[Chap 10] Is It a Curse?

It is a Curse

Cast:
Kim myungsoo
Park jiyeon
Other cast:
Park chanyeol
Genre: Fantasy,Romance, Sad/ Hurt
Author : @kethychan24
A/N: Ini ff murni keluar dari otak ku, mungkin jika ada sedikit kesamaan itu hanya lah kebetulan semata. Please don’t siders and don’t plagiat ok😉
Summary: Apa ini sebuah kutukan? Jika memang ini sebuah kutukan kenapa harus aku yang mengalami semua ini? Kenapa tidak orang lain saja? Aku benci berada dalam situasi seperti ini!!
Backsong : Hyun ah –Can you love [ ost her lovely heels]
Entah kenapa saat menulis ff ini, aku ngerasa nyaman dan feel nya dapat pas denger lagu ini. Tapi aku gak tahu klo kalian[up to you] hanya recommend aja kq😀

Story Begin~

Author P.O.V

Para time medis kini dengan berusaha keras menyelamatkan Jiyeon yang kembali memasuki masa kritis. Beberapa suster mengelapkan keringat yang mengalir dengan bebas nya di pelipis sang dokter dan yang lain nya siibuk membantu dokter yang lain mengambil alat medis yang di perlukan nya. Sedangkan Myungsoo berharap –harap cemas dan terus saja berdoa akan kesalamatan Jiyeon.

Jiyeon –ah apa kau benar –benar tak mengijinkan ku masuk lebih jauh ke dalam hati mu? Palli berjuanglah, aku berjanji akan selalu berada di sisi mu dan membahagikan mu. Jadi aku mohon bangun lah dan mari kita buat berbagai kenangan bahagia yang berlum pernah kau dapatkan selama hidup mu. Batin Myungsoo yang menatap kosong kearah ruangan Jiyeon.

Nampak dari kejauhan namja jangkung berwajah pucat dengan membawa infuse nya kini berjalan mendekat kearah Myungsoo. Namja itu berjalan sepoyongan kearah Myungsoo. Mungkin itu karena tubuh nya masih lemas maka dari itu namja tersebut berjalan dengan sempoyongan. Di tepuk nya pelan pundah Myungsoo dan tepukan itu berhasil membangun kan Myungsoo dari lamunan nya.

“Eh! Hyung kenapa di sini? Harus nya kau beristirahat saja, kau masih sakit hyung” ucap Myungsoo yang berusaha membujuk Chanyeol agar kembali keruangan nya.

“Bagaimana keadaan Jiyeon?” tanya Chanyeol yang mengacuhkan permintaan Myungsoo. Yang ada di pikiran nya saat ini hanya Jiyeon, Jiyeon, dan Jiyeon . Ia tak mau adik tersayang nya mengalami hal buruk. Mendengar penuturan Chanyeol, Myungsoo diam seribu bahasa yang tak tahu apa yang harus ia kata kan. Memilih berkata jujur atau diam membatu seperti ini.

“Kim Myungsoo! Palli malhaebwa?! Bagaimana keadaan dongsaeng –ku”desak Chanyeol yang kini mulai merasa kan hawa yang kurang baik di sekitar Myungsoo. Namja itu hanya menunduk kan kepala nya dan tanpa berani menatap Chanyeol.

“Ji –jiyeon kembali kritis” lirih nya. Chanyeol merasa kan seketika oksigen di sekitar nya menghilang dan ia merasa kan jantung berhenti berdetak. Myungsoo hanya dapat menatap nanar Chanyeol, ia tahu perasaan namja di hadapan nya ini, karena ia pernah berada di posisi namja tersebut. Ia sangat tahu rasa takut kehilangan Chanyeol. Ia tahu betul dengan perasaan tersebut.

“Hyung yang sabar, Jiyeon pasti akan baik –baik saja. Berdoa lah yang banyak agar Jiyeon di beri perlindungan oleh Nya” ujar Myungsoo yang mencoba menenang kan Chanyeol.

Author P.O.V end

Jiyeon P.O.V

Appa terus saja menatap ku dalam. Seolah –olah tatapan nya itu meminta ku segera memutuskan keputusan ku. aku hanya dapat tertegun, tak tahu apa yang harus ku perbuat. Memilih antar perasaan orang –orang yang berada di di sisi ku atau perasaan ku sendiri. Aku sungguh bingung.

“Jiyeonnie waktu mu sudah tak banyak lagi. Kau lihat cahaya yang menjadi pintu masuk mu kemari, cahaya nya perlahan –lahan mulai memudar. Cepat putus kan keputusan mu sebelum semua nya benar –benar berakhir “ ucap appa dengan tenang nya. Di satu disisi aku ingin berada disisi appa tapi di sisi lain aku ingin berada di di sisi orang –orang yang menyayangi ku. Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang. Hast! Nan naega eottokhae?!.

Aku tetap tak bergeming sedikit pun, mata ku terus saja menatap seberkas cahya yang menjadi pintu masuk ku tadi yang semakin lama cahaya nya semakin memudar. Langkah kaki ku terasa berat untuk melangkah. Batin ku kini memberontak dan aku tak bisa memihak dari salah satu nya. Appa terus saja menatap ku dengan tatapan teduh nya yang membuat ku semakin di lema. Namun, di sisi lain aku juga mendengar suara tangisan Chanyeol oppa yang sangat menginginkan ku kembali. Apa eomma juga ada di sana?

“Jiyeonnie, apa kau tak mendengar isakan oppa mu itu. Ia sangat menginginkan mu kembali ke sisi nya, apa kau tak kasihan mendengar isakan nya yang tersendu –sendu itu?” aku hanya dapat menatap appa dengan tatapan sayu ku.

“Appa naega eottokha?” lirih ku.

Jiyeon P.O.V end

Author P.O.V

Chanyeol tampak sangat berantakan sekali. Wajah tampan nya kini berubah menjadi wajah seorang mayat hidup, mata nya sembab dan berkantung. Sesekali terdengar pula sebuah isakan kecil. Ia kini nampak seperti namja cengeng dan lemah. Ia tak peduli dengan hal itu, ia juga tak peduli tatapan miris, meledek dan iba dari orang yang berlalu lalang di hadapan nya. Karena bagi nya tatapan itu tak membantu nya menjadi lebih baik. Ia hanya ingin yeodongsaeng nya kembali kesisi nya. Hanya itu tak lebih.

Myungsoo. Namja itu hanya diam termanggu sambil menyenderkan tubuh nya pasrah di pintu ruangan Jiyeon dan ia sangat berharap dokter segera keluar dari ruangan tersebut dan memberikan nya sebuah berita baik. Suara dentingan jam menyertai keheningan malam yang dingin di sekitar ruangan Jiyeon. Kedua sosok namja itu terus saja terjaga dan mereka sama sekali tak memperdulikan keadaan mereka yang sangat berantakan nan miris itu .

Ceklek…
Suara derit pintu terbuka, hal itu sontak saja membuat Myungsoo dan Chanyeol bangkit dari duduk nya. Berjalan mendekati sang dokter.

“Eottokhae dok?” ujar Chanyeol dengan suara nya bergetar.

“Syukurlah, nona Jiyeon telah lewat dalam masa kritis nya. Mungkin besok atau lusa di sudah siuman” jelas sang dokter bername tag ‘Cho Kyuhyun’ sambil menupuk pelan pundak Chanyeol.

“Hah!” helaan nafas lega dari Myungsoo. Ia sangat bersyukur doa nya terkabul. Setelah mendapat ijin dari dokter, Myungsoo dan Chanyeol masuk ke dalam ruangan Jiyeon. Chanyeol mendekat kearah Jiyeon tatapan nya begitu sendu, ia menarik kursi kecil yang tak jauh dari ranjang Jiyeon dan di genggam nya erat tangan Jiyeon.

“Jiyeonnie, kau tahu ini untuk pertama kali oppa menangis kembali setelah kejadian itu. Oppa benar –benar takut kehilangan mu, Jiyeonnie oppa berjanji akan menjaga mu lebih baik lagi dan oppa tak akan membiarkan mu terluka lagi barang sehelai rambut pun, oppa berjanji” parau Chanyeol yang tatapan nya sangat sayu.

Ceklek
Pintu ruangan Jiyeon terbuka dan menampakan seorang suster. Suster itu berjalan mendekat kearah Chanyeol dan meminta nya untuk kembali keruangan nya. Karena Chanyeol tampak tak baik, sebelum Chanyeol benar –benar keluar dari ruangan Jiyeon, Chanyeol menatap Myungsoo sekilas seolah –olah tatapan nya itu dapat diartikan dengan ‘Tolong jaga Jiyeon’. Myungsoo hanya tersenyum simpul melihat nya.

“Syukurlah, kau sudah melewati masa kritis mu, kau membuat orang lain khawatir saja. Cepat lah siuman, arrachi!” Myungsoo menggenggam jemari Jiyeon dan di sandarkan kepala nya di tepi ranjang tersebut dan perlahan –lahan Myungsoo masuk ke dalam alam bawah sadar nya.

Sang mentari telah muncul dari perawakan nya. Walau pun sinar mentari telah memasuki celah –celah ruangan. Namun, sesosok namja tersebut masih betah dalam alam mimpi nya. Ia pun tak menyadari seorang suster telah masuk keruangan tersebut untuk mengecek keadaan Jiyeon. Setelah selesai mengecek keadaan Jiyeon suster itu pun keluar dari ruangan tersebut dengan sebuah senyuman simpul. ‘Romantis sekali’ pikir Suster itu saat melihat Myungsoo tertidur lelap di tepi ranjang Jiyeon tengan jemari nya yang tak terlepas dari jemari Jiyeon.
Tak selang beberapa waktu, Myungsoo terbangun dari tidur nya. Sesekali ia merenggangkan otot –otot nya yang kaku. Setelah merasa lebih baik, Myungsoo menatap Jiyeon dengan senyuman cerah nya.

“Selamat pagi”

“Aku harap kau segera siuman hari ini, aku menunggu mu” sambung nya sambil mengecup sekilas kening Jiyeon. Myungsoo melangkah kaki nya meninggalkan ruangan Jiyeon untuk membersihkan tubuh nya serta membeli sarapan. Sepeninggal nya Myungsoo dari ruangan Jiyeon, jemari kecil yeoja tersebut bergerak kecil. Perlahan –lahan kedua bolah mata nya terbuka, sesekali ia mengerjap –ngerjapkan mata kucing nya itu untuk menyesuai kan kontak cahaya yang masuk kedalam mata nya.

“Eodiya?” lirih nya. mata nya menatap bingung kearah sekitar ruangan. Seingat nya ia waktu itu berada di sebuah rumah di tengah hutan dan di sana ia bertemu dengan appa nya. Tapi, kenapa sekarang ia bisa berada di rumah sakit?.

Flashback

Park jungsoo menatap putri nya dengan tatapan penuh harap. Ia berusaha untuk meyakin kan putri nya tersebut. Berusaha menanyakan sudah mantapkah keputusan yang di ambil nya. Namun, sang putri hanya menatap nya kosong seperti sedang menimbang –nimbang keputusan nya sendiri.

“Jiyeonnie, apakah kau sudah yakin dengan keputusan mu tersebut? Apakah kau sudah yakin ingin meninggalkan oppa dan eomma mu? Apa kau yakin untuk berhenti mencari tahu tentang perasaan mu terhadap Myungsoo?”gumam Jungsoo menanyakan kembali kemungkinan –kemungkinan yang terjadi. Namun, yeoja itu tetap saja tak bergeming sedikit pun.

Malah Jiyeon kini menengadah kan kepala nya sambil memejamkan mata nya dan membiarkan indra pendengaran nya menangkap suara sosok yang telah mengusik nya beberapa minggu ini. Suara namja itu terdengar memarau dan Jiyeon dapat menangkap kesimpulan dari semua perkataan namja tersebut. Namja itu menginginkan nya kembali, hanya itu.

“Jiyeonnie, apa kau mendengar suara itu? Dia sangat menginginkan mu kembali, bukankah kau sendiri belum mengetahui bagaimana perasaan mu terhadap nya. Apakah kau ingin berhenti sampai disini dan menjadi hantu penasaran nanti nya?” tutur Jungsoo yang terus saja berusaha membujuk putri kesayangan nya. Sedikit demi sedikit cahaya yang menjadi pintu masuk Jiyeon sinar nya mulai meredup, Jungsoo tahu putri nya tersebut ingin kembali tapi ada seberkas perasaan nya menahan nya untuk tetap berada disisi nya.

“Jiyeonnie, kembali lah. Appa tak apa –apa sendirian di sini, masih banyak orang yang menginginkan mu kembali, cha kembali lah, hem. Appa jinjja gwenchanayo. Palli Khayo nde” Jungsoo perlahan –lahan menuntun Jiyeon menuju cahaya yang mulai meredup tersebut dan ia mendorong pelan tubuh Jiyeon agar ia bisa kembali ketempat seharus nya dia berada.

“Appa annyeong~, Jiyeon akan selalu merindukan mu” lirih nya seketika cahaya tersebut menghilang dari jarak pandang Jungsoo begitu pun dengan Jiyeon.

“Nde, appa juga akan merindukan mu baby Jiyi” parau Jungsoo dengan senyuman angel nya.

Flashback off

Lamunan Jiyeom seketika buyar saat ia mendengar suara knop pintu yang di putar. Dengan segera saja Jiyeon kembali memejamkan mata nya. Langkah kaki itu terdengar semakin mendekat kearah nya. Ia mencium bau parfum yang mulai familiar di indra penciuman nya, ia sangat tahu betul pemilik aroma parfum tersebut. Ia mendengar sebuah tarikan kursi dan Jiyeon merasakan ada sebuah tangan yang menggenggam erat jemari nya.

“Hei! Putri tidur! Cepatlah bangun, aku sangat merindukan mu, tahu” decak namja tersebut. Ia merasakan genggaman namja tersebut mulai mengendur dari jemari nya. Jiyeon merasakan namja tersebut semakin mendekat… dekat… dekat dan dekat. Dan mungkin jarak mereka kira – kira sudah 1 cm, Jiyeon dapat merasakan deru nafas namja itu di kening nya.

“Apa yang akan di lakukan namja ini pada ku?” batin Jiyeon yang kini tengah berusaha keras menahan degup jantung nya yang begitu cepat.

“Ya! Apa yang mau kau lakukan pada ku!!” sentak Jiyeon yang tiba –tiba membuka kedua bolah mata nya. Ia dengan terpaksa membuka mata nya tersebut karena tak tahan dengan jarak begitu dekat dengan namja tersebut. Jiyeon memberikan deathglear paling mengerikan yang ia punya kepada namja tersebut.

To Be Continue…

PS: Hahaii~ selesai juga part ini. Gimana menurut kalian? Mellow badai? So sweet badai? Menurut kalian Myung udah so sweet belum ama Jiyi? Kethy kasih sedikit bocoran ya buat next part.. next part bakal lebih banyak MyungYeon moment and banyak juga moment Jiyi ama eomma nya yang akan kembali membuat para readerdeul makin gondok [hehehe… peace -_- v]
Kethy butuh pesan dan kesan kalian dengan FF gaje nan abstud ini…
Oh! Ya aku ngucapain makasih juga untuk para readerdeul yang dah mau ngikutin perjalanan ff abstud nan gaje ini #Bow jengmal kamsahamnida… and thank’s FOR SIDER’S TOO… Annyeong~ Pyong~

27 responses to “[Chap 10] Is It a Curse?

  1. Yohoo Jiyeon nggak jadi meninggal!!! Myung semakin berani aja deketin Jiyeon, woi jangan ngambil kesempatan dalam kesempitan donk Myung! Hahha.😄
    Jiyeon lucu banget sih? Jadi ketahuan boong kan nantinya nanti? Kkk.
    Chanyeol sayang banget sama adeknya! Sukaa!
    Yah kenapa harus dimunculin lagi sih tu omma Jiyeon. Aku males sama dia. Kapan dia sadarnya? Huuuu semoga secepatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s