[Chapter-1] Switch

switch

Vanilla Milk © Fanfiction

Romance—Comedy

Rating General

Previous Chapter :

TEASER |

Untitled-1

A/N : ANYEONGGG ^^ Akhirnya aku post chapt 1 nya. Alurnya sama dengan drama “BIG” cuma aku bedain aja dialog dan sebagainya (?). Tolong tinggalkan Komentar setelah membaca!😉

Park Jiyeon tersenyum sendiri saat mendengarkan lagu Marry You yang dibawakan oleh grup Super Junior. Saat mendengarkan lagu itu, ia teringat pada calon suaminya, Choi Seunghyun. Jiyeon dan Seunghyun akan menikah sebulan yang akan datang, tentu saja hal itu yang sangat dinantikan oleh Jiyeon. Saat ini Jiyeon berada di dalam bus untuk menuju ke Parkbyeol Highschool sebagai hari pertamanya menjadi seorang guru. Di usianya yang baru menginjak dua puluh enam tahun, Jiyeon sudah menggapai profesi yang ia inginkan dari dulu.

“Hari yang akan berjalan indah menjadi seorang guru” gumam Jiyeon sambil tersenyum sendiri. Tanpa ia sadari, seorang pemuda laki-laki yang usianya kira-kira delapan belas tahun terus saja menatap Jiyeon. Itu membuat Jiyeon sendiri Ge Er.

“Apa yang kau liat, bocah!?” bentak Jiyeon yang dirinya merasa terus diperhatikan. Namun si pemuda itu hanya membalas dengan senyuman.

“Kau tidak tahu, nuna? ku pikir kau kurang waras tersenyum sendiri” Ucap si pemuda itu sambil tersenyum mengejek. Hal ini tentu saja membuat Jiyeon kesal kepada si pemuda yang belum dikenal nya itu.

Saat Jiyeon turun dari bus, seseorang berlari kecil menghampiri Jiyeon.

“Tunggu sebentar!”

Jiyeon menoleh, ternyata si pemuda yang mengejek Jiyeon saat di bus tadi. “Kau mengikutiku?” tanya Jiyeon berlagak tak peduli. Namun si pemuda itu hanya menatap Jiyeon tanpa berkedip.

“Eheemm.. maaf sebelumnya. Aku tahu kau tertarik denganku karena aku memang cantik. Tapi sayang, aku akan segera menikah dengan seorang pria. Jadi kau sebaiknya tidak usah menyukai ku. Lagipula kita belum saling kenal sebelumnya” tutur Jiyeon kepada si pemuda. Tapi si pemuda malah tidak berhenti menatapnya.

Well, sepertinya kau sudah salah paham. Aku mengikutimu karena aku mau mengambil headset ku yang terbawa oleh mu saat kau hendak turun dari bus” jelas si pemuda sambil tersenyum evil. Lalu ia pergi meninggalkan Jiyeon. Ini tentu saja membuat Jiyeon sangat malu.

“Yakk.. bocah sialan” teriak Jiyeon. Namun di hiraukan oleh pemuda itu.

***

Setelah sampai di Parkbyeol Highschool, Jiyeon masuk ke ruang guru. “Kau terlambat lima menit, Park songsaengnim” ucap salah satu guru.

Joesonghamnida, tadi ada urusan sedikit. Aku tidak akan mengulangnya lagi” balas Jiyeon. Si pemuda yang tadi ia temuilah yang membuat dirinya terlambat. Jiyeon duduk di meja nya sambil menghela nafas. Hari pertamanya menjadi seorang guru ada saja cobaan nya.

Tiba-tiba salah seorang guru membukakan pintu, dan masuklah seorang pemuda. Jiyeon hanya melongo saat tahu siapa pemuda itu. Dia adalah pemuda yang Jiyeon temui tadi. Pemuda itu malah tersenyum nakal kepada Jiyeon.

“Namanya Kim Myungsoo. Ia pindahan dari Amerika dan akan memulai sekolahnya hari ini. Myungsoo-ssi, berbuat baiklah kepada guru mu dan teman baru mu” ucap salah seorang guru memperkenalkan  murid baru  — pemuda yang Jiyeon temui tadi—  bernama Kim Myungsoo.

“Park Jiyeon songsaengnim, bimbing murid ini menjelajah ke sekeliling sekolah.” ucap guru yang memperkenalkan Kim Myungsoo tadi. “Cobaan apalagi, Ya tuhan” gumam Jiyeon dalam hati.

***

Jiyeon dan Myungsoo keluar dari ruang guru untuk berkeliling ke sekitar sekolah. “Maaf soal yang di bus tadi, nuna” gumam Myungsoo pada Jiyeon.

“Lupakan. Tapi sekarang aku adalah guru mu, Myungsoo-ssi. Berbicara formal lah dan jangan memanggilku nuna  —kakak perempuan—  lagi” ucap Jiyeon dengan malas.

“Tapi usia mu sepertinya tidak berbeda jauh denganku” sahut Myungsoo. Jiyeon hanya menahan kekesalannya. “It’s boring. Berapa lama kita harus mengelilingi sekolahan ini lagi?”

“Jangan banyak bicara!” bentak Jiyeon.

“Baiklah kalau begitu, Mrs. Park Jiyeon” ledek Myungsoo.

Di tengah berkeliling ke sekitar sekolah, Jiyeon mendapat telepon dari calon suami nya, Seunghyun. Langsung saja Jiyeon mengangkat telepon dengan semangat dan mengabaikan Myungsoo. Saat Jiyeon menerima telepon sambil tersenyum sendiri, Myungsoo hanya memandang jijik.

Seunghyun bilang di telepon bahwa ia sangat sibuk sehingga tidak bisa makan malam dengan Jiyeon. Tadinya Jiyeon kecewa, tapi ia bisa mengunjungi Seunghyun di Rumah Sakit Wusoo  —tempat Seunghyun bekerja—.

“Dia pacarmu mu?” tanya Myungsoo.

“Dia calon suamiku. Dia seorang dokter” sahut Jiyeon.

“Oke baiklah. Berkeliling nya sudah selesai kan? Aku lelah. It just waste my time” elak Myungsoo dan lari meninggalkan Jiyeon.

“Yakk.. Kim Myungsoo!!”

***

Saat berhasil kabur dari Jiyeon, Myungsoo berjalan sendiri ke sekeliling sekolah. Saat tengah asik berjalan, Myungsoo dihalangi oleh tiga orang siswa yang sepertinya jagoan.

“Ku dengar kau pindahan dari Amerika” ucap salah satu dari ketiga siswa itu. “Namaku Park Sanghyun. My name is Park Sanghyun” lanjut nya dengan bahasa inggris nya yang buruk.

“Bahasa Inggris mu buruk, lebih baik tidak usah bicara, stupid” balas Myungsoo sok keren.

“Stu.. apa? dia bilang apa? Stupid? Setahu ku itu sebuah kata hinaan, benarkan?” kata Sanghyun dengan wajah bodoh nya.

Myungsoo mengabaikan ketiga siswa bodoh itu dan beranjak pergi dari tempat itu. Tapi ia di cegah ketiga siswa itu dan Park Sanghyun hendak memukul nya. “Berani nya kau anak baru ….” geram Sanghyun sambil meremas kerah baju Myungsoo.

“PARK SANGHYUN!!!” teriak seseorang menghampiri Myungsoo dan Sanghyun yang hendak berkelahi. Orang itu Jiyeon. “Park Sanghyun appa bilang kau tidak boleh berkelahi, Saekki!” omelan Jiyeon membuat Sanghyun berlari dan Jiyeon mengejarnya.

“Apa guru boleh melakukan seperti itu pada murid nya?” tanya Myungsoo pada kedua teman Sanghyun.

“Park Sanghyun adalah adik Park Jiyeon songsaengnim” Jawab kedua teman Sanghyun. Myungsoo hanya tersenyum kecil.

***

“Sanghyun-ya, jangan berkelahi lagi” ucap Jiyeon pada adik sekaligus murid nya. Saat ini mereka berada di taman sekolah, Jiyeon menasehati Sanghyun agar tidak berkelahi, apalagi dengan murid baru  —Myungsoo—  .

Nuna, siapa anak baru tadi itu?”

“Dia Kim Myungsoo”

“Bahasa Inggrisnya cukup keren”

“Dia memang pindahan dari Amerika, pabbo” Jiyeon menjitak kepala Sanghyun. kkk~

Dari kejauhan, Myungsoo terus memperhatikan Jiyeon dan Sanghyun. Walau menurut Myungsoo kedua kakak beradik tersebut sering bertengkar, namun nampaknya mereka saling menyayangi. Myungsoo terlihat murung.

***

Jiyeon akhirnya mengunjungi Seunghyun ke rumah sakit sambil membawa kotak makan berisi jajangmyeon untuk Seunghyun. Karena takut menggangu Seunghyun jika Jiyeon pergi ke ruang kerjanya, akhirnya Jiyeon memilih menitipkan kotak makan nya di receptionist.

“Nona Park Jiyeon, dr. Choi Seunghyun berpesan kepada ku bahwa ia sibuk sehingga tidak bisa menemuimu” ucap receptionist itu. Jiyeon nampak kecewa. Akhirnya Jiyeon pulang tanpa bertemu dengan Seunghyun.

Jiyeon pulang disambut Ayah dan ibu nya. “Kau selesai bertemu dengan calon menantuku  —Seunghyun—   kan? baguslah kalau begitu” ucap ibu Jiyeon dengan nada ceria. “Kalian harus sering-sering bertemu. Lagipula pernikahan kalian sudah di depan mata” sambung ayah Jiyeon tak kalah ceria nya. Jiyeon hanya merespon dengan anggukan. Padahal tadi dia tidak bertemu dengan Seunghyun.

Sementara itu di ruang kerja Seunghyun, ia mengambil kotak makan yang dititipkan Jiyeon untuk nya. Ia hanya memandang kotak makan itu. “Maafkan aku, Jiyeon-ssi” gumam nya sambil menghela nafas panjang.

***

Ke esokan hari nya di ruang guru, Jiyeon sedang mengobrol bersama Lee Ae Young songsaengnim membicarakan tentang pernikahan Jiyeon dan Seunghyun. Tiba-tiba Jiyeon teringat bahwa hari ini ia dan Seunghyun berencana membeli barang-barang untuk rumah baru mereka jika mereka sudah menikah nanti. Akhir nya Jiyeon pergi ke taman sekolah untuk menelepon Seunghyun.

“Sekali lagi maaf, Jiyeon-ssi. Kali ini aku benar-benar sibuk” ucap Seunghyun di telpon.

“Bisa kah kau luangkan sedikit waktu mu? ini demi masa depan kita” tanya Jiyeon yang hampir mau menangis. Berulang-ulang Seunghyun begitu sibuk sehingga tidak bisa bertemu dengan Jiyeon. Padahal hari ini hari dimana mereka membeli barang-barang untuk rumah baru mereka. Air mata Jiyeon benar-benar jatuh.

Mianhae, Park Jiyeon” lanjut Seunghyun. Jiyeon tak bisa berkata apa-apa dan menutup telepon nya.  Ia langsung menangis terisak-isak. Dari kejauhan, Kim Myungsoo memperhatikan Jiyeon dan ia menghampiri Jiyeon yang sedang menangis.

“Gwanchanayo, Park songsaengnim?” tanya Myungsoo. “Seperti nya calon suami mu memang tidak mencintai mu”

Jiyeon yang mendengarkan nya langsung memukul kepala Myungsoo. “Yakk!”

“Ini namanya kekerasan terhadap murid. Aku hanya bercanda” lanjut Myungsoo. Dan Jiyeon mulai menghentikan tangisan nya. “Baiklah jika kau sudah berhenti menangis. Aku pulang”

Myungsoo meninggalkan Jiyeon, tapi Jiyeon cukup terhibur atas kehadiran Myungsoo. Tak lama setelah Myungsoo pergi. Jiyeon mendapat telepon dari Seunghyun, Jiyeon lantas mengangkat nya.

“Kita harus bertemu” ucap Seunghyun datar

“Benarkah?” tanya Jiyeon yang kembali ceria

“Kau ada dimana? aku akan ke sana”

“Di sekolah” jawab Jiyeon dan telepon terputus. Jiyeon tak menyangka bahwa Seunghyun akan menemui nya.

***

Sementara Seunghyun mengendarai mobil nya untuk menemui Jiyeon. Ia mengemudi dengan kecepatan tinggi. Sebuah mobil menyalip mobil Seunghyun dan dari arah berlawanan ada sebuah mobil juga dengan kecepatan tinggi. Mobil yang menyalip Seunghyun bertabrakan dengan mobil dari arah berlawanan. Terjadilah kecelakaan. Mobil Seunghyun mencoba menghindari kecelakaan itu dengan membanting stir, namun dari arah berlawanan sebuah motor juga membanti stir untuk menghindari kecelakaan. Mobil Seunghyun dan motor itu akhir nya terpental dan terjun ke sungai yang ada di dekat jalan.

Ternyata si pengendara motor itu adalah Kim Myungsoo. Myungsoo dan Seunghyun tenggelam, tapi Seunghyun mencoba menyelamatkan diri. Seunghyun melihat Myungsoo yang juga tenggelam dan mencoba untuk menggapai tangan Myungsoo untuk menyelamatkan nya.

k2h007812

Akhirnya keduanya dibawa ke rumah sakit. Para dokter berusaha menyelematkan nyawa mereka. Namun sayang, Seunghyun tidak terselamatkan dan dibawa ke ruang mayat. Sementara Myungsoo seperti nya koma.

Setelah mendapat kabar buruk itu, Jiyeon langsung saja pergi  ke rumah sakit. Seorang suster menjelaskan bahwa korban bernama Choi Seunghyun nyawanya tidak tertolong. Jiyeon langsung menangis hebat di dekat ruang mayat tak sanggup melihat jasad Seunghyun.

Sementara itu, Seunghyun terbangun di ruang mayat. Lalu ia memegang wajah, rambut dan badan nya. Ia kebingungan. Akhir nya ia keluar dari ruang mayat dan berjalan gontai. Di koridor rumah sakit sudah sangat sepi. Seunghyun menengok ke segala arah berharap ada seseorang. Ketika sedang berjalan menyusuri koridor, Seunghyun melihat seorang wanita. Setelah ia perjelas lagi penglihatan nya, wanita itu adalah Park Jiyeon. Jiyeon yang melihat Seunghyun menghampiri nya wajah nya terkejut

“Seunghyun-ssi kau baik-baik saja” ucap Jiyeon dengan tangisan dan langsung memeluk tubuh Seunghyun. “Aku sangat mengkhawatirkanmu Seunghyun-ssi

Sementara itu Seunghyun hanya kebingungan. Ia melepaskan pelukan Jiyeon.

“Apa? kau panggil aku apa?” tanya Seunghyun kebingungan.

“Seunghyun-ssi, kau baik-baik saja?” Jiyeon juga ikut kebingungan dengan sikap Seunghyun

“Park Jiyeon songsaengnim” gumam Seunghyun

“Seunghyun-ssi ada apa denganmu?”

“Aku Kim Myungsoo” ucap Seunghyun.

TO BE CONTINUE

Ditunggu next chapt nya ^^ Jangan lupa tinggalkan komentar🙂

43 responses to “[Chapter-1] Switch

  1. Pingback: [Chapter-7] Switch | High School Fanfiction·

  2. myungsoo masuk ke badan seunghyun? tapi beda badan ya? aku masih ga paham blm nonton big soalnua hahahaha
    aku baca part berikutnya ya biar paham :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s