[CHAPTER] THE FIRST (Chap 4)

image

Tittle: The FIRST
Author:@MerlinChrysilla
Main Cast:
*Park Jiyeon
*L.joe (Teen top)
Other cast:
*Kim Myungsoo
*Kai
Length: Chaptered
Rating: PG-15
Genre:Romantic, Sweet, School Life

***
Kulihat Jiyeon sedang tertidur pulas di kasur rumah sakit, tangannya yang terluka sudah di perban dengan baik oleh perawat dan dokter disini. Wajahnya yang pucat membuat rasa bersalah ku menyeruak kembali ke permukaan.

“Apa yang harus aku lakukan Myung-ah? Kai-ah?” lirihku.

“hah? Ada apa hyung?” tanya kai membuatku kembali ke dunia nyata.
“apa kau mau menghentikan ini sekarang? Jangan bercanda Joe, Jiyeon berusaha menjadi kekasih yang baik untukmu walau hanya berstatus kekasih pura pura mu. Dia tidak pernah ingin membuatmu khawatir, dia ingin mewujudkan permintaanmu padanya untuk bisa bersekolah dengan tenang. Dan sekarang apa kau ingin menyianyiakan usahanya?” ucap Myungsoo seperti bisa membaca pikiranku. Belum sempat aku membalas ucapan Myungsoo, kulihat Jiyeon sudah sadar dan dan sedang dibantu duduk oleh kai.

“Apa kau terbangun karena mendengar perbincangan kami Ji-ah? Apa kami begitu berisik?” tanya Kai begitu berhasil membantu jiyeon duduk.

“kita lanjutkan perbincangan ini nanti, bersikaplah biasa,  jangan bertindak bodoh dulu Joe” bisik Myungsoo padaku. Aku hanya menganggukan kepalaku lalu menghampiri Jiyeon yang kulihat sedang menutup matanya, dan ‘apa itu? Apa yang si kamjjong hitam itu lakukan pada jiyeon? Sampai mendekatkan wajahnya pada wajah Jiyeon? Apakan ia ingin mencium Jiyeon? Ck Kamjjong! Kau mau mati eoh?’gerutuku dalam hati.

“Dino-ah..” panggilku setenang mungkin, mencoba menyadarkan Jiyeon agar menjauh dari makhluk hitam itu *read:Kai😄

Jiyeon POV

Kubuka mataku saat kudengar adanya perbincangan disekitarku, tidak terlalu jelas hanya seperti gumaman gumaman kecil. ‘Dimana aku?’ Ruangan serba putih dan aroma obat obatan seolah menjawab rasa penasaranku. Yah seperti yang kuduga, aku berada di rumah sakit. ‘Ada Kai Myungsoo dan Joe disini’ ucapku dalam hati.

“argh” ringisku ketika merasakan sakit di kepala dan tanganku saat kucoba untuk duduk. Kulihat Kai datang dan membantuku untuk duduk.

“Apa kau terbangun karena mendengar perbincangan kami Ji-ah? Apa kami begitu berisik?” tanya Kai begitu berhasil membantuku duduk.

“gomawo Kai-ah, kalian tidak berisik sama sekali, aku hanya bosan tertidur haha oh ya Kai apa yang sedang Myungsoo dan Ljoe lakukan disana? Apa mereka sedang membicarakanku?” balasku sembari tersenyum. Bukannya menjawab, Kai lalu mendekatkan wajahnya padaku.

“Oh apa yang kau lakukan Kai?” tanyaku gugup, dan kuyakin mukaku sudah merah seperti kepiting rebus >\\ “Dino-ya”   Panggilan dari L.joe sontak membuatku membuka mata dan reflek aku mendorong Kai hingga jatuh tersungkur ke lantai. Kulihat Kai meringis kecil sambil memegangi bokongnya.

“Mianhae Kai-ah” sesalku.

“Tenagamu sangat besar Ji-ya -_- kau tidak seperti seorang pasien yang baru sadar dari pingsan” omel kai padaku.

“itu salahmu! Untuk apa kau mendekatkan wajahmu seperti tadi? Ck pabo!” balasku.

“apa ku berfikir aku akan menciummu Ji? Ck aku hanya ingin membisikkan sesuatu padamu!” elaknya. Ljoe dan Myungsoo hanya terkekeh melihat ku dan Kai yang sedang bertengkar.

“sudah! Apa kalian ini anak TK? Bertengkar hanya larena masalah seperti ini? Dan Kai, awas kau! Aku akan membuat perhitungan denganmu” Lerai L.joe dengan sifat tenangnya namun perkataan yang sangat tajam. Dia bahkan mengataiku anak TK. Kukembungkan pipiku yang mengundang gelak tawa dari Ljoe Myungsoo dan Kai.

Author POV

Mereka berempatpun menghabiskan waktu dengan berbincang. Tak hentinya Kai bercerita tentang wanita wanita incarannya yang selalu berakhir dengan penolakan. *kalau ngincer author sih ga akan ditolak kai* :p

“Ji-ya knp kau bisa terluka seperti ini? Dan kenapa kau tidak memberi tahu kami perihal luka mu?” Myungsoo bertanya pada Jiyeon. Suasana yang tadinya ceria, berubah drastis menjadi serius. L.joe dan Kai hanya diam menunggu jawaban yang akan Jiyeon lontarkan.

“Aah itu tadi tanganku tidak sengaja tergores penggaris yang ada di kolong mejaku haha ini kecerobohanku sendiri, dan mana mungkin aku membuat kalian khawatir dengan luka kecil seperti ini?” jelas Jiyeon sambil tertawa renyah.

“luka kecil?” tanya Ljoe pelan. Sontak Myungsoo Kai dan Jiyeon mengalihkan pandangan mereka kearah Ljoe.

“Apa ini yang kau sebut luka kecil? (Ljoe menunjuk luka di tangan Jiyeon). INI BUKAN LUKA BIASA!! BAHKAN KAU BISA KEHABISAN DARAH KARENA LUKA INI PARK JIYEON!! KAU SUDAH MEMBUAT KAMI KHAWATIR! DAN SEKARANG KAU BERBOHONG BAHWA LUKA MU ITU ADA KARENA KECEROBOHANMU DAN PENGGARIS? APA KAU FIKIR KAMI ITU ANAK KECIL YANG MUDAH KAU BOHONGI?!! KAMI SEMUA TAHU BAHWA INI ADALAH ULAH FANS FANS SIALAN ITU!!” bentak Ljoe mengeluarkan semua uneg uneg nya pada Jiyeon. Jiyeon terlihat sangan terkejut, matanya berkaca kaca pertanda ia akan menangis.Dia tak menduga ini semua terjadi, Jiyeon tidak mampu untuk mengeluarkan suaranya, yang ia lakukan kini hanya bisa menangis. Sedangkan Myungsoo dan Kai terdiam seribu bahasa, melihat sesosok Leader yang mereka hormati, yang mereka kenal sebagai sosok yang dingin dan cuek sekarang sedang mengeluarkan uneg unegnya dengan penuh emosi.

“kurasa cukup sampai disini saja!” lanjut Ljoe dengan suara yang melemah. Jiyeon mengangkat kepalanya setelah mendengar Ljoe yang berkata ingin berhenti.

“apa maksudmu Joe-ah?” tanya Jiyeon lirih.

“kita sudahi semuanya! Drama ini hanya akan menyiksamu dan menyusahkanku! Mari kita sudahi semuanya!” ucap Ljoe enteng. Jiyeon membulatkan matanya tak percaya dengan semua kata kata yang meluncur dari mulut kekasih(pura pura)nya itu. Dia mengerjapkan matanya berkali kali berharap semua ini hanyalah sebuah mimpi.

“Yak LEE BYUNG HUN!!” teriak Myungsoo tanpa sadar menyebutkan nama asli Ljoe karena sudah tidak dapat mengontrol emosinya lagi pada Ljoe.Namun sang pemilik nama tidak menggubrisnya dan langsung pergi meninggalkan ruangan.

Jiyeon POV

“Yak LEE BYUNG HUN!!” teriak Myungsoo penuh emosi.

“astaga hyung kau mulai lagi! Jangan pernah memanggil nama asli kalau kau sedang emosi! Apa kau ingin menjatuhkan reputasi kita? Apa kau lupa ucap PDnim tentang jangan sampai ada yang mengetahui nama asli kita?” Kai mencoba menahan emosi Myungsoo.

Apa aku tidak salah dengar? Nama asli Ljoe adalah ByungHun? Lee Byunghun? Apa ini berarti Ljoe benar benar pangeran ‘kantung jimat’ yang aku cari selama 10 tahun ini?

“Lee ByungHun? Apa nama asli Ljoe itu Lee ByungHun?” tanyaku mencoba memastikan semuanya. Myungsoo hanya diam enggan untuk bersuara, dia memilih duduk di sofa panjang yang berada di pojok ruangan.

“iya, tapi kau jangan sampai memberi tahukannya pada siapapun arraseo?” jawaban Kai bagai lampu hijau untukku. Aku tersenyum simpul sambil menghapus air mataku. Kai yang melihatku hanya memasang wajah bingungnya. Aku rasa sekarang pasti dia sedang mengataiku wanita gila yang masih bisa tersenyum padahal sebelumnya aku baru saja dibentak oleh kekasih(pura pura)ku.

“Kai apakah kau dan Ljoe sudah berteman cukup lama? Apakan kalian saling terbuka?”

“apa maksudmu Ji-ya?” bingung kai karena pertanyaanku yang bisa dibilang out of topic ini.

“Maksudku, apakah kau dan Ljoe sudah lama menjadi sahabat? Apa Ljoe suka bercerita padamu tentang kebidupan pribadinya?”

“Ooh, tentu saja! Aku, Ljoe hyung dan Myungsoo hyung bersahabat dari kecil, karena kami bertetangga. Diantara kami tidak pernah ada kata rahasia, karena kami selalu saling terbuka satu sama lain. Bahkan Aku tahu alasan Myungsoo hyung dan Ljoe hyung belum memilik kekasih sampai detik ini padahal mereka tampan -_-”   Penjelasan Kai ini semakin membuatku percaya bahwa Ljoe itu ByungHun pangeranku.

“Hah? Yang benar saja? Memang apa alasannya?” Tanyaku penasaran. Kai mendekatkan wajahnya lagi padaku, namun tidak seperti tadi, aku berani menatapnya dan dengan antusias akupun memajukan wajahku mendekati Kai.

“tapi kau harus berjanji tidak akan memberitahukannya kepada siapapun!”

“hmm! Ayo cepat beritahu aku!” desakku tak sabar.

“L.joe dan Myungsoo Hyung sama sama mencintai seorang gadis kecil dimasa lalu mereka. Yah mereka menyukai orang yang sama! Aku juga pernah menyukai gadis itu, namun ketika tahu Ljoe dan Myungsoo hyung menyukai gadis itu juga, aku langsung menyerah😦 gadis itu merupakan cinta pertama kami bertiga” jelas Kai panjang lebar.

“ternyata Ljoe sudah memiliki wanita pujannnya sendiri” ucapku tanpa sadar.

“Apa kau telah jatuh cinta pada Ljoe hyung Ji-ya? Jangan putus asa hanya karena mendengar ceritaku tadi. Yang kulihat Ljoe hyung juga memiliki perasaan yang sama sepertimu, tapi mungkin dia belum menyadarinya. Dan mengenai gadis kecil itu, kau tak perlu khawatir! Gadis itu tidak pernah terlihat lagi setelah kejadian saat dia tersesat di taman.”

“apa?! Tersesat di taman?! Kai-ah tolong ceritakan padaku tentang rincian kejadiannya” teriakku tanpa sadar membuat Kai terlonjak kaget dan hampir jatuh terjungkal dari kursinya.

“Ck Ji, jika kau dendam padaku, langsung saja bunuh aku! Jangan seperti ini! Kau mau membuatku terkena serangan jantung eoh? Aku belom ingin mati muda nona Park! Aku belum menikah dan belum merasakan indahnya malam pertama, dan yang terpenting aku belum sempat memutihkan kulitku” omel Kai tak penting.

Kai POV

Ck suara Jiyeon membuatku sakit telinga! Dia begitu sangat antusias ingin mengetahui cerita tentang gadis kecil itu. ‘Apa ia cemburu? Tp untuk apa ia cemburu pada seorang gadis yang belum pernah ia lihat?’ pertanyaan pertanyaan itu tiba tiba muncul di pikiranku.

/Flashback/

“Hiks..hiks” Sore itu, saat aku sedang bermain bola di taman dengan Myungsoo dan Ljoe hyung, tiba-tiba saja terdengar suara tangisan seorang gadis kecil di dekat ayunan taman. Kulihat Ljoe hyung berhati-hati menghampiri gadis kecil yang kuyakini umurnya tidak berbeda jauh dengan ku.

“jangan menangis, sudah hentikan tangisanmu. Kau jelek jika menangis, jd berhentilah menangis dan tersenyumlah”ucap Ljoe hyung santai.

“Aku tersesat, aku ingin eomma ku~”   Bukannya berhenti, gadis itu malah menangis lebih keras dari tadi, ku lihat Ljoe hyung menjatuhkan tubuhnya tepat dihadapan si gadis kecil itu, lalu menyeka air mata yang mengalir di pipi mungil si gadis kecil dengan kedua ibu jarinya. Gadis itu tersenyum simpul sambil masih menangis. Aku dan Myungsoo hyung yang diam diam mengikuti Ljoe hyung dari belakang seketika tersihir saat melihat gadis itu tersenyum. Senyumannya begitu manis dan wajah gadis kecil itupun sangat cantik.

-2 jam kemudian-

Sudah cukup lama aku dan Myungsoo hyung memperhatikan gadis itu yang sedang duduk bersama Ljoe hyung.

“berhentilah menangis, aku sudah harus pulang.ini untukmu dan simpan baik-baik! Ini jimat!”kata Ljoe hyung sembari memberikan Jimat buatannya kepada si gadis.

“ck bukankah jimat itu akan ia berikan kepada ibunya? Percuma dia membuat jimat itu sendiri kalo akhirnya diberikan kepada orang lain?’gerutuku. Myungsoo hyung masih asik memandangi gadis kecil itu dan enggan untuk berkedip sedikitpun.

“jimat?” tanya si gadis kecil itu bingung, sambil sedikit terisak.

“ya jimat! Itu jimat kecil buatanku sendiri,dan khasiatnya sangat ampuh”jelas Ljoe hyung bangga. ‘kertas jimat biasa! Apanya yang ampuh?’ omelku dengan suara yang pelan nyaris tak terdengar.

“sudah yah tunggu disini saja, ibumu akan segera datang, aku pergi. Bye^^” pamit Ljoe hyung pada gadis itu lalu berlari menghampiri kami lagi.(aku dan Myungsoo hyung) Setelah itu aku, Myungsoo dan Ljoe hyung pulang kerumah karena sekarang sudah cukup larut.

Setelah kejadian itu, yang ku perhatikan Myungsoo hyung dan Ljoe hyung jadi sering ke taman untuk mencari gadis itu lagi, namun hasilnya nihil! Kami tak pernah menemukan gadis itu di taman lagi. Hari itu merupakan hari pertemuan pertama sekaligus perpisahan dengan si gadis kecil.

/Flashback End/

“Ji-ah kau knp?” khawatirku saat melihat Jiyeon menangis terisak setelah mendengarkan ceritaku.

“Kai-ah apa jimat ini yang kau maksud?” tanyanya sembari mengeluarkan kantung jimat plastik yang tersembunyi didalam baju nya.

Jiyeon POV

Kali ini aku yakin bahwa aku tidak salah mengenali orang, Ljoe adalah ByungHun ku, pangeran ‘kantung jimat’ku.

“Ji-ah aku minta maaf tidak seharusnya aku…” kulihat Ljoe masuk dan meminta maaf padaku, namun ucapan Ljoe terhenti saat ia melihat kearah leherku, lebih tepatnya kearah kantung jimat yang kugantungkan di leherku.

“ByungHun-ah..” Panggilku pada Ljoe atau ByungHun. Dia menoleh menatap mataku lalu menghampiriku. Mataku mulai memanas, dan tak terasa butiran krystal bening akhirnya lolos dari mataku.

“Kau? Si gadis cengeng?” tanya nya memastikan, dan kujawab dengan anggukanku.

Author POV

“Kau? Si gadis cengeng?” tanya Ljoe memastikan, dan dijawab dengan sebuah anggukan mantap dari Jiyeon.

Kai yang mengerti dengan keadaan saat ini, kemudian berlalu meninggalkan ruangan itu, meninggalkan pasangan yang dipertemukan oleh takdir menurutnya. Ljoe memeluk Jiyeon sangat erat, seolah tak rela untuk melepasnya. Didalam benaknya, Ljoe takut jika ia melepaskan pelukannya pada Jiyeon, ia akan kehilangan gadis nya lagi seperti 10 tahun silam.

Di ujung ruangan, Myungsoo yang melihat itu semua hanya tersenyum dan mengikuti Kai keluar dari ruangan yang sedang dipenuhi dengan api asmara L.joe dan Jiyeon.

“Takdir cinta memang tidak akan pernah salah memilih! Karena Cinta tau kemana ia seharusnya pulang. Aku turut bahagia dengan kalian..” Ucap Myungsoo kemudian.

-TBC-

Jangan lupa like+comment nya yah^^

18 responses to “[CHAPTER] THE FIRST (Chap 4)

  1. ouo gila first love nya sama semua😀 haha keren
    yeah dan akhirnya mereka tau juga yg sebenernya😀 haha
    dan aku setuju banget tuh sama perkataan myungsoo😀 kekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s