[DRABBLE] Annyeong

image

denishawulandari present:
Annyeong
|Kim Myungsoo – Park Jiyeon,romance – sad,drabble|
Aloha~Author balik lagi dengan fanfic selingan berjudul ‘Annyeong’ Untuk chapter 2 dari fanfic ‘You’re My True Love,Park Jiyeon!’ masih dalam proses,jadi,ditunggu aja ya^^~
This is only a fanfic.The story is mine.Do not copy paste!
Lets RCL!

Annyeong.Menurutku,kata itu adalah kata yang paling bermakna di dalam hidupku.
Jika kalian bertanya mengapa,jawabannya adalah tidak lain karena masalah cinta yang kualami.
Namanya Myungsoo,Kim Myungsoo.Kakak kelasku saat SMA dulu.
Jika dibandingkan kisah cinta anak-anak muda sekarang,mungkin kisahku jauh berbeda.Aku hanyalah seorang yeoja miskin yang jatuh cinta pada orang dari kalangan terhormat.Kalau boleh bilang,ceritaku ini mirip dengan dongeng Cinderella.
Annyeong.Kata pertama sekaligus kata terakhir yang pernah dikatakan Myungsoo oppa katakan padaku.
Mungkin bagi kalian ceritaku ini tidak berarti,tapi,bagiku cerita ini penuh arti.

Flashback
Agustus 2009
Aku berlari tergesa-gesa menuju gerbang sekolah baruku.Karena ban sepedaku bocor,aku harus berjalan kaki dari rumahku yang berjarak cukup jauh dari sekolah.
Park Jiyeon.16 tahun.Murid baru SMA Choongbook.Sedari kecil,aku hidup dalam kesederhanaan.Aku memiliki sebuah kebiasaan buruk,yaitu tidak bisa tepat waktu.

Sial!Pintu gerbang sudah ditutup.Aku merajuk kepada satpam sekolah agar aku bisa masuk,tetapi hasilnya nihil.
Aku jatuh terduduk di jalanan aspal depan sekolah.Hari pertama masuk saja,aku sudah terlambat.

Annyeong.Kau murid baru SMA Choongbook,bukan?Mengapa kau duduk di situ?”

Aku mendongakkan kepalaku.Omo!Seorang namja tampan mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri.Dilihat dari seragamnya,ia satu sekolah denganku.

“Ah,ne.Aku murid baru SMA Choongbook.Aku terlambat masuk,jadi,ya…begitulah.”

Tiba-tiba,namja itu menarikku kearah belakang sekolah.Lalu,dengan setengah berbisik,ia berkata,

“Kau pasti ingin masuk,bukan?Panjatlah pagar ini,dengan ini kau bisa masuk.”

Mwo?!Memanjat?!” teriakku.Ia membekap mulutku lalu menarikku untuk bersembunyi.

“Aish,dasar yeoja pabo!Kalau begitu caranya,kita tidak bisa masuk.Ada penjaga kebun sekolah di kebun belakang dekat pagar itu.Kalau sudah ketahuan,kita bisa dilaporkan ke kepala sekolah yang terkenal galak.”

Mi-mi-mianhe.Aku benar-benar tidak tahu.” sesalku.

“Baiklah,ayo kita coba lagi!”

Namja itu memanjat duluan.Setelahnya,ia memberiku isyarat untuk memanjat.Sesampaiku di atas pagar,ia menyuruhku melompat.Aku yang notabene fobia ketinggian segera menggeleng.

“Takut.” ujarku pelan.

“Oh,ayolah,tidak apa-apa.Melompatlah,jika kau jatuh,aku bisa menangkapmu dari sini.Ayo,cepat,sebelum kita tertangkap.”

Aku menarik nafas dalam-dalam,mencoba menenangkan diriku.Namja itu memberi aba-aba,

“1…2…3…Ayo lompat!”

Bruk!

“Ah,appo.”

Aku terjatuh di pelukan namja itu.Jarak kami sangat dekat mungkin hanya dua senti.Dari sini,aku bisa melihat wajahnya yang tampan.Kalau dilihat-lihat,ia sangat berkarisma.Bisa kutebak,ia pasti memiliki banyak fans di sekolah

“Ah,maaf.Aku berat,ya?” aku melepaskan pelukannya lalu merapikan seragamku.Aish,pasti wajahku sekarang semerah tomat.Park Jiyeon babo!

“Ah-tidak.Kau tidak berat,kok.” jawab namja itu terbata-bata.

Ghamsahamnida telah membantuku untuk masuk,sunbae.A-aku masuk dulu.Sekali lagi,terima kasih.” pamitku.Aku baru saja ingin meninggalkan namja itu,tetapi,ia menahan tanganku.

Chamkamman!Naneun Kim Myungsoo imnida,boleh aku tahu namamu?”

“A-aku Park Jiyeon.” jawabku.

“Oh,geurae.Cepatlah masuk,Jiyeon-a.”

N-ne,Myungsoo sunbae.”

Sejak kejadian konyol itu,aku semakin dekat dengannya.Ia mengantar jemputku setiap hari,ia juga menerimaku apa adanya walau ia tahu,aku bukanlah orang berada seperti dia,anak pengacara ternama di Korea.Tepat 2 bulan setelah pertemuan pertama kami,ia menyatakan perasaannya padaku dan tentu saja,aku menerimanya.Kami resmi menjadi sepasang kekasih.Appa Myungsoo oppa yang mengetahui bahwa kami berpacaran tidak merestui.Jadi,kami terpaksa berpacaran secara sembunyi-sembunyi.

Hari ini,kami berencana pergi ke perpustakaan nasional untuk mencari bahan tugas sekolah.Karena sepeda motornya yang sedang berada di bengkel,akhirnya ia memutuskan untuk berjalan kaki.Seperti biasa,kami berjanji untuk bertemu di pertigaan dekat rumahku.
Sudah 15 menit aku menunggu Myungsoo oppa.Tetapi,ia tak kunjung datang.Aku berusaha memaklumi kalau ia tidak biasa berjalan kaki.Dari ujung jalan,aku melihat Myungsoo oppa melambaikan tangan ke arahku sambil berkata,

Annyeong Jiyeonie!”

Setelah menunggu lampu pejalan kaki berubah menjadi lampu hijau,ia menyebrangi jalan.Tetapi,nasib tidak beruntung dirasakan Myungsoo oppa.Dari arah berlawanan,sebuah mobil sedan melaju kencang.Alhasil,mobil itu menabrak Myungsoo oppa.Aku spontan berteriak sekencang mungkin,

“Myungsoo oppa awas!”

Tidak,tidak mungkin.Namja yang terkapar di ujung jalan itu bukan Myungsoo oppaku.Bukan!Namja itu bukan Myungsoo oppa!

Kenyataan tetap kenyataan.Namja itu memang Myungsoo oppa.Tangisku pecah,di saat ada orang yang mengisi kesendirianku, menerimaku apa adanya,ia meninggalkanku untuk selamanya.

“Myungsoo oppa,mengapa harus begini?!Myungsoo oppa bangun!Oppa!”

Kim Myungsoo
13 Maret 1992 – 13 November 2009
Flashback end.

“Myungsoo oppa,semoga kau tenang di sana.Sampai bertemu lagi.”

END.

Gimana?Feelnya dapet ga?Mian kalau agak gaje.Commentnya ditunggu.Gomawo dan…annyeong*bow*^^~

17 responses to “[DRABBLE] Annyeong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s