[Drabble] XOXO, I love you!

cvrffggg

Shin Min Rin/Lin

Present

Title: XOXO, I love you!

Cast: Park Jiyeon (T-Ara) & Kim Myungsoo/L (Infinite)

Genre: Romance & Fluff(gagal/?/)

Rated: T

Length: Drabble (999 words)

Disclaimer: This fanfic purely made by me as the author, and blessing from GOD. Please appreciate it eventhough it not too good.

WARNING! TYPO(s), OOT(Out Of Topic), OOC(Out Of Character)

Summary: Myungsoo membawa lari Jiyeon kemana-mana dan menyatakan perasaannya! Check it out! :)

XOXO, I Love You!

Seperti cokelat yang dipanaskan. Meleleh. Seperti itulah perasaannya sekarang. Park Jiyeon, dia bisa melelehkan hatinya yang susah sekali untuk dibekukan dan mampu membuatnya melakukan hal konyol.

 

.

 

Lonceng toko berbunyi begitu pintu terbuka memunculkan seorang lelaki tampan yang gagah membawa sebuket bunga.

“Annyeonghaseyo. Silakan melih—“

Jiyeon terdiam. Matanya membesar melihat sebuket mawar merah tepat berada di wajahnya. Ia mengalihkan pandangannya kepada seseorang yang memberikannya ini. Lelaki itu tersenyum manis menampakkan lesung kecil di pipi putihnya.

“Myung—Myungsoo?”

“Kajja.”

“EH??”

Lelaki yang dipanggil Myungsoo itu menarik tangannya dan menyeretnya keluar dari toko begitu saja tanpa menunggu respon dari Jiyeon. Masihterkaget-kaget dengan kelakuan Myungsoo yang sangat aneh hari ini Jiyeon hanya bisa menatapnya dengan pertanyaan besar yang bersarang di kepalanya.

Ada apa dengannya? Dia akan membawa ku kemana? Myungsoo, apakah dia sedang tidak sehat?

Begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak Jiyeon. Mereka berlari di jalanan walaupun begitu banyak orang yang berlalu lalang dan menatap mereka. Myungsoo seolah tak perduli. Irama jantungnya sama tak menentu dengan langkah kakinya yang cepat menarik tangan Jiyeon yang pasrah mengikutinya.

Ia tersenyum senang, otaknya berputar bak roda-roda gigi yang berputar menghasilkan gesekan-gesekan eletrik dalam otaknya. Nafasnya beradu tak tentu karena mereka masih berlari dan tak tau kemana akan pergi.

Myungsoo menyerahkan sebuket mawar merahnya kepada Jiyeon agar dipegang olehnya. Jiyeon sekali lagi hanya bisa pasrah dan mengikuti semua alur yang dibuat Myungsoo sekarang.

“Taksi!” Myungsoo merentangkan tangannya yang bebas untuk memanggil sebuah taksi yang tepat pada saat itu berhenti di depan mereka.

“Eh? Myungsoo-ssi kau akan membawa ku kemana?”

“Ikut saja.”

Myungsoo tersenyum dan menarik tangan Jiyeon untuk cepat masuk ke dalam taksi. Jiyeon lagi-lagi mengikuti kehendaknya dengan wajah mengkerut penuh tanda tanya.

Di dalam perjalanan mereka Myungsoo tersenyum sambil bersenandung kecil. Beda dengan Jiyeon yang tampak gelisah. Ia bingung dengan tingkah Myungsoo, pelanggan tetap toko roti tempatnya bekerja itu sangat berbeda dari biasanya. Pikiran Jiyeon bercampur aduk menjadi satu. Ia gelisah juga dengan toko yang ditinggalkannya, takut karena nanti saat kembali akan dimarahi bosnya.

Tiba-tiba tangan besar nan hangat Myungsoo menepuk tangan miliknya. Myungsoo menatap wajah Jiyeon yang mengernyit bingung sedaritadi. Wajah Myungsoo sangat terlihat tenang tanpa merasa ada sedikit masalah.

“Gwenchana. Kau tenang saja, bos mu sudah tau kalau aku akan meminjam mu hari ini.”

“Eh??!”

Myungsoo seperti membaca pikiran Jiyeon saja. Benar-benar misterius membuat Jiyeon pusing tujuh keliling dengan tingkahnya hari ini. Jiyeon hanya bisa menatap Myungsoo yang tampak tenang dengan tatapan pasrah dan bingung pastinya.

“Ah kita berhenti disini. Ahjusshi, berhenti disini.”

Taksi pun berhenti. Myungsoo memberikan beberapa lembar won kepada Ahjusshi dan menarik tangan Jiyeon untuk kembali berlari.

“Myung…soo…ssi…se…sebenarnya…kita…ma…u kema…na?” nafas Jiyeon sudah tak beraturan karena Myungsoo menariknya berlari lagi.

“Kemana?”

Myungsoo tiba-tiba berhenti membuat Jiyeon yang masih berlari menubruk tubuhnya dan mengaduh kesakitan. Myungsoo bersikap tak perduli dan malah terlihat tenang.

“Kita akan makan disini.”

“Mwoya??”

Myungsoo tersenyum kembali dan mengajak Jiyeon masuk ke dalam toko jajangmyeon yang tersohor namanya itu. Jiyeon hanya bisa membelalak kaget untuk kesekian kalinya melihat tingkah konyol Myungsoo.

“Kau… sedang tidak bercanda kan?”

Mereka sudah duduk di kursi mereka saling berhadapan dan menunggu pesanan mereka datang. Jiyeon tak habis pikir, benar-benar tak habis pikir. Lelaki di depannya ini daritadi menunjukkan wajah santainya setelah membuat keributan kecil dan meninggalkan beribu pertanyaan bagi dirinya.

Pesanan mereka datang. Myungsoo tampak bersemangat dan membuka sumpit untuk Jiyeon dan dirinya. Setelah itu dia melahap jajangmyeonnya dengan lahap. Jiyeon memandangnya dengan tatapan aneh dan akhirnya ikut makan juga karena kecapean berlari-lari daritadi dari satu tempat ke tempat lainnya.

 

.

 

Myungsoo selesai membayar billnya. Kembali, Myungsoo menarik tangan Jiyeon dan mengajaknya pergi lagi. Baru saja selesai makan, tapi sekarang berlari lagi benar-benar mengocok perut.

Myungsoo kembali memanggil taksi dan mereka naik taksi lagi untuk pergi ke suatu tempat. Jiyeon hanya bisa menahan perasaannya dengan kebingungan yang amat tinggi.

Taksi berhenti di tempat antah berantah yang Jiyeon tak ketahui. Myungsoo berjalan duluan begitu taksi sudah pergi meninggalkan mereka berdua di tempat yang sepi tanpa pejalan kaki, hanya kendaraan yang berlalu lalang. Jiyeon dengan cepat mengikuti Myungsoo dan menggapai tangannya. Dibalik itu, Myungsoo tampak tersenyum, entah apa yang ada di pikirannya.

“Ya. Kim Myungsoo, kau tidak akan membunuh ku kan membawa ku ke tempat seperti ini?” Jiyeon menoleh ke kanan-kirinya karena mereka sekarang berada di tempat yang seperti hutan. Pohon-pohon begitu banyak dan rumput tampak begitu subur tumbuh disini.

“Ah! Jangan bilang kau akan memperkosa ku?” Jiyeon menyilangkan kedua tangannya di dada.

“Ya! Mwohae? Pikiran mu buruk sekali terhadap ku.”

Jiyeon menurunkan tangannya dan meraih lengan Myungsoo, mengikutinya kembali. Jiyeon mengerucutkan bibirnya menatap Myungsoo dari belakang.

“Jiyeon-ssi.”

“Ne?”

“Lihatlah.”

Jiyeon mensejajarkan langkahnya untuk melihat wajah Myungsoo dan melihat apa yang dimaksudkannya dari arah pandangnya.

Mata Jiyeon berubah takjub. Ia benar-benar tak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Ia melepaskan genggamannya pada lengan Myungsoo dan menganga lebar sambil tersenyum senang. Sudah lama ia tak merasakan hal yang begitu luar biasa seperti ini.

“Daebakk! Jinjja daebakk!”

Aliran sungai menjadi background songnya dan angkasa luas menjadi tabir pelindung mereka saat ini. Tumbuhan-tumbuhan begitu hijau dan subur ditambah cahaya matahari senja jingga itu menambah suasana yang sangat terlihat damai.

“Myungsoo-ssi, aku tidak tau apa maksud mu membawa ku kesini. Tapi aku benar-benar berterima kasih. Gomawoyo Myungsoo-ssi!”

Jiyeon tersenyum melihat Myungsoo, senyumannya benar-benar tulus. Myungsoo hanya melihatnya sama dengan ekspresi yang dilakukannya.

“Jiyeon,” Jiyeon menoleh menghadap Myungsoo, “Bolehkah sekarang aku memanggil mu Jiyeon?”

Wajah Jiyeon tiba-tiba bersemu merah, ia menunduk menyembunyikan rasa malunya itu. Jiyeon mengangguk dengan pelan disambut dengan senyuman Myungsoo yang begitu terlihat senang.

“Gomawo Jiyeon.” Myungsoo memeluk Jiyeon secara mendadak.

“Myungsoo…?” dibalik pelukan Myungsoo, wajah Jiyeon semakin memerah karena menahan malu.

“Jiyeon, naega saranghanda. Kau… aku tidak tau kenapa kau bisa melelehkan hati ku, bahkan kau bisa membuat ku melupakan trauma ku terhadap yeoja. Jiyeon aku tidak tau, kapan tepatnya perasaan ku ini datang. Tau-tau jantung ku sudah berdetak cepat begitu melihat mu.”

Jiyeon kembali terkaget-kaget dengan perkataan Myungsoo, ia tersenyum dibalik pelukan Myungsoo. Lalu Jiyeon menerikkan pelukannya yang membuat Myungsoo kaget sebentar.

Myungsoo tersenyum senang setelah merasakan kepala Jiyeon seperti mengangguk walaupun ia tak melihatnya secara langsung.

 

 

 

x====x

 

notes fr me: Haiiii! Ini ff kedua ku disini teehee~ Ff ini udh pernah dipublish alias barusan dipublish di wp pribadi ku.

Oh iya, maaf ceritanya ga bagus dan terkesan apalah gitu(?) trus jg rada ga nyambung. maklumlah klo judul ama cerita kagak nyambung begini haha😀 ohiyaaaa judulnya ini keinspirasi ama lagunya EXO kekekekeke.

Feel free to correct me, ok? abis baca, tinggalkan kesan dan pesan/kritik yaaa, ini penting buat perbaikan ke depannya. Oke deh. akhir kata udahan(?) dlu yaaa

52 responses to “[Drabble] XOXO, I love you!

  1. Wah Myung ada ada aja ih tapi mauuu *mata berbinar-binar*
    Ckck Myung trauma sama cewek? Bener-benenr bodoh tu cewek yang nyakitin Myung -_- tapi beruntunglah dengan begiu Myung bisa sama Jiyeon! Hahha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s