[CHAPTER] THE FIRST (Chap 3)

image

Tittle: The FIRST
Author:@MerlinChrysilla
Main Cast:
*Park Jiyeon
*L.joe (Teen top)
Other cast:
*Kim Myungsoo
*Kai
*Suzy
*Hyorin
*Bomi
*Naeun
Length: Chaptered
Rating: PG-15
Genre: Romantic, So Sweet, School Life

“Would you be my girlfriend?”  

DEG!!!

Tiba-tiba jantung Jiyeon seperti melompat keluar dari tubuhnya saat mendengar pertanyaan L.joe tadi.

“a-apa maksudmu?”

“aku bilang apa kau mau menjadi kekasihku?  Ehm maksudku hanya sebagai kekasih pura pura ku untuk 3 bulan kedepan. Soalnya yang aku lihat kau itu satu-satunya wanita yang normal kurasa”

Seakan tertusuk pedang berkali-kali, Jiyeon merasa sesak ketika mendengar kata ‘pacar pura-pura’ keluar dari mulut seorang lelaki yang mirip dengan pangerannya itu.

“ma-maksudmu? Memangnya kenapa kau ingin menjadikanku kekasih pura-puramu? Kenapa harus aku?”

“ya seperti yang telah kujelaskan tadi, aku merasa kau merupakan satu satunya wanita normal yang tidak begitu fanatik terhadapku. Dan aku lelah dengan kehidupannku sebagai hallyu star yang selalu dikejar kejar oleh para fans ku. Aku hanya ingin mendapatkan privasi ku untuk sendiri, bersekolah dengan tenang dan dianggap sama seperti murid yang lain” tutur L.joe panjang lebar.

“Apa kau ingin membunuhku?”

“Apa maksudmu?”

” maksudku adalah, bagaimana jika fansmu tahu kita menjadi sepasang kekasih? walau hanya pura pura, mereka akan membunuhku perlahan” jawabku sengit.

“iya aku tahu bahwa itu merupakan konsekuensi yang akan kau dapat jika menjadi kekasih seorang bintang hallyu seperti aku. Tapi aku berjanji akan selalu melindungimu. Aku hanya ingin mereka semua diam dan tidak mengangguku, tolong bantu aku Jiyeon-shii”

Jiyeon POV

Aku menatap mata laki laki dihadapan ku ini dengan tatapan tak percaya. Dengan tiba tiba dia memintaku untuk menjadi kekasihnya, walau hanya kekasih pura-puranya. Sebenarnya aku tidak keberatan, tapi berada di dekatnya membuat jantungku berdetak tak terkontrol seperti tadi. Lagipula wajah L.joe selalu mengingatkanku dengan ByungHun. Sang pangeran ‘Kantung Jimat’ku. Perasaanku saat melihat mata L.joe pun sama seperti saat aku melihat mata Byunghun waktu itu. Aku semakin yakin bahwa L.joe itu ByungHun, tapi kata Suzy…

ARGGHHH..
Semua ini makin membuatku pusing!😥

“ya, tolong bantu kami Jiyeon-shii” teriak seorang lelaki yang kutahu teman dari L.joe yang bernama Kai.

“huuh, baiklah L.joe-shii aku bersedia”ucapku akhirnya. L.joe beserta kedua temannya yang entah sejak kapan datangnya itu, kemudian berpelukan.

“apa sebahagia itu kah mereka? Ck semoga semuanya akan baik baik saja”doaku dalam hati.

***

Author POV

“Baby Dino-ya” Mendengar panggilan seperti itu, dengan cepat Jiyeon menolehkan pandangannya mencari tahu asal suara yang telah memanggilnya dengan sebuah nama panggilan yang menurut Jiyeon sangat amat menggelikan.

“L.joe-shii?” kaget Jiyeon saat mengetahui seseorang yang memanggilanya dengan sebutan ‘Baby Dino’ adalah L.joe yang sekarang sudah berstatus sebagai kekasihnya.

“waeyo chagi? Kenapa wajahmu seperti orang yang baru melihat hantu eoh? Dan knp kau masih memanggilku dengan embel-embel shii? Apa kau lupa kita sucah resmi berpacaran eumm?” tanya L.joe lembut sembari menekankan kata ‘Berpacaran’.

“Mwo?! Chagi? Baby Dino? Mimpi apa aku semalam?” batinku gelisah.   Dan benar saja!! Tiba tiba kurasakan hawa panas di sekitarku, tatapan tajam dari para siswi di kelasku seolah ingin membunuhku hidup-hidup.

“emm tidak apa apa chagi, hanya saja aku terkejut ketika ada yang memanggilku dengan sebutan dino. Setahuku, satu satunya orang yang memanggilku dino adalah…” aku menggantungkan kata kataku lalu melirik suzy yang berada di belakang L.joe. “Si nona kelinci!”teriakku mengundang tatapan sinis orang orang semakin menjadi.

Author POV

“emm tidak apa apa chagi, hanya saja aku terkejut ketika ada yang memanggilku dengan sebutan dino. Setahuku, satu satunya orang yang memanggilku dino adalah…” Jiyeon menggantungkan kata katanya lalu melirik suzy yang sedang berada di belakang L.joe bersama dengan Myungsoo.

“Si nona kelinci!”teriak Jiyeon yang mengundang tatapan sinis orang orang di dalam kelasnya. L.joe hanya dapat terkekeh melihat tingkah jiyeon yang menurutnya sangat lucu.

***

Setelah kejadian kemarin, berita jadian nya Jiyeon dan L.joe tersebar dengan cepat keseluruh pelosok sekolah. Dan itu membuat hidup Jiyeon benar-benar tak tenang. Hari harinya menjadi sangat berat dan penuh dengan siksaan bagaikan hidup di neraka. Ia sering mendapatkan teror dari yeoja-yeoja yang mengaku sebagai fans L.joe dan Dynamic black. Tak hanya pesan dengan kata-kata yang menusuk dan telepon-telepon misterius. Mereka bahkan pernah mengunci Jiyeon di toilet dan menyiramnya dengan air bekas mengepel lantai, bahkan yeoja malang itu juga pernah kehilangan seragam olahraganya, alhasil ia dihukum oleh sonsaengnim. Meski begitu Jiyeon tak pernah mengeluhkan hal ini pada L.joe ataupun teman temannya yang lain (Myungsoo,Kai,Suzy).

Walaupun laki laki itu selalu bertanya ‘siapa yang telah mengganggunya?’ tapi Jiyeon tak pernah mengatakan apapun. Ia cukup merasa beruntung Ljoe selalu disisinya dan memperhatikannya.

Semakin hari Jiyeon semakin yakin bahwa L.joe merupakan pangeran ‘kantung jimat’ yang Ia cari, namun Jiyeon belom bisa membuktikannya secara langsung. Karena ia takut dianggap mengganggu privasi Ljoe.

***

Hari ini genap sebulan Jiyeon dan L.joe menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih pura puranya. L.joe dan Dynamic black sekarang sedang mengisi salah satu acara televisi bersama dengan A-star. Dan Suzy izin pulang terlebih dahulu karena harus membantu ibunya membersihkan rumah untuk menyambut koleganya yang akan datang.
Jiyeon POV

“aahh hari ini aku harus pulang sendiri😥 ck mana sekolah sudah mulai sepi. Menyeramkan sekali jika menjadi orang yang terakhir pulang :'(” ocehku sembari membereskan barang barang ku yang tersimpan di kolong meja.

“Argh!”

Kurasakan tangan ku seperti teriris sesuatu. Kutarik tangan ku keluar dari kolong meja.

“DARAH!!” jeritku ketika melihat darah yang terus mengalir dari tanganku. Segera aku berlari menuju lokerku untuk mengambil baju seragam cadangan yang selalu aku siapkan takut jika ada kejadian tak terduga.

Kulilit luka ditanganku dengan baju seragam itu, namun darahnya masih terus mengalir.

“argh bagaimana ini?” ringisku karena merasakan luka nya begitu dalam dan terasa sangat perih.

BRAKK!!!

“ah!” kagetku saat mendengar suara pintu yang dibuka kasar.

“Jiyeon-ah? Apa kau baik baik saja?Tadi aku mendengar teriakanmu dari ujung lorong. Ah iya, Aku dan Kai dimintai tolong oleh Ljoe untuk menjemputmu ke sekolah, Ljoe masih ada jadwal pemotretan jd dia tidak bisa menjemputmu sendiri” Myungsoo datang dengan nafas yang terengah engah dibelakangnya ada Kai dengan keadaan yang tak jauh berbeda dengan Myungsoo.

Aku tersenyum simpul sembari menyembunyikan tangan ku yang terluka kebelakang punggungku. Aku tidak ingin membuat mereka khawatir.

“Aku baik baik saja myung-ah, kai-ah” balasku. Mereka hanya menatapku dengan tatapan tak percaya.

“wae? Ayo segera pulang” ajakku berjalan mendahului mereka dengan ekspresi yang kubuat seceria mungkin, tak lupa sebelumnya aku mengambil tas sekolahku. Saat melewati Myungsoo dan Kai aku berusaha sebisa mungkin agar luka ini tak terlihat oleh mereka berdua.

“ya! JIYEON-ah! Tunggu kami” teriak Kai lalu menyamakan langkahnya dengan langkahku diikuti oleh myungsoo dibelakangku. Aku merasa myungoo terus memperhatikanku. ‘Apa dia curiga padaku?’ tanyaku pada diri sendiri. Aku berusaha menutupi tanganku dibalik jas sekolahku.

“knp jas ini sangat kecil!!” gerutuku dalam hati.

“Kai-ah, kalian tau darimana kalau aku masih ada disekolah?” tanyaku sambil melihat kearah Kai dan Myungsoo bergantian, mencoba mengalihkan perhatian mereka sekaligus mengalihkan rasa perih di tanganku.

“Oh itu, tadi Suzy menelepon Myungsoo hyung, katanya dia meninggalkanmu pulang dari sekolah sendirian. Setelah mendengar itu Ljoe hyung langsung menyuruhku untuk mengecek keadaanmu. Ljoe hyung takut terjadi apa apa padamu seperti hari hari kemarin” Kai bercerita dengan antusias.

“Ooh, lalu bagaimana kalian tau kalau aku masih disekolah? Bagaimana jika kenyataannya aku sudah pulang dan sedang tertidur pulas dikasurku haha?”tanyaku lagi disertai candaan renyahku.

“tadi kami sudah ke rumahmu dulu, tapi kata eomma mu, kau belum pulang jadi aku dan Myungsoo hyung bergegas menyusulmu kesekolah. Aku yakin kau masih disekolah! Karena tak mungkin gadis polos sepertimu berkeliaran selarut ini bukan?” Kai melirik sekilas kearahku lalu tersenyum yang kubalas dengan cengiran khasku.

‘oh tuhan! Aku merasa darah dari luka di tanganku ini terus mengalir! Entah sampai kapan aku bisa menahannya. Kulirik baju seragam yang tadi kupakai untuk melilit tanganku, sangat tragis! Banyak noda darah, mungkin sebentar lagi darah itu dapat merembes keluar’ cemasku dalam hati. Kulihat Myungsoo masih seperti tadi, masih memperhatikanku tanpa berkedip!😥.

Myungsoo POV

Di perjalanan menuju parkiran, sejak tadi yang kuperhatikan adalah gerak gerik Jiyeon yang sedikit berbeda dari biasanya, yah seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu. Jiyeon terus mencoba untuk mengalihkan perhatianku dan Kai dengan memberi kami pertanyan pertanyaan yang akhirnya dijawab oleh Kai. Aku hanya diam tak bersuara, aku masih penasaran dengan Jiyeon. Wajahnya sedikit pucat dan dari keningnya mengucur deras keringat dingin.

“apa dia sakit?”batinku.

“ah? Apa itu di bajunya? Kelihatan seperti darah? Atau hanya keringat? Tapi jikalau itu keringat, mana mungkin ada keringat berwarna merah?” Kupertajam pandanganku kearah Jiyeon. Dia terlihat semakin gelisah! Dan di detik berikutnya Jiyeon pingsan. Bersyukur Kai berada dekat dengannya dan dengan sigap menahan tubuh Jiyeon agar tidak sampai jatuh dan membentur lantai.

“Hyung!” Kudekati Kai yang terlihat sangat panik, seperti melihat hantu. Bagaimana tidak, Kai sangat panik karena melihat ada luka goresan benda tajam ditangan kanan Jiyeon.

“Astaga! KAI cepat gendong Jiyeon masuk ke dalam mobil!” titahku memberi komando pada Kai.
Kulihat Kai sudah berlari menuju parkiran, dan aku mengikuti dari belakang. Sebelumnya aku mengirimkan beberapa sms untuk L.joe.

To: Leader

Joe-ya! Jiyeon sudah bersama kami. Tangannya terluka dan kehilangan banyak darah! Aku dan Kai akan membawanya ke Seoul Hospital! Jika pekerjaanmu sudah selesai segeralah menyusul!  

SEND!  

***

‘Jadi ini alasan untuk sikap anehnya tadi? Tp mengapa dia tak mau memberi tahuku ataupun Kai? Apakah tidak mau membuat aku, Kai dan Joe cemas? Ck dasar malaikat kecil! Kau terlalu baik Jiyeon-ah. Semua laki laki pasti akan merasa sangat beruntung jika dapat memilikimu’ ucapku dalam hati.

Author POV   Ljoe langsung bergegas menginjak gas mobilnya setelah menerima sms dari Myungsoo. Beruntung pekerjaan Ljoe memang sudah selesai.

**Seoul Hospital**

L.joe dengan tergesa gesa berlari masuk kedalam rumah sakit. Wajahnya menyiratkan kecemasan yang mendalam. Bagaimana tidak? Ia mendengar bahwa wanitanya (walau hanya pura pura) terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dan itu semua karena kesalahannya. Andai saja ia mendengarkan kata kata Jiyeon tempo hari, pasti tidak akan terjadi hal seperti ini yang ia yakini merupakan ulah dari fans fans nya.

Ljoe POV

/Flashback/

“Would you be my girlfriend?” Tanyaku pada Jiyeon yang kulihat pipinya bersemu merah sangat lucu, dan matanya menatapku tanpa berkedip mengisyaratkan bahwa ia sedang shock.

“a-apa maksudmu?” tanya Jiyeon tergagap, masih dalam keadaan menatapku tanpa berkedip.

“matamu akan sakit jika kau tidak berkedip nona.. Dan tadi aku bilang apa kau mau menjadi kekasihku?  Ehm maksudku hanya sebagai kekasih pura pura ku untuk 3 bulan kedepan. Soalnya yang aku lihat kau itu satu-satunya wanita yang normal kurasa” jelasku padanya.   Sadar dengan kata kataku, Jiyeon lalu mengerjapkan matanya berkali kali. ‘Kyeoo’ ucapku dalam hati.

“ma-maksudmu? Memangnya kenapa kau ingin menjadikanku kekasih pura-puramu? Kenapa harus aku?”

“ya seperti yang telah kujelaskan tadi, aku merasa kau merupakan satu satunya wanita normal yang tidak begitu fanatik terhadapku. Dan aku lelah dengan kehidupannku sebagai hallyu star yang selalu dikejar kejar oleh para fans ku. Aku hanya ingin mendapatkan privasi ku untuk sendiri, bersekolah dengan tenang dan dianggap sama seperti murod yang lain” tuturku panjang lebar.

“Apa kau ingin membunuhku?” tanya nya lagi.

Gadis ini mengapa bertanya terus sih? Apa hobby nya adalah bertanya? Ck dan apa katanya tadi? Aku ingin membunuhnya? MANA MUNGKIN?!! jika iya aku ingin membunuhnya, aku akan membunuhnya dengan cinta! *oke L.joe Lebay –‘

“Apa maksudmu?” balasku tak mengerti dengan arah pertanyaannya.

” maksudku adalah, bagaimana jika fansmu tahu kita menjadi sepasang kekasih? walau hanya pura pura, mereka akan membunuhku perlahan” jawabnya sengit.

“iya aku tahu bahwa itu merupakan konsekuensi yang akan kau dapat jika menjadi kekasih seorang bintang hallyu seperti aku. Tapi aku berjanji akan selalu melindungimu. Aku hanya ingin mereka semua diam dan tidak mengangguku, tolong bantu aku Jiyeon-shii” yakinku padanya.

/Flashback End/

“Myung-ya bagaimana keadaan Jiyeon? Apakah ia baik baik saja? Bagaimana ini bisa terjadi?” tanyaku pada Myungsoo saat tiba di depan ruang UGD.

“Tangannya terluka cukup dalam, dan kehilangan banyak darah. Tapi sekarang kau bisa tenang Joe-ya, Jiyeon sudah ditangani oleh dokter didalam.” jawab Myungsoo sembari menepuk bahuku.

Aku merasa cukup lega mendengar kabar Jiyeon yang sudah ditangani oleh dokter. Sambil menunggu dokter keluar, aku duduk sambil memijat pelipisku. ‘bagaimana ini semua terjadi? Fans fans gila itu sudah sangat keterlaluan! Apakah aku harus menghentikan drama bodoh ini? Tapi mengapa aku seperti tidak rela untuk menghentikanya? Tapi aku juga tidak boleh egois! Dan melihat Jiyeon menjalani kehidupannya bagai di neraka.’ Hati dan fikiranku beradu.

“Joe-ya! Ini bukan salahmu! Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Ini mungkin hanya sebuah kecelakaan. Kita tidak akan tahu kebenarannya sebelum bertanya langsung pada Jiyeon. Setelah Jiyeon sadar, aku dan Kai akan pergi menemui PD nim untuk memberitahukannya bahwa kau meminta free job untuk seminggu ini. Dan kau, harus menjaga melindungi dan merawat Jiyeon dalam jangka waktu seminggu itu.” ucap Myungsoo yang kubalas hanya dengan senyuman kecil.

“Hyung, dokter sudah keluar!” teriak Kai yang membuatku dan Myungsoo langsung berdiri untuk menghampiri dokter yang menangani Jiyeon tadi.

“Pasien kehilangan banyak darah dan lukanya sudah dijahit. Sekarang pasien akan di pindahkan keruang rawat biasa dan sudah boleh dijenguk” jelas dokter seolah menjawab kekhawatiranku..

“ne~ gamsahamnida uisa-nim” ucapku, Myungsoo dan Kai bersamaan. Setelah dokter pergi, aku Myungsoo dan Kai mengunjungi ruang rawat tempat Jiyeon berada. Aku sengaja memasukkan Jiyeon ke ruang rawat VVIP, karena selain tempatnya yang nyaman untuk jiyeon, aku pun bisa bebas bolak balik kesini tanpa takut ketahuan media.

-TBC-

Eotte? Haha gaje yah? :p
Jangan lupa like+comment nya yah^^

27 responses to “[CHAPTER] THE FIRST (Chap 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s