[OneShoot] Do You Cry Over Me?

kim-myungsoo_副本c

Do you cry over me?

Fanfiction :do you cry over me

Author : pjy_kyur

Main cast :Park Jiyeon , l Myungsoo

Leght : oneshoot

Rating : g

annyeonggggg, mianhaeeeee Aku hiatusnya lama banget ;( dan maaf juga mungkin yang pada nanyain Enchanted aku cuma bisa jawab disini kalau FF ku itu ga bisa dilanjutin. tapi aku punya alasan loh. laptop aku rusak dan mati total jadi semua file nya hilang dan ga bisa diselamatin. ini juga aku ngetiknya di ponsel😦 tapi karena sekarang udah ada pengganti laptopnya jadi aku usahin update FF baru lagi. mainhae jadi curhat disini😦 dan sebagai comeback aku, aku bawain FF myungyeon dan genrenya tetap masih sad dan ga jauh2 dari sana :3 selamat membaca ya reader-reader tercintah

=======================================

Ini sudah tahun ke-2 setelah perpisahanku dengannya. Aku pikir setelah melewati semuanya seperti sediakala, aku akan bisa menjadi gadis normal. Setelah perpisahanku dengannya aku pikir aku bisa dengan mudah mencari penggantinya, tapi bodohnya aku masih memikirkannya.

Aku selalu memperhatikannya, ketika tangannya menyentuh lembut rambut gadis itu, kupikir aku dapat melupakannya, kupikir aku dapat merelakannya.

========================================

“aigoo Jiyeonieee. Kau gadis cantik, kenapa urak-urakan seperti ini?” Boram menarik selimut Jiyeon.

Eonniee aku lelah. Ini masih terlalu pagi” dengan tidak membuka matanya, gadis itu meraba-raba selimutnya dan kembali menutupi tubuhnya.

“bangun kataku. Kau tidak ingin pergi berkencan dengan chanyeol?” Jiyeon mengerang pelan ketika mendengar ucapan Boram.

“aku tidak enak badan Eonnie. Aku lelah sekali” suara lembut Jiyeon sedikit serak. Memang, akhir-akhir ini dia sedikit tidak enak badan.

“benarkah? Apa kau sudah minum obat? Atau kita panggil dokter?” Boram menatap Jiyeon khawatir.

Karena tidak ingin membuat Boram semakin khawatir, Jiyeon membuka matanya dan tersenyum kearah Eonnienya itu. “sungguh, aku hanya ingin istirahat dan tidak diganggu. Aku akan baik-baik saja” ucapan Jiyeon membuat Boram mendesah. Magnae itu selalu seperti ini.

“baiklah. Jika kau minta sesuatu panggil saja aku” Boram mengelus rambut Jiyeon dan tersenyum melihat gadis itu tersenyum.

***

Jiyeon’s pov

Tak ada yang tahu, aku selalu kembali kemasa laluku. Aku selalu berpikir, jika saja aku tetap mengenang hal-hal yang indah aku bisa sedikit memudahkan hatiku.

Disini aku berada, ditempat yang sangat aku suka dahulu hingga sekarang. 3 tahun lalu bukan waktu yang lama untukku, aku masih bisa mengingat semuanya dengan jelas, semua perlakuan dan ucapannya tidak pernah aku lupakan. Lagi pula aku tak tahu bagaimana cara melupakannya.

Flashback on

Author’s pov

Oppa” Jiyeon menatap namjanya dengan manja, gadis itu selalu seperti itu saat bersama orang yang dekat dengannya, sangat manja.

waeyo Jiyeon~ah?” namja itu tak jauh berbeda, berlawanan dengan imagenya yang terlihat dingin, dia adalah namja pemalu dan sangat penyayang.

“apa Oppa lupa heoh?” gadis itu mencebik kesal. Mereka sudah lebih dari sepuluh menit tiba disana namun tak ada satu katapun yang keluar.

Namja itu menatapnya bingung. “tentang?” tanyanya ragu.

Gadis itu mendelik kesal, Jiyeon bangkit dari duduknya dan menunjuk namja bernama Myungsoo itu dengan kesal. “kau– aissh kenapa begitu– sudahlah aku pulang” Jiyeon berteriak kesal dan berbalik menjauh dari Myungsoo.

Sedetik berikutnya, namja itu berdiri dan mengejar Jiyeon. Dipeluknya tubuh yeoja cantik itu dan tersenyum senang. “kau marah? Apa kau berpikir aku lupa dengan hari ke-100 kita? Tentu saja tidak. Aku bahkan sudah menyiapkan hadiah untukmu” Myungsoo mengecup pipi Jiyeon dari samping.

Gadis itu tidak tersenyum, dia hanya mendengus kesal. “kau menyebalkan.” Jiyeon mengumpat, namun entah kenapa bagi pria itu gadisnya semakin cantik apapun yang dilakukannya.

Myungsoo membalikkan tubuh Jiyeon menghadap kearahnya “jangan marah ne. Cha, aku akan mengambil kadonya dan kau kembali duduk” Myungsoo mengelus pipi Jiyeon dan tersenyum manis.

Gadis itu hanya mengerucutkan bibirnya dan mengangguk lucu. Melihat itu Myungsoo mengecup bibir Jiyeon sekilas dan tersenyum geli. “kau benar-benar menggemaskan” seraya meggacak rambut Jiyeon.

“eoo cepat sana. Kita tak punya waktu banyak” ucap gadis itu kalem.

Myungsoo tau, gadis itu hanya berpura-pura kesal. “ne tuan putri” Myungsoo mengerling membuat Jiyeon tersenyum kecil.

 

Flashback off

 

Jiyeon’s pov

Oppa apa kau mendengarkanku? Apa tidak ada lagi rasamu untukku? Cincin itu masih kusimpan dengan baik. Oppa, pernahkan kau merindukanku? Sedikit saja, adakah momen kita pernah kau ingat? Nan bogoshipoyo. Jeongmal bogoshipo.

Ponselku bersering, tanganku mengahapus air mataku kasar, seperti orang bodoh. Apa yang aku lakulan?

yoboseyo Eonnie” ucapku lalu berdehem.

“eodi? Boram Eonnie bilang kau sakit. Tapi kenapa kau malah keluyuran? Apa sudah baikan?” aku mendesah dan tersenyum tipis.

Tidak– tak ada yang akan membaik “ne Eonnie. Aku hanya mencari udara segar” ucapku berbohong. Bahkan tak ada lagi udara segar ditaman ini.

“baiklah. Kau hati-hati dan jangan pulang telat. Arra” aku berdehem dan menutup telpon dari Hyomin Eonnie.

***

Eonnie aku lelah” akhir-akhir ini aku sering pusing. Mungkin karena keseringan menangis,. Entahlah, aku merasa semakin lama aku semakin terlihat bodoh.

Soyeon Eonnie yang berjalan beriringan denganku menatapku dengan khawatir. Sebenarnya aku tak ingin memberitahu mereka. Beruntung make up ku dapat menyamarkan wajah pucatku. “sabarlah Jiyeon. Kita akan segera pulang” dia tersenyum menenangkan.

Aku tetap melambai dan tersenyum kearah kamera yang berada dibelakang panggung. Begitu banyak atris yang kebali kebackstage sehingga membuat penglihatanku agak kabur.

Sebelum aku limbung, kurasakan sebuah tangan memegang pinggangku. “kau sakit? Apa baik-baik saja?” kulihat senyum Minhyuk disana.

Aku menggeleng dan tersenyum kearahnya. “gomawo Minhyuk~ssi. Nan gwaenchana. Hanya sedikit lelah” kukibaskan tanganku dan menatap Soyeon Eonnie meminta pertolongan. Aku tak ingin mendapatkan skandal apa-apa lagi. Dengan sigap Soyeon Eonnie memapahku dan tersenyun kearah Minhyuk “biar Noona yang membantunya. Sekali lagi gomawo” minhyuk hanya tersenyum dan membungkuk.

Saat mataku teralih kedepan aku terkejut mendapati iris mata yang menatapku lekat. Aku begitu takut hingga refleks menundukkan wajahku. Tatapan Myungsoo Oppa masih bisa kurasakan.

***

“apa yang terjadi? Kenapa akhir-akhir ini kau sering terlihat tidak enak badan? Kalau seperti ini comeback kita bisa ditunda Jiyeon” manager Eonnie menatapku kesal sembari mengambil pengompres didahiku. Aku megerucutkan bibirku tak kalah jengkel dan berdiri.

“aku kan tidak meminta aku sakit” ucapku kesal. Namun tiba-tiba aku mendapat jitakan dikepalaku.

Aku berdecak dan mendapati Eunjung Eonnie yang tengah kesal. “kau menyusahkan heoh” tapi aku tersenyum, Eunjung Eonnie juga tersenyum kok.

mianhae Eonniedeul” ucapku membungkuk.

***

Author’s pov

Hyomin mendekali Jiyeon yang tengah tertidur. Gadis itu mengelus rambut dongsaeng kesayangannya dan menatap dengan sedih.

Hyomin tahu jelas kalau Jiyeon baru saja selesai menangis. Dia sangat tahu kebiasaan gadis itu–menangis hingga lelah dan pada akhirnya ia baru tertidur.

“apa aku jahat Jiyeon~ah? Apa yang aku lakukan salah? Apa aku harus mengembalikan dia padamu? Apa aku harus melanggar perintah ceo kita? Apa aku harus egois Jiyeon? Aku bingung. Aku tidak ingin menyakitimu lagi. Tapi aku tak tahu jalan mana yang lebih baik dan lebih benar agar kau tidak lagi tersakiti.” gadis itu ikut menangis bersama Jiyeon yang sedang tertidur.

***

Morning @hwayoung’s apartment

Noona” Sungjong tersenyum dan mendekati Jiyeon. Mereka tak sengaja bertemu dirumah hwayoung. Jiyeon dan Boram datang mengunjungi gadis yang sedang terbaring dengan infus ditangannya itu. Sungjong yang juga merupakan sahabat hwayoung juga ingin mengunjungi sahabatnya itu.

“eo~ Sungjong~ah” Jiyeon ikut tersenyum meskipun samar. Dia terlihat mencari-cari seseorang, namun tampaknya nihil. Orang yang diharapkannya itu tidak datang.

“apa kau baik Noona? T-ara sunbae akan comeback kan? Aigoo aku tak sabar menunggu” Sungjong  menatap Jiyeon dengan berbinar, namun Jiyeon hanya tersenyum manis menanggapinya.

“kau pasti akan sangat takjub Sungjong~ah” ucap Boram memperlihatkan kedua jempolnya.

Sungjong mengedipkan matanya lucu lalu tersenyum. “aku tahu, t-ara Noona jjang!” Ucapnya.

mianhae Sungjong~ah. Tapi kami harus pergi dulu. Sebenarnya Jiyeon tidak enak badan akhir-akhir ini jadi dia harus beristirahat banyak untuk comeback kami” ucapan Boram menyesal.

Sungjong membulatkan matanya, “jinjja Noona? Pantas kau diam saja. Kau harus beristirahat, jangan terlalu lelah. Aku tak mau ada apa-apa denganmu saat comeback nanti” ucapan Sungjong malah membuat Jiyeon menunduk, entah kenapa setiap perhatian pria kepadanya membuatnya sesak.

Jiyeon mencoba tersenyum dan mengangkat kepalanya untuk memandang Sungjong, namun setitik air mata jatuh dipelupuk mata kiri Jiyeon. Gadis itu kelabakan menyadari kesalahannya. “gomawo Sungjong~ah, mianhae” ucap Jiyeon kembali tertunduk lalu berjalan melewati Sungjong yang terkejut dengan apa yang dia lihat.

***

Afternoon @infinite’s dorm

“kau! Ada apa denganmu?” Dongwoo mengernyit mendapati magnae mereka itu tengah termenung dengan memandang televisi yang tidak menyala.

Sungjong menatap Hyungnya kesal karena mengagetkannya lalu mendesah berat. “tidak ada, aku hanya memikirkan sesuatu” ucap magnae itu kalem.

Lipatan kening Dongwoo terlihat ketika pria itu memberingut heran. “apa yang bisa kau pikirkan?” Lontar Dongwoo santai.

Sungjong berdecak kesal dan melotot kearah Dongwoo. “sudahlah aku membencimu Hyung” ucapnya lalu melipat tangannya dan cemberut dengan lucu.

Bukannya merasa kasihan Dongwoo malah tetawa keras sehingga membuat Woohyun berlari mendekati mereka. “ada apa ini?” Woohyun menatap kedua pria itu bingung.

magnae kita memikirkan sesuatu, dan itu sangat langka” ucap Dongwoo acuh tak acuh.

Sungjong berdecak kesal. “kau tidak akan mengerti” sekarang Sungjong benar-benar terlihat tidak bercanda, pria itu sebenarnya tidak biasa untuk serius, kalaupun ada hal yang serius dia mungkin akan langsung mencurahkan isi hatinya kepada HyungHyungnya.

Woohyun mengambil tempat untuk duduk didekat Sungjong. “apa yang terjadi?” Woohyun bertanya heran.

Sungjong mendesah-lagi untuk keberapa kalinya. “aku bertemu dengan Jiyeon Noona” sahutnya kecil.

Woohyun dan Dongwoo bertambah tidak mengerti. “lalu?” Dua pria itu semakin penasaran sehingga bertanya dengan bersamaan.

Sungjong menatap Hyungnya dengan wajah letih dan mengusap wajahnya frustasi. “Noona sakit, Boram Noona bilang Jiyeon Noona tidak enak badan. Tapi aku tau dia lebih dari sekedar demam. Dia menangis didepanku, aku tidak tau apa yang terjadi tapi yang aku yakini Noona benar-benar sedang tidak baik-baik saja. Dia menghindari tatapanku. Matanya dan ekpresinya seperti ketakutan Hyung. Aku—aku hanya merasa takut dan khawatir” Sungjong mendesah.

Sungjong memang yang paling dekat dengan Jiyeon setelah Myungsoo tentunya, disaat-saat Myungsoo dan Jiyeon berkencan. Tapi sampai sekarang dia tidak mengerti apa yang telah terjadi sehingga Myungsoo memutuskan Jiyeon begitu saja dan sampai sekarangpun Myungsoo tidak ingin membahas hal itu.

Dongwoo dan Woohyun juga ikut mendesah tidak tenang. “sudahlah Sungjong, jangan terlalu memikirkannya, bagaimanapun Jiyeon pasti akan bisa mengatasi masalahnya. Kau tahukan dia melewati skandal yang begitu besar itu, dia gadis yang kuat” ucap Dongwoo mencoba membuat Sungjong semakin tenang.

Bukannya membaik Sungjong malah menggertakkan giginya. “kalian tidak tahu Jiyeon Noona dengan baik. Kalian hanya melihat cover yang Noona bungkus sedemikian rupa. Tapi aku tahu apa yang dirasakan Jiyeon Noona. Kalian tidak pernah mendengar bukan, Hyomin Noona berkata padaku Jiyeon Noona selalu menghabiskan malamnya dengan menangis sendiri disaat semua Eonnienya tidur. Kau tidak tau betapa kesepainnya Noona ketika orang yang dicintainya tidak bersama dia disaat-saat terberatnya. Aku tidak mengerti kenapa sibodoh itu membuang Noona begitu saja, seharusnya dia yang tidak pantas untuk Noona-ku. Aku selalu bersabar karena dia Hyungku, tapi kenapa dia tidak mengerti bagaimana Jiyeon Noona begitu mencintai dia” Sungjong berteriak kesal, ini tidak sering terjadi mengingat Sungjong adalah pria yang bisa mengendalikan emosinya tapi entah kenapa dengan kali ini.

Sunggyu dan Sungyeol yang mendengar keributan itu memasuki living room mereka dan menatap tiga pria didepan mereka dengan panik.

“ada apa?” Suara Hoya lebih dulu terdengar ketika datang berlari dan disusul oleh Myungsoo.

Melihat tampang Myungsoo yang memasuki ruangan membuat Sungjong semakin kesal. “tidak ada apa-apa” dia berdiri dan menatap Myungsoo tajam, berjalan menuju kamarnya dan tak lupa untuk menghempaskan pintu kamarnya kuat.

“bisa kalian jelaskan apa yang terjadi?” Sunggyu menatap Woohyun dan Dongwoo. Sudah lama ketegangan seperti ini tidakpernah lagi terjadi diantara mereka dan ini awal yang benar-benar buruk.

“dia bertemu dengan Jiyeon” ucap Woohyun.

Mendengar nama Jiyeon disebut Myungsoo melebarkan matanya, Sungyeol melirik Myungsoo dengan terang-terangan diikuti dengan Woohyun dan Dongwoo.

Sunggyu mengernyit heran mendengar jawaban Woohyun, pria itu merasa tidak ada hal yang mungkin akan membuat Sungjong semarah ini. “lalu apa yang salah?” Tanyanya lagi, tidak mengerti.

Dongwoo mendesah berat. “Jiyeon demam, tapi Sungjong bilang dia lebih dari demam. Ah, maksudku dia melihat Jiyeon menangis didepannya dan menatap Sungjong dengat takut. Dia hanya terlalu mengkhawatirkan Jiyeon” semua mata kini teralih kearah Myungsoo.

Pria yang ditatap oleh HyungHyungnya itu hanya bisa menelan ludahnya berat. “apa?” Tanyanya mencoba untuk tidak peduli.

“sudahlah, aku akan mencoba untuk membujuk Sungjong dan membuatnya tenang, Jiyeon gadis yang kuat. Dia bisa mengatasinya dengan baik” ucap Sunggyu membuat Woohyun dan Dongwoo membulatkan matanya.

“jangan” teriak keduanya bersamaan dan membuat semua yang ada diruangan sana terkejut.

Woohyun mendesah. “kami juga melakukan hal yang sama, tetapi dia malah berteriak dan mengatakan bahwa kita salah. Jiyeon tidak sekuat dan setegar apa yang kita ketahui. Dia gadis yang lemah. Setidaknya aku sadar sekarang, bahkan jika itupun aku, aku mungkin akan terpuruk lebih dalam dibanding gadis itu. Jangan bicara apa-apa dulu dengan Sungjong. Aku akan menelpon Hyomin Noona untuk menanyakan keadaan Jiyeon” ucap Woohyun.

***

Night @t-ara’s dorm

“apa yang terjadi pagi tadi saat kau menjenguk hwayoung?” Hyomin menatap Jiyeon yang telah berbaring karena memang waktunya untuk beristirahat setelah seharian berlatih untuk comeback.

Jiyeon menatap Hyomin bingung. “tidak ada apa-apa. Aku tidak melakukan kesalahan apa-apa.” Ucap Jiyeon sedikit kesal.

Hyomin menatap Jiyeon dengan tidak enak. “tidak, bukan itu maksudku. Apa saja yang terjadi saat kau bertemu dengan Sungjong?” Tanya Hyomin.

Pertanyaan kedua Hyomin sedikit membuat Jiyeon lebih memutar otaknya untuk menjawab. Ingatannya kembali saat Jiyeon menangis didepan Sungjong. “tidak ada, bahkan hanya Boram Eonnie yang berbicara dengannya.” Ucap Jiyeon datar.

Hyomin mendesah. “tak mungkin tidak terjadi apa-apa. Woohyun mengatakan kalau Sungjong mengamuk didormnya” ucap Hyomin memandang dan ingin mengetahui reaksi Jiyeon.

Gadis yang ditanya itu malah mengernyit bingung, pasalnya dia benar-benar tidak mengerti kenapa pertemuannya dengan Sungjong membuat pria itu mngamuk. “aku tidak mengerti” ucap Jiyeon pelan.

Hyomin mendesah mendengar ucapan Jiyeon. “jangan menyakiti dirimu, ini sudah 2 tahun sejak perpisahan kalian. Tanpa kau sadari orang-orang disekelilingmu sangat tahu bagaimana keadaanmu. Bahkan Sungjong bisa langsung mengetahui apa yang sedang kau rasakan. Lalu bagaimana dengan kami? Kami selalu bersamamu. Kami juga tersiksa melihatmu bersedih seperti ini. Dia bukan satu-satunya pria didunia ini. Chanyeol, apa yang kurang dari pria itu? Dia mencintaimu dengan sangat tulus untuk sekarang” Hyomin berucap dengan memandang Jiyeon sendu.

Jiyeon mendudukkan tubuhnya dan menatap Hyomin dengan pandangan sedih. “apa yang kurang dari chanyeol? Hatiku, hatiku Eonnie. Dia tak memiliki hatiku. Sekeras apapun aku berusaha, sekuat apapun aku mengubur perasaanku, tabi bodohnya perasaan itu bahkan semakin kuat dan membunuhku Eonnie. Ini menyakitkan, bagaimana tuhan begitu jahat membuatku mencintai pria brengsek itu.” Jiyeon terisak dan akhirnya menangis dengan sejadi-jadinya.

Hyomin mendekat dan memeluk magnaenya itu erat. “mianhae, maafkan aku membuatmu seperti ini. Aku akan menebus dosaku. Aku akan berusaha, aku berjanji untuk membuatmu terenyum lagi seperti dulu.” Ucap Hyomin.

Jiyeon sebenarnya tidak mengerti, tetapi dia lelah. Dia sudah tidak punya tenaga untuk bertanya atau setidaknya menjawab ucapan Hyomin.

***

Jiyeon terbangun, matanya menelusuri dinding kamar dan mendapati sebuah jam yang sedang menunjukkan pukul 3 pagi. Matanya sembab, tangannya menelisik meja yang berada disampinya dan menemukan ponsel yang ia cari.

Ponsel itu adalah ponsel yang dibeli khusus sebagai ponsel couple, Jiyeon masih ingat ketika Myungsoo merajuk untuk pertama kalinya seperti anak kecil.

Flashback on

Jiyeon’s poV

“aku tidak mau. Aku tidak suka membawa begitu banyak ponsel” ucapku melipat tanganku didada.

Myungsoo Oppa menatapku kesal. “kenapa kau tidak bisa sedikit romantis? Kau tau kita akan terlihat sangat romantis ketika mnggunakan ponsel couple ini” ucap Myungsoo Oppa merajuk.

Aku mendelik kesal, kenapa bisa pria ini berubah menggelikan seperti ini. “kenapa tidak gelang atau yang lain. Ponsel sangat berlebihan Oppa” ucapku mendengus.

Dan yang terjadi seharian kami bertengkar hanyalah rengekan Myungsoo Oppa yang membuat pada akhirnya kami pergi untuk membeli ponsel tersebut. Ish dia benar-benar menyebalkan dan aneh

***

“kau hanya boleh meyimpan nomorku disini” aku menatapnya horror, apa dia sedang sakit atau baru saja terbentur? Kenapa dia menjadi kekanak-kanakan seperti ini?

Aku menatap ponselku dengan kesal dan berbalik menatapnya. “tidak mau. Lalu apa gunanya ponsel ini kalau begitu” sengitku kearah Myungsoo Oppa.

Dia tersenyum manis seperti biasanya, ditambah mukanya sekarang yang seperti bucah ingusan. Bagaimana bisa pria yang kukira berkarisma ini ternyata sangat meyebalkan. Aku menyesal berkencan dengannya-eh tidak jadi. Aku terlalu mencintainya-

“terserah saja, sudah sana kau pulang. Ini sudah malam dan aku mengantuk” ucapku naik keatas ranjangku.

Dia menatapku kesal dengan mata elangnya. Inilah ekpresi yang aku suka darinya. “kau mengusir pacarmu? Baik sekali Kim Jiyeon” ucapnya sembari melipat tangannya.

Aku mengangkat tanganku keatas dan menggerakkan tanganku untuk mengusirnya. “pergi sana dan jangan mengganti margaku seenaknya, aku memang ingin menikahi Kimbum Oppa, tapi bukan sekarang”ucapku santai.

Kulihat dia melotot. “apa maksudmu dengan Kimbum? Ya! Jiyeon! Yang akan menikahimu itu aku. Kim Myungsoo” dia berteriak marah lalu membalikkan badan dan keluar dari kamarku seraya menghempaskan pintu itu kuat.

Aku terkikik geli, memeluk gulingku dan berguling-guling tidak jelas diatas kasurku. “kyaaaa Myungsoo Oppa kau manis sekali. Kau harus berjanji untuk menikahiku nanti” ucapku berteriak kecil.

Kuraih ponsel yang baru saja kubeli lalu mengetik pesan singat dengan cepat untuk Myungsoo Oppa.

Myungsoo Oppa

Oppa harus bertanggung jawab dangan ucapanmu, kau tidak boleh menikahi wanita selain aku nanti, kau harus berjanji. Dan hati-hatilah, pulanglah dengan selamat. Sarahnghae uri myunggieee❤❤

Flashback off

Air mataku jatuh ketika membaca kembali pesan-pesan yang dulu dia kirim untukku, membaca kembali percakapan aneh yang selalu kami lakukan.

Aku menatap tiga nomor Myungsoo Oppa yang tertera diponsel itu. Aku ingin sekali menghubunginya dan mendengar suaranya, yang hanya untukku. Suara yang sedang berbicara denganku. Aku mengganti nomor ponsel ini setelah kejadian dimana dia memutuskanku. Namun aku tidak mungkin akan menghubungi nomor pertama dimana dia berkata hanya aku yang mengetahuinya, dan mungkin saja nomor itu sudah tidak aktif lagi sepertiku, nomor yang kedua dia gunakan untuk pribadi dan yang ketiga untuk pekerjaannya.

Tanganku bergerak menghubungi nomor yang berada pada baris kedua, menunggu nada sambungan masuk sembari merutuki kebodohanku. Dengan cepat kumatikan sebelum mendengar suara ‘bip’

Tapi aku benar-benar ingin mendengar suaranya, dan setelahnya aku kembali menghubungi Myungsoo Oppa.

Bunyi sambungan masuk memekakkan telingaku, kepalaku panas dan kurasakan tanganku mengeras memegang erat ponselku.

Cukup lama dia masih belum mengangkat panggilanku, aku menjauhkan ponselku dari telinga hendak mematikannya namun sedetik kemudian aku mendengar suara samar dari ponselku.

yoboseyo”  aku kembali mengarahkan ponselku kembali ketelingaku.

yoboseyo” ucapan keduanya meruntuhkan pertahananku, aku menutup mulutku agar tangisku tidak terdengar.

yoboseyo. Nuguya?” suaranya yang serak menyeruak gendang telingaku, sudah lama aku tidak mendengar suaranya sebegitu dekat seperti ini.

“aku akan mematikannya jika kau tidak berbicara” ucapnya sedikit kesal.

“hiks” aku tidak bisa menahan tangisku dan akhirnya aku menjauhkan ponselku dan dengan cepat membuka batrainya.

Oppa, jeongmal bogoshipoyo. Nal sarang haennayo? Jeongmal nal saranghagin haennayo? Jeongmal sarang haesseoyo haengbok haesseoyogeudae algo innayo” aku terisak.

Ya, aku pikir aku tahu hal yang terbaik tentangmu, perasaanmu. Tapi ternyata aku paling tak mengetahuinya. Apakah kau mencintaiku? Apakah kau benar-benar mencintaiku? Aku bahkan tidak tau, benarkah aku pernah ada dihatiku.

Apakah kau juga menangis setiap kali kau mengingatku, apakah kau juga pernah merasakan rasa rindu yang membuatmu ingin merasa mati saja? Karena aku pikir hanya aku yang mengalami kesakitan. Aku ingin bertanya padamu-daridulu- apakah kau baik-baik saja?

end–

95 responses to “[OneShoot] Do You Cry Over Me?

  1. Ya..ini keren sekali
    Mskipun sdikit sebal dan sesak krna Myungyeon gak bersatu..kkk
    Tpi kurasa ini msih blm jelas thor.
    Apa penyebab Myung putuskan Jiyeon??? Benarkah Myungsoo tidak mencintai jiyeon??
    Curiga dngn hyomin..ad apa dngn kata2nya../
    Need sequel..jebal sequel juseyo^^

  2. aihhh jinja myung ny php bingit. knpa mereka bisa putus? apa myung udh punga yeoja lg? deuh nyesek bgt sh jiyi udh 2 taun blm bsa move on padahal udh ad chanyeol. endingnya gantung butuh sequeeeel😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s