[CHAPTER 7] Together?

image

PREVIOUS CHAPTERS

Together? • Jiyeon, Myungsoo • Romance, family, marriage-life •

Nah~~ Banyak kan yang nunggu2 chapter 7nya? Padahal pengen di post kemaren, taunya kelupaan -_- Disini aku uda janji bakal MyungYeon moments semua kan? Aku tepatin janjinya ne^^ Happy reading!><

‘Baiklah. Ini yang kuharapkan. Berdua saja. Terimakasih, Rong eonni dan Tae eonni..’

-Together? part 7 by RachelP start^^-

“Baiklah, selamat bersenang-senang, Rong-ah, dan Tae noona.” Ucap Myungsoo. “Kalian juga. Jangan lupakan sunrise dan sunset berdua, ya..”

Setelah mereka membeli tiket, mereka menyusun schedule untuk liburan mereka. Myungsoo meminta cuti pada sajangnimnya, dan diizinkan. ‘Sydney and Goldcoast, we’re coming!’

Seminggu kemudian..

Kemarin, Chorong dan Taeyeon sudah pergi dengan tujuannya masing-masing. Sekarang, Jiyeon dan Myungsoo yang akan meninggalkan tempat tinggalnya selama lima hari. Mereka memanggil taksi yang melintas disekitar apartemen mereka. Dengan cepat, taksi itu mengantar mereka ke bandara.

Satu koper kecil berada ditangan mereka masing-masing. Mereka check in di bandara dan dengan cepat berlari ke tempat tujuan mereka, pesawat. Pesawat itu akan segera berangkat.

Aigo! Untung saja kita tidak telat.. hosh.. hoshh..” Sekarang mereka sudah duduk dibangku pesawat masing-masing. Kau tahu? Sekarang masih pukul enam pagi. Jiyeon, yang biasa bangun pukul tujuh pun terpaksa untuk bangun pagi. Sebenarnya, mereka mencari penerbangan siang, tapi tidak ada.

“Hoamm.. aku mengantuk, yeobu..” kata Jiyeon sambil menguap. “Tidurlah dibahuku, yeobu..” Jiyeon meletakan kepalanya dibahu Myungsoo. Myungsoo tersenyum melihat istrinya itu. “Have a good rest for a while, Jiyi..” ujarnya pelan. Lalu, Myungsoo mengecup kening Jiyeon.

1 jam 25 menit telah berlalu. Mereka telah mendarat di Sydney. Myungsoo membangunkan Jiyeon yang masih tertidur pulas. “Emm.. yeobu.. kita sudah sampai,” ucap Myungsoo sambil mengelus pipi Jiyeon dengan ibu jarinya. “Hoamm.. sudah sampai? Cepat sekali.” Mereka turun dari pesawat dan mengambil koper mereka. Mereka melesat cepat kekumpulan taksi-taksi didepan airport.

Sir, drop us at Shangri-la hotel please.” Ujar Jiyeon pada supir taksi. “Okay, miss. I’ll take you there,” Mobil taksi itu melaju cepat ke hotel Shangri-la. Hotel Shangri-la ini sangat dekat dengan Sydney Opera House. Dari balkon kamar, bisa terlihat lambang dari negara kanguru itu.

Yeobu! This hotel is fantastic! Dari atas sini, kita bisa melihat Sydney Opera House.” Jiyeon sangat bersemangat ketika sampai dilantai sembilan hotel Shangri-la yang merupakan kamarnya itu.

Ne, really amazing isn’t it?” Jiyeon mengangguk, tetapi tetap menatap Sydney Opera House dengan tatapan-wow. “Yeobu.. Bagaimana kalau pukul lima sore, kita ke Bondi beach? Menurut rekomendasi para turis, pantai Bondi adalah pantai yang tepat untuk melihat sunset, yeobu.” Promosi Jiyeon.

Araseo. Teman-temanku juga pernah datang ke Bondi beach. Mereka bilang airnya biru, pasirnya putih. Indah.” Myungsoo tersenyum kearah Jiyeon. “Baiklah. Pukul lima kita berangkat, dan kemungkinan kita sampai disana pukul enam kurang sepuluh menit, ne?”

“Kemungkinan.. ya. Kalau jalanan tidak macat.” Ucap Jiyeon. “Yeobu.. Temani aku ke minimarket, ya? Aku mau beli spaghetti yang sudah jadi saja.” Jiyeon mengambil tas selempang kecilnya dan sweater. “Baiklah, aku juga mau,”

Mereka menuruni lift dan sampai di lobby hotel. “Ohya, yeobu. Kapan kita akan ke Macquerie’s point? Tempat berfoto didekat sini. Jadi.. kita tak usah masuk ke opera housenya. Lagipula, buat apa kita masuk ke opera house?”

“Besok saja. Eotteokhae? Pagi atau siang?” Tanya Myungsoo. “Emhh.. Pagi saja. Sekitar pukul sembilan.” Usul Jiyeon. “Okay.” Mereka berjalan-kaki lagi ke minimarket terdekat. “Myungie-yya. Kau mau juga? Apa berdua saja?”

“Berdua saja.. agar lebih romantis, yeobu.. hihi” Myungsoo mengambil spaghetti dan dibayar dikasir. Setelah bayar, mereka berjalan ke microwave, untuk menghangatkan spaghetti yang sudah-dari-tadi berada di kulkas. Merekapun tak lupa mengambil garpu. Jiyeon menarik kursi dari sebuah meja. Myungsoo meletakan spaghetti mereka diatas meja dan menarik kursi disebelah Jiyeon.

Mereka langsung mengambil garpu dan makan. Dan akhirnya… satu helai spaghetti itu dapat menyatukan bibir mereka. Saat menyeruput spaghetti, Myungsoo dan Jiyeon tak sengaja menyeruput sehelai spaghetti yang sama. Itu seperti berciuman! “Oops..” ucap mereka bersamaan. Lalu, mereka tertawa lepas.

Pukul lima sore, mereka sudah mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke Bondi beach. Mereka bergandengan tangan sambil memanggil taksi disekitar hotel.

Can you please take us to Bondi beach quickly, sir? We want to watch the sunset.” Pinta Myungsoo. “Of course, mister. No traffic jam for today. So, you both can arrive there at 5.45,”  Jelas supir taksi paruh baya itu. “Okay, sir. Thankyou.

Jiyeon mengambil earphone dari tasnya, dan menyumpalkan satu pada telinganya, dan memberikan satunya lagi kepada Myungsoo. “Mau, yeobu?” Myungsoo mengangguk dan menyeka rambut Jiyeon ke belakang telinga. Ia mencium pipi Jiyeon sekilas. Jiyeon mengecup bibir Myungsoo secepat kilat. Supir taksi yang melihat adegan cium-singkat dari kaca spion yang terletak diatas dashboard dan tertawa geli.

Excuse me, miss, and mister. Did you both already married? Sorry for not respecting your privacy.” Myungsoo dan Jiyeon saling berpandangan dan tersenyum. “Yes we did, sir. ” Jawab Jiyeon singkat. “Oh, you two look like a cute couple. I’m happy to see that, miss.” Ujar lelaki paruh baya itu. “Thankyou, sir.”

Akhirnya, mereka sampai di Bondi beach pukul 5.43 sore. “Ahh.. daebak! Airnya biru bening, pasirnya halus..” Jiyeon duduk di pasir putih nan halus sambil memainkan pasir-pasir itu. Langit sudah mulai berwarna oranye. Myungsoo duduk disebelah Jiyeon.

“Jiyi.. should we do kiss scene again?” Tawar Myungsoo. Jiyeon mengangguk dan tertawa geli. Jiyeon menempelkan bibirnya pada Myungsoo. Mereka melumatnya lembut.

Setelah selesai berciuman, matahari mulai tenggelam di barat. Mereka terkagum-kagum dengan sunset itu. Jiyeon kembali meletakan kepalanya diatas bahu Myungsoo. “Sweet kiss at the beach when sunset is the best memory ever, right, yeobu?” Tanyanya. “Yes, you are right. Tapi, tak perlu sunset di pantaipun, ciuman kita akan selalu menjadi memori terbaik, yeobu.”

Bulan sudah muncul, tetapi mereka belum beranjak pergi. Mereka bertiduran dipasir putih-kekuningan itu. “Well.. Sun isnt here anymore. But my love for you, is always shining like sunshine but the different is, my love never stop shining.” Gumam Myungsoo. “Yeobu.. you’re so sweet. I love you more than before.

Yeobu.. kajja! Sudah malam. Ayo kita makan malam,” ajak Jiyeon. Mereka berdiri dari posisi tidurannya itu. Mereka memanggil taksi lagi, untuk mengantar mereka ke Hard Rock Café.

Sesampai mereka di Hard Rock Café, mereka memesan dua porsi steak, satu porsi lasagna, dan satu gelas lychee tea. Setelah pesanan mereka datang, Jiyeon memotong steaknya dan menyuapi Myungsoo. “Aaa..” Myungsoo membuka mulutnya dan memakan steak suapan Jiyeon. Myungsoopun menyuapi Jiyeon juga.

Setelah selesai makan, mereka mengikuti schedule mereka. Mereka akan mengunjungi Sydney Tower. Dari jauh, Sydney Tower sangat bersinar. Lampu-lampu berpancaran. ‘Ini sangat luar biasa..’ batin Myungsoo.

Myungsoo sangat ingin mencoba skywalk selagi mereka di Sydney. Jiyeon, yang sangat takut dengan ketinggian, tentu saja menolak. “Ayolah, yeobu.. pemandangan dari atas pasti jauh lebih indah.. Aku ingin mencobanya.. Temani aku,ya, Jiyi?” Myungsoo menunjukan wajah memohonnya, yang menurut Jiyeon imut. “Baiklah, yeobu. Tapi, kau harus pegangi aku, ya?” Myungsoo mengangguk.

Mereka naik keatas Sydney tower dan akan mencoba skywalk. “Whoaa! Ini indah, Myungie.. Aku bisa melihat kota Sydney!” Jiyeon sangat antusias dengan skywalk, padahal ia takut ketinggian. “Okay. Ayo kita mulai. Pegang erat tanganku, Jiyi!” Jiyeon menggenggam tangan besar Myungsoo yang hangat. Mereka mengelilingi Sydney tower satu putaran. “Myungie-yya.. Sudah cukup ‘kan? Ayo kita pulang. Aku takut, Myungie. Takut..” Myungsoo tertawa melihat ucapan imut Jiyeon. “Baiklah,baiklah. Kajja!”

Mereka bangun pukul 8 pagi untuk sarapan di hotel. Setelah sarapan, mereka bergegas menuju Macquerie’s point, tempat berfoto didekat Sydney Opera House. Myungsoo sudah menyiapkan kamera untuk menyimpan foto-foto mereka. “Excuse me, mister. Would you mind to take us pictures by my camera?” Tanya Myungsoo pada salah satu turis asing yang menurutnya berasal dari Eropa. “Sure.”

Myungsoo dan Jiyeon berpose sebaik mungkin, karena itu akan menjadi kenangan yang berasal dari Sydney. Banyak pose yang telah mereka tunjukan pada kamera, layaknya mereka adalah sepasang model. Sampai-sampai, mereka berpose berciuman. Turis-turis disana menjadi saksinya. Setelah merasa sudah 8 foto yang sudah diambil, mereka mengambil kembali kamera yang ada ditangan turis yang diminta-tolongi oleh Myungsoo. “Thankyou, mister.” Ucap Jiyeon sopan. “No problem.”

Mereka melanjutkan perjalanan mereka ke Sea Life Aquarium Australia, Wild Life Australia, dan St. Mary’s Cathedral. Mereka menetap dua hari di Sydney dan tiga hari di Goldcoast.

Dua hari di Sydney telah terlewat dengan penuh kebahagiaan. Mereka mengukir senyuman dan kenangan selama di Sydney. Dan sekarang, mereka akan melanjutan perjalanan ke Goldcoast. Tak mau ambil pusing, mereka pergi kesana dengan pesawat.

Sesampai disana, mereka akan menginap di Soul Surfers Paradise yang dibelakang hotel itu terdapat surfers paradise. Ne, tempat para perseluncur beraksi.

Saat mereka sampai disana, baru saja pukul 12 siang. Mereka memutuskan untuk pergi ke Dreamworld. Taman bermain terkenal di Goldcoast. Banyak permainan seram terdapat disana.

Mereka disana sampai pukul 7 malam. “Yeobu.. permainan disini.. aku.. aku tak bisa berhenti bermain.  Seram-seram. Aku menyukainya!” Ujar Jiyeon bersemangat. Sekarang, mereka sedang berada di sebuah bus yang akan mengantar mereka kembali ke hotel mereka. Mereka mencari makan disekitar hotel, dan kembali ke hotel.

Sesampai mereka dikamar hotel..

Yeobu.. apa kau sudah siap untuk ‘itu'”?

-TBC-

29 responses to “[CHAPTER 7] Together?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s