[CHAPTER-PART 2] NEBULOUS

nebuu

Author : Yochi Yang

Title : The Nebulous

Main casts : Park Jiyeon and Kim Myungsoo

Other Casts : Yang Yoseob, Oh Sehun, Park Chanyeol, Wu Yi Fan aka Kris, Yoon Dujun, GD

Genre :Mystery, Fantasy, Romance, School life, Little bit comedy

Length : Chaptered

Rating : General

.

Previous : |Teaser| 1 |

.

Oppaaa!!”

Bruk!

Aiyaa..” Jiyeon yang semula berlari hendak merangkul Yoseob dari belakang itu malah jatuh terjerembab karena Yoseob menghindar secara tiba-tiba.

Eoh, Jiyeon-a, gwaenchanha? Kenapa kau bisa sampai jatuh begitu, eoh?” kata Yoseob sambil membantu Jiyeon berdiri.

Aishh! Kalau kau tidak menghindar juga aku tidak mungkin terjatuh. Paboya!” sungut Jiyeon kesal, namun ia tak menolak saat Yoseob membantunya berdiri.

Ah, jadi tadi kau bermaksud ingin memelukku, begitu?”

Dwaesseo.. Kau memang bukan namjachingu yang pengertian. Tinggalkan aku, aku akan mencari Kris sunbae saja.” kata Jiyeon sambil beranjak pergi dengan memasang wajah kesal.

Yaa, kalau kau melakukannya, aku benar-benar akan selingkuh.” Kata Yoseob dengan nada mengancam.

“Lakukan saja.”

“Kau yakin?”

Yaa, Oppa kau benar-benar menyebalkan. Apa kau ini memang benar-benar namjachinguku, eoh?”

Matjayo..”

Aish.. Aku akan pergi mencari Kris sunbae. jangan ganggu aku.” Jiyeon kembali melangkah meninggalkan Yoseob yang hanya tersenyum geli melihat tingkahnya.

Yaa, L, apa kau memiliki pikiran yang sama denganku?” tanya Jisoo yang ternyata mengikuti Jiyeon hingga sampai di sekolah bersama Myungsoo.

Eoh?” sahut Myungsoo.

“Dia bukan hanya tidak tampak seperti yeoja, tapi dia lebih mirip seperti anak kecil.”

Emm..”

Yaa.. Wae geurae? Hari ini kau tampak lebih pendiam dari biasanya?”

“Jisoo-ya, apa kau tidak memiliki firasat apa-apa terhadap Jiyeon?”

“Firasat? Maksudmu?”

“Aku merasa ada sesuatu yang aneh berkaitan dengannya.”

“Apa yang kau bicarakan? Sebagai seekor kucing aku bahkan tidak mencium sesuatu yang istimewa darinya. Kenapa kau tiba-tiba bertanya begitu?”

Anni.. Geunyang—kau tahu? Aku ternyata bisa membaca pikiran Jiyeon.”

Mwo? Jinjja?”

Emm..” angguk Myungsoo. “Geuge— Aku merasa seperti pernah tahu sesuatu tentang seseorang yang pikirannya dapat kubaca, tapi entahlaah aku tidak ingat dengan jelas apa itu.”

Mwoya? Aku bahkan tidak paham sama sekali apa yang kau bicarakan, L.”

Ck.. Dwaesseo.. Semakin kupikirkan, ternyata kepalaku semakin terasa pusing. Kkaja..”

Eoh? Eodi?”

“Jalan-jalan.”

“Bagaimana kalau kita cari makan saja. Aku lapar.” ucap Jisoo seraya terbang mendahului Myungsoo.

Anni, aku masih belum lapar.”

Keunde L, ngomong-ngomong, pikiran yang seperti apa yang bisa kau baca dari Jiyeon?”

Geuge—Aku tidak ingat.”

Yaa.. Tidakkah kau pikir kalau kau ini terlalu pelit padaku?”

“Tidak juga.”

YAA!!”

“Diamlah, kau terlalu berisik..”

Sementara Yoseob yang masih berada di tempatnya itu tersenyum kecil, lalu kembali melangkahkan kakinya menuju kelas.

Jiyeon masih bersungut-sungut ketika kedua kakinya menaiki anak tangga yang menuju ke kelas seniornya, tepatnya kelas Kris.

“Aku benar-benar akan membuat namja pesek itu terbakar api cemburu. Seenaknya saja dia memperlakukanku seperti itu. Aku benar-benar akan selingkuh dengan Kris sunbaehmm andai saja aku bisa. Aigoo kenapa dadaku mendadak berdebar-debar begini? Padahal aku baru menyebut namanya saja tapi sudah seperti ada getaran aneh di dadaku.”

Bruk!

Argh!” erang Jiyeon ketika tubuhnya bertabrakan dengan tubuh seseorang. Ia hampir saja terjatuh seandainya kedua bahunya tak ditahan oleh orang tersebut.

Deg! Dan napas Jiyeon seketika tertahan ketika melihat siapa yang berhadapan dengannya. Entah apa yang terjadi, semilir angin mendadak berhembus membuat rambut Jiyeon tersibak.

“K-Kris sunbae?” gumamnya gugup bukan main.

Kris tersenyum dan segera melepaskan pegangan tangannya dari kedua bahu Jiyeon. “Gwaenchanha?” tanyanya.

N-ne.. Ak-aku—aku— sehat. G—gomawoyo..”

Lagi-lagi Kris tersenyum saat mendengar jawaban Jiyeon. “Aku senang mendengarnya. Berhati-hatilah. Kau bisa saja jatuh lagi nanti.” Katanya.

Jiyeon hanya mampu mengangguk. Kris tersenyum lalu beranjak, namun Jiyeon menahan lengan blazernya.

S-sunbae..” panggilnya membuat Kris urung beranjak.

Ne?” sahut Kris.

Jiyeon melepaskan pegangannya lalu menunduk dalam-dalam.

“Aku— aku— bolehkah aku ikut denganmu?” ucapnya hati-hati.

Kris tak segera menjawab. Ia hanya menatap lurus pada Jiyeon yang masih menunduk. Yeoja itu memejamkan kedua matanya rapat-rapat karena takut mendapat penolakan dari Kris. Ia bahkan meremas kedua tangannya kuat-kuat.

NOONAA!!”

Baik Jiyeon maupun Kris menoleh serempak mendengar teriakan tiba-tiba itu. Tahu-tahu Sehun sudah berdiri sambil berkacak pinggang di dekat mereka.

“Apa yang kau lakukan, Noona?” tanyanya galak.

Jiyeon justru menatap heran pada Sehun. “Kau?” katanya sedikit kesal karena merasa Sehun sudah merusak suasana.

Noona, sudah kubilang jangan dekat-dekat dengannya. Kkaja, ikut denganku!” tanpa menunggu jawaban Jiyeon, namja itu menarik tangannya dan mengajaknya menjauh dari Kris.

Yaa, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!”

Shireo!” Sehun tetap bersikeukeuh.

Sementara Kris hanya menatap kepergian mereka dengan sedikit tersenyum.

Bukk!

Yoseob yang semula sedang asyik meneguk minuman kalengnya itu tersedak saat tiba-tiba Jiyeon menubruknya. Namun ia lebih terkejut lagi ketika melihat Sehun datang bersama Jiyeon.

Mwoya?” tanyanya heran.

“Bukankah kau ini namjachingunya? Seharusnya kau lebih ketat mengawasinya. Jangan biarkan dia berkeliaran kemana-mana, hyung.”

Hyung?” Jiyeon mengikuti ucapan Sehun dengan ekspresi heran.

Oppa kau mengenalnya?” tanyanya kemudian pada Yoseob.

Yoseob mendesah. “Tunggu di sini,” ucapnya sambil menyerahkan minumannya pada Jiyeon, lalu ia pun menyeret Sehun keluar dari kelas.

Sementara Jiyeon hanya menatap kepergian mereka dengan tatapan —ada apa dengan namjanamja ini— sambil memegangi minuman kaleng milik Yoseob.

Yoseob menatap Sehun tajam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

W-wae? kenapa menatapku seperti itu? Apa aku melakukan sesuatu yang salah?” tanya Sehun sedikit gentar. Walau bagaimanapun juga, kemampuannya masih berada di bawah Yoseob.

“Sehun-a, tak bisakah kau bersabar sedikit saja?” Yoseob kembali memasang ekspresi normalnya.

“Tapi aku tak bisa membiarkan Noona berdekatan dengannya. Kalau itu terjadi, klan kegelapan akan lebih mudah menemukannya.”

“Aku tahu. Tapi tetap saja sikapmu yang seperti itu akan menimbulkan kecurigaan. Kita tidak tahu siapa saja klan kegelapan di sini yang sudah menyamar menjadi manusia. Kalau kau terlalu over protective padanya, bisa-bisa kau sendiri yang mengundang kecurigaan mereka.”

Sehun tak menjawab, namun ia merasa perkataan Yoseob ada benarnya.

“Lagipula mereka tetap tidak akan bisa menemukannya kalau mereka berdua tidak melakukan kontak fisik.” Lanjut Yoseob.

Sehun masih bungkam. Dalam hati ia memprotes kenapa bukan dirinya saja yang berada di posisi Jiyeon. Namja itu sangat menyayangi Jiyeon lebih dari apapun.

Geogjeongma. Aku akan melindungi Jiyeon seperti janjiku pada Raja.” Lanjut Yoseob.

“Apa semalam kau jadi pergi melihatnya?” tanya Sehun kemudian.

Anni..”

Wae? bukankah kau bilang semalam akan melihat Noona?”

“Aku sudah ke sana, tapi aku melihat orang lain di sana.”

“Orang lain? Nugu?”

Yoseob tak segera menjawab, seolah sengaja membuat Sehun penasaran karenanya.

“L.. Kubilang aku lapar. Kenapa kau malah mengajakku kemari?” kata Jisoo yang terbang dengan malas mengikuti langkah Myungsoo.

“Jiyeon bilang kita hanya bisa makan saat mereka semua sedang berada di kelas. Dan itu masih lama. Jadi bersabarlah dulu.”

Aish.. Lalu kau mau kemana sekarang? Aku mengantuk.”

Molla.. Aku hanya memikirkan sesuatu.”

Mwo? Sejak kapan kau mau berpikir, L?”

Yaa! Kau pikir aku sebodoh apa, eoh? Aku— hanya memikirkan Jiyeon.”

“Kau masih memikirkan tentang seseorang yang pikirannya dapat kau baca itu?”

Emm..”

Hmm.. L kau tidak sedang jatuh cinta padanya kan?”

Yaa tentu saja tidak. Aku hanya merasa ada sesuatu yang tersembunyi yang berkaitan dengannya.”

“Syukurlah, kupikir seleramu sudah menurun.”

Yaa, kalau Jiyeon mendengarmu kau bisa dihajarnya.”

“Kalau begitu tolong rahasiakan ucapanku tadi darinya.”

Myungsoo hanya mengangguk. Jisoo menarik napas lega. Namun tiba-tiba ia menarik ujung baju belakang Myungsoo.

“L, lihat ada orang tergeletak di jalanan.” katanya sambil menunjuk ke arah tepi jalan yang sepi.

“Kau benar. Ayo kita ke sana. Siapa tahu dia membutuhkan pertolongan.” Sahut Myungsoo.

“Tapi aku yakin dia tak bisa melihat kita.”

“Kita coba dulu.”

Keduanya pun segera beranjak menuju tempat yang dimaksud Jisoo tadi. Mereka melihat seorang namja sedang terbaring di trotoar, entah pingsan entah tidur mereka tidak tahu.

“Apa dia pingsan?” tanya Jisoo penasaran.

Molla. Tapi sepertinya dia hanya tidur.”

Ugh.. Dia terlihat kacau. L perasaanku tidak enak. Ayo kita pergi saja.”

Jamkkanman. Kita belum tahu ada apa dengannya.”

Geumanhae.. Kita pergi saja.” kata Jisoo sambil menarik-narik baju Myungsoo. tapi karena ia hanya seekor makhluk kecil, bahkan sesenti pun ia tak berhasil membuat Myungsoo bergerak.

“Kucing mana yang berani mengganggu tidurku, huh?”

Kyaaa dia bangun!” teriak Jisoo terkejut sekaligus ketakutan.

“Jisoo-ya, dia bisa mendengarmu. Itu artinya dia juga bisa melihatmu, kita berdua.” Justru sebaliknya dengan Jisoo, Myungsoo malah bersemangat dan mendekati namja yang masih berbaring itu.

Jeogiyo.. Apa kau bisa melihat kami?” tanya Myungsoo.

Namja itu menggeliat sebentar, lalu merubah posisinya menjadi duduk dan menatap Myungsoo dengan kedua mata masih setengah terpejam.

“Apa maksudmu? Apa karena aku selalu tidur jadi kau pikir aku ini buta, eoh?” katanya.

“A-anni.. Anni.. Hanya saja, kami bukan berasal dari bumi, jadi kami pikir kau tak bisa melihat kami.”

“Aku tahu.”

N-ne?”

“Kau L kan, juga si kucing cerewetnya, Jisoo?”

“Kenapa harus ada embel-embel cerewet segala?” gumam Jisoo tak terima di balik punggung Myungsoo.

“Kau— bagaimana bisa tahu nama kami?” tanya Myungsoo takjub sekaligus heran.

“Tentu saja. Kita berdua sama-sama bukan berasal dari bumi.”

“Astaga, dia bahkan tidak mengikutsertakanku?” lagi-lagi Jisoo bergumam di balik punggung Myungsoo.

Jinjja? Kau— juga berasal dari Nebulous?” tanya Myungsoo semakin bersemangat. Ia tidak menyangka rupanya ada juga yang senasib dengannya di bumi.

Eoh.. Tapi sepertinya kau masih baru. Apa kau belum menelan pil bumi?”

“Pil bumi?”

“Bodoh. Kalau kau tidak menelannya bagaimana kau bisa bertahan di bumi?”

K-keunde, apa itu? Aku bahkan tidak tahu hal itu sama sekali.”

Ck.. Jinjja..” desis namja itu seraya merogoh kantung celananya yang sedikit lusuh dan mengeluarkan botol kecil berisi beberapa buah pil.

“Ambillah. Kau akan bisa bertahan kalau menelannya.” Katanya.

Myungsoo menerima benda itu dengan sedikit ragu.

“L, jangan dengarkan dia. Siapa tahu dia hanya mencoba menipu kita?” bisik Jisoo yang masih berada di balik punggung Myungsoo.

Yaa kucing cerewet, apa kau ingin tubuhmu lenyap selamanya dalam waktu dekat, eoh?”

Kyaaa L dia mencoba menjahatiku.” Pekik Jisoo pelan.

“Apa maksudnmu dengan lenyap selamanya?” tanya Myungsoo penasaran.

“Makhluk kahyangan hanya bisa bertahan di bumi selama 2 hari. Setelah itu tubuh mereka akan lenyap selama-lamanya, kecuali mereka menelan pil bumi ini. Dan bukan hanya itu saja. Kau harus memakan pil bumi sehari sekali. Kalu tidak, tubuhmu akan perlahan lenyap.”

“Lalu darimana kami bisa mendapatkan pil bumi ini?”

“Bekerja.”

Mwo?”

“Kau harus bekerja agar bisa mendapatkan pil bumi. Dan pekerjaan itu tidak mudah.”

“M-maksudmu?”

“Kau harus membunuh.”

“M-MWO??”

“Jangan panik dulu. Yang kau bunuh bukan manusia biasa. Tapi klan kegelapan yang berada di bumi.”

Klan kegelapan? Aku benar-benar tidak mengerti maksudmu.”

Yaa, bukankah kau ini dari Nebulous? Bagaimana bisa kau tidak mengerti soal klan kegelapan?”

Geuge— selama ini aku tidak pernah ikut campur dalam permusuhan antar klan, jadi aku tidak begitu mengerti.”

Namja lusuh itu mendesah sejenak. “Klan kegelapan selalu berusaha mengambil alih kekuasan Negeri Nebulous. Dan satu-satunya yang bisa menghentikan mereka hanyalah putri Raja. Namun saat ini putri Raja masih terlalu lemah. Ia masih belum bisa menggunakan kekuatannya karena kekuatannya menghilang karena diserap oleh seseorang yang tak diketahui saat ia baru lahir. Tapi masih ada kemungkinan ia bisa mendapatkan kekuatan itu kembali, yaitu ketika ia membunuh orang yang dahulu menyerap kekuatannya itu dengan tangannya sendiri.”

“Puteri Raja? Keunde bukankah Raja tidak memiliki seorang Putri?”

“Putri Raja sudah diasingkan ke bumi ketika ia baru lahir, karena Raja khawatir klan kegelapan mengincarnya. Tapi rupanya rahasia pengasingan Putri bocor hingga klan kegelapan mengerahkan semua pasukannya turun ke bumi untuk mencari keberadaan Putri. Untuk itulah kami, sebagai pengawal kerajaan Nebulous diperintahkan turun ke bumi untuk melindungi putri dari klan kegelapan.”

“Kau— pengawal kerajaan? Dan kau tidak sendirian?” tanya Jisoo.

Myungsoo termenung sejenak. Jadi namja ini dari Nebulous? Pantas aku seperti pernah melihatnya. Apa namjachingu Jiyeon dan Oppa Jiyeon itu juga dari Nebulous? Wajah mereka pun seperti tidak asing, pikir Myungsoo.

“Geuge— di mana pengawal kerajaan yang lain?” tanyanya kemudian.

“Sudah cukup mengobrolnya. Aku sudah membuang waktu berhargaku hanya untuk bicara denganmu. Pergilah, aku mau tidur.”

“T-tapi—

“Pergilah, jangan ganggu aku lagi.”

K-keunde bagaimana dengan pilnya—”

“Kau bisa memilikinya. Aku masih punya banyak kekuatan untuk mendapatkannya lagi.”

E-eoh.. Gomawo.”

“Ahh, klan kegelapan hanya muncul tepat setelah matahari terbenam. Namun ada kalanya juga mereka muncul pada siang hari. Ingat, incar tengkuknya saat kau ingin membunuh klan kegelapan. Di situlah kelemahan mereka. Dan setiap kau berhasil membunuh seorang klan kegelapan, maka kau akan mendapatkan sebuah pil bumi di telapak tanganmu. Selain itu kau juga akan mendapatkan uang.”

“Uang?”

Emm.. Semua pasukan dari klan kegelapan selalu membawa banyak uang. Kau bisa memilikinya setelah kau membunuhnya.”

M-mwo?” Myungsoo dan Jisoo melongo mendengarnya.

“Sudah cepat sana pergi. Jangan ganggu aku lagi.”

“K-keunde, setidaknya beritahu aku siapa namamu.” Kata Myungsoo lagi.

“Panggil saja aku— GD..”

“GD.. Tidak jauh beda dengan namaku. Hanya dua huruf.” gumam Myungsoo. Ia bermaksud ingin bertanya lagi, akan tetapi namja bernama GD itu sudah mendengkur dengan pulasnya.

“Cepat sekali dia tidur..” ucap Jisoo heran.

G_Dragon_sleeping_by_DarkSoulKagome90

Name : GD

Description : Pengawal kerajaan Nebulous yang bertugas di bumi

Hobby : Tidur

“Ayo buka mulutmu, aaa..”

Bukannya menurut, Jiyeon justru hanya menatap Yoseob dengan tatapan kesal.

Wae?” tanya Yoseob heran.

“Apa Oppa mencintaiku?”

Ehek! Yoseob tersedak mendengar pertanyaan spontan dari Jiyeon itu.

“T-tentu saja. Kenapa kau bertanya seperti itu?” jawabnya sedikit gugup.

“Kalau begitu kau harus menjawab pertanyaanku dengan jujur.”

Eoh.. Bertanyalah sesukamu.”

“Siapa namja bernama Sehun itu? Kenapa dia selalu menghalangiku setiap kali aku ingin berdekatan dengan Kris sunbae?”

Yoseob tak segera menjawab. Ia mencoba mencari-cari jawaban yang tepat untuk pertanyaan Jiyeon.

Oppa! Apa dia itu mata-matamu?” kata Jiyeon sekali lagi.

Mwo?” Yoseob terkejut mendengarnya.

“Apa namja bernama Sehun itu orang suruhanmu? Kau membayarnya dengan maksud memata-mataiku dan menghalangiku agar aku tidak selalu menjadi stalker Kris sunbae, matji?”

Ehek! Lagi-lagi Yoseob tersedak mendengar tebakan luar biasa dari Jiyeon itu.

Ahh.. Geuge— n-ne, kau benar. Dia memang mata-mataku. Aku sengaja menyuruhnya untuk mengawasimu.” sahut Yoseob pula sambil menggaruk tengkuknya.

“Sudah kuduga.. Aish Oppa kau sangat keterlaluan sampai-sampai menyuruh orang memata-mataiku. Apa kau tidak percaya padaku, eoh?”

“Tentu saja. Apa kau juga akan tinggal diam seandainya aku pun menjadi stalker yeoja lain?”

Jiyeon tak menjawab, melainkan hanya memasang muka cemberut. Yoseob tersenyum geli melihatnya.

“Sudahlah, ayo habiskan makananmu. Aaa..” katanya kemudian kembali menyuapkan sesendok makanan pada Jiyeon.

Dengan sedikit malas Jiyeon pun menurut.

“Sejak kapan Oppa jadi perhatian begini? Biasanya Oppa tidak pernah menyuapiku.” katanya di sela kunyahannya.

“Apa kau ingin aku menyuapi yeoja lain?”

Yaa!!”

Yoseob tertawa dan kembali menyuapi Jiyeon.

GeugeOppa, bolehkah aku pinjam uang lagi?” tanya Jiyeon kemudian dengan sedikit ragu.

“Lagi?”

N-ne.. Geuge— aku lupa minta pada Chanyeol Oppa, jadi tidak masalah kan kalau aku pinjam lagi?”

Gwaenchanha.”

Jinjja? Oppa kau benar-benar namja yang baik. Saranghae Oppa..”

Yaa, apa aku bilang kau bisa mendapatkan uangku secara cuma-cuma?”

“M-maksud Oppa?”

Yoseob meletakkan sendok dan mangkuk di atas meja, lalu memijit-mijit bahu dan tengkuknya sendiri.

“Maksudnya Oppa ingin aku memijitmu?” tanya Jiyeon dengan nada bersemangat.

Yaa, kenapa kau ini selalu bersemangat setiap kali aku memintamu melakukan hal-hal semacam ini?”

“Tentu saja. Aku belum pernah melakukan kontak fisik lebih dekat denganmu. Padahal kau kan namjachinguku. Oppa mengerti maksudku kan?”

Ehem.. Geuge— berapa uang yang kau butuhkan?”

Yaa, Oppa kau mengalihkan pembicaraan.”

“Apa ini cukup?”

Jiyeon tak menyahut melainkan hanya menatap Yoseob dengan kesal.

“Jangan menatapku seperti itu. Aku sudah berjanji tidak akan menyentuhmu barang sedikit saja.”

“Tapi Oppa kan namjachinguku? Bahkan memelukku saja Oppa tak pernah melakukannya.”

Yoseob diam saja tak menjawab.

“Apa sebaiknya aku mencari namjachingu lain saja?” kata Jiyeon lagi.

Aigoo Jiyeon-a.. Apa kau ingin Raja memenggal kepalaku, huh? Pikir Yoseob frustasi. “Geurae.. Aku akan melakukannya nanti pada saat yang tepat.” katanya kemudian.

“Janji?”

Yoseob makin frustasi.

Oppa, jawab aku.” desak Jiyeon.

Ck.. Ne arrasseo.. Aku janji.”

Jiyeon tersenyum puas mendengarnya. Lalu ia pun mengambil uang yang diberikan Yoseob padanya. “Gomawo, Oppa.”

Yoseob hanya mengangguk dengan frustasi. Aigoo, desahnya.

“L, apa kau benar-benar bermaksud menelan pil ini?” tanya Jisoo yang terbang di sebelah Myungsoo.

Emm.” Angguk Myungsoo.

“Kau percaya pada namja bernama GD itu?”

“Kenapa tidak? Dia tidak tampak seperti orang jahat. Lagipula seandainya dia benar, apa kau mau kita lenyap selamanya?”

“Tentu saja tidak.”

Geureom.. Kita telan saja pil ini.”

“Kau saja dulu.”

Yaa, apa kau menjadikanku sebagai kelinci percobaan?”

“Setidaknya aku bisa membawamu terbang ke kahyangan kalau kau mati nanti.”

Aisshh.. Apa boleh buat..” mau tak mau Myungsoo pun membuka tutup botol berukuran kecil di tangannya itu. Lalu setelah menuangkan sebuah pil di atas telapak tangannya, ia pun menelannya.

“Uhuk-uhuk..”

“L, gwaenchanha?” kata Jisoo khawatir ketika melihat Myungsoo tiba-tiba terbatuk.

Myungsoo tak segera menjawab, namun sejurus kemudian ia menatap Jisoo dengan tatapan aneh.

“L, gwaenchanha?” ulang Jisoo was-was.

“Kau— siapa?” Myungsoo malah balik bertanya.

Kyaaaa pil itu sudah membuatmu lupa ingatan! Eottokhe? Eottokhe? Raja, tolong kami!” teriak Jisoo sambil terbang berputar-putar di atas Myungsoo dengan paniknya.

“Muahahaha.. Yaa! Jisoo-ya, aku hanya bercanda.”

Ucapan Myungsoo itu membuat Jisoo seketika berhenti berputar.

M-mwo? Kau tidak lupa ingatan? Pil itu tidak membuatmu amnesia?” tanyanya.

Anni.. Justru aku merasa lebih segar dan bertenaga dari sebelumnya.”

Jinjja?”

Eoh.. Kau juga harus telan, Jisoo-ya.”

Walaupun masih sedikit ragu, Jisoo pun turut menelan satu pil bumi yang diberikan GD pada mereka.

Eotte? Bagaimana perasaanmu?” tanya Myungsoo penasaran.

“Aku tidak merasakan apa-apa. Biasa saja.”

Geuraeyo? Aneh.. Padahal aku merasa jauh lebih baik.”

Molla. Yang penting setelah menelan pil ini kita tidak akan lenyap, kan?”

Emm.. Kkaja kita temui Jiyeon sekarang. Siapa tahu mereka sudah masuk kelas semua.”

“Aye Sir!”

“Kemana kedua makhluk itu? Kenapa belum muncul juga? Aishh padahal aku sudah mengorbankan jam pelajaran pertamaku.” Desis Jiyeon sambil menoleh kesana kemari mencari sosok Myungsoo dan Jisoo.

“Jiyeon-aaaa!”

Yaa! Dari mana saja kalian? Kenapa lama sekali, eoh?”

“Kami baru saja bertemu dengan penghuni Nebulous juga.” Lapor Jisoo.

“Jinjja? Eodi?”

“Di jalanan.”

Mwo? Apa dia kelaparan juga seperti kalian?”

Anni, dia hanya tidur.”

Mwo?”

“Sudahlah, kita bahas itu nanti. Sekarang aku mau makan dulu.”

Aish arrasseo.. Aku sudah memesan makanan untuk kalian. Cepatlah, aku akan segera masuk kelas.”

“Kau tidak menunggu kami selesai makan?” tanya Myungsoo.

“Tentu saja tidak. Apa kau ingin aku terkena pukulan dari Yoon ssaem lagi, huh?”

“Kudengar kau sering mendapatkan hukuman dari orang bernama Yoon ssaem itu.”

Eoh, dia guru paling kejam dan teraneh di sekolah ini. sebaiknya kalian jangan dekat-dekat dengannya.”

Geogjeongma, bukankah dia tidak bisa melihat kita?”

Ah, benar juga. Sudahlah, aku masuk kelas dulu. Myungsoo- ya jangan lupa bereskan semuanya nanti ne?”

Belum sempat Myungsoo menyahut, Jiyeon sudah kabur duluan meninggalkan mereka.

Aigoo, aku tidak yakin ahjumma itu akan baik-baik saja setelah melihat piring-piring beterbangan setiap hari.” gumamnya cemas.

Jiyeon berjalan menuju kelasnya dengan sedikit mengendap-endap. Dalam hati ia heran karena ia tak mendengar suara apapaun dari luar ketika sudah sampai di dekat kelasnya.

Kenapa sepi sekali? Apa mereka semua sedang keluar?” pikirnya penasaran.

Dan begitu ia baru saja membuka pintu kelas, sebuah penghapus whiteboard mendadak melayang menuju ke arahnya. Namun secepat kilat seolah sudah terlatih, Jiyeon segera berkelit menghindar ke samping sehingga penghapus tersebut tak berhasil mengenainya. Yeoja itu memang berhasil menghindari penghapus tersebut, namun sayang kepalanya justru membentur pintu kelas.

Bruk!

Aiyaaa!”

Pfffftt… Gelak tawa tertahan dari seisi kelas pun seketika terdengar menggema melihat Jiyeon yang spontan meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya.

“DARIMANA SAJA KAU PARK JIYEON?” suara besar dan berat dari Yoon ssaem pun langsung terdengar.

Jeoseonghamnida.. Saya— baru saja dari toilet..”

“CEPAT BERDIRI DI DEPAN!”

Nde?”

PPALLIWA!”

N-nde, Seonsaengnim..”

Jiyeon pun terpaksa berdiri dengan mengangkat satu kaki dan memegangi kedua telinganya di sudut kelas. Dari sana ia bisa melihat dengan jelas ekspresi geli teman-temannya yang menertawakan dirinya. Bahkan Yoseob yang duduk di bangku belakang pun turut menahan tawa geli.

“Aishh.. Namjachingu macam apa itu?” batin Jiyeon kesal.

“Jisoo-ya, kau yakin ini menuju ke kelas Jiyeon?” tanya Myungsoo sambil berjalan mengikuti Jisoo yang terbang di depannya.

“Kurasa begitu. Semenjak aku menelan pil bumi itu entah kenapa aku jadi bisa merasakan keberadaan Jiyeon, bahkan keberadaan penghuni kahyangan selain kita.” Sahut Jisoo tenang.

Jinjja? Kau bisa merasakan mereka juga?”

Emm.. Seperti ada hawa aneh di sekitar tempat ini. Dan juga, aku penasaran seperti apa orang yang bernama Yoon ssaem itu”

“Jiyeon berpesan pada kita untuk tidak dekat-dekat dengannya. Apa menurutmu tidak apa-apa?”

“L, sejak kapan kau menurut pada yeoja itu?”

Aish bukan begitu, geunyang— sejauh ini hanya Jiyeon dan namja bernama GD itu yang bisa melihat kita.”

Arrasseo.. Bau Jiyeon semakin dekat. Juga bau penghuni kahyangan.”

Ah, geuraeyo? Kkaja lebih cepat lagi.”

Myungsoo semakin mempercepat langkahnya sementara Jisoo semakin mempercepat kepakan sayapnya.

“Itu dia. Mwoya? Sedang apa dia berdiri dengan posisi seperti itu? Apa dia sudah gila?” gumam Myungsoo heran saat melihat Jiyeon.

Yaa, Jiyeon-a apa yang sedang kau lakukan di sana?” tanpa basa-basi karena merasa hanya Jiyeon yang bisa melihat mereka, Myungsoo dan Jisoo masuk ke dalam kelas begitu saja.

Jiyeon sedikit terkejut saat melihat kedua makhluk itu mendekat. Yeoja itu menatap keduanya seolah berkata,            “Sedang apa kalian di sini, bodoh?”

Dan karena Myungsoo bisa membaca pikiran Jiyeon, ia pun mengerti maksudnya.

“Kami hanya penasaran dengan orang bernama Yoon ssaem itu. Yang mana orangnya?” katanya.

“Untuk apa kau mencariku, anak muda?”

Baik Jiyeon, Jisoo, dan Myungsoo sendiri terkejut mendengar pertanyaan itu. Ketiganya menoleh serempak dan ternyata pertanyaan itu berasal dari mulut Yoon ssaem.

“Kau— bisa melihatku?” Myungsoo balik bertanya dengan ekspresi takjub.

“Apa yang kau bicarakan? Masuk tanpa permisi bahkan tanpa memakai seragam sekolah. Apa kau ini gelandangan, huh?” kata Yoon ssaem sekali lagi dengan suara lebih keras.

M-mwo? S-seragam sekolah?” ulang Myungsoo tak mengerti. Ia menatap Jiyeon seolah meminta bantuan. Akan tetapi yeoja itu justru terlihat kebingungan sekaligus keheranan seorang diri karena rupanya bukan hanya Yoon ssaem yang bisa melihat Myungsoo, melainkan seisi kelas bisa melihatnya. Terbukti mereka semua tengah berbisik-bisik sambil melihat ke arah Myungsoo.

Yaa, mereka semua bisa melihatmu.” Bisik Jiyeon pada Myungsoo, membuat namja itu melotot lebar dan spontan melihat ke arah murid-murid yang sedang berbisik-bisik itu.

Mwo? Mereka— bisa melihatku?”

“L, orang ini adalah penghuni kahyangan.” Bisik Jisoo pula pada Myungsoo membuat namja itu lagi-lagi membelalak lebar.

M-mwo?”

Juga namja berhidung pesek yang duduk di bangku belakang itu. Mereka berdua berasal dari kahyangan.”

Mwo? Bukankah dia itu namjachingunya Jiyeon?” bisik Myungsoo pula.

Mwohae? Sekali lagi kutanya, siapa kau dan apa yang sedang kau lakukan di sini? Kenapa kau tiba-tiba datang kemari sendirian dengan penampilan seperti ini, huh?” lagi-lagi Yoon ssaem memberikan pertanyaan dengan suaranya yang keras.

Mwo? Sendirian? Yaa.. L datang bersamaku—”

“Ayo jawab!” bentak Yoon ssaem memotong ucapan Jisoo seolah tak peduli padanya.

Ah, geuge— aku—” Myungsoo justru bingung harus menjawab apa.

Mwoya? Apa mereka tak bisa melihatku?” tanya Jisoo keheranan sekaligus sedih karena merasa tak dianggap. Ia berputar-putar di sekitar kepala Yoon ssaem tapi namja itu bahkan tak melihatnya sedikitpun.

Jeosonghamnida, seonsaengnim.. Sebenarnya— dia datang bersamaku. Dia— siswa baru di sini. Jeoseonghamnida..” akhirnya Jiyeon yang menjawab walaupun ia tak yakin dengan jawaban itu.

“Siswa baru?” ulang Yoon ssaem tampak kurang yakin sambil menatap Myungsoo.

Ah, n-nde..” sahut Myungsoo ragu.

“Siapa namamu?”

“Namaku L— m-maksudku, K-Kim— Myungsoo.”

“Kim Myungsoo?”

Nde. Dia baru datang mendaftar hari ini jadi dia masih belum mempersiapkan diri.” Kata Jiyeon berusaha agar Yoon ssaem mempercayai kata-katanya.

“Dan namaku Jisoo!” teriak Jisoo namun tak ada yang peduli.

Arrasseo.. Park Jiyeon, uruslah dia terlebih dahulu.” Ucap Yoon ssaem kemudian.

“N-nde?”

“Apa kau dengar aku? Cepat keluar dan uruslah dia.”

Ah.. Nde..” walaupun dipenuhi rasa heran yang luar biasa karena perintah aneh dari Yoon ssaem itu, mau tak mau Jiyeon pun menurunkan sebelah kakinya dan kedua tangannya, lalu berjalan keluar kelas sambil menyeret tangan Myungsoo.

Huaaa.. Kenapa mereka tak bisa melihatku? Kenapa hanya L yang bisa mereka lihat? Ini benar-benar tidak adil!” Jerit Jisoo ketika mereka sampai di luar.

Yaa, bagaimana mereka bisa melihatmu? Bukankah seharusnya mereka tak bisa melihatmu?” tanya Jiyeon pula pada Myungsoo.

“Kurasa ini ada hubungannya dengan pil bumi.” gumam Myungsoo.

“Pil bumi?” ulang Jiyeon tak paham.

“L, lakukan sesuatu untuk membuat mereka bisa melihatku juga! Aku merasa satu-satunya yang jadi hantu di sini!” lagi-lagi Jisoo berseru.

Eoh.. Pil bumi adalah sesuatu yang bisa membuat makhluk kahyangan mampu bertahan di bumi.” Kata Myungsoo.

“Jadi maksudmu, tanpa pil itu kau tak bisa bertahan di bumi?” Jiyeon kembali bertanya.

“Begitulah yang kudengar dari namja bernama GD itu..”

“GD? Nugu?”

Namja penghuni kahyangan yang kami temui di jalanan tadi.”

Huaaaaa mereka mengacuhkanku! Raja, hukumlah mereka berdua!” teriak Jisoo kesal melihat Myungsoo dan Jiyeon yang terus berbincang seolah tak mempedulikannya.

“Jisoo-ya, sepertinya mereka tidak bisa melihatmu karena kau seekor kucing.” kata Myungsoo kemudian.

“Tapi tetap saja aku bisa bicara. Bukankah itu artinya aku tak beda jauh dengan manusia?”

Yaa, jangan pernah samakan kucing dengan manusia.” gertak Jiyeon.

“Tapi bukankah kau bilang kalau namja bernama Yoon ssaem itu penghuni kahyangan? Lalu mengapa ia tidak bisa melihatmu?” kata Myungsoo pada Jisoo.

“Benar juga. Kenapa ya?”

Mworago? Y-Yoon ssaem— penghuni kahyangan?” ulang Jiyeon terkejut bukan main.

Emm..” angguk Jisoo, membuat Jiyeon melongo lebar.

“Pantas saja dia terlihat aneh.”

Jisoo baru saja hendak mengatakan bahwa namjachingu Jiyeon pun berasal dari kahyangan, akan tetapi tiba-tiba saja Yoon ssaem datang menghampiri mereka.

“Kau murid baru.” panggilnya pada Myungsoo.

Ketiganya pun berhenti dan menoleh.

Nde?” sahut Myungsoo.

“Ikut aku sebentar.”

Nde?”

“Park Jiyeon, kau bisa kembali ke kelas.”

Ah.. Nde, Seonsaengnim..” sahut Jiyeon sedikit heran. Bukannya tadi dia menyerahkan Myungsoo kepadaku? Aish.. Dasar penghuni kahyangan aneh, pikirnya.

Yoon ssaem tak menyahut lagi melainkan berlalu begitu saja. Sementara Myungsoo, Jiyeon dan Jisoo saling berpandangan.

“Bagaimana ini?” tanya Jisoo bingung.

“Sebaiknya kalian ikuti saja dia. Aku akan kembali ke kelas. Kalau ada apa-apa hubungi aku, ne?” kata Jiyeon.

Myungsoo hanya mengangguk. Jiyeon tersenyum lalu mengepalkan sebelah tangannya ke atas sambil berucap “Fighting!”

Setelah itu ia pun berbalik dan pergi untuk menuju kelas kembali.

“Apa maksudnya mengepalkan tangan tadi?” tanya Jisoo tak mengerti.

Molla. Kurasa itu semacam dorongan semangat.” Sahut Myungsoo.

“Dasar aneh..”

“Mungkin dia justru berpikir kita-lah yang aneh. Sudahlah, kkaja.”

Myungsoo pun beranjak untuk mengikuti kemana Yoon ssaem pergi tadi, diikuti Jisoo yang terbang di sebelahnya.

“Jadi kalian berdua sudah menelan pil bumi?”

Myungsoo dan Jisoo saling berpandangan mendengar pertanyaan Yoon ssaem yang diplomatis itu, terlebih Jisoo.

“Maksudmu—apa itu berarti kau juga bisa melihatku? Matji? Muahaha aku tahu kau bisa melihatku. Fiuhhh syukurlah aku tidak merasa jadi hantu seorang diri lagi sekarang.” sorak Jisoo kegirangan.

“Semua penghuni kahyangan tentu bisa melihatmu. Kecuali manusia biasa.”

“Jadi benar kau ini juga penghuni kahyangan?” tanya Myungsoo pula.

Matjayo.. Namaku Yoon Dujun. Dan aku adalah pemimpin dari 5 penghuni kahyangan yang bertugas melindungi Puteri Raja.”

Mwo? Jadi kau pemimpinnya? Dan kau menyamar menjadi seorang Guru di sini? Daebak..” komentar Jisoo kagum.

“Lalu di mana keempat penghuni kahyangan lainnya?” tanya Myungsoo pula.

“Kalian sudah sempat bertemu mereka.”

Ah, matta.. Namjachingu Jiyeon yang pesek itu juga penghuni kahyangan.” Kata Jisoo.

“Hei Kuning! Aku mendengarmu!”

Ketiganya menoleh saat mendengar seruan itu. Tahu-tahu Yoseob sudah muncul dan mendekati mereka.

Yaa, siapa yang menyuruhmu keluar dari kelas?” tegur Yoon ssaem.

“Ketua, kenapa kau membocorkan identitas kita pada mereka?” Yoseob malah balik bertanya.

Gwaenchanha.. Mereka juga dari Nebulous. Mulai hari ini mereka berdua adalah anggota kita.”

Mwo? Juga si Kuning ini?”

Yaa! Aku punya nama. Namaku Jisoo!” teriak Jisoo memprotes.

“Bagiku kau tetap kucing yang berwarna kuning.”

Aishh! Dasar namja pesek!”

Yaa! Kuning! Berhenti memberiku julukan seperti itu!”

Sementara Yoseob dan Jisoo terus beradu mulut, Yoon ssaem menepuk bahu Myungsoo.

“Semua hal yang menyangkut soal kepindahanmu di sekolah ini akan menjadi urusanku. Besok kau bisa memakai seragam sekolah seperti murid lainnya.”katanya.

“A-hh.. Ne.. Gomawo..” sahut Myungsoo.

“Dan mulai malam ini, kau akan bekerja bersama kami.”

Ne?”

“Pil bumi. Itu bukan milikmu kan? Aku yakin kau belum pernah membunuh seorang klan kegelapan sekalipun.”

Ah.. Ne.. Pil bumi ini kudapatkan dari seorang namja bernama GD.”

Arra.. Dia juga salah satu dari kita. Mulai sekarang, kau harus mulai belajar mendapatkan pil bumi dari hasil kerjamu sendiri.”

Emm.. Gomapseumnida, Seonsaengnim..”

“Tak perlu seresmi itu selama tak ada orang lain.”

Ahh, ne.. Keunde— aku masih penasaran dengan satu pertanyaan lagi.”

Mwonde?”

“Puteri Raja— siapa dia sebenarnya?”

Yoon ssaem tersenyum sebelum kemudian ia menjawab, “Dia adalah— Park Jiyeon.”

MWOO??” ucap Myungsoo dan Jisoo bersamaan.

Jiyeon tampak celingukan di depan pintu kelasnya menunggu kedatangan Myungsoo dan Jisoo. Namun sudah hampir lima belas menit lamanya keduanya belum juga muncul.

“Lama sekali mereka. Sebenarnya apa yang sedang mereka bicarakan dengan Yoon ssaem?” gumamnya seraya melihat ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

“Yoseob Oppa juga keluar dan juga belum kembali. Hmm.. Apa sebaiknya kususul saja ya?” lanjutnya mulai melangkahkan kedua kakinya. Namun gerakannya terhenti ketika tiba-tiba kedua mata jeli indahnya menangkap sosok namja yang selalu membuatnya kegirangan.

“Kris sunbae..” gumamnya dengan senyum yang tersungging di bibirnya.

Yeoja itu mulai mengubah arah tujuannya yang semula hendak menyusul Myungsoo dan Jisoo, lalu mulai mengikuti Kris yang berjalan seorang diri.

“Kuharap hoobae bernama Sehun itu tidak mengacaukan suasana lagi. Ohmo.. Kris sunbae kenapa setiap kali aku melihatmu aku selalu ingin ikut denganmu? ini benar-benar aneh. Apa aku sudah sangat terpesona oleh auranya? Aigoo..” gumam Jiyeon seraya beranjak mengikuti Kris dengan sedikit berjingkat-jingkat seperti Kera Sakti (?).

Yeoja itu terus berjalan mengendap-endap mengikuti Kris yang ternyata menuju toilet. Di saat sedang asyik-asyiknya menjadi stalker, tiba-tiba ia melihat seseorang menarik Kris dari samping dan menghilang di belokan koridor. Jiyeon terkejut melihatnya. Dengan cepat ia berlari hendak melihat apa yang terjadi. Namun ketika ia sampai di tempat di mana Kris ditarik seseorang tersebut, ia justru tak melihat siapapun di sana.

“Aneh sekali. Perasaan tadi mereka di sini. Pergi kemana mereka? Dan juga— siapa yang menarik Kris sunbae tadi?” gumamnya penasaran setengah mati.

“Jiyeon-a, sedang apa kau?”

Jiyeon terperanjat bukan main mendengar teguran itu sampai-sampai ia terlonjak. Tahu-tahu di belakangnya sudah ada Yoseob, Myungsoo dan Jisoo.

“K-kalian?” ucapnya.

“Kenapa kau berada di depan toilet putra?” ulang Yoseob.

Geuge— aku tadi mengikuti Kris sunbae—”

Aishh.. Sudah berapa kali kukatakan, berhentilah menjadi stalkernya..”

Anniyo, Oppa.. Geunyang— ada sesuatu yang aneh..”

“Apa maksudmu?”

“Aku melihat Kris sunbae ditarik oleh seseorang di sini, tapi saat aku mengejar mereka, mereka sudah menghilang tanpa jejak.”

Mwo?” sahut Yoseob. Namja itu terdiam seperti memikierkan sesuatu.

“Kalian masuklah kelas terlebih dahulu. Aku akan segera menyusul.” ucapnya kemudian.

Eodiga?” tanya Jiyeon.

“Aku ingin ke toilet sebentar. Kim Myungsoo, ajak Jiyeon masuk kelas.”

N-ne..” sahut Myungsoo sedikit gugup, lalu ia beralih pada Jiyeon. “K-kaja..”

Eoh..” sahut Jiyeon merasa sedikit aneh dengan sikap Myungsoo yang tiba-tiba menjadi gugup begitu.

Yeoja itu berjalan mendahului Myungsoo dan Jisoo, sementara Myungsoo dan Jisoo yang berada di belakangnya itu mulai bisik-bisik.

“Gawat.. Aku bisa dipenggal Raja karena sudah mengolok-olok Jiyeon.” bisik Jisoo.

Eoh.. Aku tidak menyangka kalau Jiyeon itu puteri Raja Nebulous..” balas Myungsoo.

Eottokhe? Apa kita minta maaf saja padanya?”

Molla.. Tapi sepertinya ia tidak tahu tentang identitas aslinya.”

Aish.. Ketua Yoon bahkan tidak menceritakan secara detail tentang apa yang terjadi. Aku masih belum mengerti sepenuhnya.”

“Itu karena otakmu memang kurang pintar.”

“L, apa kau belum pernah merasakan tendangan seekor kucing?”

“Mian, keunde aku tak pernah punya cita-cita ingin merasakannya.”

Yaa.. Apa kalian berdua akan terus-terusan berbisik-bisik di belakangku, eoh?”

Myungsoo dan Jisoo terkejut bukan main mendengar teguran Jiyeon itu. Jiyeon berhenti melangkah dan menatap ke arah Myungsoo dan Jisoo yang menunduk dalam-dalam tak berani mengangkat kepala mereka.

Yaa, mwoya? Kenapa sikap kalian aneh sekali, eoh?” tanya Jiyeon heran dan bingung.

Geuge— kami minta maaf..” ucap Myungsoo sambil sedikit membungkuk.

Mwo?” Jiyeon semakin tidak paham dengan ucapan Myungsoo. Yeoja itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Yaa, apa kalian terkena semacam ilmu sihir dari Yoon ssaem?” lanjutnya.

A-annimnida..”

Aishh.. Dwaesseo.. Aku sudah terlalu heran dan pusing dengan hilangnya Kris sunbae, jangan membuatku semakin pusing dengan sikap kalian. Kkaja, kita ke kelas.” kata Jiyeon sambil menyeret tangan Myungsoo dan menarik ekor Jisoo.

Atatatata… Jeoseonghamnidaa..” teriak Jisoo.

Yoseob terlihat berjongkok di depan toilet seorang diri, seperti sedang melakukan sesuatu. Bahkan ia tak sadar kalau seseorang sudah berdiri di belakangnya.

“Kau merasakannya juga?”

Yoseob tersentak mendengar teguran itu dan menoleh.

Ah, ketua. Ne.. Sepertinya klan kegelapan sudah mulai muncul pada siang hari.”

“Ini bahaya. Kalau mereka sudah muncul di siang hari, artinya mereka sudah benar-benar serius. Puteri Raja semakin dalam keadaan bahaya.”

“Lalu, apa kita harus bergerak di siang hari juga?”

“Belum.. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah tetap berada di dekat Jiyeon.”

Arrasseo.. Keunde tentang L, apa kau benar-benar serius mengajaknya bergabung dengan kita?”

Eoh.. Aku merasakan ada sesuatu yang berbeda dari dalam dirinya. Auranya terasa berbeda dari penghuni kahyangan lainnya.”

Geuraeyo? Arrasseo.. Semoga dia benar-benar seseorang yang bisa diandalkan.”

Eoh..”

“Lalu— bagaimana dengan Kris? Jiyeon bilang tadi dia melihat Kris di sini.”

Hmm.. Dia— pasti bisa menjaga dirinya sendiri.”

Yoseob hanya mengangguk menanggapi ucapan Dujun.

“Aku benar-benar merasa gila. Bagaimana bisa kita bertemu dengan Puteri Raja Nebulous tanpa kita sadari sama sekali?” Myungsoo terus mengatakan hal yang sama ketika ia sedang berada di luar bersama Jisoo malam itu.

“Kuharap Raja tidak mengetahui kelancanganku selama aku bersama Jiyeon, maksudku Puteri Raja.” Sahut Jisoo.

“Kalian tidak perlu merasa canggung padanya. Tetap bersikap biasa saja supaya tidak ada yang curiga.”

Myungsoo dan Jisoo tersentak mendengarnya. Tahu-tahu Dujun sudah berjalan di samping mereka.

“K-ketua? Sejak kapan kau ada di sini?” tanya Myungsoo heran.

“Baru saja.” sahut Dujun tenang.

Ah.. Keunde, aku tetap merasa tidak enak kalau bertemu dengan Jiyeon. bagaimanapun juga dia adalah Puteri Raja Nebulous..”

“Kalau kalian tidak bersikap sewajarnya, klan kegelapan akan lebih mudah menemukan Jiyeon.” sahut Yoseob yang ternyata juga sudah berjalan di sebelah Dujun.

Y-yaa.. Namja pesek, k-kau juga muncul secara tiba-tiba?” giliran Jisoo yang keheranan.

“Diam kau, Kuning!” bentak Yoseob.

“Bagaimanapun juga tugas kita adalah melindungi Jiyeon Noona dari klan kegelapan. Dan selain itu, kita juga memiliki misi lain di sini.”

Myungsoo dan Jisoo menoleh dan kini mereka melihat dua orang namja lagi sudah berada di belakang mereka.

Yo! Annyeong, anggota baru. Namaku Oh Sehun.” Kata Sehun sambil mengangkat sebelah tangannya.

A-ahh.. Ne.. Aku—” sahut Myungsoo.

“Aku tahu siapa kalian, tak perlu memperkenalkan diri.”potong Sehun.

Jisoo menatap ke arah namja yang berjalan di samping Sehun. “Eoh.. Kau— bukankah kau Oppanya Jiyeon? Park Chanyeol?” katanya.

Ne. Bangapta.” Sahut Chanyeol singkat.

“Sudah kuduga. Wajah kalian terasa tidak asing bagiku. Rupanya kalian benar-benar penghuni Nebulous. Keunde, Oh Sehun, sepertinya aku baru kali ini melihatmu.” Kata Myungsoo.

“Tentu saja. Aku sudah berada di bumi sejak kecil.”

Mwo?”

Ne. Aku adalah Putra Raja Nebulous yang terakhir.”

MWOO??”

“Sehun-a sudah berkali-kali kubilang jangan membongkar identitas aslimu.” tegur Dujun.

“M-mian..” ucap Sehun sambil nyengir.

Mwoya? Dia bahkan memanggil seorang Putra Raja hanya dengan namanya saja.” gumam Myungsoo tak habis pikir.

“Itu demi keselamatan mereka sendiri.” sahut Dujun yang mendengar gumaman Myungsoo.

Geuge— tadi kau bilang kalau kalian memiliki misi lain. Boleh kutahu apa itu?” tanya Myungsoo kemudian.

“Selain melindungi Puteri dan memusnahkan klan kegelapan, kita juga beertugas untuk menemukan orang yang sduah menyerap kekuatan Puteri.” Sahut Dujun.

Mwo? M-maksudmu, orang yang menyerap kekuatan Jiyeon itu ada di bumi?”

“Begitulah yang Raja katakan. Misi ini tidak mudah. L, kau harus mulai membiasakan diri.”

Myungsoo tertegun mendengarnya, antara bingung dan tak percaya dengan semua yang didengarnya.

“L, apa kau tidak merasa pusing dengan hal ini?” bisik Jisoo pada Myungsoo.

“Sangat.” Sahut Myungsoo pendek. Tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu.

Jamkanman.. Kalian bilang kalau ingin melindungi Jiyeon, matji? Keunde kalau semua berkumpul di sini, lalu siapa yang menjaga Jiyeon sekarang?” tanyanya.

“GD yang menjaganya.”

Mwo? Namja tukang tidur itu?” kata Jisoo kurang yakin.

“Jangan menilai seseorang dari tampang luarnya saja. Biarpun dia selalu tidur, tapi dia bisa merasakan keberadaan klan kegelapan. Dan di antara kita berlima, dialah yang paling cepat. Jadi sekalipun ada bahaya yang mengancam Jiyeon, dia pasti segera datang.” Kata Yoseob menjelaskan.

J-jinjja?” tanya Myungsoo yang turut merasa kurang yakin.

Eoh.. Lagipula Chanyeol hyung sudah melindungi rumahnya dengan mantra pelindung miliknya. Jadi takkan ada klan kegelapan yang bisa mendekat.” Sambung Sehun.

Myungsoo dan Jisoo saling berpandangan.

“L, apa tadi dia mengatakan ‘mantra pelindung’?” tanya Jisoo.

Wae?” Myungsoo balik bertanya.

“Entahlah, aku merasa seperti berada di Negeri Dongeng sekarang.”

Myungsoo mengangguk setuju.

Ssst.. Ada yang datang.” kata Dujun tiba-tiba.

Semuanya pun terdiam dan berhenti melangkah. Mereka melihat sebuah bayangan seseorang sedang berjalan menuju ke arah mereka.

“Siapa itu? Apa itu klan kegelapan?” tanya Myungsoo was-was.

Tak ada yang menjawab, semua terlihat waspada. Sementara Jisoo sudah bersembunyi di belakang Myungsoo sambil memegangi bajunya erat-erat.

Semakin lama bayangan itu semakin jelas dan tampaklah seorang kakek yang sudah lanjut usia berjalan agak tertatih.

“Hati-hati!” kata Dujun memperingatkan semuanya.

Mwoya? Dia hanya seorang kakek tua..” kata Myungsoo.

“Sudah kubilang jangan melihat seseorang dari tampang luarnya saja. kau akan terkejut setelah ini.” ucap Yoseob yang sudah memasang kuda-kuda.

Huh?” sahut Myungsoo tak mengerti.

Namun belum sempat ia bertanya lagi, tiba-tiba kakek tua tersebut berteriak nyaring sampai-sampai membuat Myungsoo dan Jisoo menutup kedua telinga mereka. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba beberapa bayangan hitam keluar dari tubuh kakek tersebut dan bayangan-bayangan itu membentuk sosok manusia berbaju hitam.

M-mwoya? ap-apa itu?” ucap Myungsoo terbata-bata.

“Sebaiknya kau mundur saja, anak baru. Biar kami yang menyelesaikan ini.” ucap Sehun.

M-mwo?”

Kkaja, L. Kita menjauh. Aku merasakan energi negatif yang membahayakan dari makhluk-makhluk hitam itu.” Kata Jisoo seraya menarik-narik baju Myungsoo.

“Ayo maju, anak-anak!” seru Dujun memberi aba-aba.

Eoh!”

Dalam sekejap mata, Myungsoo dan Jisoo sudah melihat keempat namja itu bertarung dengan makhluk-makhluk hitam tersebut.

Mwoya? apa aku sedang bermimpi?” gumam Myungsoo tak percaya.

“Apa kau ingin aku mencakarmu, L?” tanya Jisoo menawarkan bantuan.

“Tidak, terima kasih.”

Keduanya kembali memperhatikan pertarungan antara pengawal Nebulous itu melawan klan kegelapan. Keduanya melongo lebar saat melihat makhluk-makhluk hitam itu satu persatu tumbang dan lenyap.

“Mustahil.. Mereka mengalahkan makhluk-makhluk itu dengan tangan kosong?” kata Jisoo terkesan.

Anni.. Mereka memiliki kekuatan. Cahaya itu— keluar dari tangan mereka. Itulah kekuatan mereka. Itulah kekuatan pengawal kerajaan.” gumam Myungsoo.

Daebak.. Ini benar-benar seperti berada di Negeri Dongeng. Aku baru melihat secara langsung kalau ternyata pengawal Nebulous memiliki kekuatan seperti itu.”

Eoh.. Aku juga baru melihatnya sekarang. Sepertinya kita kurang pergaulan selama ini, padahal kita sering keluar masuk istana secara diam-diam.”

“L, apa kau juga memiliki kekuatan seperti mereka?”

Pabo, tentu saja tidak. Aku hanya penghuni Kahyangan biasa, bukan pengawal kerajaan.”

“Lalu— bagaimana caranya kau akan mengalahkan klan kegelapan?”

Mwoya? kita sementara ini hanya akan diam melihat mereka.”

Mwo? Diam katamu? Apa kau hanya akan diam saat salah satu dari mereka hendak menyerangmu?”

“Apa yang kau bicarakan? Salah satu dari mereka menyerang—” ucapan Myungsoo terhenti karena tiba-tiba tempat ia berdiri mendadak berubah menjadi gelap.

“J-Jisoo-ya..” ucapnya was-was.

Sementara Jisoo sudah memasang ekspresi ketakutan. “L.. D-di— b-be-belakangmu..”

To be continued..

.

Yo! Apa kalian masih bingung? Hmm… Sayang sekali ane ini sebenernya bukan tipe orang yang bisa memudengkan (?) seseorang dengan mudah, jadi silahkan dimudeng2kan sendiri aja ya, guys! Boahahaha😀

See you next week😉

70 responses to “[CHAPTER-PART 2] NEBULOUS

  1. ah bener ternyata kalau jiyeon itu tuan putrinya.berarti sehun adiknya jiyeon dong karena dia anak terakhir neobelus.
    apa kris itu berasal dari klan kegelapan ?.next please.

  2. ah bener ternyata kalau jiyeon itu tuan putrinya.berarti sehun adiknya jiyeon dong karena dia anak terakhir neobelus.
    apa kris itu berasal dari klan kegelapan ?.next please

  3. kuncinya itu ad di tengkuknya, lngsung keinget titan! wkwk😀
    trus mantra pelindung! lngsung keinget raden kian santang(?)😀
    jiisoo bsa brubah jd orang ga? mksdnya ga jd kucing gtu? soalnya gemes nih, dia ama yosop cocok kyaknya wkwk~ *plakk
    btw makin seru aja, dan bnyak jg dugaan2 yg muncul ekekekekkekkkkk~ ku tunggu chapter selanjutnya thornim! fighting yapps ngelanjutin ffnya ^^

  4. Disini yg bikin aku bingung itu Kris,, klan kegelapan? Atw pengawal?😀
    Bisa ya Jiyi udh deg-deg-ser duluan pdahal bru lihat Kris🙂
    Muehehe bisa jd senjata buat Jiyi tuh klo mau minta duit ma Yoseob😛 *sebenernya Yoseob mau” aja tuh,, tp takuuuut*
    Makanya L jd anak jgn males, skrng bingung kan..
    Apa yg akan L lakuin??
    Lanjut eon😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s