tahu pasti apa yang terjadi. Terakhir kali kejadian ini terjadi ketika Myungsoo mengajaknya kencan. Apa mungkin Myungsoo datang kesekolahnya lagi? Tidak. Tidak mungkin. Sooji menggelengkan kepalanya.

“Lebih baik kita juga ikut melihatnya. Ayo!” ajak Soojung.

Sooji, Jiyeon dan Soojung menatap heran kearah beberapa kameramen yang kini sudah tertata rapi disekeliling lapangan sekolah mereka. Sebuah panggung yang cukup besar bahkan sudah ada dihadapan mereka.

“Sooji-ah, bukankah mereka orang yang sama dengan yang kemarin?” bisik Soojung.

Sooji mengangguk. Benar. Ia memang tak asing lagi dengan wajah para kameramen. Mereka adalah staff dari 3 Days With Idol. Tapi, apa yang mereka lakukan disini?

“Jangan-jangan mereka datang kesini karena surat dariku,” tebak Jiyeon. “Assa! Berarti Kai EXO ada disini!” Jiyeon sontak menyisir rambut ikalnya dengan jemarinya yang lentik.

Baru saja Jiyeon ingin berjalan ke tengah lapangan, Myungsoo sudah terlebih dahulu keluar dari balik panggung membuat Sooji membulatkan matanya. Benarkah ini? Kim Myungsoo kini ada dihadapannya? Untuk apa? Urusan mereka bahkan sudah lama selesai.

“Sedang apa dia disini?” tanya Soojung. Sooji menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar tak mengerti. Sungguh!

Myungsoo mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru. Ia tersenyum begitu menemukan sosok Sooji diantara ribuan khalayak ramai tersebut. Myungsoo memejamkan matanya sejenak sebelum akhirnya mulai berbicara.

“Pertama-tama, aku ingin meminta maaf padamu atas apa yang kukatakan kemarin. Semua yang kau dengar saat itu, tak ada satupun yang benar. Kenyataannya adalah, entah sadar atau tidak, hatiku mulai berdebar tak menentu karena kehadiranmu. Apa lagi setelah kau menghindariku, aku rasanya ingin mati saja! Sungguh! Tak ada satupun hal yang bisa kulakukan. Aku… benar-benar menyukaimu, Bae Sooji.”

Semua yang menyaksikan hal tersebut sontak bersorak mendengar pengakuan Myungsoo. Baru kali ini mereka melihat pasangan dari 3 Days With Idol yang saling menyukai di kehidupan nyata mereka.

Myungsoo tersenyum menatap Sooji. “Aku sudah menyiapkan lagu ciptaanku khusus untukmu. Kuharap kau menyukainya.” Myungsoo mulai memetik gitar yang sedari tadi dipegangnya lalu mulai bernyanyi.

Beautiful girl, wherever you are

I knew when I saw you, you had opened the door

I knew that I’d love again after a long, long while

I’d love again.

You said “hello” and I turned to go

But something in your eyes left my heart beating so

I just knew that I’d love again after a long, long while

I’d love again.

 

It was destiny’s game

For when love finally came on

I rushed in line only to find

That you were gone.

 

Myungsoo memutuskan untuk turun dar panggung. Ia lalu menghampiri Sooji. setelah berada dihadapan gadis itu, Myungsoo sontak mengulurkan tangannya pada Sooji, mengajak gadis itu untuk naik keatas panggung. Sooji tak tahu harus berbuat apa karena ia terlalu gugup. Hingga akhirnya, Soojung dan Jiyeon yang meletakkan tangan Sooji diatas tangan Myungsoo. Sooji ingin sekali protes, tapi ia sudah terlebih dahulu ditarik Myungsoo kembali ke panggung.

 

Whenever you are, I fear that I might

Have lost you forever like a song in the night

Now that I’ve loved again after a long, long while

I’ve loved again.

It was destiny’s game

For when love finally came on

I rushed in line only to find

That you were gone.

 

Beautiful girl, I’ll search on for you

‘Til all of your loveliness in my arms come true

You’ve made me love again after a long, long long while

In love again

And I’m glad that it’s you

Hmmm, beautiful girl.

 

Sooji tak bisa mengedipkan matanya sedikitpun. Mata indahnya tetap menatap Myungsoo yang kini tersenyum manis kepadanya. Seumur hidup ia selalu bermimpi akan mendapatkan pernyataan seperti dengan idolanya – Choi Minho. tapi, ia benar-benar tak menyangka bahwa dirinya akan mengalami hal ini bersama idola lain yang tak kalah tampan. Dan tentu saja Sooji menyukai lelaki ini lebih dari Choi Minho – mungkin.

“Maukah kau menjadi kekasihku?” Myungsoo memberikan sekuntum bunga mawar yang baru saa dibawakan oleh asistennya.

Sooji hanya melongo. Suaranya sedari tadi tak kunjung keluar.

Ya! Apa yang kau tunggu? Terima saja!” teriak Jiyeon dan Soojung hampir serempak.

Sooji tersentak. Entah sadar atau tidak, ia kini mengangguk, membuat seisi sekolah bertepuk tangan heboh bahkan sampai ada yang menangis terharu.

Myungsoo tersenyum. Ia lalu mencium lembut kening Sooji. Sooji tahu setelah ini ia mungkin akan dapat masalah. Tapi, selama ia bersama Myungsoo, ia yakin bisa menghadapinya.

Uwah! Ini pertama kalinya dalam sejarah acara 3 Days With Idol! Seorang idola berkencan dengan penggemarnya di dunia nyata! Ingin kisahmu seperti mereka? Segera kirim suratmu ke tim redaksi kami sebanyak-banyaknya. Siapa tahu, kau penggemar beruntung berikutnya! Sampai jumpa minggu depan!”

Cut!

29 responses to “[CHAPTER – PART 3 FINAL] 3 Days With Idol

  1. waaah keren banget thor..
    coba aja aku yang jadi sooji.. pasti udah pingsan duluan kekeke
    author jjang
    myungzy jjang

  2. Waa.. Myungsoo romantis sangat..
    Tapi gimana nasib Sooji abis ini yah?
    Fans fanatik Myungsoo bisa ngerecokin Sooji..
    Tapi kayaknya Myungsoo udah berpikir dengan matang mengenai risiko menyatakan perasaanny di depan publik.. Pasti Myungsoo ngelindungin Sooji.. kkkk.. Sweet bgt c dinyanyiin di depan org banyak.. nice action, Myung!

    Keren three shot nya, author.. Two thumbs up!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s