[Chapter-Part 5]Shadow Sun

shadowsun1

Nealra Present Shadow Sun with

Kim Myungsoo||Park Jiyeon/Zizi Park||Choi Minho||Bae Suzy

and Park Jungsoo as Park Ahjussi||Lee Jonghyun as Agent Lee Jonghyun

in Time Machine||Joseon Era||Romance||PG-13||Chaptered

The casts belong to their self and GOD. Storyline belong to Nealra

And Poster by Sifixo@IndoFFArt

The FF with the same project called Future Power is Miracle Power and The Lost Moon

Previous Part 4

HAPPY READING!!!

Jiyeon membuka pintu paviliun setelah mendengar suara gerbang. Ia mendapati Myungsoo yang menggunakan seragam sekolah dan eskpresi yang sama saat ia pertama kali bertemu dengan Myungsoo.

“Permisi, saya tersesat. Jalan ke Seoul itu dimana yah?” tanya Myungsoo. Jiyeon terdiam, kejadian ini benar-benar seperti saat ia pertama kali bertemu dengan Myungsoo.

Seorang lain memasuki pintu gerbang “Park Jiyeon, itu kau?”. Kini Jiyeon benar-benar terkejut melihat wajah orang itu mirip dengan Myungsoo “Mungkinkah reinkarnasi Myungsoo?”. Jiyeon berdoa dalam hati agar Myungsoo tidak berbalik dan tidak menatap reinkarnasinya itu.

“Iya. Ini aku, doryeonim” Refleks Jiyeon berbalik. Ia mendapati seorang yeoja yang tampak seperti dirinya keluar dari paviliun itu. Yeoja itu berhenti di samping Jiyeon lalu berbisik “Entah itu Myungsoo doryeonim atau Kim Myungsoo, siapapun diantara mereka akan mati seperti kita, Zizi Park”

Jiyeon tak dapat berkata apa-apa, ia hanya dapat menelan salivanya. Ketakutannya membuncah tak karuan. Di saat yang sama, Myungsoo hendak berbalik ke belakang. Jiyeon berusaha sekuat tenaga untuk menahan Myungsoo tapi suaranya tak dapat keluar.

Myungsoo dan namja yang mirip dirinya saling menatap. Entah apa arti dari tatapan itu. Shuuutt… Sebuah panah melintas dan menancap tepat di dada kiri Myungsoo. Myungsoo terjatuh perlahan.

~~~*

Jiyeon membuka matanya dengan napas tak teratur. Jiyeon melirik ke sekeliling “Aku hanya mimpi? Baguslah”. Ia segera bangkit dan segera mencari Myungsoo, tapi tidak ada siapa-siapa di rumah. Park Ahjussi atau pun Myungsoo.

“Jangan bilang Park ahjussi kembali berusaha mengusir Myungsoo. Ini buruk!” Jiyeon buru-buru keluar dari paviliun tanpa memperdulikan dirinya yang baru saja sembuh dari luka panah itu

Jiyeon berlari kecil hingga dia sampai di pasar. Ia mengitarkan pandangannya sedetail mungkin, berharap dapat menemukan Myungsoo secepat mungkin. Kepanikan Myungsoo makin menjadi-jadi, ia tak dapat menemukan Myungsoo atau pun Park Ahjussi.

~^_^~

            Belum ada perkembangan dalam pencarian Myungsoo. Mereka juga tidak memiliki clue sama sekali saat ini. Jonghyun yang merasa terlalu pengap memilih untuk berjalan-jalan sekaligus berharap dapat menemukan clue.

Matahari bersinar terik mengiringi langkah Jonghyun yang selalu waspada walau ia hanya berjalan-jalan di pasar.

Jonghyun melewati keramaian pasar. Tiba-tiba ia tersadar seakan mengenal yeoja yang baru saja melewatinya. Jonghyun segera berbalik tapi ia tidak menemukan siapapun.

“Aku yakin, yeoja itu Zizi Park… atau mungkin reinkarnasinya?” Jonghyun memutar otaknya “Mungkinkah…” Jonghyun berlari cepat meninggalkan pasar. Ia berusaha sekuat tenaga mencapai rumah yang sudah beberapa hari ini ditinggalinya bersama Suzy dan Minho selama mereka di Jaman Joseon.

Brakk. Jonghyun membuka pintu rumah itu dengan kasar “Antar aku ke rumah yeoja yang telah kalian anggap bersekongkol dengan Kim Myungsoo” perintah Jonghyun.

“Tapi, kenapa? Dan apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Minho, bingung melihat kedatangan Jonghyun yang sangat tiba-tiba.

“Antar aku sekarang!” Bentak Jonghyun.

“Tapi kita tidak bisa seenaknya. Kami sudah berkali-kali mencurigainya tapi tidak ada bukti yang ditemukan. Jika kita datang kesana dengan emosimu yang seperti itu, dia pasti akan benar-benar marah dan menganggap kita penganggu” Sahut Suzy, mengeluarkan semua yang ada di pikirannya. Ia memang sudah merasa risih dengan Jonghyun setelah insiden pemanahan itu, ditambah lagi dengan sekarang.

Jonghyun menghela nafas “Aku bukan emosi. Hanya saja ini sesuatu yang penting. Aku yakin kita akan mendapatkan petunjuk jika kita kesana”

“Kenapa kau begitu yakin?” tanya Minho.

“Aku menemukan sesuatu. Percayalah padaku” Jonghyun tampak enggan mengatakannya sekarang.

“Baiklah. Tapi kita harus benar-benar mendapatkan hasil kali ini” Suzy pun setuju walau dia masih merasa risih.

Ketiga orang itu berlari melintasi hutan untuk dapat sampai ke paviliun milik Jiyeon. Mereka tiba di depan paviliun itu. Seperti biasa, paviliun itu nampak sepi dari luar.

“Permisi!”Teriak Suzy berharap yeoja itu keluar untuk mematahkan keyakinan Jonghyun yang tak beralasan, walau ia sendiri belum bertemu yeoja itu. Selama ini ia hanya sering bertemu dengan Park Ahjussi.

Cukup lama mereka menunggu tapi tak ada seorang pun yang keluar. Jonghyun melangkah kan kakinya menaiki beberapa anak tangga menuju pintu paviliun itu.

“Sunbae!” Tahan Minho “Kau tidak boleh masuk tanpa izin”

“Aku yakin tidak ada seorang pun di dalam. Mereka sudah kabur terlebih dahulu” Acuh Jonghyun, meneruskan langkahnya memasuki paviliun.

“Lee…” Minho buru-buru memotong ucapan Suzy, lalu menatap rekannya itu “Kali ini kita percaya saja pada Jonghyun sunbae. Dia menjadi agen khusus bukan tanpa alasan, kan?” Suzy mengangguk. Ketika Minho bicara, ia merasa lebih dapat menerima pendapat namja bermarga Choi itu.

Mereka memasuki pavilun yang besar tapi terlihat sederhana dan rapi itu. Mereka masih berjalan beriringan dengan keraguan sampai Suzy mendapati seragam sekolah bertengger di dekat sumur pencucian. Jonghyun berlari kecil untuk menggapai seragam itu disusul Minho dan Suzy di belakangnya.

“Seragam ini benar-benar milik Kim Myungsoo” Ucap Jonghyun sambil memperlihatkan nametag bertuliskan ‘Kim Myungsoo’

“Seolma. Jadi selama ini, kita telah ditipu” Suzy tidak habis pikir. Minho menepuk bahu Suzy “Sekarang bukan saatnya memikirkan itu. Karena kita sudah dapat clue, kita harus bergerak cepat”

“Sekarang kita periksa dulu rumah ini mungkin kita bisa mendapat beberapa clue” Perintah Jonghyun yang dibalas anggukan oleh Minho dan Suzy.

Jonghyun memeriksa bagian depan dan pekarangan depan. Minho memeriksa bagian tengah dan belakang. Sementara Suzy memeriksa pekarangan belakang.

Mereka memeriksa dengan teliti. Sampailah Minho di depan sebuah kamar. Kamar itu terlihat sederhana. Tapi selimut dan bantal kamar itu masih tergelatak di lantai seakan si pemilik buru-buru keluar tanpa membersihkan kamarnya. Minho berniat memeriksa lemari, tidak sengaja ia menyenggol bantal itu. Tampaklah sesuatu yang sepertinya terselip di balik bantal. Minho mengambil benda itu. Refleks matanya membulat sempurna.

“Sunbae! Lee Jonghyun sunbae!” Teriak Minho tidak karuan. Jonghyun segera menemui Minho.

“Ada apa?” tanya Jonghyun.

“Foto ini” Minho memberikan benda itu kepada Jonghyun.

“Sudah kuduga. Yeoja di samping Suzy adalah yeoja pemilik paviliun ini kan?” Jonghyun menunjuk yeoja di foto itu. Minho mengangguk “Jangan bilang yeoja itu adalah Zizi Park, tapi kenapa?”

“Sampai saat ini kematian agen Zizi Park masih menjadi misteri di mata orang-orang tertentu. Makanya aku merasa ada sesuatu yang aneh di balik kasus ini” Jonghyun mengingat-ngingat masa lalu.

“Jadi, apa agen Zizi Park masih hidup?”

“Entahlah. Kita hanya bisa mengetahuinya setelah kita bertemu langsung dengannya. Tapi, foto polar ini telah menjadi bukti kuat”

Minho menghela nafas berat, ia tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi dalam kasus pencarian Myungsoo. Ia hanya berharap Myungsoo dapat segera ditemukan tanpa harus terjerat permasalah serumit ini.

“Oh ya, jangan memperlihatkan foto itu pada Suzy. Kupikir belum waktunya memberitahu Suzy mengenai ini semua” Jonghyun mengingatkan. Minho mengangguk tanpa pertanyaan.

Disaat bersamaan, terdengar derap langkah kaki yang memburu. Ternyata itu adalah Suzy dengan sebuah kantongan di tangannya “Ini adalah kain bekas darah. Aku menduga kain ini adalah kain yang Park Jiyeon bekas untuk luka panahnya beberapa hari lalu”

Jonghyun mengangguk menyetujui “Kalau begitu, kita resmi mencurigai Park Jiyeon, pemilik paviliun ini sebagai orang yang membantu tersangka”

“Apa yang harus kita lakukan setelah ini?” Pertanyaan Minho menyadarkan mereka semua.

“Untuk saat ini, kita keluar saja, lalu menunggu mereka dari jauh. Seperti sebelum-sebelumnya, mereka mungkin akan kembali ke paviliun ini” Jonghyun memberi perintah.

Mereka pun keluar dari paviliun dan menunggu di dalam hutan dimana mereka masih tetap bisa mengawasi paviliun itu.

~^_^~

            Derap langkah kaki cepat dan tak beraturan itu saling beradu dengan kicauan burung dan hembusan angin hutan. Ketiga orang yang terdiri dari seorang yeoja berbusana bangsawan yang lebih dikenal dengan nama Park Jiyeon, di belakangnya ada namja yang tampak seperti budak bernama Kim Myungsoo tapi Jiyeon justru menggenggam erat tangannya, lalu yang terakhir ada Park ahjussi, pelayan dari Park Jiyeon.

Mereka telah sekitar sepuluh menit berlari ke luar hutan setelah Jiyeon tiba-tiba datang dan mengatakan mereka dalam bahaya. Bahkan kekhawatirannya tentang mimpi dan hilangnya Myungsoo dengan tiba-tiba tidak Jiyeon pedulikan lagi. Ia tak sempat bertanya dan memilih langsung mengajak kedua namja itu meninggalkan paviliun sesegera mungkin.

“Zizi, tadi kau bilang kalau agen Lee Jonghyun mungkin mendatangi paviliun, dan kau bilang dia mengenalmu. Bukankah lebih baik jika kita tinggal dan memberitahunya kalau kau masih hidup agar kau bisa kembali ke kehidupanmu yang semula?” Tanya Myungsoo panjang lebar dalam pelarian mereka.

“Kalau kita tinggal maka mereka akan menangkapmu” Jawab Jiyeon tak ingin menjelaskan lebih panjang.

“Ya kalau memang harus begitu, tidak ada jalan lain, bukan?” Myungsoo tampak acuh.

“Hukuman bagi seseorang yang melangar peraturan jagat raya contohnya seperti waktu tanpa penanggung jawab sangatlah berat. Jika kau berada di sini selama satu hari maka kau akan mendapat denda ratusan juta sesuai dengan alasanmu. Tapi jika lebih dari satu hari maka kau akan dihukum penjara seumur hidup. Lebih dari 5 hari, akan dihukum mati” Jiyeon mengakhiri ucapannya dengan penekanan.

“Hukuman mati? Bagaimana denganku? Kupikir sudah lebih dari 5 hari. Jadi ketika aku kembali aku pasti akan mati?” Myungsoo menghentikkan langkahnya, membuat Jiyeon juga menghentikan langkahnya.

“Ada satu cara agar kau bisa kembali tanpa harus dihukum mati” Gumam Jiyeon. Myungsoo mengangkat wajahnya menatap Jiyeon dengan secercah harapan.

“Setelah sebulan, pencarian akan dihentikan selama satu minggu. Dalam satu minggu itu lah kau berusaha untuk kembali”

“Tapi, bagaimana aku bisa kembali tanpa kartu yang membuka portal itu?” Bingung Myungsoo.

“Setiap agen khusus dapat membuka portal hanya dengan sidik jarinya dan kita memiliki banyak sidik jari dari agen Lee Jonghyun. Portal itu dapat kita buka” Jiyeon tersenyum tipis mengucapkannya.

“Kalau begitu, kenapa kau tidak kembali dari dulu saja menggunakan sidik jari Lee Jonghyun. Bukankah Lee Jonghyun pernah kesini untuk menangani masalah kematian itu?” Myungsoo makin bingung walau ia telah melihat secercah cahaya harapan.

“Karena sudah cukup lama tidak ke portal itu, aku jadi lupa tempat spesifik keberadaannya ditambah lagi portal itu memang tidak terlihat. Tapi beberapa hari lalu, aku mengikuti detektif itu dan akhirnya menemukan letak portal. Aku juga sudah menandainya dengan sesuatu yang hanya bisa diketahui olehku” Jelas Jiyeon panjang lebar.

“Terima kasih, Zizia, aku bisa kembali tanpa harus dihukum mati” Myungsoo meraih tangan Jiyeon lalu melanjutkan jalan mereka.

“Kau telah banyak berkorban untukku, Zizi Park. Suatu saat jika kau meminta sesuatu, aku pasti akan mengabulkannya”

~^_^~

            Gubuk tua yang biasanya hanya diisi oleh seorang saja kini terasa sesak setelah dua orang lain mengisi gubuk itu. Mereka adalah Jiyeon dan Myungsoo yang memilih untuk tinggal di rumah Park Ahjussi karena menurut Jiyeon, Jonghyun dkk akan mengintai paviliun.

Malam kembali berlalu digantikan siang. Park Ahjussi berniat keluar mencari makanan tapi seorang namja bangsawan terlihat dari baju yang dikenakan, menahannya di pekarangan. Myungsoo yang penasaran siapa orang itu mengintip mereka dari dalam rumah.

Alangkah terkejutnya Myungsoo mengetahui siapa orang itu. Jiyeon tak ingin ketinggalan. Ia berdiri di samping Myungsoo lalu melirik ke arah luar.

“Itu calon kakakku sekaligus detektif yang mencari kita, dan dia juga yang memanahmu” gumam Myungsoo. Jiyeon menggeleng “Dia bukan kakakmu, dia adalah Choi Minho doryeonim, kakak dari Myungsoo doryeonim. Dan bukan detektif calon kakakmu yang memanahku melainkan agen Lee Jonghyun” Bantah Jiyeon.

“Tunggu, jadi dia adalah reinkarnasi alias Minho jaman joseon yang lain?” tanya Myungsoo yang dibalas anggukan oleh Jiyeon.

“Tapi kenapa kau berkata agen Lee Jonghyun yang memanahmu? Bagaimana kau tahu?” Myungsoo menatap Jiyeon menyelidik.

“Mudah saja. Sejak kejadian memanah itu, aku melihat agen Lee Jonghyun. Selain itu, jika detektif Choi ingin memanahmu, kenapa tidak dari dulu saja? Walaupun Choi Minho adalah kakak tiri Kim Myungsoo, tapi karena dia tidak punya saudara, dia menyayangi Kim Myungsoo layaknya adik kandungnya. Semua itu berlaku bagi setiap reinkarnasi termasuk kau dan Detektif Choi” ujar Jiyeon panjang lebar lalu duduk di salah bangku yang ada disitu.

Myungsoo ikut duduk di samping Jiyeon “Sulit dipercaya” gumamnya, tapi Jiyeon tak berniat menanggapi.

Tidak berselang lama, Park Ahjussi masuk ke dalam rumah dengan sekantong beras dan beberapa sayuran juga buah-buahan.

“Ahjussi, apa hari ini adalah harinya?” Tanya Jiyeon menyambut kedatangan Park Ahjussi, yang dibalas dengan anggukan, lalu melanjutkan jalannya ke dapur.

“Hari apa?” Sahut Myungsoo ingin tahu.

“Sehari dalam sebulan, Myungsoo doryeonim akan mengirimkan makanan pada Park Ahjussi sebagai rasa terima kasihnya telah menjadi pelayan Park Jiyeon selama Park Jiyeon hidup. Jadi, meskipun Park Jiyeon telah meninggal, Myungsoo doryeonim tetap mencintai Park Jiyeon. Biasanya kalau dia sedang sibuk, maka yang akan menggantikannya adalah Minho doryeonim, karena Myungsoo doryeonim sudah sangat mempercayai Minho doryeonim” Akhir kalimat Jiyeon membuat Myungsoo sedikit tidak percaya.

Park Ahjussi keluar dari dapur membawa sepiring buah dan sebuah kantongan “Agasshi makanlah buah ini. Saya ingin memberikan ini pada tetangga dulu” Park Ahjussi pun pamit.

Ia menyusuri perumahan kumuh yang memang didominasi oleh para budak. Tidak jauh, Park Ahjussi melihat dua orang yang tampak seperti Detektif Choi Minho dan Agen Bae Suzy. Tanpa memberikan kantongan itu pada tetangga, Park Ahjussi segera berlari kembali ke rumah.

“Agasshi!” Panggilnya ngos-ngosan.

“Kenapa, ahjussi?” Jiyeon menjadi panik.

“Dua orang yang mengejar Myungsoo ada di sekitar sini. Mereka pasti sudah mengetahui rumah saya. Agasshi harus segera pergi”

Jiyeon mengangguk “Baiklah. Ayo Myungsoo!”

“Saya akan menahan mereka selama mungkin disini” Tambah Park Ahjussi yang dibalas anggukan oleh Jiyeon.

Jiyeon dan Myungsoo pun keluar dari rumah dan segera berbelok, mengambil jalan lain dari datanganya Minho dan Suzy. Mereka berlari cukup lama sampai terlihat keramaian pasar di depan.

Mereka pun berhenti berlari, keramaian ini akan menyelamatkan mereka. Mereka berjalan sambil mengatur napas yang tersengal-sengal.

Tanpa mereka sadari, seorang namja bangsawan yang wajahnya tampak sama dengan Myungsoo berjalan berlawanan arah dari mereka. Jiyeon dan Myungsoo berjalan santai tanpa mengetahui bahwa nasib buruk telah menunggu mereka.

Brukk. Seseorang menarik Myungsoo dan Jiyeon dengan tiba-tiba memasuki lorong sempit membuat mereka terjatuh. Jiyeon mengangkat kepalanya mencari tahu siapa pelaku yang baru saja berbuat kasar ini.

“A-agen Lee”

TBC

Kepalaku sampai sakit gegara maksain buat bisa nyelesain chap ini semalam. Untungnya bisa selesai.

Salah satu yang memberiku pencerahan adalah ketika aku melihat FF lain yang panjang dan juga berchapter tapi bisa sampai end. Aku juga berharap FF ini bisa secepatnya end.

Ngomong-ngomong soal end, next chapnya bakal jadi the last chap. Kaget? Author juga baru kepikiran beberapa hari lalu, soalnya FF chap author yang belum diselesain dan lagi ditunggu reader itu segudang, jadi harus author end kan satu persatu secepat mungkin.

Dan kayaknya, romance harus author hilangkan dari genrenya hhehe. Buktinya romancenya itu super duper jarang, iya kan? Mian. Author memang sulit masukin romance di FF yang terstruktur(?) kayak gini

Author mau minta saran, ketiga main cast sudah author temukan nama untuk di abad ke 29nya kecuali Minho. Mungkin reader ada yang mau kasih saran?

Akhir kata, RCL(Read+Comment+Like), please!!!

40 responses to “[Chapter-Part 5]Shadow Sun

  1. Pingback: Shadow Sun[Epilog] | Nealra Note·

  2. Itu Jonghyung mau ngapain nyeret Jiyeon? Jangan bilang mau nangkep Jiyeon dan Myung abis itu diserahin ke yang berwajib yang artinya bakalan dihukum mati? Andeee! Semoga pengadilan bisa nerima alasan Jiyeon dan Myung, jadi mereka bebas. #Pray
    Gimana ya reaksi Suzy nantinya waktu ngeliat Jiyeon? Shock kah? Bahagia? Ato malah berharap Jiyeon dihukum mati biar dia nggak ada saingan?
    Izin baca chap selanjutnya ya Nealra.🙂

  3. Pingback: Shadow Sun[Chapter 6/END] | Nealra Note·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s