Be The Light [Sequel Sticky Note]

be the light

Be The Light

(Sequel Sticky Note)

by Juliahwang

~

starring

Myungsoo | | Jiyeon

.

Marriage life, Family, AU | | General | | Vignette

 

~Be The Light~

 

Musim semi datang begitu cepat. Menyisakan bulir-bulir salju pada saat musim dingin. Sedari tadi, Jiyeon hanya berkutat pada novel yang ia baca di dekat jendela. Menikmati pergantian musim favorite nya sambil mendengarkan musik dari earphone yang terpasang di kedua telinganya. Sesekali ia mengelus perut besarnya dan tersenyum.

“Jiyeon, kau sudah sarapan ?” Myungsoo tiba-tiba muncul dari balik pintu. Sedang memakai celemek dan membawa nampan berisi roti bakar dan juga susu. Sarapan yang paling disukai Jiyeon setiap pagi.

Jiyeon melepas earphone dan berhenti melanjutkan bacaannya. Ia menyambut Myungsoo dan mengambil nampan yang sedang pria itu bawa. “Kau selalu ingat apa kesukaanku.” Pun sambil meminum susu yang terhidang di atasnya.

Pria itu tak bicara dan hanya tersenyum. Berjongkok tepat di hadapan istrinya dan memeluk perut besarnya. “Aku tak sabar melihatnya bergabung bersama kita di rumah ini.”

“Bersabarlah.. Sebentar lagi dia akan bergabung.”

Myungsoo hanya mengangguk. Menuntun Jiyeon kembali duduk dan menikmati sarapan mereka bersama. Inilah kebahagian Myungsoo dan Jiyeon sesungguhnya. Sudah hampir setahun dan Jiyeon telah mengandung anak pertama mereka. Beberapa minggu lagi, suara tangis bayi akan menghiasi rumah mereka.

“Selama persalinan, kau berjanji untuk terus di sampingku kan ?”

Pria itu hanya tertawa. Mengacak pelan rambut Jiyeon dengan gemas. “Tentu saja, chagi! Dan aku akan menjadi orang pertama yang akan menggendong putri kita.”

Jiyeon menatap Myungsoo penuh menyelidik. Menahan tawa dengan perkataan suaminya itu. “Benarkah ? Bukankah kau tak berani menyentuh anak kecil ?”

“Itu dulu. Aku akan mencobanya sebisaku. Jangan meledek..”

Pun akhirnya membuat Jiyeon tertawa. Sekarang gilirannya yang memainkan pipi suaminya dengan gemas. Membuat wajah Myungsoo memerah seketika.

“Kalau begitu mulai sekarang siapkan nama untuk anak kita nanti.” Saran Jiyeon lalu beranjak akan keluar.

“Kenapa harus aku ?”

“Kau ayahnya, Myungsoo!”

.

Sejak saat itu, Myungsoo mulai rajin membaca buku dan membuka internet hanya untuk mencari nama yang tepat untuk anaknya nanti. Membuat Jiyeon takjub akan kerja kerasnya siang dan malam.

Perhatian, rasa takut dan cemas lebih terasa dalam diri Myungsoo. Ini adalah pertama kalinya ia seperti ini. Menunggu malaikat kecil yang sedang tidur di dalam perut Jiyeon. Hidup mati keduanya tergantung bagaimana ia menjaga mereka. Dan Myungsoo tak akan lengah barang sedetik pun.

Dan persalinan Jiyeon akan dimulai 5 hari lagi.

.

.

Seoul Internasional Hospital adalah perjalan pertama untuk Jiyeon. Sejak berangkat dari rumah, genggaman tangan Myungsoo tak pernah lepas darinya. Wajah Myungsoo sejak tadi berubah serius. Terus berdoa di dalam hatinya untuk kelancaran persalinan Jiyeon hari ini.

“Tidak usah secemas itu,” Kata Jiyeon saat mereka berdua sedang menunggu dokter datang di dalam ruang operasi. “Ibu bahkan menyuruhmu untuk istirahat. Kau bahkan belum makan sejak tadi.”

“Aku memikirkanmu Jiyeon. Aku memikirkan putri kita. Entah kenapa aku ingin menangis.” Sahut Myungsoo sambil menunduk. Jujur, ia tak begitu menyukai rumah sakit. Ia membenci bau obat-obatan di dalamnya. Tapi untuk sekarang, ia harus menghilangkan rasa takut itu demi Jiyeon.

“Aku bahkan lebih memikirkan kesehatanmu. Aku akan marah saat kau menggendong anak kita dengan keadaan sakit. Kau akan kubunuh, Myungsoo!” Ancam Jiyeon sambil terus memegangi pipi suaminya. Sesungguhnya, Jiyeon sedang menahan tangis. Tangisan rasa sakit yang teramat sangat sedang ia rasakan sekarang.

Agghhh..

Jiyeon mulai meringis. Membuat Myungsoo panik dan langsung keluar memanggil dokter dan segera melakukan persalinan.

Dokter mulai datang bersama beberapa suster untuk membantu. Keringat dingin terus keluar dari kening Myungsoo. Rasa gugup dan takut kini bercampur jadi satu saat Jiyeon mulai meringis dan menggenggam jemarinya begitu erat.

“Aku selalu di sampingmu, Ji..”

.

.

5 jam telah berlalu. 5 jam dengan teriakan dan tangisan yang keluar dari mulut Jiyeon atas rasa sakit yang ia alami. Semua telah berakhir dan berlalu dengan sangat cepat. Dimana kini ia sedang menggendong malaikat kecil di pelukannya. Tak berhenti terharu saat tangisan kecil itu memecah keheningan ruangan.

“Bukankah kau ingin menggendongnya ?”

Myungsoo hanya diam. Tak merespon tawaran Jiyeon dan hanya menggeleng. Sejak tadi, dialah saksi dari perjuangan kedua orang-orang terkasihnya. Tanpa bicara dan hanya satu, diam dan terus berdoa sambil menggenggam tangan Jiyeon dan setia menunggu di sampingnya.

Semua tak terasa saat suara tangisan bayi membuyarkan semua pikiran paniknya. Membuat seluruh anggota tubuhnya serasa kaku. Dimana anaknya telah lahir dan sedang berada di pelukan Ibunya. Rasa takut membuat Myungsoo tak berani menyentuh bayi kecil itu. Tak ingin membuatnya menangis ataupun terluka. Myungsoo tak berniat sama sekali membuat bayi itu merasakan sakit.

“Ia membutuhkanmu, Myung..”

Kini Myungsoo hanya menggaruk tengkuknya. Untuk kedua kalinya ia tak merespon permintaan Jiyeon. “Aku takut menyakitinya.”

“Kau ayahnya, tidak mungkin kau menyakitinya. Kemarilah.. Ia ingin merasakan pelukan darimu.”

Myungsoo tak bisa menahan air matanya lagi saat kini malaikat kecil itu telah berpindah posisi dalam pelukannya. Merasakan kulit lembut tanpa celah khas seorang bayi. Gusi merahnya nampak terlihat saat ia tersenyum menatap Myungsoo. Ia ikut tersenyum merasakan kebahagiaan yang terpancar dari putri kecilnya. Bahkan tangan kecil itu mulai bermain-main di pipinya yang penuh air mata.

“Dia sangat cantik, Ji. Ia terlihat seperti dirimu.” Ucapnya bangga membuat Jiyeon akhirnya ikut terhanyut dan menangis.

“Aku bahkan berpikir ia sepertimu. Ia mempunyai mata yang tajam dan mempesona.” Jiyeon menyahut dengan memuji. Tapi Myungsoo juga tak kalah dan membalas. “Dia memiliki bibir dan bentuk wajah sepertimu. Sangat cantik.”

“Aku tahu dan siapa nama untuk putri kecil kita ? Aku telah menyiapkan banyak nama untuknya.” Jiyeon mulai memasang wajah seriusnya dan nampak berpikir. Myungsoo tak memperdulikannya dan tetap serius memperhatikan putri kecilnya. Sebenarnya ia telah mempersiapkan banyak nama beberapa hari yang lalu. Mencari nama yang paling tepat untuk ia berikan. Tapi entah kenapa, semua itu tiba-tiba hilang dari dalam pikirannya.

Jiyeon mulai tersenyum lagi. “Bagaimana kalau Rachel ? Kim Rachel ? Atau.. Hanna ? Bisa juga Yein ? Atau mungkin Sooyeon ?” Jiyeon mulai sibuk menyebut nama-nama pilihannya dengan bersemangat.

“Myungji ?

“Apa ?”

Myungsoo mengangkat kepalanya memperhatikan Jiyeon. “Myungji untuk Myungsoo dan Jiyeon ?”

Senyum Jiyeon langsung merekah seketika. Nama yang sangat bagus di ambil dari nama mereka berdua. Jiyeon tak habis fikir, darimana Myungsoo mendapatkan ide semacam itu. Dan untuk kali ini ia sangat menyetujuinya.

“Benar.. Selamat datang Kim Myungji!”

 

~Be The Light~

 

4 years ago~

Myungji adalah cahaya baru di kehidupan mereka. Cahaya yang begitu terang yang harus mereka jaga. Cahaya yang menjadikan mereka keluarga yang begitu bahagia. Semua turut bahagia menyambut putri kecil itu yang telah berubah menjadi gadis cantik dengan wajah sempurna. Gadis periang yang begitu mencintai kedua orang tuanya.

Tapi, satu yang tak Myungsoo sukai dari gadis kecil itu setelah ia berumur 4 tahun sekarang. Dan ia berfikir, gadis itu mirip sekali dengan ibunya dahulu.

“Ibu..!!!” Panggil Myungji kesal dari arah perpustakaan. Ia semakin terlihat menggemaskan jika marah seperti itu.

Jiyeon keluar dari arah dapur dan mendatangi putrinya. “Ada apa ? Kenapa berteriak seperti itu ?”

“Ibu.. Ayah tak memperdulikanku tadi! Ia hanya sibuk dengan buku-buku bodohnya! Aku benci ayah!”

“Ayah mendengarnya, Myungji!” Teriak Myungsoo dari dalam perpustakaan membuat Jiyeon hanya tertawa. “Jiyeon-ah.. Kenapa ia memiliki sifat sepertimu ?” Tambahnya yang akhirnya membuat Jiyeon juga kesal.

“YA! Apa katamu ?!”

.

.

.

.

.

-fin

Wah.. Pertama aku cuma mau bilang Terimakasih buat semua temen” readers yang udh suka sama ff ‘Sticky Note’ dan udh ngebuat ff itu jadi Best Fanfiction untuk beberapa hari , Thanks banget buat kalian! :*

Dan karena itu entah kenapa aku ingin buat sequel cerita pernikahan MyungYeon saat punya anak, dan tadda! Jadilah ff membosankan ini :’D haha

Semoga sequel ini bs sesukses Sticky Note dan buat kalian suka {}

Komentar, kritik dan saran selalu saya terima ^^

lafya~❤

51 responses to “Be The Light [Sequel Sticky Note]

  1. kya keluarga bahagia,semogabahagia selalu dan pernikahannya langgeng sampe maut yang memisahkan.amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s