[CHAPTER – PART 5] MY PRINCESS

L Infinite & Suzy Miss A (80)

© Art Fantasy by: Kryshiners

Title : My Princess | Author : dindareginaa | Main Cast : Bae Sooji, Kim Myungsoo | Additional Cast : Find by yourself! | Genre : Comedy – Romance | Rating : Teen

DISCLAIMER :

Inspired by Taiwanese Drama

Sooji mulai membersihkan meja yang baru saja digunakan oleh pelanggan. Ya, pekerjaan Sooji sekarang memang menjadi waitress. Tapi, di hotel bintang 5! Gajinya saja mungkin 5 kali lipat dari gaji Myungsoo. Oh, dan jangan lupa! Artis luar negeri saja mungkin sudah sering bolak-balik ke tempat ini. Maka dari itu, tempat ini membuka lowongan kerja untuk yang bisa berbahasa asing.

“Sooji-ah, layani tamu yang ada disana,” titah Jieun yang entah sejak kapan sudah berada disamping Sooji.

Sooji menoleh lalu mengangguk. Ia segera menuruti perintah Jieun. Namun, baru saja Sooji berniat melayani pelanggan yang dimaksud Jieun, begitu ia menyadari siapa tamu mereka malam itu. Oh, ternyata Choi Minho. Namun, bukan kedatangan Minho yang membuat Sooji terkejut. Tapi, karena sosok yang duduk berhadapan dengan lelaki manis itu. Sooji yakin betul sudah pernah melihat wajah gadis itu sebelumnya. Gadis itu… bukankah Park Jiyeon? Model sekaligus cucu tunggal dari pemilik Park Corp? Iya, benar! Tak salah lagi! Tapi… apa hubungan Minho dengan Park Jiyeon?

Choi Minho masih tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya kini. Gadis ini… Bae Sooji… Gadis yang selama ini setengah mati ia rindukan.

“Mau pesan apa? Tuan? Nona?”

Minho tersentak kaget medengar pertanyaan Sooji. Sedang gadis yang ada dihadapannya, kini menatap Sooji tajam.

“Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya,” gumam gadis ber-eyeliner tebal itu. “Eoh, bukankah kau anak dari Tuan Bae yang baru bangkrut itu?” tanya Jiyeon setengah tak percaya. “Oppa, bukankah dia mantan tunanganmu?” Jiyeon menatap Minho dan Sooji bergantian.

Minho yang tak tahu mau menjawab apa akhirnya mengangguk. “Sooji-ah, perkenalkan. Ini Park Jiyeon, tunanganku.”

Rasanya seperti ada petir yang menyambar hati Sooji sekarang. Membuat hatinya kini pecah menjadi beberapa bagian. Kenapa dadanya sesak sekarang? Ia seakan kekurangan oksigen. Ia benar-benar tak menyangka Choi Minho sudah benar-benar melupakannya kurang dari seminggu. Kemana kata-katanya yang dulu mengatakan bahwa ia menyukai Sooji? Mencintainya? Bohong! Choi Minho pembohong! Sooji mengepalkan kedua tangannya, berharap dengan begitu air matanya tak akan jatuh. Dengan setengah hati, Sooji membungkukkan badannya. “Annyeonghaseyo, choneun Bae Sooji-imnida.”

Jiyeon hanya mendesis mendengar perkenalan singkat Sooji. Ia lalu mulai mebaca menu makanan yang ada ditangannya. “Kau pesan apa, Oppa?” gumamnya.

Sooji hanya menatap Choi Minho dan Park Jiyeon dalam diam. Memangnya dia bisa berbuat apa lagi? Sooji yang sekarang tak sama dengan Sooji yang dulu. Ia kini bukanlah siapa-siapa. Bukankah pangeran berkuda putih memang seharusnya bersatu dengan putri istana?

“Kalau begitu, kami pesan ini saja,” gumam Jiyeon lagi.

Sooji mengangguk. Ia segera mencatat pesanan Minho dan Jiyeon. “Kalau begitu, tunggu sebentar.” Sooji lalu bergegas pergi.

“Jadi, kemarin itu kami berencana akan makan dengan Miranda Kerr…

Minho tak begitu mendengar apa saja yang diocehkan tunangannya itu. Yang ia tahu, sedari tadi Jiyeon hanya memamerkan kekayaannya. Ia berbeda dari Sooji. Jelas berbeda! Mata bulat Minho kini menatap sayu sosok Sooji. Ia tak menyangka gadis yang dikenalnya itu kini harus membanting tulang demi sesuap nasi.

Oppa! Kau mendengarku atau tidak?!” tanya Jiyeon setengah teriak.

Minho tersentak kaget. Ia sontak menatap kearah Jiyeon. “Aku mendengarkanmu,” elaknya. Ia lalu kembali menyantap makan malamnya.

Jiyeon mendengus kesal. Ia lalu melirik kearah apa yang Minho lirik tadi. “Jangan bilang kau dari tadi melihat gadis miskin itu!” tuduhnya.

“Aku tidak melihatnya,” bantah Minho. “Dan jangan katakan bahwa dia gadis miskin, Park Jiyeon,” Minho berusaha menahan kekesalannya. Bagaimanapun juga, ia tak mau menarik perhatian banyak orang.

Jiyeon mendesis. “Kau tidak lupa bukan kalau aku membatalkan pertunangan kita, kakekku akan menarik investasinya dari perusahaan ayahmu! Jadi, bersikaplah baik, Choi Minho!” Jiyeon beranjak berdiri lalu segera meninggalkan Minho.

Minho hanya bisa mendengus kesal. Kalau tidak ingat bahwa keluarganya membutuhkan bantuan dari keluarga Park, Minho mungkin saja sudah menampar mulut Jiyeon yang tidak sopan itu. Minho akhirnya memutuskan untuk menyusul Jiyeon, setelah sebelumnya melirik kearah Sooji.

Myungsoo sedang sibuk membuat pesanan pelanggan ketika ponselnya berdering. Dengan segera, Myungsoo merogoh sakunya dan menempelkan benda itu ketelinganya.

“Halo.”

“Bisakah kau menemaniku minum malam ini?”

Myungsoo mengernyit heran begitu menyadari suara siapa ini. Bae Sooji. Kenapa tiba-tiba gadis itu meneleponnya dan mengajaknya minum? Ada apa sebenarnya? Myungsoo tahu Sooji dalam keadaan yang tidak baik dari nada suaranya. Tak ingin gadis itu melakukan hal bodoh, Myungsoo mengangguk. Sadar bahwa Sooji tak akan bisa melihat anggukannya, ia kembali berkata,”Baiklah. Jam berapa? Dimana?”

Myungsoo baru saja tiba di tempat janjiannya dengan Sooji. Ia menghembuskan nafasnya perlahan. Kenapa ia jadi gugup seperti ini? Oh, ayolah! Bagaimanapun juga, ini kali pertama ia dan Sooji keluar berdua. Ya. Hanya berdua.

Myungsoo masih sempat merapikan  bajunya sebelum akhirnya masuk ke tempat janjian dirinya dan Sooji. Mata elangnya menelusuri tempat itu, berusaha menemukan dimana sosok Sooji. Namun, ia dikejutkan dengan pemandangan Sooji yang kini duduk dipojok ruangan sendirian dengan kepala bersandar diatas meja.

Dengan segera, Myungsoo segera melangkahkan kakinya ketempat Sooji. “Ya! Apa yang kau lakukan? Bangun!” Myungsoo menggoncang-goncangkan tubuh Sooji.

Merasa ada yang mengganggunya, Sooji segera mengangkat kepalanya. Ia tersenyum begitu mendapati Myungsoo kini ada dihadapannya. “Oh, kau sudah datang,” serunya. Myungsoo yakin Sooji sudah benar tidak sadarkan diri sekarang. “Baguslah! Sekarang, temani aku minum!” Sooji menarik kerah baju Myungsoo lalu menyuruh lelaki itu duduk disampingnya. “Ini,” Sooji menyerahkan segelas soju pada Myungsoo. “Bersulang!” Sooji mulai meminum sojunya.

“Kenapa?” Myungsoo yang sedari tadi hanya diam akhirnya membuka suara.

Mendengar pertanyaan Myungsoo, Sooji tersenyum lirih. “Apanya yang kenapa? Kau pikir, mantan orang kaya sepertiku tak bisa minum soju murahan ini huh?”

Myungsoo menggeleng. “Bukan. Maksudku, ada apa denganmu sebenarnya? Kenapa kau bertingkah aneh seperti ini?”

Sooji terdiam sejenak hingga akhirnya ia menghela. “Choi Minho… Bajingan itu… dengan teganya dia mencampakkanku demi wanita murahan itu! Menyebalkan!” gerutu Sooji dengan gaya khas orang mabuk.

Myungsoo tersenyum sinis. Oh, jadi ini tentang Choi Minho? Bodoh sekali Myungsoo berpikir Sooji berniat mengajaknya kencan atau sejenisnya. Pada kenyataannya, yang dihati tuan putri adalah pangeran berkuda putihnya, bukan seorang yang miskin seperti dirinya.

“Ayo kita minum lagi!” Baru saja Sooji ingin menuangkan soju lagi kedalam gelas miliknya ketika Myungsoo merebut merebut botol soju dari genggamannya dan meminumnya langsung dari botolnya. “Ya! Itu milikku!” seru Sooji. Ia berusaha merebut botol itu tapi Mungsoo ternyata lebih cepat menjauhkan benda tersebut dari jangkauan Sooji.

“Kau sudah cukup minum! Sekarang giliranku!”

Sooji emnatap kesal kearah Myungsoo lalu mendesis. Oh, baiklah. Kali ini ia akan melepaskan Kim Myungsoo. “Paman! Soju-nya 1 lagi!” seru Sooji kearah paman pemilik bar.

Tak lama, pesanan Sooji datang. Dengan segera Sooji membuka botol itu dan menuangkan isinya ke gelas kecil miliknya. “Hari ini minumlah yang banyak! Bagaimanapun juga, bukankah kau yang membayar semua ini? Aku akan menggantinya begitu aku mendapatkan gaji pertama. Jadi, minumlah sesukamu!” gumamnya.

Mendengar perkataan Sooji, Myungsoo sontak memuntahkan minumannya. “Apa? Jadi, dari tadi kau minum sebanyak ini dan menghabiskan uangku? Benar-benar!” Myungsoo mengacak rambutnya.

“Kenapa kau pelit sekali?! Aku sudah bilang akan menggantinya dengan gaji pertamaku! Kau boleh menambahkan bunganya kalau mau!”

Myungsoo mendengus kesal. “Kenapa kau selalu berbuat seenaknya? Kau selalu…”

Myungsoo menghentikan ucapanna begitu merasakan kepala Sooji kini bersandar di dada bidangna. “Kau sudah tidur?” tanya Myungsoo seraya memukul pelan punggung Sooji. tak menerima jawaban, Myungsoo akhirnya hanya bisa pasrah. “Selamat tidur.”

Ya! Berapa beratmu sebenarnya? Kau membuat tulangku hampir patah!” keluh Myungsoo. “Ch. Ini terakhir kali aku membantumu! Mengerti?”

Sesampainya dipintu rumah Myungsoo, lelaki itu segera merogoh sakunya, berusaha mecari kunci. Ibunya saat ini tidak berada dirumah. Wanita paruh baya itu kini sedang reuni dengan teman sekolah menengahnya. Maka dari itu, ia dan Sooji akan aman malam ini. Setelah berhasil menemukan kunci rumah, Myungsoo dengan susah payah membuka pintu berwarna putih gading itu.

Sambil mengangkat Sooji yang berada dipunggungnya, Myungsoo menyalakan lampu rumahnya. Lalu, lelaki tampan itu segera berjalan menuju kamar Sooji. “Ya! Cepatlah turun!” titahnya begitu ia dan Sooji sudah berada di kamar gadis itu.

Sooji yang setengah sadar akhirnya menuruti perintah Myungsoo.

“Apa yang kau makan sebenarnya? Besi?” tanya Myungsoo.

Sooji hanya diam. Ia menatap tajam Myungsoo. Lelaki tampan itu sontak membulatkan matanya begitu Sooji memegang kedua pipinya dengan tangannya. Dan detik selanjutnya, Sooji langsung mendaratkan ciuman lembut dibibir tipis milik Myungsoo. Hanya 3 detik. Dan setelah melepaskan ciumannya yang tiba-tiba itu, Sooji seketika ambruk kearahnya, membuat Myungsoo kehilangan kesadarannya. Berharap saja, setelah ini semuanya akan baik-baik saja.

“Terimakasih,” seru Ibu Myungsoo pada supir taksi yang mengantarkannya sampai kedepan rumahnya. Setelah membayar ongkos taksi, wanita itu segera membuka pintu rumahnya dengan kunci yang sudah diambilnya sebelumnya dari tas tangannya. Ibu Myungsoo mengernyit heran mendapati semua lampu ruangan dirumahnya menyala semua. Ada apa ini? Apa anak tunggalnya itu lupa? Tapi, tidak biasanya Myungsoo melalaikan tanggung jawabnya seperti ini.

“Kim Myungsoo! Bae Sooji!” panggilnya.

Ibu Myungsoo mendesis. Kemana sebenarnya kedua anak muda itu? apa mereka tidak pulang semalam? Awas saja sampai hal itu benar terjadi, ia akan memberi keduanya pelajaran! Ibu Myungsoo akhirnya memutuskan untuk menuju kekamar anaknya. Namun, ia diterkejutkan dengan tidak adanya seorangpun dalam kamar anaknya. Benar bukan? Anaknya tidak pulang semalam.

Ibu Myungsoo menghela sejenak sbelum akhirnya berjalan ke kamar Sooji. Ia sedikit bingung mendapati pintu kamar gadis itu tidak ditutup. Ceroboh sekali ia! Bagaimana kalau ada lelaki yang masuk ke kamarnya?

Ya! Bae Sooji, ba…”

Suara wanita itu menghilang di udara begitu melihat Sooji tidur dilantai. Namun, tidak sendiri! Melainkan bersama anak tunggalnya! Kim Myungsoo! Mereka bahkan berpelukan!

“Kalian berdua… BANGUN!”

Myungsoo tersentak kaget begitu mendengar suara ibunya yang cukup memekakkan telinga. Tapi… betapa terkejutnya ia mendapati Sooji kini hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya. Sooji yang merasakan hal yang sama juga ikut membuka matanya perlahan. Dan…

“AAAAAHHH!!!”

Ibu Myungsoo menatap keduanya tajam. Sedangkan yang ditatap hanya menundukkan kepala mereka, tak berani membuka suara atau bahkan sekear membela diri mereka. Si pelit ini benar-benar menyeramkan jika sedang marah!

“Kalian berdua… Sudah sampai sejauh mana hubungan kalian?”

Sooji hampir saja terbatuk mendengarkan pertanyaan Ibu Myungsoo. Hubungan? Hubungan seperti apa maksudnya? Kalau saja ia tak ingat kebohongan yang dibuat Myungsoo untuk membantunya, Sooji akan langsung mengintrupsi pertanyaan konyol itu.

“Ibu… Semalam itu benar-benar tidak disengaja,” ujar Myungsoo akhirnya mulai bersuara.

“Benarkah begitu? Lalu kenapa sepertinya kalian berdua sangat menikmati pelukan hangat itu?”

Sooji dan Myungsoo sontak saling bertatapan. Menikmati? HAHA. Lucu sekali. Bukankah Myungsoo sudah mengatakan bahwa hal “itu” adalah kecelakaan?

Karena tak mendapat jawaban dari kedua anak muda itu, Ibu Myungsoo hanya bisa menghela. “Baiklah. Kalian selamat kali ini. Aku sangat lelah dan butuh istirahat. Tapi, ingat! Sebelum kalian meresmikan hubungan kalian, kalian tidak boleh melakukan kejadian seperti semalam,” pesannya sebelum pergi.

Sepeninggal Ibu Myungsoo, Sooji langsung mendesis. “Meresmikan hubungan denganmu? Yang benar saja!” kesalnya. “Apa yang terjadi sebenarnya semalam?” gumam Sooji. Gadis itu kemudian memutar kembali ingatannya pada kejadian semalam. Ia terbelalak kaget begitu bayangan kejadian semalam terputar rapi dibenaknya seperti rekaman video. “Aku… Kau… Semalam… Kita…”

Mungsoo tersenum sinis begitu mengerti maksud ucapan Sooji. Ia lalu melipat tangannya di depan dada. “Bukan kita. Tapi kau,” tegasnya.

Sooji menatap Myungsoo tak percaya. Ia sontak memegang bibirnya. Tidak mungkin! Ia tidak mungkin semuda itu menyerahkan ciumannya pada seorang lelaki, terlebih lelaki seperti Myungsoo! Sooji memutar tubuhnya, membelakangi Myungsoo. “Yang semalam itu… aku harap kau melupakannya. Aku mabuk. Hal itu terjadi diluar kendaliku. Jadi, kumohon…” Sooji tak melanjutkan ucapannya, ia memutuskan untuk segera bersiap kerja, meninggalkan Myungsoo yang masih terdiam mematung.

Sehina itukah ia bagi Sooji? Bukankah harusnya Myungsoo yang marah pada Sooji. Tapi, kenapa kejadiannya jadi terbalik?

Yang bukan siapa-siapa tidak akan bisa dapat apa-apa.

TO BE CONTINUED

65 responses to “[CHAPTER – PART 5] MY PRINCESS

  1. Aigooo aigooo minho gatau malu bgt sih. Ihhh>< aishhh jinja!! Yeay myungzy sepertinya mulai tumbuh benih2 cinta nih kk

  2. Sumimasen, I’m new~
    So poor u myungsoo –v
    Akan kah setelah kejadian ini suzy mulai menyukai myungsoo?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s