[VIGNETTE] #Catoptrophobia – The Mirror

the mirror

The Mirror

by Juliahwang

 

T-ARA’s Jiyeon | | Infinite’s Myungsoo

.

Supranatural, AU, Horror, Mistery | | PG-15 | | Vignette

-Recommend Song-

Evanescence – Before The Dawn

 

~The Mirror~

 

“Aku tidak mengerti. Dia selalu berkata dua kalimat itu padaku.”

“Go Away!”

 

 

Hari ini bukanlah hari yang special. Tidak ada uang saku lebih dari Ibu. Tidak ada guru cantik dan seksi yang mengajar. Tidak ada keberuntungan yang datang seperti hari kemarin. Tapi, ada satu hal yang tidak bisa kulupakan. Saat murid baru itu datang dan menjadi bagian di kelasku.

.

.

.

“Dia datang! Gadis vampire itu datang!”

Sontak kepalaku menoleh ke asal suara. Semua gadis di dalam kelasku mulai berbisik saat itu juga kala yang sejak tadi mereka bicarakan muncul dari balik pintu kelas. Rambut hitam pekat dengan wajah pucat seperti orang sakit, tak ada perubahan apapun saat ia menjadi bagian dari kelasku 2 hari yang lalu.

Seisi sekolah menyebutnya ‘Gadis Vampire’. Gadis biasa yang entah kenapa mencuri perhatian semua orang di sekolahku. Gadis biasa yang kutebak adalah seorang ‘anti sosial’ karena sejak pertama sekolah, tak ada satupun yang berbicara dengannya, terkecuali para guru. Gadis biasa dengan ciri-ciri seperti julukan yang orang-orang berikan, vampire.

Baiklah, ia memang berkata bahwa ia berasal dari Alaska –tak salah kulitnya seputih salju bahkan urat-urat nadinya terlihat menonjol keluar dan berwajah dingin seperti orang-orang luar yang cenderung tak bersahabat dengan orang-orang pribumi –menurutku. Ia cantik, bahkan sangat cantik. Saat melihatnya aku seolah melihat seorang malaikat yang sedang menyamar untuk bersekolah.

Jujur, aku terus memperhatikannya sejak awal memasuki kelas. Aku sangat hafal gerak-geriknya setiap saat. Tatapan dingin tak bersahabat miliknya sudah beberapa kali berinteraksi dengan tatapan penasaranku. Tapi, tak ada hasil setiap aku ingin mengorek informasinya. Ia begitu tertutup dan sangat misterius. Dan, gadis itu bernama Jiyeon.

“Selamat pagi.”

Aku mencoba menyapanya saat ia berjalan melewatiku menuju bangkunya –ia duduk tepat di belakangku. Aku mencoba tersenyum semanis mungkin, tapi seperti biasa, ia tak pernah melirik atau membalas niat baikku setiap pagi –iya setiap pagi.

“Kau sudah sarapan ?” Ia menatapku sejenak dan mengalihkan pandangannya kembali ke buku-buku pelajaran yang ia keluarkan dari dalam ranselnya. “Hmm.. Setidaknya.. Jawablah walau hanya sekali.”

“Sudah.”

Lengkungan senyum muncul dari sudut bibirku. Rasa bahagia entah kenapa memuncak dari dalam dada saat mendengarnya berbicara dan menjawab pertanyaanku –walau hanya satu kalimat. Untuk saat ini, kupikir cukup. Mungkin ia tak sedingin yang mereka semua kira.

“Oke, baiklah.” Ujarku sambil kembali ke posisi depan tempat dudukku.

 

-The Mirror-

 

“Hosh.. hosh..”

Pria itu berlari kencang di tengah kegelapan. Tak ada seberkas cahaya yang menyinari ruangan gelap itu. Myungsoo terus berlari dengan keringat dingin yang terus menetes dari pelipisnya. Nafasnya memburu kala bayangan itu terus menerus menampakkan dirinya.

Go away, Myungsoo!”

“Pergi! Jangan ganggu aku, setan keparat!”

“Hahahaha…”

Ia tak peduli seberapa jauh ia terus berlari. Sejak tadi ia menyadari, ia hanya berputar-putar dalam satu tempat. Ia tak akan mungkin menemukan jalan keluar. Ia terjebak dalam ruangan itu.

“Myungsoo..”

Suara seseorang memanggilnya. Ia menghentikan langkahnya dan mulai memasang pendengaran kembali. “Myungsoo..” Suara itu terus memanggil namanya.

Dengan setengah keberanian, ia mengikuti arah suara itu. Suara itu tak henti memanggil namanya. Myungsoo mulai gila kala suara itu semakin mengecil dan menghilang.

“Siapa kau ?”

SHET!

Berkas cahaya satu persatu menyala menerangi ruangan gelap tempat Myungsoo berdiri. Myungsoo terkesiap dengan ruangan yang akhirnya bisa ia lihat, ruangan gelap itu telah berubah menjadi ruangan remang dengan cahaya seadanya. Tak ada apapun disini. Hanya sebuah ruangan yang tidak begitu besar yang di penuhi dengan cermin. Iya, ruangan itu penuh dengan cermin bergaya antik tahun 80-an dengan model yang sama. Dengan jelas ia bisa melihat dirinya terpantul cermin-cermin itu.

“Tempat apa ini ?”

“Myungsoo..”

Suara itu kembali terdengar. Myungsoo menajamkan telinga dan penglihatannya kembali. Ia memicingkan matanya kala melihat seseorang sedang berdiri di sudut ruangan. Tepat di depan salah satu cermin disana. Rasa penasaran Myungsoo semakin tinggi. Walaupun ia begitu takut, tapi ia mencoba untuk tetap tenang. Rasa takut tak mungkin bisa mengeluarkannya dari tempat aneh ini –begitu katanya.

“K—Kau Jiyeon kan ?”

Myungsoo tak salah lihat. Matanya tak salah menangkap sosok yang sedang membelakanginya saat ini. Ia tak rabun, walaupun cahaya di ruangan itu tak begitu jelas, tapi wajah gadis itu sangat jelas. Tidak ada perbedaan jarak, karena Myungsoo yakin, gadis di hadapannya saat ini adalah gadis vampire itu, Jiyeon.

“Hmm.. A—Apa yang kau lakukan disini ? Apa kau juga terjebak sepertiku ? Mari keluar bersama-sama. Tempat ini sangat menakutkan..”

Tak ada jawaban.

Jiyeon hanya diam sedari tadi. Bukan kebiasaan, tapi ia seolah tersihir oleh cermin itu. Tatapan tajamnya berubah menjadi tatapan kosong dengan terus melihat pantulan dirinya dalam cermin. Bulu kuduknya sontak berdiri saat Jiyeon menoleh sekilas ke arahnya dan kembali menatap cermin. Bagi orang lain, mungkin itu hanya tatapan biasa karena ekspresinya memang seperti itu, tapi bagi Myungsoo, kedua mata Jiyeon seperti melubangi seluruh tubuhnya. Ada rasa tidak suka di dalamnya.

Go away, Myungsoo..”

Myungsoo memiringkan kepalanya. Apa yang baru saja Jiyeon katakan ? Suaranya seperti suara lebah, sangat pelan dan kecil. Ia tak bisa mendengar dengan jelas.

“Apa ?”

“Go away!”

“Agghhhh…”

Suara teriakan memilukan terdengar. Myungsoo menutup telinganya rapat-rapat dan terduduk. “Jiyeon!”

Tangannya terulur hendak menangkap tangan Jiyeon. Gadis itu tersedot dalam cermin itu. Wajahnya terlihat menyedihkan dan gadis itu menangis. Tak sadar, rasa takut kembali menerpa Myungsoo saat Jiyeon telah menghilang. Ia terus memukul cermin di hadapannya, ia ingin Jiyeon kembali. Apa yang sebenarnya terjadi ? Ia mulai bingung. Pandangannya tak terarah dan keringat dingin terus saja menetes dari keningnya.

SHET!

Lampu kembali redup. Ruangan itu kembali gelap gulita. Hawa dingin menyelimuti dan hanya keheningan yang terasa. “Jiyeon!” Myungsoo berteriak memanggil nama gadis itu di dalam cermin. “Kau kemana ? Kembalilah, Jiyeon..”

Saat Myungsoo berbalik, lampu dalam ruangan itu kembali menyala dan betapa terkejutnya dia melihat gadis itu berada di belakangnya. Jiyeon tersenyum kecut dan mendekat ke arah Myungsoo. Saat jarak mereka hanya beberapa inci, wajah Jiyeon yang tadinya tersenyum berubah menjadi wajah dingin dan datar. Kulit wajahnya mengelupas perlahan memperlihatkan urat-urat berwarna merah sedang berdenyut. Myungsoo menelan salivannya mendengar Jiyeon tertawa.

“GO AWAY!”

“Myungsoo! Myungsoo bangun! Myungsoo..”

“IBU!”

“Tenanglah, Nak. Kau kenapa ? Apa kau bermimpi buruk ?”

Myungsoo mengatur nafasnya. Seluruh tubuhnya kini hanya di penuhi keringat dingin. Ia melihat sekelilingnya dan menghembuskan nafas lega. Ia sedang berada di dalam kamarnya. Kepalanya tiba-tiba pusing. Badannya bergetar dan ia masih ketakutan.

“Ibu..” Myungsoo menangis saat melihat Ibunya sedang berada di sampingnya dan mengkhawatirkan dirinya. Myungsoo memeluk Ibunya erat. Kenapa dia ? Kenapa ia bisa bermimpi seperti itu.

“Sudahlah.. Itu hanya mimpi. Kembalilah tidur, Ibu akan menjagamu disini.”

Myungsoo mengangguk. Ia teringat jelas bagaimana ia melihat Jiyeon berubah mengerikan seperti itu. Benar, itu hanya mimpi. Besok ia akan bertemu dengan gadis itu lagi di sekolah. Kejadian di dalam mimpinya tak akan pernah terjadi. Gadis itu tidak mengerikan seperti dalam mimpinya. Atau mungkin memang iya ?

 

-***-

 

“Dia tinggal sendiri di Seoul.”

“Darimana kau tahu ?”

“Kemarin, Jang Seongsangnim yang memberitahuku. Para guru yang lain juga sering membicarakannya di kantor. Gadis itu memang aneh! Bayangkan saja, katanya ia tinggal di persimpangan jalan Gangnam nomor 13. Bukankah persimpangan itu terkutuk ? Tak ada yang berani melewatinya jika kau masih ingin hidup di dunia ini.”

Myungsoo hanya bisa diam mendengar cerita teman-temannya sedari tadi. Topik mereka masih sama sejak 2 hari yang lalu, mereka tetap membicarakan Jiyeon, si gadis vampire yang aneh.

“Kau kenapa, huh ?” Gayoon menepuk pundak Myungsoo kala melihat pria itu hanya diam sedari tadi. Myungsoo hanya menggeleng dengan wajah yang tertekuk. Pagi ini, hatinya merasa berkecambuk. Ia terus saja mengingat mimpinya semalam. Dimana, Ia melihat Jiyeon berbeda dengan kenyataannya. Ia takut, ia takut itu semua sebuah pertanda. Pertanda bahwa Jiyeon bukan gadis sembarangan.

Ketika Minyoung mengeluarkan cermin dari ranselnya, ekspresi Myungsoo langsung berubah. Wajahnya berkeringat dan merah. Tubuhnya bergetar dan kepalanya sangat pusing. Ia mengibaskan tangannya di depan wajah. Entah kenapa setiap melihat cermin, Myungsoo kembali teringat kejadian itu. Kejadian di dalam mimpinya begitu juga wajah Jiyeon yang mengerikan.

“Jauhkan benda itu dariku!”

Myungsoo berteriak histeris. Telinganya ia tutup rapat-rapat dan bersembunyi di balik punggung Jongdae. “Kubilang jauhkan!”

“Kau kenapa ? Kenapa kau ketakutan seperti itu ?”

Myungsoo tak bisa berkata apa-apa. Ia nampak sangat ketakutan dan terus bersembunyi di belakang Jongdae. “Kumohon jauhkan!”

“Minyoung masukkan!” Perintah Jongdae dan Minyoung dengan cepat memasukkan kembali cermin yang ia bawa ke dalam ransel. Myungsoo menarik nafas panjang. Sejak tadi jantungnya terus berdegup dengan kencang.

“Aku pergi.”

Ia berdiri dan berjalan menjauh dari kerumunan. Entah kenapa ia tak suka hari ini. Ia ingin cepat-cepat pulang dan membolos untuk beberapa hari. Saat melewati lobby, suara itu kembali terdengar dengan jelas saat ia lewat.

“Go away!”

Myungsoo menoleh dan mendapati Jiyeon telah berjalan melewatinya tadi. Apakah Jiyeon yang mengatakan hal itu ? Kenapa ini sama persis dengan mimpinya semalam ? Apa maksud dari semua ini ?

.

.

.

Kaki panjang Myungsoo mengarah ke gudang belakang sekolah. Ia berhenti sejenak di depan papan berwarna coklat usang itu. Dahinya mengernyit, apa yang sedang ia lakukan disini ?

Tangannya terulur menyentuh daun pintu dan membukanya. Ruangan kumuh itu tetap sama seperti sebelum-sebelumnya. Tak ada perubahan yang signifikan kecuali sebuah cermin antik yang sama dalam mimpinya, terpajang di dinding ruangan itu.

Myungsoo terkesiap dan memasuki ruangan itu. Ia mulai menyentuh setiap permukaan cermin dengan ekspresi bingung. Kenapa ini sangat persis seperti mimpinya ?

“Jiyeon!”

 

-The Mirror-

 

“Menjauh!”

Pria paruh baya berjas putih itu hanya tersenyum dan memerintahkan para suster di dekatnya untuk pergi dan meninggalkannya sendiri disini. “Aku hanya ingin berbicara denganmu, tidak lebih.”

“Tidak! Kau pasti akan memberikan cermin itu lagi padaku, bukan ?”

Pria paruh baya itu menggeleng. “Tidak akan, percaya padaku.”

Pria yang sejak tadi meracau itu kembali tenang. Ia terus memainkan kuku jarinya dengan pandanganya yang tak terarah, pandangan yang tersirat ketakutan.

“Kau bertemu ‘dia’ lagi hari ini ?”

“Iya.” Pria itu memberikan jeda pada kalimatnya. “Aku tidak mengerti, ia selalu berkata dua kalimat itu padaku. Go away! Setiap saat.”

Pria berjas putih itu tersenyum kemudian menyentuh puncak kepala pria itu. “Kau mau berbagi cerita tentangnya ?”

“Dia cantik. Dia bilang dia datang untukku tapi dia berbohong. Dia jahat, dia selalu menggangguku. Dia selalu muncul setiap aku melihat cermin. Wajahnya sangat menakutkan!”

“Hmm.. Apa tujuannya mencarimu, Myungsoo ?”

Myungsoo terdiam dan menunduk. Pria paruh baya berjas putih itu sekilas melihat senyuman Myungsoo padanya.

“Dia berkata bahwa ia menyukaiku. Tapi, dia malah menyuruhku pergi dan menjauh darinya. Ia berasal dari dalam cermin itu dan ia tak mau kembali ke dalam. Jadi dia menggunakanku.”

“Maksudmu ?”

“Tubuhnya yang lain tak mau menyakitiku, jadi di menyuruhku pergi. Dan sejak kejadian itu, aku baru menyadari kata-katanya..” Myungsoo terdiam menarik nafas dan melanjutkan kata-katanya. “Saat ia menyuruhku pergi, aku tak pernah pergi. Tapi, saat ia tak menyuruhku pergi aku malah mencarinya dan pergi, Tuan Jungshin..”

Pria paruh baya itu menelan salivanya kala melihat senyuman Myungsoo padanya. Dokter Psikiater berpengalaman itu seketika gugup melihat perubahan Myungsoo secara tiba-tiba. Pria itu kembali histeris sambil menunjuk sesuatu di belakang sang dokter.

“A—Apa yang kau lihat, Myungsoo ?” Dokter Jungshin menahan rasa takutnya dan bertanya kembali. Myungsoo hanya menggelengkan kepalanya sambil terus menunjuk. Belum ada dua detik, histerisnya menghilang berganti dengan wajah datar tanpa ekspresi. Senyum menakutkan kembali ia tunjukkan di hadapan Dokter Jungshin.

“Dokter..” Myungsoo menjeda kalimatnya membuat tubuh sang dokter bergetar. “Sepertinya ia ingin bertemu denganmu..”

.

.

.

.

-END-

 

 A/N

Hai..

Ketemu lagi sama saya membawa ff baru MyungYeon ^^

Hmm.. Sebenernya masih nyicil ‘Raining Love’ chapter 5 ya ? Aduh lagi ngestuck banget buatnya, jadi di pending dlu😀 tapi tenang, secepatnya /ini beneran/ akan di post kok ^^

Oh ya, sebelumnya ff ini aku pake cast MyungStal, tapi untuk HSF aku ganti castnya jadi MyungYeon xD hoho biar pada seneng

Semoga pada suka yaa walaupun horrornya gagal banget -_- Tapi, komentar, kritik dan saran sangat di terima ^^

Pyeong~

36 responses to “[VIGNETTE] #Catoptrophobia – The Mirror

  1. rumit ini rumit~ bnyak teka teki asli deh. ohiya chingu, bukan mksdnya mau menggurui atau ap ya cma mau kasi info aja, pribumi itu org jawa chingu, org tanah air, jd agak gmn gtu~ hehe.
    btw, kereeennnn! aku suka diksinya kkkkk keep writing k ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s