[CHAPTER 2] Together?

wpid-rachelp-request-together.png

BEFORE THIS SEQUEL (SftFTM)   PART 1

Together? • Jiyeon,Myungsoo • Romance,family,marriage-life

“Taeyeon noona?!”
“Kim Myungsoo?!”

-Together? part 2 by RachelP start^^-

“Kau mengenalnya,Myung?” Bisik Jiyeon pada Myungsoo. “N..ne. Ini noonaku,Kim Taeyeon” Jiyeon hanya terdiam sejenak. Ia tak tahu bahwa Myungsoo memiliki saudara.”Annyeonghaseyo, Taeyeon eonni. Park Jiyeon imnida” Jiyeon berdiri dari tempat duduknya,dan membungkuk kepada Taeyeon. “Taeyeon imnida” ucap Taeyeon tersenyum.

“Kalau boleh kutahu,apa hubungan kalian? Teman?” Tanya Taeyeon kepada Jiyeon dan Myungsoo. “Mm.. Noona.. kami sudah menikah” Taeyeon terkejut mendengar itu. “Mwo?! Menikah?! Lalu? Apa eomma merestuinya?”

“Kami tidak mendapat restu eomma,tapi appa merestuinya. Tapi,kami tetap menikah,walaupun tanpa persetujuan eomma. Setelah menikah, satu hari kemudian, kami pindah ke Melbourne. Noona,kenapa noona ada di Melbourne?” Myungsoo menarik kursi di sebelah kirinya untuk mempersilakan Taeyeon duduk.

Taeyeon menggeleng. “Tidak. Aku tidak perlu duduk. Akan kujelaskan semuanya nanti. Lagipula,ini tempat umum.” Wajah Taeyeon yang tadinya tersenyum,kini berubah seperti badmood. Bukankah seharusnya Taeyeon senang bertemu adiknya yang sudah 2 tahun tidak bertemu?

Taeyeon mengambil langkah keluar dari cafe. Tetapi, Myungsoo menahan langkahnya. Myungsoo memegang erat lengan Taeyeon. “Noona. Ayo ceritakan semuanya di rumahku”

Taeyeon,Myungsoo,dan Jiyeon masuk ke angkutan umum, setelah membayar apa yang telah mereka pesan di cafe tadi.

Sesampainya di rumah Jiyeon & Myungsoo..

“Ayo,jelaskan semua,noona. Kenapa kau bisa berada disini?” Taeyeon mengambil nafasnya dalam-dalam. Lalu mulai bercerita. “Kau ingat saat aku kabur dari rumah?” Tanya Taeyeon. Myungsoo mengangguk kecil.

“Aku kabur dari rumah dan pindah ke Melbourne. Kau tahu? Dulu.. aku.. aku.. hamil” Taeyeon menatap lantai dengan rambut menutupi wajahnya. “Mwo,noona?! Dengan siapa?!” Myungsoo langsung berdiri dari tempat duduknya. Taeyeon menatapnya. “Duduk. Sabarlah,akan kuceritakan semua”

“Jongin. Kim Jongin. Dia sudah berkencan denganku. Sampai kami berencana menikah, aku memperkenalkan pada eomma,ingat? Eomma dengan keras menolaknya. Aku sangat bingung saat itu. Apa aku harus meninggalkan eomma,atau aku harus meninggalkan Jongin. Aku cepat mengambil keputusan. Aku kabur dari rumah. Jongin mengajaku tinggal di Melbourne” Taeyeon menghentikan ucapannya,mengambil nafas dalam-dalam.

“Saat kami sudah tiba di Melbourne, Jongin mengajakku tinggal bersama. Dan aku rasa,aku belum cukup umur untuk itu. Bila aku menjadi seorang eomma,aku terlalu muda. Jongin terus memaksaku. Sampai akhirnya,aku menikah dengannya. Dan aku,.. aku mengandung anak. Sejujurnya, aku ingin mengaborsi anak ini. Tapi Jongin menyuruhku untuk tidak melakukan itu” Taeyeon menatap Jiyeon dan Myungsoo bergantian. Jiyeon mendengarkan Taeyeon dengan sungguh-sungguh.

“Dua minggu kemudian, Jongin mengajakku pergi ke Hawai. Tentu saja aku mau. Ia membelikanku tiket. Saat kami pesawat itu akan landing.. Pesawat itu.. me.. mele..meledak” isak Taeyeon. Jiyeon tampak kasihan dengan Taeyeon. “Jo..Jo..Jongin.. Meninggal.. meninggal saat itu juga.. hanya aku yang selamat akibat ledakan pesawat itu.. Bayi yang kukandung, ..keguguran.. Aku terselamat oleh penduduk-penduduk disana. Aku diberi makan,tempat tinggal. Aku sangat berutang budi pada penduduk disana. Lalu,aku kembali ke Melbourne” Wajah Taeyeon dibanjiri oleh airmatanya. Mata Jiyeon berkaca-kaca. Myungsoo hanya memeluk noonanya dengan erat.

“Ku yakin,eonni, Jongin pasti berada disurga sana. Kuyakin itu,eonni. Jangan bersedih lagi,eonni. Kau bertemu dengan adikmu lagi.” hibur Jiyeon. “Ne,Jiyeon.. Aku hanya.. menginginkannya sekarang. Aku rindu Jongin” Jiyeon memegang jemari-jemari Taeyeon. “Eonni.. Aku tahu keadaanmu. Kau pasti sangat sedih. Aku tahu itu..”

Taeyeon menjual rumahnya dan tinggal bersama dengan Myungsoo dan Jiyeon. Daripada Taeyeon tinggal sendiri? Lebih baik bersama dengan adiknya dan adik iparnya,bukan?

Mereka menjadi semakin dekat dengan Taeyeon. Mungkin memang itu yang harus dilakukan sebagai keluarga. “Jiyi.. Myungsoo.. Kalian hebat,bisa melawan eomma. Andai saja eomma tidak melarang kami.. pasti.. pasti Jongin masih ada sekarang”

“Sudahlah,eonni. Masa lalu memang tidak bisa diubah.. Time machine? Kalau itu ada,akupun mau,eonni..hihi” Jiyeon memang sedih sekali. Masa lalu Jiyeon terlalu buruk untuk dilihat kembali. Eonni Jiyeon, Chorong, ditembak-mati karena mencuri 10 juta won.

Flashback: ON

“Chorongie-ah.. Jiyeonie-ah.. Kita mungkin.. Kita mungkin harus pindah ke Korea Utara..” Eomma Jiyeon mengagetkan mereka dengan ucapannya tadi. “Mwo,Eomma?! Korea Utara?! Tolonglah,eomma.” Jiyeon tak pernah mau tinggal di Korea Utara,walaupun dibayar 100 juta won pun,ia tak mau. Tidak akan pernah mau. Yang ada dipikiran Jiyeon,Korea Utara berisi desa-desa kumuh. Sedangkan di Korea Selatan,keluarga Jiyeon sudah terbiasa tinggal di kota itu.

“Jiyeon.. Mengertilah.. Eomma baru saja dipecat. Kau bisa bersekolah di International juniorhigh,disana Jiyeon. Kalau disini,kau harus bersekolah di sekolah biasa.” Chorong, yang sekarang duduk dikelas sekolah menengah atas ini,punya ide buruk.

Chorong mempunyai teman yang sangat dekat, Kim Namjoo yang sangat kaya. Namjoo sudah berkeliling dunia. Namjoo dan Chorong sudah seperti saudara kandung. Chorongpun tahu password rumah Namjoo. Password brangkas Namjoopun dia tahu. Uang di brangkas Namjoo,lebih dari 10 juta won.

Demi hidup keluarganya,ia rela mencuri uang di brangkas sahabatnya sendiri. Ia mengambil seluruh uang dibrangkas itu. Ia akan mengaku kepada eommanya, bahwa ia bekerja paruh-waktu. Jadi,dengan itu,keluarganya tidak akan pindah ke Korea Utara.

Dua hari kemudian..

Namjoo ingin mengambil uang di brangkasnya untuk pergi berwisata ke Cina dengan keluarganya. Saat ia membuka brangkasnya… Kosong. Hanya satu lembar uang 1 ribu won yang tersisa. Ia langsung meminta Appanya untuk melihat CCTV di kamarnya.

Namjoo kaget sekali,saat melihat sahabatnya itu yang mencuri. ‘Ini pasti tak mungkin. Tak mungkin. Tak mungkin!’ Batin Namjoo. Orangtua Namjoo menelpon polisi untuk menangkap Chorong.

..

Jiyeon,Eomma,dan Appanya kaget mendengar berita dari polisi yang baru saja datang ke rumahnya. Sekarang, Chorong sedang berada di sekolahnya. Polisi itu menunggu di teras rumah Jiyeon.

Setelah Chorong pulang dari sekolah,betapa terkejutnya melihat dua polisi datang kerumahnya itu. Diri Chorong dipenuhi rasa bersalah. “Park Chorong-ssi. Ikut kami kekantor polisi!” Ucap polisi itu sambil menarik tangan Chorong. “Eomma,Appa,Jiyeon. Saranghae!”

Sesampai mereka di kantor polisi,

Dorrr.. Dorr

Flashback: OFF

Appa Jiyeon, meninggalkan mereka dengan hutang-hutangnya. Rasa sakit yang dialami Jiyeon,mungkin sesakit rasa yang dialami Taeyeon. Masa lalu yang sangat buruk. ‘Beruntungnya, Myungsoo dan Eomma bersamaku’

-TBC-

Kkk~ Mungkin salah besar yang mengira Tae itu penghambat hubungan Myung nih~^^ Tae disini baik lohh>< Gomawo uda baca FF chapter ke-2 ini♥

Mungkin ini ga begitu tragis,soalnya aku uda bikin,tragis banget,tapi aku ganti😀 hihi~ Mohon ditunggu part berikutnya & comment + like yaaa♡~gomawo!^^

47 responses to “[CHAPTER 2] Together?

  1. fiuh~ syukur lah taeyeon bukan org ketiga.di tengah” rumah tangga myungyeon,,, semoga rumah tangga myungyeon baik” ajj nee..
    next^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s