[CHAPTER 4] Together?

rachelp-request-together

Title: Together?

Main Cast: Jiyeon,Myungsoo

Genre: romance,married-life,family

“Yeobuse-”

“…”

“Mwo?!”

“…”

“Ayolah. Tolong jangan bermain-main denganku.”

-Together? part 4 by RachelP start^^-

Myungsoo’s PoV

Untuk apa Appa menyuruhku melakukan itu? Jiyi, yang masih terduduk dimeja sebuah restaurant Korea ini memasang tampang penasaran.

“Wae,Myungie?” Tanyanya padaku. “Tadi.. tadi.. tadi Appa memintaku untuk membaca headline news dikoran.”

Flashback: ON

Handphone touchscreenku kini berdering. Terteralah tulisan ‘Nae Appa’ dilayar tersebut.

“Yeobuse-”

“Myungsoo-a. Bacalah koran di-”

“Mwo?!”

“Dengarkan Appa! Bacalah headline news dikoran. Cepat!”

“Ayolah. Tolong jangan bermain-main denganku.”

Tuut..tuut..

Sambungan telepon dimatikan oleh Appa

Flashback: OFF

“Kajja,kita ke minimarket,mereka menjual koran ‘kan?” Tanyaku. Jiyeon mengangguk kecil. Setelah membayar makanan kami, aku menarik tangan Jiyi keluar restaurant menuju sebuah minimarket. Dengan cepat, Jiyeon mengambil koran itu,dan dengan sengaja,ia tak mau membacanya sebelum membayar.

Kami duduk dikursi depan minimarket. “Ayo,Ji.. Baca.” Suruhku. Betapa terkejutnya di headline news tertulis dengan besar

OWNER OF “NOVOTEL” HOTEL,KIM SUZY, JUMPED FROM 16TH FLOOR IN A FOUR STARED HOTEL’

Aku membaca dari atas sampai bawah

‘Kim Suzy,owner of Novotel hotel in Asia jumped from 16th floor in a four stared hotel. Her husband said that Kim Suzy stressed out,because their son,Kim Myungsoo married a woman and moved to Melbourne. Kim Suzy didnt give any permission for them to get married. 

Last sentence that she said is “Please have a good life, Kim Myungsoo”. Then, she jumped from the balcony. Her husband was holding her hands when she ran to the balcony. She didnt care and she jumped quickly. May Kim Suzy rest in peace in heaven.’

Andwae! Tak mungkin! Andwaeee! Aku mulai menitikan air mata saat eomma menyebutkan kalimat ‘Please have a good life,Kim Myungsoo‘. Ini memang kesalahanku tidak menuruti perkataan eomma.

Aku melirik Jiyeon dan ia meneteskan airmatanya juga. “Yeobu.. it’s my fault” ucap Jiyeon. “No,Jiyi. Its not your fault. Its mine. Kau telah memberitahuku agar tidak melawan Eomma,dan aku tetap melawannya.. eo..eomma..”

Tak kusangka eomma melakukan ini terhadapku. Eomma.. Jebal.. Aku mohon,kembalilah bersamaku. Aku menyesal. Sungguh menyesal,Eomma..

Jiyeon’s PoV

Aku dan Myungsoo pulang dengan airmata tersisa diwajah. Ini sungguh tak dapat dipercaya. Tak mungkin! Taeyeon eonni bingung dengan wajah kami. “Yaa.. what just happened?” Aku mengangkat koran itu dan memberikannya pada eonni. Aku berlari kekamarku. Aku tak tahu wajah Taeyeon eonni seberapa kaget. Aku tak mau melihat wajah kagetnya.

Aku menduduki ranjangku dan menekuk kedua kakiku. Tak terasa,airmataku bercucuran. Tak terbendung lagi.

Kreekk..

Myungsoo duduk disampingku. “Ji..Jiyi.. Besok,ayo kita pulang ke Seoul” ucapnya yakin. “Mwo? Apa kau serius?” Tanyaku. “Ne. Ayo pesan tiket untuk kita bertiga. Berapapun harganya,beli saja” aku hanya mengangguk kecil dan mengambil PC-ku dimeja.

Aku membuka website resmi pembelian tiket Asiana airlines. Harga tiketnya 1juta won/orang. Aku hanya terdiam didepan layar PC-ku. “Wae,yeobu?” Aku hanya menunjuk layar didepanku. “Sudah. Tak usah pikirkan harga. Beli saja” aku mengklik tulisan “Buy” dan membayar melalui online.

Setelah membeli,aku segera berkemas-kemas. Aku juga sudah menyuruh eonni berkemas-kemas. Eonni terkejut mendengar kami akan mengunjungi Seoul,tempat asal kami. Eonni sudah lama tak pulang.

..

“Ayo,panggil taksi.” Suruh Taeyeon eonni pada Myungsoo. Tepat setelah eonni berkata itu,taksi melintas didepan mata kami. Kami langsung menduduki jok taksi tersebut. Kamipun menyebutkan tujuan kami.

Sesampai kami disana, sepuluh menit kemudian,speaker berbunyi. Pesawat kami akan segera berangkat.

After landing at Incheon Airport

“Akhirnya.. aku kembali ke Seoul..” ucap eonni. Aku hanya tersenyum simpul. Myungie menelpon sopir Abeoji untuk menjemput kami,dan langsung mengantar kami ke rumah duka.

..

Author’s PoV

“Mwo?! Suzy bunuh diri?!” Eomma Jiyeon terkejut membaca koran. “Pantas ia tak masuk kekantor” gumamnya. Ia mengetik pesan ke Hyerim dan Hyerimpun kaget membaca koran itu -sesuai dengan yang disuruh eomma Jiyeon-.

Eomma Jiyeon menghubungi besannya -Appa Myungsoo-. Ia menanyakan dimana letak rumahdukanya.

Eomma Jiyeon sampai dirumahduka bersamaan dengan datangnya Jiyeon,Myungsoo,dan Taeyeon.

“Eomma?!”

“Jiyeon?!”

Mereka berpelukan seperti satu abad tidak bertemu. “Bagaimana kau bisa sampai kesini,Jiyi? Kau tahu dari mana berita ini?” Tanya Eommanya. “Aku diberitahu Abeoji. Abeoji menyuruh kami membaca koran disana. Dan aku terkejut membacanya,Eomma”

Mereka masuk kedalam rumah duka tersebut. Tangisan menyambut mereka. Myungsoo dan Taeyeon menangis tiada henti. Mereka tak rela eomma tercintanya meninggalkan mereka begitu saja.

Jiyeon dan Eommanya turut sedih melihat mereka. Jiyeon mencoba menyeka airmatanya,tapi tidak bisa. Kini,wajahnya penuh airmata. Appa Myungsoo baru sadar bahwa anak mereka datang kerumah duka. Ia menengok kebelakangnya.

“Taeyeon?! Myungsoo?!”

“Appa..”

Mereka saling berpelukan. Appanya menceritakan bagaimana Eommanya bunuh diri. Tangisan Eomma Jiyeon pecah,ketika melihat adegan pelukan mereka bertiga. Eomma Jiyeon rindu dengan suaminya yang telah meninggalkannya.

Jiyeon memeluk eommanya dengan erat. Ia tak rela kehilangannya seperti Myungsoo dan Taeyeon. “Eomma.. Saranghaeyo..” ucap Jiyeon. “Nado”

Mereka menatap peti mati yang ada di hadapannya. “Eomma..” gumam Myungsoo. “Bogoshipeo.. Neomu-neomu saranghae..” ia memberanikan diri maju menuju peti mati itu. Ia masih tak percaya,eommanya telah menutup mata untuk selamanya. Tangisannya pecah -lagi- didepan peti itu. “Gomawo.. Saranghae.. Bogoshipeo..”

Jiyeon yang melihat itu juga maju menuju peti mati Eommonim-nya. Ia melihat badan Eommonim sudah biru pucat. Dan ia melirik foto didepan peti mati itu. ‘Sungguh.. Eommonim.. Saat kau tersenyum,kau terlihat baik. Tapi saat kau menatapku,berubah 180° dingin. Rest in peace,Eommonim. Aku akan selamanya menganggapmu Eommonim-ku,walau kau tidak menganggapku sebagai menantu-mu’ Batinnya.

Rest in peace..” gumam Jiyeon dan Myungsoo bersamaan.

-TBC-

Okee~ disini aku bikin yang sad dulu T^T ada dua readers yang bener nebaknya nih^^~~ uda pada tau,ne, kelanjutannya?😦 Tapi ini bakal beda,walaupun kayak uda ga asing ceritanya>< dan ohya, mianae klo ada kesalahan bahasa Inggris maupun Indonesia,karena author ini agak-agak aneh. Orang indo,tapi bahasanya masih rada kacau —

ditunggu aja part 5nya,mungkin agak lama ngepostnya. Aku lagi muter otak ‘-‘ bingung,tapi aku pastiin,bakal aku post secepet mungkin^^~ gomawo yang uda ngikutin jalan ceritanya><

34 responses to “[CHAPTER 4] Together?

  1. aigoo smpe sebegitu bencinya kah eomma myungsoo ama jiyeon, smpe” dia ga bisa nerima jiyeon sebagai menantu’y dan lebih memilih bunuh diri,, ckck eomma’y myungsoo berlebihan bgt…
    next^^

  2. Pingback: [CHAPTER 6] Together? | High School Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s