[CHAPTER] THE FIRST (Chap 5 End)

image

Tittle: The FIRST
Author:@MerlinChrysilla
Main Cast:
*Park Jiyeon
*L.joe (Teen top)
Other cast:
*Kim Myungsoo
*Kai
Length: Chaptered
Rating: PG-15
Genre:Romantic, Sweet, School Life

Warning : Ini adalah cerita yang Merlin buat murni dari otak Merlin yang mungil/?. Cerita ini hanya fiktif belaka. Kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Semua cast hanya milik tuhan, agency dan orang tua masing masing. No Bash!! *bow

Sinar mentari dengan berani menerobos masuk kedalam sebuah ruangan tanpa memperdulikan dua orang insan yang sedang tertidur pulas diatas kasur rumah sakit. Ya, dua orang insan itu merupakan Ljoe dan Jiyeon. Setelah kejadian malam tadi, dimana Ljoe memeluk Jiyeon erat, mereka lalu tertidur pulas bersama diatas ranjang rumah sakit VVIP yang memang cukup besar untuk ditempati oleh 4 orang sekaligus.

Jiyeon membuka kedua matanya lalu mengerjapkannya berkali kali, membiasakan cahaya mentari masuk melalui retina matanya. Jiyeon menoleh kesamping, dan hal pertama yang dilihatnya hari ini adalah wajah tampan Ljoe yang sedang tertidur dengan pulasnya. Tanpa sadar bibirnya tertarik keatas membentuk seulas senyuman yang sangat manis.

“memandangi wajahku tanpa izin hmm? Apakah aku begitu tampan? Hingga kau terus saja memandangiku sambil tersenyum seperti itu” tanya Ljoe dengan matanya yang masih tertutup rapat. Tanpa Jiyeon tahu, ternyata Ljoe sudah bangun lebih dulu sebelum ia bangun.

“apa penyakit percaya diri akutmu itu sedang kambuh eoh Ljoe-ah? Atau mulai sekarang, mungkin aku akan lebih suka memanggilmu tuan Lee ByungHun”

“cih, jika kau yang memanggilku seperti itu, maka dengan senang hati akan kuterima nona cengeng”

“Mwo?! Nona cengeng? Aku tidak cengeng byungie ya!”

“ck tidak cengeng ya? Baiklah aku akan memanggilmu seperti biasa saja, my baby dino” ucap Ljoe dengan ekspresinya imut yang dibuat buat.

“terserah kau saja!” pasrah Jiyeon. Ljoe hanya terkekeh melihat tingkah yeoja yang ada dihadapannya ini.

“baiklah baby dino, ayo kita bersiap untuk pulang.dan tadi pagi pagi sekali Suzy meneleponku, katanya ia tidak bisa datang menjengukmu karena sedang ada acara bersama keluarga besarnya. Sedangkan Kai dan Myungsoo sedang istirahat di dorm”

Jiyeon POV

Setelah keluar dari rumah sakit, Ljoe berjanji jika besok ia akan mengosongkan jadwalnya dan membawaku jalan jalan ke Lotte world berdua. Dan tentang orang tuaku, 3 hari yang lalu mereka pulang ke jeju mengunjungi nenek dan kakek ku disana, jadi mereka tidak mengetahui perihal aku yang masuk rumah sakit kemarin.

***

Sesuai janjinya padaku, hari ini Ljoe dan aku jalan-jalan bersama. Udara Seoul benar-benar cerah hari ini, aku merasa ini adalah musim panas terindah yang pernah ada. Aku dan Ljoe berjalan bersama menuju Halte terdekat. Karena aku yang bersihkeras ingin menggunakan Bus umum dan tak mau naik mobil pribadi. Ljoe hanya menurut dengan semua permintaanku. Lagi pula tidak akan ada masalah, yah kecuali fans fans Ljoe diluar sana hihi. Ku lirik Ljoe yang nampak sedang membenarkan posisi topi Putih dikepalanya. Tak lupa ia memakai masker dan kacamata untuk menyempurnakan penyamarannya. T-shirt putih di balut cardigan hitam dan celana jeans hitam berwarna senada membuatnya tampak sangat mempesona di mataku, walau aku tak dapat melihat wajahnya dengan jelas karena tertutup masker dan kacamata. Ia melirik sekilas kearahku.

“Kau tidak kepanasan ?” Tanya Ljoe menurunkan letak kacamatanya, lalu menatapku yang memang sengaja memakai sweater berwana pink dengan bordiran gambar dinosaurus di sebelah kanan atas. Aku menggeleng.

“Ini sangat nyaman.” Kataku meyakinkan. Ljoe hanya terkekeh dan menggeleng gelengkan kepalanya. Tak berapa lama kami menunggu, Bus yang kami tunggu pun muncul dan dengan cepat kami naik sebelumnya Ljoe membenarkan kembali letak kacamatanya.

Aku hanya mendengus kesal saat melihat bus itu sangat penuh. Bahkan ada beberapa orang yang berdiri karena tak kebagian tempat duduk. Dan mau tak mau aku dan Ljoe pun hanya bisa ikut berdiri. Ku pegang besi yang menjadi pegangan dengan erat. Awalnya aku menikmati perjalanan itu walau pun penuh namun cukup menarik. Sampai tiba-tiba aku merasakan sentuhan aneh di pinggangku. Dengan cepat aku menoleh dan mendapatkan seorang Ahjussi Tua tengah menyeringai disampingku. Aku sedikit risih ingin pindah tempat namun bus ini sangat penuh dan Ahjussi tua itu benar-benar bersikap seolah dia tidak melakukan apa pun. Aku mendengus dan bergerak-gerak tak nyaman. Beberapa orang dibus itu menegurku dan memarahiku karena tak bisa diam. Aku hanya bisa menunduk.

“Kau baik-baik saja ?” Tanya Ljoe yang berdiri di depanku. Aku mengalihkan pandanganku kearah Ahjussi tua di sampingku. Dan Ljoe mengerti. Dia lalu menarikku agar berganti posisi dengannya. Menarik tubuhku hingga kini aku bersandar di dadanya. Aku terdiam. Lagi-lagi perlakuannya membuatku kaku tak mampu melakukan apapun. Perlahan aku mendonggak, dan mendapat Ia tengah memandangku di balik kacamatanya. ‘Tuhan. Ada apa denganku. Mengapa kini jantungku berpacu sangat cepat’ aku hanya menunduk dan tanpa kusadari mulai menikmati posisi berdiriku saat ini.

***

“Lain kali jangan naik bus jika busnya penuh !” Kata Ljoe tanpa menatapku. Kini kami tengah berjalan beriringan di Lotte world.

“Kenapa ?” Tanyaku heran.

“Kau mau diganggu Ahjussi tua seperti tadi lagi.?” Ljoe menatapku dan aku hanya menggeleng.

“Kecuali jika kau bersamaku. Kau baru boleh naik bus walaupun itu penuh.”

DEG !

Seperti orang bodoh, Kini pipiku benar-benar terasa panas. Ucapan Ljoe barusan seperti sebuah pernyataan perhatian secara tidak langsung. Seolah dia tak ingin aku diganggu dan hanya ingin Ia yang melindungiku saat aku dalam bahaya. ‘Park Jiyeon, ada apa denganmu?’ tanyaku dalam hati. Aku menunduk menyembunyikan rona merah di pipiku. Sampai Ljoe menarik bahuku dan memeluknya. Dan yang lebih sialnya, ini semakin membuat jantungku berpacu dua kali lipat.

“Kajja..Kita nikmati hari ini dengan bersenang-senang.” Ujarnya seolah apa yang ia lakukan kali ini hanya perlakuan biasa. Apa Ia juga seperti ini pada teman teman perempuannya? Tiba-tiba aku merasa tak begitu suka membayangkannya. Aku tahu Ljoe merupakan seorang public figure yang mengharuskan ia dikelilingi oleh banyak wanita cantik. Namun aku bukan siapa siapanya😦 dan aku sadar bahwa sangat tidak sopan jika aku mengusik privasinya.

***

Aku duduk disebuah kursi kayu di bawah rindangnya pohon sakura, dengan bunga bunganya yang rimbun. Beberapa diantaranya jatuh ke atas rerumputan. Sangat indah! Kuayunkan kakiku yang melayang tak menyentuh tanah karena tempat duduk ini cukup tinggi dr tanah.Dari tadi aku dan Ljoe sudah cukup puas mencoba beberapa wahana di sini, mulai dari giant swing hingga bianglala. Ku perhatikan Ljoe yang tengah mengantri di kedai Es Cream di pinggir jalan. Dia bilang akan membelikanku es cream dan aku hanya menganggukan kepalaku pertanda setuju. Yang kulihat, sepertinya dia merasa risih dengan keberadaan orang orang disekitarnya yang memandang ke arahnya dengan tatapan ‘aneh’ menurutku haha.

Aku coba untuk mengacuhkannya dan kembali menikmati keindahan lukisan sang pencipta. Ku pejamkan mataku menikmati semilir angin musim panas. Sampai sesuatu yang dingin menyentuh permukaan pipiku.

“Aissh ! Kau mengagetkan saja !” Kuraih satu cone  Ice Cream di tangan Ljoe yang sengaja ia tempelkannya di pipiku. Dia hanya tersenyum dan kemudian duduk disampingku.

“Cokelat ?” Heranku saat ice cream yang ku pegang memiliki rasa cokelat. Ljoe menurunkan maskernya dan dengan tenang menjilati Ice Cream strawberrynya. Aku mempoutkan bibirku kesal dan tak berniat sama sekali memakan Ice cream pemberiannya. Bukan aku tak mau ice cream hanya saja yang aku suka rasa srawberry bukan cokelat.

“kau kenapa ?” Tanya Ljoe.

“Aku mau Ice cream strawberry bukan cokelat.” Ujarku. Ljoe tersenyum lalu meraih ice creamku dan memberikan miliknya padaku.
“Nah sekarang makanlah.”

“Ini kan sudah kau makan. Bagaimana sih !” Aku hanya menatap Ljoe kesal. Dan apa ini? Ia malah tertawa dan mengacak rambutku.   Tubuhku menegang, aku terdiam untuk beberapa saat hingga Ljoe mengibaskan tangannya dihadapanku yang akhirnya membuatku tersadar dari lamunanku.

“Kau baik-baik saja ?” Tanyanya. Aku mengangguk pelan.

“Ya. Aku baik-baik saja. Hanya merasa sedikit rrr…” aku menghentikan ucapanku sejenak. Tidak mungkin bukan aku memberitahunya jika aku sedang melamunkan tentang ciuman tidak langsung saat aku memakan ice scream yang sudah ia makan terlebih dahulu.

“kenapa ?” tanyanya lagi.

“hah? Tidak jadi hihi” jawabku kemudian.

***

Hari sudah semakin larut, sang matahari kini telah tergantikan oleh si raja malam. Akupun mengajak Ljoe untuk segera pulang karena hari mulai gelap. Namun Kini aku dan Ljoe sedang memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di Taman kota.Tak rela untuk mengakhiri kegiatan hari ini.

Disini sangat ramai banyak sekali muda mudi yang hanya sekedar jalan-jalan atau berkencan. Ljoe menuntunku kesebuah tempat disudut taman yang sangat gelap dan cukup sepi. Tempat ini sangat menyeramkan di malam hari, rasanya ingin sekali aku pulang dan tidur dirumah, namun segera kuurungkan niatku saat tiba-tiba saja tempat yang tadinya gelap mendadak menjadi terang dengan adanya lampu-lampu kecil yang entah sejak kapan sudah terpasang ditempat itu. Aku terkejut melihat keadaan sekitarku yang kini terang. Senyumku semakin terkembang saat melihat lampu lampu cantik yang terpasang di tembok kawat bertuliskan, ‘I LOVE YOU MY BABY DINO’.

Author POV

Seseorang tiba-tiba memeluk tubuh Jiyeon dari belakang, membuatnya sedikit terlonjat karena kaget.

“Apa kau menyukainya?”

“sangat! Aku sangat amat menyukainya” jawab Jiyeon lalu tersenyum. Orang itu membalikkan tubuh Jiyeon hingga kini mereka saling berhadapan. Mereka saling memandang beberapa detik.

“Gomawo Ljoe-ah, gomawo byungie” Ljoe lalu berlutut sembari memegang tangan kanan Jiyeon yang masih di perban dengan hati hati. Sebelumnya ia melepas alat penyamarannya seperti topi, masker dan kacamatanya terlebih dulu.

“Dino dengarkan aku baik baik, karena aku hanya akan mengucapkannya sekali dan tidak akan ada pengulangan” Ljoe menarik nafas dalam dan membuangnya dengan sekali hembusan kasar “Saranghae Park Jiyeon! Would you be my girlfriend?” tutur Ljoe lembut, membuat Jiyeon tak bisa berkata kata dan diam seribu bahasa. “menjadi kekasihku yang sesungguhnya tanpa ada kata pura pura. Menjadi kekasih seorang Lee Byunghun yang akan selalu berusaha untuk melindungimu dengan tangannya sendiri. Apakah kau bersedia nona Park?” Lanjutnya kemudian.

“Yes I would byungie! I Love You too” jawab Jiyeon mantap.

“Bisakah kau mengulanginya sekali lagi?” tanyanya.

“Tidak!” potong Jiyeon segera.

“kenapa? Oh ayolah Dino, hanboeomman juseyeo!( tolong sekali lagi)” tersirat rona kekecewaan di wajah Ljoe. Melihat itu Jiyeon tersenyum lalu menangkup kedua pipi Ljoe.

“aku tidak akan mengucapkannya sekali lagi tuan Lee, tapi aku akan mengucapkannya berpuluh puluh beratus ratus bahkan beribu ribu kali sampai kau merasa bosan dan muak mendengarnya.” Ucapan Jiyeon sontak membuat wajah Ljoe kembali cerah. Senyumannya mengembang menandakan ia sedang berbahagia.

“Kajima Ljoe-ah, tetaplah disisiku. Tak perduli apa yang akan terjadi padaku nanti, asalkan kau ada disampingku, tak ada satupun yang kutakuti saranghaeyeo byungie!!” lanjut Jiyeon kemudian.

“Tidak akan pernah Dino! Nado saranghae!!” Ljoe mencium Jiyeon tepat di bibir cherry milik gadis itu.

DUAAARRRR….DUAAARRR…. DUAAARRRR….DUAAARRR….

Bunyi letupan kembang api terdengar bersamaan dengan ciuman 2 anak manusia yang sedang dilanda asmara itu. Bulan bintang menjadi saksi bisu dari awal kisah percintaan mereka.   “Takdir merupakan satu hal yang tak akan pernah bisa diubah. Dan di dalam kisah Cinta selalu memiliki takdirnya sendiri, Karena sejujurnya Cinta tahu kemana ia harus pulang”

-END-

Gimana? ‘-‘ kecepetankah? Hehe Merlin lagi sibuk jd baru sempet post ff the first chapter 5nya.. Jadi maaf kalo agak gaje😦 soalnya lagi mumet otaknya merlin gara gara tugas😦

Jangan lupa like+tinggalin jejak kalian yah..
Gomawoo~ *bow

15 responses to “[CHAPTER] THE FIRST (Chap 5 End)

  1. yahh end , mian merlin baru baca end nya ^^
    keren tu ending nya
    tp konflik nya masih kurang aja merlin ,, tp keren kok

    next ff dtunggu , figjting🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s