[CHAPTER – PART 4] Raining Love

poster-julia-hwang-raining-love

Title : Raining Love | Author : Julia Hwang

Genre : Romance, Drama, little bit Sad | Rating : PG-13 | Leght : Chapter

.

Main Cast :

Kim Myungsoo | Park Jiyeon

Other Cast :

Bae Suzy | Choi Minho | Krystal Jung | Park Chanyeol

Cover by : Kak Ica @HSG

 

Disclaimer : 

Fanfiction ini terinspirasi dari sebuah novel berjudul ‘Rainy’s Days’ milik Fita Chakra ^^ Semua cast milik tuhan, keluarga dan agency masing-masing dan hanya saya pinjam untuk kepentingan ff. Beberapa bagian dari novel akan saya ambil tapi tetap saya menghormati sang penulis dan akan membuatnya menjadi versi saya sendiri. Ingat ini bukan hasil “PLAGIAT”. Terimakasih~

Summary :

“Aku akan menantang hujan! Jadi, Aku tidak akan pergi dari tempat ini!”

 

-Backsound-

After School – Play Ur Love

Ra.D – Something Flutters

EXO Chen – Best Luck

WARNING FOR TYPO, GUYS !

Happy Reading~! ^^

 

 ~Raining Love~

Selama perjalanan ke sekolah, hanya keheningan yang menyelimuti Myungsoo dan Jiyeon. Dengan cepat, laju motor Myungsoo membelah jalan kota Seoul pagi hari ini. Mereka berdua bahkan tidak menyadari, terutama Jiyeon, jika tangannya masih melingkar dengan erat di pinggang Myungsoo dan kepala yang bersandar di pundaknya.

Saat berhenti di lampu merah, seorang pengendara lain mengejutkan Myungsoo. ”Hey kau..” Myungsoo dengan cepat menoleh dan nampak bingung dengan menunjuk dirinya sendiri.

“Aku ?”

“Apa kau tidak tahu kekasihmu sedang tertidur ? Lihatlah.. Tidurnya pulas sekali. Kau harus berhati-hati jika tak mau ia terjatuh.”

Setelah mendengar kalimat itu, pelukan erat dari Jiyeon melonggar dan dengan sigap Myungsoo langsung menariknya kembali dan menoleh, Jiyeon benar-benar tertidur sedari tadi. Myungsoo hanya tersenyum dan mengangguk pada pengendara baik hati itu.

Dan kembali lagi, Myungsoo tak bisa melepas senyum kebahagiaan kala jari-jemari mereka bertaut terus selama perjalanan dan Jiyeon tetap setia bersandar pada pundaknya.

Myungsoo sadar dan tahu kenapa Jiyeon dengan cepat menerima ajakannya tadi, ia melihat Minho. Myungsoo tahu jika Jiyeon melihat mobil Minho sedang mengarah pada mereka. Mobil yang Myungsoo hafal saat meninggalkan Jiyeon di bawah guyuran hujan deras membawa lelaki bejat bernama Minho. Jiyeon tak mau Minho tahu dan memilih bersamanya. Tapi, Myungsoo senang akan itu. Ia merasa bahwa hanya dirinya yang bisa menyelamatkan Jiyeon dari lelaki bajingan bernama Minho itu.

Baru saja akan memasuki gerbang sekolah, Myungsoo dengan cepat memutar arah sepeda motornya. Satu tangannya semakin menggenggam erat tangan Jiyeon di pinggangnya. Minho berada di sekolah, dan ia tahu bahwa lelaki itu mencari Jiyeon.

“Aku berjanji, aku akan melindungimu. Jangan khawatir dan jangan takut, Jiyeon-ah.”

.

.

.

“Permisi.. Apa kau melihat Jiyeon ?”

Krystal menoleh sambil melepaskan earphone berwarna merah muda yang terpasang di telinganya dan mengerutkan kening bingung. Ia sadar seseorang sedang menepuk pundaknya dan itu orang asing yang tak pernah ia lihat di sekolah. Seragam yang ia kenakan juga berbeda, jadi mana mungkin ia murid baru.

“Kau bertanya padaku ?”

“Memangnya aku bertanya pada siapa lagi.”

Alisnya semakin berkerut. Baru saja ia ingin memuji ketampanan lelaki di hadapannya, tapi segera ia hilangkan pikiran itu saat lelaki itu menjawab dengan nada sinis. Krystal tidak menyukai tingkah lakunya.

“Apa kau melihat Jiyeon, Noona ?!” Lelaki itu bertanya lagi saat yang ditanya hanya menatapnya dengan alis berkerut.

Krystal semakin kesal. Ia berkacak pinggang dan menaikkan alisnya. Lelaki di hadapannya ini memanggilnya apa barusan ? Noona ? Apa ia terlihat setua itu ? Padahal menurutnya mereka seumuran tapi berani sekali lelaki ini!

“Maaf ahjussi!” Ia menekankan kata’Ahjussi’ yang langsung membuat lelaki itu membelalakkan matanya lebar. “Apa kau tidak berpikir sebelum bertanya ? Aku baru saja datang dan kau bertanya dimana Jiyeon padaku ?! Apa aku terlihat sedang bersamanya tadi ? Mana kutahu ia dimana! Jika kau mencari seseorang, kelilingi sekolah ini dan temukan orang yang kau cari sendiri! Dan satu lagi, aku sedikit tersinggung saat kau memanggilku ‘Noona’, apa aku terlihat lebih tua darimu ?”

Lelaki itu tak berhenti menatap Krystal heran. Apa yang baru saja ia katakan ? Kenapa itu lebih terlihat seperti, Krystal sedang memarahi dirinya ? Atau memang sedang begitu ?!

“Lalu.. Kenapa kau memanggilku ahjussi ? Apa aku terlihat seperti paman bagimu ?” Lelaki yang ternyata adalah Minho mulai meluncurkan rasa tidak sukanya pada Krystal. Ia menatap tajam gadis di hadapannya itu.

“Kau memang terlihat seperti pamanku! Sudahlah.. Aku tidak ingin mood pagi hariku menjadi rusak karenamu! Dasar aneh!”

“YA!”

Krystal berbalik dan memasang kembali earphone yang ia bawa tanpa mau mendengarkan makian dari Minho lagi. Tapi, tetap saja lelaki itu mulai memaki dengan kata kasar sampai ia tak menyadari seisi sekolah sedang memperhatikannya.

.

.

.

“Myungsoo-ah!!!!”

“….”

 

BRAKK!!   

 

“OMO! Kau mengagetkanku!”

Nafas Chanyeol memburu dan tanpa sengaja ia melempar komik Naruto yang ia baca saat Krystal datang, memukul meja dengan keras dan sekarang menangis di hadapannya.

“Dimana Myungsoo ?”

“Dia belum datang.” Jawab Chanyeol singkat sambil berkeliling dan menunduk mencari komik yang ia lempar tadi. “Kenapa kau menangis dan memukul meja seperti itu ? Apa kau meninggalkan pulpen Rillakuma mu lagi ?” Tebak Chanyeol yang membuat Krystal semakin memperkeras tangisannya.

Yang Chanyeol tahu, jika Krystal menangis di pagi hari seperti itu, ia pasti lupa membawa pulpen kesayangannya atau lupa menyapa Myungsoo di pagi hari. Chanyeol hafal betul kebiasaan itu. Tapi sekarang, tak ada jawaban atas tangisannya hari ini.

Krystal menghentikan tangisannya lagi. “Dimana Jiyeon ?”

“Ia juga belum datang.”

“Ya! Apa yang terjadi ? Apa mereka berangkat bersama dan terlambat bersama ? Apa mereka sedang berkencan ? Katakan padaku Park Chanyeol!!!”

“Ck! Kau berlebihan sekali. Kali ini kenapa kau menangis ?” Kembali Chanyeol bertanya dengan senyum merekah saat komik yang dicarinya akhirnya ditemukan.

“Seseorang yang sedang mencari Jiyeon memanggilku Noona! Cih! Padahal kami seumuran tapi ia berani sekali! Wajahnya memang tampan, tapi tingkah lakunya menjijikkan sekali!” Seru Krystal heboh yang hanya membuat Chanyeol menghembuskan nafas panjang.

 

Kriingggg…

 

Suara ponsel Chanyeol berdering membuat keduanya menoleh bersamaan menatap layar ponsel. Itu dari Myungsoo dan Krystal dengan cepat menyambarnya di atas meja.

“Myungsoo-ah.. Kau dimana ? Jam pelajaran sebentar lagi akan mulai tapi kau belum datang juga.” Chanyeol mulai menatap Krystal malas saat gadis itu mengeluarkan kata-kata manjanya pada Myungsoo. Ia kembali melanjutkan membaca komik tanpa menghiraukan mereka.

“Krystal ? Dimana Chanyeol ? Aku ingin bicara dengannya.”

“Ya! Kau hanya mencari Chanyeol ?! Bukan aku ?! Kau jahat!”

“Aniya.. Aku hanya ingin berkata, aku dan Jiyeon tidak masuk hari ini. Kami sedang berada di Arcade.”

“APA KATAMU!! APA YANG KALIAN LAKUKAN DISANA ?? KAU BERKENCAN DI BELAKANGKU, KIM MYUNGSOO!!!”

Chanyeol dan seisi kelas menutup telinga mereka rapat-rapat sambil menatap Krystal tajam. Ia berteriak keras sekali, seolah-olah hanya dia yang berada di tempat itu. Chanyeol dengan sigap merebut ponsel itu dari telinga Krystal jika ia tak mau hal buruk terjadi lagi.

“Kau bisa kecilkan suaramu ? Seisi kelas sedang melihat kita, Bodoh!”

“Give me the phone, Chanyeol! NOW!”

“Myungsoo maaf.. Krystal mulai lagi.” Chanyeol tak menghiraukan Krystal dan memulai pembicaraan lagi dengan Myungsoo.

I kill you, Park Chanye— Eng..hmm.. YA!“

Krystal mulai meracau saat Chanyeol membekap mulutnya untuk diam. “Diam dan dengarkan dulu! Jika kau terus ribut seperti ini, Myungsoo tak akan bisa menjelaskan semuanya!” Krystal akhirnya diam saat untuk pertama kalinya Chanyeol membentaknya.

Chanyeol melepas pelan dekapannya dan menghembuskan nafas panjang. “Kau bisa lanjutkan, Myungsoo.”

“Apa Krystal baik-baik saja ?” Tanya Myungsoo dari seberang telepon.

Chanyeol menoleh dan mendapati Krystal hanya diam menatapnya dengan kepala bersandar pada meja. Chanyeol merasa bersalah karena membentak gadis itu dan mengeluarkan headseat miliknya. Ia memasang sebelahnya pada telinga Krystal agar mereka bisa mendengar suara Myungsoo bersama-sama. Krystal akhirnya tersenyum kembali.

“Ia baik-baik saja. Ada apa denganmu dan Jiyeon ? Jadi.. Kalian tidak masuk hari ini ?!”

“Seorang penjahat sedang mencari Jiyeon. Ia akan membunuh Jiyeon jika melihatnya. Ia seorang psikopat. Jadi, Jiyeon meminta bantuanku untuk kabur dari sekolah.” Bohong Myungsoo.

“Myungie.. Tadi seorang pria bertanya padaku dimana Jiyeon, apa dia orangnya ? Tapi ia tak terlihat seperti itu, aku melihat ia memakai seragam sekolah dan sudah pasti ia seorang pelajar, mana mungkin ia adalah pembunuh ?!” Krystal mulai bertanya serius.

“Dia pandai menipu, Krystal. Kemarin aku melihatnya sedang menarik Jiyeon paksa dan menamparnya. Ia juga meninggalkan Jiyeon di tengah hujan dengan keadaan terjatuh dan terluka. Aku tidak bisa melihat seseorang di perlakukan seperti itu!”

Krystal dan Chanyeol menoleh bersamaan. “Baiklah kami percaya! Jagalah Jiyeon, Myungsoo. Kami akan membereskan semuanya!” Ujar Chanyeol semangat dan mendapat anggukan dari Krystal.

“Untuk kali ini.. Aku mempercayaimu, Myungie. Jangan macam-macam dengan Jiyeon!”

“Tidak akan, Krystal. Terimakasih untuk kalian berdua. Dan tolong beri pelajaran pada pria itu. Jiyeon bilang ia akan menjelaskan semua saat sekolah besok.”

“Sama-sama!” Jawab Chanyeol dan Krystal serempak.

“Tenang saja. Aku sudah memikirkan rencana untuknya!”

“Kau memang pintar, Park Chanyeol!” Puji Myungsoo dan mereka tertawa bersama.

“Baiklah.. Sampai jumpa~”

“Sampai jumpa, Myungsoo..”

 

Tuuuutttttt…

 

Sambungan telepon terputus. Chanyeol dan Krystal saling menatap dengan smirk mereka.

“Jadi.. Apa yang akan kita lakukan ?”

“Ikuti aku!”

 

~Raining Love~

 

 

Jiyeon POV

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali saat sinar mentari memaksanya masuk, membangunkanku dari alam mimpi. Sinarnya begitu hangat menerpa seluruh bagian tubuhku. Baru kali ini aku merasakan rasa hangat dalam hidupku. Hangat sinar mentari yang sangat jarang kurasakan.

Aku merasakan tulang leherku sangat pegal. Rasa sakitnya bagaikan aku jatuh ke dalam lubang yang dalam dan tulang leherku patah saat itu juga. Baru saja aku ingin menyentuhnya dengan tanganku, aku baru sadar bahwa tanganku sedang terkait. Terkait dengan tangan yang lain.

Aku terbangun. Mencoba sadar bahwa aku sedang tidak berada di rumah, bukan di dalam kamarku. Aku memperhatikan sekelilingku. Ini tidak terlihat seperti kamar ataupun rumah, tetapi ini terlihat seperti.. taman bermain ?!

“Kau sudah bangun ?”

“OMO! Akkhh..”

Nafasku memburu dengan cepat saat aku baru menyadari aku sedang berada di atas sepeda motor dan hampir saja terjatuh karena panik. Dan Myungsoo ? Sedang apa pria bodoh ini disini ?!

Tunggu!

Myungsoo ?

Sepeda motor ?

Tidur ?

“Astaga!”

“Kenapa kau ter—“

“APA AKU TERTIDUR SELAMA PERJALANAN ?”

Myungsoo hanya mengangguk dengan ekspresi yang susah di tebak. Apa yang aku lakukan ? Apa aku tertidur di punggungnya ? Jangan katakan ‘iya’ untuk ini!

“Kau bahkan tertidur di punggungku dan sangat pulas sekali. Jadi, aku tidak berani membangunkanmu.”

“Jangan katakan lagi Kim Myungsoo!”

Aku memijit keningku dan turun dari motornya. Lututku masih sangat sakit dan kuyakin wajahku memerah saat ini. Cih! Jiyeon bodoh! Kau bahkan merelakan harga dirimu untuk seorang Myungsoo yang baru saja kau temui kemarin! Tidak sengaja ikut dengannya, melingkarkan lenganmu di pinggangnya dan.. tertidur pulas di punggungnya. Good girl, Jiyeon! Kau bahkan masih mengingat itu walau tanpa sadar.

“Kau mau kemana ? Hey.. Tunggu!”

Suara Myungsoo yang memanggil tak kuhiraukan. Aku terus saja berjalan sambil mengumpat tentang dirinya yang juga bodoh sepertiku. Saat langkah kakiku berhenti di sebuah toko boneka, aku kembali bingung dan menoleh padanya.

“YA! Tempat apa ini ?! Kau tidak membawaku ke sekolah ?” Ujarku berteriak kesal padanya. Apa sekarang ia ingin mengajariku membolos seperti apa yang ia lakukan di sekolah ? Dan bodohnya, kenapa aku tidak tahu ?

“Aku kira kau sudah mengetahuinya. Kita berada di Arcade.”

“Kenapa kau membawaku kesini ?!”

“Aku melihat Minho di sekolah!”

Aku tersentak tiba-tiba. Kenapa dia harus menyebutkan nama pria bajingan itu. Mataku mulai memanas, ingin sekali aku menangis lagi setiap mengingat wajah bodohnya itu. Apa sekarang, Myungsoo mulai melindungiku dari Minho ? Dan melihatnya tadi pagi serasa menghancurkan seluruh pertahananku untuk tidak menangis kali ini.

“Aku tidak mau kau bertemu dengan Minho, dan pria itu melakukan hal yang sama seperti kemarin. Jadi, aku memutar arah dan menjauhkanmu darinya.”

Aku terduduk lemas. Memori otakku kembali berputar merekam kejadian kemarin. Aku benci Minho! Aku sungguh membencinya! Menangis, hanya itu yang bisa kulakukan sebagai seorang wanita yang lemah. Wanita yang rela di perlakukan layaknya budak. Aku menyadari, betapa tak berharganya diriku dimatanya. Dengan menenggelamkan wajahku dalam lipatan tangan, aku semakin memperkeras tangisanku.

“Jangan menangis..”

Aku mengadahkan kepalaku, melihat wajah Myungsoo yang sedang tersenyum dan menghapus sisa-sisa air mata di pipiku. Sentuhannya sangat lembut dan terlihat penuh kasih, berbeda dengan Minho yang dapat kurasakan rasa malas dalam dirinya. Dia memelukku dan tanpa sadar lagi aku membalas pelukan hangatnnya.

“Terimakasih.. Aku tahu ini tidak seberapa, tapi Terimakasih banyak.”

.

.

.

“Pukul yang benar, Jiyeon!”

“Sudah kulakukan, tapi tikus itu selalu saja muncul!”

“Fokus dan pukul! Hanya itu sajakan.”

“Berhenti berbicara, Myungsoo!”

“Yahh….”

“Ini semua salahmu!”

“Aku tidak melakukan apa-apa.”

“Ishh..”

Aku membuang palu besar yang sejak tadi kupakai untuk memukul tikus-tikus bodoh yang keluar dari lubang itu dan berjalan menjauh darinya. Myungsoo mengajakku bermain semua permainan yang ada di Arcade ini. Menyenangkan memang karena aku tidak pernah pergi kesini sebelumnya. Aku juga baru tahu jika ada tempat seperti ini di Seoul yang buka sejak pagi hingga malam.

Semua penat yang selama ini kupendam sedikit demi sedikit mulai hilang karena semua permainan yang kumainkan tadi. Sudah banyak hadiah yang Myungsoo maupun aku dapatkan. Gula-gula, boneka dan bahkan kami mendapat sepasang kaos couple. Myungsoo tak berniat memakai baju couple itu karena ia tak suka, jadi ia berikan semuanya padaku.

Aku berlari menuju parkiran motor dengan wajah kesal. Permainan terakhir kami harus berakhir tanpa poin sedikit pun karena kecerewetan Myungsoo. Ia terus saja menyalahkanku karena tidak pandai memainkan permainan itu. Dasar tikus-tikus bodoh! Mereka lah yang menyebabkan semua ini terjadi.

“Kemana lagi ?”

“Aku ingin pulang!” Tegasku tanpa menoleh padanya.

Kudengar ia hanya menghembuskan nafas panjang. “Sebentar lagi hujan turun, aku tidak membawa mantel dan kutakut kita akan kehujanan nanti.”

“Aku tidak peduli! Jangan jadikan hujan sebagai alasanmu. Kalau kau tidak membawa mantel, lebih baik basah ketimbang aku harus berdiam cukup lama di tempat ini.” Aku masih tetap pada pendirianku dan berharap Myungsoo akan mengalah kali ini. Aku sudah sangat kesal dengannya.

“Tapi kau akan sakit nanti.”

“Jika kau tak mau mengantarmu pulang, aku akan pulang sendiri!”

“Oke oke baiklah.. Ayo naik!”

Selang beberapa detik Myungsoo menyetujui, suara gemuruh dan petir saling bersautan. Langit yang tadinya hanya mendung kini mulai meneteskan air-airnya menuju bumi. Hujan cukup deras dan kami tidak sempat lagi untuk berteduh, seragam sekolah kami sudah sangat basah.

Hujan. Entah mengapa aku sangat membenci kata-kata itu. Karena saat hujan aku selalu merasakan hal tersakit dalam hidupku. Karena hujan semua angan dan impian seketika lenyap karena airnya yang jatuh membasahi bumi. Dan untuk sekarang, hujan kembali merusak segalanya! Bisakah hujan di hilangkan dari daftar cuaca yang ada di bumi ?

“YA! Hujan bodoh! Hujan bodoh!” Ujarku berteriak kesal lagi. “Kenapa kau harus datang di saat-saat seperti ini ?! Apa kau juga membenciku seperti aku begitu membencimu hingga sekarang ? Apa salahku padamu ? Karena kau, semua hal buruk selalu terjadi padaku! Apa ini sebuah kutukan karena aku membencimu ? Apa ini memang sudah di rencanakan ? Tolong beritahu aku dan berhentilah untuk saat ini!”

Aku merasakan dekapan hangat setelah mengeluarkan semua isi hatiku tadi. Dekapan hangat dari Myungsoo di saat udara sangat dingin hari ini. Dekapan yang jujur.. aku begitu menyukainya. Aku memeluknya erat. Mencoba menghilangkan hawa dingin yang masuk melalui por-pori kulitku. Cuaca yang tadinya hangat sudah berubah menjadi cuaca paling dingin yang pernah kurasakan. Cuaca yang di sebabkan turunnya hujan hari ini. Dimana aku bermandikan airnya bersama Myungsoo, pria pembuat masalah yang selalu membuatku merasa hangat di dekatnya.

“Jangan selalu menyalahkan hujan. Mungkin memang sudah waktunya ia turun kebumi. Jika ia tak ada, kau tidak berpikir bagaimana orang-orang di luar sana membutuhkan air untuk hidup ? Jika hujan tak turun dalam kurun waktu dekat, mereka akan mati dan apa kau tak memikirkannya ?”

“Aku membencinya Myungsoo! Karena hujan, kedua orang tuaku berpisah. Karena hujan, Minho selalu memukulku sesuka hatinya. Dan karena hujan semua hal yang kurencanakan matang-matang harus berakhir karena airnya yang membasahi semua! Ia patut dibenci kau tahu!”

Myungsoo mengelus punggungku. Mencoba menenangkanku yang ternyata sedang menangis. Cih! Kenapa akhir-akhir ini air mata selalu keluar. Secengeng itukah aku sekarang.

“Sudahlah.. berhenti berbicara dan ikutlah aku, kita harus berteduh dan aku tak mau kau sakit.” Myungsoo menarik lenganku untuk menjauh, tapi tak kutanggapi. Aku hanya menatapnya tajam tanpa ingin pergi dari tempat itu. Sekarang waktunya, seberapa kuat aku menahan derasnya air hujan saat ini aku akan menantangnya.

“Aku akan menantang hujan! Jadi, Aku tidak akan pergi dari tempat ini!”

 

~Raining Love~

 

“Park Chanyeol hati-hati!”

Chanyeol hanya menangguk dan melanjutkan aksinya dengan Krystal menuju ke tempat Minho berdiri menunggu Jiyeon. Pria itu masih setia menunggu dan kali ini ia menunggu di dalam mobil.

“Kau lihat dia dan aku akan melakukannya.”

“Oke.”

Krystal mulai mengintip dari belakang mobil, melihat Minho apakah ia sadar akan kehadiran mereka dan Chanyeol mulai melancarkan aksinya. Dengan cepat, ia melepas semua pelindung ban mobil Minho dan mengempeskannya satu persatu. Saat semua telah beres, mereka berdua tertawa bersama dan pergi jauh dari tempat itu.

“Pria itu akan kapok datang kemari lagi. Melihat wajahnya saja aku sudah muak.”

“Benar. Pria sombong itu akan mendapatkan pelajaran, Chanyeol. Ia tak akan seenaknya lagi.”

Krystal menghentikan langkahnya dan menatap Chanyeol serius. “Apa kau dengar mereka sedang berada dimana tadi ?”

Chanyeol menggangguk pelan. “Mereka sedang berada di Arcade.”

Krystal menoleh ke arah selatan, mengadahkan kepalanya menatap langit. “Sepertinya disana akan turun hujan, awannya terlihat sangat gelap dan mendung.”

“Mugkin saja. Ayo kembali ke kelas.”

“Tunggu!”

Chanyeol berhenti dan menoleh. “Apa ?”

“Aku merasakan sesuatu yang tak enak pada mereka. Perasaanku mengatakan seperti itu.”

“Sudahlah.. Tidak akan terjadi sesuatu pada mereka. Itu hanya perasaanmu saja.”

“Hmm.. Kau bisa menyetir ? Kulihat kau tidak pernah menyetir mobil sekalipun.”

“Tentu saja bisa! Kau meragukanku ? Dan.. Kenapa kau bertanya seperti itu ?” Tanya Chanyeol menyelidik yang membuat Krystal hanya tersenyum sekilas dan menarik tangannya.

“Antarkan aku kesana sekarang!”

.

.

.

.

-TBC-

 

Oke chapter 4 finish! Semoga masih ada yang nunggu dan setia bacanya :* Maaf selalu telat update karena sibuk dan banyaknya tugas akhir-akhir ini😥

Jangan lupa untuk R.C.L seperti biasa, sebagai penyemangat menulis ^^ Jika di chapter ini serasa kurang memuaskan karena kayanya semakin aneh karena narasinya emang kurang banget disini, kalian bisa complain atau kritik kok ‘-‘ Saya tidak akan marah dan malah seneng kalau kalian mau ngeritik atau kasih saran. Yah.. Mungkin biar lebih baik lagi untuk tulisan kedepannya :’) Saya selalu menghargai itu {}

See you the next chapter~ ^^ Saranghae!❤

70 responses to “[CHAPTER – PART 4] Raining Love

  1. kerenn bgt , lanjut donk thor …
    ceritanya penasaran
    jiyeon udah dpt kluarga baru , eomma jiyeon jg smoga cepat sadar
    suzy kirain dia tulus , eeh malah makan temen

  2. hahaha minho di kerjain sma chanyeol dan krystal,, moga ajj dia kapok udk datang kesekolah jiyeon dan berhenti mencari dan menyakiti jiyeon,,,
    hhmm myungsoo makin lama makin sweet yya,, huu ngiri aku ngeliatnya,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s