[Chapter-Part 6/END]Shadow Sun

shadowsun1

Nealra Present Shadow Sun with

Kim Myungsoo||Park Jiyeon/Zizi Park||Choi Minho||Bae Suzy

and Park Jungsoo as Park Ahjussi||Lee Jonghyun as Agent Lee Jonghyun

in Time Machine||Joseon Era||Romance||PG-13||Chaptered

The casts belong to their self and GOD. Storyline belong to Nealra

And Poster by Sifixo@IndoFFArt

The FF with the same project called Future Power is Miracle Power and The Lost Moon

Previous Chapter 5

HAPPY READING!!!

Jiyeon dan Myungsoo memasuki pasar yang sesak dan berharap mereka akan sulit dikejar di tempat seramai ini. Tanpa mereka sadari, seorang pria berbusana bangsawan yang amat mirip dengan Myungsoo, berjalan dari arah yang berlawanan.

Tiba-tiba, seseorang menarik mereka masuk ke dalam gang sempit, membuat kedua orang itu terjatuh. Jiyeon buru-buru melihat si pelaku dan betapa terkejutnya ia mengetahui siapa orang itu.

“A-agen Lee”

“Sssht. Bawa Kim Myungsoo ke belakangku. Tepat di depan ada Kim Myungsoo jaman joseon. Salah satu dari mereka bisa mati jika salah satu dari mereka melihat reinkarnasinya” Perintah orang yang Jiyeon panggil Agen Lee atau Lee Jonghyun tanpa mempedulikan kekagetan Jiyeon.

“O-oe” Jiyeon mengangguk lalu menarik Myungsoo yang tampak kebingungan.

Jonghyun mengintai pasar, mencari keberadaan Kim Myungsoo jaman joseon. Sementara Myungsoo masih kebingungan dengan hal tiba-tiba yang terjadi ini “Siapa dia?” tanya Myungsoo, setengah berbisik.

“Agen Lee Jonghyun” Jawab Jiyeon, membuat mata Myungsoo terbelalak

“D-dia akan menangkapku?” Myungsoo bergetar ketakutan. Jiyeon terdiam. Myungsoo mungkin akan benar-benar mati setelah ini, tapi jalan satu-satunya melepaskan diri dari Jonghyun adalah memasuki pasar sementara Kim Myungsoo jaman joseon juga ada di pasar. Mati atau mati? Seperti itulah pilihannya.

“Sudah pergi” Gumam Jonghyun menatap kedua orang yang ada di belakangnya. Jiyeon memberikan kode pada Myungsoo, yang dibalas anggukan.

Kedua orang itu saling bertatapan. Mereka melangkahkan kakinya bersama tapi langkah pertama Jiyeon tidak bisa dilanjutkan, karena Jonghyun lebih dulu menggenggam lengannya. Alhasil Myungsoo ikut berhenti.

“Aku bukan ingin menangkap Myungsoo saat ini, aku hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi padamu, agen Zizi Park” ucap Jonghyun. Jiyeon tampak berpikir keras.

“Kalau niatmu memang seperti itu, kau tidak boleh membawa kami ke Detektif Choi dan Agen Bae untuk saat ini” Jiyeon mencoba untuk bernegosiasi.

“Sebelum kau menceritakan semuanya, aku memang tidak ingin membuatmu menemui sepupumu itu Bae Suzy” jawab Jonghyun. Jiyeon mengangguk “Baiklah aku percaya padamu. Tapi dimana tempat aman untuk kita berbicara?”

“Di paviliun. Kami sudah memastikan kalian tidak akan datang kesana lagi”

Mereka pun menuju ke paviliun.

~*~

            Minho dan Suzy baru selesai menggeledah rumah Park Ahjussi tapi mereka tidak menemukan apa-apa.

“Aku sudah katakan, Jiyeon agasshi tidak akan mungkin menyembunyikan buronan. Kalian begitu lancang” Bentak Park Ahjussi.

“Kami sudah menemukan bukti” Suzy mengeluarkan seragam milik Myungsoo. Park Ahjussi terdiam.

“Lihat! Kalian memang telah bersekongkol dengan Kim Myungsoo” Bentak Suzy. Minho menepuk pundak Suzy “Tenang” gumamnya. Suzy mengambil nafas, berusaha menenangkan emosinya.

“Saya tidak tahu mengenai pakaian ini” Park Ahjussi kembali mengelak.

“Kami sudah memiliki banyak bukti. Ahjussi tidak perlu lagi bohong kepada kami. Kami harus segera menangkap Kim Myungsoo” ujar Minho tenang. Park Ahjussi tampak berpikir.

“Kalau begitu saya akan jujur. Memang buronan itu telah tinggal di paviliun, tapi saat ini Myungsoo dan Jiyeon agasshi telah melarikan diri ke Dinasti Qing” Ucap Park Ahjussi, terlihat menyesal.

“Dinasti Qing? Ahjussi, apa kau serius?” Suzy tampak tidak percaya.

“Agasshi sudah berangkat kemarin malam. Semoga agasshi baik-baik saja” Gumam Park Ahjussi. Refleks Minho memukul dinding rapuh yang ada di sampingnya “Masalah akan semakin rumit jika Myungsoo sampai keluar dari Joseon”

~*~

            Jiyeon menceritakan kejadian yang menimpanya lima tahun lalu kepada Jonghyun. Jonghyun tampak berpikir “Berarti kesaksian Bae Suzy bohong?”

“Memangnya dia berkata apa?” timpal Myungsoo.

“Dia berkata kau punya kegiatan di luar dan kau bilang akan pulang saat senja, tapi karena kau tidak kunjung pulang, dia mencarimu dan akhirnya menemukanmu di hutan”

“Bae Suzy itu benar-benar pembohong. Bagaimana bisa dia berbohong untuk hal yang sepenting ini” Myungsoo tidak habis pikir.

“Orang akan melakukan apa saja dalam keadaan terdesak” gumam Jonghyun.

Jonghyun bangkit dari duduknya “Baiklah, kurasa cukup penjelasannya. Kalian bisa tinggal disini malam ini. Aku pastikan Choi Minho dan Bae Suzy itu akan menemukan kalian disini”

Jonghyun pun meninggalkan paviliun. Ia masuk ke dalam hutan dan sampailah dia di rumah yang menjadi tempat peristirahatannya beberapa hari ini. Minho dan Suzy juga sudah ada di dalam.

“Agen Lee, kau darimana saja? Kami mempunyai info penting” Sahut Suzy.

“Tadi aku berputar-putar di pasar, berharap dapat bertemu mereka tapi aku tidak dapat menemukan mereka” Jawab Jonghyun, berbohong.

“Kami mendapat info kalau Myungsoo dan gadis itu telah meninggalkan Joseon dan sekarang menuju ke Dinasti Qing. Kita harus segera menyusul” ucap Minho.

“Ke Dinasti Qing? Bagaimana kalian tahu?” Jonghyun pura-pura bingung.

“Ahjussi itu yang memberitahu kami” Jawab Suzy.

“Sekarang kita harus segera menyusul mereka” Minho tidak bisa bersabar lebih lama lagi.

“Tunggu! Kita harus mendapatkan izin untuk keluar dari Joseon sebelum kita keluar” Jonghyun mengingatkan. Minho mengangguk “Itu benar. Kita harus mendapat izin dari inspektur sebelum keluar dari Joseon”

“Kalau begitu, ayo kita kembali ke abad 21 sekarang” Ajak Suzy. Minho mengangguk.

Mereka pun menuju ke hutan agar dapat kembali ke abad 21 dan mendapat izin untuk ke Dinasti Qing.

~*~

            Jiyeon menatap langit malam yang dipenuhi bintang dan bulan yang bersinar terang. Udara dingin membelai tubuh Jiyeon, membuat gadis itu menggosok-gosokkan tangannya beberapa kali.

Myungsoo keluar dari paviliun. Ia duduk di samping Jiyeon sambil mengikuti arah pandangan Jiyeon “Langit di sini jauh lebih ini jika dibandingkan dengan langit Seoul”

“Tentu saja. Langit disini sama sekali belum tercemar, sehingga bintang dan bulan masih dapat tersenyum seperti sekarang, tapi di Seoul, bintang dan bulan justru menangis meratapi alam yang tidak lagi bersahabat” gumam Jiyeon.

“Kau benar. Dan sekali lagi itu salah manusia”

“Tapi, Zizia, aku benar-benar penasaran, kenapa kau harus membantuku sampai seperti ini? Kalau dulu kupikir itu karena kau juga ingin memanfaatkanku supaya kau bisa kembali ke abad 29, tapi sekarang kau mengorbankan semuanya. Berarti ada alasan lain. Apa alasan itu?” tanya Myungsoo, menatap mata Jiyeon.

“Itu karena…” Jiyeon tak melanjutkan ucapannya. Ia beranjak lalu berjalan memasuki paviliun. Myungsoo menatap Jiyeon dari belakang.

Langkah Jiyeon terhenti “Kim Myungsoo…”

“Oe?” tanya Myungsoo.

“Karena Kim Myungsoo adalah takdirku, dan aku mencintai Kim Myungsoo” gumam Jiyeon lalu melanjutkan jalannya. Myungsoo terdiam, berusaha mencerna apa yang baru saja didengarnya.

“Zizi menyukaiku?”

~*~

            Jonghyun, Minho, dan Suzy kembali ke jaman Joseon. Mereka telah mendapatkan izin untuk keluar dari Joseon mengejar Myungsoo, dan mereka juga mendengar kalau hukuman Myungsoo akan semakin berat nantinya.

“Detektif Choi, Agen Bae, saya akan ke pelabuhan untuk menyiapkan keberangkatan kita” sahut Jonghyun.

“Tolong cepat diselesaikan, kita harus berangkat secepat mungkin agar dapat mengejar Myungsoo” Ujar Minho gelisah.

Jonghyun meninggalkan kedua rekannya. Bukannya menuju ke pelabuhan, Jonghyun justru diam-diam menuju ke paviliun. Ia memasuki paviliun dengan tergesa-gesa.

“Ada apa? Kenapa kau panik?” tanya Jiyeon menyambut kedatangan Jonghyun.

“Ahjussi itu bilang kalau kalian ke Dinasti Qing, dan kemarin kami sudah mendapat izin untuk mengejar kalian sampai Dinasti Qing. Hari ini kami akan segera berangkat” Jelas Jonghyun.

“Park Ahjussi bisa bisa akting juga yah” Timpal Myungsoo, tertawa kecil.

“Sekarang bukan saatnya bermain-main, kalian harus mengambil keputusan” Bentak Jonghyun. Myungsoo terkejut dibuatnya, sementara Jiyeon masih mempertahankan eskpresi tenangnya.

“Baiklah. Jadi, apa yang kau ingin untuk aku lakukan?” tanya Jiyeon, tenang.

“Kau harus mengambil keputusan. Ingin kembali sekarang atau tidak selama-lamanya. Tapi kau juga harus ingat kalau Suzy Bae akan mendapat masalah besar atas kembalinya dirimu” Jawab Jonghyun.

Jiyeon merunduk. Ia berpikir keras. Bagaimanapun pilihan yang diucapkannya ini akan menentukan kelanjutan hidupnya setelah ini.

Ia mengangkat kepalanya perlahan, menatap Jonghyun yang telah menunggu jawabannya “Aku akan tetap disini”

“Mwo?! Kenapa? Bukankah kau sangat ingin pulang?” Myungsoo tersentak tak percaya dengan apa yang didengarnya.

“Aku tahu kau akan mengambil keputusan ini. Serumit apapun hubunganmu dengan Suzy Bae 5 tahun lalu, tapi dia tetaplah orang yang selalu mendampingi dalam 21 tahun hidupmu, bukan?” Jonghyun tersenyum.

“Kau benar-benar berhati malaikat, Zizia” gumam Myungsoo dalam hatinya.

            “Bagaimana denganmu, Kim Myungsoo?” Jonghyun beralih ke Myungsoo.

“Tapi kalau aku pulang, bukankah aku akan mati?” Myungsoo tampak tak punya harapan atas hidupnya.

“Kemarin aku menemui salah satu atasanku, dan atasanku itu bilang kalau agen khusus bisa menjadi penanggung tersangka. Dan aku bersedia menjadi penanggumu. Kau bisa dibebaskan dan hidup normal seperti biasanya. Karena bagaimanapun, karena kau jugalah aku bisa mengetahui rahasia dibalik kasus 5 tahun lalu yang sangat ingin aku pecahkan” Jelas Jonghyun, membuat Myungsoo melihat cahaya harapan di depan matanya.

“Selamat, Myungsooya” Jiyeon tersenyum lembut kepada Myungsoo.

“Karena Kim Myungsoo adalah takdirku, dan aku mencintai Kim Myungsoo” ucapan Jiyeon semalam terngiang di kepala Myungsoo. Rasa senang yang harusnya ia rasakan karena bisa kembali pulang dengan selamat kini hilang entah kemana. Ia justru merasa resah.

“Apa yang kurasakan? Kenapa aku justru tidak ingin pulang?” Myungsoo menatap Jiyeon sekilas “Apa ini karena ucapan Zizi semalam? Atau karena semua hal yang telah kulalui bersama Zizi dan semua pengorbanannya untukku?”

“Kim Myungsoo, apa yang kau lamunkan? Cepat jawab” Desak Jonghyun. Myungsoo tersadar dari kekalutannya “Sepertinya, aku ingin tetap disini”

Sontak jawaban Myungsoo membuat Jiyeon dan Jonghyun benar-benar terkejut “Apa kau bercanda?” Jonghyun benar-benar tak percaya.

“Aku tidak ingin membiarkan Zizi kesepian lagi disini” ucap Myungsoo.

“Jangan bodoh, Kim Myungsoo. Kau tidak akan punya kesempatan pulang lagi setelah kau menolak ini” Bentak Jiyeon. Myungsoo menatap kaget ke arah Jiyeon “Kenapa hanya kau yang boleh berkorban untukku. Aku juga ingin berkorban untukmu” Jiyeon terdiam mendengar penuturan Myungsoo.

“Aku tidak punya waktu menonton drama ini. Minho dan Suzy pasti sudah menungguku. Kau harus menetapkan keputusanmu, Kim Myungsoo” Sahut Jonghyun, tidak sabaran.

“Aku memilih untuk tetap disini” Kukuh Myungsoo. Jonghyun mengangguk “Baiklah kalau itu maumu”

“Tapi, bagaimana caranya?” tanya Myungsoo, cepat.

“Cara yang sama yang dapat membuatku tinggal disini” Jawab Jiyeon. Jonghyun mengangguk “Benar. Kau harus mati supaya kau bisa tetap tinggal disini”

“Maksudnya, aku pura-pura mati?”

“Ya, karena pencarian tidak akan pernah dihentikan sebelum kau ditemukan” Jawab Jonghyun.

~*~

            Sudah dua jam lamanya Minho dan Suzy menunggu kedatangan Jonghyun, tapi agen khusus itu belum kunjung tiba.

“Apa perlu kita susul?” Suzy tidak dapat bersabar lagi. Minho berpikir sebentar lalu menjawab “Sepertinya harus”

Mereka berdua mengambil peralatan dan keluar dari rumah, tapi tepat di depan rumah, Jonghyun berlari-lari menghampiri mereka “Gawat! Ini benar-benar gawat”

“Ada apa, sunbae?” Tanya Minho, kebingungan melihat kepanikan Jonghyun.

“Aku mendapat kabar kalau Kim Myungsoo dan Park Jiyeon belum berangkat kemarin dan berniat berangkat hari ini, tapi penginapan yang mereka tempati kebakaran semalam. Tidak ada korban selamat dalam tragedi itu” Jelas Jonghyun.

Lutut Minho serasa mati rasa. Ia terjatuh kepala yang tidak bisa lagi berpikir jernih.

“Detektif Choi!” Suzy berusaha membantu Minho.

“Kita masih belum memastikan apa Kim Myungsoo benar-benar ada dalam penginapan itu. Kita masih ada harapan” Suzy tidak pantang menyerah.

“Aku sudah memastikannya melalui kesaksian orang-orang disitu. Sedangkan untuk fisik tidak bisa dipastikan karena mayatnya benar-benar hancur. Mereka mengambil kamar yang paling ujung sehingga sulit diselamatkan” Sekali lagi ucapan Jonghyun benar-benar menusuk Minho.

“Aku bukanlah kakak yang baik. Aku tidak bisa menjaga adikku sendiri” gumam Minho menyesal. Walau Myungsoo belum resmi menjadi adiknya, tapi sejujurnya, dia sangat berharap bisa memilik adik, sayangnya semua harapan itu musnah.

Suzy hanya bisa menepuk bahu rekannya itu. Sejujurnya Jonghyun tidak tega melihat rasa penyesalan Minho, tapi ini adalah keputusan yang Myungsoo ambil, jadi dia tidak bisa ikut campur.

“Aku akan kembali ke abad 21 untuk mengurus laporannya. Kalian yang mengurus mayat Kim Myungsoo” Ucap Jonghyun. Suzy mengangguk mengerti.

~*~

            Rupanya ketika Jonghyun menemui Suzy dan Minho, Jiyeon dan Myungsoo melihat mereka dari kejauhan. Myungsoo tidak menyangka Minho sebegitu khawatir pada dirinya.

“Aku sudah pernah bilang kan kalau Minho tidak akan mungkin memanahmu karena dia sebenarnya sangat menyayangimu. Dia sangat berharap bisa memiliki adik. Itulah Choi Minho yang sebenarnya” Sahut Jiyeon, membuat Myungsoo tak dapat berkata apa-apa.

“Maaf, aku berpikiran yang buruk sebelum mengenalmu lebih jauh. Jika aku tidak kabur hari itu, mungkin kita sudah menjadi keluarga yang bahagia saat ini, tapi aku tetap bahagia karena bisa bertemu dengan Zizi” gumam Myungsoo dalam hatinya.

Jonghyun menghampiri mereka “Apa kalian masih akan tetap disini?”

“Kita akan pergi kalau mereka sudah pergi” jawab Jiyeon. Jonghyun hanya bisa menyetujui.

Terlihat Minho berdiri. Tatapannya sayu. Suzy memegang erat lengan rekannya itu, berusaha menguatkannya “Detektif Choi, aku juga sudah pernah mengalami apa yang kau rasakan. Dan itu memang sangat berat. Bahkan sampai sekarang, aku masih tidak bisa melupakan Zizi. Bagiku, dia tetap hidup di sampingku. Tapi, kau harus kuat karena masih ada orang-orang lain yang akan bergantung padamu”

Minho menatap wajah Suzy sekilas “Terima kasih. Aku merasa lebih baik sekarang”

Dari jauh Myungsoo tertawa sinis “Suzy itu sangat munafik. Bagaimana bisa dia berkata seperti itu padahal dialah yang membuat Zizi dalam keadaan yang sulit. Dasar pembohong” Cercanya.

“Suzy tidak berbohong” Timpal Jonghyun. Jiyeon menatap Jonghyun, ingin tahu maksud perkataan Jonghyun.

“Lima tahun lalu saat mencari kebenaran tentang kasus kematian itu, aku pergi menemui Suzy yang berumur 19 tahun. Saat itu ia sedang sendiri dan aku menghampirinya. Suzy adalah orang yang terbuka sehingga dia menceritakan kalau dia sangat iri sepupunya yang bernama Zizi, tapi dia juga tidak bisa jika tidak bersama dengan Zizi. Dia iri pada Zizi karena Zizi bisa begitu baik pada siapapun, dan dengan kebaikan itu, Suzy tidak bisa membenci Zizi” Lanjut Jonghyun.

Jiyeon menatap Suzy dari kejauhan “Aku harap kau dapat bahagia, Suzya”

~*~

            Dua kuda berpacu sambil menarik tandu dibawah arahan si kusir. Kusir yang lebih kita kenal sebagai Park Ahjussi itu memacu kudanya melewati hutan. Jika ada Park Ahjussi, maka pasti akan ada yeoja bernama Park Jiyeon.

Jiyeon berada dalam tandu dan tengah bercanda dengan namja bernama Kim Myungsoo. Kim Myungsso, namja yang beberapa minggu lalu terdampar di jaman joseon dan akhirnya bertemu dengan Jiyeon.

“Tapi, Zizia, kita akan kemana?” tanya Myungsoo. Jiyeon menggeleng “Aku juga tidak tahu, tapi Park Ahjussi bilang, Myungsoo doryeonim tidak akan ke tempat ini sehingga kau bisa aman”

“Begitu yah” Myungsoo tersenyum. Jiyeon juga ikut tersenyum.

Tapp.Tapp.Tapp. Langkah kedua kuda itu beriringan dengan cepatnya. Pepohonan bergoyang, matahari bersinar dengan terik, dan tanah bergemuruh menyambut kisah baru yang akan Jiyeon dan Myungsoo tuliskan setelah ini.

END

Yeeeeyy!!! Akhirnya selesai.

Endingnya agak geje yah hhehe.

Tapi satu info lagi, berhubung karena Shadow Sun punya prolog, jadi pasti akan ada epilognya , so bagi yang ingin menunggu epilognya, silakan menunggu.

Dan seperti yang sudah author katakan di chap sebelumnya mengenai nama Minho abad 29 yang belum author temukan. Adakah yang ingin memberikan saran?

Akhir kata, don’t forget to RCL!!!

 

43 responses to “[Chapter-Part 6/END]Shadow Sun

  1. Edingnya menurut aku masih nyesek meskipun Myung sama Jiyeon bersatu. Karena Myung zaman Joseon dan abad 29, mereka merana -__- ditinggal Jiyeon zaman Joseon yang meninggal dan Jiyeon abad 29 yang lebih milih buat tinggal di zaman Joseon dan Myung di abad 21 juga!😦
    Ditungguin epilognya yah dan berharap semuanya clear dan bahagiaaa!🙂

  2. Jiaah…
    Happy ending…
    Zizi dan myungsoo bersatu dijaman joseon padahal mereka aslinya diabad 21 dan 29

  3. Pingback: [Chapter-Epilog]Shadow Sun | High School Fanfiction·

  4. Gak kbyang loh endnya. Tpi minho emang syg bnget sama myungsoo gitu juga sama suzy yang syg sama jiyeon. Smoga myungsoo jiyeon bisa bhgia deh(y) hehe d tnggu epilognya ya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s