[Chapter-Part 4] Shadow Sun

shadowsun1

Title : Shadow Sun

Author : Nealra(dulunya Ayhu Park)

Casts :

  • Kim Myungsoo
  • Park Jiyeon
  • Choi Minho
  • Suzy Bae
  • Park Jungsoo/Park Ahjussi
  • Lee Jonghyun

Genre : Time Machine, Joseon Era, Romance

Length : Chaptered

Rating : PG-13

Disclaimer : Tokoh milik diri mereka,orang tua, dan Tuhan.Author cuman pinjam nama.Plot,alur cerita hasil hayalan author.

A/N : FF ini adalah gabungan FF author yang lain yaitu Miracle Power dan The Lost Moon.

~^_^~

Myungsoo terpaku melihat foto yang kini berada di tangannya. Di saat bersamaan, Park Ahjussi keluar dari paviliun. Ia sama terkejutnya saat melihat Myungsoo menggenggam foto itu. Buru-buru Park Ahjussi mengambil foto itu.

“A-ahjussi, apa maksud foto itu?” tanya Myungsoo masih dengan wajah terkejutnya.

“Gambar ini milik Jiyeon agasshi, tidak seharusnya kau melihatnya tanpa izin” Bentak Park Ahjussi.

“Tapi, foto itu tidak mungkin ada di jaman joseon. Foto itu tidak mungkin ada sekarang. Siapa Jiyeon sebenarnya, ahjussi?” Pertanyaan Myungsoo amat menuntut. Park Ahjussi menghela nafas berat lalu duduk di samping Myungsoo.

Park Ahjussi mulai bercerita “Aku telah menjaga Jiyeon agasshi dari kecil. Dia baik, ramah, dan dikagumi banyak pria. Suatu hari, Jiyeon agasshi jatuh cinta dengan seorang pria. Pria itu juga mencintai Jiyeon agasshi dan mereka berencana untuk menikah. Sayangnya, sepupu Jiyeon agasshi merasa cemburu karena Jiyeon akan menikah dengan pria itu dimana pria itu adalah salah satu bangsawan terkaya di daerah ini. Sepupu Jiyeon agasshi itu pun berencana mencelakai Jiyeon agasshi dengan cara memanggilnya ke hutan dan di hutan itu sudah ada perampok. Pada akhirnya, rencana itu berujung pada kematian Jiyeon agasshi” Park Ahjussi menunduk saat mengakhiri ceritanya

Sementara Myungsoo makin bingung “Jiyeon meninggal? Lalu Jiyeon yang di dalam siapa?”

“Jiyeon agasshi yang ada di dalam adalah reinkarnasi dari Jiyeon agasshi yang kurawat dari kecil”

“Reinkarnasi? Tapi, tapi bagaimana? Jadi Jiyeon yang ada di dalam itu siapa?”

FLASHBACK to 5 years

Dua orang yeoja berdebat hebat. Kedua yeoja yang tampak cantik menggunakan hanbok itu saling mengeluarkan pendapat masing-masing.

“Zizi, aku mau pulang. Aku tidak ingin lagi berada di jaman ini” Ucap yeoja berhanbok kuning lily pada yeoja yang berhanbok merah mawar.

“Tapi tugas kita belum selesai. Kau harus bersabar sedikit lagi, Suzya” Zizi, yeoja berhanbok merah mawar itu mencoba menenangkan partnernya.

“Lalu sampai kapan kita harus menunggu disini?  Ini sudah setahun dan kita sudah meneliti begitu banyak. Aku ingin pulang dan menemui eomma sekarang” Bentak Suzy.

“Kau jangan bersikap kekanak-kanakan Suzy Bae. Jika memang sudah saatnya untuk pulang, kita pasti akan pulang. Dan apa kau pikir aku tidak rindu pada eommaku? Aku juga sangat rindu padanya. Tapi aku yakin eomma dan ahjumma mengerti bagaimana perasaan kita saat ini” Balas Zizi.

“Bukan hanya masalah itu. Kau tahu kan kita punya reinkarnasi di jaman ini, saling menatap saja bisa membuat salah satu dari kita meninggal saat itu juga”

“Ini sudah setahun dan kita hanya berputar-putar di daerah ini, jika reinkarnasi kita ada di daerah ini maka kita pasti sudah bertemu sejak dulu. Kupikir kau tidak pernah mempermasalahkan itu, bukan?”

“Aku-Aku…”Suzy menunduk seakan menahan sesuatu yang akan segera keluar. Ia mengangkat kepalanya sambil menatap tajam ke arah Zizi “Aku tidak tahan bersamamu selama setahun ini!”

Suzy kembali melanjutkan masih dengan emosi yang meluap-luap “Sudah cukup kau selalu dibangga-banggakan di rumah, di sekolah, sampai di tempat kerja. Sekarang pun di jaman ini, kau terus yang dibangga-banggakan oleh orang desa tolol itu. Kau seakan tidak pernah melirikku sama sekali. Coba pikir, apa aku tidak muak? 21 tahun hidupku terus berada di sampingmu dan hanya menjadi bayang-bayangmu. Apa aku bisa bahagia merasakannya?” Bentak Suzy sambil menunjuk-nunjuk wajah Zizi

“Kenapa kau berpikir seperti itu, Suzya? Kita ini adalah sahabat, rekan kerja, dan juga keluarga. Tidak ada yang saling membayangi. Kau juga bisa dibanggkan kalau kau berusaha sedikit lagi. Kau bisa melebihiku jika kau mau. Dan lebih dari itu, kau harusnya menceritakan perasaanmu ini sejak dulu” Zizi menatap Suzy dengan iba. Sementara Suzy tersenyum sinis “Jangan sok baik dan menatapku seperti itu!”

“Suzy, aku tidak ingin masalah ini menjadi lebih besar saat kita berada jauh dari keluarga. Kumohon tenanglah” Zizi memegang kedua tangan Suzy sambil menatapnya tulus. Suzy buru-buru menghempaskan  tangan Zizi “Dasar bermuka dua” cibirnya.

“Kau sudah keterlaluan, Suzy Bae. Ahjumma akan sedih melihatmu seperti ini”

“Kau membawa-bawa nama ibuku sekarang? Okay. Selama ini, eomma memang hanya percaya padamu, lalu apa? Kau ingin melaporkan ini pada eommaku setelah kita kembali? Hah?” Tatapan Suzy menghina sekaligus menantang. Refleks Zizi menampar Suzy cukup keras.

“Kau!” Bentak Suzy tak percaya. Zizi menatap Suzy dengan perasaan bersalah “Mi-mian. Aku-aku…”

“Lupakan! Aku akan segera mengakhiri semua ini” Suzy berlari keluar dari rumah. Sementara Zizi terdiam di tempatnya “Apa yang kulakukan tadi?”

Setelahnya, Zizi tersadar, ia mengambil tudungnya dan segera mengejar Suzy, tapi Suzy sudah tidak tampak lagi.

“Mungkin dia ke hutan tempat mesin waktu itu berada” Zizi pun berlari menuju ke hutan.

Sudah mulai gelap saat Zizi memasuki hutan. Ia berhati-hati sambil melirik ke sekeliling karena di hutan banyak hewan buas. Tiba-tiba, beberapa pria yang menggunakan senjata tajam di tangannya menahan Zizi.

“Mungkin dia Park Jiyeon, bos?!” Salah seorang dari pria itu berbicara pada pria yang di tengah. Mereka pun membuka paksa tudung Zizi, tapi keadaan yang gelap membuat wajah Zizi hanya terlihat samar-samar “Ya. Mungkin saja dia. Kita bunuh saja sekarang”

Pria itu mendorong Zizi hingga Zizi tersungkur ke tanah. Salah seorang pria itu menendang Zizi.

“Jangan disakiti! Kita cukup membunuhnya” Si bos memperingatkan. Sementara Zizi masih kebingungan melihat hal yang terjadi di depan matanya ini.

Bos itu mengeluarkan pedangnya dan bersiap menikam Zizi sebelum sebuah suara menghentikan tindakan si bos.

“Apa yang kalian lakukan, orang-orang jahat?” Yeoja itu menatap marah sekaligus terkejut ke arah si bos dan kawanannya.

Si bos tersenyum melihat wajah yeoja yang tampak jelas di bawah sinar rembulan itu “Dialah Park Jiyeon” Tunjuk si bos pada yeoja itu.

“Aku memang Park Jiyeon. Memangnya kalian siapa?” Yeoja itu, Jiyeon, mundur perlahan saat para penjahat ini maju ke arah Jiyeon.

Zizi mencoba melihat siapa si yeoja dan begitu kagetnya dia saat melihat wajah si yeoja “Yeoja itu… Aku adalah reinkarnasinya”. Zizi segera menggapai tudungnya untuk menutupi wajahnya “Sesuatu yang buruk akan terjadi”

Kini Jiyeon terpojokkan, ia jatuh terduduk dengan takut menatap penjahat-penjahat itu.

“Kita bunuh dia” Ucap si bos.

“Tapi bos, yeoja itu melihat kita. Kita juga harus membunuhnya” Sahut salah satu penjahat. Si bos mengangguk “Kita bunuh Park Jiyeon dulu lalu membunuh yeoja itu. Kalian jaga yeoja itu!” Si bos memerintahkan seorang anak buahnya untuk memegang Zizi.

Zizi mencoba berontak tapi ia malah dipukul dengan menggunakan balok di punggungnya beberapa kali. Zizi melihat dengan jelas si bos mengangkat pedang itu dan…

“Jangan bunuh dia! Jangan bunuh dia!” Teriak Zizi sambil terisak melihat pedang itu masuk menembus rongga dada Jiyeon. Zizi menangis sekeras-kerasnya, bagai dia merasakan apa yang dirasakan Jiyeon.

“Beres. Sekarang bunuh yeoja itu!” Si bos menunjuk Zizi. Zizi berusaha melarikan diri tapi ia dapat ditangkap dan dihempaskan dengan kasar membuat tudungnya terbuka. Ia juga ditendang dan dipukuli beberapa kali. Si bos itu pun mendekati Zizi lalu mengangkat pedangnya.

“Berhenti!” Park Ahjussi melempar batu tepat ke arah pedang itu membuat pedang itu terpental cukup jauh. Dengan berani, Park Ahjussi melawan para penjahat itu. Walau terluka cukup parah tapi para penjahat itu berhasil dikalahkan lalu kabur.

“Agasshi, gwenchanaseoyeo?” Park Ahjussi benar-benar khawatir melihat keadaan Zizi yang dikiranya Jiyeon. Dengan kekuatan yang tersisa Zizi menunjuk ke arah Jiyeon “Dia Park Jiyeon”

Park Ahjussi beralih menatap ke arah mayat Jiyeon. Ia mendekati mayat itu lalu tak kuasa menahan tangisnya “Agasshi! Uri Agasshi! Kenapa kau bisa bernasib seperti ini, agasshi?”

END FLASHBACK

Myungsoo mendengarkan dengan baik cerita dari Park Ahjussi. Ia menatap Park Ahjussi yang menunduk sedih mengingat Jiyeon.

“Tapi, bagaimana ahjussi bisa ke hutan?”

“Saya khawatir karena agasshi sudah cukup lama perginya sedang keadaan sudah mulai gelap. Terlebih lagi pernikahannya tinggal satu minggu lagi jadi tidak mungkin ia pergi lama. Saya menemukan pesan yang menyuruh agasshi ke hutan sehingga saya ke hutan dan melihat kejadian itu. Seandainya saya lebih cepat sedikit, agasshi pasti masih ada sampai sekarang” Park Ahjussi kembali merenung.

“Jadi begitu, lalu kenapa Jiyeon maksudku Zizi tidak kembali ke masa depan?” Myungsoo masih bingung.

“Setelah melihat mayat agasshi, saya segera menolong Jiji agasshi dan membawanya ke paviliun ini, paviliun ini adalah paviliun milik keluarga ibu Jiyeon agasshi tapi sudah tidak digunakan karena letaknya yang berada di tengah hutan. Saya kemudian kembali ke hutan tapi mayat Jiyeon agasshi telah menghilang hanya tersisa robekan hanboknya yang tersangkut di akar. Saya kemudian memanggil penjaga untuk menemukan mayat Jiyeon agasshi tapi mayat itu tidak dapat ditemukan hingga sekarang. Menurut Jiji agasshi, mayat itu sudah di bawah ke abad 29, asal Jiji agasshi. Mungkin orang-orang mengira Jiji agasshilah yang meninggal dan membawanya ke abad 29 karena rekan kerja Jiji agasshi juga sudah menghilang. Karena itu, Jiji agasshi tidak bisa kembali ke tempat asalnya dan memilih tinggal disini sebagai Park Jiyeon” Jelas Park Ahjussi.

“Jadi, kemungkinan besar alasan Zizi selalu menolongku adalah karena aku mungkin bisa mengembalikannya ke tempat asalnya?” tanya Myungsoo yang dibalas anggukan oleh Park Ahjussi.

“Tapi aku berasal dari abad ke-21, bukan abad ke-29” gumam Myungsoo sendiri.

“Oh ya, orang yang mengejar kami itu siapa?” Pertanyaan ini sudah ingin ditanyakan Myungsoo sejak tadi.

“Menurut Jiji agasshi, orang itu berasal dari masa depan dan sedang mengejarmu saat ini”

“Aku? Memangnya aku kenapa?” Myungsoo bingung sendiri.

~^_^~

Minho, Suzy, dan seorang namja berkumpul di gubuk kecil dalam hutan. Dahi ketiga orang ini tampak berkerut disebabkan pembicaraan mereka.

“Kenapa kau harus memanahnya, sunbae?” tanya Minho, tidak terima.

“Tidak salah menangkap penjahat dengan kekerasan” Namja yang Minho panggil sunbae itu mencoba membela diri.

“Tapi masalahnya, yang terkena panah itu bukan Kim Myungsoo melainkan orang yang tidak bersalah” Bela Suzy.

“Orang yang tidak bersalah kau bilang? Jelas-jelas dia menyembunyikan Kim Myungsoo selama ini. Apa itu bisa disebut tidak bersalah?”

“Tapi Jonghyun sunbae…”

“Tapi apa?” Namja itu, Jonghyun memotong ucapan Minho dengan sarkatis.

“Aku sekarang jadi tahu kenapa kalian belum bisa menangkapnya, itu karena kalian terlalu lemah. Aku menjadi ragu, apa benar kalian agen-agen berbakat jika menangkap seorang siswa SMA saja sebegini susahnya?” Jonghyun tertawa sinis.

“Kami hanya butuh waktu” Suzy kembali membela diri.

“Kita adalah agen OSEP dimana setiap detik sangat berharga bagi kita. Kita tidak bisa mengejar waktu tapi waktulah yang harus mengejar kita. Kalian tahukan seberapa bahayanya pekerjaan kita ini? Dan menangkap Myungsoo secepat mungkin sama artinya menyelamatkan dia dari kejadian tidak terduga yang mungkin terjadi” Jonghyun menatap keluar dengan serius.

“Kami mengerti” Angguk Minho dan Suzy.

Jonghyun berniat keluar tapi Suzy segera menahannya “Tunggu, agen Lee. Itu…” Ucapan Suzy tertahan setelah Minho memberikan kode.

Jonghyun menatap Suzy “Itu apa?”. Suzy menggeleng “Bukan apa-apa”

“Mungkinkah mengenai fakta bahwa Minho dan Myungsoo adalah calon saudara?” tanya Jonghyun, membuat Minho dan Suzy terkejut bukan main.

“Sunbae, kau sudah mengetahuinya?” Minho gelagapan. Jonghyun mengangguk “Kantor lebih dulu tahu sebelum kau tahu mengenai hal itu. Dan asal kau tahu, alasan kau terpilih untuk mencari Myungsoo tidak lain karena kau adalah calon keluarganya, itu lebih baik”

“Sama sekali tidak sangka” Gumam Suzy.

Lee Jonghyun adalah agen yang berasal dari abad ke-21. Tapi ia sudah pernah ke abad 29, padahal sesuai peraturan, setiap orang hanya bisa ke masa lalu tapi tidak bisa ke masa depan apapun jabatannya. Terkecuali agen khusus yang dipilih satu banding seribu agen OSEP di jagat raya ini. Ia terpilih karena keuletan, kecerdikan, dan keefektifannya dalam menjalankan setiap tugas.

Lee Jonghyun juga lah yang mengusut kasus kematian agen Zizi Park 5 tahun silam di jaman joseon walau pada akhirnya, kasus itu ditutup sebagai kasus perampokan biasa.

~^_^~

Zizi terbangun dan mendapati Myungsoo di sampingnya. Myungsoo tersenyum melihat Zizi. Zizi juga berusaha tersenyum.

“Zizia, kau sudah merasa baikan?” tanya Myungsoo. Zizi sedikit terkejut mendengar Myungsoo, setelahnya ia tersenyum “Jadi Park Ahjussi sudah menceritakannya?”

“Iya. Dan aku juga sudah melihat foto ini” Myungsoo menunjukkan foto Zizi yang ditemukannya tadi. Ekspresi Zizi sedikit berubah saat melihat yeoja yang ada di sampingnya di dalam foto itu.

“Yeoja ini adalah rekan kerjamu, bukan? Namanya Suzy Bae” tanya Myungsoo yang dibalas anggukan oleh Zizi.

“Mulai sekarang aku akan memanggilmu Zizi. Dan sepertinya, Park Ahjussi akan mulai memanggilmu ‘Jiji agasshi’ “Myungsoo tertawa kecil mengakhiri ucapannya.

“Pada awalnya, Park Ahjussi memang memanggilku Jiji tapi lama kelamaan berubah menjadi Jiyeon karena aku sangat mirip dengan Jiyeon”

“Begitu yah. Oh ya, aku sangat minta maaf dan juga sangat berterima kasih, lagi-lagi kau menyelamatkanku”

“Mungkin aku memang ditakdirkan untuk menyelamatkanmu” Ucap Zizi sambil tertawa. Myungsoo ikut tertawa.

“Aku baru ingat. Saat kau bilang ‘calon kakak’ apa maksudmu?” tanya Zizi pada Myungsoo, mengingat ucapan Myungsoo saat Zizi menariknya.

“Itu yah. Orang itu adalah calon kakakku. Dia juga yang memanahmu. Sepertinya dia yang mengejarku” Jawab Myungsoo. Jiyeon mengangguk-ngangguk “Benarkah dia yang memanah?” gumam Jiyeon setengah berbisik.

~^_^~

Suzy, Minho, dan Jonghyun berjalan-jalan di pasar untuk mencari udara segar sekaligus petunjuk yang mungkin mereka dapatkan. Tiba-tiba, Suzy melihat Myungsoo dengan pakaian bangsawan tengah minum bersama beberapa bangsawan lain.

Minho juga melihatnya. Mereka refleks bergerak tapi Jonghyun segera menahannya “Itu bukan Kim Myungsoo abad 21, tapi dia Kim Myungsoo jaman joseon” Minho dan Suzy tampak terkejut mendengar ucapan Jonghyun.

“Bagaimana kau tahu kalau dia adalah Kim Myungsoo jaman joseon?” tanya Suzy.

“Mudah saja. Memangnya kau pikir, Myungsoo yang selama ini menggunakan pakaian budak bisa tiba-tiba menggunakan pakaian bangsawan dan mengobrol bersama para bangsawan itu?” Jonghyun kembali bertanya. Minho dan Suzy langsung mengerti.

Mereka menuju ke warung tempat Kim Myungsoo jaman joseon itu berada. Samar-samar mereka mendengar pembicaraan mereka.

“Doryeonim, kau sudah terlalu banyak bekerja selama ini. Kenapa kau tidak mencoba untuk mencari istri?” tanya salah seorang bangsawan itu.

Kim Myungsoo jaman joseon menjawab dengan mabuknya “Hanya seorang saja yang bisa menjadi istriku. Hanya Park Jiyeonlah yang bisa mendampingiku”

TBC

.

Jeongmal Mian~ Sudah postnya ngaret, kependekan lagi. Hanya saja di chap ini banyak yang terungkap.

Author hanya menulisnya dalam waktu dua jam dan harus langsung diselesaikan karena author harus mengejarkan hal lain, so sekali lagi Mianhe~

Tapi, Author udah berusaha semaksimal mungkin, so, don’t forget to leave your mark.

51 responses to “[Chapter-Part 4] Shadow Sun

  1. Pingback: Shadow Sun[Epilog] | Nealra Note·

  2. Pingback: Shadow Sun[Chapter 6/END] | Nealra Note·

  3. Aiiih.
    Myungsoo juga ada dijaman joseon…
    Ckckck kasihan sekali nasib park jiyeon asli….
    Lanjut yaa

  4. Pingback: [Chapter-Epilog]Shadow Sun | High School Fanfiction·

  5. kenapa agen lee tiba2 ikutan? jd dia yg manah jiyi huhu tega banget dia. aigooo jadi calon istri myungsoo jama joseon itu park jiyeon, kasian dia kehilangan calon istrinya :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s