[TWOSHOTS – 1] Jiyeon’s Love Diary

image

Title: Jiyeon’s Love Diary
Main casts: Jiyeon, Myungsoo
Genres: romance, mix (?)
Authors: RachelP and denishawulandari

Haihaii~~ ayo nih, yang nunggu2in part 1nyaa. Okelah, ga mau ngebacot panjang lebar, langsung baca ne..happy reading!^^

Jiyeon sibuk mengerjakan tugas dari seonsaengnim yang ia bilang banyak -yang aslinya hanya 25 nomor- di meja belajarnya yang berwarna coklat itu.

“Ah.. lelahnya” ucap Jiyeon sambil merebahkan tubuhnya diranjang. Ia mengambil ponselnya. Tak tahu kenapa, Jiyeon terus memandang ponselnya itu dengan senyum mengembang. “Oppa-yya.. Myungsoo oppa..” gumamnya kecil sambil mengelus-elus ponsel touchscreennya. Wallpaper ponsel Jiyeon adalah foto Myungsoo.

Myungsoo. Idola oleh yeoja-yeoja karena wajahnya tampan,keren,dan cool. Ia mengikut-sertakan dirinya pada ekstrakulikuler basket,yang merupakan hobinya itu. Karena ia ikut basket, banyak yeoja tergila-gila dengannya.

Jiyeon mengambil sebuah diary pemberian almarhum eomma-nya. Hampir setiap hari, ia menulis diary kesayangannya itu. Tapi hari ini, ia sudah lelah menulis karena tugas yang telah ia selesaikan itu. Ia hanya membaca-ulang hasil tulisan tangannya itu.

My lovely diary

Hanya judul singkat yang ia tulis beberapa bulan yang lalu. Mulai kembali,ia baca paragraf yang terisi oleh goresan pena yang dibuatnya.

Dear diary..
Annyeong. Kau tahu? Myungsoo? Ne! Namja keren itu. Saat istirahat tadi, aku tersandung olehnya. Lalu… Kyaa! Ia membantuku membereskan buku.Ia memberikan nomor teleponnya yang aku cari-cari dari dulu. Omo! Kumohon, jangan bilang ini mimpi. Kalau mimpi, mustahil itu terjadi di dunia nyata.

Flashback: ON

Jiyeon membawa setumpuk buku-buku -yang Lee seonsaengnim menyuruhnya untuk dibawa ke ruang guru. Pandangannya hampir terhalang karena buku-buku itu.

“Aaa!” Pekik Jiyeon saat merasa tubuhnya jatuh diatas lantai yang bersih itu. Tentu saja,bukunya berserakan kemana-mana. Saat Jiyeon mau membereskan buku-buku itu, sebuah tangan menyodorkan buku bertuliskan ‘Buku sekretaris XI-B’

“Apa ini milikmu? Mianae,jeongmal mianae kau tersandung olehku. Aku memang selalu berjalan dengan aneh. Mianae.” ucap namja itu. Saat itu juga,Jiyeon ingin memarahinya habis-habisan.

“Yak. Apa kau tak me-” ucapannya terputus saat melihat wajah namja itu. “K-K-Kim Myungsoo Oppa?” Jiyeon tak bisa berkata apa-apa. ‘Omo. Tampan sekali. Omo!’ Batinnya.

“Emh.. Ne. Sekali lagi,aku meminta maaf. Ada yang bisa aku lakukan agar kau memaafkanku?” Tanya Myungsoo dengan lembut. “Oppa-yya.. emm.. eng.. Bolehkan aku memin-” lagi-lagi,ucapannya terpotong. Tapi kali ini,terpotong karena seonsaengnimnya

“Yak! PARK JIYEON! Apa yang kau lakukan? Cepat!” Teriak Lee seonsaengnim yang 25 meter didepan Jiyeon. “Emnm.. Ne,seonsaengnim.” Teriaknya balik. “Oppa..Tunggu aku disini,ne? Aku akan secepat kilat balik kesini. Ingat,Oppa, jangan kemana-mana” Pinta Jiyeon. Kemudian,Jiyeon pergi meninggalkan Myungsoo. Kini,Myungsoo tertawa geli mendengar dan melihat yang dilakukan Jiyeon. ‘Seonsaengnimnya galak sekali.. kkk~’ batin Myungsoo.

Flashback: OFF

Jiyeon mengingat kecerobohannya. Ia harus diteriakkan oleh seonsaengnimnya didepan Myungsoo,orang yang ia kagumi. Ia membuka halaman selanjutnya.

Annyeong, diary!
Karena tersandung olehnya beberapa hari yang lalu, ia menelponku dari sore sampai malam. Ia terlalu perhatian denganku. Aku menyukainya. 100% menyukainya. Mungkin, aku hanya dipandang dengan status teman. Tapi, tak apa. Kau ingat apa yang aku tulis di halaman terakhir?

Jiyeon membalikkan diarynya kehalaman terakhir. Ia melihat tulisan

I wish I could be Kim Myungsoo’s friend. Or even,his girlfriend! Kkk~

Benar. Keinginannya hanya itu. ‘Teman’ sudah cukup untuk Jiyeon. Karena, banyak yeoja-yeoja seperti Jiyeon, diabaikan oleh Myungsoo. Banyak teman yang iri padanya.

Sampai-sampai..
Soojung, teman dekatnya, memutuskan untuk pergi ke New York karena tak tahan melihat Jiyeon akrab dengan Myungsoo. Soojung sangat-sangat mencintai Myungsoo. Tapi,Soojung tidak dipandang oleh Myungsoo. Hanya Jiyeon, satu-satunya teman kelas bawahnya -yeodongsaeng-.

Tring..
Pesan masuk dari Myungsoo. Dengan cepat melebihi kilat, ia mengambil ponselnya dimeja.

To: Jiyeonie

Annyeong, Jiyi! Maukah kau menemaniku? Aku.. Aku ingin berkunjung ke makan eomma-mu.

Mata Jiyeon berkaca-kaca membacanya. Eommanya,telah tiada. Jiyeon,Appa dan Eommanya mengalami kecelakaan satu tahun yang lalu. Hanya eomma Jiyeon yang tak terselamatkan.

To : Myung Oppa

Tentu. Cepatlah kesini,Oppa. Makam eomma tidak jauh dari sini

“Jadi.. Appamu.. Sudah tiada juga?” Tanya Myungsoo yang membuat Jiyeon mengeluarkan buliran air asin dari matanya. Jiyeon mengangguk kecil.

Sekarang, mereka sedang berada di sebuah café khusus ice cream. Myungsoo tahu, Jiyeon menyukai es krim. Setelah pulang dari makam eomma Jiyeon,Myungsoo mentraktir Jiyeon makan eskrim.

“Jadi.. Appa.. Appa.. overdosis narkoba. Aku juga tak tahu dari mana Appa mendapat narkoba itu.. hiks..hiks” Myungsoo menyelipkan rambut Jiyeon dibelakang telinga Jiyeon. Ia menghapus airmata Jiyeon.

Mianae.. aku tak bermaksud membuatmu menangis. Kalau kau tak mau menceritakan padaku, tak apa.. Aku mengerti keadaanmu” Jiyeon hanya terdiam. ‘Oppa.. Kenapa kau sangat baik padaku? Aku semakin menyukaimu’

Jiyeon dan Myungsoo telah sampai dirumah Jiyeon. Hari ini,Myungsoo menginap dirumah Jiyeon. Mereka berbincang sebentar. Mungkin,kalau dikira orang, mungkin mereka sepasang kekasih.

Myungsoo tidur diruang tamu,sedangkan Jiyeon,ia tidur di kamarnya. Sebelum mereka tidur,mereka masuk kekamar Jiyeon.

“Jiyi. Apa ini?” Tanya Myungsoo melihat buku catatan keseharian Jiyeon. Ini juga diary,tapi bukan love diary yang biasa ditulisnya. “Buku keseharianku,Oppa..”

Myungsoo membuka lembar demi selembar. Matanya berbinar melihat kerapihan buku kesehariannya. Dan juga, Jiyeon menulis buku kesehariannya dengan bahasa Inggris. Jiyeon sangat fasih dengan kedua bahasa itu,Inggris dan Korea. Semakin terkagum-kagum Myungsoo melihatnya.

Mata Myungsoo terus menatap satu-dua kata ini. “Church: 9.00 – 10.45 KST” . Selama ini, Myungsoo mengira Jiyeon tak memiliki agama. Tahunya, agamanya dengan Jiyeon sama. Katolik. “Kau beragama katolik,Ji?” Jiyeon mengangguk. Myungsoo menutup buku Jiyeon dan beranjak pergi keruang tamu.

Good night,Jiyi”
“Good night,Oppa”

Keesokan harinya..

Kebetulan,sekolah mereka libur karena rapat guru. Jiyeon keluar dari kamarnya. Myungsoo tengah mengoles dua rangkap roti dengan selai kacang. Myungsoo tahu,Jiyeon menyukainya. Sebelum Jiyeon bangun dari tidurnya, Myungsoo keluar dari rumah Jiyeon dan membeli roti dan selai kacang di minimarket.

Good morning, Ji
Good morning,Myung Oppa.. Apa yang sedang kau lakukan?”
“Aku membuatkanmu serangkap peanut-butter sandwich. You like it,right?

Jiyeon menatap Myungsoo yang sedang makan roti bersama dengannya dimeja makan. “Enng.. Oppa..” ucap Jiyeon. “Ne?” Tanya Myungsoo. “Aku ingin bertanya padamu.. mm.. Kenapa kau baik sekali padaku?” Tanya Jiyeon ragu. Ia tak mau tiba-tiba Myungsoo menjauhinya.

Wae? Apa kau lupa ingatan? Aku ini sahabatmu. Aish.. jinjja!” Ucapnya sambil menjitak kepala Jiyeon. Jiyeon hanya menyengir. ‘Oh. Hanya sahabat’

-TBC-

42 responses to “[TWOSHOTS – 1] Jiyeon’s Love Diary

  1. Aigoo myung oppa knp cuma sahabat,, knp ga pacaran ajjj,, ayolah pacaran ajj,, haha maksa bggt sih,,,
    Nextt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s