[Song Fict] Kimi Iro Days

 

Author:

Shin Minra (@0518yes)

Main Cast:

– Kim Myungsoo

– Bae Suzy

Genre:

Romance,  Sad

Rating:

PG

Lenght:

Oneshoot, Song Fict

Inspired Song: 

Kimi Iro Days – Honey L Days

Announcement : MYUNGSOO SIDE STORY 

WARNING: Sorry for Typo.. PLEASE, DONT FLY, RUDE AND BASH for ME.. ITS MY IMAGINATION >< and dont plagiarize.

Note: kembali dengan oneshoot, maaf kalau yang ff chaptered nya belum aku publish, masih terkendala ide T.T .. tapi akan aku publish secepatnya, untuk membayar janjiku, aku mempublish satu ff oneshoot sebuah song fict lagu jepang, MyungZy couple. semoga MyungZy shipper menyukainya ^^ oh ya ff ini aku publish dalam bentuk dua cast yg berbeda, disini [Nichkhun vers] ceritanya sama cuman beda castnya doang ^^ 

= Kimi Iro Days =

 Terasa menyakitkan
Memikirkan setiap hari berubah menjadi merah dan kuning
Aku merindukanmu, aku merindukanmu, mengharapkan hari esok

Langit berubah gelap, aku masih duduk menunggumu disebuah bangku berwarna hijau diujung taman bunga. Langit yang sedari tadi berawal berwarna biru menjadi kemerahan dan akhirnya gelap, yang tersisa hanya langit kosong tanpa bintang dan bulan, hanya serumpun bunga sakura yang menemaniku disini, mencoba mengingat betapa menunggumu begitu lama dan membuatku gila karena merindukanmu.

“Myungsoo…” seseorang menepuk pundakku dari belakang, aku sadar bahwa itu adalah kau. Orang yang sudah aku tunggu 5 jam yang lalu. Kau tersenyum ketika wajahku menatap wajahmu yang bersemu merah, duduk disampingku sembari menautkan jarimu dijariku, seolah kau sedang kedinginan, kau mulai memeluk lenganku dan bersandar dibahuku.

“Sudah lama menunggu, ya?” bisikkan itu sukses membuatku mengangguk, kau terlihat gemas sekaligus kesal ketika tahu aku menunggumu begitu lama, padahal bagiku tidak masalah menunggumu selama apapun akan aku lakukan sekalipun itu akan memakan waktu seumur hidupku.

Jangan bilang kita tak bisa bertemu
Malam berbintang menghubungkan kita berdua
 Pastinya selalu
 Akan menjadi jalinan cerita antara kau dan aku

“Kau takut aku tidak datang?” aku mengangguk dengan ekspresi meyakinkan, kau semakin mengeratkan lenganku, seolah takut entah karena apa, tapi aku tahu kau ketakutan.

“Aku pasti akan datang, Myungsoo…” dengan suara manja kau berjanji padaku akan selalu datang dimanapun aku ada, aku tahu kau pasti mengabulkan ucapanmu sendiri tanpa aku pinta, tapi rasa takutku takkan pernah hilang sebelum kau datang padaku.

“Sepertinya bintang mulai bermunculan yah” kau tersenyum menatap langit yang mulai berbintang, benar… bintang muncul ketika kau juga muncul dihadapanku, Tuhan dan Malaikat sepertinya sedang berbahagia karena sepasang makhluknya sedang berbahagia malam ini, maka karena itu muncullah bintang.

“Tanganmu dingin …” kemudian kau memainkan jariku dan menautkan satu  per satu jemarimu seolah kau ingin mentransfer rasa hangat tubuhmu pada tubuhku.

 Kau tertawa
 Hanya dengan itu kau membuatku bahagia
 Setiap hari terbuai dalam suasana cinta

Sepanjang malam musim semi hari ini, kau bergelayut manja disampingku, seperti anak anak yang baru bertemu mainan baru, kau betah berlama lama bermanjaan denganku, salah jika tidak itu tidak membuatku bahagia, aku sangat bahagia, bahkan senyuman dibibirku tak pernah mendatar, selalu melengkung manis.

Tawamu yang memecahkan keheningan malam membuatku sempurna, bahagiaku adalah bahagiamu, kau dan aku pernah menjanjikannya, setiap kali tawa adalah tanda bahagia yang kita jalin bersama, cinta yang kita tanam setiap hari akan menanamkan hasil yang bahagia disetiap harinya, karena itulah aku selalu bahagia, bahagia didekatmu.

Ini bukan perasaan yang mencolok
Tapi ini tak sederhana
Apakah bagimu ini sangat terlambat
 Jangan dipikirkan sepanjang waktu

“Aku mencintaimu…” kalimat itu keluar begitu saja dari mulutmu malam ini, kalimat yang sudah ribuan kali aku dengar darimu begitu indah bahkan seperti baru pertama kali aku mendengarnya, tanpa menunggu lama aku berdeham mengiyakan ucapanmu.

Kau menatapku begitu lekat, begitupun aku. Mata kita bertabrakan warna, sensasi didalam hatiku jadi berbeda saat menatap bola matamu yang bulat sempurna, diselingi warna iris yang begitu indah, membuatku ingin sekali menatap mata itu begitu lama.

Lama dan lama bibir tipismu menyatu dengan bibirku, begitu lama sampai kurasa nafasku tidak teratur, jantungku begitu cepat memompa begitu ciuman itu berakhir, kau tersenyum melihat wajahku memerah seperti tomat, kau tahu aku sedang malu maka dari itu kau selalu sukses menertawakanku.

“Jangan menatapku seperti itu, Myungsoo” kau berdiri dan melepaskan tautan manjamu dari tanganku, berdiri didepanku dan berjongkok menatapku. Ku lihat lagi manik matamu yang indah, terlihat disudut matamu ada genangan air yang mulai tumpah, aku tahu kau akan menangis, tapi aku mohon jangan menangis karenaku.

“Cintamu sangat sederhana, Myungsoo. Tatapanmu selalu memberikan cinta yang ku inginkan, teduhnya wajahmu memberi rasa yang selalu membuat jantungku berdetak dengan cepat, untaian nafasmu selalu membuat bulu kudukku berdiri, sentuhan tubuhmu memberiku kebahagiaan tanpa batas. Aku bahagia dengan kesederhanaan ini, terima kasih Myungsoo” beningnya air matamu jatuh perlahan dipipimu yang merona begitupun kata katamu yang menusuk seluruh inci tubuhku.

Ketika tanganku menyentuh dan menghapus air matamu, kau kembali tersenyum seolah ingin membuang rasa tangis yang kau tumpuk selama ini, aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Aku begitu lemah sampai sampai air matamu tak bisa kuganti dengan air mataku begitu saja.

Aku mencintaimu, setiap saat aku hanya mencintaimu
 Hari itu musim semi mengizinkan untuk berkata

Hembusan angin musim semi semakin menusuk tulang, kau kembali berdiri dan menarik tanganku untuk keluar kedinginan yang mengancam hangatnya tubuhku. Tautan jari yang memegang pergelangan tanganku begitu hangat, aku sama sekali tidak merasa kedinginan saat ini.

Bersembunyi dibalik kelamnya malam, kita berjalan menuju lorong lorong gelap dan basah, injakkan kaki kecilmu berbunyi gemercik genangan air, sekilas kau tertawa kecil saat genangan air itu kau pijak. Seperti anak kecil yang bermain air, kau menampilkan ekspresi seperti itu, ingin rasanya aku mencubit pipimu agar terlihat lebih menggemaskan.

Dengan sengaja kau menggoda
Seraya kita terhubung
Senyuman itu terus bertambah setiap hari
Jauhkan pikiran dari tekanan

Kau kembali menggodaku dengan suara lirih yang kau keluarkan begitu ada air tiba tiba datang begitu saja entah darimana, kau menarik tanganku lebih cepat dan cepat, kau seolah sangat takut aku terluka dan sakit, padahal seharusnya bukankah aku yang seperti itu?, melindungimu dari semua amukan dan ancaman yang ada, tapi saat ini adalah kebalikannya, kau yang melindungiku.

“Kita sampai ~~~” nafasmu begitu cepat, diujung lorong kau menghentikan langkah dan menatapku begitu senang, apakah kau selalu bahagia seperti ini ketika melindungiku? Kalau benar, aku akan mencobanya sama seperti yang kau lakukan untukku.

Hal pertama yang kau pikirkan di pagi hari
 Mengingatnya membuat dadaku terasa hangat
Sayangku, sayangku, cinta yang aku serukan

Kedua tangan itu masih memelukku dari belakang, hangat matahari pagi tak membuatnya terbangun. Mataku yang menusuk ketika cahaya silau itu menyilatkan mata, aku tidak bisa tidur kembali. Mata yang tidak bisa ku pejam, aku mencoba menarik perhatianku ketika tangan itu meraba tubuhku perlahan, dia menggeliat pelan dan kemudian mencium punggungku.

“Selamat pagi, Myungsoo” kau langsung duduk dan memberikan sambutan hangat yang berbeda, dadaku terasa kosong ketika detaknya tak bisa kurasakan, ini benar benar gila pikirku.

“Bangunlah, apa kau ingin mandi bersamaku?” kau membuat lelucon dan tertawa keras atas leluconmu sendiri, akupun tersenyum menanggapi leluconmu, aku tidak ingin tertawa lebih darimu, aku tahu kau lebih suka aku tersenyum seperti ini.

“Tunggu disini pangeran, aku akan mandi secepatnya dan akan menyiapkan sarapan enak untukmu” kau berlalu dari hadapanku dan menuju kamar mandi.

Di hari itu kita membayangkan memiliki masa depan
 Aku juga menggambarkan kelanjutan mimpi kita

Ku lirik langit cerah sembari menunggumu kembali datang, hawa wangi masakanmu tak mengizinkanku menikmati langitnya pagi. Kau menggodaku dengan masakan yang begitu mengenyangkan. Begitu sampai diatas meja, kau langsung disampingku dan menyuapiku seperti anak kecil.

“Aku rasa aku beruntung punya suami sepertimu, Myungsoo” bukankah seharusnya aku yang berkata seperti itu? Aku sangat beruntung punya istri sepertimu, andai saja aku bisa berucap lebih, aku pasti ingin melamarmu secepatnya.

“Aku sering bermimpi melakukan ini setiap pagi denganmu…” kau memelankan suaramu, pandangan matamu kembali sayu, aku tahu kau ingin mengatakan lebih dari itu, kau sebenarnya ingin menuntutku lebih dari ini, tapi kau malah mengalihkannya dengan berbagai cara, agar aku tidak tahu apa yang ada dihatimu yang sebenarnya.

Aku tak akan melepaskan genggaman tanganku
Jika kita berdua berjalan bersama

Aku mengenggam tanganmu cepat, sendok yang kau pegang hampir saja terjatuh, aku mengabaikan itu, aku ingin menyampaikan perasaan ini, mencoba memberikan arahan bahwa aku tahu isi hatimu yang sebenarnya, tapi kau malah menatapku heran seolah kau tidak paham dengan apa yang ada dipikiranku saat ini.

“Tenanglah, Myungsoo. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku akan selalu ada untukmu, kita akan selalu bersama dan akan selalu bersama…” bukan itu yang ingin ku ucapkan, kau salah. Aku ingin mengatakan bahwa aku ingin hidup bersamamu selamanya, kau salah tangkap. Aku jadi bingung dan serba salah.

Kau memelukku disaat lamunanku belum selesai, tanganmu merangkulku begitu saja. Aku langsung mengerti kenapa kau seperti ini, aku paham kenapa kau seperti ini, apakah benar kita akan selalu bersama? Kau meyakinkan itukan? Maka dari itu kau jangan takut, selama nafasku masih ada, kita akan bersama, bukankah kau sendiri yang bilang seperti itu.

Pastinya selalu
Akan menjadi jalinan cerita antara kau dan aku

“A—ku men—cin—tai—mu, Bae—su—z—y” suara itu berhasil keluar dari mulutku, terkatupnya mulutku, kaupun kembali mengeratkan pelukanmu.

“Aku juga, Myungsoo… aku sangat mencintaimu” air mata ku keluar begitu saja setelah kau mengatakan itu. Tidak ku sangka makhluk bisu ini akhirnya mengatakan isi hatinya, ya.. itu adalah aku, si bisu yang akhirnya mampu mengatakan cintanya..

FIN

11 responses to “[Song Fict] Kimi Iro Days

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s