[ CHAPTER – PART 1 ] COUPLE OR TROUBLE ?

COT

Tittle : Couple or Trouble ?
Author : gazasinta
Main Cast : Kim Myungsoo, Park Jiyeon, Jung Soojung.
Additional Cast : Find by yourself
Genre : Romance and Little Commedy
Rating : PG-15
Length : Chapter

Hai-hai…..*lambailambai.

Author buat ff baru seperti yang author janjikan, sebelum RATR berakhir, author bakal post project baru….tapi jujur ini baru dibuat tadi sore, covernya aja dadakan….hehee maaf jika bahasanya berantakan, setelah sedih-sedihan di RATR, kali ini author mau menciptakan sedikit senyum buat para readers, doakan semoga ff ini lancar sampai END, Aamiin Ya Rabb

Masih Myungyeon yah, buat shipper lain, sabar mudah2an ada ide lagi meskipun oneshoot, okelah cekidot, and dont forget to RCL.

Myungsoo POV

“ AKU TIDAK MAU TAHU DAN TIDAK MAU MENDENGAR PENOLAKAN LAGI, KAU HARUS SEGERA MENIKAH KIM MYUNGSOOO “

Ku jauhkan telepon genggam dari telingaku, tentu saja tidak ingin gendang telingaku rusak akibat teriakan halmeoni yang lebih tepat jika dianggap petir yang menggelegar.

“ KIM MYUNGSOO, KAU DENGAR TIDAK APA YANG AKU KATAKAN EOH ? “

Aigo….wanita tua ini mengapa begitu cerewet, memangnya dia tidak tahu suara cemprengnya sudah menembus hingga keluar eoh ? lihatlah bahkan penumpang disekitarku sekarang menatap kesal ke arahku.

“ Nde Halmeoni, suaramu begitu indah dan merdu, mana mungkin aku tidak mendengarnya “ ucapku setengah berbisik dengan senyum terpaksa untuk menetralkan kekesalan para penumpang, aku harap emosi halmeoni bisa reda dengan sikap manisku.

“ JIKA BEGITU KATAKAN SESUATU “

Oh My God, bahkan intonasinya tidak sedikitpun menjadi kendur, aiishhh jika tahu ia akan menghubungiku pasti sudah aku matikan telepon genggam ini walaupun kru pesawat belum memintanya. Eotthokae, apa yang harus kulakukan ? eoh baiklah…..mianhae halmeoni ini akan kulakukan lagi, aku sungguh tidak tahu bagaimana menghentikanmu.

“ Yeobboseo nde halmeoni, kau mengatakan apa ? eoh mianhaeyo disini signalnya tidak bagus, aku tutup dulu teleponmu eoh “

“ YYA….YYA KIM MYUNGSOO KAU PASTI BERSANDIWARA LAGI “

“ Yeobboseo…yeobboseo….halmeoni sebenarnya kau membicarakan apa ? baiklah aku akan meneleponmu kembali jika sudah tiba dibandara nde , annyeong “

Flip

“ Huffttt “

Sungguh kepalaku langsung menjadi pusing jika halmeoni sudah memaksaku untuk segera menikah, ia selalu berkata bahwa aku namja yang payah, tidak punya daya tarik untuk memikat yeoja hingga usiaku yang sudah menginjak kepala 3 aku belum juga menikah. Issshhhh…..jika halmeoni tahu sudah berapa yeoja yang patah hati karena diriku, aku yakin ia tidak akan memiliki kepercayaan diri untuk mengejekku seperti itu, aku ini kan namja berapapun umurku tetap saja daya jual seorang namja lebih tinggi daripada seorang yeoja, mengapa begitu khawatir.

“ Para penumpang yang terhormat, kami mohon perhatian anda sejenak. Sesuai dengan…”

Ku lihat seorang pramugari cantik sedang memperagakan safety demonstration, aku menatapnya sekilas mengagumi kecantikannya, tch lihatlah bahkan pramugari itu menjadi salah tingkah hanya karena tatapan sekilasku, jelaskan jika halmeoni salah menilaiku tidak memiliki daya tarik.

Kupejamkan mataku, mengistirahatkan sejenak tubuh dan pikiranku, halmeoni sungguh tidak memahamiku, mengurus bisnisnya saja sudah menyita waktu dan tenaga, untuk apa juga ia selalu membebaniku dengan urusan pernikahan.

5 Jam jarak Tokyo–Seoul sudah ku tempuh, aku memutuskan untuk menginap dihotel hari ini, aku sangat yakin halmeoniku sudah menunggu di apartemenku, Oh Tuhan aku benar-benar ingin mengistirahatkan tidak hanya tubuhku, tetapi juga otakku.

Aku merendamkan tubuh di bathtub, menikmati segarnya air dan mulai memejankan mataku, namun tiba-tiba suara bel terdengar dari arah luar mengganggu kesenanganku, aku mencoba mengabaikannya dengan memasang headset dan menaikkan volumenya hingga suara ketukkan tak terdengar lagi.

Sial, kukira orang itu sudah pergi, bahkan kini suaranya semakin membabi buta membuatku tidak bisa lagi tinggal diam. Aku meraih handuk untuk menutupi tubuhku dan mulai melangkah melihat siapa yang berani mengganggu kesenanganku.

Oh God, mungkinkah itu halmeoni? pabbo Myungsoo!!! Tentu saja bukan, memangnya halmeoni adalah Tuhan yang bisa tahu apapun yang aku lakukan.

“ Taeminnie, mengapa kau tega membuatku menunggu lama eoh ? aku sungguh sangat lapar “ tanpa tahu siapa pemilik kamar ini, seorang yeoja menghambur memelukku sesaat setelah pintu ku buka.

“ Yya..kau ini siapa ? mengapa memeluk seorang namja begitu sembarangan eoh ? “ ucapku yang berhasil membuat yeoja ini melepaskan pelukannya dan terkesiap ketika tahu aku bukanlah orang yang dimaksud, terlebih aku hanya memakai handuk yang hanya menutupi sebagian tubuhku.

“ K-kau siapa ? “ tanyanya bodoh membuatku tidak kalah terbengongnya dengan yeoja ini.

Dasar yeoja aneh, dia yang datang menggangguku, sekarang ia bertanya aku ini siapa, Penggangu. Aku memutuskan untuk tidak mempedulikan yeoja ini, tapi Tunggu!!! Hahaha….sumpah demi apapun aku ingin tertawa melihat penampilannya, berasal dari mana makhluk seperti ini ? dandanannya begitu aneh dan berlebihan, Ya ampun siapa yang merias wajahnya, dan tatanan rambutnya, Oh Man bahkan pakaiannya pun tidak cocok untuk tempat seperti ini, kimono Jepang ? dia ini jelmaan Oshin atau duta besar Jepang yang sedang bertugas di Korea, konyol sekali.

“ Hajimemashite, Watashi wa Park Jiyeon desu “ ucap yeoja yang bernama Jiyeon seraya membungkukkan tubuhnya.

Aku mengernyitkan dahiku, bukan aku tidak mengerti apa yang dia ucapkan, namun untuk apa yeoja ini berbahasa Jepang, namanya saja menjelaskan kalau dia ini warga negara Korea.

“ Kau tidak mengerti bahasaku ? “ tanyanya masih dengan bahasa Jepang.

Aku hanya menatapnya aneh, dari ujung kaki hingga ujung rambutnya, hingga dia merasa risih sendiri dengan tatapanku, dan dengan seenaknya tiba-tiba ia menutupi dadanya dengan kedua tangannya membuatku terkejut dengan apa yang dipikirkan yeoja ini.

“ Ahjussi, maaf aku hanya ingin bertemu dengan kekasihku, ini kamar kekasihku bukan ? lalu kenapa kau ada disini ? aku ini wanita baik-baik tuan, bukan seperti yang kau pikirkan “ ucapnya kini dengan bahasa Korea yang lumayan seraya pandangannya menyusup kedalam kamar hotel.

Tch michieseo….aku terhenyak gigiku menggemelutuk menahan kesal dengan penilaian asal yeoja ini, tanpa mempedulikan norma kesopanan kututup begitu saja pintu kamar hotel. Namun yeoja itu sepertinya tidak hanya aneh, namun sudah pada tahap gila.

Buk…buk…buk

“ Ahjussi, kalian sedang merencanakan apa berdua dikamar hotel dengan kekasihku ? kekasihku adalah pria normal, jika kau tersesat jangan mengajak-ajak kekasihku “

Aku membuang nafasku kasar, benar-benar hari yang menyebalkan, aku sudah berhasil menyembunyikan diriku dari halmeoni, tapi apa ini satu lagi makhluk yang tidak kukenal tapi tidak kalah menyebalkannya dengan halmeoni.

Yeoja itu tidak putus asa terus menggedor pintu kamarku dengan kalimat super hebohnya, dia pikir aku ini gay ? tch mencari perhatian saja, dengan kekesalan yang sudah sampai puncaknya aku kembali dan membuka pintu kamarku, tidak ingin memberikan banyak waktu kepada yeoja ini untuk bertingkah aneh.

“ Kau ini sebenarnya siapa dan mau apa ? ini kamarku bukan kamar kekasihmu jadi berhenti melakukan apapun yang membuatku kesal “
Aku langsung memakinya membuat yeoja itu ketakutan, aku sungguh kesal seenaknya saja yeoja ini mengganggu waktuku, dan apa ini ? aishhh aku benci dengan makhluk bernama yeoja, jika sudah seperti ini, pasti ia mengeluarkan senjata andalannya yaitu airmata, aku tertunduk dan membuang nafasku putus asa.

“ Huu…huu..huu, mengapa ada seorang namja seperti ahjussi, begitu jahat memaki seorang yeoja “ ucapnya dengan airmata yang entah darimana datangnya sudah sampai sebanyak itu , dan ahjussi ? tch seketika bayangan halmeoni yang menyebut kata namja berumur yang payah hadir dikepalaku.

“ Yya sudah kau jangan menangis, aku paling tidak bisa melihat seorang yeoja menangis, kau mencari siapa ?” tanyaku sedikit melunak.

Perlahan ia mendongakkan kembali wajahnya dan mulai tersenyum, cepat sekali perubahan mimik wajahnya.

“ Ah nde, aku mencari kekasihku yang bernama Lee Taemin, ia bilang padaku ia menempati kamar nomor 185, aku tidak salahkan ahjussi ? apa kalian saling kenal hingga kalian kini bersama ? “ tanyanya yang lagi-lagi berhasil menarik hormon jengkel dari dalam tumbuhku untuk keluar.

Aku memilih diam sementara seraya memahami kalimat yeoja ini, benar ini kamar nomor 185 tapi aku sudah melakukan booking kamar melalui telepon sejak kemarin, jikapun ini kamar namja yang dimaksud yeoja aneh ini adalah kekasihnya, mungkin namja itu sudah pergi sekitar dua hari lalu.

“ Ahjussi benar tidak ? “ tanyanya mengulang karena aku hanya terdiam mematung.

“ Mengenai itu, aku tidak tahu….kau bisa menanyakannya pada receptionist hotel ini, dan sekarang aku mohon kau jangan menggangguku arraseo ? “ ucapku kembali tajam.

Wajah yeoja itu berubah sedih bahkan ia membuatnya terlalu sedih yang berlebihan “ Ahjussi aku harus bagaimana, aku tidak memiliki sanak saudara di Korea, bahkan aku bisa sampai disini karena kekasihku yang memberikan tiket pulang pergi untukku, kini aku tidak memiliki uang sepeserpun, perutku belum terisi sejak pagi tadi aku benar-benar sangat lapar “ ucapnya mengiba.

Apa peduliku, memangnya aku ini tempat pengaduan orang hilang ? aku memutar bola mataku malas. Tanpa peduli lagi akupun menutup pintu hotel dan berjanji apapun yang terjadi tidak akan lagi membukanya, aku paham sekarang, yeoja ini adalah seorang gembel yang sedang mencari korban untuk dijebaknya, dan setelah itu orang yang terjebak akan merasa kasihan dan akhirnya berbuat baik, bahkan bisa saja pada akhirnya yeoja itu akan menggerogoti hartanya, memang pikiran yang terlalu ekstrim, tapi itu pernah terjadi di korea, tepatnya pada alur sebuah drama.

“ MENGAPA TELEPONMU TIDAK AKTIF EOH ? DIMANA KAU SEKARANG ? KAU SENGAJA INGIN LARI DARIKU EOH ? “

“ Halmeoni, bisakah kau melunakkan suaramu sedikit saja , jika nanti pita suaramu rusak, bukan hanya kau yang repot, aku pasti juga akan sangat kau repotkan “ ucapku seolah serius menanggapi pembicaraan halmeonin, padahal mataku sedang asik menatap film yang baru saja ku sewa.

“ Dasar setan kecil banyak bicara, aku tidak mau tahu kau harus segera menikah, aku sudah mendapatkan calon untukmu, cepat pulang dan kita akan segera merencanakan pertemuan “

Flip

Kali ini halmeoni yang menutup pembicaraan, aku meremas rambutku putus asa, cobaan apalagi ini, apa aku harus mengakhiri hidupku sekarang ? itu pemikiran orang bodoh, aku tidak mau wajah tampanku besok pagi terpampang di setiap surat kabar Korea Selatan dengan judul yang menyedihkan.

“ SEORANG NAMJA LAJANG BERUMUR, BUNUH DIRI KARENA PAKSAAN MENIKAH “

Judul yang provokatif, aku menekan nomor telepon hotel perutku sangat lapar, aku harus makan banyak kali ini, untuk menghadapi halmeoniku besok pagi.

Pelayan itu terus menatapku, aku tidak mengerti mengapa ia memandangku seolah aku ini penjahat yang patut dicurigai, merasa risih dengan tatapannya, aku mengeluarkan dompet dan memberikan uang lebih untuknya.

“ Ah tuan, sebaiknya simpan saja kebaikanmu, masih ada orang diluar sana yang lebih membutuhkan kebaikanmu “ ucapnya yang membuatku tidak mengerti.

Tanpa curiga dengan ketulusan ucapannya, aku memasukkan kembali ke dalam dompetku, namun “ Eoh, ternyata dugaan saya salah, ternyata anda namja yang baik tuan, namun bisakah engkau memaafkan kesalahan yeojamu di luar sana, setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan, tetapi ada baiknya itu dibicarakan baik-baik, terlebih yeojamu kini sedang mengandung anakmu “ ucap pelayan itu panjang lebar.

Aku memicingkan mataku berusaha mencerna ucapan pelayan, mwo ? yeoja, kandungan ? apa maksudnya.

“ Saya permisi tuan, eoh jika kau benar pria yang baik, kau pasti memaafkannya, kasihan ia tertidur diluar sana tuan “ ucapnya lagi-lagi membuatku penasaran dengan siapa yang ia bicarakan.

Aku bahkan tidak memiliki teman yeoja, apalagi yeoja yang mengandung anakku, namun tiba-tiba “ Sial pasti yeoja aneh itu “ Aku bergegas keluar untuk menghentikan yeoja itu mengarang apapun yang membuatku semakin malu, dan benar saja, dengan tidak tahu malunya ia tertidur didepan kamarku, membuat tamu hotel lainnya menatap ku dengan pandangan tajam kemudian berbisik-bisik dihadapanku.

“ Akh sudah berapa kali oppa katakan, kau memang tidak biasa menginap di hotel mewah, lagi-lagi kau tidur ditempat seperti ini, ayo cepat bangun…..eoh apa perlu oppamu ini angkat ? “ ucapku bersandiwara agar mereka yang sedang menatap kami tidak curiga.

Kesabaranku benar-benar habis dibuatnya, seenaknya saja ia mengarang cerita dan tidur didepan kamarku yang menimbulkan persepsi macam-macam tamu lainnya terhadapku. Aku melempar tubuhnya kasar diatas sofa, tidak lama iapun meringis kesakitan, aku tidak peduli, sudah kuijinkan masuk ke dalam kamarku itu adalah suatu penghargaan untuknya.

“ Ahjussi, kau melukaiku “ ucap yeoja itu seraya memijit-mijit lengannya sendiri.

Aku duduk dihadapannya dan memandang tajam kearahnya, ia masih menunduk tidak berani membalas tatapanku, mungkin karena ia sadar telah melakukan banyak kesalahan padaku, dilihat dari wajah dan gayanya, yeoja ini umurnya pasti jauh dibawahku, huh gadis labil, pantas saja kelakuannya kekanak-kanakan seperti ini.

“ Ahjussi…” ucapnya masih menunduk

“ Mwo ? seenaknya saja kau mengganggu hidupku, kini aku malu untuk hanya sekedar keluar karena ulahmu , kau tau kau behadapan dengan siapa eoh ? aku ini salah satu pria terkaya dinegeri ini, aku bisa saja menyuruh orang untuk menghilangkan nyawamu karena berani mengganggu kehidupanku, kau tahu ? “ ucapku tidak bisa menahan amarah.

Tubuh yeoja ini mundur ketakutan karena suara kencangku, bibirnya tertutup rapat tidak berkata apa-apa, tentu saja….awas jika ia masih berani berbicara aku pasti akan mematahkan lehernya.

“ Ahjussi….” ucapnya lagi mengulang.

Kali ini aku hanya diam, menunggu ia ingin berkata apa.

“ Kau boleh membunuhku, tapi setidaknya jangan bunuh aku dengan cara seperti ini, beri aku sedikit makanan dulu, aku benar-benar lapar “ ucapnya polos.

Sial, aku memijit keningku benar-benar pasrah dengan kelakuannya, mengapa ada orang seperti ini yang aku temui.

Aku membiarkan yeoja ini menikmati makanan hotel yang baru saja aku pesan, moodku hilang dengan sekejap ketika melihatnya makan, tidak ada lagi selera untuk ku menyentuh makananku, biarlah aku hanya pasrah jika aku tidak punya kekuatan untuk menghadapi halmeoni besok.

“ Ahjussi tidak makan ? “ ucapnya masih dengan mulut yang penuh dengan makanan.

Aku hanya memandang jijik ke arahnya sama sekali tak berniat melayani pertanyaannya, kedua tangannya ia pakai untuk mengambil semua makanan, bibirnya pun penuh dengan sisa-sisa makanan, benar-benar makhluk planet, WEIRD GIRL.

Ting Tong

Aku segera beranjak dari kursiku melihat siapa yang datang, aku merasa tidak lagi memanggil seorang pelayan, namun aku begitu terkejut ketika melihat CCTV hotel “ Halmeoni ? “

“ Yya Kim Myungsoo, buka pintunya……aku tahu kau ada didalam “ ucapnya seraya mengacung-acungkan tongkatnya seolah ia melihat wajah cucunya yang menyebalkan dimatanya.

Aku menarik nafasku perlahan, dan bersiap untuk membukanya, namun seketika aku teringat, aku tidak sendiri ada yeoja aneh itu disini, aku segera bergegas kembali kedalam.

“ Kau bisa meneruskannya nanti, sekarang kau ikut aku “ ucapku menarik paksa tubuhnya yang masih makan dengan lahap dan menatapku tidak mengerti.

“ Eoh ahjussi, kau mau membawaku kemana, aku bukan tipe mu, jangan melakukan apapun padaku, aku mohon aku bisa mengadukanmu melakukan kejahatan pada yeoja dibawah umur “ teriaknya.

Aku tidak tahu jenis makanan apa yang yeoja ini konsumsi, hingga pikirannya selalu mengarah ke hal-hal yang terdengar menjijikkan, ku bekap mulutnya agar tidak lagi bersuara, dan tanganku lebih kuat menyeretnya, ia terus meronta.

“ Kau diam disini, aku sangat memohon padamu jangan melakukan apapun yang membuat hidupku celaka, kau hanya boleh bergerak jika aku mengijinkannya, sebagai imbalan aku akan memberikanmu apapun yang kau minta “ ucapku dengan nafas terengah karena begitu lelah menghadapinya.

“ Apapun ? “ tanya yeoja itu yang kini tidak lagi meronta dan wajah menyebalkannya berubah 180 derajat dengan mata yang berbinar.

“ Eoh apapun “ balasku lemas, aku harus meyakinkan yeoja ini, jikapun nanti aku mengingkarinya itu urusan belakangan.

Ting tong ting tong

Halmeoni sudah tampak marah karena aku begitu lama membuka pintu, aku rapikan bajuku agar halmeoni tidak curiga, kupasang senyum khas ku yang memancarkan kharisma.
Ceklek

“ Apa yang sedang kau lakukan, mengapa begitu lama hanya membuka pintu, apa kau sedang menonton film porno eoh ? “ ucap halmeoni dan langsung masuk ke kamar hotel dan menatap curiga ke semua sudut ruangan.

“ Dari mana halmeoni tahu aku ada disini ? “ tanyaku mengalihkan pertanyaan halmeoni.

“ Tidak perlu tahu, otakku selangkah lebih maju dari dirimu yang licik “ ucap halmeoni begitu emosi dan segera duduk dengan membuka kipa tangan yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi.

“ Ini calon tunanganmu “ ucap halmeoni melemparkan sebuah foto seorang wanita kearahku.

“ Woooahhh wanita ini cantik sekali, halmeoni memang sangat pintar eoh ? “ seperti biasa aku berpura-pura tertarik namun setelah pertemuan aku pastikan yeoja itu yang akan menolakku.

Halmeoni memperlihatkan smirknya sepertinya ia sudah sangat paham dengan sifatku, jika sudah seperti ini bagaimana mungkin aku menolaknya, Tch aku menyesal terlahir sebagai cucunya.

Jiyeon POV

Tubuhku lelah sekali berada disini, memangnya untuk apa ahjussi itu menyuruhku bersembunyi didalam toilet ?
Karena begitu penasaran, ku berjengkit meraih gagang pintu, membuka sedikit pintu toilet dengan hati-hati untuk melihat apa yang sebenarnya ahjussi itu lakukan, Ommo….seorang halmeoni ? demi seorang halmeoni ahjussi itu rela menyingkirkanku ? benar-benar selera yang tidak bisa ditebak.

Hoamm…berapa lama lagi aku harus terpenjara disini ? aku benar-benar sudah bosan dan sungguh disini dingin sekali. Eoh Andweyo….aku harus bertahan, demi apapun yang ahjussi itu janjikan tadi. Sebelum ia melemparkan ku luar, aku harus pastikan mendapatkan tiket untuk kembali ke Jepang. Tidak peduli lagi dengan Lee Taemin yang telah membuat nasibku tidak jelas seperti ini.

Tiba-tiba hasrat ingin membuang air kecil muncul, tanpa ragu akupun menuju toilet dan menurunkan celana dalamku, baru saja aku meletakkan bokongku diatas sana, mataku menangkap sesuatu.

Apa itu ? dipojok dekat sana ? mengapa ia bergerak-gerak ? aku memicingkan mataku untuk memperjelas penglihatanku, namun tiba-tiba…..

Kyaaaaaaaaaaa………

“ Tolong ada ular disana, ada ular didalam toilet sana “ aku berteriak ketakutan dan menghambur keluar dari toilet memakai asal celanaku, aku tidak peduli lagi dengan dua makhluk dihadapanku, halmeoni itu nampak syok karena melihat aku tiba-tiba muncul dihadapannya, sementara ahjussi itu hanya terdiam dengan wajah yang ia tutup dengan sebelah tangannya.

Bagaimana lagi, aku melihat ular disana, aku tidak mungkin membiarkan ular itu nanti menempel ditubuhku.

“ SIAPA YEOJA INI KIM MYUNGSOO ? “ ucap halmeoni itu dengan nada tinggi sukes menghentikan gerakanku yang masih berlari-lari entah akan kemana.

Kim Myungsoo, jadi nama ahjussi itu Kim Myungsoo, nama yang bagus, hehehe setampan orangnya, ah ahniya buat apa berwajah tampan tetapi begitu sadis, aku tidak suka namja seperti itu.

Halmeoni bergantian menatap tajam ke arah kami yang duduk dihadapannya, namun ahjussi disampingku belum menjelaskan apapun tentang siapa aku, aku juga tidak mungkin mendahuluinya, aku tidak mau salah bicara yag membuat ahjussi ini menjadi lebih murka.

“ Katakan siapa yeoja ini ? “ tanya halmeoni sekali lagi.

Ahjussi ini terlihat menghela nafasnya, wajahnya begitu pucat, tentu saja aku pun takut jika memiliki seorang halmeoni seperti wanita ini.

“ Dia adalah anae ku halmeoni “

Mwo ???? apa yang ahjussi ini katakan? ia berkata aku anaenya, MICHIESEO ? aku tidak lagi mendengar apapun yang dibicarakan kedua makhluk didekatku, aku benar-benar terkejut hingga tidak sadarkan diri.

Aku merasakan kepalaku begitu pusing, dan apa ini ? aku mencium sesuatu yang tidak enak, aku tajamkan penciumanku, seperti anjing pelacak hidungku kembang kempis memastikan apa yang aku cium, perlahan mataku terbuka, samar-samar ku melihat sesuatu yang membentuk siluet kaki dihadapanku, aku berusaha mengumpulkan cahaya agar siluet yang terlihat menjadi jelas.

“ Ommo !!! yya ahjussi kau jahat sekali, mengapa kau membangunkan ku menggunakan kaos kaki eoh ? kau benar-benar tidak berperikemanusiaan “ ucapku kesal.

Ahjussi dengan tampang seperti malaikat pencabut nyawa itu mengangkat bibir atasnya menahan kesal, eoh dia pikir hanya dia yang kesal, aku bahkan kini lebih kesal, dengan seenaknya ia mengakuiku sebagai anaenya, dasar ahjussi mesum.

“ Jika itu tercium busuk, itu adalah kakimu…kau terlalu berlebihan, hanya seekor cacing kau bilang itu ular ? cepat bangun, ada yang harus kubicarakan padamu “ ucap ahjussi ini menuju meja makan dan menunggu ku untuk menyusulnya.

Tch mau apalagi dia, apa dia akan mengusirku malam ini juga ? eoh otakku bahkan belum sanggup untuk ku ajak berfikir, ya Tuhan jika seperti ini tentu aku akan menahan sekuat tenaga untuk membiarkan hidungku mencium bau kakiku sendiri.

Myungsoo POV

“ Michieseo ? aku tidak mau, yya ahjussi mengapa kau membawa aku dalam masalah hidupmu, aku tidak mau “

Sudah ku duga yeoja ini pasti tidak akan mau, meskipun dia gila tapi masih sedikit tertinggal kewarasan diotaknya, akupun tidak mau jika tidak terpaksa, tapi bagaimana aku sudah bersusah payah untuk meyakinkan halmeoni dan setelah percaya aku harus kembali meyakinkan yeoja ini bahwa ini hanya sementara, sungguh kepalaku rasanya mau pecah terjebak dengan mulutku sendri.

“ Hanya 1 bulan kumohon ini akan berlangsung hanya 1 bulan, setelah itu kau bisa pergi dan kembali ke kehidupanmu, apa yang kau minta padaku akan aku berikan percayalah aku akan memberikannya padamu “

Aiiishhh jika saja ada cara lain, pasti aku sudah memilihnya sejak tadi, memohon seperti ini kepada seorang yeoja sama sekali tidak tercantum dalam kamus hidupku.

“ Ahjussi… aku sungguh pusing sekarang ini, kau jangan memaksaku terus, aku tidak bisa berada selama 1 bulan di sini, orangtuaku pasti sangat mengkhawatirkan aku, mereka hanya mengijinkan ku selama 1 minggu di Korea, lagipula aku sudah memiliki kekasih, jadi mana mungkin aku bisa menerimamu “ ucapnya dengan gaya kekanakannya membuatku benar-benar malas mendengarnya.

“ Kau ini hanya aku minta berpura-pura menjadi istriku, bukan istri sungguhan, aku juga tahu kau sudah memiliki kekasih, sejak tadi kau selalu menyebutnya, lagipula kau bukan tipe yeoja ku, jadi jangan sembarangan kau berbicara “ ucapku sinis.

Yeoja itu hanya menatapku, tanpa ada bantahan, ada apa dengannya apa pikirannya mulai terbuka ? baguslah, meski terlihat keras kepala tapi aku yakin yeoja ini mudah sekali dihasut, aku memperlihatkan smirkku, sepertinya aku memiliki ide agar yeoja ini cepat menerima ide gilaku tanpa harus berpikir panjang.

“ Aku akan memberimu uang berapapun yang kau minta, aku juga akan menjamin tiket untuk mu kembali ke Jepang, dan selama kau disini aku akan membantumu mencari kekasihmu , bagaimana masih ada yang kau inginkan ? “ tawarku lugas.

Dasar yeoja licik, walaupun kau menyembunyikan wajahmu aku melihat kau tersenyum, tch semua yeoja benar-benar tidak berbeda, sama saja semua menyukai materi.

“ Kau tidak sedang bercanda kan ahjussi, baiklah aku menerimanya 1 bulan, kau janji hanya satu bulan tidak lebih “ ucapnya dengan nada mengancamku.

Aku memutar bola mataku malas, memangnya aku mau berlama-lama bersama dengannya.

“ Tunggu, bagaimana jika halmeoni tau, atau bagaimana jika 1 bulan sudah berlalu, apa yang akan kau katakan pada keluargamu ? “ tanyanya.

Aku terdiam mendengar pertanyaan yeoja luar angkasa ini, huh bahkan aku tidak sampai memikirkan sebegitu detailnya, yang aku pikirkan hanyalah aku akan terhindar dari kejaran halmeoni yang selalu memaksaku untuk menerima yeoja pilihannya.

“ Mengenai itu, biar aku saja yang memikirkannya, kau hanya cukup menerima tawaranku “ ucapku meyakinkan agar yeoja ini tidak merubah pikirannya.

Dahinya berkerut memikirkan sesuatu, aku menunggunya begitu was-was, ommo bahkan ini hanya berpura-pura mengapa aku begitu tegang menunggu keputusannya.

“ Baiklah aku menerimanya “ ucapnya yang tentu saja membuatku tidak sadar tersenyum senang.

Mungkin ini adalah tindakan tergila yang pernah aku lakukan dalam hidupku, menghindari perjodohan dengan kebohongan, dengan seorang gadis yang berusia jauh dibawah umurku….Kim Myungsoo, kau tanggung sendiri apa yang kau lakukan eoh!!!

Tbc

167 responses to “[ CHAPTER – PART 1 ] COUPLE OR TROUBLE ?

  1. anyeong, izin baca ya ff mu authornim…

    jiyeon lucu bgt kharakternya disini.
    dan myung nya jutek lg…
    pasti kocak hubungan pasangan ini,..hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s