What Baby!! – Part 2 (END)

PicsArt_1408796519066[1]

Title : What Baby!! (Chapter 2end)

Author: Lee Sora

Rating: PG-15

Genre: Romance, comedy,  family

Length: two chapther end

Main Cast: Bae Suzy, Choi Minho

Other Cast: Kim Myungsoo, Kang Minhyuk

3 years later

POV author

“Choi Minho Choi Jiho cepat bangun!!!” teriak seorang yeoja cantik yang tak lain adalah Suzy membangunkan dua orang namja beda usia yang sedang bergelut manja dengan selimut tebalnya. Suzy yang sebal teriakannya tidak digubris oleh dua orang itu akhirnya mengambil selimut secara paksa dan memaksa salah satu namja akhirnya bangun.
“Omma” panggil Jiho dengan suara serak khas orang bangun tidur.
“Pagi tampan” sapa Suzy pada Jiho dan mencoba menggendong Jiho yang minta digendong itu.

“Wah anak Omma sudah besar ternyata” ujar Suzy ketika Jiho sudah dalam gendongannya. Sedangkan Jiho dengan masih keadaan mengantuk hanya bersembunyi ditengkuk leher Suzy.

Perhatian Suzy mengarah pada namja jangkun yang masih terlelap dalam tidurnya itu.

“YA CHOI MINHO SAMPAI KAPAN KAU AKAN TIDUR” Teriak Suzy kembali dan membuat namja itu terpaksa bangun karena suara yang sangit nyaring ditelinganya.

“Aiis kenapa kau berisik sekali sich” Omel Minho sambil mendudukan dirinya yang masih mengantuk.

“Cepat cuci mukamu dan Jiho lalu kita sarapan” perintah Suzy sambil memberikan Jiho pada Minho yang masih setengah sadar dan berlalu dari kamar itu.

“Kenapa dia semakin cerewet saja” gerutu Minho yang dijawab anggukan polos dari Jiho.

Setelah membersihkan muka Minho dan Jiho turun menuju dapur dengan Jiho dalam gendongan Minho.

“Kenapa Tuan Muda dan tuan kecil sangat mirip sekali ya Nyonya” Kata bibi Han kepala pembantu rumah Minho dan Suzy ketika memperhatikan Ayah dan anak dengan menggunakan piama khas bangun tidur menuruni anak tangga. Suzy yang mendengar ucapan bibi Han mengarahkan pandangannya pada dua orang yang sudah menghiasi harinya tiga tahun ini.

“Aku juga heran kenapa mereka mirip sekali seperti kembar tapi beda usia” ujar Suzy mengiyakan perkataan bibi Han. Suzy banyak mendengar bahwa Jiho sangat mirip dengan Minho dari fisik hingga sifatanya tak heran mereka selalu bilang Jiho adalah versi kecil Minho, sempat Suzy mengira jika ayah biologis Jiho adalah Minho akan tetapi hal tersebut tidak pernah mungkin terjadi.

“Seseorang pernah bercerita kepada saya jika anak tersebut sangat mirip dengan ayahnya pasti ketika mengandung ibunya sangat mencintai suaminya itu” cerita bibi Han yang membuat Suzy terkejut mendengarnya, “Bagaimana bisa memiliki anak dengan Minho saja tidak” Batin Suzy.

“hahaha Mungkin saja begitu” kekeh Suzy.

“Kalian sedang membicarakan apa?” Tanya Minho sambil mendudukan Jiho disebelahnya. Suzy yang tersadar menghampiri Meja makan dan mendekati Jiho.
“Bukan apa-apa” Jawabnya sambil memberikan segelas susu pada Jiho.

“Morning kiss to me anak tampan” pinta Suzy ketika ia memberikan susu pada Jiho, dengan cepat anak berusia lima tahun itu mencium pipi mulus Suzy. Minho yang melihat itu tidak ingin ketinggalan.

“to Appa?” segera Minho mendaratkan pipi mulusnya yang segera dicium oleh Jiho

“And From you Honey” Goda Minho pada Suzy yang berdiri diantara Minho dan Jiho.

“Nothing” singkat Suzy lalu berjalan dan duduk disamping Jiho dan hal tersebut membuat Minho sebal karena permintaanya di tolak oleh istri cantiknya itu.

Bibi han yang melihat hal tersebut tersenyum senang melihat keluarga kecil yang sangat ceria dan hangat.”Semoga kalian bahagia selamanya” doannya dalam hati.

“Kau ke butik hari ini” Tanya Minho sambil menikmati coffe yang dibuatkan oleh Suzy.

“Ne karena Kristal baru melahirkan jadi aku yang menggantikannya” Jawab Suzy sambil menyuapkan makanan pada Jiho

“Omma kapan kita melihat dedek bayi Kristal Auntie?” Tanya Jiho polos pada Suzy dan itu membuat Minho memiliki ide untuk menggoda Suzy. ketika Suzy akan menjawabnya dengan cepat Minho menyela

“Jiho-ah apa kau suka dedek bayi?” Tanya Minho dan dijawab anggukan cepat dari Jiho sedangkan Suzy melirik Minho dengan tatapan waspada.

“Appa bisa membuatkannya untuk Jiho, asalkan Jiho meminta juga pada Omma”. Kata Minho lugas dan mendapat pelototan tajam dari istrinya itu.

“Choi Minho apa yang kau katakan, jangan meracuni Jiho dengan hal yang tidak-tidak” Sebal Suzy dan hal tersebut membuat Minho tertawa senang ketika melihat wajah sebal istrinya itu.

Minho tidak menggubris dan kembali menikmati sarapan paginya. “Omma buatkan Jiho dedek bayi ya ya” rajuk Jiho pada Suzy dan membuat yeoja itu salah tingkah.

“Benar itu, sudah saatnya Jiho punya adik sayang” goda Minho yang membuat pipi Suzy merona merah antara malu dan geram atas sikap Minho yang menggoda seenaknya.

“Awas kau Choi Minho!!” geram Suzy sambil menatap sebal Minho, sedangkan yang dilihat hanya tertawa melihat istrinya yang salah tingkah mengahdapi Jiho yang merajuk.

**

Setelah mengantarkan Jiho kesekolah sekarang Minho mengantarkan Suzy ke butiknya.

“Kenapa kau berbicara seperti itu pada Jiho” sebal Suzy pada Minho

“Berbicara apa?” Tanya Minho sok lupa.

“Tentang bayi, kau tahu kan jika dia sudah merajuk seperti itu sampai kita menurutinya dia tidak akan berhenti merajuk seperti tadi” Sebal Suzy dan membuat Minho tersenyum senang.

“Ya sudah kita buatkan saja adik untuk Jiho” Kata Minho enteng dan sebaliknya Suzy melotot tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Minho

“MWO! kau pikir semudah itu membuatnya” bentak Suzy tidak percaya.

“Bukankah memang mudah sayang” goda Minho dengan mengerling nakal dan membuat wajah Suzy bersemu merah dan hal tersebut membuat Minho senang.

“Haiisss dasar otak mesum” timpal Suzy menghilangkan kegugupannya.

“Oh iya Jangan lupa nanti siang kita ke sekolah Jiho untuk mengambil rapot” ingat Suzy “Awas saja kalau kau tidak datang” serunya lagi sambil menatap serius wajah suaminya yang sedang serius mengendari mobil.

“Akan ku usahakan” jawab Minho sambil membalas tatapan istrinya itu.

Lima belas menit kemudian Mobil Minho sampai di depan butik Suzy.

“Aku pergi dulu” Ujar Suzy sambil membuka pintu Mobilnya tetapi pintu tersebut masih terkunci dan hal tersebut di sengaja oleh Minho. Suzy menoleh pada suaminya untuk meminta di bukakan pintu tetapi

#Srek dengan cepat Minho menarik tangan Suzy dan mencium bibir manis istrinya itu dengan lembut.

“Morning kiss honey” Ujar Minho setelah melepaskan tautan bibirnya dengan Suzy, dan hal tersebut membuat wajah Suzy merah padam karena perbuatan Minho yang tiba-tiba. Karena degup jantung yang tidak bisa diatur dengan cepat dan tanpa mengatakan apa-apa lagi Suzy langsung keluar dan masuk kedalam butik tanpa melihat Minho kembali.
“Kenapa dia selalu malu-malu seperti itu” Kekeh Minho senang sambil melajukan mobilnya. Sedangkan Suzy dengan cepat masuk kedalam butik menghindari tatapan Minho yang sudah membuat hatinya berdersir karena ciuman tiba-tiba itu.

**

Waktu menjelang siang Suzy bersiap pergi ke sekolah Jiho untuk mengambil rapot anaknya, wajah cantik yang selalu menghiasi wajahnya berubah sebal karena beberapa kali ia harus mengumpat karena orang yang sedang ia hubungi tidak menjawab panggilannya.

“Aiish dimana sih dia kenapa telfonku tidak diangkat” sebalnya sambil keluar dari butik dan menyetop sebuah taxi yang lewat di depan butiknya. “Apa dia lupa, awas saja jika dia tidak datang” gerutunya ketika sudah didalam taxi.

Di tempat lain CEO muda tengah sibuk dengan beberapa berkas yang harus ia baca dan tanda tangani. “Choi Sajangnim semua kepala devisi sudah menunggu anda diruang rapat” ujar sekertaris Minho yang menyadarkan namja tampan itu dari kesibukannya.

“Baiklah aku segera kesana” jawab Minho sambil bergegas keluar dari ruangannya. Sepeninggal Minho ponsel yang tergeletak manis di mejanya bergetar dan menandakan panggilan masuk dari istrinya.

Diruang rapat Minho sangat serius memperhatikan presentasi yang sedang membahas tentang penurunan pemasaran produk dari perusahaanya. Beberapa kali ia harus mengajukan pertanyaan dan ia terlihat sangat kesal dengan laporan yang dipertanggung jawabkan oleh karyawannya itu.

“Bagaimana bisa produk kita mengalami penurunan harga sebegitu besar, apa yang kalian lakukan selama ini kenapa tidak ada yang mengatakan apapun padaku” bentak Minho ketika ia tahu bahwa perusahaannya mengalami kerugian 25% .

“Siapa yang bertanggung jawab untuk masalah ini!” marahnya lagi dan hal itu membuat semua orang diruang rapat menekuk kepalanya takut. “Aku minta semua laporan kalian kumpulkan padaku dan jika ada sesuatu hal yang mengganjal aku pastikan akan membuat kalian semua bertanggung jawab”. Ujar Minho sambil berlalu begitu saja dari ruang rapat.

Minho kembali keruangannya dengan keadaan marah, ia duduk dan memejamkan matanya mencoba menghilangkan ke marahannya. “Sajangnim ini laporan yang anda minta tadi” ujar sekertaris Minho sambil meletakkan tumpukan berkas di meja. Minho yang menyadari langsung membuka matanya dan menatap tumpukan berkas yang ada dihadapannya.

“Baiklah kita selesaikan semua berkas ini hari ini juga” titahnya dan tidak perlu banyak waktu namja itu sudah seriut bergelut dengan tumpukan berkas di mejanya.

Suzy yang sebal karena Minho tidak datang mencoba membujuk Jiho yang sudah merajuk dari tadi karena Appanya tidak menepati janjinya lagi.

“Jiho ayo makan siang dulu ne” bujuk Suzy ketika ia dan Jiho sudah di rumah mewahnya. Tanpa menjawab perkataan Ommanya, Jiho malah menyibukkan dirinya dengan mainan mobil-mobilan.

“Jiho jangan seperti ini, ayo makan dulu” bujuknya lagi sambil mencoba menyuapkan nasi pada mulut anaknya itu.

“Tidak mau, Appa sudah bohong pada Jiho” marah Jiho dengan masih mencuekin Suzy.

“Appa sedang sibuk sayang jadi Appa tidak bisa datang” jelas Suzy sedangkan Jiho tidak menggubris dan masih asyik bemain mobil-mobilan. Suzy menyerah karena bagaimanapun jika Jiho masih merajuk seperti ini akan sama saja.

**

Malam harinya Minho pulang dengan raut muka yang sangat letih karena hari ini pikiran dan emosinya sudah terforsir habis masalah pekerjaan.

“Tuan muda sudah pulang?” Tanya Bibi Han ketika Minho berada di ruang tengah.

“Kenapa sepi sekali, dimana Suzy dan Jiho?” Tanya Minho ketika menyadari suasana rumah mewah itu sepi tidak ramai seperti biasanya.

“Nyonya muda sedang menemani Tuan kecil tidur” jawab Bibi Han, Minho sadar ternyata ini sudah pukul sepuluh malam mangkanya Jiho sudah tidur.

“Baiklah aku ke atas dulu” kata Minho meninggalkan bibi Han yang menatap khawatir keadaan tuannya itu.

Sesampai di kamar Minho tidak melihat Suzy dan Jiho tidur dikamarnya, karena biasanya mereka bertiga tidur dikamar Minho tetapi apa yang dilihat sekarang tempat tidurnya kosong. “Apa dia tidur di kamar Jiho” pikir Minho lalu berjalan masuk untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Selesai mandi dan mengganti baju Minho keluar kamar menuju kamar Jiho yang berada disamping kamarnya.

Ia menghela nafas lega ketika melihat dua orang yang ia beberapa tahun menghiasi hidupnya sedang tertidur lelap dengan berpelukan dan dengan hati yang masih bersalah karena tadi siang ia tidak dapat menepati janjinya akhirnya Minho keluar dan menuju kamarnya mencoba tidur sendiri malam ini.

**

Keesokan harinya Minho bangun dengan sendirinya meraba mencari seseorang yang biasa tidur disebelahnya, karena tidak menemukan ia mencoba mencari ponsel yang berada di meja samping tempat tidurnya.

“Hah sudah jam 8 kenapa dia tidak membangunkanku” gerutunya sambil berjalan ke kamar mandi.

Suzy memang sengaja tidak membangunkann suaminya itu karena ia melihat Minho yang terlihat lelah dan juga masih sebal karena perbuatan Minho kemarin. Suzy yang tengah asyik memasak dan menyiapkan sarapan pagi harus menghentikan kegiatannya ketika mendengar teriakan dari arah kamarnya dan Minho.

“Suzy, Suzy-ah” panggil Minho dan membuat Suzy terpaksa naik keatas karena tidak mungkin ia tidak menjawab panggilan suaminya ketika ada Bibi han di sebelahnya.

“Ada apa?” Tanya Suzy malas ketika ia sudah di dalam kamar. Minho yang menyadari kedatangan Suzy berbalik dan menghadap istrinya itu.

“Kenapa kau tidak menyiapkan pakaian untukku” Tanya Minho sambil menghampiri istrinya dengan raut muka datarnya.

“Bukankah kau bisa menyiapkan sendiri Tuan Choi, kenapa harus aku” ujar Suzy menekan amarah yang ia simpan dari kemarin. Minho yang menyadari perkataan Suzy akhirnya mengalah.

“Baiklah aku minta ma’af untuk masalah kemarin, aku sibuk karena ada masalah di kantor” jujur Minho menjelaskan ketidak hadirannya kemarin siang, akan tetapi Suzy hanya mentapnya malas dan akan beranjak pergi ketika dengan cepat lengannya ditarik menghadap Minho.

“Aku benar-benar minta ma’af, kau harus mengerti posisiku” mohon Minho dan hal itu membuat Suzy menatap sinis kearahnya.

“Apakah susah meluangkan satu jam saja untuk Jiho, perusahaanmu tidak akan jatuh bangkrut jika kau tidak disana satu jam Tn Choi”. Geram Suzy sambil melepaskan genggaman erat pada lengannya.

Suzy berjalan kearah lemari pakaiannya mengambilkan satu set pakai untuk suaminya itu, bagaimanapun marahnya ia tahu tugas seorang istri untuk menyiapkan segala sesuatu untuk suaminya

“Aiisshhh” gerutu Minho sebal karena mendapat sikap dingin dari Suzy.

Tidak beberapa lama Minho sudah mengenakan pakaian dan berjalan menuju ruang makan yang sudah terdapat anak lelakinya yang mengenakan pakaian sama dengannya yaitu setelan jas hitam dan Suzy yang sudah mengenakan dress hitam selututnya. Minho berjalan mendekat kearah Jiho yang sedang menikmati sarapan paginya.

“Pagi anak Appa yang tampan” sapa Minho sambil mengelus rambut halus Jiho. Jiho yang masih sebal dengan peristiwa kemarin hanya diam tanpa menjawab perkataan Minho.

“Aiigoo anak Appa sedang marah ternyata” goda Minho pada Jiho, sedangkan Suzy yang melihat hal itu gemas melihat sikap suaminya itu tanpa rasa bersalah.

“Ayolah Appa minta ma’af karena Appa tidak bisa datang mengambil rapot Jiho, sebagai gantinya Jiho boleh meminta apapun pada Appa. PSP, Hotwhile atau apa?” bujuk Minho sambil mensejajarkan dengan Jiho.

Jiho yang mendengar hal itu akhirnya menoleh pada Minho dengan tatapan berbinar “Jinjah Appa? Jiho boleh minta apapun?” Tanya Jiho termakan bujuk rayu sang Appa dan hal tersebut membuat Minho tersenyum senang bahwa permintaan maafnya di terima.

“Ne, Jiho boleh minta apapun dan Appa akan mengabulkannya” senang Minho sambil melirik istrinya yang sedang menatap nya.

“Jiho ingin dedek bayi seperti Kristal auntie” lugas Jiho dan membuat Suzy yang masih menikmati makanan dimulutnya tersedak #Uhuk dan Suzy segera meminum air putih di depannya.

“Omma gwenchanayo” kata Jiho khawatir melihat raut muka Suzy yang memerah menahan malu. Sedangkan Minho tahu bahwa istrinya itu terkejut dan malu karena permintaan Jiho yang tiba-tiba.

“Baiklah Appa akan buatkan dedek untuk Jiho jika…” “Sayang apa yang sedang kau bicarakan cepat habiskan makanmu” geram Suzy mengalihkan pembicaraan Minho pada Jiho. Dan hal itu membuat Minho tertawa senang menyadari rona merah diwajah istrinya

“Baiklah Jiho permintaanmu akan terkabul selama Sembilan bulan kedepan” goda Minho sambil menatap wajah Suzy yang sudah kepiting rebus. “Choi Minho!!” sebal Suzy dan beranjak kearah dapur untuk menghindari tawa Minho.

Setelah melakukan sarapan pagi bersama Suzy mengantarkan Ayah dan anak itu kedapan pintu.

“Jiho ingat jangan pernah berbicara dengan orang asing dan juga tunggu Omma atau Paman Han menjemput Arraseo!” titah Suzy sambil mensejajarkan tingginya dengan Jiho. Sedangkan Minho hanya menatap perpisahan ibu dan anak itu.

“Sudahlah Jiho itu hanya berangkat sekolah kenapa kau harus menceramahinya seperti itu” celoteh Minho yang membuat istrinya menatap tajam.
“Ingat kita masih marahan okey!” sungut Suzy dan kembali menatap Jiho.

“Jiho baik-baik disekolah dan jangan nakal okey” ujar Suzy kembali sambil memeluk dan mencium pipi cabi anaknya itu.

“Ne Omma” jawab Jiho membalas ciuman pada pipi Ommanya lalu pergi memasuki mobil Minho.

“Baiklah aku pergi dulu” pamit Minho dan hanya di terima dengan sikap dingin Suzy.

Dengan langkah cepat dan tanpa disadari Suzy Minho menarik pinggang ramping miliki istrinya itu lalu mendekatkan wajahnya hingga bibirnya mengecap manisnya bibir merah Suzy. Suzy yang masih terkejut tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan. Ia akan protes ketika tiba-tiba Minho sudah melepaskan ciuman singkatnya.

“Jangan lupa siapkan dirimu untuk membuat hadiah buat Jiho Arraseo” kata Minho cepat sambil mengecup kembali bibir Suzy yang masih terbengong oleh ulah tiba-tiba Minho.

Suzy yang masih terbengong sadar ketika suara klakson Minho mengintrupsinya bahwa mobil yang ditumpangi ayah dan anak itu pergi dari hadapannya. “Haaiss kenapa kita selalu melakukan hal tanpa tahu perasaan kita sendiri” ujar Suzy dalam hati sambil merasakan degup jantung yang serasa ingin copot dari tempatnya.

Suzy yang hari itu tidak ke butik dan hanya mengerjakan pekerjaanya dirumah tiba-tiba hatinya nyeri hingga membuatnya duduk memikirkan apa yang sedang terjadi. Tiba-tiba ponsel yang berada di meja bergetar menandakan panggilan masuk.

“Yobbosseo” sapa Suzy

“MWO?” Kaget Suzy tidak percaya raut muka yang tadinya biasa sekarang menjadi pucat, tanpa menunggu lama ia langsung menutup panggilan telfon dan dengan cepat mencari nomor kontak Minho dalam ponselnya dan berusaha menghubunginnya akan tetapi nomor pria itu sedang sibuk, dan ia mencoba kembali menghubunginya.

“Yobboseo Minho-ah, ottokhe Jiho dia hilang” Kata Suzy menhan tangis

“MWO! Bagaimana bisa?” Suara Minho meniggi disebrang telfon

“Aku tidak tahu, Kita harus menemukan Jiho Minho-ah” akhirnya Suzy menangis

“Baiklah kau tetap tenang dan tunggu aku, Aku akan menjemputmu lalu kita ke sekolah Jiho” Kata Minho dan hubunganmu terputus begitu saja. Suzy langsung terduduk lemas dan menangis memikirkan keadaan Jiho sekarang.

Dengan cepat mobil Minho dan Suzy sampai di sekolah Jiho dan disana sudah ada Myungsoo dan kepala sekolah Jiho. Dengan khawatir Suzy menghampiri mereka dan bertanya

“Dimana Jiho sekarang” Tanya Suzy khawatir sedangkan Minho dengan tatapan yang tak kalah khawatir berdiri dibelakang Suzy.

“Menurut supir yang biasa menjemput Jiho dia sudah disini semenjak setengah jam sebelum Jiho pulang akan tetapi dia tidak melihat Jiho keluar dari sekolah. Dan Kata seorang guru Jiho sudah pulang bersama seseorang tapi bukan dengan supir yang biasanya menjemputnya” Jelas Myungsoo pada Suzy dan Minho, hal tersebut membuat Suzy hampir jatuh jika Minho tidak cepat menyangga tubuhnya.

“Apakah kau sudah menghubungi polisi dan memberikan ciri-ciri orang yang membawa Jiho?” Tanya Minho pada Myungsoo.

“Ne sekarang polisi dan orang suruanku sedang mencari mereka, kita hanya menunggu kabar dari mereka” Jawab Myungsoo. Suzy yang mendengar hal itu hanya mampu menangis dalam pelukan Minho memanggil anak kesayangannya itu.

Hari sudah berganti malam akan tetapi tidak satupun kabar yang Minho dapatkan dari polisi maupun orang suruan Myungsoo dan hal tersebut membuatnya dan Suzy panic.

“Kita harus mencarinya Minho-ah, kasian Jiho dia tidak suka dengan orang asing dia tidak suka berpisah denganku” Kata Suzy putus asa sambil memegang lengan Minho. Minho yang melihat keadaan Suzy yang sangat kacau seperti ini hanya bisa menatap miris, karena selama tiga tahun ia hidup bersama Suzy ia tidak pernah melihat Suzy sekacau ini.

“Suzy-ah kau tenang dulu ne aku yakin Jiho akan baik-baik saja” tenang Minho menenangkan sambil menggegam tangan istrinya itu.

“Mwo! tenang katamu ketika Jiho diculik dan sampai saat ini belum kembali” teriak Suzy histeris pada Minho untuk kesekian kalinya Suzy berteriak histeris ketika Minho mencoba menenangkan dirinya.

“Suzy-ah tenangkan dirimu dulu kita sedang berusaha mencari Jiho” Ujar Minho sambil mencoba memeluk Suzy yang terlihat rapuh saat ini.

“Selamatkan Jiho Minho-ah jebbal, aku tidak bisa hidup tanpa Jiho dia anakku selamatkan dia” tangis Suzy dalam pelukan Minho, Minho hanya bisa mengelus lembut pundak Suzy mencoba menenangkan istrinya itu.

“Kita pasti menemukannya aku janji” Ujar Minho mempererat pelukan di tubuh istrinya yang rapuh itu.

Karena terlalu lama menangis akhirnya Suzy tertidur di pelukan Minho dan hal tersebut membuat hati Minho terenyuh melihat keadaan Suzy seperti ini. Mungkin Minho sudah mulai mencintai bahkan terlalu cinta dengan yeoja yang dulu selalu membuatnya marah setiap kali bertemu. Minho juga sangat mengkhawatirkan keadaan Jiho yang hingga saat ini tidak ada kabar.

“Kenapa Myungsoo juga belum memberikan kabar” sebal Minho.

**

Dua hari berlalu dan masih tidak ada kabar tentang Jiho dan itu sudah membuat Minho maupun Suzy marah pada polisi dan orang suruan Myungsoo. Ketika tiba-tiba ponsel Minho berbunyi dan itu dari Myungsoo

“Ada apa?” Tanya Minho cepat dan Suzy yang terbaring lemah di atas tempat tidur dengan terburu menghampiri Minho.

“Mwo dimana dia sekarang aku akan kesana” jawab Minho

“Jiho sudah ditemukan” Kata Minho setelah sambungan telfon terputus dan dengan segera Suzy dan Minho menuju ketempat Myungsoo.

Tidak butuh lama Minho dan Suzy sudah sampai ditempat penculik itu berada.

“Dimana Jiho?” Tanya Minho ketika sudah dihadapan Myungsoo

“Dia ada di dalam, kau bawa uangnya?” Tanya Myungsoo

“Ne” jawab Minho sambil memberikan tas yang berisi uang.

“Ayo ikut aku” Ajak Myungsoo pada Minho, langkah Minho terhenti ketika Suzy mengikutinya.

“Kau tetap disini aku akan membawa Jiho dengan selamat” Ujar Minho sambil melepaskan gengagaman tangan Suzy pada lengannya.

“Annyio aku akan ikut kedalam” Kata Suzy bersi keras Minho yang mengetahui watak Suzy apalagi yang berhubungan dengan Jiho akhirnya dia mengalah dan mengegam erat tangan Suzy.

Myungsoo, Minho dan Suzy berjalan memasuki sebuah ruangan seperti bekas sebuah parkiran karena terdapat beberapa peralatan mobil dan dengan waspada Minho menempatkan Suzy dibelakang badannya.

“Kau sudah datang rupanya Tuan Choi Minho yang terhormat” Ujar seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahunan menyapa Minho

“Siapa kau?” Tanya Minho pada orang yang ia tidak kenal itu

“Aku? Aku adalah orang yang kau pecat tanpa belas kasihan kau ingat” bentak orang itu, sedangkan Minho masih mengingat orang itu.

“Dimana anak ku” Tanya Minho dengan nada tinggi. Ternyata orang yang menculik anaknya itu adala pegawai yang terlibat kasus korupsi diperusahaanya.

“Anakmu? Tenang saja Choi Minho sajangnim dia masih hidup” Kata lelaki itu dan membuat Minho serta Suzy menghela nafas bahwa Jiho masih hidup.

“Dimana dia sekarang” sentak Minho tak sabar.

“Tenanglah Choi Minho-shi dia akan baik-baik saja jika kau berlutut meminta maaf padaku” Ujar lelaki itu sambil terkekeh mencemooh pada Minho, Minho yang mendengar itu naik pitam dan berteriak pada orang itu.
“Jangan harap! Cepat serahkan Jiho padaku!” bentak Minho

Myungsoo tanpa sepengetahuan Minho dan Suzy sudah mengatur strategi dengan anak buahnya, Ia melihat sekelilingnya bahwa keadaan sudah dapat ia kontrol dengan baik oleh anak buahnya.

“Baiklah jika begitu dengan senang hati aku akan membuat anak kalian tidak bernyawa” Kata orang itu sinis sambil berjalan akan tetapi dengan cepat Myungsoo menendang dari belakang lelaki itu hingga terjungkal

“Minho-ah cepat cari Jiho” teriak Myungsoo dan dengan cepat Minho menarik Suzy dan mencari Jiho.

“Omma” teriak Jiho tertangkap oleh indera pendengaran Minho dan dengan cepat Minho memanggil nama Jiho

“Jiho-ah kau dimana?” teriak Minho tak kalah keras “OMMA Jiho Takut” teriak Jiho lagi.

Dengan cepat Minho berlari kesebuah Box dipojok ruangan dan membukanya, betapa terkejut Minho serta Suzy ketika melihat Jiho menggigil kedinginan dengan mata sembab serta tangan dan kaki diikat.

Dengan cepat Minho mengambil dan memeluk Jiho dengan erat. “Kau baik-baik saja sekarang” ujar Minho menenangkan Jiho. “Omma” panggil Jiho ketika melihat Suzy disamping Minho, dan ketika Suzy akan mengambil Jiho dari Minho

“AWAS” Teriak Myungsoo

#Bugh penjahat itu memukul bagian belakang tubuh Suzy dengan sebuah balok kayu hingga suzy terjatuh tak sadarkan diri.

“SUZY-AH” teriak Minho ketika tubuh Suzy tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir di kepalanya.

**

Suzy segera dibawa ke rumah sakit dan sekarang ia sedang di UGD untuk memeriksa keadaanya. Minhyuk keluar dengan menghela nafas panjang dan segara Minho menghampiri dokter tampan itu.

“Bagaimana keadaan Suzy?” Tanya Minho pada Minhyuk

“Syukurlah dia selamat” Ujar Minhyuk menghilangkan kekhawatiran Minho.

“Benarkah?” lega Minho dan dijawab anggukan oleh Minhyuk “Dia masih belum sadar karena benturan yang cukup keras mengenai kepalanya tapi aku pastikan dia akan segera sadar” ujar Minhyuk kemudian.

“Gumawo Minhyuk-ah” Kata Minho sambil memeluk Minhyuk “Ne setelah ini Suzy akan dipindahkan ke ruang passion” Ujar Minhyuk.

Minho merasa lega mendengar keadaan Suzy baik-baik saja dan Jiho sekarang berada di rumah orang tuanya bersama Sulli adiknya untuk menenangkan psikologis Jiho setelah peristiwa penculikan itu terjadi. Setelah Suzy dipindahkan di ruang rawat dengan setia Minho menemani dan menjaga gadis yang sekarang menjadi istrinya itu dengan baik.
“Cepatlah sadar aku merindukanmu sayang” Bisik Minho pada telinga Suzy yang terlelap tidur.

“Mianhe sudah membuatmu terluka seperti ini, cepatlah bangun aku janji akan menjaga dan mencintai mu dan Jiho seumurku hidupku” katanya lagi sambil mengecup pelan kening serta bibir plum istrinya itu.

**

Keesokan harinya Suzy terbangun dari tidurnya dan mencoba mengingat dimana dia sekarang Jiho dimana anaknya itu sekarang. matanya mengerjap beberapa kali dan ia tersadar dengan sebuah gerakan disamping tangannya dan ia mendapati Minho tertidur disampingnya dengan posisi terduduk dengan kepala menyandar di kasurnya.

“Minho-ah ireona” panggil Suzy dengan mencoba mengelus kepala suaminya itu. Karena sebuah sentuhan yang dirasakan oleh Minho namja itu bangun dan mendapati Suzy sedang melihatnya.

“Kau sudah sadar sayang” ujarnya lembut

“Dimana Jiho” Tanya Suzy pada Minho

“Kau tenang saja Jiho sekarang aman, dia ada dirumah Omma bersama dengan Sulli” Jawab Minho. “Apa yang sakit biar aku panggilkan dokter” kata Minho

“Anniyo, Aku haus” Kata Suzy dan dengan cepat Minho mengambilkan air putih dan memberikannya pada Suzy, dengan hati-hati Minho mendudukan Suzy agar bisa meminumnya dengan mudah.

“Sudah? Apa yang kau butuhkan lagi” tanyanya perhatian.

“Bisa panggillkan suster aku ingin buang air kecil” Kata Suzy polos dan dengan sigap Minho menggendong Suzy dan membuat istrinya itu terkejut karena perlakuannya yang tiba-tiba.

“Apa yang kau lakukan” kata Suzy ketika ia sudah dalam gendongan Minho.

“Katanya kau ingin buang air kecil jadi ayo aku bantu” Ujarnya enteng sambil mebawa Suzy ke dalam kamar mandi.

“Tapi aku ingin dengan suster” ujar Suzy panic ketika Minho sudah membawanya kedalam kamar mandi

“Apa bedanya kau kan istriku apa yang membuatmu malu, bukankah sudah beberapa kali aku melihat tubuhmu itu” Kata Minho yang membuat wajah Suzy merah padam.

“Sudah cepat” kata Minho setelah mendudukan Suzy atas closet dan masih menatapnya.

“Apa kau ingin aku membukakan celanamu juga” goda Minho yang mendapat plototan tajam dari mata Suzy.

“Kau mau mati disini Tuan Choi! Sana cepat keluar aku bisa sendiri” Usir Suzy dengan tampang galak.

“Mianhe Nyonya Choi tetapi aku akan tetap menemanimu disini” Ujar Minho dan membuat Suzy sebal dibuatnya.

“Baiklah kau berbalik sekarang dan jangan mengintip” Ketus Suzy dan dengan terpaksa Minho menuruti perintah Suzy itu.

“Bagaimana sudah buang air kecilnya?” Tanya Minho ketika mendengar bunyi air di dalam closet.

“Ne sekarang kau boleh berbalik” Kata Suzy akhirnya dan membuat muka Minho sebal.

“Kenapa dengan mukamu?” Tanya Suzy ketika menyadari perubahan raut wajah Minho, tidak ada jawaban dari Minho dan namja itu langsung menggendongnya kembali membawanya ketempat tidur.

Ketika Minho akan membaringkan Suzy matanya tak sengaja menatap mata Suzy yang tengah memperhatikan dirinya, karena situasi dan suasana yang mendukung dengan perlahan namja itu mendekat dan mencium bibir mungil istrinya dengan lembut dan penuh perasaan. Seperti mendapat lampu hijau dari Suzy ketika tangan istrinya itu menekan dadanya untuk memperdalam ciumannya membuat gairah Minho yang terpendam bergejolak dan membuatnya semakin memperdalam ciumannya pada istrinya itu.

“Ekhemm sepertinya pasien saya sudah boleh pulang” Suara seseorang membuat aktivitas Minho dan Suzy terhenti. Suzy yang menyadari pertama kali dengan cepat mendorong tubuh Minho kebelakang dan membuat namja itu terkejut karena perlakuan Suzy.

“Myungsoo Minhyuk-ah” Kata Suzy salah tingkah ketika mendapati sahabat Minho sedang menangkap basa dirinya dan Minho yang sedang berciuman mesra seperti tadi.

“Pagi” ujar dua laki-laki itu seremapak dan membuat Minho mendengus kesal.

“Apa kalian tidak bisa datangnya nanti saja atau sekalian saja tidak datang” Ketus Minho sambil berdiri dan menatap sebal dua sahabatnya yang terkekeh geli itu.

“Mianhe Tuan Choi tapi aku harus memeriksa pasienku dulu” Ujar Minhyuk sambil berjalan kearah Suzy untuk memeriksa keadaan yeoja itu.

“Sepertinya sudah baik-baik saja, Mungkin obat yang diberikan oleh Minho sangat ampuh” Goda Minhyuk yang membuat Suzy ingin menenggelamkan dirinya sekarang juga.

“Gumawo Minhyuk-ah” jawab Suzy sambil menghilangkan rasa malu karena perbuatannya dengan Minho tadi.

“Mungkin kau sudah boleh pulang dua hari lagi, dan juga Minho-ah jangan buat Suzy kelelahan karena perbuatanmu, dia masih sakit Arraseo” Ujar Minhyuk kemudian sambil mengerling nakal pada Minho.

”Aiishh dasar bawel, cepat sana pergi” usir Minho sambil mendorong tubuh Minhyuk dan Myungsoo keluar dari kamar Suzy. se[eninggal sahabat suaminya itu Suzy yang masih malu dengan cepat membaringkan tubuhnya dan menutupnya dengan selimut menghindari kontak pandang dengan suaminya itu. Sedangkan Minho hanya tersenyum melihat tingkah polos Suzy ketika ia sudah mulai berlaku manis padanya.

**

Dua hari kemudia Suzy akhirnya diijinkan pulang oleh Minhyuk dan sampailah ia di rumah yang sangat ia rindukan itu

“Selamat datang Nyonya muda” Kata bibi Han dan beberapa pelayan ketika pintu terbuka

“Ne gumawo” jawabnya senang sambil mengambil bunga yang diberikan oleh bibi Han pada Suzy.

“Dimana Jiho?” Tanya Suzy pada bibi Han ketika mereka sudah di ruang tengah.

“Tadi Sulli menjemputnya untuk mengikuti terapi dan katanya sekalian menghibur Jiho” Jawab Minho sambil berlutut didepan Suzy yang masih duduk di kursi roda.

“Oh begitu” jawabnya sedih.

“Ayo kau harus istirahat” Ujar Minho mencoba mebuat Suzy berdiri dan menggendongnya ala bridal.

“Ya turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri” Tolak Suzy tapi Minho tidak menghiraukannya dan mebawanya ke dalam kamar mereka.

Minho dengan hati-hati mebaringkan Suzy di tempat tidur, dan kemudian ia membuaka jas serta dasinya. Suzy yang melihat itu hanya mengernyitkan dahi

“Kau tidak bekerja?” Tanya Suzy ketika Minho menaiki tempat tidur.

“Anniyo aku libur hari ini, lagian perusahaanku tidak akan bangkrut jika aku tidak masuk sehari saja Suzy-ah” Ujar Minho sambil membaringkan badannya disamping Suzy.

Suzy terkejut ketika tiba-tiba Minho menariknya didalam pelukannya.

“Biarkan seperti ini, aku sangat merindukanmu ” jujur Minho, ya tidak dipungkiri Minho sangat merindukan Suzy beberapa hari ini. Suzy yang merasa aneh dengan sikap Minho mencoba menatap mata suaminya itu. Bukan jawaban yang iya peroleh akan tetapi sebuah kecupan lembut tepat dibibirnya yang diberikan Minho untuknya

“Saranghe Choi Suzy saranghe. Jangan sakit lagi ne” Kata Minho dan kembali mencium bibir plum miliki istrinya itu. “Nado Saranghe Choi Minho” jawabnya dalam hati.

“Baiklah karena kau sudah sembuh, kita akan membuat hadiah Jiho yang sempat tertunda sekarang juga” ujar Minho tanpa mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari istrinya ia langsung menyerang begitu saja.

“YA Choi Minho…” Teriak Suzy

End

Haii semua mungkin agak geje atau g nyambung tapi semoga kalian suka dan jika banyak typo maaf ya…

Comment and likenya di tunggu..😀

9 responses to “What Baby!! – Part 2 (END)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s