[ Oneshoot ] I’M NOT A BAD GIRL

INABG

 
Tittle : I’m not a bad girl
Author : gazasinta
Main Cast : Park Jiyeon T-ara, Kim myungsoo, Bae Suzy
Genre : Sad
Rating : PG-16

Anyyeong !!! gazasinta is back, ealah dirimu thor..thor! bukan kelarin yang udah mau end or lanjutin yang baru part 1, malah bawa ff baru….hehehhe, tenang ini cuma oneshoot, author ubek-ubek ( ? ) berkas di lepi, dan akhirnya inilah yang terpilih, author masih proses mengkhayal kelanjutannya RATR nya , mudah2an ga lama dari oneshoot ini publish, utang author yang lain segera dibayar.

Tapi maaf setelah author melihat, menimbang, memikirkan, dan akhirnya memutuskan….Jeng-Jeng!!!!

Apa sih author ini ? author MEMUTUSKAN untuk PW RATR next chaptnya, alasannya nanti kalian tahu setelah membaca next chapt nya itu yah.

Oiya untuk dapaetin PW nya, ada syarat loh, ayam hitam sama kembang 7 rupa, serta air yang di ambil dari 7 mata air berbeda….=))

Engga kok, cm pastikan aja kalian ud meninggalkan jejak setidaknya dari 18 part yang sudah ada, 10 part lah….hohoho author inih.

silahkan hubungi author di alamat email : gaza_sinta@yahoo.co.id

Author selalu stand by kok disana, nah skrg let’s cekidot untuk baca ff ini yah, maaf jika ceritanya ga jelas atau  bagaimanalah, ini ff ud lama sebelum RATR malah , daripada terbuang percuma…siapa tau ada yang baca….hohoho….gomawo.

Senyum lebar terukir disudut bibir sepasang namja-yeoja yang malam ini baru saja meresmikan pertunangan, kedua pasangan tersebut nampak sibuk melayani para tamu undangan yang menyalami keduanya. Sang yeoja nampak sangat anggun dengan gaun putih dengan bahu yang terbuka, memperlihatkan kulit putihnya yang mulus, rambutnya yang indah ia biarkan tergerai. Sementara sang namja terlihat semakin tampan dengan tuxedo senada dengan tunangannya, mata tajamnya semakin memikat ketika senyum ia sunggingkan.

“ Hubungan kita selangkah lebih maju tuan Park, aku begitu senang dengan apa yang sudah kita lewati ..ha…ha..ha “ Tuan Kim Soo Ro sang calon besan tertawa begitu senang.

“ Hahaha…Nde, semoga dengan pertunangan ini semakin mempererat hubungan bisnis kita Tuan Kim “ ucap Tuan Park Jungsoo juga tak kalah senang.

“ Iya, aku pun begitu senang…eoh Nyonya Nam kita bisa lebih sering bersama, belanja dan liburan bersama “ ucap Nyonya Yeon Na Mi, istri Tuan Kim Soo Ro.

“ Nde, aku akan mengajakmu mengunjungi tempat-tempat belanja yang mengagumkan “ Nyonya Nam berkata seraya memperhatikan putrinya yang nampak begitu bahagia.

Ditengah meriahnya pesta, tiba-tiba muncul kegaduhan dari arah belakang, seorang chef kepala yang disewa keluarga Park menangkap seseorang yang hendak mencuri makanan di dapur mereka, semua tamu pun begitu penasaran dengan sosok pelaku yang begitu berani beraksi disaat suasana begitu ramai. Sebagai tuan rumah pesta Tuan Park tidak tinggal diam, bersama istri serta calon besan ia pun melihat kearah dapur untuk mengetahui apa yang terjadi. Wajah tuan Park nampak begitu terkejut, senyum dan perasaan senang yang tadi hinggap seketika lenyap begitu mengetahui sosok yang menjadi tersangka, tidak hanya Tuan Park, istrinya Nyonya Nam serta putrinya pun tidak kalah terkejutnya.

“ Lepaskan aku!!! Aku bukan pencuri, aku hanya ingin mengambil hak ku , lepaskaannn!!! “

Seseorang yang diduga pencuri itu terus saja berteriak dan meronta, namun kekuatannya tentu tidak seimbang dengan kedua pria yang menahannya.

“ Lepaskan dia “ Tuan Park angkat bicara, ia memerintahkan kedua pria yang menahan sosok yang disebut pencuri itu untuk dilepaskan.

Dengan seketika kedua pria itu pun melepaskannya “ Jika tidak karena kebaikan Tuan Park habis kau setan kecil “ ucap salah seorang pria yang baru saja melepaskannya.

Tidak mengucapkan terimakasih, sosok yang disebut pencuri itu justru memandang Tuan Park dengan penuh kebencian, ia kemudian membungkuk dan mengambil kasar sebuah kantong plastik yang telah terisi banyak makanan dan melangkah pergi dari sana.
Nyonya Nam menghela nafasnya geram, namun ia berusaha tetap tersenyum meski kini wajahnya menyiratkan begitu malu dengan apa yang terjadi “ Maaf atas kejadian ini, ini hanya sebuah kesalahpahaman, mari kita lanjutkan pestanya “ ucap Tuan Park mencoba mencairkan suasana.

Myungsoo mengernyitkan dahinya, bibirnya ingin merespon percakapan orangtuanya tentang kejadian yang baru saja terjadi di acara pertunangannya, namun teringat wajah yang disebut pencuri Myungsoo seolah lupa dengan apa yang mau ia ucapkan.

“ Seorang pencuri wanita, mengapa hanya makanan yang ia curi ? “ tanya Myungsoo penasaran dalam hatinya.

“ Darimana kau mendapatkan begitu banyak makanan enak seperti ini ? “ tanya nyonya Im Nana nampak heran.
Yeoja yang ditanya hanya tersenyum lalu meletakkan kepala dipangkuan eommanya, nyonya Im mengelus rambut pendek putrinya “ Eomma percaya kau mendapatkannya dengan cara yang baik, Jiyeon-ah….apa kau ingin eomma menyiapkannya untukmu ? “

Yeoja yang bernama Jiyeon itu hanya terdiam, merasa bersalah dengan prasangka baik eommanya, namun tidak ingin membuat eommanya curiga “ Mianhae eomma, karena begitu lapar aku memutuskan untuk menikmatinya terlebih dahulu, tapi aku akan tetap menemani eomma makan “ ucap Jiyeon berusaha meyakinkan eommanya.

Nyonya Im mengangguk, ia pun bangkit seraya memanaskan makanan yang sejak lama tidak pernah lagi ia nikmati karena keterbatasan biaya hidup, gerakannya begitu cekatan membuat Jiyeon hanya tersenyum pilu.

“ Aku mendapatkannya dari appa bukan mencuri “ lirih Jiyeon tidak terdengar oleh eommanya.

“ Berhentiiiii, berhenti kau pencuri!!!! Tolong ada pencuriiii….ia mengambil uangku “

Seorang ahjuma berbadan besar berteriak meminta tolong, Myungsoo segera turun dari mobilnya untuk menolong ahjuma yang nampaknya kesulitan berlari, ia tidak tega jika hanya tutup telinga dengan peristiwa yang terjadi didepan matanya.

Langkah panjang Myungsoo berkejaran dengan seorang pelaku yang memakai pakaian serba hitam dan berambut pendek tersebut, Myungsoo semakin menambah kecepatan ketika si pencuri menyadari jika ada seseorang yang mengejarnya.

Tidak jauh dari sana…

Jiyeon berjalan seraya memasukkan amplop berisi uang ke dalam kantong jaket kulit hitamnya, mulutnya sibuk untuk membuat gelembung dari permen karet yang menjadi ciri khasnya, beruntung Jiyeon memiliki kepandaian ilmu beladiri sehingga bisa ia manfaatkan untuk membantu perekonomian keluarganya. Jiyeon menjadi pengajar ilmu beladiri untuk anak-anak tanggung tidak jauh dari daerah rumahnya.

Tiba-tiba dari arah berlawanan seseorang berlari begitu cepat hingga tak sempat Jiyeon menghindar dan kemudian menabraknya, Jiyeon terjatuh, namun si pelaku tidak sama sekali menghentikan larinya. Baru saja Jiyeon akan bangkit tiba-tiba seorang namja berbeda kini muncul dihadapannya, namja itu berhenti tepat dihadapannya dengan nafas yang memburu, tanpa peduli siapa dirinya namja itu menarik tangan Jiyeon dengan kasar.

Namja yang ternyata Myungsoo itu terkejut mengetahui orang yang ia kejar adalah seorang yeoja, matanya menyipit seolah sedang mengingat-ingat jika ini bukanlah pertama kalinya mereka bertemu.

Jiyeon membalas tatapan Myungsoo tidak suka“ Lepaskan !!! “ namun Myungsoo bergeming, tangannya masih kuat mencengkeram tangan Jiyeon meski yeoja itu terus meronta.

“ Kembalikan yang bukan menjadi hakmu, hidup yang kau jalani terlalu beresiko “ ucap Myungsoo pelan namun tajam, ia benar-benar tidak menyangka ternyata yang menjadi target pengejarannya adalah seorang yeoja. Jiyeon masih terus meronta, entah mengapa ilmu beladirinya seakan tidak berguna ketika Myungsoo mencengkeram tangannya, tidak kehilangan akal dan tidak ingin berlama-lama dengan orang yang tidak ia kenal, mata Jiyeon melirik kearah kaki Myungsoo dan menginjaknya kuat.

“ Kyaaaa…..kau!! “ Myungsoo berteriak tertahan seraya memegang kakinya.

“ Jaga mulut anda tuan, aku bukan pencuri seperti yang kau tuduhkan “ ucap Jiyeon dan berlalu dari hadapan Myungsoo dengan wajah kesal.

Alih-alih mengejar Myungsoo hanya terpaku ditempatnya “ Kauuu- “ Myungsoo ingat, yeoja itu adalah orang yang sama yang kemarin ia lihat diacara pertunangannya dan berhasil membuat ia memikirkan yeoja itu semalaman.

Myungsoo kehilangan jejak yeoja yang membuatnya penasaran itu, lalu lalang orang dengan kesibukannya di sore hari seolah menenggelamkan sosok yeoja itu, Myungsoo menghela nafasnya dan kembali berjalan lemah menuju mobilnya.

Baru saja Myungsoo akan menutup pintunya, seorang ahjuma berbadan besar menghampirinya “ Chogiyo…kamsahamnida kau sudah membantuku “ ucapnya seraya membungkuk, Myungsoo merasa bingung karena kenyataannya ia tidak berhasil membawa selamat barang yang telah tercuri.

“ Syukurlah, ternyata dompet yang pencuri itu ambil hanyalah dompet kosong, aku lupa jika telah memindahkan uangnya kedalam tasku, namun begitu aku sangat berterimakasih “ ucap ahjuma itu kembali membungkukkan tubuhnya.

Myungsoo hanya tersenyum hingga kemudian ahjuma itu meninggalkannya “ Dasar pencuri sialan, wajahnya begitu buruk dan hitam legam saja masih harus memiliki pekerjaan yang begitu menyesatkan “ gumaman ahjuma yang seolah menggambarkan si pelaku membuat Myungsoo terhenyak.

“ Pabbo!! “ rutuk Myungsoo menyesali tuduhannya.

Beberapa hari berlalu,

Suzy datang untuk menjemput Myungsoo dikantornya, melihat wajah Myungsoo yang nampak begitu tidak bersemangat membuat Suzy khawatir, ditengah perjalanan ia pun meminta Myungsoo untuk mampir ke apotek.

Suzy sibuk memilih vitamin untuk menambah daya tahan tubuh tunangannya itu, sementara Myungsoo menyibukkan dirinya untuk melihat-lihat produk lainnya tidak jauh dari Suzy.

“ Aku hanya memohon padamu untuk memberikan obat ini terlebih dahulu, jika aku sudah memiliki uang aku akan segera membayarnya “

“ Kau pikir ini adalah toko orangtuamu agassi, yang benar saja….kau harus menukarnya dengan uang jika obat itu kau ambil sekarang “

Suzy dan Myungsoo hanya saling pandang, keduanya tanpa sadar melangkah mengikuti arah pengunjung lainnya, seketika wajah Suzy nampak resah mengetahui jika ia mengenal sosok yang sedang beradu mulut dengan pegawai apotek tersebut, tidak mau berlama-lama ia pun menarik tangan Myungsoo “ Kajja, kita cari apotek lain saja “ ucap Suzy seraya menarik tubuh Myungsoo keluar dari sana.

“ Ada apa ? “ Tanya Myungsoo penasaran, namun seolah tidak peduli Suzy terus melangkah keluar, Myungsoopun hanya pasrah mengikuti arah Suzy.

Wajah Jiyeon terlihat begitu kesal, ia pun melangkah keluar dari apotek, tangannya tidak berhasil membawa apapun dari apotek disana, padahal ia sangat membutuhkan obat itu untuk eommanya. Jiyeon menendang apapun yang ia temui, matanya menyipit ketika didepannya seseorang yang sepertinya ia kenal berada disana.

Merasa yakin dengan dugaannya, Jiyeon pun melangkah cepat “ Changkaman!!! “

Kedua orang yang ada didepannya sontak berhenti, Myungsoo membalikkan tubuhnya yang pertama, Jiyeon tersenyum sinis mengetahui dugaannya benar, namun senyum sinisnya berubah ketika seorang yeoja yang menggandeng tangan Myungsoo pun ikut berbalik, kini ketiganya saling diam dengan pikiran yang ada dikepala mereka masing-masing.

“ Eoh Suzy-ssi….oreinmaniya “ ucap Jiyeon pongah seraya mendekat ke arah keduanya.

Suzy nampak tidak senang, sementara Myungsoo menatap keduanya heran, Jiyeon semakin mendekat dan kini tepat berada dihadapan Myungsoo dan Suzy.

“ Jadi kalian adalah sepasang kekasih ? tch…cocok, seorang perebut kebahagian orang lain dengan seorang yang selalu menuduh tanpa bukti “ ucap Jiyeon dengan wajah sinisnya seraya tidak lupa mengunyah perment karet.

“ Jangan mengganggunya, ia tidak tahu apa-apa “ ucap Suzy tajam memegang tangan Myungsoo lebih erat.

Tanpa diduga Myungsoo mengulurkan tangan kanannya dihadapan Jiyeon, Suzy terkejut dan Jiyeon pun hanya terdiam tidak mengerti untuk apa namja ini mengulurkan tangannya.

“ Mianhae, aku telah salah menuduhmu “ Ucap Myungsoo penuh penyesalan, meski Suzy tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi dengan keduanya namun ia tidak suka Myungsoo melakukan itu kepada saudari tirinya, Suzy menepis tangan Myungsoo, menghalangi tunangannya itu berjabat tangan dengan Jiyeon.

Jiyeon yang mengetahui gelagat cemburu Suzy tersenyum sinis, muncul ide didalam kepalanya untuk membuat Suzy jengkel, Jiyeon mendekat kearah Myungsoo, semakin dekat bahkan Myungsoopun hanya terdiam meski ia terkejut wajah Jiyeon sudah begitu dekat dengan wajahnya.

Cup..

“ Aku pasti memaafkanmu, asal kau berjanji tidak akan mengulanginya lagi “

Suzy membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang terjadi, sementara Myungsoo masih terdiam tanpa menolak ketika Jiyeon mencium pipi kanannya.

“ Yyaaa……dasar kau wanita jalang!!! Kau tidak berbeda dengan eommamu eoh “ Tangan Suzy terangkat hendak memukul Jiyeon, namun Myungsoo tersadar sebelum tangan Suzy melayang ia telah menghalangi tangan tunangannya tersebut untuk memukul Jiyeon.

“ Apa yang kau lakukan ? “ tanya Myungsoo tidak mengerti.

“ Dia telah bertindak kurang ajar, mengapa kau harus membelanya ? “ Suzy berusaha menahan amarahnya.

Merasa berhasil dengan idenya Jiyeon kemudian berjalan menjauh, membiarkan kedua sejoli itu kini bertengkar, ia pun tersenyum penuh kemenangan. Ini tidak sebanding dengan rasa sakit ia dan eommanya rasakan, karena Suzy dan eommanya yang gila harta itulah kini Jiyeon dan eommanya sengsara.

Park Jungsoo, Im Nana serta Nam Gyuri bersahabat sejak lama, Jungsoo menikahi Nana dan mendapatkan seorang putri cantik yang ia beri nama Park Jiyeon, namun ketika 10 tahun usia Jiyeon, Jungsoo menceraikan Nana yang ia tuduh telah beselingkuh. Jungsoo menemukan Nana bersama pria lain di rumahnya sendiri, tanpa mau mendengar pembelaan Nana, malam itu juga Jungsoo mengusir istri serta anaknya dari rumah.

Beberapa bulan berlalu, tanpa sepengetahuan eommanya, Jiyeon menemui appanya untuk meminta biaya sekolah, namun tidak ia duga sang appa telah memiliki keluarga baru, dan sialnya ia kenal dengan istri baru appanya tersebut yang dulu sering berkunjung kerumahnya dengan membawa putrinya yang Jiyeon anggap seorang anak yang manja dan menyebalkan. Pada saat itu nyonya Nam memarahi Jiyeon, mengatakan dengan kasar bahwa Jiyeon dan eommanya sudah bukan siapa-siapa lagi, jadi ia diminta berhenti untuk melakukan pemerasan. Jiyeon hanya bisa menangis ketika itu, dan berjanji untuk tidak lagi menemuinya.

Namun suatu hal terjadi, eommanya mengalami kecelakaan, Jiyeon terpaksa kembali datang namun lagi-lagi nyonya Nam mengusirnya bahkan appanya tidak melakukan apapun untuk membelanya, sedangkan Suzy putri yang bertampang menyebalkan itu pun menyindirnya, mengatakan bahwa penampilan Jiyeon seperti seorang pengemis yang mengiba.

Sejak saat itu Jiyeon tidak pernah lagi mau menginjakkan kaki dirumah appa kandungnya, hingga akhirnya beberapa hari yang lalu ia melewati rumah besar appanya karena begitu rindu akan wajah appanya, namun entah mengapa justru ia mencuri makanan-makanan enak yang tersedia di pesta rumah besar itu.

Myungsoo tidak bisa lagi berkonsentrasi untuk bekerja, apa yang dilakukan yeoja tomboy itu lakukan terhadapnya begitu membekas, bahkan Myungsoo selalu uring-uringan jika seseorang sedikit saja melakukan kesalahan dalam bekerja.

Myungsoo tidak tahan lagi untuk menahan perasaan yang entah apa ia menyebutnya, ia pun mencari keberadaan yeoja yang berhasil mengacak-acak perasaannya sejak ia melihatnya pertama kali, mengunjungi tempat-tempat ketika ia tidak sengaja bertemu dengan yeoja yang tidak ia tahu siapa namanya itu. Ini memang terdengar gila, hanya beberapa kali bertemu bahkan kejadian yang tidak positif ketika mereka bertemu tidak membuat Myungsoo langsung percaya bahwa yeoja itu adalah yeoja buruk.

Myungsoo yakin yeoja itu dan Suzy memiliki masa lalu yang tidak begitu baik untuk keduanya. Beberapa hari mencari Myungsoo tidak berhasil untuk bertemu, bahkan hari ini ia tidak putus asa untuk menunggu. Sementara Suzy mulai mencium gelagat aneh Myungsoo yang seringkali beralasan jika ia mengatakan ingin bertemu. Namun tidak ingin membuat Myungsoo justru menjauh darinya ia pun berusaha bersikap tenang.

Jiyeon nampak panik ketika eommanya kembali harus menahan rasa sakit yang ia derita, ia pun tidak memiliki uang untuk membeli obat penahan rasa sakit yang biasa eommanya kosumsi, dalam kebimbangan Jiyeon pun berlari berharap Ahjussi Lee bos tempat ia melatih anak-anak beladiri mau membantunya. Namun lagi-lagi, jalan keluar tidak mudah ia temui Ahjussi Lee sedang berada dikampung halamannya hingga beberapa hari kedepan.

Myungsoo tersenyum senang ketika sosok yang ia tunggu selama beberapa hari ini, kini muncul dihadapannya, yeoja itu berjalan lemah melewatinya seolah tidak sadar jika Myungsoo bahkan berdiri untuk menyambut yeoja itu.

“ Hai nona…” Sapa Myungsoo.
Jiyeon menghentikan langkahnya, ia pun menoleh kearah namja yang menyapanya, tidak ada raut terkejut yang nampak dari wajahnya, kini Jiyeon malah menatap Myungsoo tidak suka, dan perlahan mendekat kearahnya.

“ Karena kau eommaku sampai seperti ini, kau harus bertanggungjawab eoh, kembalikan uangku….kembalikan uangku sekarang “ Jiyeon berteriak memukul-mukul tubuh Myungsoo.

“ Hei, apa yang kau lakukan ? apa salahku padamu ? “ Tanya Myungsoo tidak mengerti.

“ Karena kau menuduhku pencuri, gaji yang kuterima untuk membeli obat eommaku hilang, sekarang aku tidak tahu harus melakukan apa, kau harus menggantinya !!! “ Jiyeon berteriak kencang, matanya nampak berkaca-kaca karena begitu khawatir dengan keadaan eommanya.

Yeoja yang awalnya terlihat kuat, kini nampak terlihat putus asa dimata Myungsoo, Myungsoo ingat kejadian beberapa hari lalu, merasa bersalah ia pun segera menarik tangan Jiyeon “ Aku akan bertanggungjawab “ ucapnya.

Tanpa menunggu apa yang selanjutnya Myungsoo lakukan, Jiyeon segera keluar dari mobil Myungsoo, tangannya menenteng kantung plastik berisi obat yang Myungsoo belikan untuk eommanya, menyadari Myungsoo belum berlalu “ Pulanglah, aku tidak akan mengucapkan terimakasih padamu, karena ini adalah kesalahanmu “ Jiyeon segera berlalu.

Bukan perasaan marah ataupun kesal yang Myungsoo rasakan, ia justru tersenyum melihat sikap yeoja yang ah dia lupa untuk bertanya siapa namanya.

“ Changkaman…..agassi boleh aku tahu siapa namamu ? “ Myungsoo memutuskan untuk keluar dari mobilnya dan mengejar Jiyeon yang sebenarnya sudah cukup jauh dari tempat mobilnya berada.

Jiyeon yang dipanggil terus berjalan, tidak berniat memberikan jawaban “ Aku pasti tahu meski bukan dari dirimu, yang terpenting kau sudah memaafkanku “ ucap Myungsoo dan berlalu dari hadapan Jiyeon.

“ Jiyeon, namaku Im Jiyeon “ ucap Jiyeon menoleh ke arah namja yang kini berjalan menjauh, ia tidak mau menyebut marga aslinya.
Tanpa menoleh, Myungsoo berhenti dan tersenyum, namun akhirnya ia terus berjalan dan melambaikan tangannya “ Aku Kim Myungsoo, sampai Jumpa lagi…Im Jiyeon “ .

Jiyeon hanya mengernyitkan dahinya, tidak mengerti maksud namja yang bernama Kim Myungsoo mengatakan sampai jumpa lagi, ia bahkan tidak berniat untuk berhubungan dengan orang-orang dekat appanya, Myungsoo ia tahu namja itu adalah tunangan Suzy, saudara tirinya.

Jiyeon segera meminumkan obat penahan rasa sakit untuk eommanya itu, Jiyeon juga tidak tahu pasti penyakit apa yang eommanya derita, sejak kecelakaan 10 tahun lalu eommanya sering merasa sakit dibagian kepala, dan hanya akan hilang jika obat yang dokter sarankan tersedia, mereka tidak memiliki banyak uang untuk melakukan operasi, sehingga eommanya hanya bertahan dengan obat penahan rasa nyeri selama puluhan tahun.

“ Maafkan eomma jika terus merepotkanmu “ ucap Nana menatap lemah Jiyeon.
Nana sangat tahu tidak mudah bagi Jiyeon mendapatkan uang, pendidikan yang ia berikan pada Jiyeon tidak mencukupi untuk putrinya itu kelak menjadi orang sukses, namun ia yakin uang yang Jiyeon beri selama ini didapatkan dari cara yang halal.

“ Eomma, memang sudah seharusnya aku yang bertanggungjawab atas hidup eomma sekarang, jadi jangan mengatakan hal aneh semacam itu lagi eoh “ Jiyeon memprotes perasaan bersalah eommanya.

Nyonya Im meraih kepala anak satu-satunya yang ia sayangi itu, dan mengecup lembut pucuk kepalanya. Meski banyak orang mencemooh pada penampilan putrinya yang terkesan urakan namun Nyonya Im tidak peduli, ia lebih tahu siapa putrinya, dan ia tidak akan menghalangi apapun yang ingin putrinya lakukan, sifat seseorang tidak bisa dilihat dari penampilannya, penampilan baikpun ternyata bisa menjadi musuh adalah selimut untuk orang yang tidak bersalah seperti dirinya.

Jiyeon merasa sedikit jengkel dengan namja yang bernama Myungsoo, entah darimana datangnya namja itu selalu tiba-tiba hadir dihadapannya, ia merasa tidak lagi memiliki kepentingan dengan namja itu, seperti kali ini ia sadar jika ada seseorang yang mengikuto dirinya, meski ketika ia menoleh tidak ada seorangpun disana, namun Jiyeon yakin namja itu mengikutinya hingga kini ia hampir tiba dirumahnya.

“ Yyaaa…..keluar eoh!! apa yang ingin kau dapatkan dari mengikutiku ? “ tanya Jiyeon begitu kesal.

Lama tidak terjadi apapun, Jiyeon tersenyum licik “ Apa kau begitu tertarik denganku hingga mengikutiku sampai sejauh ini ? tch….rupanya sekarang kau sadar yeoja licik itu tidak cocok denganmu ? “ ucap Jiyeon seolah memancing Myungsoo keluar.

Benar saja, Myungsoo keluar dari persembunyiannya, ia yakin yang Jiyeon sebut sebagai yeoja licik adalah Suzy tunangannya “ Dia tunanganku, aku tidak suka kau menyebutnya sebagai yeoja licik “ ucap Myungsoo dengan wajah kecewa.

Seolah tidak peduli “ Dia memang benar-benar licik, jika ia dan eommanya yang gila harta itu tidak licik, aku tidak akan seperti ini…dan mwo ? jika kau tidak suka aku mengatakan hal buruk tentang tunanganmu jangan dekat-dekat padaku, arraseo “ Jiyeon setengah berteriak.

Myungsoo membiarkan Jiyeon pergi kali ini, ia menjadi begitu penasaran bagaimana hubungan Jiyeon dengan Suzy dan ada apa diantara mereka pada masa lalu.

Suzy nampak gusar ketika menyadari sikap tidak acuh Myungsoo padanya akhir-akhir ini, ia pun meminta eommanya untuk menyiapkan mata-mata apa yang tunangannya itu lakukan setiap harinya, dan begitu marahnya Suzy ketika mengetahui bahwa Myungsoo sering menemui seorang yeoja berambut pendek menyerupai seorang namja, Suzy yakin jika itu adalah Jiyeon saudara tirinya.

Tidak ingin Myungsoo berpaling ia dan eommanya mendatangi tempat Jiyeon tinggal, Nyonya Im begitu terkejut dengan kedatangan keduanya, dan perasaannya terguncang dengan penuturan sahabatnya Nam Gyuri yang mengatakan demi mendapatkan uang Jiyeon tega merebut tunangan anaknya, Suzy pun mengatakan jika Jiyeon tidak lebih seperti yeoja murahan, beruntung tidak lama Jiyeon muncul dan langsung saja berhadapan dengan kedua tamu yang tidak diundangnya.

“ Kau masih berani menemui kami dan mengatakan hal yang tidak benar, apa sudah menjadi hobi kalian memfitnah seseorang eoh ? aku bukan yeoja lemah seperti yang kalian duga, aku tidak seperti eommaku yang begitu mudahnya memaafkan orang-orang busuk macam kalian, Kkaa!!! Pergi dari sini atau aku akan mematahkan leher kalian eoh ? “ Ancam Jiyeon dengan sorot mata yang membuat kedua ibu dan anak ini melangkah mundur.

“ Yya, anak kecil mengapa begitu tidak tahu sopan santun seperti dirimu ? “ ucap Nyonya Nam yang sebenarnya sedikit takut dengan ancaman Jiyeon, Suzy memegang erat tangannya juga nampak takut dengan apa yang Jiyeon katakan.

Keduanya pun akhirnya pergi dengan perasaan kesal luar biasa. Sedangkan Jiyeon, ia tersenyum sinis, tiba-tiba muncul di kepalanya bahwa ini adalah kartu truff untuk dirinya agar bisa membalaskan dendam terhadap ibu dan anak itu, ia yakin Suzy bisa menjadi gila karenanya. Jiyeon akan berpura-pura untuk mendekati Myungsoo dan mencintainya.

Nam Gyuri begitu geram, ia seolah sedang berada dipuncak emosi, namun ia harus memiliki strategi yang bagus untuk menghadapi bocah ingusan yang memiliki dendam besar padanya.

“ Kau tenang saja, eomma akan membuatnya menyesal telah menggangu dirimu “ ucap Nyonya Nam mencoba menenangkan putrinya yang kini menangis.

Jiyeon mulai melancarkan aksinya, kini ia tidak lagi menghindar ketika Myungsoo mendekatinya, Myungsoo tidak menyangka perubahan cepat yeoja yang awalnya sangat sulit ia taklukkan, namun Jiyeon tetap bungkam ketika Myungsoo bertanya tentang masa lalu hubungan ia dengan keluarga Park, ia tidak ingin aksinya akan gagal jika Myungsoo tahu ia hanya dijadikan sebagai alat balas dendamnya.

Semakin hari hubungan keduanya semakin dekat, Myungsoo bahkan dengan berani mengatakan jika ia tidak hanya menganggap Jiyeon seorang teman “ Saranghae…aku benar-benar telah jatuh cinta padamu “ ucap Myungsoo dan mencoba memeluk Jiyeon.

Melihat ketulusan Myungsoo hampir saja membuat Jiyeon goyah, namun ia meyakinkan dirinya bahwa ia tidak memiliki perasaan apapun pada Myungsoo, ia tidak ingin balas dendamnya yang sedikit lagi berhasil akan gagal hanya karena perasaan bodohnya. Ia harus meyakinkan dirinya bawa ini hanyalah strategi balas dendam, bagaimana pun ia membenci seseorang yang merebut kebahagian orang lain, ia hanya ingin kelak Gyuri dan Suzy memohon dengan berlutut padanya dan meminta maaf karena pernah merebut kebahagiannya, namun satu hal yang tidak pernah ia pikirkan, hatinya.

“ Eoh…nado saranghae ” ucap Jiyeon singkat tanpa bisa berkata apa-apa lagi.

Jiyeon terkejut bukan main, ketika mendapati rumahnya kosong, eommanya tidak ada disana, Jiyeon sadar sesuatu pasti telah terjadi, eommanya tidak pernah pergi meninggalkan rumah tanpa terlebih dahulu memberitahukanya, dalam kepanikan ia menemukan sebuah kertas tidak jauh dari pintunya.

Kau tahu apa yang harus kau lakukan untuk melindungi eommamu ? jauhi Myungsoo dan eommamu akan selamat, kau akan menyesal jika tidak menuruti perintahku.

Jiyeon meremas kertas yang ada digenggamannya, ia tahu pasti siapa pelakunya, namun untuk kali ini ia belum bisa menjauhi namja itu, ia masih membutuhkannya, bukan sekedar membalaskan dendamnya namun untuk membantunya melindungi eommanya, satu-satunya keluarga yang ia miliki.

Jiyeon berlari kerumah besar itu lagi, meski ia tidak ingin melangkah kesana namun ia harus kesana. Derap langkah kakinya seolah berkejaran dengan nasib eommanya, Jiyeon tidak tahu apa yang kedua orang keparat itu lakukan pada eommanya.

Kini ia suda tiba tepat dirumah besar itu, ia berteriak-teriak memanggil pemiliknya. “ Wanita jahat keluar kalian, apa yang telah kalian lakukan pada eommaku eoh, jika aku yang kalian inginkan mengapa harus eommaku yang kalian sakiti, keluar kalian!! “

Tuan Park beserta istri dan anaknya keluar mendengar seseorang berteriak begitu kencang, Nyonya Nam dan Suzy yang sudah mengira ini akan terjadi kini berpura-pura memasang wajah polosnya.

“ Apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini ? kajja kau masuk dulu “ ucap Tuan Park berusaha membuat emosi putri kandungnya ini mereda, namun Jiyeon menolaknya dengan tegas.

“ Kau tahu apa yang telah istrimu lakukan eoh ? dia telah menculik eommaku dan aku yakin ia akan menyiksanya, apa saja yang kau urusi hingga tidak tahu apapun yang istri dan anakmu yang berhati jahat ini lakukan ? mengapa matamu selalu tertutup akan banyak kebanaran yang sudah terbukti, sekarang aku tidak peduli bagaimanapun caranya lepaskan eommaku “

“ Jiyeon-ah apa yang kau katakan, eomma tidak mengerti, mengapa kau mengatakan hal yang mengerikan seperti itu, bagaimana eomma bisa melakukan hal itu, sejak tadi kami selalu bersama-sama dan dirumah saja “ ucap Nyonya Nam dengan wajah yang meyakinkan.

Jiyeon membuang wajahnya tersenyum sinis, tentu saja ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan wanita jahat ini, semakin kesal ia melihat sang putri manja berpura-pura sangat takut dan berlindung dibalik tubuh appanya “ Cukup, hentikan sandiwaramu katakan dimana eommaku dan aku akan memaafkanmu “

Tuan Park menatap istrinya, seolah meminta istrinya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, namun Nyonya Nam hanya bungkam, pandangan Tuan Park beralih kearah Suzy, putrinya itu pun hanya menundukkan wajahnya dan menggeleng tidak mengerti.

“ Apa benar yang Jiyeon katakan ? “ tanya Tuan Park.

Nyonya Nam dan Suzy masih terdiam tidak berniat menjawabnya “ KATAKAN APA ITU BENAR, APA YANG SEBENARNYA KALIAN LAKUKAN PADA PUTRI DAN ISTRIKU !!!! “ Tanpa diduga Tuan Park berteriak membuat tidak hanya Nyonya Nam dan Suzy yang terkejut, bahkan Jiyeon pun terkejut sekaligus merasa ada yang membuatnya ingin menangis ketika mendengar appanya mengakui status dirinya dan eommanya dihadapan istri dan anak tirinya itu. Nyonya Nam mendongakkan wajahnya kini, ia begitu sakit hati baru kali ini suaminya berteriak begitu marah padanya hanya karena istri pertama dan yeoja brengsek ini.

“ Dia…anak yang selalu kau banggakan itulah yang berniat jahat pada putri kita Suzy, ia mencoba merebut Kim Myungsoo dari Suzy, dan dia berhasil…..berhasil memperalat Myungsoo, dia melakukan itu karena ingin membalaskan dendamnya padaku, lalu apa aku salah untuk mempertahankannya ? “

“ Benarkah apa yang omonim katakan ? “ Tiba-tiba seorang namja hadir diantara mereka.

Kim Myungsoo, namja tampan itu begitu terkejut mendengar apa yang Nyonya Nam katakan, sementara tubuh Jiyeon menegang, ia tidak ingin Myungsoo mengetahuinya sekarang, ia tidak ingin namja baik ini tahu dari mulut orang lain apalagi itu adalah wanita jahat dan putrinya yang manja itu.

“ Nde, selama ini Jiyeon hanya memanfaatkan dirimu untuk membalaskan dendamnya pada kami, ia sama sekali tidak mencintaimu, ia membutuhkan begitu banyak uang hingga tega melakukan hal-hal seperti itu, omonim dan Suzy berusaha menghalanginya, appanya akan memberi jika ia meminta, namun ia lebih mengedepankan perasaan dendamnya “ ucap Nyonya Nam panjang lebar.

Tuan Park dan Myungsoo terdiam mendengar kenyataan yang Nyonya Nam katakan, sementara Jiyeon tidak bisa melakukan apa-apa, ia tidak memiliki bukti untuk menyanggah, karena apa yang dikatakan wanita ini sepenuhnya adalah benar, namun tidak seperti itu cara penyampainnya, ia merasa sedang ditelanjangi kini, dihadapan appanya terlebih Myungsoo yang kini menatapnya dengan begitu kecewa.

Entah mengapa Jiyeon merasakan perasaannya begitu berbeda, tatapan kecewa Myungsoo terasa menyakitkan, perasaan takut kini mulai menderanya, takut akan kehilangan perlakuan Myungsoo yang begitu tulus kepadanya. Myungsoo mendekat, menatap lekat wajah Jiyeon yang kini begitu pasrah “ Bagi dirimu aku adalah uang dan alat membalas dendam ? baiklah, suatu hari nanti aku akan membeli cintamu dengan uang yang aku miliki “ Myungsoo berkata tajam dan meninggalkan rumah keluarga Park dengan perasaan hancur.

Jiyeon ingin mengejar Myungsoo untuk memberikan penjelasan dari sisinya, namun ia tidak melakukannya, ia hanya pasrah, ia ingin menangis kini, namun tidak dihadapan orang yang sangat dibencinya “ Kalian berhasil mendapatkan kembali dirinya, sekarang katakan dimana eommaku ? “ ucap Jiyeon kini lemah.

Jiyeon mencari eommanya tanpa bantuan siapapun, Myungsoo yang ia harapkan kini tidak mungkin lagi berada disisinya, sedangkan appanya….Jiyeon kembai harus menerima kenyataan bahwa appanya begitu mudah dihasut oleh mulut istri keduanya, hingga appanya lebih percaya dengan apa yang wanita jahat itu katakan.

Jiyeon tidak tahu ia harus kemana, di jalan yang begitu gelap ia melangkah seorang diri, tanpa ia sadari bahaya sedang mengintainya, 3 orang namja berbadan besar mengikutinya dari arah belakang. Semakin jauh Jiyeon berjalan ia pun mulai merasakan ada sesuatu yang aneh, bayangan orang lain dibelakangnya seolah menjelaskan kekhawatirannya.

Tiba-tiba bayangan itu semakin cepat, melangkah kearahnya semakin cepat dan cepat “ Yyaaa!! Apa yang kalian lakukan eoh ? lepaskan tanganmu “ Jiyeon memberontak ketika dua orang namja menahan tangan dan tubuhnya, satu orang namja berbadan paling besar kini menatap nya begitu menakutkan, namun Jiyeon tidak gentar dan membalas tatapannya tidak kalah tajam.

“ Kau jangan sombong nona, kini nasib eommamu ada ditangan kami “ ancam namja dihadapannya.

“ Tch, cepat katakan apa yang kalian inginkan “ Ucap Jiyeon lantang, ia masih coba memberontak karena tangannya dikunci kebelakang oleh 2 orang namja lainnya.

“ Cukup kau menjauhi Kim Myungsoo, maka eommamu selamat “ ucap namja itu kembali.

Lidah Jiyeon terasa sulit untuk menyetujuinya, bayangan Myungsoo dengan wajah kecewa membuatnya kini merasa bersalah “ Cuih…Cepat katakan dimana eommaku !!! “

Plak..

Namja berbadan besar itu menampar begitu kuat wajah Jiyeon, hingga membuat bibir Jiyeon sobek dan mengeluarkan darah “ Yyaa!! “

Plak…

Kembali Jiyeon menerima tamparan yang lebih keras disisi wajah lainnya, tidak terima Jiyeonpun membuat setengah lompatan dan menendang perut si namja yang menampar pipinya, namja berbadan besar terjatuh, dan 2 temannya kini gantian menghajar Jiyeon, tubuh Jiyeon terasa remuk dengan pukulan yang bertubi-tubi, ditengah ketidakberdayaannya.

“ Apa yang kalian lakukan padanya eoh!!! “

Bugh…

Bugh…

Myungsoo muncul dan segera menyerang 2 orang namja yang kini sedang menghajar Jiyeon, Myungsoo terkejut mendapati Jiyeon sudah tidak berdaya, melihat yeoja yang ia cintai terluka, luapan emosinya tidak lagi bisa ia kontrol, ia membabi buta menghajar 2 namja itu, Jiyeon menepi untuk menyelamatkan dirinya, tanpa Myungsoo sadari seoarang lagi namja berbadan paling besar kini ada dibelakangnya dan siap menghantam kepalanya dengan balok besar, Jiyeon membelalakkan matanya, belum sempat ia berteriak namja itu telah berhasil menghantam Myungsoo, Myungsoo pun ambruk tidka berdaya, kepalanya banyak mengeluarkan darah.

Namun seolah tidak puas ketiga namja itu masih saja menendang tubuh Myungsoo yang sudah terkulai.

“ Hentikan!!!, aku mohon hentikan!!! jangan lagi melukainya “ Jiyeon menyeret langkahnya dan menghambur untuk melindungi Myungsoo, kini keduanya sudah nampak babak belur.

Bunyi suara sirine polisi menghentikan paksa aksi ketiga namja itu, ketiganya segera kabur dari sana, namun sayang salah satunya kini berhasil ditangkap oleh polisi yang kini sudah berada di tempat kejadian.

Jiyeon ia menangis melihat Myungsoo tidak sadarkan diri, ia benar-benar merasa bersalah telah membuat Myungsoo seperti sekarang ini “ Myungsoo-ah bangunlah, cepat bangun, kau tidka boleh pergi hiks..hiks “ Wajah Jiyeon telah basah airmata, ini pertama kali dalam hidupnya ia menangis karena seorang namja, terlebih namja itu bukan siapa-siapa untuk dirinya, namun keadaan Myungsoo kini tidak hanya membuka matanya tetapi juga membuka hatinya bahwa ia sangat takut kehilangan namja ini, ia tidak ingin Myungsoo pergi meninggalkannya sendirian, namun ia sulit mengatakan bahwa ternyata ia mencintainya, mencinta namja bernama Kim Myungsoo yang telah ia kecewakan.

1 Minggu berlalu…

Jiyeon tersadar dari pingsannya, ia sudah tertidur diranjang rumah sakit selama 1 minggu, ketika ia terbangun orang yang pertama ia lihat adalah eommanya, Jiyeon tersenyum senang mengetahui eommanya baik-baik saja, dan ia memalingkan wajahnya kearah sisi lainnya, seorang namja yang tersenyum tulus padanya, Jiyeon mengernyitkan dahinya seolah sedang menebak apa yang namja ini lakukan disini, Jiyeon kembali menoleh ke arah eommanya seolah meminta penjelasan, eomma yang ditatap hanya tersenyum seraya mengangguk yakin.

“ Mianhae, appa benar-benar minta maaf karena telah menyia-nyiakan dua bidadari dalam hidup appa hanya karena hasutan kedua wanita itu

“ Ucap seorang namja yang ternyata adalah appanya Jiyeon.

Jiyeon tidak ingin lagi berkeras hati untuk membenci appanya, eommanya nampak senang dengan kehadiran appanya, ia bersyukur appanya sudah sadar jika ia telah berpuluh-puluh tahun melakukan kesalahan, tiba-tiba Jiyeon teringat sesuatu, sontak ia bangkit dari tidurnya, namun rasa kepalanya begitu pening untuk sekedar bangun dari tidurnya.

“ Apa kau ingin bertemu Myungsoo ? eomma akan mengantarmu, ia masih belum sadarkan dirinya “ ucap eommanya, eomma dan appanya membantu Jiyeon bangun dari ranjangnya.

Jiyeon memegang erat tangan Myungsoo yang masih belum sadarkan diri, kepala Myungsoo dikelilingi perban, dan banyak luka diwajahnya, tanpa sadar airmata sudah mengalir hingga jatuh ketelapak tangan Myungsoo, Jiyeon tidak lagi bisa menahan kesedihannya “ Maafkan aku….maafkan aku telah berbohong padamu, aku tidak ingin kau terluka, cepatlah sembuh dan buka matamu “ Jiyeon semakin erat memegang tangan Myungsoo, tidak ada respon Myungsoo masih belum membuka matanya.

“ Saranghae…..aku benar-benar mencintaimu, maafkan jika aku membuatmu salah paham, tapi aku benar-benar mencintaimu, aku tidak akan bisa hidup tanpa dirimu disisiku, jadi aku mohon cepat bangun dan lihat aku “ Tangisan Jiyeon semakin kencang penuh penyesalan, ia menundukkan kepalanya begitu dalam.

“ Hua…ha…ha..ha “

Tangisan Jiyeon sontak berhenti, ranjangnya bergetar seiring dengan suara tertawa yang begitu bahagia, Jiyeon mendongakkan kepalanya, dan ia melihat Myungsoo sedang memegang geli perutnya, Myungsoo tertawa dengan reaksi Jiyeon yang berlebihan memohon untuk kesembuhannya.

“ Kau !!! “ ucap Jiyeon geram seakan dipermainkan.

“ Iya aku, aku Kim Myungsoo….namja yang sangat kau cintai, dan jika aku tidka ada kau bahkan tidak bisa hidup ha..ha…ha “ Myungsoo kembali memegang perutnya benar-benar senang Jiyeon berhasil ia kerjai.

“ Pabbo Myungsoo “

“ Awww “

Myungsoo meringis karena Jiyeon memukul kepalanya, namun seketika ia tersenyum melihat raut wajah Jiyeon yang kesal karena telah membuatnya khawatir, tidak ingin membuat Jiyeon lebih marah Myungsoo pun memegang erat tangan Jiyeon yang hendak kembali memukulnya “ Berjanjilah untuk tidak berbohong padaku, nado saranghae….aku menyukaimu sejak pertama kali melihatmu, bahkan aku tidak peduli jika benar kau adalah seorang pencuri “ ucap Myungsoo dengan pandangan teduh.

Jiyeon merengut lucu, ia merasa dirinya begitu aneh, jatuh cinta memang bisa membuat orang dalam rupa apapun menjadi seperti anak kecil yang bodoh “ Aku memang seorang pencuri, apa kau tidak percaya ? “ ucap Jiyeon meyakinkan.

Myungsoo memicingkan matanya, berharap kali ini ia tidak lagi dibohongi, Jiyeon mencoba menahan senyumnya “ Benar aku ini memang seorang pencuri , aku ini pencuri hati seorang namja tampan dan baik hati, serta perhatian, namun sayang ia namja yang pabbo “

“ Yya Park Jiyeon!!!apa itu gurauan mu ? jika iya itu sangat tidak lucu sama sekali “

“ Yya Kim Myungsoo, apapun rupa dan sikapku, kau tetap sudah bertekuk lutu dihadapanku eoh “

“ Percaya diri sekali “

“ Memang benar “

“ Tapi aku mungkin bisa berpaling jika ada yeoja yang lebih menarik dari dirimu “

“ Aku tidak akan membiarkannya “

“ Kita lihat saja nanti “

“ Yyaa Kim Myungsoo pabbo, kau benar-benar mengjengkelkan eoh “

“ Park Jiyeon Saranghaeeee “

Myungsoo pun mendekap erat tubuh Jiyeon agar tidak lagi memukulinya.
Kedua orangtua Myungsoo dan Jiyeon hanya menggeleng-gelengkan kepala dengan kelakuan anak-anaknya, namun perasaan senang kali ini benar-benar berbeda, mereka pun kini berharap mereka benar-benar berjodoh, Tuhan menciptakan mereka untuk bersama dan saling mencintai.

Kepulangan Nyonya Im seolah membuka topeng kejahatan Nyonya Nam, Tuan Park akhirnya tahu jika dulu ia hanya dijebak oleh Nyonya Nam untuk menceraikan istri pertamanya, pada kenyataannya Nyonya Im tidak pernah berselingkuh, pria yang datag kerumahnya adalah orang suruhan Nyonya Nam agar menuduh istrinya adalah wanita murahan, Tuan Park menyesal dan meminta Nyonya Im untuk kembali lagi bersama membangun keluarga.

Sementara pertunangan Kim Myungsoo dengan Suzy tidak lagi dilanjutkan, karena Suzy bukan lagi putri dari Tuan Park. Kini Tuan Park meminta keluarga Kim untuk menerima Park Jiyeon putri kandungnya untuk dijodohkan dengan Kim Myungsoo, Tuan Park bersyukur Tuan Kim mengerti setelah ia menjelaskan, Tuan park juga meyakinkan keluarga Kim bahwa keduanya saling mencintai, seperti yang kini mereka lihat.

END

150 responses to “[ Oneshoot ] I’M NOT A BAD GIRL

  1. aigoo,,, myung kalo kalem ini mah cocok pisan,, ,, kelihatan dingin wajahnya,tapi perhatian bgt,, myung paket komplit,, paling suka jiyi yng tomboy,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s