[CHAPTER – PART 5] Raining Love

wpid-raining-love

Title : Raining Love | Author : Julia Hwang

Genre : Romance, Drama, little bit Sad | Rating : PG-15 | Leght : Chapter

.

Main Cast :

Kim Myungsoo | Park Jiyeon

Other Cast :

Bae Suzy | Choi Minho | Krystal Jung | Park Chanyeol

Cover by : lightseeker @CafePoster ^^

 

Disclaimer : 

Fanfiction ini terinspirasi dari sebuah novel berjudul ‘Rainy’s Days’ milik Fita Chakra ^^ Semua cast milik tuhan, keluarga dan agency masing-masing dan hanya saya pinjam untuk kepentingan ff. Beberapa bagian dari novel akan saya ambil tapi tetap saya menghormati sang penulis dan akan membuatnya menjadi versi saya sendiri. Ingat ini bukan hasil “PLAGIAT”. Terimakasih~

Summary :

 “Apa benar kau menyukaiku, Myungsoo ?”

-Backsound-

After School – Play Ur Love

Ra.D – Something Flutters

F(X) feat. D.O EXO – Goodbye Summer

 

WARNING FOR TYPO, GUYS !

Happy Reading~! ^^

 

Langit Seoul masih memperlihatkan awan hitamnya. Sudah pukul 1 siang, tapi hujan rasanya tak ingin berhenti untuk saat ini. Teriknya sinar mentari kini harus berganti dengan hitam dan gemuruhnya langit yang saling bersahutan. Dua insan itu masih tetap saja berdiri, bagaikan anak itik yang terpisah dari induknya, mereka bahkan tidak peduli bagaimana air-air hujan itu membasahi seluruh tubuh mereka. Mereka menikmatinya –tidak hanya Jiyeon yang menikmatinya dengan berdiri di hadapan Myungsoo tanpa ingin beranjak menjauh dari tempat itu.

Sudah berbagai cara Myungsoo lakukan untuk membuat gadis dingin di hadapannya itu pergi dan menghindari hujan, bahkan ia rela meminjam mantel, payung maupun benda lainnya hanya untuk menutupi kepala Jiyeon yang terus menerus di basahi air hujan, tapi, Myungsoo menyerah. Ia tak bisa melawan kekuatan ego seorang gadis yang begitu membenci hujan.

“Ayo pulang, Jiyeon.” Myungsoo menekuk wajahnya lelah. Sudah berjam-jam dirinya berdiri di bawah guyuran air dingin itu. Hanya satu yang ia tunggu, gadis keras kepala bernama Jiyeon.

Jiyeon tetap tak menghiraukannya. Wajahnya masih tetap sama seperti 2 jam yang lalu, datar dan penuh kebencian. Tubuhnya bahkan beberapa kali bergetar karena cuaca dingin yang masuk melalui pori-pori kulitnya. Hembusan nafasnya bahkan membeku dan hanya mengeluarkan kepulan asap yang menandakan betapa dinginnya cuaca hari ini.

“Kau akan sakit!”

“Tutup mulutmu, Myungsoo!”

Myungsoo menghela nafas panjang. Sesungguhnya dirinya sudah tidak kuat akan hal ini. Ia tak akan bodoh membiarkan tubuhnya terus-menerus terguyur hujan. Ia akan mati jika seperti ini dalam waktu yang lama. Ia berjalan mendekati Jiyeon. Jarak mereka hanya tinggal beberapa inci saja saat Jiyeon mampu merasakan hembusan nafas Myungsoo.

“Apa yang akan kau lakukan ?”

Myungsoo hanya diam dan melebarkan tangannya seakan memberikan Jiyeon pelukan besar. Pria itu menangkap gadis berhati dingin itu dan ia lindungi dalam pelukan hangatnya. Jiyeon tak mampu berkata apa-apa. Ia sadar wajahnya pasti memerah kali ini.

“Jika seperti ini, kau tak akan kedinginan.” Myungsoo mengelus lembut punggung Jiyeon. Pelukan mereka begitu erat. Jiyeon tak bisa menghindari, ia nyaman jika seperti ini.

“Hangat.”

Jiyeon berbisik dan mampu di dengar oleh telinga Myungsoo. Pria itu hanya tersenyum sambil terus mengeratkan pelukannya. Ia tak peduli bagaimana orang-orang akan memperhatikan mereka, menganggap mereka adalah sepasang kekasih yang gila, Benar, mereka memang sudah gila.

“Kau bisa menunjukkan padaku, sesuatu yang lebih hangat dari ini ?”

Myungsoo melepas pelukannya pada Jiyeon. Di tatapnya gadis yang kini mengerutkan keningnya bingung. Myungsoo tersenyum nakal dan menunduk, mensejajarkan tubuhnya agar setara dengan gadis itu. Wajah mereka bertemu dan sangat dekat. Guyuran air hujan masih menetes di wajah mereka masing-masing, menyisakan butiran-butiran kecil yang mengalir jatuh membasahi tanah yang mereka injak.

“Akan kutunjukkan padamu, sesuatu yang lebih hangat..”

.

.

.

“Pegang yang benar, Park Chanyeol!”

“Apa kau sengaja mengajakku hanya untuk menjadi pengawalmu ?” Bentak Chanyeol yang hanya di tanggapi dengan hendikan bahu dari Krystal tak peduli.

Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar. Ia bahkan bersungut-sungut sendiri di belakang Krystal. Mengomel tentang betapa jahatnya gadis itu padanya. Sejak tadi, tugas Chanyeol hanya membawa payung dan memayungi mereka berdua, dia dan Krystal. Tetapi, bukannya menyelamatkan diri sendiri, punggungnya malah basah karena sejak tadi payung itu hanya menutupi tubuh Krystal.

“Kenapa kau tak mau membawa payung sendiri ? Jika begini, aku akan basah terkena hujan.”

Krystal membalikkan tubuhnya dan berkacak pinggang di hadapan Chanyeol. Jarak mereka memang sangat dekat sedari tadi, jadi ada kebahagiaan tersendiri bagi Chanyeol karena ia bisa sedekat itu dengan Krystal. Tapi, jika keadaannya seperti ini, ia mungkin saja tak masuk sekolah besok karena sakit.

“Untuk apa aku mengajakmu jika kau tak berguna seperti ini ?!”

“Tapi ak—“

“Kau seorang pria, Chanyeol. Tugasmu adalah melindungi wanita sepertiku.” Sahut Krystal memotong kalimat Chanyeol.

“Tapi aku sama saja seperti seorang pengawal!”

That’s right! Kau memang pengawalku.”

“YA!”

“Tunggu!”

Krystal dan Chanyeol seketika menghentikan langkah mereka, Chanyeol pun sampai menutup mulutnya rapat-rapat yang sebelumnya hendak mengomel lagi pada Krystal. Krystal menyipitkan matanya serius sambil terus mengamati objek yang tak jauh darinya. Dua orang yang sedang bermandikan hujan berdua.

“Bukankah itu Myungsoo dan Jiyeon ?”

Krystal tak buta. Walaupun rintik hujan sedikit menutupi penglihatannya, tapi untuk seorang Myungsoo, matanya akan sangat berfungsi dengan baik walau dalam keadaan apapun.

“Benar itu mereka.” Chanyeol juga berusaha menajamkan penglihatannya pada objek yang di tunjuk Krystal. “Sedang apa mereka berdua disana ? Di bawah hujan deras seperti ini ?!”

Chanyeol dan Krystal semakin mendekat dan bersembunyi di dekat sebuah kedai kopi. Dari tempat itu, apa yang di lakukan Jiyeon dan Myungsoo semakin terlihat jelas. Chanyeol menelan salivanya gugup. Ia menoleh pada gadis yang sejak tadi hanya diam di sampingnya. Melepas payung yang sejak tadi menutupi kepala mereka. Merengkuh Krystal ke dalam dekapannya. Mengelus punggung gadis itu yang mulai bergetar.

Krystal menangis. Tangisannya terdengar pilu hingga mampu mengalahkan suara hujan. Chanyeol tak mampu menahan air matanya saat Krystal semakin mempererat pelukannya. Wajahnya ia sembunyikan di dada bidang milik Chanyeol. Ia bahkan menghentak-hentakkan kakinya di tanah seperti anak kecil yang sedang menangis. Tangannya tak mampu ia gerakkan, hanya bisa meremas blazer milik Chanyeol.

“Sudah kukatakan.. Jangan pernah melihatnya.”

“Aku ingin pulang, Park Chanyeol..”

.

.

.

Seumur hidupnya, Jiyeon belum pernah merasakan hal ini. Saat berpacaran dengan Minho pun, hal ini tak pernah ia lakukan, bahkan selalu ia hindari.

Ia bisa merasakan, bagaimana wajahnya memanas kali ini. Air hujan bahkan tak mampu menutupi wajah memerahnya. Matanya ia tutup dan jantungnya tak berhenti berdegup dengan kencang saat sentuhan demi sentuhan Myungsoo lakukan padanya.

Untuk peristiwa seperti ini, jujur Jiyeon hanya melihatnya di dalam drama yang ia tonton. Bagaimana first kissnya direbut oleh pria yang tak ia sukai bahkan mereka baru bertemu sehari. Myungsoo tak berniat menghentikan tugasnya. Ia masih saja menikmati bagaimana bibirnya dengan liar menjelajahi bibir mungil milik Jiyeon. Bibir dingin karena terus terkena air hujan.

Mereka menikmatinya. Jiyeon bahkan membalas ciuman panas milik Myungsoo. Hal ini tak bisa Jiyeon ungkapkan dengan kata-kata. Ia bisa merasakan bagaimana ketulusan, kelembutan dan kehangatan berkumpul jadi satu dan akhirnya bisa ia rasakan. Tangan bebas milik Myungsoo ia lingkarkan pada pinggang Jiyeon, sedangkan Jiyeon entah kenapa tangannya tergerak untuk menyentuh tengkuk Myungsoo.

Myungsoo tersenyum di tengah-tengah ciuman mereka. Dirinya bisa merasakan bagaimana hatinya menggebu-gebu senang saat Jiyeon dengan senang hati membalas ciumannya. Awalnya ia takut, takut bahwa Jiyeon mungkin tak akan mau dan akan menamparnya dengan sangat keras. Tapi kenyataan berbanding terbalik. Ciuman panas itu bahkan berlangsung lama hingga Myungsoo menyadari tubuh Jiyeon kembali bergetar dan ia menghentikannya.

Jiyeon menundukkan kepalanya. Mengatur nafasnya yang naik turun dan menghembuskannya perlahan-lahan. Entah kenapa ia tak berani menatap mata Myungsoo yang sedang menatapnya. Jantungnya terus berdetak kala Myungsoo menyentuh puncak kepala dan merangkul pundaknya.

“Ayo, kita harus pulang.” Ajak Myungsoo yang tanpa basa-basi langsung mendapat anggukan dari Jiyeon.

Sebelum naik ke atas motor, Myungsoo menghentikan langkah gadis itu dan meletakkan jari telunjuk tepat di bibirnya, membuat Jiyeon mungkin tak akan tidur nyenyak malam ini akibat sentuhan-sentuhan tak terduga Myungsoo padanya.

Sstt.. Ini rahasia bukan ?”

Jiyeon tersenyum dan mengangguk. Benar, ini adalah rahasia besar mereka berdua.

 

-Raining Love-

 

“Hmm.. Terimakasih sudah mengantarku pulang.”

Jiyeon menggaruk tengkuknya malu sedangkan Myungsoo hanya bisa tersenyum di atas motornya. “Masuklah dan tidur, besok kau akan kembali ke sekolah.”

“Iya aku tahu.”

“Dah..”

Myungsoo melambaikan tangan sebelum akhirnya motornya melaju dan menghilang di balik gerbang. Jiyeon menghembuskan nafasnya panjang. Menarik dan menghembuskannya terus sampai ia merasa hatinya sudah tidak berdetak lagi sedari tadi. Sungguh ia sangat gugup dan untuk menatap mata Myungsoo sangat sulit baginya sekarang.

Ia membalikkan tubuhnya dan memasuki pintu utama. Wajahnya yang sejak tadi berseri dengan cepat ia ubah dengan wajah datar agar Ibunya tidak curiga. Benar saja, Nyonya Park sudah menunggunya di ruang tengah dengan anggun dan wajah tanpa senyum seperti biasa. Jiyeon tahu, pasti ada sesuatu yang penting yang akan Ibunya sampaikan.

“Kemarilah Jiyeon.”

Panggil Nyonya Park dan Jiyeon langsung menurut dengan duduk di sofa tepat di hadapan Ibunya. “Ada apa ?”

“Waktumu di sekolah itu hanya tinggal seminggu. Setelah itu, kita akan pindah ke Paris dan menetap disana. Ibu akan menyekolahkanmu di sekolah seni untuk menjadi seorang model. Semuanya telah Ibu siapkan jadi kita hanya tinggal berangkat.”

Jiyeon tak henti melebarkan bola mata dan mulutnya seketika menganga lebar mendengar apa yang baru saja Ibunya katakan. Ia mengerjap berkali-kali, apa ini mimpi ? Pikirnya.

“Apa ?”

“Tidak ada penolakan lagi kali ini. Jika kau menolak, kau tahu bukan apa akibatnya, Park Jiyeon ?”

Matanya mulai memanas. Ia ingin sekali berteriak dan menangis mendengar semua rencana Ibunya tanpa bertanya dahulu padanya. Ini terlalu mendadak dan Nyonya Park memang seperti itu. Mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya dahulu padanya. Jiyeon begitu membenci sifat Ibunya itu.

“Tapi kenapa ?”

“Kau seharusnya bersyukur, karena Ayah Minho juga akan membantu kita disana. Bisnis design Ibu juga banyak peminatnya di negara itu, jadi Ayah Minho sangat setuju jika kita pindah dan berita baiknya, Minho juga akan menetap disana bersama kita dan bersekolah yang sama denganmu.”

Setetes air mata mengalir jatuh begitu saja ke pipinya. Ia tak tahu lagi harus berbuat apa dengan sikap Ibunya kali ini.  Apalagi, pria jahat bernama Minho itu juga akan ikut. Sial! Hanya kata itu yang sekarang memenuhi pikirannya. Baru saja ia akan menikmati hari-hari sekolahnya besok, tapi sekarang berita buruk datang tanpa persiapan.

Jika seperti ini, yang hanya ia butuhkan hanyalah figur seorang Ayah di sisinya. Ayah yang sudah 7 tahun tak ia temui. Ia sudah lelah. Lelah bersama Ibunya yang terlalu mengekangnya. Walaupun ia tahu, sejak kecil Ibunya terus bekerja keras untuk membesarkannya dengan harta yang melimpah, tapi tetap saja tempatnya bersandar untuk kali ini hanya Ayahnya

Jiyeon tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia menghapus air matanya dengan punggung tangan dan mulai beranjak naik menuju kamarnya. Ia tak peduli bagaimana tatapan Ibunya yang mulai kesal.

“Jiyeon.. Perempuan yang baik dan sopan tidak kan meninggalkan lawan bicaranya tanpa berkata apa-apa seperti itu!” Sindir Ibunya yang membuat kepalanya menunduk menahan tangisan.

“Aku lelah dan ingin tidur.”

“Jiyeon!” Panggil Ibunya sekali lagi dengan penuh penekanan.

“Selamat malam Ibu..”

Jawabnya berakhir masuk ke dalam kamar. Ia membuang ranselnya dan menutup wajahnya dengan bantal dan selimut. Menangis dengan keras dan berharap tak ada yang mendengar.

“Ayah.. Tunggu aku. Besok aku akan mencarimu..”

.

.

.

Myungsoo berjalan di koridor dengan senyum tak pernah lepas dari wajah tampannya. Hingga pagi ini, peristiwa saat hujan kemarin terus terngiang dan tertanam di otaknya. Ia sudah tidak sabar bertemu gadis dingin itu dan melihat senyumnya seperti kemarin.

Baru saja ia memasuki pintu kelas, sebuah hantaman keras tepat mengenai wajahnya. Cairan amis keluar begitu saja dari sudut bibirnya. Ia menatap pria yang menghantamnya dan mengerutkan kening bingung.

“Apa yang kau lakukan, Chanyeol ?”

Pria yang menghantamnya, yang ternyata adalah Chanyeol hanya mendengus dengan tersenyum kecut sambil melipat tangannya di dada. Di wajahnya terlihat jelas bahwa ia sedang kesal dan marah.

“Bajingan kau Myungsoo!”

Setelah kalimat itu terucap, datanglah Jiyeon dari balik punggung Myungsoo dengan wajah yang lesu. Melihat Chanyeol dan Myungsoo yang sedang memandangnya, ia menghembuskan nafas kasar.

“Apalagi ? Kalian sama saja seperti anak kecil! Jika ingin bertengkar, halaman sekolah begitu luas. Jangan lakukan itu disini.”

“Diam kau! Kau sama saja dengan Myungsoo!”

“Jaga bicaramu Chanyeol!” Myungsoo membela Jiyeon yang langsung mendapat tepukan tangan heboh dari Chanyeol. Di dalam kelas itu hanya ada mereka bertiga, hari masih pagi jadi belum ada yang datang di kelas mereka.

“Oh.. Jadi pasangan baru ini sudah saling melindungi rupanya! Kau hebat Myungsoo! Hanya karena wanita ini, kau rela melepas Krystal yang begitu mencintaimu. Karena hal bodoh kalian kemarin di Arcade, Krystal terus-menerus menangis dan tak masuk sekolah hari ini! Kau jahat Myungsoo! Kau tak pernah peduli dengan perasaan seseorang!”

Jiyeon dan Myungsoo menoleh dan saling menatap satu sama lain. “A—Apa maksudmu Chanyeol ?”

“Kau masih pura-pura tak tahu atau bagaimana ? Apa kau memang sebodoh itu ?!” Teriakan Chanyeol mampu mengundang murid-murid dari kelas lain mendatangi kelas mereka dan melihat pertengkaran panas pagi ini.

“Kenapa kau diam ? Kau malu ? Bukankah seorang Kim Myungsoo tak pernah merasa malu ? Jawab bodoh!”

Amarah Chanyeol tak bisa terbendung lagi. Sakit hati yang di rasakan Krystal sampai mampu ia rasakan. Ia mencintai Krystal, dan ia tak mau gadis itu terluka. Selama 3 tahun ini, ia rela memendam perasaannya dan mengalah pada sahabatnya Myungsoo hanya agar gadis itu bahagia dan ia terus melihat senyumnya setiap pagi. Tapi kemarin, Myungsoo telah mengecewakan pengorbanannya.

“Sudahlah Chanyeol..”

Para murid membelah kerumunan mereka, memberikan jalan pada seorang gadis dengan membawa koper besar di tangannya. Gadis itu adalah Krystal. Myungsoo, Chanyeol begitu pula dengan Jiyeon begitu shock melihat Krystal sedang berjalan ke tengah-tengah mereka dengan senyum merekah yang Chanyeol sukai setiap pagi. Matanya terlihat sembab, mungkin karena ia terus menangis semalaman. Ia terlihat biasa, memakai seragam sekolah dan ransel tapi membawa koper besar di tangannya. Ia berdiri di samping Chanyeol dan tersenyum ke arah Myungsoo dan Jiyeon.

“Myungsoo.. Hari ini aku akan pindah dari sekolah ini dan pergi ke California. Kau tahu ? Aku sangat sedih berpisah denganmu dan Chanyeol, tapi demi kebaikan kita bersama, aku akan mengalah dan pergi.” Krystal memberikan jeda pada kalimatnya dan menghembuskan nafas panjang. “Aku senang dan sangat berterimakasih padamu. Kau mengajariku arti cinta dan persahabatan. Kau sangat baik dan aku percaya padamu. Aku tahu, sejak pertama kau tak tertarik padaku melainkan kau tertarik dengan Jiyeon. Awalnya aku iri, aku cemburu pada Jiyeon karena kulihat kekhawatiran dari matamu setiap melihat Jiyeon. Aku mengerti, kau menyukainya. Dan sekarang, aku akan merestui kalian berdua. Kau dan Jiyeon. Berjanjilah untuk bersama setelah aku pergi. Myungsoo.. Aku mencintaimu.”

Para murid yang melihat pertunjukkan drama mereka menangis haru mendengar kata-kata Krystal. Myungsoo dan Chanyeol bahkan ikut merasakan kesedihan itu dan menangis. Lain halnya dengan Jiyeon. Ia hanya diam tanpa memperlihatkan ekspresinya. Di pikirannya kali ini hanya ada “Apa aku yang merusak semua ini ?”

Krystal mengalihkan pandangan padanya. “Jiyeonie!!” Panggilnya dan tertawa. “Kau adalah teman perempuan pertamaku. Sejak aku bersekolah disini, aku tak pernah bisa mendapatkan teman perempuan karena mereka semua menjauhiku. Aku hanya bersama Myungsoo dan Chanyeol setiap saat, jadi saat kau datang ke kelas dan aku berbicara padamu, aku sangat senang dan bahagia. Maukah kau menjadi sahabatku ? Tenanglah, aku akan terus berlibur kesini dan kita akan jalan-jalan bersama. Kau adalah teman yang baik. Maukah kau menjaga mereka berdua untukku ? Jika mereka melakukan kesalahan berteriaklah dan kuyakin mereka akan menurutimu dan diam saat itu juga.” Semua yang menyaksikan seketika tertawa mendengar penjelasan Krystal pada Jiyeon. Kali ini, Jiyeon mulai meraasakannya. Ia akhirnya ikut menangis. “Jiyeonnie.. Sampai bertemu kembali~”

Isak tangis Chanyeol mulai terdengar. Dan terakhir, Krystal mengalihkan pandangan padanya dan memukul lengannya keras. Gadis itu akhirnya ikut menangis. “Kau!” Bentaknya pada Chanyeol tetapi dengan sigap ia memeluk tubuh tinggi Chanyeol dan menangis haru. “Terimakasih! Terimakasih karena kebodohanmu. Terimakasih karena perhatianmu dan terimakasih untuk semua.” Chanyeol menghusap punggung Krystal  yang bergetar dengan lembut. “Susah mengungkapkan sebuah kata untukmu. Aku ingin kita bertengkar kembali setiap saat. Aku ingin kita saling menjitak satu sama lain. Aku ingin melakukan semuanya denganmu kembali setiap saat. Jangan pernah bertengkar dengan Myungsoo. Kalian adalah sahabat baik. Jangan sok pahlawan karena membelaku tadi, kau terlihat jelek tahu! Jika aku mendengarnya lagi, bersiaplah untuk jitakan keras di kepalamu Chanyeol!” Myungsoo tersenyum haru melihat kedua sahabatanya seperti itu. Ia akhirnya sadar dan mengetahui salahnya. Semua ini karenanya dan ia sangat menyesal membuat Chanyeol kehilangan gadis yang begitu dicintainya.

Krystal melepas pelukannya. Kemudian berjinjit dan mengecup bibir Chanyeol di hadapan puluhan pasang mata yang menyaksikan mereka. Air mata tak pernah berhenti mengalir membasahi pipinya. “Aku menyayangimu.. Park Chanyeol.”

.

.

Krystal mengambil kembali kopernya dan berjalan keluar. Myungsoo dan Chanyeol menemaninya hingga menuju mobil. “Aku akan berkunjung dalam waktu dekat. Sampai jumpa~” Krystal melambaikan tangannya dari dalam mobil kemudian dibalas Chanyeol dan Myungsoo bersamaan.

Mobil Krystal menghilang di balik gerbang. Myungsoo tak melepas tatapannya dari gerbang sekolah. “Kau ingin melepasnya begitu saja ?”

Chanyeol menoleh bingung. “Maksudmu ?”

“Kejar dia! Kau mencintainya bukan ?” Chanyeol tak berkata apapun saat Myungsoo melemparinya kunci motor. “Pakailah motorku dan kejar dia!”

Chanyeol diam sejenak. Ia masih menatap kunci motor Myungsoo di tangannya. “Tunggu apa lagi ?”

Chanyeol mengangguk mantap. Benar kata Myungsoo, ia harus memperjuangkan cintanya selama 3 tahun ini. Ia tak mau kehilangan Krystal begitu saja tanpa ia mengetahui bagaiamana perasaan Krystal padanya. Setidaknya, ia tak ingin menjadi pengejar cinta tanpa hasil.

Baru saja Chanyeol ingin berlari menuju parkiran, ia menoleh pada Myungsoo. “Kau juga! Jiyeon membutuhkanmu.”

“Aku tahu apa yang akan aku lakukan, Chanyeol.”

 

-Raining Love

 

Chanyeol melesat dengan motor Myungsoo dengan cepat. Di pikirannya hanya ada nama Krystal dan Krystal. Saat ia sampai di bandara, pandangannya mulai mencari keberadaan gadis itu.

Dia disana. Duduk sendiri memainkan kakinya dan menunduk. Senyum merekah langsung tersungging di bibir Chanyeol.

“Soojung..”

Krystal menoleh dan mendapati Chanyeol sudah berada di sampingnya. “A—Apa yang kau lakukan disini ?”

Chanyeol tak menjawab. Ia langsung memeluk gadis itu dengan erat. Ia tak peduli lagi bagaimana orang-orang akan melihat mereka.

“Myungsoo benar. Aku harus memperjuangkan cintaku. Selama 3 tahun, aku tak mau ini sia-sia begitu saja.” Chanyeol melepas pelukannya dan mendapat tatapan bingung dan menyelidik dari Krystal.

“Kau berbicara apa, Chanyeol ? Siapa yang kau bicarakan saat ini ?”

“Kau!” Jawab Chanyeol mantap dan mengatur nafasnya untuk berbicara. “Aku menyukaimu, Krystal. Aku mencintaimu! Aku sengaja memendam ini selama 3 tahun dan aku hanya ingin kau tahu sebelum kau pergi. Aku mencintaimu..”

Krystal melipat tangannya di dada dan menatapnya tajam. “Aku sudah tahu.”

Senyum Chanyeol langsung luntur seketika. “MWO ?”

Jitakan keras mendarat mulus di kepalanya dan membuat Krystal tertawa. “Aku sudah tahu sejak 5 bulan yang lalu, Myungsoo yang memberitahunya.”

Chanyeol menggaruk tengkuknya dan terkekeh. Betapa malunya ia saat ini dan ingin sekali merendam wajahnya dalam air. “Jadi.. Bagaimana ?”

“Kau ingin aku menjawabnya ?”

Chanyeol mengangguk membuat Krystal tersenyum kembali. “Menurutmu.. Apa aku juga menyukaimu ?”

“Aku tidak tahu. Kau selalu mengatakan kau menyukai Myungsoo.”

“Bodoh! Aku menyukaimu, Park Chanyeol.”

“Permisi.. Apakah anda Nona Jung ?”

Chanyeol yang tadinya ingin sekali berteriak saat Krystal menyelesaikan kalimatnya dan mengatakan bahwa gadis itu juga menyukainya, tiba-tiba seorang  pramugari datang dan membuat Chanyeol menyembunyikan rasa senangnya dulu.

“Iya benar, Ada apa ya ?”

“Maaf.. Untuk keberangkatan anda hari ini ke California dibatalkan oleh Tuan dan Nyonya Jung. Mereka mengatakan tidak akan pergi dan akan menetap di Korea. Orang tua anda sedang menunggu di pintu keluar, mereka meminta saya untuk memberitahukan anda tentang hal ini. Terimakasih sudah mengganggu kenyamanan anda.”

“Oh baiklah dan terimakasih.”

Chanyeol tak bisa menahan rasa bahagianya lagi. Ini adalah harinya. Hari baru yang akan ia lakukan bersama Krystal lagi. “Jadi.. Kau tak akan pergi ?”

“Menurutmu ?” Bukannya menjawab ia malah bertanya pada Chanyeol dan mengaitkan jemarinya dengan jemari Chanyeol.

“Ayo! Kita pergi dari sini.”

.

.

.

Jiyeon duduk melamun di taman belakang sekolah. Myungsoo sudah lelah mencarinya dan akhirnya ia menemukan juga gadis itu. Ia memainkan kuku-kukunya sedangkan Myungsoo hanya memperhatikannya dari jauh. Jiyeon tak menyadari kehadiran Myungsoo.

“Jiyeon..”

Jiyeon menoleh. Mereka bertatapan cukup lama. Tak ada yang berbicara setelah itu sampai Jiyeon akhirnya memecah keheningan mereka.

“Apa benar kau menyukaiku, Myungsoo ?”

.

.

.

.

.

-tbc-

 

Holla balik sama sama saya ^^ Ada yg kangen FF ini ? Menurutku di chapter 5 ini special MyungYeon sama ChanStal yaa ? Sengaja buat moment mereka berempat sama rata disini😀 semoga pada suka dan puas yaa gara-gara nunggu lama ini di post :’) Konfliknya juga akan dimulai, gimana Jiyeon mencari ayahnya dan perasaannya dengan Myungsoo ?😀

Sekali lagi maaf karena kondisi sering ngedrop apalagi 2 hari yg lalu bias saya keluar lagi /tunjuk Luhan/ jadi sekarang gak terlalu sering nge’fangirl dan fokus buat ff /buat ff aja sekarang susah nge’feel gara-gara banyakan ff exo :’(/

Udahlah kenapa saya jadi curhat, seperti biasa komentar, kritik dan saran sangat sangat saya terima ^^ Terimakasih sekali lagi sudah menunggu dan tetap suka sama ff ini {}

Lafya~❤

 

 

70 responses to “[CHAPTER – PART 5] Raining Love

  1. hahaa ternyata krystal juga suka sma chanyeol, knp ga bilang dri dllu,coba klo dri dllu krys bilang klo dia juga suka ssma chan, pasti mereka brdua udh bahagia,,
    aku harap juga myungyeon cepet nyusul couple chanstal yya,, biar mereka juga bahagia,, oiyya aku lupa kan jiyeon bakalan pindah ke paris,, aigoo trus gmna sma myungsoo donk,??
    lanjut baca nee

  2. Ooo.. Myungsoo sgt sweet Dan romantis. Ingin melindungi jiyeon dan first kiss mereka bersama.mdan chanstal mmg couple yg lucu. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s