[ONESHOOT] Nightmare

Author : sprinkaan29

Genre : Angst, Sad

Rating : PG

Lenght : Oneshoot

A/N : Ini merupakan curahan hati bellalang atas hilangnya pasangan yaoi Xiumin, LUHAN T.T (favorit bellalang.. XIUHAN T.T ) Hiks… FF ini agak gak jelas karena bellalang jg bikinnya kilat..

Mungkinkah ini adalah mimpi yang hanya datang malam ini dan menghilang keesokkan harinya?

Akan tetapi rasa sakit ini terasa nyata, membuat dadaku terasa sesak

Apakah segalanya akan segera berakhir?

Myungsoo POV

‘Luhan is Leaving EXO’ Myungsoo membaca judul headline dari artikel tersebut. Sebuah artikel yang membuat ia sadar akan sesuatu. Perasaan sedih dan kehilangan yang amat sangat pasti sedang dirasakan oleh seluruh anggota EXO, terutama yang paling di khawatirkan adalah Xiumin. Xiumin sudah seperti hyungnya sendiri. Saat ia sedang merenungkan hal tersebut, ponsel yang ia letakkan di sampingnya bergetar. Sebuah pesan dari Xiumin.

Myungsoo, bisakah kita bertemu malam ini? Aku sedang dalam keadaan yang buruk, temani aku minum

Tanpa ragu Myungsoo berdiri dari tempat duduknya dan mengambil mantel yang tergeletak di atas tempat tidurnya. Saat ia keluar dari kamarnya, ia melihat Woohyun sedang mengambil makanan dari dapur.

“Hyung, aku akan pergi ke dorm EXO. Mungkin aku akan pulang besok pagi” ujarku pada Woohyun hyung

“Ne, baiklah. Kau harus benar-benar menenangkan Xiumin, Myung” Aku tahu dia peduli akan kasus ini. Berita tentang Luhan yang meninggalkan EXO mungkin sudah menyebar sangat luas. Mungkin seluruh EXO-L sudah mendengar berita ini. Aku tahu mereka terpukul, setelah Kris yang pergi meninggalkan grup, kali ini gilaran Luhan yang pergi. Walaupun mungkin mereka bukanlah Inspirit, tapi aku mengetahui apa yang mereka rasakan ketika melihat grup idolanya perlahan demi perlahan kehilangan anggotanya. Terlebih lagi untuk anggota EXO sendiri, mereka pasti merasakan dampak yang lebih besar.

~o~

Xiumin POV

Aku menghela napas, untuk yang kesekian kalinya hari ini. Ini seperti sebuah mimpi yang belum juga berakhir. Menambahkan garam kedalam luka kami yang belum sepenuhnya tertutup. Masih teringat jelas di memoriku tentang pembicaraan Luhan dengan kami beberapa hari yang lalu.

Flashback

“Aku akan meninggalkan EXO” Kami semua menghentikan aktivitas kami ketika mendengar Luhan yang tiba-tiba berdiri dan mengucapkan kata-kata itu.

“A-Ha-HAHAHHAA. Luhan-hyung, candaanmu itu sangatlah lucu” Chanyeol memaksakaan dirinya untuk tertawa. Aku tahu bahwa ia juga sangat terkejut dengan perkataan Luhan.

“Tidak, aku sedang tidak bercanda, Chanyeol. Aku akan pergi dari EXO”

Plak!

“Kenapa kau berkata seperti itu, hyung?” Dapat aku rasakan aura kemarahan dari setiap member, terutama Suho. Sehingga membuatnya sampai menampar Luhan.

“Aku lelah akan semua ini. Tubuhku tidak dapat menahan semua ini. Bukan karena aku ingin meninggalkan kalian, kalian adalah keluargaku yang kedua. Seperti Kris yang juga merasakan lelah yang amat sangat sampai membuatnya menyerah berada di grup ini, begitupun juga aku”

“Bukankah kau bisa mengambil break? Kenapa harus dengan cara kau keluar, hyung?” D.O mencoba untuk menekan emosinya dan mencoba untuk tidak berteriak.

“Bagaimana dengan konser kita di Jepang dan juga SMTOWN? SM tidak mungkin mengijinkanku untuk mengambil break di saat-saat seperti ini. Tetapi, sekalipun aku mengambil break saat ini, hal yang sama pasti akan terjadi lagi padaku. Aku hanya merasa dipekerjakan seperti robot. Semua ini membuatku lelah”

“Apa kau pikir hanya kau dan Kris saja yang merasakan hal itu? Apa kau pikir kami semua tidak merasa lelah? Aku pun lelah akan semua ini, tapi aku tidak akan menyerah pada mimpiku sendiri. Karena ini adalah konsekuensi dari keputusanku saat akan menjadi trainee. Aku tidak tahu bahwa hyung adalah orang yang tidak dapat menerima konsekuensi!” Sehun meluapkan amarahnya. Matanya basah karena airmata. Setelah Sehun berteriak seperti itu, satu per satu dari kami meninggalkan ruang tamu. Sekarang, hanya ada aku dan Yixing. Kami bertiga sudah seperti saudara.

“Luhan-ge, karena kau sudah mengatakannya pada kami semua jadi aku yakin kau sudah memikirkan hal ini dengan sangat baik sejak lama. Tolong mengertilah mereka, karena dengan perginya kau dari EXO, itu seperti menambahkan garam ke dalam luka karena kepergian Kris-ge. Mereka juga memikirkan perasaa EXO-L yang mungkin akan semakin terluka dengan perginya gege dari EXO. Tapi, aku dan Xiumin hyung akan selalu mendukung semua keputusan yang kau ambil” Yixing merangkul Luhan erat, aku tahu bahwa Yixing sedang mencoba untuk tidak menangis.

“Lu, setelah keluar dari EXO, mungkin kesempatan kita untuk meminum kopi dan shoping bersama akan sangat langka. Tapi, bisakah kita tetap menjadi sahabat? Bisakah kau tetap menganggap kami sebagai keluarga keduamu? Bisakah kau tetap memberi kabar kepada kami? Dan bisakah kau meminta Kris untuk memberi kabar? Karena bagiku, kalian berdua masih tetap anggota EXO. Dan bisakah kau berdoa, agar EXO tetap satu? Agar jangan ada lagi yang merasa lelah akan semua ini seperti kau dan Kris” Aku terus menundukkan kepalaku, mencoba untuk tidak memperlihatkan wajahku yang sudah basah karena airmata pada Luhan dan Yixing.

“Nde, akan kulakukan semua permintaanmu itu, Minnie”

Flashback End

Aku baru saja akan menghembuskan napas panjang yang untuk kesekian kalinya, sampai saat aku mendengar pintu dorm kami berbunyi. Saat ini hanya ada aku sendiri di dorm. Besok kami sudah harus kembali berlatih untuk SMTOWN di Shanghai tanggal 18 Oktober nanti. Akan tetapi, member lainnya masih sibuk dengan schedule masing-masing. Aku berjalan kearah pintu dan benar saja kudapati Myungsoo disana. Dia membawa 2 kantung penuh kaleng bir bersamanya. Mungkin aku akan benar-benar mabuk malam ini.

~o~

“Sekarang, hanya aku yang tersisa sebagai hyung tertua mereka. Kris dan Luhan sudah pergi, aku sendirian” Aku menangis, ya aku menangis dihadapan Myungsoo. Aku benar-benar ingin meluapkan semuanya. Selama ini, mungkin aku terlihat cukup kuat. Tapi, tidak. Aku adalah hyung mereka, aku tidak mungkin ingin terlihat lemah. Saat Kris pergi, aku mengurung diriku di kamar untuk satu hari. Mengingat semua hal yang pernah kulakukan bersamanya. Sekarang Luhan, sahabat terbaikku sendiri yang akan pergi. Aku tidak tahu akan seberapa lama aku akan mengurung diriku dikamar. 2 hari? Tidak. Tidak mungkin ada waktu untukku mengurung diri. Semua jadwal kami sangat padat. Hanya untuk malam ini, aku kan mabuk dan meluapkan semuanya.

“EXO-L pasti sedang menangis sekarang, Myung. Apa yang harus kulakukan untuk mereka? Mereka pasti sangat sedih. Mungkin beberapa diantara mereka akan menangis didalam kamar dan menolak untuk keluar. Apa yang harus kulakukan agar mereka tidak bersedih dan tidak mengurung diri di kamar?” Cara bicaraku mulai tidak benar. Aku mengulang setiap kata yang kuucapkan. Saat ini, dapat kulihat bahwa Myungsoo pun meneteskan airmata.

“Kenapa kau juga menangis, Myung? Aku kagum pada grupmu. Tidak ada yang menyerah diantara mereka, kudoakan semoga kalian akan terus bersama sampai kalian pensiun dari dunia entertaiment” Aku tahu aku mulai bicara yang tidak-tidak.

“Aku sedih melihatmu seperti ini hyung” Myungsoo memeluk tubuhku erat. Aku tahu bahwa ia sangat peduli padaku. Aku melepaskan pelukkannya padaku dan melihat keluar jendela yang ada di samping kananku. Di luar sana, suasana kota Seoul saat malam hari.

“Mungkin saat ini, EXO-L tidak dapat tidur dengan nyenyak, atau bahkan ada yang tidak dapat tidur karena menangis. Terutama fans Luhan. Aku percaya bahwa mereka tidak akan menyelahkan Luhan karena keputusannya. Tapi, perasaan mereka pasti sangatlah terluka dengan menyebarnya berita ini” Aku menyentuh kaca jendela itu.

“Kami seperti kaca ini, dua retakkan besar sudah kami alami ditambah dengan retakkan-retakan kecil lainnya. Aku tidak tahu sampai sejauh mana kami akan tetap bertahan, aku hanya bisa berharap, kami tidak akan pecah dalam waktu yang singkat. Kami hanya baru berusia 2 tahun 7 bulan saat ini, aku tidak ingin kami pecah secepat ini” Saat ini, aku merasa seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Aku takut untuk kehilangan diriku yang lain lagi, EXO sudah seperti bagian dari diriku sendiri.

“Hyung, kau harus yakin pada mereka, pada EXO” Aku tersenyum mendengar perkataan Myungsoo.

“ ‘We are One’ entah mengapa, aku mulai meragukan kalimat itu. Jika kami satu, seharusnya tidak ada yang keluar. Seharusnya sekarang EXO masih berduabelas” Aku menutup mataku, membuat genangan airmataku turun. “Myung, aku merasa aku adalah hyung yang buruk untuk mereka. Jika aku keluar juga dari EXO, maka mereka tidak akan memiliki hyung yang berusia 25 tahun lagi, tidak akan ada lagi member yang lahir di tahun 90. Karena sekarang hanya tinggal aku sendiri yang lahir di tahun 90”

“Jangan berkata seperti itu, hyung. Mereka membutuhkanmu” Myungsoo berteriak marah padaku.

“Nde, aku tahu. Maka dari itu, aku hanya berharap pada diriku sendiri, bahwa aku tidak akan meninggalkan EXO” Aku menatap bulan yang sedang bersinar sangat terang di langit Seoul.

Semoga, mimpi buruk ini akan segera berakhir dan tidak akan terulang lagi. Semoga mimpi buruk EXO akan segera berakhir.

EXO SARANGHAJA!!

 

5 responses to “[ONESHOOT] Nightmare

  1. So sad😥
    Tp Xiumin udah mulai ceria skrg. Nggak kayak dlu.. Walaupun pasti msih ada rasa sakit. Tp Xiuppa kan org yg kuat😉
    #FightingXiuppa
    #exosaranghaja

  2. ya… mungkin itu emank pilhan yx baik buat luhan begitu jg dgn kris kan.. tpi henkangnya luhan dari exo gx begitu menyakitkan. karna ada si lay yx mendukungnya.. gx kayak kasus kris di blngi pengkhianat…
    sbnrnya menrt g yx slh itu dari phk sm memperlakukan para artisnya secara tdk adil…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s