[ONESHOT] Our True Love

image

RachelP present…

Title: Our True Love
Casts: Jiyeon, Myungsoo
Genre: Romance, bit fantasy
Poster: Thankyou to KimLeeHye19 eonni yang uda buatin poster at nicefanfiction.wordpress.com

Holllaaa! Okay, mianae, yang nunggu2 FF “Together?” dan “Danger”^^ Aku kesini malah bawa Oneshot. Aku ga mau ngomong panjang lebar, so, happy reading!

Berbincang-bincang disebuah taman ini,tentu menjadi kebiasaan kami.Mmh,ne.. Aku dengan Jiyeon. Jiyeon adalah teman terbaikku semasa highschool.

Bercurhat mengenai segalanya, itu sudah sering. Banyak teman-teman iri kepada Jiyeon yang bisa akrab dengan namja sepertiku. Aku sudah terkenal disekolah dulu karena ketampananku. Mungkin.

..

“Ne, sajangnim. Aku segera kesana” ucapku ditelepon kepada sajangnimku melalui pesawat komunikasi kami. ‘Aish. Hari ini sungguh repot. Sudah survei banyak hotel, tugas menumpuk, dan sekarang,saat aku menuju tempat makan siangku,sajangnim memintaku kekantor segera. Ia bilang ada meeting. Menjadi manager itu tak mudah’ batinku.

Aku menambah volume radio dimobil. “Oh, baby nun gama nareul dama..
gaman neoui ane deureo ga..” Aku menyanyikan lagu favoritku,”Arm Pillow” milik Park Shinhye.

Mobilku semakin melaju cepat. Aku mengambil ponselku dari saku kemejaku. Mm.. Tidak ada pesan masuk. Baguslah,biasanya, sajangnim terbawelku itu,selalu saja menelponku.

Kulihat didepanku,ada mobil menuju lawan arah yang kutuju. Aku membelokkan setir,tapi tidak berguna. Dan..

Brakk.

Aku tertabrak mobil itu,dan semua… Gelap.

Author’s PoV

“Ck.. Kemana dia? Tak kunjung datang..” keluh Kim sajangnim diruangannya. Ia terus memperhatikan jam yang terlilit di tangannya. Ia mencoba menghubungi Myungsoo,tapi hasilnya.. Tidak diangkat.

Tok..tok.tok..

Suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangan Kim sajangnim. “Ne,masuk” Ucapnya keras,agar terdengar sampai luar. Sekretarisnya, Boram masuk dengan tampang.. Entahlah. Percampuran antara panik,syok,khawatir,dan sebagainya.

“Sa..Sajangnim.. Myu..Myungsoo.. Kecelakaan” ucap Boram terpatah-patah. Mendengar kata “Kecelakaan”, Kim sajangnim langsung terlihat syok. “Mwo?! Nugu? Kim Myungsoo? Kecelakaan?!” Tanya sajangnim panik

“N..Nde,sajangnim. Aku mendapat info dari Jieun, saat Jieun berencana menuju sebuah rumah makan,ia melihat plat mobil Myungsoo. Dan saat ia melihat plat mobilnya,ia segera melihat kondisi mobilnya. Hancur semua. Kaca pecah,dan mobil tak berbentuk. Ia mencoba melihat kedalam,dan dilihatnya Myungsoo berlumuran darah. Ia menelpon rumah sakit,untuk mengantarnya ke rumah sakit”

‘Kenapa ini bisa terjadi?! Anakku,Taeyeon,baru saja meninggal karena kanker,pabrikku, sudah habis terbakar. Apa cobaan ini lagi? Myungsoo?! Manager kesayanganku.’ Kim sajangnim membatin.

“Lalu? Apa ia masih hidup?” Tanyanya lagi. “Aku hanya mendapat sedikit berita,Myungsoo… dalam keadaan koma.”

“MWO?! Myungsoo? Koma?! Jeongmal?” Setelah mendapat kabar dari Sooyoung, Jiyeon tampak sangat… kaget. Ne,bagaimana rasanya mengetahui teman dekatmu sendiri dalam keadaan koma? Pasti kaget dan khawatir,bukan?Itulah yang dirasakan Jiyeon.

“Dimana ia sekarang? Dirumah sakit mana?” Tanya Jiyeon panik. “Di Seoul hospital. ” jawab Sooyoung. Sooyoung teman baik Jiyeon dan juga teman baik Myungsoo. Tapi,keakraban Sooyoung dengan Myungsoo,tak lebih dari Jiyeon. Jiyeon sudah seperti yeojachingu Myungsoo.

Jiyeon menaiki tangga,menuju ruang sajangnimnya. Ia mengetuk pintu,dan membukanya. “Sajangnim. Hari ini,aku cuti. Mungkin sampai besok. Aku.. ada urusan penting” izin Jiyeon. “Oh,ara” jawab sajangnim santai dan singkat. “Ghamsahamnida,sajangnim” ucap Jiyeon membungkuk.

Ia mengambil tas dan kunci mobilnya untuk bercepat-cepat menuju Seoul hospital.

..

“Emm,agashi,ruang atas nama Kim Myungsoo? Dilantai 3 nomor 312” ucap seorang resepsionis. “Oh,geurae. Gomawo” Jiyeon segera setengah berlari menuju lift diseberangnya. Ia menekan tombol dengan tanda panah naik.

Sesampainya dilantai tiga,ia mencari nomor kamar teman tercintanya itu.

Jiyeon’s PoV

Myungsoo hanya koma,kan? Tidak lebih,kan? Jebal.. Kajima,biarkan ia selalu bersamaku..

Aku mengetuk kamar bernomor ‘312’, dan kulihat didalam, Myungsoo serta keluarga dan teman-temannya berkumpul disana. Myungsoo hanya terbaring lemah diatas ranjang dengan mata tertutup. Eomma dari Myungie menangis,walau ia belum ditinggalkan puteranya itu.

“Oh,Jiyeon-ah.. kau teman dekatnya,kan?” Tanya Ahjussi. “Ne,Ahjussi. Bagaimana Myungsoo sampai bisa terjadi koma?” Tanyaku. “Kami tidak tahu jelas. Berdasarkan CCTV dijalan, ada mobil yang berlawanan arah dengan mobil Myungsoo,dan tertabraklah mobil Myungsoo”

Aku hanya mengangguk mendengar penjelasan Ahjussi. Myungie.. Jebal,bangunlah. Kau tahu,aku merindukanmu? Sejujurnya,aku menyukaimu. Mungkin, aku sudah terlambat untuk menyatakannya.

Tidak. Tidak ada kata terlambat. Aku yakin,Myungsoo pasti akan hidup normal lagi. Aku yakin akan itu.

Author’s PoV

Jiyeon hanya terduduk dipojok kamar dengan cat dinding abu-abu dengan mata bengkak. Jiyeon menangis seharian dan ia sudah memohon kepada Tuhan,agar Myungsoo bangun secepat mungkin. Ia ingin bertemu dengannya. Sangat ingin.

Jiyeon dengan gontai berjalan ke balkon rumahnya. Ia merasa capek menangis seharian yang mungkin tak berguna itu.

“Andai saja.. Aku telah menyatakan perasaanku padamu. Aku tak akan menyesal sedalam ini. Myungie-yya, kajima! Jangan tinggalkan aku sendiri,” lirihnya. Airmatanya pun kembali berjatuhan. Ia rindu Myungsoo.

Sementara dirumah sakit, Taeyeon, eonni Myungsoo,hanya berdiri di samping dongsaeng kesayangannya itu. Ia berharap sama seperti Jiyeon,berharap ia cepat bangun. Tentu,semua orang terdekatnya berharap itu.

‘Aku merasa, Myungsoo membuka matanya,walaupun sedikit. Apa aku salah lihat?’ Batin Taeyeon. Sedikit demi sedikit… Mata Myungsoo terbuka! Bagai keajaiban untuk seluruh orang yang berada disana

“N..Noo..Noona..” Myungsoo memanggil noona nya. Taeyeon terkejut,melihat dan pula mendengar,dongsaengnya memanggilnya.

“M..Myungsoo!” Teriak Taeyeon. Semua orang mengerubungi Myungsoo. “Aku dimana?” Tanya Myungsoo sambil mengedipkan matanya untuk beradaptasi dengan cahaya dikamar ini.

“Thank God! Kau akhirnya siuman!” Ucap Eomma Myungsoo. Semua yang berada disana sudah merasa tenang, karena Myungsoo sudah siuman

..

“M..Myung..Myungsoo sudah siuman? Oh,Tuhan. Gomawo!” Teriak Jiyeon setelah membaca pesan dari Taeyeon. Ia segera berlari keluar kamar,dan menarik kasar T-shirt,celana jins dan tasnya yang tergantung.

Ia berjalan keluar rumah untuk mencari-cari taksi yang sedang melintas. “Oh itu! Taksi itu kebetulan kosong!” Gumam Jiyeon. Ia segera memberitahu nama rumahsakit itu dan taksi melaju dengan cepat.

Berlari. Ya,kegiatan yang dilakukan Jiyeon sekarang setelah turun dari taksi. Banyak pasang mata menatapnya aneh. Secepat kilat,ia berlari.

Tok..tok..
Jiyeon mengetuk pintu kamar. Benar! Myungsoo sedang terduduk diatas kasur itu. “Myungsoo-ah!” Ucap Jiyeon girang. “Ya~ Jiyeonie! Kau datang?” Tanya Myungsoo tersenyum

“Tentu” jawab Jiyeon mantap. Ia memeluk sahabatnya itu. “Aku merindukanmu,Myung..” ucap Jiyeon kepada Myungsoo yang masih dalam pelukannya. “Nado..”

Setelah berbincang sebentar, Jiyeon dan Myungsoo keluar kamar. Mereka berencana mencari udara segar.

Myungsoo’s PoV

Tring~

Apa itu? Seperti malaikat? Tetapi tebus pandang? Dihadapanku? Aku memandang aneh kedepanku. Aku mengelap mataku dengan tangan. Apa yang kulihat?

“Kim Myungsoo..” panggil orang bertembus pandang itu. “Ne? Nuguseyo?” Jiyeon menatapku aneh. Mungkin ia tak melihat makhluk aneh ini.

“Aku malaikat pengangkat nyawa. Yang diatas memberitahuku untuk diberitahukan kepadamu,kau… kau hanya bertahan 10 menit untuk hidup”

“Mwo?! Apa kau bilang? Kau yakin apa yang kau katakan?!” Tanyaku menantang. “Kau tak percaya? Demi apapun,semua orang tak akan melihatku. Tanyakan saja pada yeoja disebelahmu”

Aku terdiam sesaat. “Wae,Myung?” Tanya Jiyeon tiba-tiba. “Emgh.. apa kau melihat makhluk aneh didepanku tadi?” Jiyeon mengerutkan keningnya. “Aniyo.. makhluk aneh?”

Berarti benar. Ia malaikat pencabut nyawa. Apa dia bilang? Hanya 10 menit lagi? Sebaiknya,aku katakan ini pada Jiyeon. Aku jelaskan semua itu.

“Mwo?! Kau bohong,kan?” Tanyanya curiga. “Jiyeon. Aku tidak bermain-main. Aku serius.” Jawabku serius. Tiba-tiba,malaikat tadi muncul disebelahku. Sekarang,ia tak tembus pandang. Mungkin agar Jiyeon percaya padaku.

“Apa ini yang kau maksud?” Tanyanya berbisik. “Ne.” Jawaban singkat,tapi meyakinkan. “8 menit lagi..Park Jiyeon,apa tak ada yang ingin kau sampaikan pada Myungsoo untuk terakhir kalinya?” ujar malaikat itu.

“eng..aish.. Myungsoo.. Sejujurnya.. Aku.. Me..Menyukaimu.” kata Jiyeon tertunduk. “Kau menyukaiku? Aku lebih. Aku mencintaimu,” Aku memeluk Jiyeon erat. “Kenapa kau baru menyatakannya sekarang? Saat detik-detik terakhir?” Tanyaku.

Jiyeon’s PoV

“Mungkin.. Aku malu denganmu. Dan aku takut ditolak olehmu..” aku hanya terdiam dipelukannya. “Jiyeonie.. Kajja!” Myungsoo menarik lenganku. Entah kemana tujuannya.

6 menit lagi…

Ia menarikku ke suatu toko perhiasan. Ia memilih cepat satu pasang cincin lapis emas. Ia membayarnya saat itu juga.

Setelah memasukan cincin itu ke dalam sakunya,ia menarikku ke taman bunga tulip yang besar. Ia melilit bunga yang dipetiknya menjadi sebuah mahkota bunga.Aku tak mengerti semua ini.

Mahkota bunga? Cincin? Maksudmu?

Ia menarikku -lagi- ketempat duduk. “Jiyeon.. Will you be mine? I know,its too late. But,will you be mine? Even it is just 30 seconds left? I need you..” ucapnya yang membuatku terharu. Aku mengangguk

Ia menaruh mahkota bunga diatas kepalaku,dan cincin itu dimasukan ke jariku. Aku hanya tersenyum melihat ini.

1 menit lagi..

Myungsoo.. Apakah kita akan berpisah? Untuk selamanya? Kumohon,aku tidak mau itu. Aku ingin bersamamu selamanya. Tetapi,ini hanya 1 menit lagi.

“Jiyeon..Hanya ini yang bisa aku lakukan didetik terakhir..” ucapnya. “Mwo? Apakah kita aka-” Kecupan manis dari bibirnya menyentuh bibirku. “Kau boleh saja membuang cincin itu. Terserah padamu..”

“Myungie~ tak mungkin aku membuangnya. Benda yang dimiliki kau dan aku. A precious treasure for me..”

Tring~

Malaikat itu muncul lagi.. Apa ia akan mencabut nyawa Myungsoo sekarang? Andwae! “Park Jiyeon,Kim Myungsoo.. Yang diatas memintaku untuk mengatakan ini..  Myungsoo tak akan ditarik nyawanya. Karena, Jiyeon telah menyelamatkannya.”

“Jeongmal? Menyelamatkannya?” Tanyaku terkejut. “Ne. Kau telah menyelamatkan kepergiannya dengan cinta tulus. Cinta tulus adalah segalanya”

Aku dan Myungsoo bertatapan. Ia tak menarik nyawa Myungsoo? Gomawo! Sekali lagi,Myungsoo mengecup bibirku. “Gomawo..”

Author’s PoV

“Chukkae, MyungYeon couple!” Goda Taeyeon. “Ah, eonni.. Aku merasa sangat bahagia sekarang,” Jiyeon memeluk kakak iparnya dengan erat. “Akupun begitu, Yeonie. Aku, sebagai kakaknya, melihatmu dan Myungsoo bahagia seperti itu, sudah membuatku bahagia.”

“Eonni.. Bagaimana dengan suamimu? Akankah ia datang pada pesta pernikahan kami sore ini?” Tanya Jiyeon yang didandani oleh makeup-artist. “Tentu saja. Emm, Jiyeon. Akankah kau berjanji akan membuat Myungsoo bahagia selamanya?”

“Noona.. Aku yakin, ia pasti akan membuatku bahagia. Ya ‘kan, yeobu?” Jiyeon terkejut mendapat pelukan dari belakang, karena setaunya, Myungsoo sedang didandani makeup-artist dikamar lain. Pipi Jiyeon bersemu merah. Tapi, Jiyeon mengangguk.

Jiyeon segera berdiri saat makeup-artist itu mengatakan ‘sudah’. “Whoaa.. my wife is so.. gorgeous” gumam Myungsoo. “Kau.. Kau cantik sekali, Jiyeon!”

“Kajja!” Myungsoo menarik lengan Jiyeon. Tentu saja, Jiyeon hampir tergelincir karena baju pengantin yang ia gunakan panjang sekali. Jiyeon hanya tersenyum manis.

“Mau kemana, chagi?” Tanya Jiyeon. “Ke suatu tempat yang menakjubkan.” Tangan Jiyeon masih digenggam oleh Myungsoo.

“Taraaa..” ucap Myungsoo setiba mereka ditaman angsa. “Wah, chagi.. Kau tahu, aku suka angsa? Terutama angsa putih bersih seperti ini..”

Myungsoo tersenyum dan menarik Jiyeon kearah seberang, untuk menyeberangi jembatan. Setelah menyeberangi jembatan, Myungsoo menarik Jiyeon kesebuah patung angsa. Di paruh angsa tersebut, terdapat banyak lembaran kertas kosong yang tergantung.

“Tulislah apa yang akan kau sampaikan padaku, dan ukirlah namaku dan namamu di patung angsa ini” suruh Myungsoo pada Jiyeon. Jiyeon mengambil pensil dari samping patung itu, dan menuliskan pesannya pada Myungsoo. Myungsoopun mulai menulis pesan pada Jiyeon.

Setelah menulis pesan mereka, mereka mengenggam erat kertas itu, dan mengukir nama mereka di patung angsa. Lalu, mereka saling menukar kertas yang ditulisi pesan.

Myungsoo membuka pesan dari Jiyeon.

To: My beloved baby

Myungsoo-yya.. Kau tahu aku menyukaimu? Mencintaimu, lebih tepatnya. Kau tahu, aku cemas terhadapmu? Kau tahu, aku menangis sepanjang hari saat kau masih koma? Dan juga, saat didepan malaikat mencabut nyawa, aku serasa ingin menangis. Tapi, aku harus tegar. Aku tak mau kau pergi dengan perasaan khawatir. Walau akhirnya, kau kembali untukku.

Tapi, kita telah bersatu. Bersatu selamanya, sebagai MyungYeon couple yang akan menikah sore ini. Aku tak akan melepasmu.. selamanya.

Kini, Jiyeon membuka pesan dari Myungsoo.

Dear my chagi.

Semasa kita SMA, aku menyukaimu pada pandangan pertama. Tapi, itu baru sekedar suka. Dan sekarang? Aku mencintaimu. Mencintaimu lebih dari segala sesuatu. Aku tak akan bisa hidup tanpamu. Kau menyelamatkanku dari kematianku. Kau menyelamatkanku karena power of love.

Aku janji, aku tak akan membiarkanmu jalan sendiri. Aku akan selalu disisimu, sebagai suami yang baik untukmu. Aku tak mau kau menyesal karena telah menikah denganku. Sungguh tak ingin. Aku mencintaimu, Yeonie!

Setelah selesai membaca pesan masing-masing, mereka berpelukan erat. “Kajja! Kita harus balik kekamar!”

-END-

25 responses to “[ONESHOT] Our True Love

  1. Aku gak nyangka kalo setelah myungsoo siuman dia cuma punya waktu 10 menit… Dan akhirnya nyawanya gak jadi dicabut… Kamu bagus banget sihh FFnyaaa…. Aku tunggu karya kamu yang lain ya!! ^^ fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s