[CHAPTER 7 – END] Danger

image

Title: Danger
Authors: RachelP & denishawulandari
Casts: Jiyeon, Myungsoo, Soojung, Minho
Genre: Horror, friendship, mystery, romance

Annyeong! Uda lama ga ketemu Danger kita kan? Mianae😦 oke, langsung baca aja nee^^ happy reading!><

Ne,ini aku,dua pembunuh!”

“Yeobu,aku…aku dan Siwon datang kesini untuk meminta maaf,”

“Kalian pikir hanya meminta maaf saja cukup,hah?!”

“Ka-kami tahu itu,yeobu. Maafkan kami,”

“Apa kalian tahu apa yang kurasakan,Kangin?!Siwon?!Apa kalian tahu?!”

“Mi-mian,Yura-a,jeongmal mianhe,”

“Apa salahku hingga kalian membunuhku dengan keji?!Apa?!Jawab atau kalian akan mati mengenaskan di tanganku,”

“Ba-baiklah.Aku…aku melakukan ini hanya untuk menikah dengan Qri,yeobu,”

“Sementara kau,Siwon,apa salahku hingga kau ikut membantu Kangin untuk membunuhku?Jawab aku!”

“A-aku,aku ingin menguasai hartamu,Yura-a.Aku tahu kau adalah orang kaya,”

“Gila!Kalian berdua gila!Apa kalian masih pantas di sebut manusia jika kelakuan kalian seperti ini?!”

“Maafkan kami,Yura-a.Kami rela bersujud di depanmu jika itu yang kau mau,”

“Aku tidak butuh itu,Choi Siwon!Mungkin aku harus memberikan kalian pelajaran.Terutama kau,Kim Kangin!Kau membunuhku hanya untuk menikah dengan musuh bebuyutanku sejak TK,Lee Qri itu?!”

“Yeobu,sekarang aku menyesal.Qri tidak bisa diandalkan sepertimu.Maafkan aku,yeobu,”

“Kalian tidak tahu bagaimana sakitnya hatiku.Myungsoo kehilanganku sejak berumur 10 tahun.Kau tidak tahu betapa sakit hatiku harus berpisah dengan Myungsoo,Kangin!” teriak Yura kencang.

Kangin dan Siwon semakin takut sehingga mereka berlari meninggalkan Yura.Yura mengejar mereka dari belakang.4 serangkai hanya terdiam,berusaha mencerna apa yang terjadi.

Tanpa diketahui Kangin dan Siwon, terdapat turunan terjal yang tertutup dengan daun-daun. Kangin jatuh terguling-guling.

“Kangin-a! Kangin-a! Kau masih hidup ‘kan?” Teriak Siwon setelah turun melihat Kangin. Tulang leher Kangin patah. Dan.. Kangin tak dapat tertolong.

Appa! Appa! Kajima! Jebal.. jangan tinggalkan aku sendiri, appa! Appaaa!” Teriak Myungsoo histeris. Mereka sudah berada didekat tubuh Kangin yang tidak bernyawa.

“Bwahahaha! Rasakan itu!” Yura tertawa. “Eomma.. wae, eomma? Wae?! Eomma, aku sekarang sudah tak punya siapa-siapa. Eomma! Nan eottokhae? Nan eottokhae?!” Teriak Myungsoo.

“Park Jiyeon.. Bisakah kau menjaga putraku?” Tanya Yura pada Jiyeon. “Maksud ahjumma?” Jiyeon bingung. “Maksudku, menikahlah dengan anakku. Aku tahu, kalian saling mencintai,” ucap Yura. Pipi Jiyeon dan Myungsoo merah padam.

“Ehem..ehem,” goda Soojung. “Jung Soojung!” Teriak Jiyeon dan Myungsoo bersamaan. “Eotteokhae?” Jiyeon dan Myungsoo saling bertatapan. Jiyeon mengangguk kecil. Dan Myungsoo tersenyum puas. “Bantu eommonim, ne, Jiyeon-a,”

..

Setelah kebahagiaan mereka menghilang, kesedihanpun melanda. Mereka tetap tak bisa menahan tangis setelah Kangin dikubur. “Appa! Appa!” Teriak Myungsoo saat peti Kangin dimasukkan kedalam tanah.

Jiyeon, Minho, dan Soojung datang dan memukul pelan punggung Myungsoo. “Sabarlah, chagi. Aku ada untukmu ‘kan? Dan, ada Soojung dan Minho yang bersedia menemanimu.”

“Hiks..hiks.. aku tahu. Tapi.. aku tak bisa merelakan kepergian appa.. hiks.” Jiyeon mengelus pipi tirus Myungsoo -yang basah karena airmatanya- dan mengecup pipi Myungsoo. “Its alright, baby. It’s alright,”

“Aaah~ Segar!” Ucap Soojung dari atas balkon vila milik Minho. Ne, mereka sedang berlibur bersama -lagi-. “Ne. Nah, ini baru yang dinamakan liburan.” Tambah Myungsoo.

“Yap. Kau betul. Ini jauuuh lebih menyenangkan daripada berlibur ke Black Mountain.” Minho menyambar. “Setelah kejadian itu, apa kau melihat makhluk halus lainnya, Jiyeon?”

“Emm.. asal kalian tahu.. itu..itu.. aku melihat di vila seberang,” ucap Jiyeon gelagapan. “Mwo?! Vila Lee ahjumma?” Tanya mereka berbarengan. Jiyeon tetap menunjuk-nunjuk jendela vila nyonya Lee.

yak, Park Jiyeon! Pabo-yaa! Hey, itu Lee ahjumma! Lihat! Ia sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.” Soojung menjitak kepala Jiyeon. Saat melihat kearah vila itu lagi..

Mereka melihat wajah Lee ahjumma yang sudah hancur tak berbentuk. Bola matanya sudah hilang satu, darah bercucuran diwajahnya.

“Aaaah!”

-END-

Endingnya gaje kann? Hayo, ada readers yang jerit-jerit ga? Hoho. Oke, done ya, Danger-nya. Mianae klo Danger kita tidak memuaskan🙂 kita sudah melakukan yang terbaik untuk Danger ini. Ditunggu komen & likenya ne^^

-rachelp & denishawulandari~♥-

16 responses to “[CHAPTER 7 – END] Danger

  1. ini genre’a horror yakkan tp kok kaya komedi ya diawal emg serem tp lamalama jd kaya komedi dan romance’a menurut aku belum ada disini dan alurnya cepet banget ..
    *fighting* and keep writing ^^

  2. Aku udah baca dari Part 1 – End.
    Pengen kasih masukkan boleh nggak Thor?😀
    Menurut aku,ini alurnya kecepetan,harusnya ada Part sendiri di mana mereka membuat flashback saat kejadian Eomma-nya Myungsoo dibunuh,dan dijelaskan secara detail😀
    Dan,ini genre-nya Romance kan yaa? Tapi aku dapet feelnya pas part End doang,itupun moment MyungYeon masih kurang :’D Kalo bisa,setiap update new Part,agak panjang lagi,biar lama baca FFnya😀

    Oke,makasih Thor udah mau luangkan waktu untuk baca masukkan dari aku😀 nggak dibaca juga ngga apa² sih :v
    Tapi jujur,kalo Part ini dan sebelumnya ditulis secara detail pasti pembaca setia Author bakal tegang😀

    Ditunggu yaa kelanjutan FF lainnya😉
    Fighting!! 9(^o^9)

  3. trnyta ahjumma nya iya balas dendam , haha ahjumma bisa aja tukang nyomblangin myung ma jiyeon keke
    keren thor , itu ending nya bikin liburan mreka dkelilingi dgn horor terus haha
    keren thor

  4. Yee myungyeon bersatuu,,,😀
    Hhmmm kasian juga yya myungsoo jd anak yatim piatu,, udh gitu mereka mati’y dgn cara yg mengenaskan,, aigoo aigoo sabar yya myungsoo,,😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s