Hematophobia

Infinite L4 gif

Hematophobia

a story by Axelle (Goldenspazzer)

Story © Axellehan, 2014

Kim Myungsoo/L (INFINITE) || Park Jiyeon (T-ARA) * Lee Howon (INFINITE) || Drabble or… Ficlet? || Comedy failed ._.♦

.

“Sebenarnya… aku takut darah.”

.

.

.

Suasana di salah satu rumah sakit ternama di Seoul itu hiruk pikuk, penuh dengan pasien-pasien yang sibuk mengantre giliran mereka untuk berobat. Kim Myungsoo—selaku dokter di sana, meski masih magang—mengedarkan ke seluruh penjuru koridor rumah sakit untuk mencari Park Jiyeon, suster yang merupakan rekan kerjanya.

Ia baru menginjakkan kakinya di anak tangga kesepuluh yang akan membawanya ke lantai dua ketika para teman-teman dokternya berlarian ke bawah dari atas. Myungsoo mengernyit, disitulah ia menemukan Jiyeon yang menuruni tangga dengan wajah panik.

“Ada apa?” tanya Myungsoo seraya menahan tangan wanita itu.

Jiyeon menatap Myungsoo heran. “Kau ini. Apa kau tidak tahu? Ada pasien korban kecelakaan yang sekarang dilarikan ke ruang gawat darurat! Cepat, sebelum ia benar-benar berhenti bernapas!” Jiyeon kembali melanjutkan langkahnya. Myungsoo terhenyak sejenak, lantas ia mengekori Jiyeon dari belakang.

Myungsoo sampai di ruang yang dimaksud. Sudah ada beberapa dokter yang menangani di sana. Ia membatu di belakang Jiyeon sampai gadis itu berucap, “Itu dia pasiennya. Astaga! Dia benar-benar sekarat!” pekiknya.

Kim Myungsoo tidak mengubris.

Awalnya, ia terkesiap melihat luka di tubuh pasien yang adalah lelaki setengah baya itu. Wajah yang berlumuran darah, kaki yang robek, serta perut yang juga mengeluarkan cairan pekat berwarna merah.

Namun, lama-kelamaan, ia mulai merasa pusing. Jantungnya berdebar keras. Ditambah dengan bau anyir yang memenuhi hampir seluruh sudut ruangan.

Ya Tuhan, ia melupakan satu hal!

Keringat dingin mulai membasahi wajah Myungsoo. Seluruh tubuhnya menegang tiap kali menangkap gerak gerik teman-temannya yang mulai menangani pasien itu.

Satu detik

Dua detik

Kepalanya semakin pusing.

Tiga detik

Empat detik

Kakinya seolah tidak bisa menompang berat tubuhnya.

Lima detik…

Myungsoo jatuh menghantam lantai. Jiyeon yang pertama kali menyadari akan hal itu, menghampiri pemuda itu dan mengguncang-guncangkan tubuhnya. “Myungsoo-a, kau tidak apa-apa? Myungsoo-a? Kim Myungsoo!”

Sontak, teman-temannya yang lain juga ikut mendekati. Mereka kaget mendapati Kim Myungsoo yang pingsan.

“Kim Myungsoo, kau kenapa?”

“Sadarlah, Myung!”

“Hei, bagaimana ini?”

Myungsoo perlahan membuka matanya. Ia mencoba mendudukkan diri sembari memegang sebelah kepalanya. Dan ia terkaget-kaget mendapati teman-temannya yang kini memandangnya khawatir.

“Syukurlah kau sadar,” ucap Lee Howon.

Pemuda itu mengangguk. Lalu Howon berusaha membantunya berdiri, membawanya ke bangku panjang di depan ruang UGD. Myungsoo terlihat seperti shock berat, wajahnya pucat dengan keringat dingin membasahi seluruh wajahnya.

“Kau baik-baik saja?” tanya Jiyeon. Myungsoo mengangkat wajah dan mengulas senyum tipis.

“Kau sakit?”

Myungsoo menggeleng.

“Lalu?”

Pemuda itu nampak salah tingkah. “Tapi, kuharap kalian tidak tertawa setelah aku menceritakannya.”

Howon dan Jiyeon berpandangan, lalu mengangguk menyetujui.

“Sebenarnya… aku takut darah.”

.

kkeut

HALOOO! SUDAH BERAPA LAMA AKU GAK MUNCUL?? sebulan? dua bulan? seabad? *lama amat*

Bagaimana pendapat kalian dengan ceritaku ini? gaje? maklum, udah lama gak nulis^^

Maaf ya kalo aku ngilang gak jelas begitu. Urusan sekolah bener-bener menyiksa, apalagi sekarang kurikulum 2013 ._.

Jadi, aku mohon maaf banget atas kekurangannya🙂

Sampai ketemu di ffku selanjutnya ya ^_^

26 responses to “Hematophobia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s