[FICLET] 1 Min 1 sec

maxresdefault_副本

Fanfiction : 1 Min 1 sec

Author : PJYKyur_

Cast : Park Jiyeon, Kim Myungsoo

Genre :

Rating : T

Summary : Just need 1 min 1 sec to make me fallin for you

Note : FF is Mine! Myungsoo is Jiyeon’s LOL

Kapan kau merasa bahwa hidupmu hanya butuh 1 menit 1 detik saja? Kapan kau merasa jika dengan waktu sesingkat itu kau mampu untuk bahagia selamanya disurga? Kau mungkin tak percaya, tetapi aku ingin berkata jujur bahkan jika aku mati sekarangpun aku rela.

***

Dimulai dari pagi kemarin Hoya Hyung memaksaku untuk menemaninya menghabiskan malam minggu di sebuah cafee yang katanya baru saja dibuka minggu lalu. Munkin saat itu Hyung sedang bertengkar dengan pacarnya, kalau tidak mana mungkin pria itu mau mengajakku untuk menemaninya menghabiskan malam minggu yang biasanya ia habiskan bersama kekasih tercintanya.

Dan disinilah aku sekarang, menemani Hoya Hyung yang sedang memasang muka sedihnya.  Aku terkekeh melihat bagaimana frustasinya dia. Mangkanya sampai saat ini aku tidak ingin untuk menjalin sebuah hubungan, hal itu sangat mengganggu menurutku. Lihat saja contoh nyata yang ada didepanku, sangat menyusahkan.

“Ya! Myungsoo kau sama sekali tidak membantuku” Hoya Hyung mengacak rambutnya, membentakku yang sama sekali tidak peduli, apa dia pikir aku akan merasa kasian dengannya saat ini?

“dan memang aku disini tidak berniat membantumu. Seharusnya sebagai seorang pria kau harus bisa menyelesaikan masalahmu baik-baik. Tidak mendiamkan Eunjung Noona dan menjadi gila sendirian disini.” Aku menyeruput latte yang ada didepanku.

Dia mencibir padaku, seolah mengejekku yang tidak peduli sama sekali. “kau tidak mengerti karena kau tidak pernah mengalaminya, pria lajang sejati” dia mencemooh.

Aku mengalihkan pandanganan ku kearah lain untuk menyembunyikan kekesalanku. Bukan salahku dan bukan kerugian bagiku untuk mengambil pilihan menjadi seorang yang tidak peduli dengan sebuah hubungan percintaan. Tapi mendengar dia menyebutku sebagai seorang ‘pria lajang sejati’ aku merasa itu terlalu kasar.

Aku berprinsip, dalam hidupku aku hanya menginginkan sebuah hubungan yang sakral. Ketika aku benar-benar menemukan seseorang yang kuyakini sebagai pendamping hidupku aku tidak akan mengikatnya dengan sebuah hubungan yang tidak pasti seperti yang dilakukan oleh banyak orang. Aku akan melamarnya dan memintanya untuk hidup bersamaku untuk selamanya.

Atau jika aku ditakdirkan untuk seorang Yeoja untuk harus kudampingi selama hidupku, aku bukan Namja yang banyak mau sehingga menolak mentah-mentah Yeoja itu.

“Myungsoo! Ya! Kim Myungsoo!”

Lamunanku teralihkan dengan panggilan Hoya Hyung. “Mwo?” tanyaku malas.

“kau tidak mendengar apa yang aku katakan? Kalau dipikir-pikir kau benar juga. Tidak seharusnya aku disini dan membiarkan hubunganku dan Eunjung semakin memburuk. Ayo pulang” dia bangkit tanpa meminta pndapatku.

Kuulurkan tangan kiriku keatas meja dan mendapati sebuah jam tangan yang selalu menemaniku akhir-akhir ini. Pemberian dari Eomma karena kesuksesan kerjasama perusahaanku dengan perusahaan Park-milik sahabatnya-.

2 menit lagi menuju pukul 10 malam dan itu berarti pertunjukan istimewa yang dihebohkan oleh beberapa pengunjung tadi –yang sempat dan masih saat ini membuatku penasaran-akan segera dimulai.

“kau pulang saja Hyung, aku akan menghabiskan akhir malam mingguku disini” ucapku dengan cengiran.

Dia tertawa dengan menampakkan gigi putihnya. “kau benar-benar menyedihkan Myungsoo” ucapnya sembari menepuk bahuku.

Aku mencibir peduli, ini bukan hal yang harus aku khawatirkan. Aku sudah terbiasa seperti ini. “pulanglah cepat” ucapku datar.

***

Hoya Hyung telah berlalu begitu saja, tanpa aku menyadarinya. Tiba-tiba aku teringat akan jam tangan yang sedang aku gunakan. Jam tangan rolex yang sebenarnya merupakan pembelian dari teman Eomma atau mungkin bisa saja kusebut sebagai calan mertuaku.

Eomma sudah dari awal mewanti-wantiku kalau saja aku tidak juga memperkenalkan seorang Yeoja kehadapannya untuk kunikahi disaat aku sudah menjadi seorang pemuda yang mapan, Eomma akan menjodohkanku dengan orang yang ia pilih. And here I am, aku tau Eomma akan memberikan pilihan yang terbaik untukku.

Aku tau bagaimana selera Eommaku, dan aku yakin akan pilihannya. Aku tidak akan menjadi seorang anak durhaka yang akan menentang keinginan orang tuaku. Apalagi sekarang hanya Eomma yang aku punya. Karena aku tidak mau memungkiri aku belum menemukan seseorang yang benar-benar pantas untuk aku perjuangkan, lalu apagunanya aku membawa seorang Yeoja yang sama sekali tidak aku kenal untuk kujadikan sebagai salah satu pacar bohonganku, atau saja menjadi seorang calon tunangan palsuku-tidak.

Aku tertarik dengan dentingan detik yang akan terarah dijam tangan itu, menunggu waktu berhenti tepat di jam 10 malam. Aku terkekeh sendiri sampai jarum itu benar-benar berhenti tepat diangka 12 dan setelahnya sebuah deheman membuatku mengalihkan pandanganku, perkiraan yang tepat.

Seorang Yeoja, tidak-tidak. Aku kurang bisa memastikanny. Aku yakin ada dua orang Yeoja disana, tersenyum dengan sangat indahnya. Tapi ada seorang Yeoja yang mengusik pikiranku.

“selamat malam semua, aku mina maaf untuk malam ini karena tidak bisa mendampingi kalian. Tetapi aku membawa seorang Yeoja cantik yang pasti akan lebih menyenangkan dari pada aku. Semoga kalian menikmati malam minggu yang indah ini bersama penggantiku Lee Jieun” suara rendahnya membuatku merinding.

Dan beberpa saat kemudian, yang kudengar hanya keluhan dari beberapa pengunjung cafee. Namun tepuk tangan meriah terlontar ketika petikan gitar dari Yeoja satunya terdengar.

Mataku terfokus pada Yeoja tadi yang sudah berbalik menuju pintu samping untuk keluar dari cafee. Ku pegang dadaku yang tiba-tiba berdekat cepat, aku menunduk ketika membandingkan detak jantungku yang terlalu cepat dengan denting jam yang ada dipergelangan tanganku.

1 menit 1 detik berlalu dari jam 10 malam dan tanpa berpikir panjang aku berdiri dan mengikuti kemana Yeoja itu pergi.

Dari jarak 5 langkah aku dapat melihat punggung Yeoja itu yang ditutupi rambut coklat panjangnya, bahkan dari belakang dia terlihat sangat indah.

“Chogiooo” teriakku membuatnya berhenti.

Dia berbalik dan membuat rambutnya berkibar dan jatuh dengan indah. Dia menatapku dengan terkejut, dan aku merasa eksresi itu sangatlah menghanyutkan. Aku tidak tau mengapa setiap perubahan raut wajah yang dia lakukan seperti sesuatu yang sulit untuk aku lupakan.

“nde? Kau memanggilku Myungsoo~ssi?”

Mengejutkanku dia mengenal siapa aku. “kau tau siapa aku? Bagaimana bisa?” tanyaku tidak sabaran.

Dia mengernyit dan tersenyum canggung. “i—itu—“ dia menggerak-gerakkan jemarinya dengan ritme cepat.

“itu usah dijawab. Lebih bagus lagi kalau kau sudah mengenalku. Aku ingin kau tau, aku tidak memintamu untuk percaya atau tidak tetapi aku merasa aku mencintaimu dalam waktu 1 menit 1 detik yang kau gunakan dengan begitu baik diatas panggung tadi. Jadi maukah kau menerimaku untuk mengenalmu lebih dekat? Maukah kau menjadi menjadi Yeoja yang mendampingiku seumur hidupku?” gila dan benar gila.

Aku tidak tau bahwa apa yang telah aku sugestikan didalam pikiranku benar-benar akan aku lakukan. Tapi aku terhenyak melihat bagaimana cara dia tertawa karena tingkahku. Apakah aku terlihat aneh? Apakah aku seperti orang gila saat ini?

“bagaimana bisa aku menolak seseorang yang akan menjadi tunanganku? Seseorang yang akan menjadi suamiku?”

“nde?” aku masih belum mengerti.

-end-

GAJE? BIARIN AJALAH :3 endingnya pada tebak sendiri aja ya😄 author males banget/?

34 responses to “[FICLET] 1 Min 1 sec

  1. Myungsoo blm tw klo jiyeon itu yeoja yx di jodohkan… pabbo… cb jiyi sedikit ngejain myungsoo…. nice ff.

  2. udah ngeduga sih kalo tunangannya myung itu jiyeon wkwk tapi myungsoo plis deh-___- calon tunangannya sendiri masa gatau sih-___-
    haha keren ceritanya😀 ada lucunya juga wkwk😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s