[CHAPTER-PART 1]Shadow Sun

shadowsun1

Title : Shadow Sun[Chapter 1]

Author : Ayhu Park

Casts :

  • Kim Myungsoo
  • Park Jiyeon
  • Choi Minho
  • Suzy Bae
  • Park Jungsoo/Park Ahjussi

Genre : Time Machine, Joseon Era, Romance

Length : Chaptered

Rating : PG-13

Disclaimer : Tokoh milik diri mereka,orang tua, dan Tuhan.Author cuman pinjam nama.Plot,alur cerita hasil hayalan author.

A/N : FF ini adalah gabungan FF author yang lain yaitu Miracle Power dan The Lost Moon.

Prev : PROLOG

­~^_^~

2014

            “Seseorang telah menerobos hutan terlarang dan berhasil memasuki mesin waktu. Sekarang orang itu telah berada di era Joseon” Kata-kata itu menggemparkan OSEP(Organization of Spy Eternally Period) cabang 2014 Seoul.

            Salah seorang detektif terpilih dan seorang inspektur muda tengah berbincang untuk membicarakan masalah itu.

            “Detektif Choi, kau ditugaskan untuk menangkap tersangka yang telah mengacaukan keseimbangan waktu” Perintah Inspektus So lalu memperlihatkan sebuah foto beserta data diri yang tampak melayang di ruangan putih itu.

            “Tapi, Kim Myungsoo hanya seorang siswa SMA. Kemungkinan besar, dia tidak sengaja memasuki hutan terlarang itu” Detektif Choi mengeluarkan pendapatnya.

            “Hal-hal yang berhubungan dengan keseimbangan jagat raya tidak dapat ditoleransi, Detektif Choi” Tegas Inspektur So. “Selanjutnya adalah data diri partnermu dalam membawa kembali Kim Myungsoo ke abad 21” Foto Kim Myungsoo kini berganti menjadi foto seorang yeoja putih “Namanya Suzy Bae. Dia berasal dari abad ke-29. Dia agen termuda yang telah menyelesaikan masa pelatihannya di era joseon sehingga dia sudah bisa bersosialisasi dengan masa itu”

            “Saya mengerti, Inspektur So” Angguk Detektif Choi lalu meninggalkan ruangan itu.

            Detektif Choi yang bernama lengkap Choi Minho adalah seorang detektif muda dengan keterampilan yang tidak biasa sehingga OSEP meliriknya dan menjadikannya salah satu detektif di OSEP.

~^_^~

            Minho memasuki sebuah ruangan putih yang berisi sebuah sofa dan seorang yeoja yang telah menunggu dirinya. Minho disambut oleh senyuman yeoja manis itu.

            “Perkenalkan nama saya Suzy Bae” Yeoja itu mengulurkan tangannya ke arah Minho. Minho membalasnya dengan hangat.

            Setelah perkenalan singkat itu, mereka masuk pada perencanaan.

            “Kim Myungsoo telah berada di era joseon selama 3 jam, sehingga dia pasti sudah menyebar entah kemana. Maka dari itu kita harus memperhatikan setiap langkah dengan detail agar kita dapat mengejarnya” Jelas Minho. Suzy mengangguk.

            Mereka pun berjalan menuju ke hutan terlarang, dimana mesin waktu itu berada.

            “Bukankah cukup sulit melewati masa pelatihan di Joseon?” Minho mencoba untuk berbasa-basi. Suzy mengangguk “Sangat sulit”

            “Aku dengar, partnermu meninggal dalam masa pelatihan itu?” tanya Minho. Suzy mengangguk “Ada begitu banyak hal yang tidak terduga di jaman joseon, terlebih lagi semua alat canggih yang kita bawa tidak akan berfungsi.

            “Aku harap tugas ini dapat selesai secepatnya”

~^_^~

Joseon Era

            Myungsoo memasuki pagar sebuah paviliun yang amat besar. Di saat yang bersamaan, seorang yeoja keluar dari paviliun itu “Siapa kau?”

            Myungsoo sedikit terkejut tapi ia juga dapat bernafas lega karena setidaknya dia mungkin bisa mempertanyakan jalan pada yeoja itu “Permisi, saya tersesat. Jalan ke Seoul itu dimana yah?”  tanyanya. Yeoja itu mengerutkan dahinya, tidak mengerti.

            “Seoul? Apa itu Seoul?” Si yeoja kebingungan. Kini Myungsoo yang berbalik mengerutkan dahinya “Kau tidak tahu Seoul? Seprimitif apapun daerah itu, tidak mungkin ada orang Hanguk yang tidak tahu Seoul”

            “Orang Hanguk? Apa lagi orang Hanguk itu?” si yeoja makin kebingungan.

            “Jangan bercanda, agasshi. Saya harus segera kembali ke kota, sekarang hampir malam” Desak Myungsoo.

            “Tapi, saya tidak tahu dimana Seoul itu dan anda sebenarnya dari mana? Kenapa baju anda seperti itu?”

            “Aku belum mengganti seragam sekolahku, lalu kenapa? Sudahlah. Aku pinjam telepon saja. Memangnya disini daerah apa?” Myungsoo tampak malas menanggapi yeoja yang menurutnya aneh itu.

            “Disini Hanyang. Dan saya tidak tahu dan tidak punya telepon yang anda maksud itu” Jawab si yeoja membuat Myungsoo membelalakkan matanya “Hanyang? Joseon? Apa kau gila?”

            “Disini memang Hanyang, Joseon.Saya pikir anda yang gila karena tidak tahu Hanyang” Balas si yeoja.

            “Kau pasti bercanda. Pasti aku sedang masuk program TV kan” Myungsoo tertawa sendiri.

            “TV? Apa lagi TV itu?” Si yeoja kembali kebingungan dengan istilah-istilah yang Myungsoo gunakan.

            Tiba-tiba terdengar suara lolongan serigala. Refleks Myungsoo merinding “Sudah malam. Aku harus segera kembali ke kota. Tolong katakan yang sebenarnya”

            “Saya sudah mengatakan yang sebenarnya”

            “Baiklah aku menyerah. Tapi, aku harus kemana kalau aku tidak tahu jalan” Myungsoo hanya bisa frustasi.

            “Kau bisa tinggal disini untuk malam ini dan kembali besok pagi” Saran yeoja itu. Myungsoo sedikit terperangah tapi dia tidak punya pilihan lain dan menyetujuinya “Aku tidak percaya pada yeoja ini. Aku pasti sedang masuk dalam tipuan program TV. Daripada aku bertemu dengan makhluk tidak jelas lebih baik aku tinggal disini”

            Yeoja itu mengantarkan Myungsoo ke sebuah kamar. Yeoja itu baru saja pergi sebelum Myungsoo menanyakan nama si yeoja.

            “Namaku Jiyeon. Park Jiyeon” Jawab si yeoja.

~^_^~

            Minho dan Suzy telah menyusul ke jaman Joseon. Suzy mengubah penampilannya menjadi laki-laki untuk memudahkan pencarian mereka. Mereka berdua juga menyamar sebagai polisi. Mereka mencari di sekitar hutan.

            “Karena menurutmu Kim Myungsoo tidak sengaja memasuki mesin waktu itu, artinya dia tidak tahu kalau dia telah berada di jaman Joseon. Yang sama artinya, dia akan mencari jalan untuk pulang” Suzy membuat kesimpulan, yang dibalas anggukan oleh Minho.

            “Kau benar. Jika begitu, dia pasti akan lewat ke arah sana” Tunjuk Minho pada sebuah arah. Merekapun menuju ke arah itu.

            Matahari mulai tenggelam. Di saat bersamaan, Minho melihat tanaman putri malu yang menguncup padahal beberapa putri malu lain belum menguncup “Sepertinya Myungsoo melewati arah ini” Minho menunjukkan putri malu itu kepada Suzy.

            “Iya. Hanya serigala yang melewati arah ini itupun hanya pada malam hari sehingga kemungkinan besar, Kim Myungsoo memang melewati daerah ini” Tambah Suzy.

            Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka. Terdengar lolongan serigala yang makin menggema di dalam hutan yang sepi itu.

            “Sudah waktunya kita istirahat” Ucap Minho. Mereka berhenti lalu beristirahat di atas pohon.

~^_^~

            Jiyeon membawakan Myungsoo makanan beserta sepasang baju khas budak jaman joseon setelah melihat baju Myungsoo yang kotor dan lusuh.

            “Makanlah dan pakai ini. Baju itu milik Park ahjussi. Hanya itu yang kupunya” Ucap Jiyeon. Myungsoo menatap baju tersebut “Baju apa ini? Kelihatan seperti baju kuli jaman joseon”

            “Jadi, apa kau seorang bangsawan?” tanya Jiyeon. Myungsoo menggeleng “Aku bukan bangsawan tapi aku tetap tidak mau menggunakan baju ini”Myungsoo melempar baju itu.

            “Terserah kau saja” Jiyeon berlalu dari kamar Myungsoo.

            Myungsoo pun memakan makanan yang Jiyeon bawa. Ia sadar kalau bajunya sangatlah bau. Myungsoo berpikir sebentar “Mungkin aku harus mencuci bajuku. Ya, lebih baik aku mencuci baju lalu kembali menggunakannya besok”

            Setelah makan, Myungsoo mengganti bajunya dengan baju yang tadi ia lempar. Ia berjalan dengan hati-hati mencari Jiyeon. Dengan perasaan malu, ia menghampiri Jiyeon yang tengah asyik bermaian gayageum.

            “Ehm. Permisi” Myungsoo berdehem. Jiyeon menghentikan permainannya “Ada apa?” Ia tertawa kecil saat melihat Myungsoo menggunakan pakaian yang sudah dilemparnya tadi.

            “Aku ingin mencuci bajuku” Myungsoo menunjukkan seragamnya.

            “Kau bisa mencuci disana” Tunjuk Jiyeon pada sebuah sumur yang tidak terlalu jauh dari tempat Jiyeon berada sekarang.

            Myungsoo buru-buru kesana lalu mencuci bajunya, sementara Jiyeon melanjutkan permainan gayageumnya.

            Myungsoo dapat mendengar permainan gayageum Jiyeon “Permainannya benar-benar terdengar murni. Apa aku benar-benar berada di jaman Joseon? Tapi, kenapa bisa? Apa karena lubang tadi? Itu tidak mungkin!” Myungsoo menggeleng-gelengkan sendiri kepalanya.

            Jiyeon yang tengah asyik bermain gayageum sedikit terganggu mendengar suara pintu yang terbuka. Perlahan langkah kaki mendekat ke arahnya. Seorang namja dewasa yang hampir terlihat seperti ahjussi menampakkan wajahnya “Chuseonghamnida, agasshi, saya telah mengganggu permainan agasshi” ucap ahjussi itu.

            Jiyeon tersenyum lalu menggeleng “Animnida, Park Ahjussi”

            Park Ahjussi menyadari kehadiran Myungsoo yang tengah mencuci “Siapa laki-laki itu, agashhi?” Tunjuk Park Ahjussi pada Myungsoo.

            “Dia tersesat dan tidak bisa pulang sehingga saya mengizinkannya menginap disini” Jawab Jiyeon. Terlihat raut kekhawatiran di wajah Park Ahjussi “Agashi, saya sudah menyuruh anda untuk berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal”

            “Saya yakin dia baik, ahjussi”

            Park Ahjussi pun mengalah. Ia berniat menemui Myungsoo. Ia pun menghampiri Myungsoo.

            “Hey, anak muda!” Panggil Park Ahjussi. Myungsoo berbalik “Siapa anda?” tanyanya. Melihat Myungsoo, Park Ahjussi tidak dapat menahan keterkejutannya “Do-doryeonim”

            Myungsoo buru-buru berdiri “Apa mungkin anda adalah Park Ahjussi? Perkenalkan nama saya Kim Myungsoo. Saya akan menginap disini malam ini tapi saya janji akan pergi besok, jadi bisakah anda mengizinkan saya untuk tinggal disini?” Ucap Myungsoo panjang lebar.

            “N-ne. Anda bisa tinggal disini” Park Ahjussi segera meninggalkan Myungsoo lalu beralih ke Jiyeon yang tengah membereskan gayageumnya.

            “Agasshi, saya harus berbicara dengan anda” Park Ahjussi nampak serius.

            “Ada apa, ahjussi? Apa terjadi sesuatu dengan pemuda itu?” tanya Jiyeon.

            “Pemuda bernama Kim Myungsoo itu berasal darimana?”

            “Dia berasal dari tempat yang sangat jauh” Jawab Jiyeon.

            “Agasshi harus memastikan pemuda untuk pergi besok pagi”

            “Ne” Angguk Jiyeon.

~^_^~

            Suzy terbangun dari tidurnya. Ia melihat ke sekeliling dan tidak dapat menemukan Minho. Suzy turun dari pohon. Ia mendengar suara langkah kaki yang ternyata berasal dari Minho. Minho mencari buah untuk mereka makan.

            Setelah makan, mereka kembali melanjutkan pencarian mereka. Langkah mereka terhenti pada sebuah paviliun besar yang terlihat mencurigakan.

            “Apa mungkin Myungsoo menginap di paviliun ini semalam?” tanya Suzy.

            “Mungkin saja” Angguk Minho.

            Suzy memperhatikan sekeliling paviliun dan melihat bayangan seseorang di belakang paviliun. Ia memeriksa bayangan itu sementara Minho mencoba mencari si pemilik rumah.

            Jiyeon keluar dari paviliun itu.

            “Permisi, agasshi, saya dari kepolisian dan saya sedang mencari seorang buronan. Apakah mungkin anda pernah melihat laki-laki dengan wajah seperti ini?” Minho memperlihatkan sebuah lukisan gambar yang terlihat seperti Myungsoo.

            “Dia…”

TBC

Author udah berusaha, so, don’t forget to leave your mark.

Readerdeul juga bisa membaca FF Author yang lain disini

53 responses to “[CHAPTER-PART 1]Shadow Sun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s