[CHAPTER-PART 1] NEBULOUS

nebu2

Author : Yochi Yang

Title : Nebulous

Main casts : Park Jiyeon and Kim Myungsoo

Other Casts : Yang Yoseob, Oh Sehun, Park Chanyeol, Wu Yi Fan aka Kris, Yoon Dujun, GD

Genre :Mystery, Fantasy, Romance, School life, Little bit comedy

Length : Chaptered

Rating : General

.

.

Sebelumnya author Beng pengen ngucapin makasih banyak buat yang udah men-support ff ini. Semoga amal kalian diterima di sisi-Nya, aminn😀

Happy reading ya.. Seperti biasa, ff buatan author satu ini selalu ringan, jadi ente-ente kaga perlu tegang😀

.

Previous : TEASER

.

Nebulous ..

“..mulai sekarang, kau akan menjadi makhluk bumi..”

M-mwo? Keunde aku—”

“Kau sudah berkali-kali melanggar peraturan kahyangan. Maka dari itu aku sebagai Raja Kahyangan telah memutuskan untuk mengusirmu dari dunia kahyangan.”

“T-tapi aku tidak bisa meninggalkan Jisoo—”

“Pengawal! Segera lempar dia ke bumi sekarang juga!”

“Nde, algeusseumnida..”

“Tidak! Tidak! Kumohon jangan usir aku! Aku tidak ingin berpisah dari Jisoo! TIDAAAAAAAAAKKK!! JISOO-YAAAAA…!!!!”

Earth..

“Oh.. Pangeranku.. Saranghae..”

“Oh Tuan Putri.. Nado saranghae..”

Sepasang kekasih yang berpakaian ala kerajaan itu berlari kecil saling mendekat satu sama lain. Sang pangeran mengembangkan kedua tangannya lebar-lebar siap menangkap tubuh sang putri yang berlari ke arahnya. Sementara sang putri seakan tak sabar ingin segera merasakan hangatnya pelukan dari sang pangeran. Namun di saat ia berlari, tiba-tiba tanpa sengaja ia menginjak ujung gaunnya sendiri hingga tak ayal lagi sang putri tersebut pun jatuh tersungkur ke lantai. Bersamaan dengan itu ia merasa dahinya berdenyut seperti habis terbentur sesuatu.

“PARK JIYEON!! SUDAH BERAPA KALI SAYA PERINGATKAN!! JANGAN TIDUR SAAT PELAJARAN BERLANGSUNG!!”

Jiyeon membuka kedua matanya sedikit demi sedikit. Ia menyentuh dahinya yang terasa sedikit ngilu. Hitam. Seketika ekspresinya pun berubah. Yeoja itu baru sadar sebuah penghapus whiteboard baru saja melayang ke dahinya dan benda itulah yang sudah membuat mimpi indahnya tadi terpaksa harus hancur berantakan.

Jeoseonghamnida..” sahutnya pula sambil membungkuk kecil.

“KELUAR!”

Keunde Seonsaengnim—”

“Atau kau ingin merasakan kerasnya kursi ini?”

Jiyeon membelalak mendengarnya dan sebelum seonsaengnim benar-benar melemparkan kursi tersebut ke arahnya, ia bergegas berdiri dan segera berlari keluar dari kelas diiringi tawa tertahan sekaligus tatapan iba dari teman-temannya.

AS10xSPoI2dLclEj-900x1350

Name : Yoon Dujun

Description : Guru Fufu High School

Hobby : Menyelesaikan masalah dengan kekerasan

Sementara di luar, Jiyeon terlihat berjalan menuju toilet sambil bersungut-sungut seorang diri, apalagi menyadari kini dahinya yang hitam terkena tinta dari penghapus tadi.

Aish.. Aku kehilangan pangeranku..” gerutunya kesal.

Dan rupanya ia kesal bukan karena dahinya yang kotor, melainkan karena mimpi indahnya terganggu.

BUKK!! BUKK!!

Jiyeon tertegun dan menghentikan langkahnya sejenak mendengar suara barusan. Setelah berjalan mundur dua langkah, akhirnya ia melihat dua orang siswa tengah memukuli seorang namja di dalam ruang kesenian yang kebetulan sedang kosong. Jiyeon melipat kedua tangannya sejenak untuk melihat seberapa jauh kedua namja itu memukuli namja lemah itu yang hanya bisa pasrah menerima pukulan mereka. Setelah beberapa saat lamanya menjadi penonton, yeoja itu pun akhirnya melangkah memasuki ruang kesenian tersebut.

“Muahaha kalian payah!” ucapnya kemudian, membuat ketiga namja yang berada di dalam ruangan tersebut menoleh ke arahnya.

Yaa, apa yang kau lakukan di sini, yeoja bodoh?”

“Pukulan kalian berdua itu payah.” ulang Jiyeon tenang.

“Apa katamu?”

“Kubilang pukulan kalian berdua payah. Masih tidak mengerti juga?”

Yaa, jangan main-main. Pergilah kalau kau tak ingin terluka.”

Jiyeon kembali tertawa, lalu tanpa mengatakan apapun, tiba-tiba yeoja itu mencengkeram lengan salah satu dari mereka.

Yaa—”

“Biar kutunjukkan seperti apa pukulan yang sebenarnya.” Potong Jiyeon, lalu sedetik kemudian ia memberikan bogeman ke arah perut namja tersebut.

BUKK!!

“Argh!” Namja yang baru saja kena bogeman dari Jiyeon itu seketika mengaduh seraya memegangi perutnya yang langsung terasa kaku.

“Nah, begitu baru namanya sebuah pukulan. Apa kau mengerti sekarang?” kata Jiyeon pula.

Yaa! Kau berani—”

BUKK!!

Jiyeon memberikan pukulan serupa pada namja yang satunya lagi sebelum namja itu sempat menyelesaikan ucapannya.

“Sudah mengerti? Itu baru namanya pukulan.” ulang Jiyeon sekali lagi sambil meniup dan mengusap-usap kedua tangannya seolah baru saja selesai latihan tinju.

Kedua namja yang masih kesakitan itu mulai merasa aneh dan ketakutan. Lalu tanpa mengatakan apa-apa lagi keduanya pun bergegas keluar dari ruang kesenian sambil membungkuk-bungkuk memegangi perut mereka.

Jiyeon tersenyum puas melihatnya lalu mengalihkan pandangannya pada namja korban tadi yang masih terpaku menatapnya.

“Sudah beres.” ucap Jiyeon kemudian riang sambil tersenyum lebar.

914407_1435787116697043_1117087883_a

Name : Park Jiyeon

Description : Murid Fufu High School

Hobby : Menjadi stalker Kris Wu

.

Sementara sang korban yang masih terkagum-kagum itu hanya menatap Jiyeon tanpa berkedip, membuat Jiyeon sedikit heran karenanya.

W-wae? Apa aku terlihat menakutkan bagimu?” tanya Jiyeon heran.

Namja korban itu tak segera menjawab, namun tiba-tiba saja ia berdiri dan langsung memeluk Jiyeon.

Noona kau hebat sekali! Saranghae, Noona..” serunya heboh.

Sementara Jiyeon justru merasa aneh dan kebingungan karenanya. Pasalnya ia bahkan tidak mengenal namja yang kini tengah memeluknya itu. “Noo-Noona?” ulangnya mengikuti ucapan namja tersebut dengan sedikit canggung.

Noona, aku Sehun. Oh Sehun. Noona, kau sudah menyelamatkan hidupku. Gomawo, Noona.. Aku benar-benar berhutang padamu..”

“Aahh.. N-ne..” sahut Jiyeon sambil menggaruk-garuk kepalanya dengan canggung. Sementara namja bernama Sehun itu tak juga melepaskan pelukannya.

a9e80b3e021d8a3056477afaf649219c

Name : Oh Sehun

Description : Murid Fufu High School

Hobby : Bicara

.

Mwohaneun geoya?”

Keduanya terkejut dan serempak menoleh ke arah suara yang baru saja menegur mereka. Tampak seorang namja bertubuh tinggi sudah berdiri di ambang pintu ruang kesenian. Jiyeon seketika terpaku saat melihatnya. Entah kenapa dalam sekejap ia seperti melihat namja tersebut sedang memakai pakaian kerajaan sama seperti mimpinya beberapa waktu yang lalu.

“Apa yang kalian berdua lakukan di saat jam pelajaran masih berlangsung?” ulang namja tersebut.

Noona baru saja menyelamatkanku tadi. Aku merasa sangat berterimakasih padanya jadi aku memeluknya.” ucap Sehun dengan nada sedikit ketus entah kenapa.

“Menyelamatkanmu?”

Ne.. Benar kan, Noona?” kata Sehun lagi meminta suara Jiyeon.

Namun Jiyeon rupanya masih terpukau melihat namja yang baru saja datang dan muncul di hadapannya itu. Ia masih menatapnya tanpa berkedip.

“Pangeranku..” ucapnya tanpa sadar.

Ne?” ulang namja itu tak mengerti.

Jiyeon tak menyahut, melainkan masih saja bengong menatap ke arah namja yang menjadi pangeran dalam mimpinya itu. Akhirnya keduanya pun saling bertatapan satu sama lain beberapa saat lamanya.

Melihat itu, Sehun pun mendekat dan berbisik ke telinga Jiyeon, “Noona, jangan melihatnya seperti itu, aku tidak suka.”

Jiyeon tersadar mendengarnya, biarpun ia masih belum sepenuhnya mengerti ucapan terakhir Sehun itu.

Ah, mian.. Aku— pergi saja.” ucapnya kemudian sambil beranjak.

Jamkkanman!” panggilan Kris itu spontan menghentikan gerakan Jiyeon.

Yeoja itu kembali berdiri ke tempat semula dan kembali menatap Kris. Dadanya mendadak bergemuruh tidak karuan.

“Dahimu.. Kenapa bisa hitam begitu? Apa kau terluka?” tanya Kris kemudian, membuat Jiyeon gelagapan karenanya.

Ahh, ini— tadi aku—”

“Apa karena Yoon ssaem?” tebak Kris.

Jiyeon hanya mengangguk pasrah. Kris tersenyum melihatnya. “Pergi dan bersihkanlah dahimu. Setelah itu kembalilah masuk kelas.”

Lagi-lagi Jiyeon terpukau karenanya, “N-ne, Sunbae..” sahutnya sedikit gugup.

“Dan kau—” lanjutnya pada Sehun. “Sebaiknya kau pergi ke ruang kesehatan untuk mengobati luka-lukamu.”

Ne..” sahut Sehun singkat.

Kris kembali tersenyum, setelahnya ia pun beranjak pergi meninggalkan Jiyeon dan Sehun.

kris-exom-2013-wallpapers-1-5-s-307x512

Name : Kris aka Wu Yi Fan

Description : Ketua OSIS Fufu High School

Hobby : Tersenyum

.

Sehun menoleh pada Jiyeon yang masih terpaku di tempatnya. Dengan ekspresi sebal, ia berkata, “Apa Noona menyukai Kris sunbae?”

Jiyeon sedikit tersentak mendengarnya. “M-mwo? Ahh—kenapa bertanya begitu?”

“Sepertinya Noona menyukainya. Aku bisa melihat dari tatapanmu padanya. Noona, jangan pernah coba dekat-dekat dengannya. Lagipula, bukankah kau ini sudah punya namjachingu?”

Jiyeon tertawa sumbang mendengarnya, namun sejurus kemudian ekspresinya berubah menjadi keheranan dan menatap Sehun. “Keunde— Apa aku mengenalmu?”

“Bukankah tadi sudah kukatakan, namaku Sehun. Noona mungkin memang tidak mengenalku tapi aku sudah banyak memperhatikanmu selama ini.”

Sekali lagi Jiyeon menggaruk telinganya yang tidak gatal sembari memasang senyum bingung. “Ahh.. begitu..” sahutnya. Ia tidak menyangka kalau dirinya akan menjadi seterkenal itu di kalangan hoobaenya.

                                                                                                    –

“Apa tadi kau bertemu dengan Kris sunbae?”

Ehek! Jiyeon tersedak makanannya saat mendengar pertanyaan sederhana itu.

A-ah geunyang— secara tidak sengaja bertemu.. Hehe..” sahutnya sedikit gugup dan cepat-cepat menyeruput esnya.

Namja yang duduk di hadapannya itu hanya mendesah kecil dan turut menyeruput minumannya.

“Entah kenapa aku lebih merasa menjadi bodyguardmu daripada menjadi namjachingumu. Apa aku ini benar-benar namjachingumu?”

Yaa.. Kenapa Oppa bicara begitu? Kau adalah namjachinguku, satu-satunya namjachingu untukku. Arrachi?”

Ck.. Arrasseo.. Arraseo.. Kalau kau memang yeojachinguku, bayar semua makanan ini.”

Yaa! Kenapa begitu?”

“Itu sebagai hukuman karena kau sudah main mata dengan namja lain.”

Keunde Oppa—”

“Aku ingin ke toilet dulu. Tunggu aku di kelas, eoh?” ucap namja itu seraya menepuk pelan kepala Jiyeon.

Jamkanman, Oppa— aku tidak punya uang— Aishh..” Jiyeon akhirnya hanya bisa menggerutu tak jelas karena namjachingunya sudah beranjak pergi meninggalkannya.

Dengan terpaksa ia pun merogoh kantung bajunya dan hanya menemukan sejumlah uang yang sama sekali jauh dari harga makanan di kantin yang baru saja mereka makan.

Aish! namjachingu apanya? Membayar makanan begini saja tidak bisa. Tch.. Jinjja..” gerutunya sambil berjalan menuju pemilik kantin sekolah.

Jeogiyo, Ahjumeoni..” katanya hati-hati.

Ne?” sahut Ahjumma pemilik kantin sambil tersenyum.

Geuge— apa tidak masalah kalau aku membayar makanan tadi segini dulu?” lanjutnya dengan suara hampir tak terdengar sambil menyodorkan uang yang dimilikinya.

Ahh.. Makanan kalian tadi sudah dibayar.”

M-mwo?”

Ne.. Yoseob sudah membayar makanan kalian saat ia memesan tadi.”

GRRR… YANG YOSEOB KAU MENIPUKU??!! Teriak Jiyeon dalam hati dengan kesal.

Sementara Yoseob alias namjachingunya yang sedang berjalan menuju toilet itu menahan tawa geli membayangkan ekspresi kesal Jiyeon yang berhasil ditipunya.

oppaku sweet

Name : Yang Yoseob

Description : Murid Fufu High School

Hobby : Menipu orang

BRAKK!!

“Aishh..” desis seorang namja yang baru saja jatuh dari atas langit. Rupanya tubuhnya jatuh dan menimpa rerumputan.

Dengan kesal sekaligus penasaran namja itu melihat sekeliling. “Mwoya? Tempat apa ini? apa ini yang namanya bumi?” gumamnya.

BRUK!

Atatata..” erang seekor hewan kecil mirip kucing namun bersayap yang tiba-tiba jatuh dari atas pula menimpa kepala sang namja.

“J-Jisoo-ya?” ucap namja itu terkejut.

nekko

Name : Jisoo

Description : Hewan bersayap mirip kucing penghuni kahyangan yang diusir ke bumi

Hobby : Terbang dan makan

.

Hewan kecil berwarna kuning itu mengerjapkan kedua matanya sejenak lalu menatap namja yang berdiri di hadapannya.

“L..?” gumamnya.

tumblr_mq5b1jPkSJ1s11n58o1_500

Name : L

Description : Penghuni Kahyangan yang diusir ke bumi

Hobby : Tidur di atas pangkuan yeoja

.

“Jisoo-ya, sedang apa kau di sini?”

Pabo! Gara-gara kau mengatakan tak ingin berpisah dariku aku jadi ikut-ikutan dilempar ke bumi oleh pengawal kahyangan.”

“J-jinjja?”

Makhluk kecil itu hanya mengangguk dengan ekspresi kesal.

“Hahaha syukurlahh.. Aku senang sekali mendengarnya. Itu artinya aku tidak sendirian berada di tempat asing ini.” ucap L girang.

Yaa! Kita ini sedang dihukum dan diusir dari kahyangan! Bagaimana bisa kau tertawa girang begitu?”

Aishh tentu saja aku senang. Karena dengan begitu kita bisa bebas melakukan apapun tanpa takut melanggar peraturan lagi. Lagipula sepertinya tempat ini menyenangkan.”

Pabo! Kita bahkan belum tahu tempat macam apa ini. Lihat saja, manusia di sini terlihat aneh. Mereka memakai pakaian yang sama.” tunjuk Jisoo si kucing ke arah beberapa siswa-siswi yang berlalu lalang ke sana kemari. Rupanya mereka berdua terdampar tepat di Fufu High School.

L, namja yang bersama kucing itu turut memandang sekeliling.

“Kau benar. kenapa mereka memakai pakaian yang sama?” ulangnya. “Tapi yang lebih penting, perutku lapar. Aish seharusnya Raja menjamuku dahulu sebelum melemparku kemari tadi.”

“Sudahlah lebih baik kau minta ampun saja pada raja supaya dia mau menarik kita kembali ke kahyangan.” Kata Jisoo.

Jamkkanman, aku akan bertanya pada salah satu dari mereka.”

Yaa, L jangan ceroboh. Kita bahkan tidak tahu bahasa mereka. Yaa—”

Tapi namja bernama L itu sudah terlanjur berjalan meninggalkan sang kucing. Dengan terpaksa Jisoo pun terbang mengikutinya.

L berjalan menuju pada salah seorang yeoja yang sedang asyik membaca buku.

“Dia terlihat cantik. Aku bertanya padanya saja.”gumam L sambil mendekat.

Jeogiyo.. Aku ingin bertanya, apa kau tahu di mana tempat kami bisa makan?” kata L.

“……”

“Sudah kuduga dia tak mengerti bahasa kita.” gumam Jisoo.

“Ehm.. Begini, kami berdua—sedang lapar— dan ingin memakan sesuatu— bisakah— kau— membantu—kami?” ulang L sambil menggerak-gerakkan tangannya seolah memberikan isyarat. Namun lagi-lagi yeoja yang ditanyainya itu sama sekali tak menghiraukannya.

“Menyerah saja. Dia tak tahu bahasa kita.” Ulang Jisoo.

Anni. Mungkin dia terlalu berkonsentrasi dengan buku yang dibacanya. Lebih baik kita tanya pada orang lain saja. kkaja.”

Ck.. L sudahlah, hentikan saja. kita minta ampun pada Raja saja.”

Shireo.” ucap L seraya melangkahkan kakinya ke arah seorang namja yang sedang berjalan.

Jeogiyo.. Apa kau tahu tempat makan yang enak?” L langsung bertanya.

Namun seperti halnya yeoja tadi, namja yang kali ini ditanyainya pun tak menjawab.

Yaa, makhluk bumi. Kenapa kalian ini sombong sekali? Aku kan tanya baik-baik.” L mulai kesal karenanya.

Yaa—” L bermaksud menarik bahu namja itu namun alangkah terkejutnya ia karena rupanya tangannya justru menembus badan namja itu bagaikan roh.

Mwoya?” tanyanya tak mengerti.

Jisoo pun melongo tak paham.

Sekali lagi L bermaksud hendak menyentuh tubuh namja itu, namun lagi-lagi ia menembusnya.

“L—” ucap Jisoo dengan suara bergetar.

L menatap kedua tangannya sebentar, lalu ke arah Jisoo. Namja itu seperti baru menyadari suatu hal yang besar.

“Mereka— tak bisa melihat kita..” gumamnya kemudian.

Aishh.. Yoseob Oppa.. Namja itu harus diberi pelajaran. Awas saja. Mulai sekarang aku akan lebih sering menjadi stalker Kris sunbae biar dia hangus dibakar api cemburu, muahaha..” gerutunya gemas sepanjang perjalanannya untuk menemukan keberadaan Kris.

Namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika kedua matanya menangkap sesuatu yang aneh bergerak di tempat sampah. “Mwoya?” gumamnya heran.

Dengan hati-hati ia mendekati tempat sampah tersebut sambil menggenggam gagang sapu yang kebetulan nangkring tak jauh darinya. Namun baru saja ia mendekat, tempat sampah tersebut oleng dan sesuatu bersayap keluar dari dalamnya.

Kyaaaa!!” seru Jiyeon terkejut saat melihat benda itu.

Atatatata appoo..” benda itu mengeluarkan suara erangan yang membuat Jiyeon seketika melongo menatapnya.

“Kucing?” gumamnya kemudian.

Mendengar suara itu, sang kucing yang ternyata Jisoo yang semula mencari sisa makanan dari tempat sampah itu menatap arah suara tadi dengan tatapan heran.

“Kau— bisa melihatku?”

Kyaa! Kucingnya bisa bicara!” seru Jiyeon heboh.

Jisoo semakin heran sekaligus senang karena rupanya ada yang bisa melihat dirinya.

“Kau benar-benar bisa melihatku?” ulangnya mencoba memastikan.

Ohmo! Apa aku sedang bermimpi? kau benar-benar kucing yang bisa bicara? Dan juga, kau punya sayap? Apa kau bisa terbang? Aigoo.. Neomu kyeopta..”

Tanpa memberi aba-aba sebelumnya Jiyeon pun meraih Jisoo dan menggendongnya.

Atatata.. Lepaskan aku, makhluk bumi! Yaa.. Apa yang kau lakukan?” kata Jisoo meronta-ronta saat Jiyeon memeluknya dengan gemas.

Neomu kyeopta.. Yoseob Oppa pasti terkejut saat melihatmu.” ucap Jiyeon sambil memeluk Jisoo dengan erat.

“Jisoo-ya!

Jiyeon sedikit terkejut mendengarnya. Ia menoleh ke sumber suara dan melihat seorang namja berdiri di belakangnya.

Nuguya?” tanyanya heran.

Sementara namja yang baru datang itu justru terkejut saat ditanya.

“Kau— bisa melihatku?”

Jiyeon duduk bertopang dagu sambil menatap ke arah dua makhluk asing yang kini sedang makan dengan lahapnya di hadapannya. Kedua makhluk itu tak lain adalah L dan Jisoo. Jiyeon meneguk ludah sendiri saat menyadari semua makanan yang dipesannya tadi habis tak bersisa. “Astaga..” batin Jiyeon. Untung ia bertindak cepat tadi saat kedua makhluk ini mengeluh kelaparan.

Flashback

“Mwo? Kau meminjam uang?” tanya Yoseob sedikit heran.

“Eoh.. Aku benar-benar membutuhkannya sekarang, Oppa..”

“Aigoo.. Keunde untuk apa uang itu?”

“Geuge— aku ingin membeli sesuatu.”

“Hmm..?” Yoseob mengerutkan kening curiga.

“Geogjeongma, besok aku akan meminta pada Chanyeol Oppa untuk membayarmu kembali.”

Yoseob menarik napas sejenak lalu mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya.

“Apa ini cukup?” tanyanya.

“Ahh, ne kurasa cukup. Besok kubayar kembali.”

“Dwaesseo.. Ambil saja tak perlu mengembalikannya.”

“Jinjja? Ohmo kau memang namjachingu yang sangat pengertian. Gomawo, Oppa.”

“Yaa, apa hanya cukup dengan berterima kasih saja?”

“Maksud Oppa?”

Yoseob tak menjawab melainkan hanya menunjuk ke arah pipinya.

“J-jinjja? Oppa kau menyuruhku menciummu?” di luar dugaan, Jiyeon justru bersemangat, dan hal itu malah membuat Yoseob terkejut.

“A-anni, dwaesseo.. Pergilah, kau sudah mendapatkan uangnya.” katanya sedikit gugup.

“Tapi kau ingin aku menciummu, kan?”

“Anniya.. Sudah sana pergi.”

“Hahaha Oppa wajahmu merah, apa kau malu, eoh?”

“Aish! kalau kau tak segera pergi kuambil lagi uangnya.”

“Yaa, jangan! Arrasseo, aku pergi sekarang. Gomawo, Oppa..”

“Emm..”

Flashback ends

Aaagghh.. Kenyangnya..” ucap L sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit karena kekenyangan. Sementara Jisoo bahkan sudah tertidur pulas di atas meja kantin.

“Jadi, kalian berdua ini dari Nebulous?” ulang Jiyeon masih bingung dengan ucapan L yang mengaku berasal dari negeri Nebulous.

Ne, bukankah tadi aku sudah memberitahumu?” ucap L pula.

Keunde.. Aku baru dengar ada tempat dengan nama seperti itu. Apa itu terletak di antah berantah?”

“Sudah kubilang itu tidak berada di bumi. Nebulous itu dunia lain, tepatnya berada di kahyangan.”

Jiyeon menggaruk hidungnya, “Keunde, mana mungkin ada hal seperti itu di dunia ini?”

“Bukankah kau sudah melihat sendiri buktinya? Apa kau pernah melihat ada kucing bersayap yang bisa bicara?”

Jiyeon menggeleng.

“Sudah jelas kan? Kami memang bukan makhluk bumi.”

Keunde, bukankah tadi kau bilang kalau kalian tidak bisa dilihat oleh manusia biasa? Tapi kenapa aku bisa melihat kalian? Bahkan menyentuh kalian.”

Nado molla. Mungkin sudah menjadi takdir kami dipertemukan dengan manusia sepertimu. Atau mungkin juga, sebenarnya kau pun bukan makhluk bumi.”

“Enak saja. Aku ini manusia biasa. Makhluk bumi. Jangan bicara yang tidak-tidak.”

L mengangguk-angguk, lalu kembali menatap Jiyeon.

“Siapa namamu, makhluk bumi?” tanyanya kemudian.

“Park Jiyeon. Panggil saja aku Jiyeon. Lalu kau sendiri?”

“L.”

Hah?”

Wae?”

“Itu saja?”

Eoh..”

Aigoo.. Itu terlalu irit. Mana ada orang yang memiliki nama hanya satu huruf.”

“Tapi itu memang namaku.”

Anni.. Kalau kau berada di bumi maka kau harus memiliki nama yang pantas.”

“Maksudmu?”

“Karena aku adalah penemumu, maka aku yang akan memberikanmu nama baru.”

Nugu?”

“Kim Myungsoo. Itu namamu yang baru.”

“Kim— Myungsoo?” ulang L mengikuti ucapan Jiyeon.

“Bagaimana? kau suka?”

“Kenapa Kim Myungsoo? Apa ada alasannya?”

Anni.. Nama itu terlintas begitu saja di kepalaku.”

Ah.. Begitu?”

Jiyeon mengangguk menanti respon dari L.

Geurae.. Aku menerimanya. Kim Myungsoo bukan nama yang buruk.”

Jiyeon tersenyum puas, lalu mengulurkan tangan kanannya. “Bangapta, Kim Myungsoo..”

Eoh.. Nado bangapta, Park Jiyeon..”

Keduanya pun saling berjabat tangan dan melempar senyum satu sama lain.

“Jiyeon-a..”

Jiyeon terkejut dan secepat kilat melepas pegangan tangannya dari L.

Eoh.. Y-Yoseob Oppa?” ucapnya sedikit gugup saat menyadari seorang namja lain sudah berdiri tak jauh darinya.

“Sedang apa kau? Kau tak masuk kelas? Bel sudah bunyi sejak tadi.”

A-ahh.. N-ne, aku akan segera menyusul.”

Yoseob tak menjawab. Kedua matanya beralih pada semua piring bekas makanan di atas meja. Jiyeon langsung kriet melihatnya.

“Kau— menghabiskan semua makanan ini sendiri?” tanya Yoseob deengan ekspresi heran.

“A-ahh.. Geuge— n-ne.. Aku yang menghabiskannya.” Sahut Jiyeon terpaksa bohong. Dalam hati ia takut Yoseob bertanya macam-macam dan lebih banyak lagi padanya.

Aigoo aku baru tahu kau serakus ini. Kkaja, kita ke kelas. Kau tidak ingin dihukum Yoon ssaem lagi, kan?” kata Yoseob lagi.

Eoh? N-ne, Oppa.. Aku akan segera menyusul.”

“Cepatlah, kalau tidak cepat aku akan selingkuh nanti.”

Yaa—”

Yoseob hanya terkekeh lalu beranjak meninggalkan Jiyeon.

Jiyeon bernapas lega setelahnya. “Fiuhh.. Untung dia tidak curiga.” Gumamnya.

“Siapa dia? Namjachingumu?” tanya Myungsoo penasaran.

Eoh..” angguk Jiyeon.

Myungsoo terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu. Aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat, pikirnya.

Yaa, Kim Myungsoo kau bisa memegang benda mati kan? Cepat bereskan semua piring ini. Aku harus segera kembali ke kelas.” tegur Jiyeon membuat Myungsoo tersentak.

Mwo? Keunde aku—”

Ah matta.. Kalian bisa ikut aku ke rumah nanti. Aku tahu kalian bingung dengan tempat tinggal. Kalian bisa tinggal di tempatku. Jadi tunggu aku, nee?”

Jamkkanman—” ucap L namun Jiyeon telah melesat pergi dari hadapannya.

Eottokhe? Apa aku harus membereskan ini semua?” gumamnya. Diliriknya Jisoo yang masih pulas di atas meja.

Yaa, Jisoo-ya! Ireona! Bantu aku!” tegurnya, namun Jisoo sama sekali tak membuka kedua matanya.

Aishh jinjja.. Terpaksa aku melakukannya sendiri.” gerutu Myungsoo kesal.

Akhirnya namja itu pun membereskan semua piring dan mangkuk menuju dapur kantin. Dan tepat seperti dugaannya, Ahjumma penjaga kantin yang kebetulan baru saja hendak membereskan piring-piring kotor itu seketika melotot lebar begitu melihat benda-benda mati melayang di hadapannya.

Kyaaaaaaaaaaaa hantuuuuuuuuu!!”

Bruk! Dan Ahjumma itu pun jatuh pingsan tepat di hadapannya.

“Jiyeon-a, aku akan keluar dan pulang larut nanti. Pastikan semua pintu terkunci, eoh?” kata seorang namja pada Jiyeon ketika yeoja itu baru sampai rumah.

“Apa Oppa pergi sekarang? Keunde ini masih terlalu sore.” Kata Jiyeon.

Ne, ada sesuatu yang mendadak harus kulakukan.”

Oppa tidak akan berkelahi lagi, kan?”

Geogjeongma, aku hanya berkelahi saat terdesak. Geurae, mandilah. Aku sudah menyiapkan air panas untukmu. Aku juga sudah membuatkan makan malam.”

Oppa.. Sudah kubilang jangan melakukan itu semua untukku. Aku bisa melakukannya sendiri.”

Namja itu hanya mengangguk dan menepuk kepala Jiyeon pelan. “Gwaenchanha. Aku tidak merasa terbebani dengan itu semua. Geureom, na ganda.“ katanya lalu beranjak keluar dari rumah meninggalkan Jiyeon yang menatapnya dengan tatapan tak rela.

Nuguya? Saudaramu?” tanya Myungsoo yang ternyata sudah berada di dalam rumah Jiyeon sejak tadi.

Emm.. Park Chanyeol, Oppaku tersayang. Keunde, dia hanya Oppa angkatku. Dialah yang merawatku sejak kecil. Kami hidup bersama sejak kecil.”

tumblr_m56eopsdGY1rrdf6ao1_400

Name : Park Chanyeol

Description : Saudara angkat Jiyeon

Hobby : Bekerja keras

.

“Sejak kecil?” ulang Myungsoo.

Emm..” angguk Jiyeon, “Aku dibuang orangtuaku sewaktu masih bayi. Kami tumbuh bersama di panti asuhan hingga akhirnya kami bisa hidup mandiri seperti sekarang. Chanyeol Oppa namja yang baik, dia selalu bekerja keras untukku.”

Myungsoo termenung mendengarnya. Dalam hati ia merasa ada sesuatu yang aneh. Kenapa aku juga seperti pernah melihat namja itu di suatu tempat? Pikirnya.

Wae? kau tidak berpikiran macam-macam kan tentang Oppaku? Jangan pernah menyentuhnya atau kau akan berhadapan langsung denganku.” sahut Jiyeon.

Yaa, aku tidak tertarik pada namja.” sahut Myungsoo sedikit tersinggung.

“L hanya tertarik pada yeoja seksi..” celetuk Jisoo yang sudah berputar-putar di sekitar ruangan.

Jiyeon hanya tersenyum simpul mendengarnya.

“.. dan sepertinya tidak berlaku juga untukmu, Jiyeon-a.” lanjut Jisoo lagi.

Yaa, apa maksudmu?” kedua alis mata Jiyeon langsung bertempur.

“Kau bahkan tidak terlihat seperti seorang yeoja.”

Jiyeon melotot mendengarnya. “Mworago? Yaa kucing! Ternyata kau tidak seimut dan sepolos yang kupikir. Dan berhenti memanggilku dengan namaku langsung. Kau seharusnya memanggilku dengan panggilan Eonni.”

Shireo.. Di dunia kami tak ada aturan seperti itu. Kalau namamu Jiyeon ya kupanggil Jiyeon. kecuali kalau kau adalah keturunan kerajaan, baru aku akan memanggilmu Tuan Putri.”

Geezz.. Ternyata kucing ini sangat menyebalkan.” gerutu Jiyeon sambil menghempaskan tubuhnya di atas kursi. Myungsoo mengikutinya. Namja itu terus menatap Jiyeon tanpa berkedip.

Wae?” tanya Jiyeon heran.

“Aku ingin tahu di mana aku tidur nanti.” ujarnya polos.

“Kau bisa tidur di sini.”

“Di kursi ini?”

“Di mana lagi? Tak ada tempat lain yang kosong, di sini hanya ada dua kamar. Untukku dan Oppa..”

“Bukankah kami bisa tidur di kamarmu juga?”

Mwo?”

Wae?”

Yaa! Jugule? Jangan macam-macam! Kalau kau memang tidak mau lebih baik keluar saja dari sini.”

Anni.. Anni.. Geurae, kami akan tidur di sini saja.” sahut Myungsoo cepat.

“Bagus. Lagipula bukankah kalian tidak terlihat oleh manusia? Kalian bisa tidur di mana saja.”

“Termasuk di kamarmu, kan?”

YAA!!!”

“..mereka berkeliaran di sekitar sini.”

“Jangan sampai lengah atau kita akan terbunuh.”

Arrasseo.. Keunde ngomong-ngomong, Ketua, apa kau tidak terlalu berlebihan padanya?”

Ah, soal itu, aku sudah mendapatkan ijin melakukan hal seperti itu.”

Keunde tetap saja itu terlalu sadis menurutku.”

“Lalu kau sendiri, kenapa wajahmu babak belur begitu? Apa kau pergi bekerja tanpa kami?”

Ah, anni.. Ini terjadi saat di sekolah tadi siang. Dan aku bertemu Noona.”

Yaa, ngomong-ngomong, aku heran bagaimana bisa pengacau itu turun juga ke bumi?”

Nado molla. Mungkin dia diusir dari kahyangan karena kebiasaan buruknya itu.”

Nugu?”

“L. Juga kucingnya.”

Ah jinja? Tapi menurutku mereka tidak berbahaya.”

Geureom.. Apa semua sudah berkumpul?”

“Si pemalas itu tidak datang lagi..”

Ah, dia tak mungkin datang. Pasti dia sedang tidur seperti biasanya.”

Kkaja, kita bekerja sekarang saja.”

Eoh..”

Myungsoo terlihat berkali-kali merubah posisi tubuhnya di atas kursi. Tampak sekali kalau ia merasa tidak nyaman dengan posisinya. Jisoo yang semula sudah pulas di atas kursi lainnya itu jadi sedikit terganggu karenanya dan kembali terbangun.

“L, tenanglah. Kau mengganggu tidurku saja.” gumamnya dengan kedua mata setengah terpejam.

Ck.. Aku tidak bisa tidur.” Sahut Myungsoo yang masih mengubah-ngubah posisinya.

“Saat ini kita sedang berada di dunia manusia. Jangan samakan saat kau masih berada di Nebulous.”

Myungsoo mendesah kecil, lalu mengubah posisinya menjadi duduk. Setelah itu ia bangkit berdiri.

Eodiga?” tanya Jisoo penasaran.

“Aku butuh Jiyeon.” sahut Myungsoo singkat sambil melangkah menuju kamar Jiyeon. sementara Jisoo terbang mengekornya dengan harap-harap cemas.

Cklek! Namun rupanya pintu kamar Jiyeon terkunci dari dalam.

Aish! dia mengunci kamarnya.” Gumam Myungsoo kesal.

Nugu? Kim Myungsoo? Kaukah itu?”

Ehek! Myungsoo sedikit tersentak karena ia tak menyangka kalau Jiyeon masih terjaga.

A-ah, n-ne..” sahutnya gugup.

Wae? Kau butuh sesuatu?”

Eoh.. Geuge—Bisakah kau keluar sebentar?”

Tak ada jawaban, namun sebentar kemudian pintu pun terbuka dan muncullah Jiyeon yang hanya mengenakan kimono. Myungsoo dan Jisoo sama-sama bengong melihatnya.

Wae? Kenapa melihatku seperti itu? Apa kalian belum pernah melihat seseorang memakai kimono?” tanya Jiyeon agak risih juga ditatap seperti itu.

“K-kimono?” ulang Myungsoo.

Hmm sudahlah. Ada apa? kau bilang butuh sesuatu?”

Ah, geuge— aku tidak bisa tidur..”

Hmm.. Lalu?”

Eng— geuge, bisakah—”

Andwae!”potong Jiyeon cepat.

Wae? Bukankah kamarmu cukup luas untuk kita bertiga?”

Yaa, ini bukan masalah luas atau sempit. Aish pokoknya kau tidak boleh tidur di kamarku. Kalau tidak setuju, kalian boleh keluar dari sini.”

“Jiyeon-a, Myungsoo hanya bisa tidur di atas pangkuan seseorang.” kata Jisoo tiba-tiba.

Mwo?” Jiyeon membelalak mendengarnya. Ditatapnya Myungsoo seolah meminta kepastian. Myungsoo pun mengangguk cepat mengiyakan.

Matjayo.. Myungsoo biasa tidur di atas pangkuan seorang yeoja.” Lanjut Jisoo lagi.

Y-yeoja?”

Eoh.. Itulah alasannya kenapa ia sampai diusir dari Nebulous. Karena ia sering menyelinap ke dalam istana setiap malam hanya karena ingin tidur di pangkuan para dayang istana.”

Mulut Jiyeon menganga lebar mendengar cerita Jisoo yang sangat-sangat tidak masuk akal menurutnya itu.

“Myungsoo tak punya Eomma dan hanya tinggal denganku sejak kecil. Itulah sebabnya ia meminta para dayang untuk membantunya.”

“Dan mereka menuruti kemauannya?”

Emm..” angguk Jisoo.

“Gila.” gumam Jiyeon tak habis pikir. Ditatapnya sekali lagi Myungsoo yang balas menatapnya dengan puppy eyes miliknya. Yeoja itu langsung berfirasat tak enak melihatnya. “L-lalu— apa maumu sekarang? Jangan bilang—”

“Jiyeon-a, bolehkah aku meminjam kedua pahamu sebagai bantalku?” potong Myungsoo dengan polos.

Kyaaaa!! Andwae! Maldo andwaee!” seru Jiyeon cepat dan langsung menutup pintu kamarnya.

BRAK!!

Myungsoo dan Jisoo terlonjak kaget dibuatnya. Dengan ekspresi kecewa, Myungsoo mengetuk pintu Jiyeon sekali lagi.

“Jiyeon-a, jebal.. Aku benar-benar tidak bisa tidur kalau tidak berada di pangkuan seorang yeoja.” Katanya.

Shireo!” teriak Jiyeon dari dalam.

Sekali lagi Myungsoo mendesah kecewa.

“Sudahlah L, kalau memang dia tak mau jangan dipaksa. Bukankah Raja Nebulous selalu mengajarkan pada kita kalau sesuatu yang dilandasi dengan paksaan itu tidak baik.”

“Jangan bahas Raja itu. Ia bahkan memaksaku keluar dari Nebulous.”

“Tapi bukankah kau justru merasa senang karena bebas dari macam-macam peraturan?”

“Memang, karena kupikir di sini banyak yeoja yang bersedia membantuku meminjamkan paha mereka saat aku tidur. Tapi rupanya di dunia ini hanya ada satu yeoja yang bisa melihatku tapi justru tidak mau membantuku. Kalau tahu begini lebih baik Raja menghukumku mati saja.”

Dasar namja aneh.. Apa dia gila?” gumam Jiyeon yang mendengar ucapan Myungsoo dari balik pintu kamarnya.

“Sudahlah L. Lalu kau mau apa sekarang?” tanya Jisoo.

Molla. Sepertinya lebih baik kita keluar saja dari tempat ini. kita keliling saja siapa tahu ada orang lain yang bisa melihat kita juga.”

“Kau serius? Tapi sekarang sudah malam hari.”

“Apa bedanya? Aku tetap takkan bisa tidur kalau hanya berdiam diri di sini.”

Aigoo.. Kalau begitu tidur di pangkuanku saja. Aku juga yeoja.”

Shireo. Kau bisa gepeng nanti.”

Keunde aku mengantuk sekali L. Dan juga— aku mulai lapar lagi.”

Arrasseo.. Kau di sini saja. Aku akan keluar mencari yeoja itu sendiri. Aku akan menjemputmu setelah kutemukan yeoja itu.”

Jiyeon menarik napas panjang mendengarnya. Lalu dengan terpaksa ia pun membuka pintu kamarnya kembali.

Arrasseo.. Aku akan membantumu.” Katanya tiba-tiba.

Myungsoo yang semula sudah membalikkan badan itu mengurungkan niatnya dan memasang ekspresi tak percaya.

J-jinjja? Kau mau membantuku?” tanyanya.

Eoh..” angguk Jiyeon walaupun dalam hati ia sama sekali tak yakin.

Ohmo Jisoo-ya akhirnya penolongku datang. Gomawo Jiyeon-a.”

Yaa, yaa.. Tapi di luar saja. jangan di kamarku. Dan satu lagi, kalau kau sudah tidur aku bisa meninggalkanmu kan?”

Geureom.. Kalau sudah tidur, aku tak mungkin bisa bangun lagi kecuali hari sudah pagi.”

Jinjja?”

Myungsoo mengangguk.

Apa semua makhluk kahyangan itu memiliki kebiasaan aneh seperti ini?” gumam Jiyeon heran.

Anni.. Hanya aku saja yang memiliki kebiasaan seperti itu.” Sahut Myungsoo yang mendengar gumaman Jiyeon.

Ah.. Begitu? Geurae.. Terserah kau saja.” ucap Jiyeon sambil berjalan keluar dari kamarnya.

“Gomawo Jiyeon-a, akhirnya kau bersedia tidur bersamaku.”

Yaa, hentikan. Ucapanmu terdengar aneh.”

“Tenang saja, L hanya tertarik pada yeoja seksi..”

Yaa diam kau kucing jelek!”

Pluk!

“Whoa! Daebak Chanyeol-a kau mendapatkan banyak hari ini? Aishh sepertinya aku hanya dapat sedikit. Aku masih belum terlalu kuat.”

“Kau hanya perlu lebih banyak latihan lagi.”

“Kalau kau terus seperti ini bisa-bisa kau mengalahkan Ketua. Aku saja tidak sampai sebanyak ini.”

“Apa kau babak belur lagi, Sehun-a?”

“Aishh jangan meremehkanku. Kalau mereka tahu siapa aku sebenarnya, bahkan tanpa kuapa-apakan mereka pasti sudah mengalah padaku.”

“Yaa, jangan pernah biarkan siapapun tahu identitasmu, atau nyawamu akan terancam.”

“Arrasseo..”

“Igeo.. Ambil sebagian uang ini.”

“Ohmo.. Jinjja? Jinjjayo?”

“Emm.. Aku akan mengambil sepertiganya saja. kurasa cukup untukku dan juga Jiyeon.”

“Yaa, jangan biasakan seperti itu. Kau harus berusaha sendiri tanpa bantuan orang lain.”

“Arrasseo, Ketua. Aku pasti akan menjadi lebih kuat lagi. Keunde ngomong-ngomong, malam ini aku masih belum melihat si pemalas itu. Apa dia tidur di jalanan lagi?”

“Aish namja itu. Aku sudah tak sanggup lagi mengurusnya. Apa dia akan bisa bertahan di bumi kalau kerjanya hanya malas-malasan begitu?”

“Geogjeongma, dia tidak selemah itu. Aku tahu seperti apa dia.”

“Ah Chanyeol-a, apa kau akan pulang sekarang?”

“Anni, aku harus bekerja lagi, aku tidak mau klan kegelapan semakin banyak berkeliaran di bumi.”

“Keunde ini sudah malam. Apa kau tidak khawatir pada Jiyeon?”

“Namja dan kucingnya itu ada di rumahku sekarang, jadi aku tidak terlalu khawatir.”

“Mwo? L di rumahmu? Bersama Jiyeon?”

“Eoh..”

“Mwoya? kau membiarkan Noonaku bersama namja itu hanya berduaan saja?”

“Ada kucing bersama mereka.”

“Tapi tetap saja kucing hanyalah hewan kecil yang tak bisa apa-apa.”

“Sehun-a, tenanglah. Aku yang akan melihat mereka nanti.”

“Eoh, seharusnya memang namjachingunya lah yang merasa khawatir.”

“Aku tidak khawatir. Aku sudah terbiasa. Jiyeon itu yeoja yang kuat.”

“Yaa.. Kalau bukan permintaan dari Raja, aku juga tidak mungkin membiarkanmu menjadi namjachingunya.”

“Sudahlah jangan bicara lagi. Kalau kalian ingin pulang sekarang, pulang saja. Chanyeol-a, aku akan menemanimu bekerja malam ini.”

“Emm..”

“Yaa, kalau sampai kau apa-apakan Noonaku, kubunuh kau.”

“Tenang saja. bahkan menciumnya saja aku belum pernah.”

“Yaa! Berani kau lakukan itu aku benar-benar akan membuatmu menyesal!”

“Kalahkan dulu seorang klan kegelapan sebelum mencoba menantangku.”

“YAA!!”

Jiyeon terlihat menahan napas ketika kepala L sudah tergeletak di atas kedua pahanya.

Y-yaa.. Kau sudah tidur kan?” tanya Jiyeon ketika L baru saja meletakkan kepalanya.

“Jiyeon-a aku bahkan belum memejamkan kedua mataku.” kata L.

“Cepatlah, aku merasa tidak enak..”

Arrasseo.. Kalau begitu diamlah agar aku bisa tidur lebih cepat.”

Jiyeon merengut mendengarnya. Diliriknya Jisoo yang bahkan entah sejak kapan sudah mendengkur pulas di atas kursi di sebelahnya. L tampak mulai memjamkan kedua matanya. Jiyeon menatap L yang terlihat begitu nyaman berada di atas pangkuannya itu.

Astaga, apa-apaan ini? Yoseob Oppa yang jadi namchinku saja belum pernah tidur di pangkuanku, bagaimana bisa namja asing yang baru saja kukenal beberapa jam yang lalu ini tidur di atas pangkuanku? Aigoo.. Sampai kapan aku akan terus seperti ini?

Baru saja Jiyeon membatin, tiba-tiba L membuka kedua matanya dan bangun dari pangkuan Jiyeon, membuat yeoja itu terkejut karenanya.

Mwoya? Aish kau membuatku terkejut saja. kenapa tiba-tiba kau bangun secara mendadak begitu, eoh?” kata Jiyeon agak kesal.

Bukannya menjawab, L justru menatap Jiyeon dengan lekat, seperti meneliti setiap detail wajah Jiyeon.

Y-yaa.. Mwohaneun geoya?” jiyeon merasa was-was juga saat diperhatikan seperti itu. Ia bahkan sampai memundurkan kepalanya. Namun L masih saja menatapnya bahkan tanpa berkedip sedikitpun.

Yaa, jangan menakutiku begitu!” bentak Jiyeon lebih keras.

“Kau— siapa kau sebenarnya?” tanya L tiba-tiba.

Huh?”

L tak menyahut lagi. Ia masih menatap Jiyeon dengan ekspresi keheranan.

Yaa, apa yang kau bicarakan? Apa kau mengigau, eoh?” ulang Jiyeon.

L mengendurkan ekspresinya yang semula menegang, lalu kembali meletakkan kepalanya di atas pangkuan Jiyeon.

Dwaesseo..” ucapnya pelan, membuat Jiyeon berjuta-juta kali lipat lebih heran karenanya.

Dasar makhluk asing aneh! batinnya.

L kembali memejamkan kedua matanya, namun kali ini pikirannya tak tenang. Ia seperti baru saja mendapatkan mimpi yang sulit dimengerti.

Siapa yeoja ini sebenarnya? Aku— bisa membaca pikirannya?

Sementara itu di luar pintu rumah Jiyeon, seeorang namja tampak berdiri menyandarkan punggungnya di dinding sambil melipat kedua tangannya. Namja itu tersenyum kecil.

“Pada akhirnya kau juga datang, huh?” gumamnya.

To be continued..

Mian kalo kurang panjang ya guys, author keceh ini sengaja potong sampai sini dulu soalnya kepanjangan kalo dilanjutin, jadi terima aja yaa, muehehehe😛

Nantikan episode berikutnya😉


next part preview

..

“Tapi aku tak bisa membiarkan Noona berdekatan dengannya. Kalau itu terjadi, klan kegelapan akan lebih mudah menemukannya.”

..

“..Makhluk kahyangan hanya bisa bertahan di bumi selama 2 hari. Setelah itu tubuh mereka akan lenyap selama-lamanya,..”

..

“..Kau harus membunuh..”

..

“L, gwaenchanha?” ulang Jisoo was-was.

“Siapa kau?” Myungsoo justru balik bertanya

 

157 responses to “[CHAPTER-PART 1] NEBULOUS

  1. jadi,chanyeol,sehun ma yoseob makhluk khayangan juga ?.
    apa jiyeon juga berasal dari khayangan.mereka semua pada mau ngejaga jiyeon.ditunggu sangat kelanjutannya,

  2. jadi,chanyeol,sehun ma yoseob makhluk khayangan juga ?.
    apa jiyeon juga berasal dari khayangan.mereka semua pada mau ngejaga jiyeon.ditunggu sangat kelanjutannya

  3. Ngakak sma kucing nya blak”an bgt :v hahaha
    L kebiasaan nya eerr ga enak banget :v
    Ok fikss.. Lanjut yaa.. Fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s