[Chapter-Epilog]Shadow Sun

shadowsun1

Nealra Present Shadow Sun with

Kim Myungsoo||Park Jiyeon/Zizi Park||Choi Minho||Bae Suzy

and Lee Jonghyun

in Time Machine||Joseon Era||Romance||PG-13||Chaptered

The casts belong to their self and GOD. Storyline belong to Nealra

And Poster by Sifixo@IndoFFArt

The FF with the same project called Future Power is Miracle Power and The Lost Moon

Previous Prolog|1|2|3|4|5|6

HAPPY READING!!!

Minho tersenyum memasuki ruangan yang diriasi beberapa bunga. Tampak wanita bergaun putih duduk di depan cermin sambil tersenyum menyambut Minho.

“Eomma, kau benar-benar cantik. Aku sangat bangga bisa menjadi anakmu” ucap Minho tulus. Wanita itu, Ibu Minho, mengelus lembut kepala anaknya “Terima kasih, Minhoya. Eomma sangat senang bisa memiliki anak yang benar-benar pengertian seperti dirimu”

“Aku bisa seperti ini juga karena eomma kok. Aku bahagia jika eomma bahagia” Ibu Minho menarik anaknya itu ke dalam pelukannya “Eomma akan selalu ada di sisimu, nak”

Minho menatap mata ibunya yang berkaca-kaca “Eomma tidak seharusnya menangis di saat seperti ini” Ibu Minho tersenyum lembut menatap anaknya.

“Eomma, aku akan melihat keadaan ayahku. Aku keluar dulu” Ucapan Minho membuat ibu Minho tersenyum geli.

Minho keluar dari ruangan itu dengan senyuman yang masih mengembang “Sepertinya hari ini adalah hari terbaik dalam hidupku. Eomma akhirnya menikah dengan Sooro ahjussi setelah cukup lama menunda pernikahan karena masalah Myungsoo. Dan ternyata Myungsoo tidak mati, tapi memilih tinggal di jaman joseon bersama Zizi Park. Aku harus berterima kasih pada Jonghyun sunbae karena telah memberitahukanku informasi sepenting ini”

“Aku mengharapkan yang terbaik untukmu, Myungsooya” gumam Minho dalam hati sebelum menemui Sooro Ahjussi.

~*~

            Suzy Bae, nama agen yang saat ini mengejar seorang penjahat yang mencuri kartu identitas salah seorang agen OSEP dan berniat menuju ke masa lalu. Suzy yang lebih sering menghabiskan waktunya di ruangan bersih dan nyaman kini harus bergumul di tambang sampah untuk mengejar si penjahat.

Penjahat itu berlalu memasuki gang sempit yang gelap dan kotor. Suzy memicingkan matanya agara dapat melihat jelas keberadaan penjahat. Lampu penerangan memang tidak terlalu berfungsi di tambang sampah, sementara cahaya matahari ditutupi oleh bangunan tinggi yang menjulang mengelilingi tambang sampah itu.

Suzy menodongkan pistol biusnya di udara. Siap siaga kalau kalau hal yang tidak diinginkan terjadi. Brakk. Penjahat itu muncul dari samping lalu memukul belakang Suzy membuat pistol di tangannya terlepas.

Suzy terjatuh digenangan air yang telah bercampur sampah sehingga terlihat seperti lumpur. Sementara penjahat itu menendang pistol Suzy cukup jauh agar Suzy tidak dapat menggapainya. Penjahat itu tidak menggunakan pistol milik Suzy karena pistol itu dilengkapi sidik jari si polisi sehingga yang bisa menggunakannya hanya orang yang benar-benar memiliki pistol itu.

Penjahat itu mengeluarkan pisau yang berkilat-kilat seolah mengeluarkan arus listrik. Memang benar, pisau itu mengeluarkan arus listrik, sehingga jika tertusuk sekali, maka orang itu akan mati karena darah di tubuhnya mendidih akibat sengatan listrik.

“Seharusnya mereka tidak mengirim agen selama dirimu” Cibir penjahat itu. Suzy bergetar ketakutan. Ini pertama kalinya dia bekerja sendiri di lapangan.

Tiba-tiba sebuah ingatan melintas di kepala Suzy.

FLASHBACK

Suzy terpojokkan. Pistolnya hilang entah kemana. Ia berusaha merangkak mundur tapi penjahat itu juga semakin maju.

“Berani-beraninya kau melukai saudaraku!” Si penjahat berbalik menatap sumber suara. Sementara Suzy mencoba untuk melihat siapa si pemilik suara.

“Z-zizi” gumam Suzy. Ia berusaha bangkit dan menghilangkan semua rasa takutnya.

“Agen Park, kita tangkap dia bersama-sama” Teriak Suzy.

“Siap, Agen Bae”

END FLASHBACK

“Apa yang kau lamunkan agen?” Bentak si penjahat. Suzy terdiam.

“Apa kau sudah siap mati?” Penjahat itu tertawa.

Keberanian Suzy bermunculan dan berkumpul menjadi satu. Ia mengambil apa saja yang ada di sekitarnya lalu melemparkannya ke arah si penjahat. Si penjahat itu sedikit oleng. Suzy mengambil kesempatan ini untuk berlari meraih pistolnya.

Suzy mendongkan pistolnya ke arah si penjahat dengan berani “Kau ditangkap, bung”

“Bahkan setelah kau pergi, kau masih tetap menyelamatkanku, Ziziya”

~*~

            Seekor kuda dibawah arahan si penunggang berpacu melewati rimbunnya hutan. Angin berdesir lembut membelai wajah si penunggang, tapi ekspresi si penunggang tidak berubah, serius

Kuda itu berhenti di depan sebuah rumah yang tidak terlalu besar. Si penunggang turun dari kudanya. Seorang gadis muda keluar dari rumah itu “Lama tidak bertemu, agen Lee” sapa gadis itu.

“Ya. Memang sudah cukup lama, Park Jiyeon atau Zizi Park mungkin” Agen Lee atau Jonghyun menghampiri gadis itu, Jiyeon.

“Panggil aku Jiyeon untuk saat ini” Ucap Jiyeon yang dibalas anggukan oleh Jonghyun.

Seorang laki-laki juga keluar dari rumah itu “Agen Lee, kau datang!” laki-laki itu segera menghampiri Jonghyun.

“Bagaimana kehidupanmu disini? Sudah merasa nyaman?” tanya Jonghyun pada laki-laki itu, Kim Myungsoo.

“Aku merasa nyaman. Jiyeon mengajariku banyak hal disini” Riang Myungsoo.

Mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka sambil minum teh.

“Alasanku kesini karena ingin memberitahukan sesuatu padamu, Kim Myungsoo” ucap Jonghyun setelah meletakkan cangkir tehnya.

“Padaku? Apa?” tanya Myungsoo, langsung.

“Ayahmu dan Ibu Minho menikah hari ini. Dan aku sudah memberitahu Minho tentang keberadaanmu yang sebenarnya” Jawab Jonghyun, membuat Myungsoo benar-benar terkejut “Jangan salah paham yah, aku bukan terkejut karena pernikahan ayahku dan ibu Minho, tapi aku terkejut karena kau sudah memberi tahu Minho yang sebenarnya. Jadi, bagaimana eskpresi Minho?

Jonghyun tertawa kecil sebelum menjawab “Minho sangat senang karena kau masih hidup. Dia juga berharap yang terbaik untukmu disini”

Myungsoo mengangguk “Mungkin aku akan ke kuil untuk mendoakan pernikahan ayahku dan ibu Minho besok. Bagaimana Jiyeona? Apa kau ingin ikut?”

“Aku ikut” setuju Jiyeon.

~*~

            Jiyeon dan Myungsoo berdoa di dalam kuil. Myungsoo keluar terlebih dahulu, lalu disusul Jiyeon.

“Kau ingin tahu doaku selain untuk kebahagian ayahku dan ibu minho?” Myungsoo menghampiri Jiyeon. Jiyeon menggeleng “Aku tidak mau. Kau sudah sering mengatakan itu dan ujung-ujungnya kau malah tidak mengatakan apapun padaku”

“Kali ini aku akan mengatakannya. Dan aku berharap setelah mengatakannya, doa ku benar-benar semakin kuat dan dapat terkabul untuk selama-lamanya” Myungsoo mengakhiri ucapannya dengan senyuman simpul.

“Baiklah. Memangnya apa doamu?” Jiyeon terlihat malas. Ia berjalan menuruni kuil.

Myungsoo sedikit berlari untuk mensejajarkan posisinya dengan Jiyeon “Doaku adalah agar Zizi Park tetap mencintaiku untuk selama-lamanya”

Deg. Langkah Jiyeon terhenti, mau tidak mau Myungsoo juga berhenti. Jiyeon menatap Myungsoo tidak percaya.

“Terima kasih sudah mencintaiku, Zizi Park. Dan aku selalu berharap kau tetap mencintaiku, agar perasaanku ini dapat terbalaskan” Ucap Myungsoo, serius.

Jiyeon mengalihkan pandangannya “Terima kasih juga telah membalas perasaanku” gumam Jiyeon lalu melangkah mendahului Myungsoo.

Myungsoo tersenyum menatap punggung Jiyeon. Sementara Jiyeon juga tersenyum mengingat ucapan Myungsoo.

“Sang surya sangat berarti bagi dunia ini. Dan Kim Myungsoo sama berartinya bagiku”

~*~

Selesai… Horayyy

Aku berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada pembaca yang mengikuti FF ini dari prolog sampai epilog. Tanpa kalian, FF ini akan kekurangan bumbu *ngalay

Aku juga berterima kasih buat pembaca yang walapun ga ngikutin dari awal tapi tetap komen. Dan buat silent readers, daripada benar-benar silent, seenggaknya bisa nyebarin FF ini lewat mulut ke mulut *ahay

Dan Shadow Sun sendiri memang author rencanakan untuk Season 2. Tapi itu kalau readers pada mau. Kalau memang banyak yang mau, Season 2 nya akan author post paling cepat 2 minggu lagi, dan paling lambat sebulan lagi.

Akhir kata, terima kasih buat semuanya and see ya in my next FF🙂

32 responses to “[Chapter-Epilog]Shadow Sun

  1. Yeay! Semuanya bahagia dengan kehidupan masing-masing! Dan Minho juga udah tau yang sebenernya hadi dia nggak sedih dan menyalahkan dirinya sendiri atas insiden Myung.
    Yohoo mau ada season 2! Bakalan nyeritain kehidupan Jiyeon dan Myung kah? ato bakalan masih sama kayak yang season 1 berhubungan dengan perbedaan abad?

  2. Pingback: The Lost Moon[Chapter 2] | Nealra Note·

  3. Pingback: The Lost Moon[Chapter 1] | Nealra Note·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s