[DRABBLE SERIES] OUR – Selfie

mjkkms-our

Selfie

[DRABBLE SERIES] OUR

written by Quinniechip

Friendship Romance School Life || Drabble

-oOo-

Memulai pagi di hari rabu. Mendengarnya saja sudah membuat siswa satu kelas ini cukup muak, apalagi membayangkan bagaimana mereka akan menyelesaikan hari rabu ini.

Bagaimana tidak, semua mata pelajaran peminatan ilmu alam bergabung menjadi satu di hari ini, mulai dari fisika, matematika, biologi, hingga kimia. Ditambah lagi satu mata pejaran membosankan yang menjadi waktu tepat untuk tidur di siang nanti, apalagi jika bukan sejarah.

Bahkan sang juara kelas juga menyetujui bahwa hari rabu adalah hari yang berat, selain karena mereka harus terus menghitung dan menghafal sepanjang hari, buku panduan pelajarannya memang benar-benar tebal dan berisi.

Tak salah jika disaat sinar matahari masih sehat seperti ini, seisi kelas sudah menidurkan kepala masing-masing di atas meja.

“Semangat sekali kalian pagi ini..” Panggil Jiyeon ironi.

Seseorang yang disapa hanya melirikkan matanya tajam, “Diam kau.”

“Oh ada Jongin disini, apa perlu aku panggilkan Soojung agar Kim Jongin semakin semangat menjalani hari ini?”

“Ya! Berhenti menggangguku.” Teriak Jongin terganggu, “Myungsoo-ya, bisa tidak kau menyeret kekasihmu ini untuk menjauh dariku.”

Jiyeon mendelikkan matanya lebar, “Menyeret katamu? Kau kira aku ini ap-”

“Haish.. Suara ribut apa ini? Mengganggu tidur nyenyakku saja!” Sela seseorang dari arah belakang.

Semua mata kini menatap pada seseorang yang tengah tidur dengan posisi tengkurap di belakang kelas. Walaupun tak menampakkan wajahnya, mereka sudah tahu dan tidak akan salah jika itu pasti si lelaki tukang tidur.

“Ya! Choi Minho, apa yang kau lakukan di belakang sana?” Panggil Jiyeon heran.

“Tentu saja untuk tidur dengan alasan ingin mengisi energi sebelum menerima pelajaran di pagi hari yang indah ini..” Sahut Suzy yang baru saja datang bersama Soojung.

Yang lain hanya mengangguk paham, pasalnya mereka sudah tahu betul bagaimana kelakuan teman mereka yang satu itu, Choi Minho benar-benar tukang tidur.

“Apa yang kau bawa?” Tanya Soojung menunjuk tangan kanan Jiyeon yang sedang menggenggam sesuatu.

Dengan cepat Jiyeon mengangkat tangannya, “Ah iya, aku baru ingat..”

“Sejak saat kita pertama kali memasuki kelas ini, kita sama sekali belum pernah mengabadikan momen bersama, mengabadikan momen kelas ini.” Jelas Jiyeon berdiplomasi.

“Jadi hari ini aku membawa–“

Jiyeon menarik benda yang ada ditangannya dan menunjukkannya pada seluruh kelasnya, “Monopod!”

Berbeda dengan teman lain yang terlihat terkesima dengan benda yang dibawa oleh Jiyeon, Myungsoo justru memandang bingung pada Jiyeon, “Untuk apa benda yang kau bawa itu?”

“Ya! Kim Myungsoo..” Teriak Soojung, “Kau ini hidup di zaman apa, monopod saja tidak tahu.”

“Mengapa aku harus mendapatkan kekasih seperti ini, kampungan sekali.” Cibir Jiyeon pelan, “Myungsoo chagi, kau harus tahu jika ini adalah monopod atau mungkin kau lebih sering mendengarnya sebagai tongsis.”

Myungsoo membulatkan mulutnya tanda mengerti, “Ah, tongsis, jika itu tentu saja aku tahu, chagi..”

“Disaat seperti ini, gunakanlah istilah yang lebih berkelas.” Sahut Minho yang entah sejak kapan sudah terbagun dari tidur paginya.

“Sudah, jangan meributkan hal yang tak penting. Sekarang cepat merapat dan kita ambil gambar kelas pagi ini.” Ucap Jiyeon menengahi.

“Bersiap..” Jiyeon mengangkat kedua tangannya dan menempatkannya di posisi yang tepat, “Satu.. dua.. chee-”

“Selamat pagi anak-anak!”

Seluruh mata kini tertuju pada dua orang asingyang baru saja memasuki kelas. Seingat mereka jam pelajaran pertama adalah jam pelajaran milik Son songsaenim, dan dua orang yang berdiri di depan kelas mereka bukanlah Son songsaenim.

“Hari ini kami berdua yang akan mengajar kalian menggangtikan Son songsaenim selama satu bulan kedepan ini, jadi…-”

Ucapan selanjutnya dari seseorang yang berdiri di depan sama sekali tak dihiraukan oleh seluruh siswa kelas, mereka sudah sibuk membicarakan tentang kebebasan mereka selama satu bulan ini tanpa Son songsaenim.

“Jika seperti itu, kita lanjutkan saja acara kita yang terpotong tadi.” Ajak Myungsoo tanpa mempedulikan dua orang yang masih sibuk bicara di depan kelas.

“Apakah tidak apa-apa?” Tanya Soojung khawatir.

Minho mengangguk yakin, “Selama Son songsaenim tidak berkeliaran, semua akan baik-baik saja.”

“Okay baiklah, semuanya bersiap..” Jiyeon memandu, “Satu.. dua.. cheese.”

“Bagaimana hasilnya?”

Jiyeon hanya membalasnya dengan acungan jempol, “Pencahayaannya bagus.”

Jiyeon kembali mengangkat monopod miliknya, seisi kelas juga ikut bersiap dengan pose masing masing, “Satu.. dua.. say kimchi.”

“Dimohon untuk menyimpan barang-barang yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran ini!” Perintah seseorang di depan yang sedari taddi terus bicara tanpa didengar oleh sekumpulan siswa yang diajaknya bicara.

“Kali ini berikan ekspresi terjelek kalian!” Perintah Jiyeon, “ Satu.. dua.. tiga.”

“Sekali lagi. One.. two.. th-”

“APA YANG KALIAN LAKUKAN!”

Pandangan seluruh kelas kini benar-benar tertuju pada sumber teriakan yang berasal dari pintu. Seseorang yang mereka kira tak akan mengajar mereka selama satu bulan kedepan ini, tiba-tiba saja berdiri di depan pintu kelas mereka.

“HARGAI YANG BERADA DI DEPAN!”

Dalam kurun waktu kurang dari lima detik, seisi kelas sudah tertata dengan rapi. Kursi dan meja yang semula tak beraturan, entah bagaimana caranya kini sudah berada dalam satu garis yang lurus dari depan hingga belakang.

Semua siswa sudah duduk rapi dengan posisi badan yang tegap, seakan menunjukkan jika mereka sudah siap untuk menerima pelajaran hari ini, ditambah dengan setumpuk buku yang terletak manis dihadapan masing-masing.

“Hari ini kita akan mempelajari tentang bagian dari sel tubuh manusia..” Ucap orang asing yang mengaku sebagai guru magang itu mulai menjelaskan.

Seisi kels tampak sunyi, bahkan suara gesekan sepatu mungkin akan terdengar. Tak ada yang berani bicara, karena mereka tahu mata Son songsaenim masih menatap tajam kearah mereka.

Bukan karena mereka memperhatikan apa yang diucapkan dan dijelaskan oleh guru di depan, mereka masih sibuk menenangkan diri masing-masing.

Jantung Suzy hampir copot dibuatnya. Myungsoo merasa nyawanya sudah sebatas tenggorokan sekarang. Tubuh Soojung jadi lemas sejadi-jadinya seakan ia hidup tanpa tulang.

Jongin yang selalu membuat ulah kini tak lagi beraksi, ia lebih memilih untuk menatap pada sederet huruf yang sama sekali tak ia mengerti. Minho yang biasanya lebihmemilih tidur daripada harus memusingkan pelajaran, kini tengah mendengarkan setiap kata-kata yang sebenarnya tak ia pahami. Sedangkan Jiyeon, ia sedang menangis dalam hati, membayangkan bagaimana nasib ponsel dan monopod miliknya yang tergeletak mati di belakang sana.

~

Note :

Halooooooo~ Aku balik tidak dengan 15:40:45, maaf ya nggak sesuai janji maaf banget

Masih dengan alasan yang sama, kewajiban sebagai seorang siswa sama sekali nggak bisa ditinggalin gitu aja, dan sayangnya aku adalah siswa yang masih belum bisa me-manage waktu dengan baik aduh sedihnya T.T

Tapi aku usahain cepet deh 15:40:45 nya, kalo bisa minggu ini deh tapi nggak janji juga ya hehe

Comment please yes! Sarannya juga boleh kok~

40 responses to “[DRABBLE SERIES] OUR – Selfie

  1. Akuuu sukaaa, semua castnya aku sukaaa terutama Jiyeon-kai haha..
    Walaupun kayanya di sini mereka gak pasangan, tp ttp suka. Soalnya ceritanya lucu, tulisan kmu juga semakin bagus aja thor. Semangat yaa

  2. Pingback: [DRABLLE SERIES] OUR – Still | High School Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s