[ CHAPTER – PART 2 ] COUPLE OR TROUBLE ?

COT2R

Tittle : Couple or Trouble ?
Author : gazasinta
Main Cast : Kim Myungsoo, Park Jiyeon, Jung Soojung.
Additional Cast : Find by yourself
Genre : Romance and Little Commedy
Rating : PG-15
Length : Chapter

Part 2

Author POV

“ Caaa….Selesai!! baca dan segera tandatangani itu “

Myungsoo menggeser kertas kearah Jiyeon, yeoja itu bergantian menatap wajahnya dan kertas yang baru saja ia sodorkan tidak mengerti.

“ Mwo ? ini untuk apa ? “

“ Kau akan mengerti jika sudah membacanya, Kkaa!!! Aku hanya akan mengijinkan kau istirahat jika kesepakatan sudah tercapai, jadi jangan membuang waktu “

Myungsoo meletakkan kedua tangan didadanya, menyandarkan tubuhnya dikursi seraya menatap Jiyeon yang ada dihadapannya dengan pandangan menuntut.

Jiyeon baru saja membaca paragraf pertama dari tulisan Myungsoo, namun ia merasa seolah asap tebal dan dua buah tanduk sudah ingin keluar dari kepalanya.

“ Waeyo ? ada yang aneh ? mengapa wajahmu seperti itu ? “

Myungsoo merubah posisi duduknya, kedua tangannya ia letakkan diatas meja dan menatap Jiyeon dengan pandangan mengintimidasi.

“ Yya ahjussi, mengapa kau menyebutku yeoja allien eoh? ini tidak sebanding dengan panggilan untuk dirimu sendiri…..Tuan Kim Myungsoo ? tidakkah itu terlihat aku lebih seperti seorang pembantu daripada anae pura-puramu ? “

Jiyeon memprotes panggilan Myungsoo untuknya yang begitu nista, sedang untuk menyebut dirinya sendiri begitu agung. Ditekukkan wajah yang masih tertutup oleh make up tebal, bibirnya ia monyongkan seolah bersungut, benar-benar tidak senang dengan julukan yang Myungsoo berikan untuknya.

Melihat bibir Jiyeon yang seperti itu entah mengapa duduk Myungsoo menjadi tidak tenang, spontan ujung bibirnyapun bergerak seolah ingin mengikuti apa yang Jiyeon lakukan.

“ Yya tarik bibirmu itu kedalam, aku tidak suka melihatnya “

Tidak tahan, Myungsoo akhirnya menoyor kepala Jiyeon dengan pulpen ditangannya, entah mengapa dia merasa terganggu dengan apa yang Jiyeon lakukan, gadis itu nampak semakin imut dimatanya dan Myungsoo merasa usianya kini semakin tua.

“ Hahhh….baiklah, dimana aku harus menandatangani ini ? “

Jiyeon menarik bibirnya, untuk menghadapi ahjussi dihadapannya ia harus memiliki otak yang lebih waras, agar suasana kembali nyaman.

“ Disini “

Myungsoo meletakkan telunjuknya diatas kertas diikuti gerak mata Jiyeon yang mengikuti arahannya, , tidak berapa lama Jiyeon membubuhkan tandatangan di tempat yang Myungsoo tunjukkan tanpa berniat untuk serius membaca peraturan yang ada disana.

“ Kau sudah membacanya ? “ Tanya Myungsoo heran karena dengan mudahnya Jiyeon menurut perintahnya.

“ Apa ada perjanjian yang merugikanku yang ahjussi tulis ? “ Balas Jiyeon santai.
Myungsoo menyunggingkan senyum kemenangan, tidak rugi ia mencari waktu disaat yeoja ini terlihat begitu lelah, itu menguntungkan dirinya agar terhindar dari banyak pertanyaan yang pasti akan yeoja allien ini tanyakan jika dalam keadaan 100% normal.

Myungsoo POV

Aku membalikkan tubuhku kekiri dan kekanan, menutup rapat-rapat kedua telingaku dengan bantal, bahkan seluruh tubuhku sudah tertutup sempurna oleh selimut tebal, namun suara dengkuran yeoja allien itu masih terdengar begitu kencang, seolah-olah ia meletakkan mulutnya tepat ditelingaku.

“ Aaaarrrgggkkk dasar alliennnnnnnn…….”

Aku bangkit dari tidurku, menyingkap kasar selimut tebal dari tubuhku, sial!!! Apa yeoja itu memakan banyak anak kodok hingga suara dengkurannya mengalahkan deru knalpot rusak ? tidak tahan aku bangkit dari ranjang dan berjalan cepat kearahnya yang tertidur dengan gaya bebas disofa.

Krokkkkk….huhhh…krokkkkkk….huuhhhhh ( anggap ini bunyi dengkuran ya fren…hohoho )

“ Tch, kau mau protes aku menyebutmu yeoja allien eoh ? bahkan jika ada sebutan yang lebih mengerikan aku akan memakainya “ Ucapku kesal berkacak pinggang, namun tentu saja itu sia-sia karena yeoja allien ini lebih terlihat seperti orang mati ketimbang tidur.

Tidak tahu lagi apa yang harus ku lakukan, dengan kasar ku tarik bantal dari kepalanya, sontak dengkurannya terhenti, ia pun terduduk dengan menatapku seperti zombie, baguslah…..ia sudah sadar jika tidurnya menggangguku.

“ Yya…..kau ini jika ing….”

Brukkk

“ Yya….yya!!! ireona…!!!”

Kuguncang-guncangkan dengan kasar tubuhnya yang kembali tumbang, namun ia bergeming bahkan suara dengkurannya kini lebih heboh dari sebelumnya. Ohh….otthokae ? 1 bulan seperti ini ? aku benar-benar berharap bumi menelanku, dan memuntahkannya kembali di sebuah pulau yang dihuni banyak bidadari tanpa ada yeoja alien ini, dan tentu saja…huffftttt !! halmeoni, ya karena wanita tua itu aku mendapatkan kesialan seperti ini.

Kalian bisa mendeskripsikan tentang keadaanku ? kira-kira seperti ini…

Aku berada dalam situasi dikejar seekor macan hingga tidak sadar aku berlari menuju jurang, dan karena terjepit aku lebih memilih menceburkan diriku ke jurang sebagai cara mengakhiri hidupku. Eoh halmeoni !!!! andai kau tahu apa yang sedang cucumu hadapi, aku yakin kau akan menyesal telah menekanku.

“ Oh halmeoni, Ah-jus…euumm ahniyo Myungsoo op-ppa ia sedang berada dikamar mandi, nde kami akan bersiap-siap untuk check out pagi ini “

Aku baru saja keluar dari kamar mandi, kulihat yeoja allien itu sedang berbicara dengan seseorang, kutajamkan pendengaranku untuk mengetahui dengan siapa ia berbicara.

“ Nde, baiklah halmeo…” ucap yeoja itu.

Sontak mataku terbelalak mendengar ia hendak mengucapkan kata halmeoni ? untuk apa ia menghubungiku pagi-pagi sekali, tidak mau yeoja allien ini salah berbicara, dengan cepat aku melangkah dan menarik paksa ponselku dari tangannya.

Srettt…

Aku abaikan yeoja allien itu yang nampak terkejut dan dengan cepat tanganku membungkam mulutnya yang seolah ingin protes.

“ Nde halmeoni waeyo ? mwo ? yyaa halmeoni…kau tidak bisa seenaknya saja mengambil alih apartemenku ? lalu aku akan tinggal dimana ? “

Wanita tua ini, tidak ada henti-hentinya untuk menyiksaku, ini masih terlalu pagi untuk menghancurkan hariku, sekarang lagi-lagi ia membuat rencana aneh, tidak tahu jika aku sudah cukup pusing dengan hidupku sekarang ini, seenaknya saja ingin mengusirku dari apartemen, lalu aku harus tinggal dimana ?

“ Tenang saja, aku tidak akan mungkin membiarkan cucu serta cucu menantuku sengsara, aku sudah menyiapkan sebuah rumah besar untuk kalian tempati, kalian pasti akan menyukainya “

Aku terdiam karena begitu terkejutnya dengan penuturan halmeoni, aku merasa benar-benar tidak mengenalnya, mengapa wanita tua nan cerewet dan selalu bersikap kesal padaku kini menjadi begitu lembut, dan mwo ??? rumah besar untuk kami berdua ? jadi halmeoni benar-benar percaya dengan kebohonganku ? Ya Tuhan bahkan aku masih gemetar ketika tadi ingin menghadapinya, setelah aku memperkenalkan yeoja allien itu kemarin, aku melihat raut curiga halmeoni terhadapku, halmeoniku yang cerewet ini seakan tidak percaya, apa pagi tadi kepalanya terpentok tembok sehingga otaknya yang selalu mengepulkan asap itu berubah begitu cepat?

“ Bagaimana ? apa kau senang Kim Myungsoo cucukuuu ? “ Ucap Halmeoni dengan selembut-lembutnya suara yang benar-benar membuat telingaku gatal.

“ Aiiishh….terserah halmeoni sajalah, aku terima apapun keputusanmu “ Ucapku kemudian menerima keputusannya dengan terpaksa, aku tidak akan mencabut kumis seekor macan yang sedang tertidur jika ingin selamat.

“ Myungsoo-ah, disana….tempatnya begitu damai, tidak banyak rumah tetangga, pemandangan lautnya pun begitu romantis, kau…..apa bisa memberikan cepat seorang cucu untuk halmeoni ? “

Mwo ? jinjja permintaan macam apa itu ? cucu, bahkan yeoja allien itu masih pantas untuk dipakaikan popok oleh eommanya, aisshh bukan itu masalahnya Kim Myungsoo, melainkan yeoja allien itu tidak benar-benar menjadi istrimu. Otakku berpikir cepat untuk menjawab permintaan halmeoni, macan yang tidur itu akan segera terbangun jika aku tidak mengelus-elus tubuhnya.

“ Mengenai itu, akan aku bicarakan padanya “

Aku melirik yeoja allien itu yang memasang tampang polos dihadapanku. Sial, aku kembali terjerembab oleh mulutku sendiri, Ya Tuhan kau benar-benar menghukumku dengan derita yang entah dimana ujung dan akan berakhir dimana ini.

Author POV

Dengan langkan gontai, Myungsoo menyeret kopernya memasuki rumah besar, ahni bahkan sangat besar jika hanya untuk dirinya dan Jiyeon tempati, langkahnya nampak begitu terpaksa dengan senyum yang sama sekali tidak ada sejak ia menutup telepon dari halmeoninya. Bahkan ia pun sama sekali tidak berteriak memaki Jiyeon yang begitu banyak bicara sepanjang perjalanan. Suara yeoja itu benar-benar hilang tertimpa suara lembut halmeoninya yang meminta Myungsoo memberikan seorang cucu untuknya.

Myungsoo benar-benar sedang dalam masalah besar sekarang, jika saja otaknya korslet tadi, ia pasti sudah membelokkan mobilnya dan menarik yeoja itu ke gereja dan memaksa seorang pastur untuk menikahkan mereka berdua.

“ Waaa…besar sekaliiii dan pemandangan disini juga sangat indah, ini harus diabadikan “

Jiyeon membuka tasnya terburu-buru, mengeluarkan kamera ponselnya dan mulai menjepret setiap sudut ruangan rumah besar tersebut, kimono yang ia pangkai disingkapkannya lebih lebar agar tidak menghalangi langkahnya, Myungsoo hanya bisa menahan kekesalannya dengan tatapan membunuh.

“ Ahjussi, kau mau menolongku ? “ Teriak Jiyeon yang kini sudah berada didekat jendela, ia benar-benar tersirap dengan kemegahan rumah yang akan ia tempati, tidak memikirkan jika ini adalah awal dari bencana yang akan menimpa hidupnya selama 1 bulan kedepan, usianya nampak sangat berpengaruh dengan reaksi yang kini ia tunjukkan, kekanak-kanakan!

Menyadari Myungsoo tidak bergerak dari tempatnya semula “ Ahjussi, tolong ambil fotoku dengan background ini yah “ ucapnya terdengar menjengkelkan di telinga Myungsoo.

Myungsoo menatapnya dengan wajah angker, namun kakinya akhirnya melangkah mengikuti telapak tangan Jiyeon yang seolah melambai-lambai untuk menariknya.

Jiyeon POV

“ Ahjussi….palli!! “

Ku seret tangan ahjussi galak ini menuju jendela besar yang terbuka, pemandangan dibelakang benar-benar sangat indah dengan hamparan air berwarna biru serta ombak yang menggulung semakin meninggi ketika angin menyapunya, aisshh jinja ini seperti mimpi kecilku yang tidak tersampaikan jika saja aku tidak bertemu ahjussi ini, biarlah aku berkorban demi dirinya selama sebulan, aku anggap saja ini sebagai liburan panjangku dengan sedikit kerikil menghadang, kesempatan seperti ini bukankah tidak mungkin datang dua kali dalam hidupmu ?

Tapi ada apa dengan ahjussi galak ini? wajahnya memang tetap terlihat angker, namun ia terlihat aneh tanpa suara lengkingan 8 oktaf yang biasa ia “ senandungkan “ dari bibirnya itu , ah molla untuk apa aku memikirkannya ? bahkan jika boleh aku berdoa, aku berharap Tuhan mencabut beberapa oktaf suaranya, hahaha…Jiyeon-ah nappeun yeoja eoh?

“ Ahjussi….pegang ini, kau hanya perlu menekan tombol ini untuk mengambil gambar “

Ku letakkan ponsel ditangannya dan memberi petunjuk untuknya mengambil gambarku, ahjussi galak ini menerima saja apa yang aku lakukan, merasa reaksinya begitu baik aku segera berlari menuju tepi jendela dan mulai mengatur-atur gaya agar mendapat hasil foto yang bagus.

“ Ahjussi, hitung sampai hitungan ke-3 eoh, aku sudah siap!! “

Ku bungkukkan sedikit tubuhku, memasang wajah cantik seraya bibirku mengeja kata “ banana “ , tidak lupa gaya andalan gadis seusiaku yaitu jari yang membentuk huruf V yang letaknya tidak jauh dari pipiku. Ahjusii galak itu terlihat seperti menahan kekesalannya, namun selama ia tidak berteriak aku akan berpikir ia baik-baik saja.

Klik…

Klik..

Klik..

Tch, pabbo ahjussi !!! sudah kubilang untuk memberi aba-aba dengan hitungan, tapi baiklah aku akan mulai bergaya. Seiring bunyi blitz yang nampaknya bertubi-tubi terdengar dari ponselku, akupun berganti-ganti gaya sesuka hati, hingga….

“ Yya!!! cukup, sekarang waktunya untukmu membersihkan ruangan ini “

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal ketika akhirnya ahjussi itu mengeluarkan suaranya, tapi kenapa ia memintaku untuk membersihkan rumah ini, ini kan sudah bersih, apalagi yang harus aku berihkan ?
Ahjussi galak sudah pergi dari hadapanku, tidak mempedulikan perintahnya tadi, aku langsung berlari menuju sofa yang terlihat sangat elegan dengan permukaan yang begitu lembut dan empuk “ Wahhh jinjja, aku benar-benar menyukai apapun disini “ ucapku senang seraya mengusap-usap telapak tanganku disana.

Aku memandang kembali ponsel ditanganku, jariku dengan lincah membuka kunci ponsel dan mecari letak galeri disana, namun moodku tiba-tiba anjlok disertai mulutku yang merengut kesal ketika melihat hasil jepretan ahjussi galak itu.

“ Mwo ? yyaa ahjussiii……mengapa kau hanya memotret kaki ku saja ? aisshhh ahjussi…. jinjja!! “

Author POV

“ Nyonya besar, Tuan Kim Myungsoo beserta istrinya sudah sampai disana dengan selamat “

Seorang namja kurus tinggi asisten pribadi halemeoni melaporkan hasil pengamatannya, halmeoni yang sedang fokus pada catur didepan matanya hanya menganggukkan kepala, sementara sebelah tanganya sibuk dengan barang kesayanganya, kipas yang selalu ia bawa kemana-mana.

“ Baiklah, kau awasi terus mereka, jika ada yang mencurigakan segera beri tahu aku “ ucap halmeoni tanpa mengalihkan matanya dari papan hitam putih itu.

“ Nde nyonya besar “

Myungsoo POV

“ Ahjussi, warna catnya sudah bagus, mengapa kau harus menggantinya ? “

Yeoja allien itu menundukkan wajahnya ke arahku yang berada dibawahnya, ia ku suruh untuk mengecat dinding kamar yang akan ia tempati, aku tahu ini adalah pekerjaan seorang namja, namun aku merasa rugi jika aku yang melakukannya, tch…enak saja ia kan tidak dengan Cuma-Cuma untuk menjadi istri pura-puraku, banyak uang yang aku keluarkan untuk membayarnya, belum lagi aku harus meluangkan waktuku nanti untuk mencari jejak kekasihnya yang hilang entah kemana, kurasa kekasihnya bukan hilang tapi lebih tepatnya bersembunyi dari dirinya yang mengerikan, Ommo !!! bahkan aku merasa ia tidak benar-benar sepenuhnya jujur jika memang memiliki kekasih, mungkin saja kan ini hanya modus ? untuk tujuan apa aku akan mencari tahunya nanti.

“ Kerjakan saja, kau tidak lihat warna putihnya sudah kusam dan nampak berbeda dengan warna dinding lainnya “ ucapku beralasan.

“ Kenapa kau tidak memberikan kamar yang disebelahmu itu “ Tanyanya yang membuatku memandang semakin kesal padanya.

“ Yya!!! Kau tahu kenapa hari ini badanku begitu lemas dan tidak banyak memarahimu eoh ? aku tidak bisa tidur semalaman karena dengkuranmu itu benar-benar mengganggu, sebenarnya kau ini sejenis makhluk apa hingga tidak ada satupun yang menarik dari dirimu, tch….kekasihmu sangat berbesar hati sekali menerimu “ Makiku panjang tidak membiarkannya untuk menyela sedikitpun.

Yeoja allien itu terdiam, tidak berapa lama ia membalikkan kembali tubuhnya membelakangiku, sebelah tangannya mulai menyapukan roll untuk mengecat dinding, namun kulihat bahunya bergetar, aku mengernyit heran, ada apa dengannya ? Aku gerakkan tubuhku untuk melihatnya dari arah depan, aigoo…lagi-lagi ia menangis, memangnya kalimat mana yang membuatnya begitu sensitif, tidak berapa lama…..

“ Hiksss….otou-sannnn, okaa-sannnn!!! Aku begitu merindukanmu “ Yeoja allien menutup wajahnya dan tiba-tiba menangis layaknya anak kecil yang kehilangan jejak orangtuanya di pasar swalayan

Lihatlah, aku benar-benar seperti sedang tinggal bersama seorang balita bukan ?

“ Tch…yya…yya!!! kau ini mengapa sangat cengeng ? sebentar–bentar menangis…aisshhh jinjja!!! Baiklah, berhenti menangis…..maafkan aku, aku tidak akan membentakmu lagi “ ucapku akhirnya mengalah.

Kulihat yeoja allien perlahan melepaskan tangan dari wajahnya, menarik sesuatu yang berlendir dari hidungnya, Ya Tuhan dia berhasil membuat perutku mual karena begitu jijik dengan kelakukannya, tapi sikapnya ini benar-benar membuatku takjub…ahniyo lebih tepatnya kesal maksimal, ingin rasanya aku memasukkan tubuhnya kedalam karung, lalu mengikat dan mengalirkannya ke Sungai berharap bisa mendarat di Jepang sana tempat tinggalnya, sifat yeoja allien ini tidakkah menyebalkan bahkan hanya jika kau mendengarnya ? bagaimana bisa kau yang menangis begitu kencang dan bisa berhenti tiba-tiba dalam hitungan detik, bahkan setelah itu wajahmu terlihat biasa saja ?

Beberapa menit berlalu…

“ Selesaiiii, ahjussi biarkan aku istirahat sebentar eoh ? “ ucapnya dengan mimik wajah yang ia buat seolah-olah sangat lelah.

“ Andwee…sisi sebelah sana, selesaikan itu dulu “ ucapku berkacak pinggang seraya menunjuk sisi dinding yang tersisa, apa aku begitu kejam ? kurasa tidak, aku hanya menyuruhnya mengecat tanpa melakukan siksaan fisik bukan.

“ Huhhhh aku begitu lelah….tapi baiklah, tolong bantu aku untuk turun “ ucapnya seraya mengulurkan kedua tangannya kearahku untuk membantunya turun.

Aku hanya menatapnya aneh, memangnya aku sedekat itu padanya enteng sekali ia memintaku melakukan itu, cari kesempatan dengan namja tampan eoh.

“ Itu sebabnya kau harus membaca perjanjian yang ku buat, kau tidak tahu ? “ tanyaku padanya yang dijawab dengan gelengan kepalanya.

Aku meraih kertas milikku yang kusimpan disaku celanaku, membukanya lebar dan mendekatkan padanya, ia menjongkokkan tubuhnya, dan lihat kimono baju kesayangannya itu terlihat menyiksanya.

“ Ini, kau melanggar 2 peraturan “ ucapku, seraya meletakkan jari telunjukku bergantian pada nomor 1 dan 2.

1. Yeoja allien hanya boleh memposisikan menjadi seorang istri Tuan Kim Myungso disaat-saat tertentu.

2. Yeoja allien dilarang memanfaatkan situasi ini untuk mengambil kesempatan.

Yeoja allien itu membaca dengan suara cukup keras serta dahi yang berkerut “ Apa aku melanggarnya? aku kan hanya meminta bantuanmu, ini terlalu tinggi, aku tidak bisa turun sendiri tanpa bantuan orang lain “ ucapnya merengut.

“ Ini memanfaatkan situasi, shireo!! “ ucapku cuek.

Aku tidak peduli, aku akan menjaga kesucian jariku dari hal-hal yang menjijikkan, terserah dengan cara bagaimana yeoja allien ini turun dari bangku tinggi ini.

“ Assa!!! “ ucapnya seolah sudah menemukan ide, aku masih memperhatikan apa yang akan yeoja allien ini lakukan.

Ia berdiri perlahan dari jongkoknya, namun kimono panjang yang membalut tubuhnya terinjak tidak sengaja, bangku tinggi yang menopang tubuhnya tiba-tiba bergoyang, dan…

“ Arrghhhkkk…ahjusii “

“ Yyaaaa !!! kau-…“

Grebbbb….

Aku dan yeoja allien ini sama-sama terdiam dengan nafas yang tertahan, mata kami sama-sama terbelalak menatap pada satu titik disana, pantas saja tidak ada suara dentuman karena tubuhnya tidak benar-benar jatuh menghantam lantai, aku berhasil menahan tubuhnya dengan tanganku, tapi aiiishhhh…..apa yang tanganku lakukan? Mereka tidak mendarat sempurna, kedua tanganku mencengkeram kuat tepat didadanya, sedangkan kakinya masih berada di bangku tinggi itu, namun aku pastikan sebentar lagi akan ada suara MAHA DAHSYAT yang akan terdengar dari bibir merah mencolok yeoja allien ini, dan itu benar-benar akan memekakkan telinga.
“ KYAAAAAA…..AHJUSSI APA YANG KAU LAKUKAN !!!!! “

Brukkkk…

Aku terdiam mematung, tebakanku salah bahkan tidak hanya suara lengkingan yang terdengar kini, namun juga suara tubuh yang menghantam lantai, yeoja allien itu benar-benar malang, ia terjatuh karena aku melepaskan tanganku begitu saja ketika ia sadar dan berteriak begitu kencang, alhasil tubuhnya kini sukses menumbuk lantai.

Lama tidak terdengar suara diantara kami berdua…

Aku masih begitu syok memandang kedua telapak tanganku, jari-jari yang baru saja aku berjanji untuk melindunginya, kini malah sudah pada tahap menyentuh yang bukan haknya.

“ Ohhhh apayooo!!! “

Ku dengar ia meringis kesakitan, seperti seorang robot aku memberanikan diri menoleh kearahnya, dan kembali aku harus menahan nafas, tubuh yeoja itu menyatu dengan lantai serta posisi kepala yang menoleh kearah samping sehingga pipi sebelah kirinya yang mencium lantai, sementara tangan dan kakinya terlihat begitu menyedihkan seperti orang yang sedang memanjat tebing, yang lebih memalukan, kimono panjangnya tersingkap hingga memperlihatkan celana dalam yeoja allien itu.

Oh Tuhan ini benar-benar hari yang sial, begitu menyeramkan dan paling suram dalam hidupku, yeoja allien…mianhae….jika aku saja begitu malu, apalagi dirimu. Aku menutup mataku dan mengalihkan pandangan kearah lain, aku tahu dia butuh waktu untuk memulihkan perasaannya, aku meninggalkan tubuhnya dengan posisi yang sangat malang itu.

Jiyeon POV

Aku menutupi sekujur tubuhku dengan selimut, dari puncak kepala hingga ujung kakiku, aku belum bersedia keluar meski ahjussi pabbo itu berkali-kali memanggilku untuk makan siang, aku masih begitu malu dengan kejadian yang baru saja aku alami, otthokae ? baru sehari saja ahjussi itu sudah berhasil melihat hampir separuh dari tubuhku, bahkan tangannya sudah menyentuh dadaku, apa yang harus aku lakukan jika bertemu dengannya.

Air conditioner terpasang dengan derajat rendah dikamar yang berada tepat disebelahnya, tidak perlu menunggu ijinnya, aku memutuskan untuk memilih kamar ini untuk menyembunyikan diri, tapi aku masih merasa keringat membanjiri tubuhku, ku singkap selimut dibagian wajahku ketika ku dengar sayup-sayup suara ahjussi itu terus memanggil namaku.

“ Yeoja allien….kajja makan eoh…aku…ahni kau…jangan sampai setelah ini kau sakit….jika begitu …kau akan semakin merepotkanku “

Jinjja, ia memang seorang namja yang menyebalkan dan tidak memiliki hati, bagaimanapun karena dirinya aku menjadi sial seperti ini, jika saja tadi ia mau menolong ku untuk turun, tentu hal ini tidak akan terjadi, ahjussi pabbo!!!

Dia terus memanggilku, jujur aku sangat lapar, bahkan kini perutku sudah mengeluarkan suara yang bisa telingaku menangkapnya, kugerakkan jari-jariku mencoba menggunakannya untuk menimbang-nimbang.

“ Keluar-tidak-keluar-tidak….ahhh tidak!!! apa yang harus aku lakukan dihadapannya ? tapi aku sangat lapar…Oh Tuhan apa kau tidak bisa menurunkan keajaibanmu untuk menghadirkan makanan dihadapanku sekarang “
Pabbo, tentu saja itu tidak akan terjadi, memangnya aku ini seorang Alladin yang memiliki Jin untuk mengabulkan permintaan ku?

“ Yya sudah, jika memang kau tidak ingin keluar, aku tidak peduli, aku akan menghabiskan semua makanan yang baru saja kupesan, dengar….jika habis kau akan lama untuk menunggunya kembali tersedia meskipun kau sudah memesannya, disini jauh dari tempat orang yang menjual makanan, jadi…”

Krieeettt…..

“ Eoh, kajja….kita makan “

Ahjussi pabbo nampak terkejut ketika tiba-tiba aku sudah hadir dihadapannya, tidak ingin lama menatapku ia kemudian berbalik dan melangkah, aku pun sebenarnya 1000 kali lipat lebih malu dari dirinya, tapi sudahlah, aku akan mati jika tetap memikirkan rasa maluku.

Author POV

“ Ehem….changkaman!! ”

Myungsoo berdeham ketika Jiyeon ingin beranjak dari hadapannya, ia melirik sekilas piring yang begitu licin dihadapannya, piring bekas Jiyeon makan itu nampak tidak meninggalkan setitikpun bumbu atau kuah makanan disana, bahkan Myungsoo mendramatisir bayangannya seolah piring itu berkilat-kilat mengeluarkan cahaya terang karena begitu bersihnya untuk ukuran piring yang sudah terpakai. Dalam hati, Myungsoo tersenyum mengejek, bahkan dalam keadaan canggung setelah kejadian memalukan itu Jiyeon masih bisa dengan rakusnya menyantap makanan.

“ Tadi….halmeoni menelponku, ia menanyakan tentangmu “

Ucap Myungsoo berusaha keluar dari rasa canggungnya, berhasil membuat Jiyeon sontak menolehkan kembali pandangannya.

“ Jeongmal ? ada apa halmeoni mencariku “ Jiyeon sudah duduk kembali ditempatnya semula, bahkan ia memajukan wajahnya mendekat kearah Myungsoo.

Myungsoo menatapnya tidak nyaman, ia kemudian menjauhkan sedikit tubuhnya, yeoja itu seolah ingin menelan kepalanya hidup-hidup dengan gaya bertanya yang seperti itu.

“ Aku bilang…..aku tidak bisa menjawabnya karean sedang berada dikamar mandi, sekarang kita harus memahami satu sama lain tentang siapa kita, aku tidak mau seperti orang pabbo ketika halmeoni menanyakan semua tentangmu “

Myungsoo mengambil beberapa lembar kertas dan pulpen dari laci di area dapur besar dan mewah miliknya, Jiyeon memperhatikan apa yang Myungsoo sedang lakukan.

“ Memahami satu sama lain, untuk apa ? “ Tanyanya tidak sadar.

“ Igeo….tulis biodatamu disana, nama, usia, pendidikan, hobi, apapun mengenai dirimu, akupun akan melakukan hal yag sama ”

Myungsoo mulai menulis sesuatu dikertasnya, sedangkan Jiyeon ia masih hanya memperhatikan apa yang Myungsoo tulis, dan mencoba mengerti apa maksud dari memahami satu sama lain.

“ Ohhh “ Seolah sudah mengerti maksud Myungsoo, ia pun menaruh pulpen diatas kertas, dan dengan lincah menuliskan sesuatu disana.

Myungsoo melirik sekilas wajah Jiyeon, dilihatnya yeoja alien itu tersenyum-senyum ketika menulis, membuat Myungsoo penasaran apa yang yeoja kecil itu tuliskan.

“ Yya…yya…yaaa!!! mengapa kau menuliskannya dengan huruf Kanji ? tulis ulang dengan huruf Hangeul, kau pikir aku bisa membacanya ? “ Sungut Myungsoo merebut pulpen dari tangan Jiyeon menghentikan tangan yeoja itu menulis dengan huruf Jepang.

Jiyeon hanya merengut kesal, ia benar-benar tidak berani untuk melawan ahjussi galak tapi pabbo dihadapannya ini.

Myungsoo POV

“ Park Jiyeon, 19 tahun, pasangan dari Park Yong Hwa dan Kim Ha Neul, anak pertama dari 2 bersaudara, adik laki-lakiku bernama Park Jumyeon, pendidikan terakhirku Senior High School di Tokyo, sudah 1 tahun bekerja sebagai karyawati sebuah restaurant diJepang, namun aku memutuskan berhenti karena paman pemilik restaurant sepertinya menyukaiku dan aku tidak nyaman berada disana, hobiku adalah tidur dan menyanyi….bla-bla-bla “

Aku hanya memandang lelah yeoja alien dihadapanku, selain rasa percaya dirinya yang begitu tinggi seolah menembus lapisan langit ke-7 dia juga menjelaskan data tentang dirinya seolah-olah aku adalah seorang wartawan yang memiliki kemampuan steno untuk memburu berita.

“ Katakan pelan-pelan, berbicara dan menulis itu memiliki kecepatan yang berbeda “ kataku santai namun kudengar ia melenguh, sudah 2 kali ia menjelaskannya, namun masih saja kertas yang berada ditanganku nampak kosong.

“ Ahjussiii…..”

“ Mwo…mwo…mwo ? “

Melihat mataku yang melotot tajam membuat yeoja alien ini akhirnya pasrah menuruti keinginanku, aku tidak benar-benar mengabaikan apa yang ia katakan tentang siapa dirinya, mendengar usia yeoja ini tiba-tiba membuat diriku tidak lagi ingin menjalankan rencana gila ini, aku merutuki kebodohanku, 19th ? tch aku akan membuang waktu 1 bulanku untuk mengasuh yeoja alien ini….Ya Tuhan!! aku tidak sungguh-sungguh untuk membohongi halmeoniku, tetapi balasan yang Kau berikan begitu mengerikan…..jika seperti ini aku mohon putar kembali waktu dan aku akan menerima perjodohan itu.

“ Ahjussi kali ini kau harus mendengarkannya baik-baik eoh, aku akan mengenakan bayaran jika lagi-lagi aku harus mengulangnya “ Ucapnya dengan mata melotot seolah mengancam.

“ Yya selain aneh, rakus, tidak tahu malu dan hal lain sebagainya kau juga seorang mata duitan eoh ? apa tidak ada hal positif yang kau miliki ? “

Entah mengapa aku begitu mudah tersulut emosi jika menghadapi yeoja allien ini, padahal aku sangat benci jika halmeoni sudah bersikap seperti itu, apa halmeoni juga seperti ini ketika melihatku? jika seperti ini aku sangat maklum jika halmeoni selalu saja mengomel.

Yeoja allien tidak sama sekali melawanku, jika dilihat ia sepertinya bukan seorang yeoja pembangkang, hanya saja ia terlalu percaya diri, melakukan apapun kesukaannya tanpa peduli orang lain begitu jengkel terhadapnya. Aku mungkin sudah keterlaluan selalu memakinya, ku lihat ia masih terdiam, ommo!!! Apakah tandanya sebentar lagi ia akan mengucurkan airmatanya seperti yang sudah-sudah jika penampakan wajahnya seperti ini, sebelum ia akan menangis….

“ Yyaaa….kau tidak akan menangiskan ? “ Tanyaku takut-takut.

Ia hanya menggelengkan kepalanya, menandakan ia tidak apa-apa, Bagus!! memang sudah seharusnya ia paham dengan sifatku mulai dari sekarang. Ia kembali mengulang informasi tentang dirinya, kali ini ia menuruti apa yang kukatakan, setiap info yang ia sebutkan aku hanya menggeleng dan tidak sama sekali tertarik apapun mengenai dirinya. Dengar, ia bahkan memiliki banyak kebiasaan yang membuat aku hanya melongo dan lupa untuk menyalinnya dikertas yang ada dihadapanku, biar sajalah hal seperti itu tidak mungkin ditanyakan oleh halmeoni bukan ?

Sungguh aku penasaran bagaimana rupa kedua orangtuanya hingga melahirkan seorang anak yang begitu…..entahlah apa julukan yang pantas untuk menyebutnya, tapi cukup!!! Aku hanya penasaran, tidak berniat untuk bertemu dengan mereka.

Author POV

“ Congratulation miss, you look so awesome right now. Believe that everyone will be amazed with your appearance now “ ucap seorang dokter spesialis bedah.

“ Thanks doctor, I’ll never forget your services, once again I really thank, I’m very satiesfied with all you have done “

Seorang gadis cantik membungkukan tubuhnya, mengantar dokter bedah yang baru saja mengecek keadaannya pasca operasi berlalu pergi.

Ia kembali kedalam kamarnya, mematut dirinya didepan cermin, berputar-putar hingga merasa puas dengan penampilan sempurnanya kini.

Matanya beralih ke arah sebuah tiket diatas nakas “ Korea, aku akan kembali “ ucapnya dengan senyuman yang terkesan misterius.

TBA

Hai, ini petunjuk dari  author jika nanti RATR author kasih PW ya

Email : gaza_sinta@yahoo.co.id

Hp : 0813-1564-9694

157 responses to “[ CHAPTER – PART 2 ] COUPLE OR TROUBLE ?

  1. si jiyeon lucu bgt sih….
    tidurnya nge dengkur lg…
    haha..
    si myung hrs bnyk2 sabar…

    eh itu siapa yg mw kekorea kah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s