[CHAPTER – PART 1] 3 Days With Idol

L Infinite & Suzy Miss A (77)

© High School Graphics by: elmoblue

Title : 3 Days With Idol | Author : dindareginaa | Main Cast : Bae Sooji, Kim Myungsoo | Other Cast : Find by yourself! | Length : Threeshots | Genre : Comedy – Romance | Rating : Teen

Already posted in here with different pairing.

“Jadi, bagaimana perasaanmu setelah tiga hari berkencan dengan salah satu personil EXO yang kini digilai oleh jutaan wanita?”

Gadis itu tersenyum malu lalu menatap sosok yang dimaksud oleh sang pembawa acara. Oh Sehun, lelaki tampan dengan tubuh yang tinggi semampai, hidung yang mancung bak gunung Everest dan juga wajah yang tirus. Oh, lelaki ini benar-benar sempurna. Siapa yang bisa menolak pesonanya? Choi Sulli – salah satu EXO L (sebutan untuk penggemar EXO) – dengan pipi yang merah merona sontak menjawab,”Aku senang sekali. Terimakasih pada produser 3 Days With Idol yang telah memilihku. Aku benar-benar menghargainya.”

MC tersebut  lalu menoleh pada sang kameramen lalu mengangguk kecil. “Baiklah. Sampai jumpa minggu depan dengan idola yang berbeda dan juga penggemar fanatik yang berbeda.”

Sooji menatap kagum layar kaca dengan mata yang bersinar. Saat ini ia sedang menonton Reality Show yang sekarang sangat populer di Negara Ginseng itu. 3 Days With Idol, sebuah acara yang mempertemukan penggemar dan idolanya dan melakukan kencan romantis. “Beruntung sekali,” gumamnya. Kapan ia bisa seperti gadis biasa itu? Berkencan dengan idolanya, Choi Minho, visual sekaligus rapper utama dalam boy group SHINee. Sudah berkali-kali ia mengirim surat pada program televisi itu, tapi tak satupun yang dibalas.

Dengan malas, Sooji segera meraih remote televisi dan mematikan benda berbentuk persegi tersebut. Ia menghembuskan nafasnya kasar. Dari pada memikirkan hal itu, lebih baik Sooji membaca buku pelajaran untuk besok.

“Selamat pagi!” sapa Sooji riang pada kedua sahabatnya – Park Jiyeon dan Jung Soojung.

Jiyeon dan Soojung tersenyum begitu melihat Sooji kini duduk ditempat duduknya – tepat disebelah Jiyeon.

“Sooji-ah, apa kau menonton 3 Days With Idol semalam?” tanya Soojung – gadis dengan poni selamat datang – pada Sooji.

Mendengar pertanyaan Soojung membuat Sooji mengangguk semangat. “Tentu saja! Aku bahkan berteriak saat Sehun Oppa membelai rambut gadis itu. Menyebalkan!”

“Betul! Rasanya aku ingin memjambak rambut panjang Choi Sulli karena telah mengganggu Oppa-ku,”tambah Jiyeon.

“Tapi, bagaimanapun juga, gadis itu beruntung karena bisa kencan romantis dengan Sehun Oppa. Kita bahkan sudah mengirim surat beberapa kali tapi tak ada satupun yang dibalas,” lirih Soojung seraya memilin rambut panjangnya.

Sooji dan Jiyeon mengangguk setuju. “Omong-omong, kalian menulis surat untuk siapa?” tanya Sooji penasaran.

“Untuk Kim Myungsoo! Siapa lagi memangnya?” sahut mereka hampir serempak membuat kedua mata mereka membulat tak percaya.

“Jung Soojung! Jangan rebut Oppa-ku!”

Mwo? Kim Myungsoo itu Oppa-ku! Tak ada yang boleh merebutnya,” serang Soojung.
Melihat perdebatan Jiyeon dan Soojung membuat Sooji menggelengkan kepalanya. “Apa bagusnya Myungsoo?” sahutnya tiba-tiba.

Mendengar pertanyaan Sooji membuat kedua gadis itu menoleh pada Sooji. Sedetik kemudian, tawa mereka pecah. Tak mengerti dengan sifat keduanya, Sooji kembali bertanya. “Kenapa tertawa?”

“Tentu saja kami tertawa,” jawab Jiyeon seraya berusaha menghentikan tawanya. “Apa bagusnya katamu?”

“Sooji-ah, Kim Myungsoo itu lelaki tampan, tubuhnya jangkung, wajahnya tidak seperti orang Korea. Sempurna,” oceh Krystal seraya tersenyum penuh arti. Mungkin gadis itu sedang membayangkan wajah Myungsoo yang sedang topless.

“Tapi dia punya kelakuan yang minus,” tandas Sooji.

“Apa maksudmu?” tanya Jiyeon tak mengerti.

“Ingat skandal beberapa waktu lalu? Myungsoo menghajar wartawan yang mewawancarainya!”

“Jangan terlalu percaya dengan gosip murahan itu. Buktinya sekarang gosip itu menghilang sendiri bukan?”

Belum sempat membantah pernyataan Soojung, Guru Im – guru matematika mereka – sudah terlebih dahulu masuk kelas dan memulai pelajaran. Tak mau ditegur atau lebih parahnya mendapat nilai E, Sooji segera fokus pada pelajarannya.

Cut!” seru produser seraya tersenyum puas. Ia lalu segera berjalan menghampiri tambang emasnya, idola yang kini sedang digandrungi anak remaja hingga manusia lanjut usia. “Bagus sekali, Kim Myungsoo! Aku benar-benar senang dengan kerja kerasmu,” ia menepuk pelan pundak Myungsoo.

Myungsoo tak menjawab. Ia hanya tersenyum simpul lalu mengangguk kecil. Hingga akhirnya manajernya menghampirinya dan memberikannya sebotol air mineral.

“Kerja bagus, Myungsoo,” ujar lelaki berkaca mata itu.

Myungsoo lalu merebut air mineral tersebut dari tangan sang manajer. “Omong-omong, ada jadwal apa aku hari ini?”

“Apakah aku sudah mengatakan padamu bahwa kau dikonfirmasi untuk program acara 3 Days With Idol?”

“Benarkah?”

Shin mengangguk. Lalu memeriksa agendanya yang berisi jadwal kegiatan lelaki tampan tersebut. “Episode kali ini akan sedikit lebih spesial. Kau sendiri yang akan menjemput teman kencanmu,” ujarnya. Ia bahkan tak memperhatikan Myungsoo. “Ini. Bacalah. Kertas itu berisi data tentang teman kencanmu,” Shin memberikan selembar kertas pada Myungsoo.

Myungsoo membaca tulisan-tulisan tersebut dengan seksama. Namun, sedetik kemudian matanya membulat. “Kenapa gadis ini?” tanyanya tak percaya. “Bukankah dia membenciku?”

That’s the point! Dia dipilih karena tidak menyukaimu,” ujarnya memperhalus bahasa Myungsoo sebelumnya.

Bagaimana ia bisa berkencan dengan orang yang tidak menyukainya? Yang benar saja!

 Sooji, Jiyeon dan Soojung baru saja keluar dari kelas mereka. Bel pulang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Mereka sedang asik membicarakan sesuatu saat menyadari bahwa lapangan sekolah mereka kini disesaki oleh ratusan murid Jaeil Senior High School.

“Ada apa ini?” tanya Jiyeon pada Jiyoung yang kebetulan berjalan melewati mereka.

“Katanya ada artis yang datang ke sekolah kita!” jawab gadis itu. Ia lalu berlari kecil, menyusul temannya yang sudah berjalan terlebih dahulu menuju lapangan.

Sooji, Jiyeon dan Soojung saling berpandangan sebelum akhirnya memutuskan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Siapa kira-kira artis yang datang ke sekolah mereka?

“Permisi,” ketiga gadis itu berusaha melewati kerumunan tersebut agar bisa melihat dengan jelas siapa artis ang datang. Saat mereka sudah berada dibarisan depan, betapa terkejutnya mereka begitu dihadapan mereka sudah berdiri tegap sosok lelaki tampan yang tadi pagi mereka bicarakan. Itu… Kim Myungsoo?!

Tak jauh dari lelaki tampan tersebut, beberapa tim kameramen sedang menyorot Myungsoo. Oh, mereka kenal orang-orang itu. Bukankah mereka dari acara 3 Days With Idol? Iya, benar! Mereka yakin itu.

“Kurasa mereka datang kesini karena suratku,” ujar Jiyeon tersenyum malu.

Mendengar ucapan gadis itu, Soojung sontak menyikut lengannya. “Enak saja! Mereka datang karena suratku!”

 Sooji tak begitu mendengarkan ocehan kedua sahabatnya. Ia kini lebih fokus pada Kim Myungsoo yang sepertinya berjalan kearahnya. Nafasnya bahkan tercekat begitu makhluk Tuhan yang tampan itu kini berada tepat dihadapannya.

“Kau Bae Sooji?” tanyanya.

Dengan ragu, Sooji mengangguk. “W… wae?

“Selamat, kau terpilih menjadi teman kencanku selama tiga hari.”

Sooji tak begitu mengingat apa yang baru saja terjadi dengannya. Yang ia tahu, begitu Myungsoo mengajaknya kencan, teman-temannya – termasuk Jiyeon dan Soojung – berteriak heboh. Myungsoo lalu mengajaknya naik ke mobilnya hingga disinilah ia berada sekarang. Ruangan khusus – Sooji sendiri tak tahu pasti tempat apa itu – 3 Days With Idol. Didepannya kini Myungsoo, Shin – yang Sooji tahu sebagai manajer Myungsoo – dan juga produser 3 Days With Idol kini tengah sibuk membicarakan sesuatu, hingga akhirnya Shin dan sang produser beranjak berdiri.

“Kami akan meninggalkan kalian berdua. Kalian bisa mengobrol agar menjadi lebih dekat,” ujar produser lalu mulai meninggalkan ruangan.

“Ah, omong-omong, Sooji-ssi, mengenai surat yang kau tulis, kau mengatakan bahwa Myungsoo adalah orang yang egois dan sombong, sebenarnya…”

“Shin hyeong! Sudahlah, lebih baik kau pergi,” suruh Myungsoo pada Shin.

Lelaki itu mengangguk mengerti lalu segera menyusul si produser. Kini diruangan itu hanya ada Myungsoo dan Sooji. Untuk beberapa menit mereka hanya diam hingga akhirnya Sooji memberanikan diri untuk bertanya.

“Kenapa aku?”

Lelaki itu lalu menatap Sooji lekat lalu tersenyum, menunjukkan smirk-nya. “Masih belum mengerti juga? Kau dipilih karena membenciku. Hanya kau satu-satunya gadis yang menuliskan namaku ke daftar idola yang kau benci. Gadis bodoh,” umpat Myungsoo.

Sooji tertegun. Benar juga. Sooji memang menuliskan nama Minho kedalam idola favoritnya. Tapi, ia melupakan satu hal! Ia juga menulis nama Myungsoo kedalam daftar idola yang tidak disukainya! Kalau tau akan seperi ini jadinya, Sooji akan menulis nama Minho didalam daftar idola yang ia benci. Dan, benar bukan dugaannya? Lelaki ini memang sombong!

“Sepertinya kita akan sering bertemu. Mulai besok harimu pasti akan berubah menjadi menyenangkan karena berkencan denganku,” sombongnya.

“Tidak akan! Aku tidak mungkin menyukai lelaki sombong sepertimu!” ujar Sooji. Ia baru saja ingin keluar dari ruangan itu begitu Myungsoo menahan lengannya.

”Apa lagi?” tanya Sooji tak suka.

“Berikan nomormu!”

“Untuk apa?”

“Kita akan sering bertemu sekarang. Jadi, akan lebih mudah bagiku menghubungimu kalau aku tahu nomormu,” jelas Myungsoo.

Sooji mendengus kesal. Ia lalu mencatat nomornya di kertas dan memberikannya pada Myungsoo.

“Maafkan aku. Aku tak bisa memberikan punyaku padamu. Bisa bahaya kalau nomorku sampai tersebar ke orang-orang yang tidak penting seperti kalian.”

Sooji menatap Myungsoo tak percaya. Lelaki ini benar-benar! Siapa juga yang berniat menyebarkan nomornya? Diberi secara cuma-cuma pun, Sooji tak akan menghubungi lelaki sombong ini.

“Aku pergi!” seru Sooji kemudian lalu pergi meninggalkan Myungsoo sendirian. Sedang Myungsoo hanya memandangi punggung Sooji yang mulai menjauh dengan tatapan penuh arti.

Pagi itu kelas Sooji sudah diramaikan oleh berbondong-bondong siswi di sekolah mereka. Tujuan mereka tentu saja untuk bertemu dengan Sooji dan bertanya mengenai Myungsoo! Oh, Tuhan! Mengingat lelaki itu saja membuat Sooji kesal. Untungnya bel masuk berbunyi, membuat gadis-gadis itu kembali ke kelas mereka dengan kecewa.

Sooji sedang sibuk memperhatikan Guru Oh ketika Jiyeon menyikut lengannya pelan. Tanpa menoleh, Sooji segera bertanya,”Wae?

“Bagaimana kencanmu semalam?”

Sooji mendengus kesal mendengar pertanyaan Jiyeon. Apakah gadis ini tidak bisa membiarkan Sooji tenang? Kenapa semua orang sibuk bertanya mengenai Myungsoo padanya?

“Kami belum berkencan. Hari ini katanya lelaki itu akan memberitahukan tempat kencan kami,” jawab Sooji malas seraya melirik ponselnya yang diletakkan tepat disampingnya.

Sooji tersentak kaget begitu benda persegi panjang tersebut bergetar. Ada pesan masuk. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sooji segera membaca pesan tersebut. Pesan dari nomor tak dikenal. Sooji mempoutkan bibir tipisnya begitu menyadari siapa si pengirim pesan. Dari Kim Myungsoo. Lelaki itu memberitahukan tempat kencan mereka. Sooji menghembuskan nafasnya perlahan. Sepertinya ia memang harus menerima nasibnya sekarang. Bae Sooji, fighting!”

Sooji memperhatikan tempat yang akan menjadi tempat kencannya dengan seksama. Seoul Jamsil Stadium? Untuk apa Myungsoo memintanya datang kesini? Sama sekali bukan tempat kencan yang asik. Atau jangan-jangan… Myungsoo mau menyuruhnya membersihkan lapangan besar ini? Bisa saja bukan! Mengingat sifat lelaki itu yang sangat menyebalkan.

Baru saja Sooji ingin masuk, 5 orang gadis dengan tampang tak ramah menghadang jalannya. Gadis cantik itu mengerutkan keningnya. Seingatnya ia tak mengenal satupun dari gadis-gadis itu. Jadi, kenapa mereka menghalangi jalannya?

“Permisi, aku mau lewat.”

“Kau Bae Sooji?” tanya seorang gadis berambut pendek tanpa mengindahkan perkataan Sooji.

Sooji mengangguk ragu. Kenapa perasaannya tidak enak begini?

“Jadi, dia gadis yang akan berkencan dengan Oppa kita?”

Oh, Sooji mengerti sekarang. Jadi, gadis-gadis yang tak punya etika ini adalah penggemar fanatik Myungsoo? Idola dan penggemar sama-sama menyebalkan!

“Sebaiknya kita apakan dia?”

Sooji menelan salivanya. Apa maksud dari pertanyaan gadis ini?

“Lebih baik kita habisi dia,” usul gadis berambut panjang.

Sooji memejamkan matanya begitu kelima gadis tersebut mendeka kearahnya. Namun, tiba-tiba saja, ia merasakan pergelangan tangannya ditarik oleh seseorang. Sooji masih bisa mendengar para penggemar Myungsoo menggerutu kesal saat Sooji dibawa pergi oleh sosok yang tak dikenalnya itu.

Ya! Kau bisa buka matamu!”

Sooji tersentak kaget begitu mendengar suara yang sudah tak asing lagi ditelinganya. Dengan ragu, Sooji segera membuka matanya. Matanya membulat. Benar dugaannya! Lelaki ini Kim Myungsoo! Myungsoo kini memakai jaket berwarna hitam dan juga kaca mata berwarna senada. Ada apa dengan lelaki ini? Cuaca begitu panas, kenapa Myungsoo malah memakai pakaian seperti itu?

“Apa yang kau lakukan?” tanya Sooji bingung.

“Tentu saja menyelamatkanmu dari penggemar fanatikku,” jawabnya. Lelaki itu lalu membuka kaca matanya, membuat Sooji bisa melihat matanya dengan lebih jelas.

Sooji tertegun. Kenapa ia baru menyadari bahwa Myungsoo memang teramat tampan? Oh, Tuhan! Bae Sooji! apa kau baru saja terpesona dengannya? “Walaupun kau berpura-pura baik, aku tetap tidak akan menyukaimu,” gerutunya.

“Aku memang baik. Kau saja yang terlalu percaya dengan gosip murahan itu. Tidak semua yang tertulis di berita itu bisa dipercaya.”

Lagi-lagi Sooji hanya bisa dibuat tertegun dengan sifat Myungsoo yang sangat diluar dugaannya. Tunggu dulu!

“Ah, omong-omong, Sooji-ssi, mengenai surat yang kau tulis, kau mengatakan bahwa Myungsoo adalah orang yang egois dan sombong, sebenarnya…”

Benar juga! Mungkin maksud dari Shin adalah bahwa Myungsoo tidak seperti itu. Kenapa ia malah merasa bersalah seperti ini?

“Kalau begitu, aku ganti baju dulu,” pamit Myungsoo. Namun, belum sempat Myungsoo melangkahkan kakinya, Sooji sudah terlbih dahulu menarik-narik ujung jaketnya. “Apa lagi?”

“Maaf karena sudah salah paham denganmu,” lirih Sooji.

Myungsoo terdiam sejenak sebelum akhirnya tersenyum. “Tidak apa. Aku juga minta maaf karena telah membuatmu kesal saat pertemuan pertama kita. Aku hanya ingin membuatmu kesal saja karena aku tahu kau membenciku.” Karena Sooji tak kunjung menjawab, Myungsoo kembali melanjutkan,”Kalau begitu, aku ganti baju dulu. bukankah aku harus bersiap untuk kencan kita?” Myungsoo mengacak lembut puncak kepala Sooji sebelum akhirnya meninggalkan gadis itu sendirian.

Sooji tertegun. Ia kemudian memegang puncak kepalanya yang baru saja dipegang Myungsoo. Kencan? Kenapa tiba-tiba jantungnya berdebar begini?

TO BE CONTINUED

43 responses to “[CHAPTER – PART 1] 3 Days With Idol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s