(One Shoot) Love is Complicated

choi istri suami

TITLE : Love is Complicated
MAIN CAST :

  • Park Jiyeon (t-ara)
  • Choi Minho (shinee)

SUPPORT CAST:

  • SUHO (EXO)

LENGHT : chapter
GENRE : Comedian
RATING : all
AURTHO : Park ji ah
POSTER : JIa

“Anyeong, semoga Chapternya bisa menghibur dan mianhe Typo,sebelumnya pernah aku publikin di WP pribadi aku, dan ini murni karya aurtho, OMMAWO”

Memiliki seorang tunangan dan namja chingui, sangat berbeda ,, kenapa, namjachinguiku, adalah namja yang baik, setia dan selalu sabar menghadapiku, sedangkan tunanganku, dia adalah namja cinta pertamaku, aku menyukainya namun dulu sekarang aku dan dia di jodohkan oleh kedua orangtuaku dan dia, orang yang sudah mepan, memang dengan umur 25 seharusnya aku memang sudah memiliki keputusan yang baik

“kau dari mana?”

“aku menemui suho” ucapku

CUP

“eomma menyuruhmu ke rumah” katanya

“memang ada apa?”

“molla”

“kau ingin keluar kota?” tanyaku

“anyio,, aku tidak ada jadwal keluarkota minggu ini”

“lalu kau ingin kemana?” ucapku

“aku ingin menghadiri rapat resmi dari dewan”

“lalu aku”

“aku hanya ingin menyampaikan pesan eomma saja, , lagi pula telvonmu tidak aktif, , maka itu eomma menyuruhku memintamu kesana”

“arrasoo,, “

“aku pergi dulu” pamitnya sebelum itu ia mengecup keningku

Ia terlalu baik , , ingin menerimaku yang bersetatus mempunyai namja chingui, jujur saja, aku masih mencintainya, namun aku tidak bisa menyakiti suho oppa yang sangat baik padaku pula, kenapa namja namja ini baik padaku aku sangat bingung , , aku mencintai suho , namun perasaanku pada minho masih ada , , , apa karna minho adalah cinta pertamaku, , atau karna aku terlalu memujanya ,,, aiss aku pusing,

Jiyeon pov and

Aurtho pov

“lihatlah ini gaun sangat bagus bukan,, ini akan kau kenakan saat pesta nanti bagai mana?” tanya yoona eomma minho

“ommo jinja jongmal debaek eommanim” kagum jiyeon pada gaun yang di tunjukkan yoona

“jongmal kau menyukainya?”

“nde, ini indah”

“minho pun pasti menyukainya”

“hehehe”

Jiyeon memang akan mengadakan pernikahanya sebentar lag, bahkan dia belum sama sekali memutuskan suho, ia tidak mau menyakiti perasaan namja yang sangat baik padanya, bahkan suholah yang membuat jiyeon melupakan cita pertamanya dulu sebelum ia kembali lagi dan lebih parahnya lagi menjadi calon istri darinya

“apa yang harus aku lakukan,, ?” jiyeon benar benar bingung, selama minho ada di kehidupanya 6 bulan lalu, ia hidup tidak tenang walau minho tau jika jiyeon mempunyai seorang kekasih, namun minho hanya diam dan tidak pernah mengungkit ngungkit tentang namja chingu tunanganya itu, , ,

Jiyeon menatap foto yang sangat banyak di rumahnya, bukan dengan namja chingunya namun foto dengan minho, , , bukan pula eommanya yang menaruhnya namun jiyeon sendiri yang mencetaknya, bahkan ia mencetak foto suho dan dirinya sangat enggan, ,,,, 6 bulan tentu saja sangat lama banyak hari yang di jalani oleh keduanya, setiap di mana minho keluar kota jiyeon pasti akan selalu ada, karna permintaan eomma minho dan jiyeon agar mereka lebih akrab, bohong jika jiyeon tidak ingin menikah degan seorang namja yang bermarga CHOI ini, , , bukan karna harta, namun karna jiyeon mempunyai perasaan khusus pada namja nya itu

“cinta cinta cinta cinta,, aiss jinja,, kenapa sangat rumit,, jongmal napuen ,, huaa apa yang harus aku lakukan jika seperti ini,, aa aku harus melompat dari gedung agar aku bertemu tuhan dan menanyakan siapa jodohku jongmal,, kenapa minho datang dia saat aku ingin melupakanya, bahkan bodohnya aku rasa sukaku padanya bertambah , ,lalu bagai mana dengan suho , , dia namja baik aku tidak tega untuk menyakitinya,, lagi pula kenapa minho dulu meninggalkanku tampa ada sepatah kata darinya, apa ia tidak mencintaiku, namun kenapa sifatnya sangat berbalik,, ayolah tolong aku siapa namja yang aku cintai sebenarnya,, “ gumam jiyeon dengan susahnya, ia benar benar ingin menangis saat ini

“jiyeon-ah kau sudah tidur?” tegur seorang yeoja paruh baya yang masih sangat terlihat cantik

“belum eomma, masuklah” ucap jiyeon

“kau sedang apa chag-ag?’’ tanya tae hee eomma jiyeon

“aku tidak tau sedang apa,,,” bingung jiyeon

“waegure, ada masalah?”

Jiyeon hanya terdiam,,”eomma”

“hmm,,”

“apa cinta itu harus memiliki?” tanya jiyeon pada eommanya itu

“harus memiliki atau tidaknya itu tergantung dengan pengorbanan itu sendiri, jodoh, itu jawabanya ,, waeyoo?” tanya tae hee lagi

“ah anyioo”

“ada masalha dengan minho?” tanya tae hee memastikan jika minho dan jiyeon tidak ada masalah, terlalu lama keluarga park dan choi merencanakan mereka bersatu,, itu di karenakan ada beberapa konflik yang dari kedua belah pihak tidak setuju,, kenapa tidak setuju,, dilain sisi junsu, appa jiyeon sangat menyayangi jiyeon, , walau putrid bungsunya ini bukanlah anak satu satunya namun ia terlal tidak rela jika jiyeon menikah muda, dan terlebih itu, junsu sangatlah khawatir terhadap jiyeon,,, sedangkan siwon appa dari minho itu terlalu enggan untuk melepaskan minho bersama keluarga park karna minho adalah anak satu satunya yang ia miliki,, setelah 2 tahun junsu dan siwon berpikir, di tempat yang berbeda, akhirnya mereka bersepakat untuk tetap menikahkankeduanya, apapun yang terjadi, , sedangkan junsu ia akan rela melepaskan putrinya itu, , junsu sangat tau bagai mana sukanya jiyeon pada minho, sebelum junsu tahu 1 tahun terakhir jika jiyeon mempunyai namja chingui

“tidak ada eomma, kami baru bertemu tadi siang” cerita jiyeon

“arraso,, sudah malam tidurlah kau harus istirahat besok keluarga choi akan tiba “

“nde eomma”

Next day…

Kediaman keluarga park sangat ramai , semua keluarga di sana berkumpul , , thunder selaku kaka dari jiyeon pun sengaja meliburkan diri untuk hanya berkumpul di hari ini, tidak hanya keluarga park keluarga choi pun ada di sana,, karna hari ini adalah hari penentuan tanggal pernikahan minho dan jiyeon

“kemana minho?” tanya eomma jiyeon tae hee

“ia baru saja akan kemari karna jam 7 tadi dia bilang aka nada metting”

“ommo dia sangat rajin”

“tidak ,, kelak kau tahu jika ia menjadi menantumu,, dia itu sangat susah d bangunkan” cerita yoona

“hahaha,, jiyeonpun begitu”

“benarkah,, “

Tidak lama seorang namja yang mereka bicarakan menampakkan dirinya,,

“anyeong, mianhe aku terlambat” sesal minho namja itu

“gwenchanayo,, palli kita mulai saja penentuan hari dan tanggal untuk kalian menikah” ucap yoona eomma minho

>>>>>>>>>>>>>skrip<<<<<<<<<<<<<

Jiyeon pov

Dua minggu lagi, aegoo aku sudah menanti itu, , menjadi nyonya choi, Kyaaa seperti mimpisaja, aku akan beri tahu ji eun,

Dengan segera aku meraih ponselku , seketika aku lemas, , mendapati sms orang yang tidak ingin aku ingat untuk hari kebahagiaanku ini

“bagai mana kabarmu” itu sms yang tertera di sana

“baik” jawabku

“aku merindukanmu chagi-ah, bisa bertemu?” tanyanya

Aku hanya mendiamkan telvonku tidak merespon dari pesan yang ia kirim, haruskah aku akhiri, namun aku tidak tega melihatnya sangat begitu baik padaku, bahkan ia tidak pernah marah sekalipun padaku bagai mana jika ia sakit hati apa yang harus aku lakukan aisss jinja

“jiyeon-ahh” panggil eommaku

“nde eomma wae?” tanyaku yang sudah membukakan pintu kamarku untuk eommaku tersayang ini

“sedang sibuk?” tanya eomma lagi aku hanya menggeleng

“eomma ingin berbicara padamu” kata eomma yang sudah masuk kedalam kamarku dan duduk di atas ranjang milikku

“nde”

“2 minggu lagi, itu bukan waktu yang lama jiyeon-ah,, kau tau, pernikahan itu bukan hal yang main main, eomma harap kau benar benar menjalani pernikaha ini bukan karna perjodohan semata, walaupun eomma tidak bisa membantumu jika kau ingin menggagalkan pernikahan ini, karna ini adalah perjanjian antara appamu dan appa minho” kata eomma , aku hanya terdiam, aku pun bingung dengan perasaanku, aku senang menghadapi semua ini namun di lain sisi aku merasa sangat jahat menelantarkan orang yang begitu baik padaku

“rupanya kau sangat menyukai caln nampyeonmu itu nde” kata eomma saat melihat lihat ruangan sekitar tempat tidurku yang aku akui aku gila dengan mencetak semua fotoku dan minho di sana, di saat kami keluar kota

“hmmm” ucapku malu, jujur saja ini seperti orang yang kepergok sedang menyembunyikan hal yang memalukan

“baguslah, besok kau dan minho bisa bersiap siap untuk foto dan mengukur baju , biar eomma yang menguruh gedung arraso” tanya eomma yang hanya aku berikan anggukan

Jiyeon pov and

Hari ini adalah hari di mana jiyeon dan minho akan sangat sibuk dengan berfoto di pulau jeju, , bukan hal yang sulit untuk kesana karna keluarga choi itu memiliki segalanya, , merekapun membawa desainer dan fotografer terbaik yang ada,,

Sepanjang jalan minho Nampak sedang tertidur di bahu jiyeon, sedangkan jiyeon hanya mendiamkan namjanya itu berada di bahunya, nyaman itu yang ia rasakan , setelah sampai jiyeon dengan segera membangunkan minho

“oppa,, oppaaa irona, kita sudah sampai” kata jiyeon penuh dengan kelembutan

“ehhmm,,” minho segera membenarkan diri lalu turun dari pesawat di ikuti jiyeon,,

“minho, , di pantai aku rasa cocok dengan tema yang sesimpel ini” kata seorang fotografer

“bagai mana?” tanya minho ke jiyeon

“aku ikut dengan oppa saja”

“jika kau suka aku akan menyetujuinya”

“aku suka pantai” kata jiyeon

“nde, jiyeon bilang ia menyukainya “

Minho, namja itu bukanlah namja yang suka dengan basa basi, namja yang sangat jarang memasang senyumanya jika di depan orang , namun ia akan menuruti semua keinginan jiyeon , , dan ia akan sebagai mana mungkinnya untuk membuat jiyeon bahagia, namun dia bukanlah namja yang sempurna ia memiliki keegoisan yang tinggi ia sangat ingin memiliki jiyeon apapun yang terjadi walaupun ia tau jiyeon memiliki namjachingu, namun itulah minho walaupun egonya tinggi ia tidak pernah menunjukan di hadapan seorang gadis, ia hanya diam dan tidak mau membahas hal yang membuat hatinya sakit..

>>>>>>>>>>>>>>>skrip<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Jiyeon pov

1 bulan aku sudah resmi menjadi nyonya choi, senang,, TIDAK,, kenapa?

Aku senang untuk sesaat namun setelah 1 bulan ini aku bersamanya, ia sama sekali tidak pernah menyentuhku hanya kecupan kecil yang sering ia berikan, apa ia normal atau tidak, , ia anggap aku apa, aku ini istrinya, , sakit yah sakit, bahkan rasanya sakit seperti orang yang sedang patah hati, sikapnya biasa saja, ia tidak marah padaku, selalu bersikap romantic dan selalu lembut, tersenyum, dan saling mengobrol, bahkan aku tidak rela jika ia seperti itu, wae,,

Dzzzzzzzzz telvon genggamku bordering

Lagi lagi,, suho oppa , selama 1 bulan ini aku tidak pernah menghubunginya, ia selalu memberikan kabarnya padaku, yah semua datang di acara pernikahanku kecuali suho , , aku merasa aku sebagai yeoja yang sangat jahat dan menghianati suamiku sendiri, aku harus mengakhiri ini, aku tau suho oppa pasti kecewa dan sakit hati namun pernkahan ini bukanlah pernikahan main main, tidak akan selamanya aku seperti ini,, aku memutuskan untuk mematikan ponselku dan segera bersiap siap untuk menyiapkanmakan malam

Jiyeon pov

Sementara itu…

“anyeong hasemika ajussi ajumma” sapa seorang namja tampan pada kedua orang tua jiyeon

“nde anyeong,,” sambut tuan junsu dan tae hee heran karna mereka baru pertama melihat namja itu berkunjung ke rumah mereka

“ada yang bisa kami bantu?” tanya nyonya park

“nde,, mianhe mengganggu aktivitas keluarga anda” keluh namja itu

“oh anyio, kami sedang tidak sibuk,, aku junsu, dan ini istriku tae hee”

“ah nde ajussi,, Kim Joonmyun, namun chinguku sering memanggilku suho,, “ ucap namja itu yg tidak lain adalah suho

“ah nde suho-sii ada yang bisa kami bantu?” tanya tuan park

“begini ajussi , ajumma, kedatanganku kemari ingin melamar anak anda” kata suho , sedangkan tuan park dan nyonya park bingung dan kaget, melamar, melamar siapa, thunder, tidak mungkin, thunder berpacaran dengan seorang namjabanyak pikiran buruk di kepala junsu dan tae hee, tentang putranya mereka

“maksud kau, aku ini kekasih thunder anakku?” kaget junsu

“anyioo,, ,, bukan thunder hyung ajussi namun jiyeon ,, anak bungsu anda” kata suho lagi,, yang berhasil memuat appa jiyeon dan eomma jiyeon itu kaget setengah mati bagai mana tidak sudah satu bulan jiyeon menikah, dan itu sangat lama, ada seorang namja melamarnya ,,

“mbooo” kaget junsu,, yang langsung di tenangkan oleh taehee

“suho-sii, sepertinya kau terlambat “ kata tae hee

“waegurenyom?”

“jiyeon sudah menikah 1 bulan yang lalu”

“MBOOO” kaget suho “dengan siapa, aku namjachinguinya” tanya suho yang sudah melemas

“kau namja chinguinya,, tidak mungkin jiyeon memiliki namja chingui dua,” kaget nyonya park

“dua”

“dia sudah menikah dengan namja kecilnya, , “

Suho hanya terdiam, tidak lama ia berpamitan untuk pulang, kecewa itu yang iya dapatkan

>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<

Sedangkan jiyeon sudah selesai menyiapkan makan malam untuk dirinya dan suaminya itu,,,,

“aku pulang” kata minho yang baru saja pulang dan sangat terluhat jelas wajah lelahnya

Jiyeon menghampiri namjanya itu dan mengambil tas yang dibawanya serta melepaskan jas yang di kenakan minho

“lembur lagi?” tanya jiyeon

“hmm,,”

CUP, , kecupan kilas di berikan minho pada istrinya itu, jiyeon hanya tersenyum senang ,,

“makanmalam sudahku siapakan, oppa mandi dulu aku sudah menyiapkan airhangat untukmu” kata jiyeon

“nde, gommawo”

Selesai menyegarkan tubuhnya minho segera menyantap hidangan buatan istrinya yang sangat ia sayangi itu, selesai menyantap hidangan makan malam, minho bersantai di depan TV dan sedikit memindah mindah chanelnya untuk melihat siaran faforitnya itu apa lagi jika bukan bola

Jiyeon duduk di samping minho dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya itu , tanganya melingkar di tangan minho bersikap manja pada nampiyeonnya, ini bukan kali pertamanya sudah sering bahkan sebelum menikahpun jiyeon akan bersikap manja pada namja yang di sampingnya itu

“oppa”

“hmm” gumam minho

“cium aku” pinta jiyeon, , sedangkan minho terdiam sesaat sebelum ia memandang wajah anaenya itu

“wae?” tanya minho karna ia merasa jiyeon aneh tidak biasanya ia meminta sebuah ciuman, , jika ia ingin ia pasti akan melakukanya

“aku merasa oppa sudah tidak lagi mencintaiku” aku jiyeon pada minho

“kenapa kau menyimpulkan seperti itu, bahakan kau tau bagai mana perasaanku” kata minho yang sekarang memfokuskan pembicaraanya pada jiyeon, sedangkan siaran bola yang ia sayangi itu ia lewatkan begitu saja

“oppa tidak pernah menyentuhku sama sekali” akhirnya pertanyaan itu keluar dari jiyeon, ia sudah sangat lama ingin menanyakan pertanyaan itu

Minho terdiam,, berlahan ia mendekatkan wajahnya ke jiyeon dan mencium bibir jiyeon dengan lembut seperti biasanya yang ia lakukan, bohong sekali jika ia tidak menginginkan jiyeon, namun ada hal yang membuat minho tidak bisa melakukanya

Setelah cukup lama minho melepaskan ciumanya, membuat jiyeon merasa kecewa ia berharap minho menyentuhnya lebih dari sekedar ciumana

“apa aku terlalu tidak menarik perhatianmu sehingga kau tidak pernah menyentuhku” tanya jiyeon yang sudah mulai berkaca kaca

“MBO” kaget minho

Hik ,,, hik,,,” oppa piker aku siapa?” tanya jiyeon saar ini di selai dengan menangis”aku istrimu oppa, sakit rasanya, satubulan kira bersama, bahkan sifatmu selalu biasa padaku, tidak ada menunjkkan kemarahan, bahkan seperti biasanya, apa salah jika aku menuntut hakku, aku disini hanya ingin menjadi istri yang baik yang bisa melayani suaminya, apa itu kurang,,?” tanya jiyeon , dengan segera jiyeon berlari kekamarnya ia menangis , sedih dan kecewa, itu yang di rasakan,, telvonya rumah sedari tadi bordering tidak ia hiraukan

Minho terdiam sesaat sebelum ia mengikuti jiyeon di kamarnya, , sesampai sana minho mendapati jiyeon yang sedang membelkanginya, minho duduk membelakangi jiyeon pula

“bukan aku tidak ingin menyentuhmu, namuan aku bukan namja egois , yang hanya menuruti nafsu belakang, aku memang tidak bisa melepasmu untuknya, aku salah , , telah meninggalkanmu dulu, seharusnya aku tidak pernah meninggalkanmu, sekarang aku sangat merasa bersalah pada suho, karna telah merebutmu darinya, aku adalah seorang namja, aku tau bagai mana rasanya sakit hati, seperti apa aku mengetahui jika kau telah menggeserkan aku dari posisinya, dan menggantikan dengan suho, sakit, namun sebuah takdir berpihak padaku dan mendapatkanmu kembali, walau itu terlalu memaksa, , , jika kau tanya aku mencintaimu, SANGAT aku SANGAT mencintaimu, , tidak berkurang rasa itu saat aku pergi meninggalkanmu,, bahkan sampai detik ini, , “ jelas minho pada jiyeon,, hening hanya ada keheningan di kamar itu , , jiyeon pun menangis tidak bersuara ia tau ia salah karna telah menduakan namja ini, anyi, sebelum namja itu pergi, , mereka memang tidak ada kata perpisahan namun berhubungan saja tidak pernah hingga ada seorang namja berbaik hai yang selalu ada untuknya selalu membelanya dan selalu menamaninya di manapun, menawarkan diri untuk menjadi nmaja chingui, karna merasa tidak enak jiyeon menerima namja itu, bahkan ia merasa ia memanfaatkan namja itu, egos memang

“memilikimu saat ini adalah hal terindah yang pernah aku punya, aku bahagia, , aku mengiklaskanmu untuk berselingkuh di belakangku, mungkin saat ini hatimu memang bukan untukku lagi, , aku salah, namun jangan pernah tinggalkan aku, hanya kau yeoja yang aku punya, selain eommaku, aku tidak akan menyentuh seorang yang sudah tidak mencintaiku lagi” kata minho yang mulai berdiri membelakangi jiyeon

Tangana mungil melingkar pasti di perut minho, , memeluk erat dari balik punggung minho

“aku sangat mencintaimu oppa, aku salah, akulah yang salah yang dengan jahatnya menyakiti hati kalian berdua, aku terlalu egois dengan perasaanku yang ingin memiliki kalian berdua, seharusnya aku tau siapa yang aku pilih sejak dulu,, aku masih sama seperti jiyeon kecilmu oppa, “ tangis jiyeon di balik punggung minho,,”karna kepergianmu, dan tidak ada namja lain yang dekat denganku, ada seorang yang menawarkan dirinya untuk dekat denganku, dengan mudahnya aku bilang iya dan menganggap semua itu kau yang melakukanya,, jebal jangan biarkan aku bermain di belakangmu lagi, aku hanya inginkan kau oppa,, hanya kau,,”

“jiyeon…”

Jiyeon menggeleng di balik punggung minho”aku tidak mau melepaskanmu lagi, iani adalah takdirku , pernikahan ini bukan pernikahan main main, jika aku tidak menyukaimu lagi untuk apa aku menerima lamaran kedua orang tuamu, bukankah oppa sudah mengeahui sifatku, aku akan menolak sesuatu yang tidak aku inginkan, jebal jangan meragukan aku lagi” kata jiyeon,, ia sudah tidak tahan dengan semua ini,

Minho melonggarkan pelukan jiyeon membuat jiyeon semakin bergetar

“hey,,,, jiyeon kecilku tidak akan secengeng ini” kata minho lagi yang sudah sibuk mengusap air mata jiyeon , sedangkan jiyeon sibuk dengan isakanya

“huh,, napuen , co cool, “ kata jiyeon memukul kecil dada minho

“ommo, my anae marah nde,,,?” tanya minho di selingi dengan kekehan

“napuen,,”

“jongmal?” sementara terdiam jiyeon hanya terdiam dalam pelukan minho ia sangat menyukai bau aroma tubuh namjanya itu “bagai mana denganya?” tanya minho pada jiyeon

“besok aku akan menemuinya dan meminta maaf” jawab jiyeon yakin

“lalu”

“lalu akau akan hidup bahagia denganmu, pabo” kessal jiyeon lalu pergi meninggalkan minho yang tersenyum melihat kekesalan anaenya itu

“kenapa sekesal itu, aku hanya menanyakanya saja?” tanya minho yang memeluk jiyeon di tempat tidurnya

Tidak ada jawaban

“kau harus bertanggung jawab karnamu oppa tidak bisa menyaksikan pertandingan Chelsea” kata minho tersenyum elvil

“kau tidak mengerti” tanya jiyeon polos

“apa yang biasa di lakukan suami istri?” tanya minho membuat rona merah di pipi jiyeon

>>>>>>>>>>>>>>>>>skrip<<<<<<<<<<<<<<<<<

Pagi indah menunjukkan pukul 08.00 namun sesiang ini kedua mahluk tuhan paling sempurna tidak kunjung untuk bangun dari tempat tidurnya sedangkan sang yeoja sudah 30 menit terbangun namun ia enggan untuk bagun dari pemandangan menyenangkan itu,

“Cup,, cup “ yeoja itu mencium bibir namjanya dengan pasti, ia selalu menginginkan bibir namja ini, layaknya seperti permen, bahkan jika ia di suruh memilih apakah yang ingin di mintanya permen apa namja ini tentu saja ia akan memilih namja itu

“ummm” gumam namaj itu yang enggan sekali membuka matanya

“oppa, kau tidak kerja?” tanya yeoja itu,, yang bertanya di atas dada namja yang polos

“jam brapa ini?”

“pukul 8 lebih 5 menit”

“MBoo” seketika namja itu terbangun dan terkejut

“oppa wae?”

“aegoo aku terlambat ottokeh”

“memang kenapa?” cemberut sang yeoja karna kesenanganya sedang terusik

“tentu saja, aku adalah sorang pemimpin , , mana ada pemimpin memberikan contoh yang tidak baik” keluh namja itu, lemas

“jadi oppa bilang karna aku tidak membangunkanmu membuatmu kesal, , kau lebih memilih pekerjaanmu itu di bandingkan denganku, cih menyebalkan, sudah sana nikahi saja kantormu itu” kesal jiyeon di pagi hari membuat minho menatap jiyeon

“kau kesal?”

“piker sendiri ,,” kata jiyeon pergi meninggalkan minho sebelum itu ia mengambil baju tidurnya yang tidak jauh dari tempatnya berada

“bagai mana agar kau tidak kesal?” tanya minho pada jiyeon

“tidak pergi kerja sehari dan merayakan hari jadi kita tidak susuh bukan?” tanya jiyeon

Minho terkekeh “arrasoo, hanya sehari tak masalah”

“lagi pula aku enuntuk bulan madu dengan mu, kita sudah menikah kenapa tidak ada honeymoon” taqnya jiyeon

“kau ingin berlubur kemana?” tanya minho lembut

“kemanapun asal bersama oppa” kata jiyeon

“is kenapa lebih romantic kau dari pada aku” kesal minho

“jika aku menunggu oppa yang berucap itu, bisa bisa aku sudah memiliki aegi baru kau mengucapkanya” kesal jiyeon

“hahaha,, arraso arrasoo,, apa yang akan kita lakukan hari ini?” tanya minho

“bertemu suho oppa” kata jiyeon

“kau yakin ,,?bersamaku?”

“tentu saja, oppa adalah suamiku, jika aku tidak membawamu, akan semakin susah aku meninggalkanya”

“jadi kau berbiat tidak akan meninggalkanya?”

“tidak begitu pula”

“hahah arraso oppa mengerti”

>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<

“siapa yang menyiapkan makanan?” tanya minho

“molla,, aku rasa aku tidak bermimpi dan menyiapkanmu makanan” kata jiyeon dengan anehnya

“eomma kemari bersama eomma mertuamu, sebenarnya ada hal yang ingin kami tanyakan, namun eomma lihat kalian masih tertidur, kami memutuskan tidak untuk mengganggu kalian dan kami menyiapkan makanan untuk kalian , , kami harap tidur kalian nyenyak nde, pertanyaan yang ingin kami lontarkan sudah tidak jadi,, jaga diri baik baik, dank au tuan choi, jangn terlalu sibuk bekerja, segera pindah kerumah jangan berdiam diri di apartemen kecil ini, bisa bisa cucu eomma akan tumbuh kembang lambat” ucap surat yang di baca oleh jiyeon dan minho secara bersamaan

“oppa di surat ini mereka bilang rumah,, mana, kau belum membelnya” kesal jiyeon yang menyadari hal penting lainya

“bersabarlah, rumah kita sedang di renovasi”

“arraso,, hari ini aku bebas dari memasak, namun aku meragukan masakan eommaku” keluh jiyeon yang ia tau jika eommanya memasak akan sangat hancur

“hahah,, sudahlah segera makan dan menemui nya”

>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<

Di sini jiyeon dan minho menunggu suho, tepatnya di bawah sungai han, jiyeon memegang erat tangan minho ia sangat tidak enak seperti ini, perkataan yang harus ia ucapkan sudah berngiang ngiang di kepalanya

“oppa semua akan baik baik saja kan?” tanya jiyeon

“kau tenangn saja”

Suho pov

Aku melihat dari kejauhan, rasa kecewaku belum pudar setelah aku tahu jiyeon sudah memiliki suami, apa maunya selama ini, kenapa ia tidak pernah bilang jika ia sudah memiliki namja yang ia suka apa ia tidak menganggapku,, jiyeon yeoja itu adalah yeoja yang aku sukai, yeoja cantik dan baik hati, tidak pernah bertengkar, , namun setelah aku melihatnya besama namja di sebrang sana,, kembali hariku miris,, ia tidak pernah bersikap semanja itu padaku, apa aku hanya perlarianya saja,, aku memutuskan untuk menghampirinya, , Nampak ia terkejut dan merasa tidak nyaman bersamaku

Suho pov and

Aurtho pov

“aku sudah mengetahui semuanya” kata suho mengawali percakapan mereka

“mianhe oppa” kata jiyeon merasa bersalah, sedangkan minho ia hanya terdiam, , ia tidak berhak mengikuti urusan ini, biarkan jiyeon menyelesaikanya karna itu hak jiyeon

“seharusnya kau bicara padaku sejak satu bulan yang lalu, kau tidak mengerti betapa khawatirnya aku sejak kau tidak memberikan kabar terhadapku,, “

“mianhe,, aku hanya bisa berkata itu, aku tidak mau kau terluka oppa”

“sekarang sama saja bukan aku terluka, namun alangkah lebih baiknya jika aku trluka sejak awal, sekarang aku tidak hanya terluka namun kecewa, aku datang kerumahmu untuk melamarmu namun aku tau semuanya kau malah sudah menikah berama orang lain, sakit rasanya” kata suho lagi, minho mencerna baik setiap perkataaan suho ia bisa merasakan bagai mana jika ia di posisi namja itu,,

“aku tidak bermaksud seperti itu oppa, , mian,, aku salah, aku yeoja yang sangat tidak tau di untung, “

“apa kau bahagia?” tanya suho tiba tiba lagi,,, “jika kau bahagia, aku rela melepaskanmu, minho-sii, aku harap kau menjaga cintaku dengan baik “ kata suho sebelum ia pergi meninggalkan jiyeon dan minho

Jiyeon hanya terdapat menangis di pelukan minho, di satu sisi ia sangat bersalah dan di sisi lain ia sudah merasa lega

Cinta itu memang harus di perjuangkan, namun cinta itupun harus di jaga,, mencintai tidak harus memiliki, pengorbanan suho sangatlah berarti, ingin memiliki cinta setulus suho, , ingin di cintai setulus minho, dan ingin menjadi seorang jiyeon , , sifat jiyeon membuatnya mendapatkan sisi negatifnya yang dengan sengaja membuat suho namja yang mencintainya menderita namun sisi positif jiyeon tidak ingin menyakiti orang yang sudah mencintaimu dengan tulus, namun tetap saja tindakan jiyeon tidaklah benar ,, manusia memang tidak sempurna, mungkin ini adalah tindakan yang sangat jiyeon sesali seumur hidupnya, namun karna ada sosok namja yang ia sangat cintai membuat hatinya merasa nyaman seperti biasanya,,

Jadi,,, cintailah karna kau mencintainya jangan kau mencintai karna dia tidak mencintaimu, lebih baik memiliki orang yang mencintaimu dari pada orang yang menyakitimu,, cinta berbuah manis di kehidupan jiyeon ,, di kehidupanmu,,,,,???

Dan aku????? Itu PR buat kita

The and

17 responses to “(One Shoot) Love is Complicated

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s